Harga emas bergerak terkoreksi turun di bawah US$4.650 per ons pada Selasa (25/08), namun masih bertahan dekat level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan sebelumnya didorong kembali oleh kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang, setelah intervensi pemerintah AS di pasar obligasi memunculkan kembali strategi investasi yang mengandalkan emas sebagai lindung nilai.

Departemen Keuangan AS memperluas program pembelian kembali surat utang jangka panjang untuk menekan kenaikan biaya pinjaman. Menteri Keuangan Scott Bessent juga membuka peluang peningkatan buyback sekaligus menyiapkan rencana fiskal jangka panjang. Meski demikian, pasar menilai langkah tersebut berpotensi hanya menjadi solusi sementara dan kembali menyoroti risiko utang AS, inflasi berkepanjangan, serta pelemahan dolar.

Dukungan terhadap emas semakin kuat dari meningkatnya arus dana ke ETF berbasis emas dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menunjukkan minat investor yang semakin luas dan memperkuat permintaan investasi. Selama kekhawatiran fiskal AS dan tekanan terhadap dolar tetap menjadi perhatian, emas berpeluang mempertahankan daya tariknya meski pergerakan jangka pendek masih volatil.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD masih menunjukkan peluang bullish setelah harga bergerak dalam pola konsolidasi Ascending Triangle (Segitiga Ascending) dengan kecenderungan membentuk higher low. Area US$4.603 menjadi support penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga struktur kenaikan. Selama harga bertahan di atas level tersebut, momentum dapat kembali menguat menuju US$4.682 sebagai target pertama, lalu US$4.706 sebagai target berikutnya.

Namun, tekanan jual berpotensi meningkat jika harga gagal mempertahankan support US$4.603. Penembusan ke bawah US$4.584 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Dengan posisi harga yang masih dekat area resistance, trader perlu mewaspadai false breakout sekaligus menunggu konfirmasi sebelum mengikuti pergerakan lanjutan. Struktur teknikal emas saat ini tetap konstruktif, sejalan dengan penguatan XAU/USD yang baru mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Imbal hasil US Treasury 10 tahun turun ke 4,71% pada Senin (24/08) setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Perhatian investor kini tertuju pada pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di tengah inflasi yang masih berada di atas target 2%.

Tekanan terhadap pasar obligasi juga datang dari kekhawatiran fiskal, terutama setelah utang federal AS menembus $40 triliun. Rencana Departemen Keuangan untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang setidaknya dua kali lipat sempat memberikan dukungan, tetapi dampaknya terhadap aksi jual obligasi masih terbatas.

Selanjutnya, pelaku pasar akan menantikan rilis indeks harga PCE Juli pada Rabu. Sebagai indikator inflasi pilihan The Fed, data ini dapat menjadi kunci dalam membaca tekanan harga sekaligus memperkuat atau meredam ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih menunjukkan tekanan bearish setelah menembus area support 99,00 dan membentuk struktur lower high pada grafik harian. Harga kini bergerak di sekitar 98,70, sementara area 99,00 menjadi resistance penting. Selama DXY tertahan di bawah level tersebut, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka menuju zona supply-demand berikutnya.

Perhatian selanjutnya tertuju pada zona demand 97,30 – 98,10 yang berpotensi menjadi area reaksi pembeli. Jika tekanan jual berlanjut dan area ini ditembus, tren turun dapat semakin kuat. Sebaliknya, pemulihan di atas 99,00 akan membuka peluang pengujian kembali area 99,50 – 99,80 sebelum menentukan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas naik ke sekitar US$4.650 per troy ounce pada Senin (24/08), melanjutkan penguatan pekan sebelumnya dan mencapai level tertinggi sejak pertengahan Mei. Kenaikan ini terjadi ketika kekhawatiran terhadap pengelolaan utang serta kondisi fiskal Amerika Serikat kembali mencuat setelah Departemen Keuangan AS meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang secara tak terduga.

Penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset penyimpan nilai. Kondisi tersebut menghidupkan kembali strategi debasement trade, yaitu ketika investor memilih aset seperti emas untuk melindungi kekayaan dari risiko pelemahan nilai mata uang dan meningkatnya beban utang pemerintah.

Perhatian pasar kini beralih ke data inflasi PCE Juli dan pidato Ketua The Fed Warsh di Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah suku bunga AS. Di sisi lain, ancaman sanksi baru Washington terhadap Iran serta rencana tarif balasan Kanada menambah ketidakpastian global. Jika tekanan geopolitik dan ekonomi meningkat, emas berpeluang tetap menjadi pilihan utama investor sebagai aset lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD pada grafik M15 menunjukkan peluang bullish setelah harga membentuk struktur kenaikan dan berhasil mempertahankan area support penting. Saat ini, harga bergerak di sekitar level Fibonacci 38,2% hingga golden ratio 61,8%, yang menjadi zona pantulan potensial. Selama area support 4.618 hingga 4.594 tetap terjaga, emas berpeluang melanjutkan penguatan.

Jika tekanan beli kembali meningkat, XAUUSD berpotensi menguji target pertama di area 4.674 dan melanjutkan kenaikan menuju 4.695. Namun, penembusan kuat di bawah level 4.594 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah turun ke sekitar US$86 per barel setelah mencatat kenaikan tajam dalam sepekan terakhir. Investor memilih mengambil keuntungan sambil menunggu pengumuman Amerika Serikat terkait sanksi baru terhadap Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah tersebut sebagai sanksi “terberat” dalam sejarah untuk menekan Iran dan pihak-pihak yang masih berhubungan dagang dengannya.

Kebijakan tersebut berpotensi memperketat pasokan minyak global. Pengiriman minyak Iran sudah terganggu, sementara pembelian dari China mulai menurun akibat tekanan dan blokade AS. Jika hambatan ekspor semakin besar, pasokan dunia bisa kembali tertekan dan berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.

Di sisi lain, Iran menilai ancaman tersebut tidak akan berhasil karena negara itu sudah terbiasa menghadapi blokade ekonomi. Ketegangan di Selat Hormuz juga masih tinggi, dengan lalu lintas kapal yang berada jauh di bawah kondisi normal. Situasi ini membuat pasar minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, pergerakan minyak WTI terlihat mulai kehilangan momentum setelah gagal bertahan di area resistance 86,50 – 87,10. Harga saat ini bergerak di sekitar 85,76 dan masih berada di bawah zona supply, sehingga peluang koreksi tetap terbuka. Support terdekat berada di 85,44 – 85,06, sedangkan area 84,44 menjadi batas penting yang perlu diperhatikan jika tekanan jual semakin kuat.

Jika support 84,44 ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju target 83,72 dan 82,80. Sebaliknya, apabila WTI mampu kembali menembus 86,50 hingga 87,10, skenario bearish dapat melemah dan membuka ruang kenaikan lebih lanjut. Pergerakan minyak juga masih sensitif terhadap perkembangan sanksi AS terhadap Iran dan gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan bergerak di sekitar US$68,70 per troy ons pada sesi Asia, Jumat (21/08). Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven saat volatilitas pasar mata uang dan obligasi global kembali meningkat. Sepanjang pekan, harga perak telah menguat hampir 6%.

Sentimen positif semakin kuat setelah Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan pembelian kembali utang jangka panjang untuk menekan biaya pinjaman. Kebijakan tersebut memicu penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia. Meski yield kembali naik setelah sempat merosot, pelemahan dolar membuat daya tarik Perak tetap terjaga.

Namun, ruang penguatan harga perak berpotensi menghadapi hambatan dari kenaikan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran di sekitar Selat Hormuz. Lonjakan energi dapat memperkuat tekanan inflasi dan mengurangi peluang pelonggaran moneter. Rencana Washington untuk memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran juga menambah ketidakpastian, menjaga pasar minyak tetap ketat sekaligus membuat arah Perak semakin bergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD menunjukkan momentum bullish setelah berhasil bertahan di atas area support 67,33 – 66,94. Struktur harga masih mendukung kenaikan, dengan level 69,02 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren positif. Jika breakout terjadi, pergerakan berpotensi mengarah ke 69,94 sebagai target pertama.

Di sisi lain, area 67,33 menjadi support penting untuk menjaga skenario bullish. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang menuju 69,94 hingga 71,10 masih terbuka. Namun, penurunan di bawah 65,65 akan menjadi sinyal pelemahan sekaligus membatalkan prospek kenaikan jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah diperdagangkan di atas US$86 per barel pada Jumat (21/08) dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Sepanjang pekan ini, nilainya telah melonjak hampir 6% akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, terutama terkait ketegangan di Selat Hormuz.

Amerika Serikat berencana memperketat tekanan terhadap perekonomian Iran melalui langkah yang disebut Presiden Donald Trump sebagai “economic D-day”. Kebijakan tersebut diperkirakan menyasar jalur keuangan dan perdagangan internasional, termasuk perbankan, perusahaan, pelayaran, transfer dana, serta jaringan penyelundupan. Washington berharap tekanan ini dapat mendorong Teheran kembali ke meja perundingan terkait konflik, program nuklir, dan pengelolaan Selat Hormuz.

Tekanan terhadap pasar energi juga datang dari Ukraina setelah serangkaian serangan terhadap infrastruktur energi Rusia memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut semakin memperketat pasokan global dan memberikan dorongan tambahan bagi harga minyak. Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut, pasar energi berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL masih menunjukkan struktur bullish setelah bertahan di atas area Fibonacci 61,8% sekitar 85,30. Selama support tersebut tidak ditembus, peluang kenaikan tetap terbuka dengan 87,36 sebagai target pertama, kemudian 88,27 sebagai target lanjutan. Pergerakan ini juga sejalan dengan penguatan WTI yang terdorong meningkatnya risiko geopolitik AS-Iran.

Dari sisi risiko, 84,03 – 84,02 menjadi area invalidasi penting. Jika harga mampu bertahan di atas 85,30 dan menembus 87,36 dengan momentum kuat, USOIL berpotensi melanjutkan rally menuju 88,27. Sebaliknya, penurunan di bawah 84,02 akan melemahkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Emas kembali diperdagangkan di atas US$4.500 per troy ounce pada Jumat (21/08) dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Minat terhadap aset safe haven meningkat di tengah gejolak pasar mata uang dan obligasi, sementara kenaikan harga minyak turut memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global.

Penguatan tajam terjadi setelah emas melonjak lebih dari 4% pada Rabu menyusul rencana Departemen Keuangan AS untuk setidaknya menggandakan pembelian kembali surat utang jangka panjang. Kebijakan tersebut sempat menekan imbal hasil Treasury dan dolar AS, meski yield kemudian kembali naik karena pasar menilai langkah pemerintah mungkin hanya menjadi solusi sementara untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang.

Di sisi lain, harga minyak terus menanjak seiring persiapan AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran. Kondisi ini menjadi katalis tambahan bagi emas, yang masih mendapat dukungan dari tingginya permintaan investasi serta pembelian bank sentral, terutama China. Kombinasi ketidakpastian geopolitik, risiko inflasi, dan pelemahan sentimen pasar membuat prospek emas tetap menarik sebagai aset perlindungan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD menunjukkan momentum bullish setelah memantul dari area demand zone 4.510 – 4.522. Struktur harga mulai menguat dengan terbentuknya Change of Character (CHoCH), sementara area 4.535 menjadi resistance awal. Jika mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju 4.553 – 4.566 semakin terbuka. Pergerakan ini sejalan dengan kondisi emas yang kembali menguat dalam beberapa sesi terakhir.

Namun, kenaikan belum sepenuhnya aman karena harga masih menghadapi resistance berlapis. Apabila terjadi penolakan di sekitar 4.535 – 4.544, XAU/USD berpotensi kembali menguji 4.522, bahkan area demand yang lebih rendah. Sebaliknya, breakout valid di atas 4.544 dapat memperkuat skenario bullish menuju target 4.553 dan 4.566. Karena volatilitas emas masih tinggi, konfirmasi candle dan pengelolaan risiko tetap penting sebelum mengambil keputusan berdasarkan analisis teknikal ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak bertahan di sekitar US$67 per ons pada Kamis (20/08) setelah melonjak hampir 6% pada sesi sebelumnya. Penguatan tersebut mendapat dorongan dari penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, menyusul langkah Departemen Keuangan AS yang berencana meningkatkan pembelian kembali surat utang tenor 10, 20, dan 30 tahun untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang.

Turunnya yield membuat biaya peluang memegang aset tanpa kupon seperti perak menjadi lebih rendah. Kondisi ini meningkatkan daya tarik logam mulia bagi investor, meski risalah rapat Federal Reserve Juli menunjukkan sebagian pejabat masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga tahun ini untuk mencegah tekanan inflasi yang lebih besar di kemudian hari.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik Timur Tengah turut menjaga perhatian pasar terhadap risiko inflasi. Kebuntuan antara Amerika Serikat dan Iran membuat ketidakpastian tetap tinggi, sehingga pergerakan perak berpotensi dipengaruhi oleh kombinasi arah yield Treasury, kebijakan The Fed, serta perkembangan geopolitik dalam beberapa sesi mendatang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD menunjukkan momentum bullish kuat setelah berhasil menembus area resistance 67,31 dan kini bergerak di sekitar 68,45. Struktur harga masih mendukung kenaikan, dengan target terdekat 67,81 dan 68,45 yang telah diuji. Jika breakout berlanjut, area 69,00 – 69,15 berpotensi menjadi sasaran berikutnya.

Skenario bullish tetap menarik selama harga bertahan di atas 67,31. Koreksi menuju 66,87 – 66,17 dapat menjadi area pemantauan untuk mencari peluang lanjutan, sedangkan penurunan di bawah 65,47 akan menjadi sinyal bahwa momentum positif mulai melemah. Perak (XAGUSD) masih memiliki peluang melanjutkan rally, terutama jika tekanan yield AS terus berkurang.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak sideways di sekitar $84,50 per barel setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan yang terbatas menunjukkan pasar mulai mengambil jeda setelah reli sebelumnya.

Sentimen positif masih ditopang ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Risiko konflik yang berkepanjangan memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global, sehingga membantu menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi.

Ke depan, arah minyak WTI akan dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran dan kondisi pasokan dunia. Jika ketegangan meningkat, harga berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, meredanya risiko geopolitik dapat membuka ruang bagi aksi ambil untung dan menekan harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI masih bergerak dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance 84,72 – 85,25, dengan level 85,65 menjadi batas penting bagi kelanjutan tren bullish. Pada grafik, harga terlihat tertahan di sekitar Fibonacci 23,6% dan berpotensi menguji support 83,78. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual dapat membawa WTI menuju target 83,27 hingga 82,63. Pergerakan ini juga terjadi ketika harga minyak tetap sensitif terhadap ketegangan AS-Iran dan risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Secara teknikal, skenario bearish akan semakin kuat apabila WTI gagal kembali di atas 84,72 dan menembus 83,78. Sebaliknya, keberhasilan melewati 84,72 membuka peluang kenaikan menuju 85,25, dengan 85,65 sebagai resistance kunci berikutnya. Dengan volatilitas geopolitik yang masih tinggi, trader perlu mewaspadai false breakout serta pergerakan tajam di sekitar level-level tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas terkoreksi dari level tertinggi sejak awal Juni dan bergerak di sekitar $4.500 pada sesi Asia, Kamis (20/08). Tekanan muncul setelah Dolar AS mendapat dukungan dari kebuntuan negosiasi AS-Iran serta Risalah FOMC yang menunjukkan sikap lebih hawkish.

Di sisi lain, lonjakan posisi short emas pada Rabu turut memperkuat volatilitas pasar. Intervensi Departemen Keuangan AS untuk meredakan tekanan di pasar obligasi membuat imbal hasil Treasury turun tajam, sehingga memberikan ruang bagi logam mulia untuk kembali mendapat minat beli.

Pergerakan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada arah Dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan geopolitik. Jika tekanan terhadap yield berlanjut, peluang pemulihan harga emas masih terbuka, tetapi sentimen hawkish The Fed dapat menjadi penghambat kenaikan dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD masih bergerak dalam tekanan setelah gagal bertahan di area 4.500. Pada grafik, level Fibonacci menunjukkan resistance terdekat di 4.493 – 4.499, sedangkan area 4.509 menjadi penghalang berikutnya. Selama harga belum menembus zona tersebut, bias jangka pendek cenderung bearish dengan peluang melanjutkan penurunan.

Jika tekanan jual berlanjut, support 4.473 menjadi target awal yang perlu diperhatikan. Penembusan area ini dapat membuka ruang menuju 4.459 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 4.509 berpotensi mengubah momentum dan membawa XAUUSD menguji kembali resistance 4.524.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze