Harga emas diperdagangkan di atas level US$4.300 per ounce pada Selasa (16/06) setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi, menyusul munculnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Perjanjian sementara tersebut diperkirakan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa arus distribusi minyak dari Teluk Persia akan kembali normal setelah kesepakatan berlaku, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan energi global. Meski demikian, investor masih bersikap hati-hati karena isi memorandum kesepahaman belum dipublikasikan oleh kedua negara.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada agenda kebijakan bank sentral pekan ini. Federal Reserve dijadwalkan menggelar rapat pertamanya di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh, dengan mayoritas analis memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan. Keputusan tersebut berpotensi menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas dan sentimen investor dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area puncak terdekat. Secara teknikal, pergerakan saat ini berada di atas zona support penting Fibonacci 61,8% di kisaran 4.251, yang berfungsi sebagai area pertahanan utama bagi pembeli. Selama harga tetap bertahan di atas level tersebut, peluang melanjutkan tren naik masih terbuka dengan target pertama menuju 4.370 dan target berikutnya di area 4.423.

Namun, pelaku pasar perlu mencermati potensi koreksi jangka pendek sebelum kenaikan berlanjut. Jika tekanan jual meningkat hingga menembus support 4.251, maka emas berisiko melemah menuju area invalidasi di sekitar 4.177. Meski demikian, struktur harga yang masih membentuk pola higher low menunjukkan sentimen bullish tetap dominan, sehingga skenario penguatan menuju resistance terdekat masih menjadi peluang yang lebih besar dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga Perak (XAG/USD) melonjak sekitar 4% hingga mendekati level US$70,80 pada perdagangan sesi Asia, Senin (15/06). Kenaikan ini terjadi setelah Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional serta adanya konfirmasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen positif tersebut langsung menekan harga minyak dunia dan meningkatkan minat investor terhadap logam mulia.

Dalam beberapa bulan terakhir, gejolak di Timur Tengah sempat mendorong harga energi naik dan memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral. Namun, meredanya ketegangan kawasan kini memberikan ruang bagi aset seperti perak untuk kembali menarik perhatian pelaku pasar.

Sementara itu, harga Minyak WTI tercatat turun 4,8% ke sekitar US$78,85, level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Fokus investor selanjutnya tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu mendatang. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%, sehingga arah kebijakan tersebut berpotensi menjadi penentu pergerakan harga perak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD masih bergerak dalam tren naik yang kuat pada grafik satu jam setelah berhasil bertahan di dalam pola ascending channel. Saat ini, pergerakan harga berada di dekat area resistance jangka pendek setelah mencetak puncak baru di sekitar 70,83. Selama tetap berada di atas zona support 68,50, momentum bullish dinilai masih dominan dan membuka peluang kenaikan menuju target berikutnya di kisaran 72,10 hingga 73,71.

Dari sisi teknikal, area 68,50 menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga struktur kenaikan tetap valid. Jika tekanan beli kembali meningkat, XAG/USD berpotensi melanjutkan reli sesuai proyeksi Fibonacci extension. Sebaliknya, penurunan di bawah 66,16 akan membatalkan skenario bullish dan memicu koreksi yang lebih dalam. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada kemampuan harga mempertahankan support sambil menguji resistance utama dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 5% ke kisaran US$80 per barel pada perdagangan Senin (15/06), sekaligus menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan tajam ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan ini.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia berpotensi kembali berjalan normal dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut juga mencakup pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Selain itu, kedua negara dikabarkan menyetujui langkah pembongkaran program nuklir Iran yang disertai insentif ekonomi apabila Teheran memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi tercapainya perjanjian tersebut dan menyebut naskah resmi akan dipublikasikan setelah penandatanganan di Swiss. Kabar ini disambut positif oleh pelaku pasar energi karena konflik yang pecah sejak akhir Februari telah mengganggu pasokan global. Sebelumnya, hampir tertutupnya Selat Hormuz berdampak pada sekitar 20% distribusi minyak dunia, sehingga pembukaan kembali jalur strategis itu diperkirakan dapat membantu menstabilkan pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah (USOIL) masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area resistance dan kembali bergerak di bawah struktur penting pasar. Pada grafik H1 terlihat terbentuknya Break of Structure (BOS) yang mengonfirmasi dominasi penjual, sementara area 81.80 – 82.30 kini menjadi zona resistensi terdekat yang perlu ditembus untuk membatalkan skenario penurunan. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang koreksi naik diperkirakan hanya bersifat sementara sebelum tekanan jual kembali muncul.

Dari sisi target, level 78.85 menjadi support utama yang sedang diuji. Jika area ini ditembus secara valid, penurunan berpotensi berlanjut menuju 74.61 hingga 71.98 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, apabila terjadi pantulan kuat dari support saat ini, harga berpeluang melakukan retracement menuju 81.83 sebelum menentukan arah selanjutnya. Secara keseluruhan, prospek jangka pendek minyak masih cenderung negatif dengan fokus pasar tertuju pada kemampuan harga mempertahankan area support kritis.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melonjak menembus level USD 4.300 per ons pada perdagangan Senin (15/06), mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan logam mulia ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global. Sentimen positif tersebut mendorong optimisme pasar dan meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven.

Di sisi lain, harga minyak mentah turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir usai pengumuman perjanjian tersebut. Penurunan biaya energi membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya memicu spekulasi kenaikan suku bunga. Kesepakatan yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni itu disebut mencakup pencabutan blokade, pelonggaran sanksi terhadap Iran, serta penghentian program nuklir Teheran.

Perhatian pelaku pasar kini beralih ke agenda bank sentral utama dunia. Federal Reserve Amerika Serikat akan menggelar rapat kebijakan pertamanya di bawah kepemimpinan Kevin Warsh dan diperkirakan mempertahankan suku bunga. Sementara itu, Reserve Bank of Australia diprediksi tetap menahan kebijakan moneternya, sedangkan Bank of Japan berpotensi menaikkan suku bunga guna memperkuat nilai mata uang yen.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik satu jam menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah berhasil menembus area resistance jangka pendek. Pergerakan terbaru membentuk pola kenaikan bertahap dengan dukungan tren naik yang tetap solid. Selama harga bertahan di atas area Golden Ratio sekitar 4.256, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka menuju target pertama di kisaran 4.379 dan target berikutnya di area 4.435.

Meski prospek masih positif, pelaku pasar perlu mewaspadai potensi koreksi apabila tekanan jual meningkat. Area 4.177 menjadi level invalidasi penting yang menentukan kelanjutan tren naik saat ini. Jika support tersebut mampu dipertahankan, sentimen bullish berpotensi mendominasi perdagangan emas dalam jangka pendek dengan peluang menguji level tertinggi baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah turun mendekati US$86 per barel pada Jumat (12/06) dan menyentuh level terendah dalam hampir dua bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan energi global serta meredakan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sentimen negatif bagi harga minyak muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai dalam waktu dekat. Perjanjian tersebut disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Strait of Hormuz serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, laporan dari kantor berita Fars menyebut Teheran kemungkinan akan menerima proposal tersebut meski persetujuan final masih belum diumumkan.

Meski prospek perdamaian memberikan tekanan pada harga minyak, pelaku pasar tetap berhati-hati. Normalisasi pasokan diperkirakan tidak akan terjadi secara instan karena masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari pembersihan ranjau di Selat Hormuz, pengaktifan kembali ladang produksi yang sempat berhenti beroperasi, hingga perbaikan fasilitas energi yang mengalami kerusakan akibat serangan drone dan rudal. Kondisi ini membuat volatilitas pasar minyak berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada grafik 1 jam menunjukkan sinyal pelemahan setelah menembus garis tren naik dan membentuk Change of Character (CHoCH) ke arah bearish. Kegagalan harga mempertahankan area support sebelumnya memperkuat dominasi penjual, sementara pergerakan saat ini masih berada di bawah zona Fibonacci penting. Selama harga belum mampu kembali menembus area resistance 87,54, tekanan turun berpotensi tetap berlanjut dalam jangka pendek.

Secara teknikal, level 83,77 menjadi target penurunan terdekat yang bertepatan dengan area weak low dan support utama. Jika tekanan jual semakin kuat, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 82,10 sebagai sasaran berikutnya. Sebaliknya, skenario bearish dapat batal apabila minyak berhasil menembus dan bertahan di atas zona suplai sekitar 89,87, yang berpotensi membuka peluang pemulihan lebih lanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.200 per troy ounce pada Jumat (12/06) setelah melonjak lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang dinilai dapat meredakan ketidakpastian geopolitik serta menekan risiko kenaikan inflasi global.

Sentimen positif muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah penundaan rencana serangan dan peringatan terkait kemungkinan penargetan infrastruktur minyak Iran. Di sisi lain, laporan dari kantor berita semi-resmi Fars menyebutkan bahwa Teheran cenderung menerima perjanjian tersebut, meski naskah finalnya masih belum disetujui.

Meski ketegangan Timur Tengah mulai mereda, perhatian investor tetap tertuju pada kebijakan moneter global. European Central Bank menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 sekaligus meningkatkan proyeksi inflasi hingga 2027. Sementara itu, data menunjukkan harga produsen di AS naik 6,5% secara tahunan pada Mei, memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan harga dan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada tahun ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan perubahan struktur pasar setelah berhasil membentuk Change of Character (CHoCH) dan memantul kuat dari area demand. Saat ini pergerakan berada di atas zona Fibonacci 50%–61,8% yang menjadi area penting bagi kelanjutan tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas level support 4.127, peluang akumulasi pembeli masih cukup dominan untuk mendorong pergerakan menuju area resistance terdekat.

Dari sisi teknikal, target kenaikan berada pada kisaran 4.300 sebagai sasaran pertama, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan menuju 4.367 apabila momentum bullish tetap terjaga. Sementara itu, area 4.053 menjadi batas invalidasi yang perlu diperhatikan karena penembusan di bawah level tersebut dapat memicu tekanan jual lebih dalam. Dengan struktur harga yang mulai membaik, pelaku pasar masih cenderung mengamati peluang lanjutan reli emas dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAG/USD) berhasil menguat setelah mengalami tekanan selama dua hari beruntun dan diperdagangkan di sekitar US$64,00 per troy ons pada sesi Asia. Logam mulia ini bangkit dari level terendah dalam 11 minggu di area US$61,50, didukung oleh perannya sebagai aset pelindung nilai sekaligus bahan baku penting bagi berbagai sektor industri. Kombinasi kedua faktor tersebut membantu menarik minat beli saat pasar menghadapi ketidakpastian global.

Meski demikian, potensi kenaikan masih dibatasi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan udara Amerika Serikat terhadap Iran yang berlanjut selama dua hari memicu kekhawatiran akan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Situasi semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk sebagai respons atas operasi militer Washington.

Dari sisi fundamental, inflasi Amerika Serikat pada Mei mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari tiga tahun akibat lonjakan biaya energi. Walaupun data tersebut sesuai ekspektasi pasar, investor tetap mencermati arah kebijakan Federal Reserve ke depan. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (PPI) dan data klaim pengangguran yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga serta pergerakan harga perak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe 30 menit menunjukkan upaya pemulihan setelah harga berhasil bertahan di area Fibonacci Golden Ratio 61,8% yang berada di sekitar 62,62. Zona tersebut menjadi tumpuan penting bagi pembeli untuk mempertahankan momentum kenaikan setelah sebelumnya terjadi tekanan jual yang cukup tajam. Selama harga tetap berada di atas level support tersebut, peluang terbentuknya rebound lanjutan masih terbuka dengan kecenderungan pergerakan mengarah ke area resistance terdekat.

Dari sisi target, perak berpotensi menguji level 65,30 sebagai sasaran awal sebelum melanjutkan penguatan menuju 66,35 apabila minat beli semakin dominan. Struktur harga juga mulai membentuk pola pemulihan setelah mencetak titik terendah baru dan diikuti kenaikan bertahap. Namun, pelaku pasar perlu mencermati area 61,46 sebagai batas invalidasi, karena penembusan di bawah level tersebut dapat memicu tekanan bearish yang lebih dalam dan mengubah prospek jangka pendek menjadi negatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan penguatan dan diperdagangkan di sekitar US$90,70 per barel pada sesi Asia, Kamis (11/06). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat berlangsung lebih lama.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang lebih besar jika kesepakatan damai sementara tidak segera tercapai. Sementara itu, Teheran menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan eksternal. Situasi memanas setelah insiden penembakan helikopter AS yang memicu serangan balasan Washington dan respons Iran terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pasar juga mendapat dukungan dari penurunan tajam persediaan minyak mentah AS. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak berkurang 7,2 juta barel dalam sepekan, jauh di atas perkiraan pasar. Kombinasi risiko geopolitik dan menyusutnya cadangan energi membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi lonjakan harga minyak dalam beberapa waktu mendatang.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 30 menit masih mempertahankan struktur bullish meskipun sedang mengalami koreksi jangka pendek. Pergerakan saat ini terlihat menguji area Fibonacci Golden Ratio 61,8% di sekitar 88,32 yang berperan sebagai zona support penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang pembeli kembali menguasai pasar tetap terbuka dengan indikasi tren naik yang masih valid.

Apabila pantulan dari zona support berhasil terbentuk, target kenaikan pertama berada di area 91,90 sebelum berpotensi melanjutkan penguatan menuju 93,47 yang menjadi resistance utama. Sementara itu, level 86,11 menjadi batas invalidasi skenario bullish. Penembusan di bawah area tersebut dapat memicu tekanan jual lebih dalam dan mengubah arah pergerakan menjadi lebih bearish dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak stabil di kisaran US$4.100 per ons pada Kamis (11/06) setelah militer Amerika Serikat mengumumkan selesainya serangan terbaru terhadap Iran. Perkembangan ini memunculkan harapan bahwa jalur diplomasi dapat kembali dibuka sehingga ketegangan geopolitik mereda. Sentimen tersebut membantu menahan kenaikan permintaan aset lindung nilai secara berlebihan.

Sebelumnya, Washington melancarkan serangan baru setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran menunda pembahasan terkait kesepakatan perdamaian sementara. Di sisi lain, Iran dilaporkan membalas dengan menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz. Meski demikian, logam mulia masih berada di dekat level terendah dalam tujuh bulan karena gangguan berkepanjangan pada jalur energi kawasan Teluk Persia meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan harga global.

Dari sisi ekonomi, inflasi Amerika Serikat pada Mei naik ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, terutama akibat lonjakan biaya energi. Namun, data tersebut masih sesuai dengan perkiraan pasar sehingga pelaku investasi sedikit mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral tahun ini. Walau begitu, peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 0,25% pada Desember masih menjadi skenario utama yang diperhitungkan pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe 30 menit menunjukkan sinyal pemulihan setelah harga berhasil bertahan di area support Fibonacci 61,8% atau Golden Ratio di sekitar 4.060. Reaksi beli yang muncul dari zona tersebut mengindikasikan minat pasar masih cukup kuat untuk mendorong kenaikan lanjutan. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, momentum rebound berpotensi berlanjut menuju area resistance terdekat di 4.144, yang menjadi target awal pergerakan bullish.

Di sisi lain, target berikutnya berada pada kisaran 4.177 hingga 4.213 apabila tekanan beli semakin dominan. Struktur harga juga mulai membentuk kenaikan jangka pendek setelah mencetak titik terendah baru dan diikuti pantulan yang cukup agresif. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai area 4.023 sebagai batas invalidasi, karena penembusan level tersebut dapat membuka peluang koreksi yang lebih dalam dan membatalkan skenario penguatan emas dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAG/USD) kembali menguat mendekati level US$65,00 pada sesi perdagangan Eropa, Rabu (10/06), setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah lebih dari dua bulan di kisaran US$63,45. Meski mengalami pemulihan, pergerakan logam mulia ini masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Eskalasi konflik semakin memanas setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas pertahanan Iran di sekitar Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal ke beberapa pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah dan memperingatkan kemungkinan aksi lanjutan. Situasi tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global.

Kondisi inflasi yang tetap tinggi dapat memperkuat peluang Federal Reserve mempertahankan kebijakan suku bunga ketat. Langkah ini umumnya menjadi sentimen negatif bagi perak karena tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat bulan Mei yang diperkirakan menunjukkan kenaikan 4,2% untuk inflasi utama dan 2,9% untuk inflasi inti secara tahunan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area konsolidasi dan membentuk struktur bearish pada grafik satu jam. Pergerakan saat ini bertahan di sekitar level US$63,38 yang berperan sebagai support penting. Selama harga belum mampu menembus zona suplai di kisaran US$66,86 hingga US$69,02, peluang pelemahan masih mendominasi. Area tersebut menjadi hambatan utama yang berpotensi memicu kembali aksi jual apabila terjadi reli jangka pendek.

Dari sudut pandang teknikal, penurunan di bawah level US$63,38 dapat membuka ruang menuju target berikutnya di sekitar US$61,84. Sementara itu, jika terjadi pemantulan, pelaku pasar perlu mencermati area Golden Ratio dekat US$66,86 sebagai titik konfirmasi perubahan arah. Sentimen jangka pendek tetap cenderung negatif, namun potensi koreksi naik masih terbuka sebelum pasar menentukan pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze