Harga perak melonjak sekitar 2% hingga menembus level USD 86 per ounce pada awal pekan (23/02), melanjutkan tren penguatan selama empat sesi berturut-turut. Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan tarif global setelah Presiden AS, Donald Trump, menaikkan pungutan global dari 10% menjadi 15% usai putusan US Supreme Court menolak kebijakan tarif resiprokal. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mencari instrumen lindung nilai yang lebih stabil.

Di sisi lain, dinamika perdagangan internasional turut memengaruhi sentimen. Pejabat perdagangan Eropa berencana menunda ratifikasi kesepakatan dengan Washington, sementara India menunda pembahasan perjanjian sementara. Meski demikian, perwakilan dagang AS, Jamieson Greer, menegaskan bahwa perjanjian yang sudah berjalan dengan mitra utama seperti China, European Union, Japan, dan South Korea tetap berlaku sehingga tidak mengganggu arus perdagangan jangka pendek.

Kekhawatiran geopolitik juga memperkuat minat terhadap logam mulia, seiring spekulasi potensi aksi militer AS terhadap Iran di tengah kebuntuan negosiasi nuklir. Para diplomat dijadwalkan kembali bertemu di Geneva pada Kamis mendatang untuk mencari solusi damai. Selain itu, aktivitas perdagangan logam diperkirakan meningkat pekan ini karena pasar Tiongkok kembali dibuka setelah libur panjang, memberikan dorongan tambahan bagi likuiditas dan volatilitas harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak pada grafik XAGUSD 4 jam menunjukkan tren naik setelah menembus pola segitiga, menandakan tekanan beli semakin dominan. Kenaikan ini diperkuat oleh posisi harga yang sudah melewati level Fibonacci penting dan bergerak mendekati area resistance sekitar 87, sehingga peluang lanjutan tren bullish masih terbuka.

Target kenaikan berikutnya berada di kisaran 92 sebagai area ekstensi terdekat, sementara support penting berada di zona 77 – 79 jika terjadi koreksi. Selama harga tetap bertahan di atas area tersebut, struktur tren naik masih terjaga dan potensi penguatan jangka pendek tetap valid.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia kembali bergerak melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) crude oil turun di bawah USD66 per barel pada awal pekan, dipengaruhi optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri luar negeri Iran bahkan menyebut solusi diplomatik yang saling menguntungkan sudah di depan mata, dengan rencana pertemuan lanjutan di Jenewa bersama utusan AS. Perkembangan ini mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak.

Selain harapan tercapainya kesepakatan, laporan juga menunjukkan bahwa potensi serangan militer AS terhadap Iran kemungkinan terbatas pada target tertentu, sehingga risiko gangguan pasokan global dinilai lebih kecil. Meski demikian, pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Kawasan ini diketahui menyalurkan sebagian besar ekspor energi dari Timur Tengah, sehingga setiap ketegangan di wilayah tersebut dapat memicu volatilitas harga minyak secara signifikan.

Sentimen negatif lainnya datang dari kebijakan perdagangan global. Presiden Donald Trump berencana menaikkan tarif impor hingga 15% setelah Mahkamah Agung menolak skema tarif sebelumnya. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan berpotensi menekan permintaan energi ke depan. Kombinasi faktor geopolitik yang mereda dan risiko perlambatan ekonomi membuat prospek harga minyak cenderung melemah dalam jangka pendek, sekaligus meningkatkan ketidakpastian pasar energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Oil (WTI) timeframe 30 menit menunjukkan tekanan turun setelah gagal menembus zona supply 66.40 – 66.67. Struktur mulai melemah dengan sinyal perubahan karakter, sehingga peluang koreksi masih dominan selama harga bertahan di bawah resistance tersebut, dengan target penurunan ke area 65.71 hingga 65.41.

Jika pelemahan berlanjut, harga berpotensi menguji demand di sekitar 65.07 dan membuka ruang turun ke 64.63. Namun, jika mampu kembali naik dan menembus 66.19, momentum bullish dapat kembali terbentuk dan mendorong harga menuju 66.67.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melonjak hampir 1% ke kisaran USD5.150 per ons pada awal pekan, mencatat level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu. Kenaikan ini dipicu meningkatnya minat terhadap aset safe haven setelah rencana kenaikan tarif global oleh Donald Trump memicu kekhawatiran pasar. Kebijakan tarif baru yang dinaikkan dari 10% menjadi 15% langsung meningkatkan ketidakpastian ekonomi global dan mendorong investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai risiko.

Ketegangan perdagangan semakin meluas setelah pejabat Uni Eropa memberi sinyal untuk menunda ratifikasi perjanjian dagang dengan Amerika Serikat, sementara India juga menunda negosiasi kesepakatan sementara dengan Washington. Kondisi ini memperkuat sentimen risk-off di pasar global, karena potensi perang dagang baru dinilai dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan memperlemah permintaan aset berisiko. Ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meningkat membuat emas kembali menjadi pilihan utama investor dalam menjaga nilai portofolio.

Di sisi geopolitik, kekhawatiran atas kemungkinan aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran turut memperkuat daya tarik emas. Negosiasi nuklir yang masih menemui jalan buntu meningkatkan risiko konflik, meskipun pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Jenewa dalam waktu dekat. Kombinasi ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan agresif menciptakan dorongan kuat bagi harga emas, sekaligus mempertegas perannya sebagai aset pelindung di tengah ketidakpastian global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAUUSD pada grafik satu jam menunjukkan tren bullish yang kuat setelah berhasil menembus area break of structure (BOS) di sekitar 5.022. Kenaikan tajam membawa harga mendekati resistance penting di zona 5.200, sekaligus membentuk higher high baru yang mengonfirmasi dominasi buyer. Selama harga bertahan di atas level Fibonacci 61,8% sekitar 5.133, momentum naik masih terjaga dengan potensi lanjutan menuju target ekspansi di area 5.280 hingga 5.320.

Namun, pergerakan saat ini juga membuka peluang koreksi sehat sebelum melanjutkan kenaikan. Area support kunci berada di kisaran 5.070 hingga 5.020 yang bertepatan dengan struktur demand dan garis tren naik. Jika harga turun dan memantul dari zona tersebut, peluang buy masih menarik dengan konfirmasi reaksi harga. Sebaliknya, penembusan di bawah 5.020 dapat mengubah bias jangka pendek menjadi netral dan memicu tekanan jual lebih dalam menuju area 4.980.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS menguat mendekati level 98 pada Jumat (20/02) dan berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 1%, ditopang data ekonomi yang solid serta sinyal kebijakan ketat dari Federal Reserve. Klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah lima pekan, sementara survei prospek bisnis Philadelphia Fed melonjak ke posisi tertinggi lima bulan. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Amerika Serikat masih tangguh di tengah tekanan inflasi.

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan tantangan di sektor lain. Defisit perdagangan AS melebar pada Desember dan penjualan rumah tertunda menurun pada Januari, mencerminkan tekanan di sektor properti. Investor kini menanti rilis data PDB kuartal keempat serta indeks harga PCE yang menjadi acuan utama inflasi bagi bank sentral. Risalah rapat FOMC terbaru juga menunjukkan perbedaan pandangan terkait arah suku bunga, dengan sebagian pejabat membuka peluang kenaikan lanjutan jika inflasi tetap tinggi.

Gubernur The Fed, Stephen Miran, menegaskan bahwa jalur suku bunga kemungkinan akan lebih ketat dari perkiraan sebelumnya karena pasar tenaga kerja masih kuat dan inflasi barang belum sepenuhnya mereda. Pelaku pasar pun mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran agresif, meski masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga sebelum akhir tahun. Kombinasi data ekonomi yang kuat dan kebijakan moneter yang cenderung hawkish menjaga momentum penguatan dolar dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe empat jam menunjukkan tren naik yang semakin kuat setelah berhasil menembus area resistance 97.69 dan mencetak higher high baru. Struktur harga kini bergerak di dalam ascending channel dengan dukungan garis tren naik yang menjaga momentum bullish. Selama harga bertahan di atas area support terdekat 97.11 hingga 96.75, peluang penguatan lanjutan menuju resistance berikutnya di sekitar 98.36 hingga 99.21 tetap terbuka.

Namun, jika terjadi penurunan dan harga menembus support tersebut, potensi koreksi menuju 96.45 hingga 95.75 bisa terjadi sebelum tren utama berlanjut. Pergerakan saat ini masih menunjukkan dominasi pembeli, tetapi konfirmasi lanjutan tetap diperlukan melalui reaksi harga di level kunci dan volume perdagangan. Strategi menunggu pullback sehat di area support dapat menjadi pendekatan yang lebih optimal untuk mengikuti tren naik yang sedang berlangsung.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran USD 5.000 per ons pada Jumat (20/02), melanjutkan penguatan dua hari terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Eskalasi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat setelah Presiden Donald Trump memberi tenggat waktu 10 – 15 hari untuk kesepakatan nuklir, sementara Washington mengerahkan kekuatan militer terbesar di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003. Kondisi ini memperkuat minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Dari sisi kebijakan, pernyataan Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, meredam ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini karena data ekonomi masih solid. Klaim pengangguran awal turun menjadi 206 ribu, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat. Investor kini menantikan rilis data inflasi PCE sebagai indikator utama arah kebijakan selanjutnya. Risalah pertemuan FOMC bulan Januari juga memperlihatkan perbedaan pandangan, dengan sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

Sementara itu, permintaan fisik di kawasan Asia masih cenderung lemah secara musiman akibat libur Tahun Baru Imlek, sehingga membatasi kenaikan harga lebih lanjut. Meski emas sempat menguat dalam dua hari terakhir, logam mulia ini diperkirakan mencatat penurunan tipis secara mingguan. Kombinasi faktor geopolitik, data ekonomi, serta kebijakan bank sentral akan terus menjadi pendorong utama arah harga emas dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD timeframe satu jam masih bergerak dalam konsolidasi dengan kecenderungan naik selama harga bertahan di atas demand zone 4.964 – 4.978. Area ini menjadi penopang penting karena selaras dengan garis tren dan level Fibonacci, sehingga berpotensi mendorong harga kembali naik menuju resistance 5.022 hingga 5.054.

Jika harga turun menembus zona tersebut, risiko koreksi menuju 4.950 hingga 4.931 semakin terbuka. Arah selanjutnya akan ditentukan oleh reaksi di level kunci, sehingga menunggu konfirmasi sebelum masuk pasar menjadi strategi yang lebih aman.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas level USD 78 per ons pada Jumat (20/02), sekaligus membuka peluang mencatat kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik global serta rendahnya volume transaksi di kawasan Asia. Pernyataan keras dari Presiden Donald Trump terhadap Iran terkait program nuklir memperkuat kekhawatiran pasar, terutama setelah Teheran memberi sinyal kemungkinan balasan terhadap basis militer Amerika Serikat jika konflik meningkat.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan komoditas cenderung sepi karena sejumlah pasar utama Asia, termasuk China, masih libur merayakan Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang tipis memperbesar volatilitas harga logam mulia, termasuk perak yang sebelumnya sempat mengalami reli tajam diikuti koreksi besar akibat aksi spekulatif pelaku pasar. Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi jangka pendek.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Risalah rapat terbaru FOMC menunjukkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga, dengan sebagian anggota membuka peluang kenaikan lanjutan jika inflasi tetap tinggi. Ketidakpastian tersebut menjadi faktor penting yang terus menggerakkan sentimen terhadap logam mulia dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD timeframe satu jam masih bergerak dalam konsolidasi dengan bias naik selama harga bertahan di atas demand zone 77.17 – 77.72. Area ini menjadi kunci karena berdekatan dengan support teknikal dan retracement Fibonacci. Jika terjadi pantulan, peluang kenaikan menuju 78.98 hingga 79.47 tetap terbuka, apalagi bila resistance trendline berhasil ditembus.

Namun, jika harga turun menembus zona tersebut, risiko koreksi lanjutan mengarah ke 76.55 semakin besar. Konfirmasi arah berikutnya akan sangat bergantung pada reaksi harga di area kunci serta volume perdagangan, sehingga strategi terbaik adalah menunggu sinyal valid sebelum masuk pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) bergerak positif di sekitar 4.985 dolar AS pada awal sesi Asia Kamis (18/02), didukung peningkatan permintaan aset safe haven di tengah perubahan sentimen geopolitik. Fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data klaim pengangguran awal, penjualan rumah tertunda, serta pernyataan pejabat Federal Reserve yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Wakil Presiden JD Vance menilai Iran belum memenuhi tuntutan utama Washington. Presiden Donald Trump juga menegaskan opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi gagal menghentikan program nuklir Teheran. Kondisi ini mendorong minat terhadap emas sebagai lindung nilai di tengah risiko global.

Likuiditas pasar relatif tipis karena libur di sejumlah wilayah besar, membuka peluang akumulasi pada harga yang lebih rendah menurut analis BMO Capital Markets. Namun, penguatan dolar AS berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut, terutama setelah risalah FOMC menunjukkan sebagian pembuat kebijakan masih membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan potensi pemulihan setelah harga memantul dari area demand kuat di sekitar 4.850 – 4.900 dan membentuk struktur higher low. Pergerakan kini bergerak dalam fase konsolidasi di atas level 4.950 dengan bias naik selama harga bertahan di atas support dinamis tersebut. Area resistance terdekat berada di kisaran 5.010 hingga 5.040 yang menjadi kunci untuk melanjutkan momentum bullish.

Indikator momentum mulai menunjukkan pelemahan sementara, mengindikasikan peluang pullback sebelum kenaikan lanjutan. Selama harga tidak menembus area invalidasi di bawah 4.900, peluang penguatan menuju resistance tetap terbuka. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu koreksi sehat ke area support sebagai peluang entry buy dengan konfirmasi price action yang jelas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas 65 dolar AS per barel pada Kamis (19/02), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya yang menjadi kenaikan terbesar sejak akhir Oktober. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran meningkatnya potensi intervensi militer oleh Amerika Serikat terhadap Iran, yang dinilai dapat mengganggu pasokan energi global dan mendorong premi risiko di pasar komoditas.

Laporan menyebutkan bahwa jika operasi militer terjadi, aksi tersebut berpotensi berlangsung selama beberapa minggu, dengan dukungan pemerintah Israel yang mendorong perubahan rezim di Teheran. Negosiasi sejauh ini belum menghasilkan titik temu, meskipun pihak Iran mengklaim ada kesepakatan awal dengan Washington terkait kerangka perjanjian nuklir. Namun, Wakil Presiden JD Vance menyatakan Iran belum memenuhi garis merah AS, sementara Presiden Donald Trump menegaskan opsi militer tetap terbuka.

Di sisi fundamental, data industri menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun sekitar 0,61 juta barel pekan lalu, mengurangi sebagian lonjakan besar sebelumnya yang mencapai 13,4 juta barel, kenaikan tertinggi sejak Januari 2023. Penurunan stok ini memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak, meskipun pasar masih akan memantau perkembangan geopolitik dan kebijakan energi global ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan momentum bullish setelah berhasil memantul kuat dari area support di kisaran 61–62 dan membentuk struktur higher low. Kenaikan tajam membawa harga mendekati zona resistance 65–66 yang menjadi area kunci sekaligus penentu arah selanjutnya. Selama harga bertahan di atas area 63, peluang melanjutkan tren naik menuju resistance utama tetap terbuka.

Indikator momentum juga mengarah naik dan mendukung tekanan beli jangka pendek. Namun, area 66 menjadi zona krusial yang berpotensi memicu reaksi jual. Jika terjadi penolakan di area tersebut, harga berisiko mengalami koreksi sehat kembali ke support terdekat sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi breakout atau pullback untuk menentukan posisi entry terbaik.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas 77 dolar AS per ons pada Kamis (19/02) setelah melonjak sekitar 5% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar logam global meskipun penguatan dolar didorong data ekonomi Amerika Serikat yang solid serta sinyal kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Sentimen tersebut menunjukkan bahwa logam mulia masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika makroekonomi.

Risalah pertemuan Januari memperlihatkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan. Sebagian pejabat membuka peluang penurunan suku bunga bila disinflasi berlanjut, sementara lainnya memilih mempertahankan tingkat tinggi lebih lama bahkan tidak menutup kemungkinan pengetatan tambahan jika tekanan harga tetap kuat. Pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan, namun tetap memperkirakan dua kali penurunan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut menopang harga perak dan logam berharga lainnya. Peningkatan kehadiran militer oleh Amerika Serikat di Timur Tengah memicu kekhawatiran konflik dengan Iran, sementara perundingan damai antara Ukraina dan Rusia berakhir tanpa terobosan. Kondisi ini meningkatkan minat terhadap aset aman dan menjaga tren positif pasar logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD di timeframe 30 menit masih menunjukkan bias bullish setelah harga memantul dari area demand 73 – 74 dan membentuk struktur higher low. Selama bertahan di atas support 75 – 76, peluang kenaikan menuju resistance 79 hingga 80 tetap terbuka.

Indikator momentum mulai mengarah naik, mendukung potensi lanjutan penguatan jangka pendek. Skenario terbaik adalah menunggu pullback ke area support sebagai peluang entry buy, dengan risiko koreksi jika harga gagal menembus zona 78.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menguat ke kisaran USD 4.900 per ounce pada Rabu (18/02), memulihkan sebagian penurunan dua hari sebelumnya. Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga terkoreksi, di tengah evaluasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pelaku pasar kembali menimbang peluang pergerakan suku bunga yang akan memengaruhi daya tarik logam mulia.

Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap ditahan hingga inflasi menunjukkan kemajuan menuju target dua persen. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee membuka peluang pemangkasan tambahan tahun ini jika tren penurunan inflasi berlanjut. Investor kini menanti risalah FOMC, data PDB, serta inflasi inti PCE sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan.

Di sisi lain, permintaan jangka pendek cenderung melandai seiring dimulainya libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok yang mengurangi likuiditas pasar. Perkembangan geopolitik juga membatasi kenaikan, setelah laporan menunjukkan kemajuan dialog AS – Iran dan negosiasi Rusia–Ukraina. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan emas tetap sensitif terhadap sentimen global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAU/USD pada grafik 30 menit menunjukkan pemulihan setelah membentuk pantulan kuat dari area golden ratio 61,8% di kisaran 4.868. Reaksi beli dari zona tersebut mendorong harga kembali ke atas 4.900 dan membentuk perubahan karakter (ChoCH), menandakan peluang pembalikan jangka pendek. Selama bertahan di atas 4.890, momentum rebound masih terjaga dengan target uji resistance 4.950 hingga 4.980.

Namun, area suplai di sekitar 4.960–4.980 menjadi hambatan krusial yang dapat memicu tekanan jual baru. Jika harga gagal menembus zona tersebut, potensi koreksi ulang ke 4.880 tetap terbuka. Sebaliknya, breakout bersih di atas resistance akan memperkuat bias bullish dan membuka ruang kenaikan lanjutan dalam pergerakan intraday.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze