Harga minyak WTI bertahan di kisaran USD65,5 per barel pada akhir pekan setelah pergerakan volatil dalam beberapa sesi terakhir. Pasar merespons kesepakatan Amerika Serikat dan Iran untuk melanjutkan perundingan nuklir pekan depan. Pembicaraan di Jenewa disebut menunjukkan kemajuan oleh pihak Teheran, meski sumber dari delegasi Washington mengindikasikan adanya kekecewaan. Negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Wina disertai pertemuan teknis guna membahas detail lebih lanjut.

Sentimen tetap rapuh karena Iran menegaskan tidak akan mengizinkan uranium yang telah diperkaya keluar dari negaranya. Di sisi lain, peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah memicu kekhawatiran baru, terutama setelah Presiden Donald Trump memperingatkan potensi aksi militer jika kesepakatan gagal tercapai. Kombinasi diplomasi dan ancaman ini membuat pelaku pasar energi cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Fokus investor kini tertuju pada pertemuan OPEC+ akhir pekan yang akan membahas kebijakan suplai di tengah bayangan potensi kelebihan pasokan global. Ketidakpastian geopolitik serta peluang bertambahnya produksi dapat menekan prospek harga dalam jangka pendek. Secara mingguan, kontrak minyak mentah masih mengarah pada pelemahan, mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap perkembangan negosiasi dan arah kebijakan produksi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil Spot pada grafik satu jam terlihat membentuk pemulihan setelah menyentuh area demand di sekitar 63,50 – 64,20. Reaksi kuat dari zona tersebut mendorong kenaikan menuju level retracement Fibonacci 38,2% di kisaran 65,40, menandakan adanya minat beli jangka pendek. Struktur pasar mulai menunjukkan potensi pembentukan higher low, namun pergerakan masih tertahan di bawah area resistance 66,60 yang menjadi batas penting sebelum membuka ruang kenaikan lanjutan.

Selama harga bertahan di atas 64,70, peluang penguatan menuju 66,60 hingga 67,40 tetap terbuka. Sebaliknya, kegagalan menjaga momentum dapat memicu koreksi kembali ke golden ratio 61,8% di sekitar 64,70 bahkan menguji ulang support kunci 63,50. Secara teknikal, arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh respons harga di zona penawaran terdekat, sehingga pelaku pasar perlu mencermati konfirmasi breakout atau penolakan di area tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran USD 5.190 per ounce pada Jumat (27/02), melanjutkan penguatan dua hari terakhir dan mencatat potensi kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap kebijakan dagang Amerika Serikat serta meningkatnya risiko geopolitik global. Investor cenderung mencari aset lindung nilai ketika ketidakpastian meningkat, sehingga logam mulia tetap diminati.

Kebijakan tarif baru Presiden Donald Trump sebesar 10% untuk seluruh impor resmi berlaku pekan ini, dengan peluang kenaikan hingga 15% bagi sejumlah negara setelah putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatasi penerapan bea masuk lebih luas. Di sisi lain, negosiasi antara Washington dan Teheran dijadwalkan kembali digelar pekan depan usai ada perkembangan awal, meski sumber pejabat AS menyebut hasil pertemuan sebelumnya belum sepenuhnya memuaskan. Situasi ini menjaga sentimen pasar tetap waspada.

Dari arah kebijakan moneter, pelaku pasar mencermati sinyal dari Federal Reserve terkait peluang penurunan suku bunga. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, membuka peluang pemangkasan jika inflasi mereda, sementara Gubernur Federal Reserve Board of Governors, Stephen Miran, mendukung pelonggaran agresif pada 2026. Meski demikian, probabilitas pemotongan pada pertengahan tahun turun ke sekitar 50%, dan ekspektasi pelonggaran tambahan hingga akhir tahun semakin menipis, membatasi ruang kenaikan emas lebih lanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAUUSD pada timeframe satu jam terlihat bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya. Struktur terbaru menunjukkan pembentukan higher low di atas area support kunci sekitar 5.140 – 5.155, sementara resistance terdekat berada di zona 5.218 – 5.252 yang menjadi supply area sekaligus batas minor high terakhir. Selama harga bertahan di atas garis tren naik dan tidak menembus area invalidasi di bawah 5.120, peluang lanjutan bullish masih terbuka dengan potensi uji ulang puncak sebelumnya.

Dari sisi teknikal, pantulan dari area Fibonacci 61,8% mengindikasikan respons beli yang cukup solid. Skenario positif mengarah pada breakout bersih di atas 5.220 untuk membuka ruang kenaikan menuju 5.250 hingga 5.295. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat memicu tekanan jual jangka pendek dan membawa harga kembali ke zona demand lebih rendah. Dengan struktur yang masih konstruktif, fokus trader saat ini tertuju pada konfirmasi penembusan resistance sebagai pemicu momentum berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan kokoh di atas USD 5.180 per ounce pada perdagangan Kamis (26/02), melanjutkan penguatan sesi sebelumnya dan mendekati level tertinggi dalam hampir empat pekan. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta ketidakpastian kebijakan dagang Amerika Serikat yang membuat pelaku pasar memilih aset lindung nilai. Sentimen tersebut menjaga permintaan tetap solid dan menopang tren bullish logam mulia.

Kekhawatiran global meningkat setelah penumpukan pasukan AS di Timur Tengah menjelang perundingan nuklir di Geneva. Di saat yang sama, pemerintahan Donald Trump memperketat tekanan terhadap Iran melalui sanksi baru yang menyasar entitas terkait ekspor minyak dan persenjataan. Langkah ini memicu kewaspadaan investor karena berpotensi memperluas risiko konflik serta mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Dari sisi kebijakan perdagangan, Washington tetap mempertahankan strategi tarif global. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan rencana kenaikan bea masuk hingga 15% setelah tarif 10% resmi diberlakukan menyusul putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan kebijakan sebelumnya. Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve mundur ke September akibat inflasi yang masih membandel, faktor yang turut memengaruhi arah pergerakan emas ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAUUSD masih bergerak dalam bias naik setelah berhasil mempertahankan struktur higher low pada area support kunci di sekitar 5.120. Rebound yang terbentuk dari zona tersebut mendorong harga kembali mendekati area supply di kisaran 5.240 – 5.255. Selama tetap bertahan di atas garis tren naik dan level Fibonacci 38,2%–50%, momentum bullish masih terjaga dengan peluang retest ke puncak sebelumnya.

Namun, area supply menjadi penentu arah selanjutnya. Jika terjadi penolakan kuat di zona tersebut, harga berpotensi melakukan koreksi sehat menuju 5.170 hingga 5.140 sebelum melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, breakout valid di atas 5.255 membuka ruang menuju 5.295 bahkan 5.340 sebagai target lanjutan. Skenario akan berubah apabila harga turun di bawah 5.093, yang menandakan pelemahan struktur dan meningkatkan tekanan jual jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat mendekati USD66 per barel pada Kamis (26/02), menghentikan penurunan tiga hari beruntun seiring pasar menanti putaran ketiga perundingan nuklir Amerika Serikat – Iran. Fokus tertuju pada pertemuan di Jenewa antara utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan terbatas jika kesepakatan tak tercapai, memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, kenaikan harga tertahan oleh lonjakan besar persediaan minyak Amerika Serikat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok bertambah 16 juta barel pekan lalu, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2023. Peningkatan ini memperkuat sinyal melemahnya keseimbangan permintaan dan pasokan di pasar global.

Tekanan tambahan datang dari sisi suplai internasional. Arab Saudi dilaporkan menuju level ekspor tertinggi dalam hampir tiga tahun, sementara Iran mempercepat pengapalan minyak melalui kapal tanker berdasarkan data Vortexa. Kombinasi peningkatan produksi dan ketidakpastian geopolitik membuat pergerakan harga WTI tetap volatil, dengan pelaku pasar mencermati hasil negosiasi yang berpotensi menentukan arah minyak selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil Spot saat ini bergerak dalam fase konsolidasi setelah memantul kuat dari area demand di sekitar 65,00. Terlihat adanya struktur higher low yang mulai terbentuk, menandakan tekanan beli perlahan kembali masuk. Selama harga mampu bertahan di atas support kunci 65,08, peluang rebound masih terbuka dengan potensi pengujian resistance terdekat di kisaran 65,99 hingga 66,24. Area tersebut juga berdekatan dengan zona supply yang sebelumnya memicu penolakan harga.

Secara teknikal, skenario bullish akan semakin valid jika terjadi breakout bersih di atas 66,00 yang dapat membuka ruang kenaikan menuju 66,50 – 66,90. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support berisiko memicu tekanan lanjutan menuju 64,60 sebagai target pelemahan berikutnya. Dengan struktur pasar yang masih sensitif terhadap sentimen global, strategi ideal adalah menunggu konfirmasi pergerakan di sekitar level kunci sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI naik ke kisaran $66,2 per barel pada Rabu (25/02) setelah dua sesi penurunan, didorong kekhawatiran risiko pasokan global. Pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan nuklir antara United States dan Iran yang memasuki putaran lanjutan, sementara pernyataan pejabat Teheran tentang komitmen mencapai kesepakatan menambah optimisme. Di sisi lain, Donald Trump menegaskan preferensi pada jalur diplomasi, namun tetap memberi sinyal konsekuensi serius bila negosiasi gagal.

Fokus utama pasar juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Setiap eskalasi ketegangan di wilayah tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi global dan memicu lonjakan harga. Ketidakpastian geopolitik ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari menunggu kejelasan arah kebijakan dan hasil perundingan.

Selain faktor geopolitik, investor menilai dampak kebijakan perdagangan baru dari United States terhadap prospek permintaan energi. Penerapan tarif global sebesar 10% yang tengah diupayakan meningkat menjadi 15% berpotensi menekan aktivitas ekonomi dan konsumsi bahan bakar. Kombinasi risiko pasokan dan tekanan permintaan membuat pergerakan minyak tetap fluktuatif dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL (WTI) pada timeframe intraday menunjukkan fase pemulihan setelah menyentuh demand zone di area 65.50. Harga mulai membentuk struktur higher low dan bergerak naik mendekati level 0.0 Fibonacci di sekitar 66.41, menandakan tekanan beli mulai menguat. Selama harga mampu bertahan di atas area support 65.86 – 65.70, peluang rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat di 66.65 hingga supply zone kuat di kisaran 66.96.

Namun, pergerakan masih berpotensi mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan kenaikan. Area retracement di 66.20 – 65.96 dapat menjadi zona entry potensial bagi buyer. Jika harga turun dan menembus level invalidasi di bawah 65.51, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang penurunan lebih dalam. Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih cenderung naik selama support utama tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak naik menembus $88 per ounce pada Rabu (25/02), memulihkan pelemahan sebelumnya seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Kebijakan tarif sementara sebesar 10% yang diberlakukan oleh United States mulai diterapkan, sementara White House dikabarkan mendorong kenaikan hingga 15% setelah keputusan Supreme Court membatalkan kebijakan tarif resiprokal besar sebelumnya.

Sentimen pasar juga dipengaruhi ketegangan geopolitik, terutama menjelang putaran ketiga pembicaraan nuklir antara United States dan Iran di Jenewa. Harapan tercapainya kesepakatan memberikan dorongan optimisme, tetapi risiko konflik tetap membayangi sehingga permintaan logam mulia tetap kuat sebagai pelindung nilai.

Meski demikian, kenaikan harga perak berpotensi terbatas akibat meredanya ekspektasi pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Pejabat Federal Reserve, termasuk Susan Collins, menilai suku bunga sebaiknya tetap ditahan sementara waktu, didukung kondisi pasar tenaga kerja yang membaik dan inflasi yang masih tinggi. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan perak cenderung naik namun tidak agresif.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe H4 menunjukkan tren naik yang mulai stabil setelah membentuk struktur higher low dan breakout area konsolidasi. Harga saat ini bergerak di atas level kunci sekitar 86.31 yang berfungsi sebagai support penting sekaligus penopang momentum bullish. Selama bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka dengan target terdekat menuju area resistance 92.37, lalu berlanjut ke target lebih tinggi di sekitar 100.08 sebagai proyeksi ekstensi berikutnya.

Namun, koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi sebagai bagian dari retracement sehat menuju area Fibonacci 23.6% hingga 38.2% di kisaran 81.05 – 77.80. Area ini menjadi zona beli potensial jika terjadi pullback sebelum tren naik berlanjut. Jika harga turun menembus support utama 86.31 dan gagal kembali naik, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang pergerakan turun lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik ke sekitar $5.180 per ounce pada Rabu (25/02), memulihkan sebagian kerugian sesi sebelumnya di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan dan geopolitik. Kebijakan tarif global baru sebesar 10% yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump, mulai berlaku Selasa, dengan rencana peningkatan menjadi 15% untuk memperkuat kembali agenda tarif setelah keputusan Supreme Court membatalkan sebagian besar kebijakan pungutan sebelumnya. Sikap tegas terhadap negara yang dinilai melanggar kesepakatan perdagangan turut menambah sentimen risiko di pasar.

Fokus investor juga tertuju pada kelanjutan pembicaraan nuklir antara United States dan Iran yang dijadwalkan berlangsung Kamis. Pemerintah Teheran menyatakan komitmen kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Washington, meningkatkan harapan stabilitas regional namun tetap menyisakan potensi ketegangan. Kondisi ini membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika global yang belum menentu.

Namun, kenaikan logam mulia tertahan oleh meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Dua pejabat dari Federal Reserve menegaskan belum ada kebutuhan mendesak untuk mengubah kebijakan moneter, mengingat pasar tenaga kerja yang membaik serta inflasi yang masih bertahan. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan emas cenderung terbatas meski permintaan safe haven tetap ada.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe pendek menunjukkan struktur naik yang mulai pulih setelah koreksi tajam sebelumnya. Harga berhasil menembus area konsolidasi dan kini bergerak di atas level 0.0 Fibonacci di sekitar 5.173, menandakan momentum bullish mulai terbentuk kembali. Area supply zone di kisaran 5.223 – 5.253 menjadi hambatan terdekat yang berpotensi menahan kenaikan, sehingga reaksi harga di zona ini penting untuk menentukan arah lanjutan. Selama harga bertahan di atas garis tren naik, peluang penguatan tetap terbuka dengan target bertahap menuju resistance tersebut.

Di sisi lain, potensi retracement sehat dapat terjadi menuju area Fibonacci 38.2% hingga 61.8% di kisaran 5.142 – 5.123 sebagai support dinamis. Zona ini menjadi area ideal bagi buyer untuk kembali masuk sebelum melanjutkan tren naik. Namun, jika harga turun menembus level invalidasi di sekitar 5.093, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih condong positif selama harga tidak kehilangan support kunci.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun lebih dari 2% ke bawah $86 per ons pada Selasa (24/02), mengakhiri reli empat hari karena pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakpastian perdagangan dan meningkatnya risiko geopolitik. Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen yang cepat, di mana kekhawatiran terhadap kebijakan ekonomi global kembali membayangi aset safe haven seperti logam mulia.

Perusahaan logistik global FedEx mengajukan gugatan untuk meminta pengembalian dana penuh setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat yang diberlakukan oleh Donald Trump. Sebelumnya, perak sempat menguat setelah Trump mengancam akan menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%, memicu kekhawatiran bahwa kesepakatan dagang yang ada dapat terganggu. Meski demikian, sebagian besar mitra dagang utama masih mempertahankan hubungan perdagangan mereka dengan Washington.

Di sisi geopolitik, perhatian pasar tertuju pada perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis. Trump menegaskan lebih memilih solusi diplomatik, namun memperingatkan adanya konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir tidak tercapai. Kombinasi faktor perdagangan dan ketegangan global ini membuat pergerakan harga perak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan struktur naik yang mulai melemah setelah membentuk area “weak high” di sekitar resistance trendline. Harga sempat gagal mempertahankan momentum di puncak dan mengalami penurunan menuju area support terdekat, menandakan adanya tekanan jual jangka pendek. Pola ini mengindikasikan potensi konsolidasi atau pembentukan lower high sebelum menentukan arah berikutnya.

Selama harga mampu bertahan di atas level support sekitar 85,20, peluang pemantulan masih terbuka untuk menguji kembali area resistance di dekat 89,00. Namun, jika terjadi penembusan tegas di bawah support tersebut, maka risiko penurunan lanjutan dapat meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Konfirmasi price action di sekitar zona kunci menjadi faktor penting untuk menentukan peluang entry yang lebih aman.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI naik ke kisaran $66,5 per barel pada Selasa (24/02), mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi karena pelaku pasar memantau secara intensif kelanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung kembali pekan ini. Harapan tercapainya kesepakatan memberi sentimen positif, namun risiko ketegangan tetap membayangi pasar energi global.

Presiden Donald Trump menyatakan lebih memilih solusi diplomatik, tetapi memperingatkan konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir gagal tercapai. Ia juga menepis kekhawatiran bahwa militer menghadapi risiko besar dalam konflik berkepanjangan. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan pasokan di beberapa wilayah telah menjadi faktor utama yang menopang harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai potensi risiko perdagangan setelah rencana penerapan tarif baru kembali mencuat. Kebijakan ini muncul setelah putusan Mahkamah Agung membatalkan sebagian kebijakan bea masuk sebelumnya, sehingga memicu ketidakpastian baru pada arus perdagangan global. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi tersebut membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan terbaru di panggung internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan tanda pemulihan setelah memantul dari area demand yang kuat di sekitar 65,4. Struktur pasar mulai berubah dengan munculnya breakout kecil dan pembentukan higher low, mengindikasikan potensi pembalikan arah jangka pendek. Saat ini harga bergerak di atas level Fibonacci 38,2%, yang berfungsi sebagai support dinamis sekaligus pijakan bagi kelanjutan momentum naik.

Selama harga mampu bertahan di atas zona 50%–61,8% serta tidak menembus area invalidasi support, peluang kenaikan menuju resistance di sekitar 67,2 hingga 67,7 masih terbuka. Skenario bullish akan semakin kuat jika harga berhasil menembus area “weak high” dan membentuk struktur higher high baru. Namun, jika terjadi penurunan di bawah demand zone, maka potensi koreksi lebih dalam dapat terjadi sehingga konfirmasi price action tetap penting sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas terkoreksi lebih dari 1% ke kisaran $5.160 per ons pada Selasa (24/02) setelah sebelumnya mencatat reli selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar kembali mencermati risiko kebijakan tarif baru serta ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Sentimen pasar berubah cepat setelah muncul kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan agresif dapat memicu tekanan ekonomi global dan mengurangi daya tarik aset lindung nilai.

Pemerintahan Donald Trump berupaya menghidupkan kembali agenda tarif global setelah Mahkamah Agung memblokir sebagian besar kebijakan pungutan yang diberlakukan tahun lalu. Setelah putusan tersebut, Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10% yang mulai berlaku hari ini dan berpotensi dinaikkan hingga 15%. Ia juga memperingatkan negara mitra dagang yang dianggap tidak patuh akan menghadapi bea lebih tinggi, mendorong banyak negara meninjau ulang posisi perdagangan mereka.

Ketegangan global semakin meningkat seiring perhatian pasar tertuju pada perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Kamis. Trump menyatakan lebih memilih solusi diplomatik, namun mengingatkan akan ada konsekuensi serius jika kesepakatan tidak tercapai. Kombinasi faktor perdagangan dan geopolitik ini membuat pergerakan harga emas tetap rentan terhadap perubahan sentimen dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas XAUUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan tren naik yang solid setelah terjadi breakout struktur (BOS) dan terbentuknya higher high. Saat ini harga sedang mengalami koreksi wajar setelah menyentuh area resistance “weak high”, dengan garis tren naik tetap menjadi penopang utama. Selama harga bertahan di atas trendline dan tidak menembus zona support terdekat, bias bullish masih mendominasi.

Area Fibonacci 38,2% hingga 50% menjadi zona penting yang berpotensi menjadi titik pantulan buyer. Jika terjadi reaksi positif di area tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya. Namun, jika support dan trendline ditembus secara tegas, maka skenario kenaikan bisa batal dan membuka peluang penurunan lebih dalam, sehingga penting untuk menunggu konfirmasi price action sebelum mengambil keputusan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze