Harga perak kembali menguat untuk dua hari berturut-turut dan bergerak di sekitar US$57,40 per troy ons pada perdagangan Asia Selasa (20/10). Meski demikian, kenaikan masih menghadapi risiko tekanan karena lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan dapat mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Penguatan minyak dipicu meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz setelah muncul laporan serangan terhadap kapal tanker. Kondisi tersebut meningkatkan premi risiko geopolitik sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global. Jika harga minyak bertahan tinggi, tekanan inflasi berpotensi meningkat dan menjadi sentimen negatif bagi logam mulia seperti perak.
Di sisi lain, Dolar AS dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi turut membatasi ruang kenaikan XAG/USD. Pasar juga memperkirakan Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember semakin kuat. Kombinasi inflasi, kebijakan moneter ketat, dan pergerakan USD akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga perak berikutnya.
OPINI ANALIS TRAZE

Sinyal Bullish XAGUSD 1H: Potensi Rebound Perak Menguji Resisten Tinggi
Berdasarkan analisis teknikal XAGUSD pada kerangka waktu satu jam, grafik menunjukkan peluang koreksi sehat menuju Area Koreksi sekitar kisaran 56.9635 (rasio Fibonacci 50.00%). Penurunan terbatas ini diproyeksikan menjadi pijakan krusial bagi dorongan beli selama level Invalidasi Support di 56.3562 tetap terjaga dari tekanan jual.
Apabila pantulan harga terkonfirmasi di zona koreksi tersebut, tren kenaikan diprediksi berlanjut menuju Target 1 pada kisaran 57.9010 (-27.20%). Penguatan lebih jauh membuka peluang perak menembus Target 2 di level 58.3212 (-61.80%), sehingga para trader disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi