Sentimen pasar global pekan ini diperkirakan masih dipengaruhi oleh perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meningkatnya tensi geopolitik berpotensi menjaga volatilitas harga energi tetap tinggi sekaligus memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral. Di saat yang sama, investor akan mencermati serangkaian laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova untuk mengukur keberlanjutan momentum pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (AI).
Dari sisi ekonomi, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada sejumlah indikator utama Amerika Serikat, termasuk S&P PMI, Conference Board Leading Economic Index, dan survei manufaktur Federal Reserve regional. Data tersebut akan menjadi acuan penting dalam menilai kondisi aktivitas ekonomi sekaligus memberikan petunjuk terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve pada pertemuan berikutnya.
Peluang Pasar Komoditas Emas
Emas berpeluang mempertahankan tren positif apabila ketidakpastian geopolitik terus meningkat dan ekspektasi penurunan suku bunga kembali menguat. Logam mulia ini diperkirakan tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah tingginya volatilitas pasar keuangan. Namun, penguatan dolar AS atau kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi membatasi ruang kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Pola Bullish Shark pada grafik XAU/USD timeframe 4 jam mengindikasikan peluang pembalikan arah setelah harga berhasil bertahan di area support kuat sekitar 3.942. Selama level tersebut tidak ditembus, emas berpotensi melanjutkan pemulihan menuju 4.103 sebagai target awal, dengan peluang penguatan lanjutan ke area 4.139 apabila momentum beli semakin dominan. Meski demikian, penembusan di bawah support akan membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam, sehingga pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi.
Peluang Pasar Komoditas Minyak WTI
Sementara itu, minyak mentah WTI memiliki peluang melanjutkan penguatan apabila konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global. Risiko geopolitik diperkirakan menjadi katalis utama yang menopang harga minyak. Meski demikian, potensi perlambatan ekonomi global dan pelemahan permintaan energi tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena dapat membatasi kenaikan harga WTI.

Harga WTI Oil masih bergerak dalam tren naik dengan bertahan di dalam pola ascending channel, menandakan momentum bullish tetap terjaga selama harga mampu bertahan di atas demand zone area 78,07. Peluang kenaikan terbuka menuju level 84,40 sebagai target terdekat, bahkan berpotensi berlanjut ke 89,77 yang merupakan area supply zone sekaligus zona resistensi kuat apabila tekanan beli terus meningkat. Namun, apabila harga gagal mempertahankan area demand dan keluar dari struktur kenaikan, risiko koreksi menuju level support yang lebih rendah akan kembali meningkat sehingga konfirmasi pergerakan harga tetap menjadi faktor utama sebelum mengambil keputusan transaksi.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi