Harga minyak WTI bergerak turun mendekati level US$95 per barel pada perdagangan Kamis (04/06) setelah sebelumnya mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Pelaku pasar kini mencermati meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global. Konflik terbaru membuat harapan tercapainya kesepakatan damai semakin tidak pasti.

Situasi di Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia, masih menjadi fokus utama investor. Meskipun aktivitas pelayaran mulai menunjukkan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir dengan dukungan pengamanan militer AS, volume pengiriman masih berada di bawah kondisi normal sebelum konflik. Kondisi ini membuat pasar tetap mewaspadai potensi gangguan distribusi energi dari kawasan Timur Tengah.

Dari sisi fundamental, data terbaru EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS kembali turun untuk minggu keenam berturut-turut. Penurunan stok yang lebih besar dari perkiraan mencerminkan tingginya permintaan ekspor dan aktivitas kilang, sehingga memberikan dukungan terhadap harga minyak meskipun tekanan jual masih muncul akibat perkembangan geopolitik yang dinamis.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL terlihat berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 94.50. Pergerakan terbaru menunjukkan penolakan kuat di dekat level Fibonacci 61,8% pada 93.81 yang berperan sebagai golden ratio. Selama harga masih bergerak di bawah zona tersebut, dominasi penjual berpotensi tetap berlangsung dan menjaga bias jangka pendek ke arah bearish.

Secara teknikal, terbentuk pola penurunan yang mengindikasikan peluang lanjutan menuju target pertama di area 92.17. Jika tekanan jual semakin besar dan support tersebut ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke kisaran 91.53 sebagai target berikutnya. Sementara itu, skenario bearish akan batal apabila USOIL mampu menembus dan bertahan di atas resistance 94.51, yang dapat membuka peluang pembalikan arah menuju level yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran USD4.450 per ons pada perdagangan Kamis (04/06), namun masih mencatat pelemahan hampir 2% sepanjang pekan ini. Tekanan muncul setelah meningkatnya keyakinan bahwa bank sentral global mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Situasi geopolitik kembali memanas setelah harapan tercapainya kesepakatan damai memudar. Pertukaran serangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta keterlibatan Bahrain dan Kuwait dalam eskalasi terbaru, memperburuk ketidakpastian pasar. Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia, turut menjaga harga energi tetap tinggi dan memperkuat kekhawatiran inflasi global.

Dari Amerika Serikat, Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga dalam waktu dekat apabila tekanan harga terus meningkat. Fokus investor kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat, karena data ketenagakerjaan tersebut dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter The Fed dan pergerakan harga emas selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil menembus garis tren turun yang membatasi pergerakan sejak awal pekan. Breakout ini mengindikasikan berkurangnya tekanan jual dan membuka peluang terjadinya pergerakan naik lanjutan. Saat ini harga bergerak di area retracement Fibonacci 50%, yang menjadi zona penting untuk mengonfirmasi kekuatan pembeli dalam mempertahankan momentum bullish.

Selama harga tetap bertahan di atas area support 4.424, skenario kenaikan masih mendominasi. Target terdekat berada di kisaran 4.489, sementara target berikutnya mengarah ke area 4.506 yang bertepatan dengan level Fibonacci ekstensi. Namun, jika harga kembali turun dan menembus support utama, peluang penguatan dapat batal sehingga membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan emas mempertahankan area breakout dan menarik minat beli baru.

Level Penting XAU/USD

  • Resistance 1: 4.489
  • Resistance 2: 4.506
  • Support: 4.424
  • Bias: Bullish selama bertahan di atas support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melemah ke kisaran USD74 per ounce pada perdagangan Rabu (03/06) dan mendekati level terendah dalam dua pekan terakhir. Tekanan muncul setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kondisi ekonomi yang masih kuat, sehingga memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve belum memiliki alasan untuk segera memangkas suku bunga.

Laporan terbaru mengungkapkan jumlah lowongan pekerjaan di AS melonjak pada April ke level tertinggi dalam hampir dua tahun, sementara angka pemutusan hubungan kerja menurun. Kondisi ini mencerminkan ketahanan pasar kerja yang tetap solid di tengah kebijakan moneter ketat. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat sebagai petunjuk penting arah kebijakan bank sentral selanjutnya.

Di sisi lain, ketidakpastian seputar negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong kenaikan harga minyak. Lonjakan energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan memperkuat peluang suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama. Meski demikian, Presiden Donald Trump menegaskan pembicaraan masih berlangsung, sementara pejabat Iran dilaporkan sedang meninjau naskah akhir yang berpotensi menjadi langkah penting dalam proses negosiasi.

OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik XAGUSD timeframe 4 jam, harga perak sedang menguji area Golden Ratio Fibonacci 61,8% di sekitar level 73,77 setelah mengalami koreksi dari puncak sebelumnya. Zona ini menjadi area krusial karena bertepatan dengan garis tren naik yang masih terjaga. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, peluang terjadinya rebound tetap terbuka dengan target awal menuju 77,03 dan berpotensi berlanjut ke area 78,47 sebagai resistance berikutnya.

Dari sisi struktur pasar, pergerakan membentuk pola akumulasi setelah muncul reaksi beli di dekat area support. Momentum bullish akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus resistance terdekat dan mencetak higher high baru. Namun, trader perlu mewaspadai skenario bearish jika XAGUSD turun di bawah area invalidasi 71,75, karena kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual lebih dalam menuju zona support utama yang lebih rendah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melanjutkan penguatan dan berhasil menembus level US$95 per barel pada perdagangan Rabu (03/06). Kenaikan ini menjadi yang ketiga secara beruntun, didorong oleh meningkatnya premi risiko geopolitik di pasar energi akibat ketidakpastian perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Laporan media Iran menimbulkan keraguan terhadap kemajuan pembicaraan, meskipun Presiden Donald Trump menegaskan bahwa proses diplomasi masih berlangsung. Sejumlah sumber menyebutkan Washington meminta komitmen tertulis dari Teheran terkait konsesi program nuklir sebagai bagian dari kerangka awal penyelesaian konflik. Belum adanya kesepakatan konkret membuat pasar khawatir pasokan global tetap ketat dalam waktu lebih lama.

Dari sisi fundamental, sentimen bullish semakin diperkuat oleh penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Data industri menunjukkan stok crude oil menyusut 6,8 juta barel pekan lalu. Jika angka tersebut dikonfirmasi oleh laporan resmi pemerintah, maka akan menjadi penurunan mingguan keenam berturut-turut, memperkuat ekspektasi bahwa keseimbangan pasar minyak global semakin mengencang.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal WTI Crude Oil pada timeframe 30 menit menunjukkan tren bullish masih mendominasi setelah harga berhasil membentuk rangkaian higher low dan higher high. Saat ini pergerakan minyak bertahan di atas area golden ratio 61,8% di kisaran 92,54 yang berfungsi sebagai support penting. Selama harga mampu menjaga posisi di atas zona tersebut, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan momentum yang tetap positif.

Dari sisi proyeksi, target penguatan terdekat berada di area 94,02 sebagai sasaran pertama, kemudian berpotensi berlanjut menuju 94,66 apabila tekanan beli semakin kuat. Namun, trader perlu mewaspadai area 91,62 yang menjadi batas invalidasi skenario bullish. Penembusan di bawah level tersebut dapat memicu koreksi lebih dalam, sementara bertahannya harga di atas support utama berpotensi memperkuat optimisme pasar terhadap kenaikan minyak dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di bawah level US$4.500 per ounce pada perdagangan Rabu (03/06) setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga meningkatkan keyakinan pasar bahwa Federal Reserve belum akan terburu-buru menurunkan suku bunga.

Laporan terbaru menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir dua tahun pada April, sementara angka pemutusan hubungan kerja mengalami penurunan. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan pasar tenaga kerja yang masih solid dan mendukung sikap bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Fokus investor kini tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Jumat mendatang sebagai petunjuk arah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong kenaikan harga minyak. Lonjakan energi memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memperkuat alasan The Fed mempertahankan suku bunga tinggi. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan masih berlangsung, sementara laporan menyebutkan pejabat Iran sedang meninjau dokumen akhir yang berpotensi menjadi langkah penting dalam kelanjutan proses negosiasi.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang bergerak di dalam pola symmetrical triangle yang menandakan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi sebelumnya. Saat ini pergerakan emas berada di bawah area resistance penting 4.501 – 4.541, sehingga tekanan jual masih mendominasi selama harga belum mampu menembus zona tersebut. Kegagalan breakout ke atas berpotensi memicu lanjutan koreksi, terutama jika harga kembali bergerak di bawah area support terdekat.

Dari sisi proyeksi, area sell zone di sekitar 4.501 menjadi level krusial yang dapat menarik minat seller. Jika tekanan bearish berlanjut, target penurunan pertama berada di kisaran 4.440, kemudian berpotensi meluas menuju 4.413 sebagai sasaran berikutnya. Sebaliknya, skenario bearish akan batal apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 4.541, yang dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut menuju area resistance yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar USD 92 per barel pada Selasa (02/06) setelah mencatat kenaikan lebih dari 5% sejak awal bulan. Penguatan ini dipicu oleh minimnya kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Ketegangan meningkat setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Iran bersama sekutunya tengah mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, dua jalur strategis yang berperan penting dalam distribusi minyak dunia.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman untuk membuka kembali akses Selat Hormuz dalam waktu dekat. Sementara itu, otoritas Lebanon mendesak agar seluruh wilayah negara tersebut masuk dalam cakupan setiap perpanjangan perjanjian gencatan senjata, yang turut menjadi perhatian investor dalam memantau perkembangan geopolitik kawasan Timur Tengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area puncak 93.15. Pada grafik 1 jam, harga saat ini menguji zona Fibonacci 38,2% di sekitar 90.19, yang menjadi area krusial untuk menentukan arah berikutnya. Selama level tersebut mampu bertahan, peluang terbentuknya pantulan masih terbuka dengan target awal menuju 93.15, sejalan dengan tren naik yang masih terjaga di atas garis support dinamis.

Dari sisi teknikal, area 88.36 yang bertepatan dengan level Golden Ratio 61,8% menjadi support kuat sekaligus batas penting bagi skenario bullish. Reaksi harga di zona ini berpotensi memicu gelombang kenaikan lanjutan menuju 95.26 apabila tekanan beli kembali mendominasi. Namun, penembusan di bawah 88.36 dapat mengubah sentimen jangka pendek dan membuka ruang pelemahan lebih dalam ke area 85.40 sebagai level invalidasi utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di bawah USD 4.500 per ons pada perdagangan Selasa (02/06) setelah melemah pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang membuat kekhawatiran terhadap inflasi serta arah suku bunga kembali menjadi perhatian utama investor. Situasi memanas setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan komunikasi dengan Washington menyusul serangan Israel di Lebanon.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyatakan pembicaraan masih berlangsung dan membuka peluang tercapainya nota kesepahaman dengan Iran dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi global. Namun, ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

Fokus investor kini beralih ke data ketenagakerjaan bulanan Amerika Serikat dan pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve pekan ini. Setelah inflasi AS kembali meningkat akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Prospek kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam terlihat membentuk pola koreksi yang gagal menembus area resistance penting di kisaran 4.484 – 4.497. Zona Fibonacci Golden Ratio 61,8% menjadi penghalang kuat bagi kenaikan harga, sementara garis tren menurun masih menjaga dominasi seller. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, potensi pelemahan jangka pendek tetap terbuka dengan tekanan jual yang semakin meningkat.

Secara teknikal, skenario bearish mengarah pada target pertama di area 4.454 sebagai support terdekat. Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju 4.442 yang menjadi target berikutnya. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 4.497 akan membatalkan peluang turun serta membuka ruang bagi penguatan yang lebih luas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat mendekati level US$90 per barel pada perdagangan Senin (o1/06), setelah berhasil memangkas sebagian pelemahan yang terjadi pekan lalu. Pergerakan ini dipicu oleh ketidakpastian terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang masih menjadi perhatian utama pelaku pasar energi global.

Selama akhir pekan, kedua negara dilaporkan saling bertukar usulan untuk merevisi rancangan perjanjian yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kemajuan signifikan dalam negosiasi tersebut. Presiden Donald Trump juga kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menghentikan program nuklir dan memastikan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka bagi perdagangan internasional.

Meski harga minyak sempat mencatat penurunan bulanan akibat harapan tercapainya kesepakatan yang lebih permanen, level saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik memanas. Gangguan besar terhadap aktivitas di Selat Hormuz sebelumnya telah memicu tekanan pada pasokan energi dunia, sehingga menjaga premi risiko tetap tinggi dan menopang harga minyak di pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada grafik 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil memantul kuat dari area support. Saat ini, zona 86.923 menjadi area beli penting yang berpotensi menarik minat buyer jika terjadi koreksi. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di 89.387.

Momentum penguatan dapat berlanjut menuju area resistance 90.334, yang menjadi target utama pergerakan jangka pendek. Namun, trader perlu mewaspadai potensi perubahan arah apabila harga turun menembus 85.439, karena level tersebut menjadi batas invalidasi yang dapat memicu tekanan jual lebih dalam. Secara teknikal, bias pasar masih cenderung positif selama support utama tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di atas $4.500 per ons pada awal pekan setelah melalui perdagangan yang bergejolak. Perhatian pasar masih tertuju pada upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang. Meski kedua negara telah saling bertukar usulan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan perpanjangan gencatan senjata, arah negosiasi masih belum menunjukkan kepastian.

Ketidakjelasan perkembangan diplomatik tersebut membuat investor tetap berhati-hati. Presiden Donald Trump kembali menegaskan tuntutannya agar Iran menghentikan program nuklir serta memastikan Selat Hormuz kembali berfungsi sebagai jalur pelayaran internasional yang terbuka. Kondisi ini menjaga permintaan aset safe haven tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah sebelumnya masih memicu kekhawatiran inflasi dan berpotensi memengaruhi arah suku bunga. Fokus pasar kini beralih ke laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai kekuatan ekonomi AS sekaligus langkah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 4.570. Tekanan jual mendorong harga turun menuju zona buy yang berada di sekitar level Fibonacci 78,6% di 4.511. Area ini menjadi titik penting bagi pelaku pasar karena berpotensi memicu rebound selama support utama tetap terjaga.

Secara teknikal, peluang bullish masih terbuka apabila XAUUSD mampu bertahan di atas 4.489 sebagai level invalidasi. Pantulan dari zona buy berpotensi membawa harga kembali menguji resistance 4.570, bahkan membuka jalan menuju target berikutnya di area 4.596. Namun, jika support ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih negatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAG/USD) melanjutkan tren positifnya untuk hari kedua berturut-turut, bertengger di kisaran $75,80 per troy ons pada sesi perdagangan Asia hari Jumat. Apresiasi komoditas tanpa imbal hasil ini dipicu oleh kabar mengenai draf kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Jika terealisasi, langkah diplomasi tersebut berpotensi mengamankan jalur pelayaran krusial di Selat Hormuz, di mana Teheran berkomitmen membersihkan ranjau laut dalam waktu satu bulan demi meredakan kekhawatiran inflasi global.

Meskipun demikian, para pelaku pasar tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan karena situasi politik yang masih dinamis. Laporan dari berbagai media internasional menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump belum sepenuhnya memberikan lampu hijau terhadap poin-poin kesepakatan tersebut. Wakil Presiden JD Vance bahkan menegaskan bahwa Washington belum mencapai keputusan final, sembari memberi peringatan bahwa AS tetap bersiaga penuh untuk melumpuhkan program nuklir Iran apabila stabilitas kawasan kembali terancam.

Di sisi lain, rilis data Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) terbaru menunjukkan tanda-tanda pendinginan ekonomi di Negeri Paman Sam. Angka inflasi bulanan tercatat lebih rendah dari ekspektasi, yang secara otomatis meredakan kecemasan investor terhadap dampak lonjakan harga energi. Analis pasar menilai kombinasi melambatnya pertumbuhan ekonomi dan melandainya sektor harga ini dapat mendorong Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan suku bunga tinggi mereka, sebuah proyeksi yang menjadi katalis kuat bagi penguatan harga perak ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik satu jam perak (XAG/USD) menunjukkan pola konsolidasi segitiga yang jelas setelah penurunan harga sebelumnya. Tren pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh adanya Demand Zone kuat di kisaran 71.75 – 72.00, yang didukung oleh level Invalidasi Support 100% pada 71.7528. Pola segitiga simetris ini, yang sering kali merupakan sinyal jeda tren, mengisyaratkan bahwa pelaku pasar sedang menunggu katalis untuk pergerakan besar berikutnya. Para analis teknikal memperhatikan penembusan batas atas segitiga sebagai konfirmasi potensi pembalikan arah.

Berdasarkan alat Fibonacci Retracement dari titik rendah baru, target-target ke atas yang terukur telah diidentifikasi. Jika harga menembus batas atas pola segitiga, Target 1 yang diproyeksikan berada di 76.4144 (0.00%). Penembusan lebih lanjut di atas level ini akan membuka jalan menuju Target 2 yang lebih tinggi di 77.7138 (-27.20%). Golden Ratio 61.80% pada 73.5430 dapat berfungsi sebagai level support kunci dalam skenario bullish. Strategi trading ini memiliki titik pembatalan jelas di bawah Demand Zone, memberikan kejelasan risiko-imbal hasil.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze