Harga minyak mentah turun menuju US$82 per barel pada Kamis (13/08) setelah mencatat penguatan selama lima sesi berturut-turut. Pelemahan terjadi ketika pasar menimbang peluang dibukanya kembali Selat Hormuz, sementara ketegangan antara Washington dan Teheran semakin meningkat. Pernyataan Donald Trump bahwa AS memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Tekanan terhadap Iran juga berpotensi semakin besar setelah pemerintahan Trump mempertimbangkan perluasan sanksi ekonomi serta blokade laut untuk membatasi ekspor minyak negara tersebut. Di tengah konflik Timur Tengah yang belum mereda, IEA memperkirakan pasar global menghadapi defisit sekitar 1,8 juta barel per hari pada kuartal ini. Kondisi tersebut dapat membatasi penurunan harga apabila gangguan pasokan terus berlangsung.

Namun, lonjakan persediaan minyak mentah AS menjadi beban tambahan bagi harga WTI. Data EIA menunjukkan stok domestik meningkat 17,4 juta barel dalam sepekan, kenaikan mingguan terbesar sejak awal 2023. Jika pasokan AS terus bertambah sementara ketidakpastian geopolitik mereda, minyak berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut meski risiko defisit global masih menjadi penyangga pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di area US$81,88 yang berdekatan dengan Fibonacci 61,8%. Harga saat ini mencoba rebound, tetapi selama belum mampu menembus resistance US$82,44, struktur penurunan masih berpotensi berlanjut. Area US$81,53 – US$81,88 menjadi zona penting untuk melihat kekuatan buyer.

Jika tekanan jual kembali muncul dan harga menembus US$80,97, peluang pelemahan terbuka menuju US$80,57 sebagai target pertama. Penurunan berikutnya dapat mengarah ke sekitar US$80,06. Sebaliknya, breakout di atas US$82,44 akan menjadi sinyal bahwa skenario bearish mulai kehilangan validitas dan membuka ruang menuju US$83,36.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di atas US$4.400 per troy ounce pada Kamis (13/08) dan mendekati level tertinggi dalam sepuluh pekan. Pergerakan ini didukung oleh inflasi konsumen AS yang relatif stabil, sehingga tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat mulai mereda. Data terbaru menunjukkan inflasi tahunan turun menjadi 3,4% pada Juli, sementara secara bulanan hanya meningkat 0,1%.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke data inflasi produsen (PPI) AS yang akan dirilis hari ini untuk mencari petunjuk mengenai arah tekanan harga. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September juga menurun menjadi sekitar 40%, dibandingkan hampir 50% sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas tetap terjaga karena prospek kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung mendukung aset safe haven tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, pelemahan harga minyak turut memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena investor menilai peluang dibukanya kembali Selat Hormuz. Namun, ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat di tengah negosiasi yang masih buntu, sehingga kesepakatan dalam waktu dekat belum terlihat jelas. Selama risiko geopolitik tetap tinggi dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, prospek XAU/USD masih berpotensi mempertahankan momentum bullish.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih berada dalam fase konsolidasi dengan level US$4.400 menjadi area kunci. Selama harga bertahan di atas garis tren naik, peluang bullish tetap terbuka dengan resistance terdekat di sekitar US$4.449. Jika level tersebut ditembus secara kuat, momentum kenaikan berpotensi berlanjut ke area yang lebih tinggi.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.400 dapat memicu tekanan jual menuju US$4.361 sebagai target pertama, kemudian US$4.322 sebagai sasaran berikutnya. Trader dapat mencermati konfirmasi breakout atau breakdown sebelum mengambil posisi, karena pergerakan di sekitar level kunci ini berpotensi menentukan arah emas selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah bergerak menuju US$84 per barel pada Rabu (12/08) dan mencatat kenaikan selama lima sesi berturut-turut. Penguatan tersebut terjadi ketika investor mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut kedua negara semakin dekat dengan sebuah kesepakatan, sementara pembicaraan Iran dan Oman dilaporkan telah memasuki tahap lanjutan.

Namun, optimisme tersebut masih dibayangi sikap keras Presiden Donald Trump terhadap Teheran. Trump menyatakan Iran harus membayar kompensasi atas korban serangan yang dikaitkan dengan Republik Islam tersebut, sebagai respons terhadap tuntutan Teheran terkait kompensasi perang atas operasi militer AS dan Israel. Situasi ini membuat prospek pasokan energi global tetap penuh ketidakpastian.

Di sisi lain, kenaikan persediaan minyak mentah AS menjadi tekanan bagi harga. Data industri menunjukkan stok domestik bertambah sekitar 9,1 juta barel dalam sepekan, sekaligus menjadi peningkatan terbesar sejak Februari. Jika tren penumpukan persediaan berlanjut, momentum bullish minyak dapat menghadapi hambatan meski risiko geopolitik masih memberikan dukungan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI pada timeframe H1 masih menunjukkan bias bullish setelah harga kembali bergerak di atas level Fibonacci 0% di sekitar US$82,96. Selama tekanan beli mampu dipertahankan, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$83,66 sebagai target pertama. Struktur saat ini masih memberikan ruang bagi pembeli untuk menguji area resistance berikutnya.

Jika momentum berlanjut, sasaran berikutnya berada di US$84,56, bahkan terbuka peluang menuju US$85,55. Namun, koreksi tetap perlu diwaspadai. Area US$81,35 menjadi support penting, sedangkan penurunan di bawah US$80,36 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang pelemahan lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali menguat menuju US$4.400 per ons pada Rabu (12/08), memulihkan penurunan sesi sebelumnya. Perhatian investor kini tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Pelaku pasar masih terbelah terkait kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September, setelah The Fed mempertahankan tingkat bunga pada pertemuan Juli.

Tekanan inflasi juga mendapat perhatian dari kenaikan harga minyak yang dapat memperkuat sikap hawkish bank sentral AS. Di sisi lain, perkembangan hubungan AS-Iran turut memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait peluang dibukanya kembali Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut Washington dan Teheran semakin dekat dengan kesepakatan, sementara laporan terbaru mengindikasikan pembicaraan Iran dan Oman telah memasuki tahap lanjutan.

Dari sisi fundamental, prospek emas tetap ditopang oleh permintaan investasi dan pembelian bank sentral. Bank sentral China menambah sekitar 20 ton cadangan emas pada Juli, setelah membeli 15 ton pada Juni. Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober 2023, menunjukkan bahwa akumulasi emas oleh bank sentral masih menjadi salah satu katalis penting bagi pergerakan XAU/USD.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan struktur bullish setelah harga berhasil menembus area Break of Structure (BOS). Saat ini, pergerakan berpotensi mengalami koreksi menuju demand zone US$4.357 – US$4.374 sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas support invalidasi US$4.357, bias positif tetap terjaga.

Jika demand zone kembali mendapat respons beli, target terdekat berada di US$4.417, kemudian berpeluang menguji US$4.435 sebagai area weak high. Sebaliknya, penurunan tegas di bawah US$4.357 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama dua sesi dan bergerak di sekitar US$66 per troy ounce pada perdagangan Asia. Tekanan muncul karena lonjakan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi, sekaligus meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi.

Ketidakpastian terkait potensi kesepakatan AS–Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz turut menjaga pasar dalam kondisi waspada. Kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi tantangan bagi perak yang tidak memberikan imbal hasil, sementara investor menanti data inflasi Amerika Serikat untuk mencari petunjuk arah kebijakan The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September bahkan meningkat di atas 51%.

Meski menghadapi tekanan jangka pendek, prospek harga perak masih memiliki fondasi positif dari permintaan industri. Ekspansi panel surya dan pembangunan jaringan listrik terus meningkatkan kebutuhan logam putih tersebut. Impor bijih yang mengandung perak oleh China juga melonjak 62,5% secara tahunan pada Juni, menunjukkan bahwa permintaan fisik masih kuat dan berpotensi membatasi tekanan penurunan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAG/USD masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil keluar dari pola konsolidasi dan menembus area resistance sebelumnya. Harga bergerak di sekitar US$67,27, dengan momentum yang mengarah ke atas. Pada chart H1, area US$66,48 menjadi resistance penting yang kini berpotensi berubah menjadi support, sementara target lanjutan berada di sekitar US$67,27 – 68,28.

Meski demikian, kenaikan tajam membuka peluang pullback sebelum melanjutkan reli. Area US$65,36 – 64,67 dapat menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan, sedangkan US$63,56 berperan sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama harga mampu bertahan di atas zona demand tersebut, peluang harga perak melanjutkan kenaikan menuju area US$67,27 hingga US$68,28 masih terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas US$82 per barel setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong meningkatnya ketidakpastian terkait kesepakatan AS–Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Situasi semakin rumit setelah Presiden Donald Trump mengajukan tuntutan baru kepada Iran, termasuk kompensasi bagi pihak yang terdampak konflik. Sikap tersebut membuat peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat semakin suram, sehingga pasar kembali mengantisipasi risiko gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan.

Di sisi lain, Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Tehran bahkan mensyaratkan tercapainya perjanjian dengan Washington terlebih dahulu. Selama jalur tersebut masih terhambat, harga crude oil berpeluang tetap mendapat dukungan, meski perkembangan diplomasi AS–Iran akan menjadi kunci arah pergerakan berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Crude Oil pada chart M15 masih menunjukkan struktur bullish setelah membentuk rangkaian higher low. Harga berada di sekitar US$82,16 dan sedang menguji area resistance US$82,17 – 82,20. Jika mampu menembus level tersebut dengan candle yang kuat, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$81,92 dan area target sekitar US$82,17.

Skenario bullish menjadi lebih menarik apabila terjadi breakout di atas US$81,70, sesuai area buy menanti breakout pada chart. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu koreksi menuju US$81,52 – 81,20. Level US$81,20 menjadi batas penting; selama harga bertahan di atasnya, bias naik masih terjaga dan peluang menuju target atas tetap terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas menembus US$4.400 per troy ounce pada Selasa (11/08) dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Penguatan ini terjadi ketika minat investasi terhadap logam mulia kembali meningkat, meski lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi serta memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.

Dari Asia, permintaan emas China menjadi salah satu penopang utama. Investor institusional meningkatkan kepemilikan bullion sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar, sementara ETF berbasis emas di China mencatat arus dana masuk dalam periode terpanjang selama beberapa bulan. Bank sentral China juga memperbesar cadangan emas sekitar 20 ton pada Juli, setelah bertambah sekitar 15 ton pada Juni.

Di sisi lain, ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan AS–Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar. Investor kini menantikan data inflasi AS pekan ini yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Jika tekanan harga tetap tinggi, volatilitas emas berpeluang meningkat seiring perubahan ekspektasi suku bunga.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam struktur bullish setelah menembus area resistance dan mencetak higher high. Pada chart H1, harga bergerak di sekitar US$4.509, sehingga target US$4.467 telah terlampaui dan area US$4.508 menjadi resistance penting. Momentum kenaikan juga masih kuat, sejalan dengan sinyal teknikal terkini yang menunjukkan dominasi buyer. 

Namun, kenaikan tajam membuat risiko pullback tetap terbuka. Area US$4.389 – 4.342 menjadi zona koreksi yang menarik untuk dipantau, sedangkan US$4.316 merupakan batas invalidasi skenario bullish. Jika harga mampu bertahan di atas US$4.389 dan menembus US$4.508 secara meyakinkan, peluang menuju resistance berikutnya semakin terbuka; sebaliknya, penurunan di bawah US$4.342 dapat memicu koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah berpotensi naik menuju US$79 per barel pada Senin (10/08), mencatat penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang berperan penting dalam distribusi energi global.

Iran menyebut pembicaraan dengan Oman terkait pembentukan jalur pelayaran melalui Hormuz hampir mencapai kesepakatan. Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum berarti selat akan langsung dibuka. Iran juga menolak negosiasi langsung dengan AS untuk saat ini dan tetap menuntut penghentian blokade laut, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang kilang Jazan di Arab Saudi. Di sisi lain, sebuah kapal tanker yang dioperasikan Abu Dhabi National Oil Co. juga dilaporkan diserang di sekitar Hormuz. Kondisi ini menjaga risiko gangguan pasokan tetap tinggi dan berpotensi menopang harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal USOIL: Struktur harga pada timeframe 1H masih menunjukkan bias bullish setelah berhasil membentuk Break of Structure (BOS). Area 76.78 – 75.69 menjadi zona demand sekaligus support penting. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka.

Jika momentum bullish berlanjut, target pertama berada di 79.33, kemudian berpotensi menguji 80.31 yang berdekatan dengan supply zone. Sebaliknya, penurunan menembus 75.69 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas (XAUUSD) bertahan di atas US$4.300 per troy ounce pada awal pekan (10/08) setelah melonjak lebih dari 7% sepanjang minggu lalu. Penguatan ini dipicu pelemahan mengejutkan pasar tenaga kerja Amerika Serikat, yang membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Data terbaru menunjukkan ekonomi AS justru kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, berbalik dari kenaikan 20 ribu posisi pada Juni yang telah direvisi turun. Angka tersebut juga jauh di bawah perkiraan pertumbuhan 80 ribu pekerjaan. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September turun menjadi sekitar 44%, dari 67% sepekan sebelumnya, sehingga daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil semakin kuat.

Di sisi lain, ketegangan Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar setelah harga minyak kembali naik. Iran menyebut pembicaraan dengan Oman hampir mencapai kesepakatan terkait pembukaan jalur pelayaran, namun membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Ketidakpastian geopolitik tersebut tetap menjadi faktor pendukung emas, sehingga XAUUSD berpeluang mempertahankan momentum bullish selama sentimen terhadap dolar dan kebijakan The Fed masih melemah.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal XAUUSD: Harga emas saat ini berada di sekitar 4.300 dan masih bertahan di area support penting. Secara struktur, XAUUSD masih menunjukkan kecenderungan bullish, namun sedang mengalami koreksi setelah gagal menembus resistance 4.338. Selama harga mampu bertahan di atas 4.300 – 4.284, peluang rebound tetap terbuka.

Jika tekanan jual mereda, perhatian berikutnya tertuju pada 4.338 sebagai resistance awal. Breakout area tersebut dapat membuka jalan menuju 4.371 (Target 1) dan berlanjut ke 4.409 (Target 2). Sebaliknya, penurunan di bawah 4.260 akan melemahkan skenario bullish, sedangkan 4.230 menjadi area invalidasi utama struktur kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS bergerak stabil di kisaran 99,95 pada perdagangan Jumat (07/08) setelah bangkit pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar memilih menahan posisi sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP) bulan Juli, yang dipandang sebagai penentu arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali menguat seiring meningkatnya tekanan inflasi. Sejumlah pejabat bank sentral memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga dapat dilakukan dalam waktu dekat, bahkan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Laporan juga menyebut Ketua The Fed, Kevin Warsh, siap mendukung langkah tersebut apabila data inflasi tetap tinggi dalam beberapa pekan mendatang.

Selain didorong prospek suku bunga yang lebih tinggi, dolar turut memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali situasi di Selat Hormuz. Lonjakan harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi sehingga mendukung penguatan mata uang AS. Kini, perhatian investor sepenuhnya tertuju pada hasil NFP malam ini yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan besar di pasar keuangan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan teknikal Indeks Dolar AS (DXY) berhasil mempertahankan momentum positif setelah memantul dari area Change of Character (CHoCH) di sekitar 99,45. Saat ini harga bergerak dalam fase konsolidasi tepat di bawah resistance, menandakan pelaku pasar masih mengumpulkan tenaga sebelum menentukan arah berikutnya. Selama support tetap terjaga, peluang kelanjutan tren naik masih cukup besar.

Apabila DXY mampu menembus resistance 99,65, penguatan berpotensi berlanjut menuju area target 99,74. Sebaliknya, jika harga turun di bawah 99,30, skenario bullish akan melemah dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Konfirmasi breakout menjadi sinyal utama yang layak diperhatikan sebelum mengambil posisi trading.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze