Harga minyak mentah dunia kembali menguat mendekati level US$89 per barel pada perdagangan Rabu (10/06) setelah sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran menyusul insiden jatuhnya helikopter militer Amerika, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas gencatan senjata yang masih rapuh.

Pemerintah AS menyatakan bahwa Presiden Donald Trump memerintahkan serangan tersebut sebagai langkah pertahanan diri setelah sebuah helikopter Apache ditembak jatuh. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan ancaman maupun serangan tanpa respons, meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang menjadi jalur penting pasokan energi global.

Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok hingga 5,9% setelah Israel dan Iran menyepakati penghentian sementara permusuhan. Namun, sentimen pasar kembali berbalik positif setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 9,1 juta barel pekan lalu ke level terendah dalam empat bulan, mencerminkan tingginya permintaan untuk menggantikan pasokan yang terganggu akibat gejolak di Teluk Persia.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah (USOIL) pada grafik satu jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil bertahan di area support kuat sekitar 84,86. Pergerakan terbaru membentuk pola rebound yang didukung level Fibonacci Golden Ratio 61,8% di kisaran 86,26, menandakan minat beli mulai kembali mendominasi. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan menuju target pertama 88,52 tetap terbuka dengan momentum yang cukup positif.

Dari sisi teknikal, area 89,52 menjadi target lanjutan sekaligus resistance penting yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi tren bullish jangka pendek. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah 86,26, potensi koreksi menuju support utama 84,86 dapat terjadi. Secara keseluruhan, bias pergerakan masih cenderung menguat selama harga berada di atas area support kunci dan mempertahankan struktur kenaikan yang telah terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas merosot di bawah US$4.200 per ons pada Rabu (10/06) dan menyentuh level terendah sejak 23 Maret. Pelemahan ini terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran menyusul jatuhnya helikopter militer AS, yang memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Eskalasi konflik di Timur Tengah menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya rapuh serta peluang tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas. Situasi tersebut juga memperpanjang hampir seluruh penutupan Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia, sehingga mendorong kenaikan biaya energi dan memperbesar risiko tekanan harga yang berkepanjangan.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, kondisi yang cenderung memberikan tekanan tambahan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 1 jam masih menunjukkan dominasi tekanan jual setelah penurunan tajam yang membentuk weak low baru di area 4.173. Harga berpeluang mengalami rebound teknikal menuju zona koreksi 61,8% Fibonacci di sekitar 4.235 sebelum kembali menghadapi tekanan. Area 4.235–4.274 menjadi wilayah krusial karena berfungsi sebagai resistance sekaligus titik invalidasi skenario bearish apabila ditembus secara konsisten.

Selama harga bertahan di bawah 4.274, peluang penurunan masih lebih besar dengan target pertama di kisaran 4.145 dan target berikutnya menuju area 4.110. Struktur lower high dan garis tren menurun mengindikasikan sentimen pasar tetap negatif dalam jangka pendek. Oleh karena itu, pelaku pasar dapat mencermati potensi penolakan harga di zona koreksi sebagai sinyal kelanjutan tren turun menuju level support berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia turun ke bawah US$90 per barel pada Selasa (09/06) setelah kehilangan sebagian besar kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh kesepakatan Iran dan Israel untuk menghentikan serangan satu sama lain, sehingga meningkatkan optimisme terhadap peluang tercapainya proses perdamaian yang lebih stabil di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, kedua negara saling melancarkan serangan selama akhir pekan yang memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko eskalasi konflik yang lebih luas. Presiden Donald Trump meminta kedua pihak untuk menahan diri dan mengurangi ketegangan, sembari menyatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran masih berlangsung. Menurutnya, harga minyak berpotensi kembali melemah apabila situasi keamanan terus membaik.

Meski gencatan senjata masih bertahan, pasar energi global tetap menghadapi tantangan besar. Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia, masih berada dalam kondisi tertutup secara efektif akibat blokade ganda oleh Amerika Serikat dan Iran. Gangguan tersebut membatasi pengiriman minyak mentah, bahan bakar olahan, serta gas alam, sehingga tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga energi internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada grafik 1 jam menunjukkan tren bearish masih mendominasi setelah harga gagal menembus area resistance sekaligus supply zone di kisaran 89.80 – 90.70. Struktur pasar membentuk Change of Character (CHoCH) ke bawah yang mengindikasikan pelemahan momentum beli. Selama harga bertahan di bawah zona tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target terdekat berada di area 88.02 sebagai support utama jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji target berikutnya di sekitar 86.82 yang menjadi area likuiditas penting. Sebaliknya, skenario bearish akan kehilangan validitas apabila terjadi penutupan harga di atas 90.70, yang dapat memicu pemulihan menuju level yang lebih tinggi. Untuk saat ini, fokus pelaku pasar tetap tertuju pada peluang sell on rally selama USOIL bergerak di bawah area resistance kunci tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas masih bergerak terbatas pada perdagangan Asia setelah berhasil bangkit dari level terendah sejak akhir Maret. Pelemahan dolar AS dari posisi tertinggi lebih dari dua bulan memberikan sedikit ruang bagi logam mulia untuk bertahan. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meredanya ketegangan antara Iran dan Israel setelah kedua negara menghentikan serangan menyusul dorongan diplomatik dari Presiden AS Donald Trump.

Meski konflik terbuka mereda, ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya hilang. Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih menemui jalan buntu akibat perbedaan pandangan terkait program nuklir, pencabutan sanksi, serta kendali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Situasi tersebut menjaga premi risiko tetap tinggi dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar energi global, sehingga membatasi potensi penguatan harga emas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, investor menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi terus menopang imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menjaga daya tarik dolar. Dengan kombinasi faktor tersebut, prospek XAU/USD masih cenderung melemah, sementara setiap kenaikan harga berpeluang dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi jual.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 3 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil bertahan di area support 4.312. Level tersebut menjadi titik invalidasi penting yang menjaga peluang kenaikan tetap terbuka. Pergerakan harga juga mampu bertahan di atas area Golden Ratio 61,8% pada kisaran 4.327, mengindikasikan bahwa tekanan beli masih mendominasi dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, momentum bullish berpotensi berlanjut menuju resistance pertama di area 4.362.

Dari sisi teknikal, target kenaikan berikutnya berada pada kisaran 4.375 yang menjadi area resistance utama sekaligus sasaran lanjutan jika momentum positif terus berlanjut. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga kembali turun di bawah 4.327 karena hal tersebut dapat membuka ruang pelemahan menuju support 4.313. Secara keseluruhan, struktur pergerakan saat ini masih mendukung skenario bullish dengan peluang penguatan lebih lanjut selama area support utama tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga Perak (XAG/USD) melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran USD 67,70 per troy ons pada sesi Asia, Senin (08/06). Tekanan terhadap logam mulia ini muncul setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti Perak.

Situasi semakin memanas setelah laporan menyebutkan bahwa Israel melancarkan serangan terhadap sasaran militer di Iran sebagai respons atas serangan rudal sebelumnya. Eskalasi konflik tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang didorong Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan kawasan. Meski seluruh rudal yang menuju wilayah Israel dilaporkan berhasil dicegat tanpa korban jiwa, perkembangan ini tetap mengguncang pasar energi global dan meningkatkan ketidakpastian investor.

Di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan turut membebani pergerakan Perak. Nonfarm Payrolls (NFP) bertambah 172.000 pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,3%. Kondisi pasar kerja yang tetap solid memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih berpeluang mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan menaikkan suku bunga, sehingga memberikan tekanan tambahan pada harga logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal menembus area resistance 69,46. Struktur harga menunjukkan pola lower high yang mengindikasikan dominasi penjual tetap kuat. Selain itu, pergerakan saat ini masih berada di bawah garis tren menurun, sementara zona Golden Ratio Fibonacci 61,8% di sekitar 68,48 menjadi area krusial yang berpotensi memicu tekanan jual lanjutan apabila tidak mampu ditembus secara meyakinkan.

Selama harga bertahan di bawah 68,48 hingga 69,46, skenario pelemahan masih menjadi fokus utama. Target penurunan terdekat berada di area 66,19, sejalan dengan proyeksi Fibonacci ekstensi -27,2%. Jika momentum bearish semakin kuat, pergerakan berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di kisaran 65,30. Sebaliknya, penutupan harga di atas 69,46 akan membatalkan outlook negatif dan membuka peluang pemulihan menuju area resistance yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level US$93 per barel pada perdagangan Senin (08/06) setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan rudal Iran ke Israel yang memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas gencatan senjata serta prospek perdamaian di kawasan tersebut.

Meski militer Israel menyatakan seluruh rudal berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa, risiko geopolitik tetap menjadi perhatian utama investor. Di sisi lain, Presiden Donald Trump dilaporkan mengkritik serangan Israel ke Beirut dan mendorong kedua pihak untuk menahan diri serta kembali melanjutkan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Sentimen bullish juga diperkuat oleh terganggunya pasokan energi dari Teluk Persia akibat hampir tertutupnya Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Sementara itu, OPEC+ menyetujui peningkatan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Juli, namun langkah tersebut belum mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan yang masih membayangi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah memantul kuat dari area demand di kisaran 88.00. Struktur harga berhasil membentuk perubahan karakter (CHoCH) yang mengindikasikan tekanan beli mulai mendominasi. Selama harga bertahan di atas area Golden Ratio 89.82, peluang penguatan masih terbuka dengan target terdekat menuju resistance 94.01.

Dari sudut pandang teknikal, momentum bullish berpotensi berlanjut menuju target lanjutan di area 95.65 apabila terjadi penembusan resistance secara meyakinkan. Namun, trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika harga kembali melemah dan menembus support 89.82, karena kondisi tersebut dapat membawa USOIL menguji ulang zona permintaan di sekitar 88.00 yang menjadi batas validasi tren naik saat ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di kisaran US$4.300 per ons pada perdagangan Senin (08/06) setelah mencatat penurunan hampir 5% sepanjang pekan lalu. Pelemahan tersebut membawa logam mulia ke titik terendah dalam lebih dari dua bulan, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Konflik memanas setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel sebagai peringatan terhadap kemungkinan tindakan militer lebih lanjut di Lebanon. Walaupun seluruh rudal berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa, gangguan pasokan energi akibat konflik berkepanjangan dan terbatasnya aktivitas di Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global serta mempertahankan tekanan pada pasar energi.

Di saat yang sama, harga emas turun karena data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan menguatkan dolar AS. Kondisi ini mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 70%, naik dari sekitar 50% sebelum laporan ketenagakerjaan dirilis.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.333 – 4.353. Zona tersebut bertepatan dengan level Fibonacci Golden Ratio 61,8% yang menjadi penghalang utama bagi upaya pemulihan jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi resistance, momentum bearish masih mendominasi dan berpotensi mendorong pergerakan menuju support terdekat di sekitar 4.300.

Jika tekanan jual berlanjut dan level support tersebut ditembus, peluang penurunan menuju target pertama di 4.285 semakin terbuka, dengan sasaran berikutnya berada di area 4.266. Sebaliknya, kenaikan di atas 4.333 dapat mengurangi tekanan bearish dan membuka ruang penguatan menuju 4.353. Untuk saat ini, struktur pergerakan masih menunjukkan kecenderungan turun sehingga pelaku pasar perlu mencermati respons harga pada area support dan resistance kunci sebagai penentu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di bawah level USD93 per barel pada Jumat (05/06) setelah merosot lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan bahwa Amerika Serikat dan Iran masih dapat mencapai solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang sangat penting bagi perdagangan energi global.

Meski demikian, pasar tetap mencermati perkembangan hubungan Washington dan Teheran yang belum menunjukkan kemajuan signifikan. Presiden Donald Trump dilaporkan enggan terlibat dalam perang skala penuh dengan Iran, namun situasi dapat berubah apabila terjadi serangan yang menewaskan personel militer Amerika. Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak acuan AS masih mencatat kenaikan lebih dari 6% sepanjang pekan.

Sementara itu, operasi militer Israel di Lebanon menjadi faktor lain yang memengaruhi sentimen pasar energi. Kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi AS, meskipun Trump menyebut organisasi tersebut telah menghubungi Gedung Putih untuk membahas penghentian permusuhan. Kondisi geopolitik yang terus memanas membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Peregerakan minyak WTI pada grafik 1 jam menunjukkan peluang penguatan setelah berhasil membentuk struktur kenaikan baru dan mendekati area resistance penting di 91.500. Jika tekanan beli mampu mendorong harga menembus level tersebut, momentum bullish berpotensi semakin kuat dengan target terdekat di 93.044, lalu berlanjut menuju 93.939 yang berada di kawasan supply zone.

Meski prospek masih cenderung positif, pelaku pasar perlu mencermati area invalidasi di 90.287. Penurunan di bawah level ini dapat membatalkan skenario kenaikan dan memicu tekanan jual lanjutan. Selama harga bertahan di atas zona support, sentimen teknikal tetap mendukung pergerakan naik dengan fokus utama pada konfirmasi breakout resistance.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan stabil di bawah US$4.450 per ounce pada perdagangan Jumat (05/06), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Sentimen positif muncul setelah harapan terhadap solusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran tetap terjaga, termasuk peluang dibukanya kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perundingan perdamaian telah memasuki tahap akhir dan menunjukkan keengganan untuk kembali ke konflik berskala penuh dengan Iran. Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa belum ada kemajuan signifikan dalam pembicaraan tersebut. Di saat yang sama, penolakan Hezbollah terhadap proposal gencatan senjata yang dimediasi AS turut memicu ketidakpastian terkait upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meski mendapat dukungan dari perkembangan geopolitik, harga emas masih berpotensi mencatat pelemahan mingguan. Konflik yang berkepanjangan serta gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz terus mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan kemungkinan suku bunga tetap tinggi. Kondisi ini menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan lebih lanjut bagi logam mulia tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 1 jam masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance kuat di kisaran 4.484. Zona suplai yang terbentuk di area tersebut memicu aksi jual lanjutan, diperkuat oleh munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bearish. Selama harga bergerak di bawah level 4.463, peluang pelemahan masih terbuka dengan fokus pasar tertuju pada area support terdekat di sekitar 4.439.

Secara teknikal, skenario penurunan akan semakin dominan apabila harga tidak mampu kembali menembus golden ratio dan bertahan di bawah area resistance. Target pelemahan berikutnya berada pada kisaran 4.426 hingga 4.410 yang menjadi zona proyeksi profit taking seller. Sebaliknya, apabila emas berhasil menembus dan bertahan di atas 4.484, struktur bearish berpotensi batal sehingga membuka ruang pemulihan menuju area yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bertahan di kisaran 99,4 pada perdagangan Kamis (04/06), dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan mata uang Amerika Serikat didorong oleh data pasar tenaga kerja yang lebih solid dari perkiraan, sehingga meningkatkan keyakinan investor bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Laporan ADP terbaru menunjukkan penambahan 122 ribu pekerjaan di sektor swasta selama Mei, melampaui ekspektasi pasar dan menjadi capaian terbaik sejak Januari 2025. Sebelumnya, data JOLTS juga mengungkapkan jumlah lowongan kerja pada April naik ke level tertinggi sejak November 2024. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap tangguh meski suku bunga berada pada level tinggi.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat sebagai petunjuk berikutnya mengenai arah ekonomi AS. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah turut menopang dolar karena mendorong harga minyak tetap tinggi dan memperbesar risiko inflasi. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sebesar 85% bagi kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun, meningkat tajam dibandingkan 60% pada pekan lalu.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 4 jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga setelah berhasil membentuk pola koreksi yang menyerupai ascending triangle. Harga kini bergerak mendekati area resistance penting di sekitar 99,25. Jika mampu menembus dan bertahan di atas zona tersebut, momentum beli berpotensi semakin kuat dengan target berikutnya menuju level psikologis 100,00.

Dari perspektif gelombang, pergerakan saat ini mengindikasikan potensi dimulainya fase kenaikan lanjutan setelah penyelesaian koreksi gelombang keempat. Selama harga tetap berada di atas area invalidasi 98,457, skenario bullish masih menjadi fokus utama. Konfirmasi penembusan resistance dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut, sementara kegagalan breakout berisiko memicu konsolidasi jangka pendek sebelum tren naik kembali berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze