Harga minyak mentah AS kembali menguat di atas $85 per barel, melanjutkan kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Penguatan ini dipicu kekhawatiran pasokan setelah Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan belum ada negosiasi dengan Teheran dan blokade laut AS masih berlaku.

Risiko pengiriman di jalur strategis tersebut juga tetap tinggi meski Trump menyebut Selat Hormuz telah terbuka dan ranjau sudah dibersihkan. Aktivitas kapal masih terbatas, sementara pasukan Iran meningkatkan eskalasi dalam sepekan terakhir. Sebanyak delapan serangan terhadap kapal yang melintasi Hormuz telah dilaporkan sepanjang bulan ini, termasuk kapal yang terkait dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Dari sisi fundamental, persediaan minyak AS turut memberikan dorongan bagi harga. Data industri menunjukkan stok minyak mentah turun 328 ribu barel pekan lalu setelah sebelumnya melonjak 9,07 juta barel. Kombinasi risiko geopolitik dan penurunan inventori membuat prospek harga crude oil tetap kuat, meski pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL masih menunjukkan momentum bullish setelah mampu bertahan di atas area 84.28. Harga saat ini bergerak mendekati resistance 84.99, yang menjadi level penting untuk mengonfirmasi kelanjutan kenaikan. Jika berhasil menembus area tersebut, pergerakan berpotensi berlanjut menuju 85.30 sebagai target pertama.

Di sisi lain, tekanan jual perlu diwaspadai apabila harga gagal melewati 84.99. Koreksi dapat membawa harga minyak menguji kembali support 84.28, dengan area 83.85 sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama level tersebut tetap bertahan, peluang USOIL melanjutkan tren naik masih terbuka menuju 85.70.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali berada di bawah $4.350 per ounce setelah merosot hampir 2% pada sesi sebelumnya. Tekanan datang dari kenaikan yield obligasi global yang dipicu kekhawatiran fiskal dan inflasi. Yield Treasury AS 30 tahun bahkan mencapai level tertinggi dalam 19 tahun, membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Selain itu, kenaikan harga minyak turut membebani pergerakan emas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih meningkat, sementara belum terlihat tanda kesepakatan untuk mengakhiri konflik atau membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Teheran, di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal di jalur pelayaran tersebut.

Kini perhatian pasar beralih ke notulen rapat The Fed bulan Juli dan pernyataan Ketua Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole. Kedua agenda tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan moneter AS berikutnya. Jika sinyal The Fed cenderung hawkish, XAUUSD berpotensi kembali menghadapi tekanan, terutama ketika imbal hasil obligasi tetap tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area 4.375. Harga kini berada di sekitar 4.350, dengan level Fibonacci 38,2% di 4.356 sebagai resistance terdekat. Selama belum menembus kuat zona 4.375 – 4.406, peluang rebound masih terbatas dan area tersebut berpotensi menjadi supply zone.

Jika tekanan jual kembali muncul, support 4.344 menjadi level awal yang perlu diperhatikan. Penembusan area ini dapat membuka ruang menuju 4.325, bahkan berlanjut ke 4.303 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, kenaikan melewati 4.375 dapat mengubah momentum dan membawa harga menguji kembali zona resistance 4.406.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah kembali menanjak menembus US$85 per barel pada Selasa (18/08), melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini dipicu melemahnya peluang tercapainya kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak berminat memperpanjang perjanjian damai sementara.

Kesepakatan yang ditandatangani pada Juni tersebut resmi berakhir pada Senin setelah masa negosiasi 60 hari selesai. Di sisi lain, Iran dan Oman masih membahas pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global, meski Amerika Serikat tidak terlibat dalam perundingan tersebut.

Washington berpotensi menolak kesepakatan yang tidak menjamin akses bebas melalui Selat Hormuz. Sementara itu, produsen minyak Timur Tengah semakin aktif mencari jalur alternatif untuk menyalurkan pasokan ke pasar global, sehingga perkembangan geopolitik dan keamanan jalur pelayaran tetap menjadi faktor penting bagi arah harga minyak mentah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL masih menunjukkan momentum bullish setelah bertahan di area 83,35 – 83,89. Harga saat ini sekitar 83,89 dan berpeluang melanjutkan kenaikan jika mampu menembus resistance 84,09, dengan target berikutnya di 84,71 hingga 85,09. Pola pergerakan yang menguat juga sejalan dengan tekanan beli yang masih terlihat pada pasar minyak.

Dari sisi risiko, area 83,35 menjadi support sekaligus level invalidasi yang penting. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka menuju target 84,71 – 85,09. Sebaliknya, penurunan di bawah 83,35 dapat memicu koreksi lebih dalam dan mengubah momentum jangka pendek menjadi bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas melemah di bawah US$4.400 per troy ounce pada Selasa (18/08) setelah investor melakukan aksi ambil untung usai reli kuat sebelumnya. Tekanan juga terlihat di pasar logam secara luas, sementara kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan menjaga perhatian pasar terhadap arah suku bunga.

Sentimen emas turut dipengaruhi meredupnya peluang kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Donald Trump yang tidak tertarik memperpanjang kesepakatan damai sementara membuat ketidakpastian geopolitik kembali meningkat. Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve semakin berkurang setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan.

Kondisi tersebut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Pasar kini memperkirakan The Fed cenderung mempertahankan kebijakan pada September dan tidak lagi sepenuhnya memperhitungkan kenaikan bunga hingga akhir tahun. Permintaan investasi yang menguat serta pembelian berkelanjutan dari bank sentral, terutama China, juga menjadi fondasi penting bagi prospek harga emas ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan momentum di area puncak. Pada timeframe 1 jam, resistance kuat berada di US$4.438, sementara US$4.417 menjadi area penting yang perlu ditembus untuk mengembalikan tekanan beli. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang pelemahan jangka pendek masih terbuka.

Jika koreksi berlanjut, US$4.374 menjadi target pertama, disusul US$4.358 sebagai area support berikutnya. Namun, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.417, skenario bearish dapat melemah dan emas berpeluang kembali menguji US$4.438. Trader perlu mencermati reaksi harga di setiap level untuk menentukan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks dolar AS turun ke sekitar 99,5 pada Senin (17/08), memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut. Data ekonomi Amerika Serikat yang mendingin, termasuk inflasi yang terkendali serta melemahnya sentimen konsumen dan penjualan ritel, mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Pasar kini memperkirakan peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai sekitar 67%, meningkat dari kurang dari 50% sebulan sebelumnya. Investor menantikan risalah FOMC pekan ini dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.

Perhatian juga tertuju pada data Empire State Manufacturing Index dan NAHB Housing Market Index yang akan dirilis hari ini. Dolar melemah terhadap mayoritas mata uang utama, dengan tekanan terbesar terlihat terhadap dolar Australia, dolar Selandia Baru, dan pound sterling. Jika data ekonomi kembali mengecewakan, ruang pelemahan greenback berpotensi semakin terbuka.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan DXY masih bergerak dalam struktur bearish, terlihat dari tren turun yang terbentuk di bawah garis resistance dinamis. Harga saat ini berada di sekitar 99,30 dan menghadapi area penghalang 99,30 – 99,38. Selama zona tersebut belum ditembus, tekanan jual masih dominan dengan potensi penurunan menuju support 99,13.

Jika pelemahan berlanjut, target berikutnya berada di sekitar 99,06. Sebaliknya, breakout kuat di atas 99,38 dapat membuka ruang pemulihan menuju 99,50. Trader dapat mencermati reaksi harga pada area 99,30 sebagai penentu arah DXY berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah menguat menuju US$83 per barel pada Senin (17/08), melanjutkan kenaikan pekan lalu. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan di Timur Tengah setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon. Risiko gangguan pasokan membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga energi.

Tekanan terhadap Iran juga meningkat setelah Presiden Donald Trump menyiapkan sanksi ekonomi baru. Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata sementara AS-Iran dijadwalkan berakhir, sedangkan negosiasi untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz masih menemui jalan buntu.

Namun, kenaikan minyak masih tertahan oleh aktivitas pengiriman crude yang tetap berlangsung melalui Selat Hormuz. Potensi kesepakatan Iran dan Oman terkait pengelolaan jalur strategis tersebut turut meredakan kekhawatiran pasokan. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan akses pelayaran di kawasan tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal USOIL masih memiliki peluang bullish setelah mampu bertahan di area Fibonacci 61,8% sekitar 81,38. Selama support 80,90 tidak ditembus, struktur kenaikan tetap terjaga dengan resistance terdekat di 82,14. Jika level tersebut berhasil dilewati, momentum beli berpotensi semakin kuat.

Pergerakan berikutnya dapat mengarah ke target 82,48 hingga 82,91. Sebaliknya, penurunan di bawah 80,90 akan menjadi sinyal pelemahan dan membuka ruang koreksi menuju 80,14. Trader dapat mencermati reaksi harga pada level kunci tersebut untuk menentukan arah USOIL selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas menembus US$4.400 per troy ounce pada Senin (17/08), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang melemah, termasuk inflasi yang tetap terkendali serta penurunan sentimen konsumen dan penjualan ritel. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar satu banding tiga.

Pelaku pasar kini menanti risalah rapat FOMC dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Jika sinyal pelonggaran semakin kuat, daya tarik emas berpotensi meningkat karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik Timur Tengah masih menjadi katalis bagi harga emas setelah Israel kembali melancarkan serangan ke Lebanon dan Amerika Serikat menyiapkan sanksi baru terhadap Iran. Namun, aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang tetap berlangsung membantu menahan harga energi dan meredakan kekhawatiran inflasi. Perpaduan faktor moneter dan geopolitik membuat prospek emas tetap menarik untuk dicermati.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD masih menunjukkan momentum bullish setelah bertahan di area Fibonacci 61,8% sekitar 4.386. Selama harga mampu menjaga support 4.367,68, struktur kenaikan tetap terjaga dan peluang menuju resistance 4.416,61 menjadi terbuka. Penembusan level tersebut dapat memperkuat dorongan beli berikutnya.

Jika momentum berlanjut, target selanjutnya berada di 4.429,92 hingga 4.446,85. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan 4.367,68 berpotensi memicu koreksi lebih dalam menuju 4.337,45. Trader dapat mencermati reaksi harga di area support dan resistance sebagai konfirmasi arah XAUUSD berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak melemah sekitar 1% menuju US$63,80 pada perdagangan Asia Jumat (14/08). Tekanan jual muncul di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat ketegangan di Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab. Minimnya lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi.

Kenaikan biaya energi dapat memperbesar tekanan inflasi dan membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga. Kondisi ini cenderung membebani aset tanpa imbal hasil seperti perak. Meski begitu, harga minyak WTI yang masih bertahan di sekitar US$80,45 berpotensi membatasi pelemahan jika risiko pasokan kembali meningkat.

Di sisi lain, ekspektasi kebijakan Federal Reserve menjadi penopang bagi perak. Peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September kini mendekati 65%, seiring inflasi AS yang mulai melandai dan pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda perlambatan. Jika prospek pelonggaran moneter semakin kuat, tekanan terhadap XAG/USD berpotensi mereda dan membuka peluang pemulihan harga.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan area 64,00. Zona 64,55 – 64,76 menjadi resistance penting, sementara harga saat ini bergerak di sekitar 63,70. Selama belum mampu menembus area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka.

Jika tekanan jual berlanjut, 63,19 menjadi target penurunan pertama, disusul 62,58 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 64,76 dapat membuka ruang pemulihan menuju 65,43. Trader perlu mencermati reaksi harga di level support dan resistance sebelum menentukan arah posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah bergerak di sekitar US$81 per barel pada Jumat (14/08) setelah melemah pada sesi sebelumnya. Investor memilih berhati-hati sambil menunggu perkembangan diplomasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski negosiasi masih menemui jalan buntu, arus pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia tetap berlangsung di tengah risiko keamanan yang belum mereda.

Aktivitas tanker masih berjalan, bahkan sebagian kapal dilaporkan mematikan transponder saat melintasi kawasan tersebut. Amerika Serikat memperkirakan hingga 9 juta barel minyak per hari masih melewati jalur strategis ini, sementara kemampuan pasukannya untuk mengawal kapal tanker terus diperluas. Kondisi tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap potensi gangguan pasokan.

Dari sisi permintaan, prospek minyak justru menghadapi tekanan. IEA memangkas proyeksi konsumsi global akibat konflik berkepanjangan dan harga energi yang tinggi. OPEC juga kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia 2026 menjadi 580.000 barel per hari, sekaligus menjadi revisi turun keempat berturut-turut. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang penguatan harga minyak ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI pada timeframe H1 menunjukkan harga masih berkonsolidasi di sekitar area support US$80,32. Level ini berdekatan dengan zona Fibonacci 61,8% yang menjadi pijakan penting. Selama bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan resistance awal US$81,82 sebagai target terdekat.

Jika momentum bullish menguat dan harga mampu menembus US$81,82, kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$82,47. Sebaliknya, pelemahan di bawah US$80,32 dapat membuka ruang penurunan menuju US$79,39. Trader perlu memperhatikan respons harga di zona support dan resistance sebelum menentukan strategi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali melemah di bawah US$4.350 per troy ounce pada Jumat (14/08), melanjutkan penurunan sesi sebelumnya. Tekanan datang dari aksi ambil untung investor serta meningkatnya perhatian terhadap arah kebijakan Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Data terbaru menunjukkan inflasi produsen inti AS pada Juli naik lebih rendah dari perkiraan. Bersama data CPI yang juga moderat, kondisi tersebut mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Peluang kenaikan 25 basis poin pada September kini turun menjadi sekitar 35%, dari 55% sepekan sebelumnya.

Di sisi lain, kebuntuan diplomasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz membuat pasar tetap waspada. Jika ketegangan meningkat, harga energi berpotensi melonjak dan kembali mendorong inflasi. Dalam kondisi ini, pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga AS, kekuatan dolar, serta perkembangan geopolitik global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di area 4.350. Secara teknikal, zona 4.344 – 4.365 menjadi resistance penting. Selama harga berada di bawah area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka dengan support terdekat di 4.296 sebagai target awal.

Jika tekanan jual berlanjut dan 4.296 berhasil ditembus, emas berpotensi turun menuju 4.278. Namun, apabila harga mampu kembali menembus 4.344, momentum negatif dapat melemah dan membuka ruang pemulihan menuju 4.365. Trader sebaiknya mencermati reaksi harga di level-level tersebut sebelum menentukan arah posisi berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze