Harga emas diperdagangkan di sekitar $3.860 per troy ounce pada Jumat (03/10/25), membidik kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut setelah menyentuh rekor terbaru awal pekan ini. Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi kebijakan dovish dari Federal Reserve. Kekhawatiran semakin besar setelah shutdown parsial pemerintah AS mengancam ribuan pekerjaan federal dan menunda rilis data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP).

Dengan absennya data resmi pemerintah, perhatian investor beralih ke laporan swasta yang menunjukkan perlambatan pasar kerja. Data ADP mencatat penurunan perekrutan selama dua bulan berturut-turut—pertama kali sejak kuartal II 2020, sementara JOLTS memperlihatkan berkurangnya angka pengunduran diri, dan laporan Challenger mengindikasikan pelemahan laju perekrutan. Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed kemungkinan masih akan memangkas suku bunga dua kali lagi, meski inflasi tetap menjadi tantangan.

Namun, harga emas sempat mendapat tekanan setelah komentar dari Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, yang menekankan perlunya kehati-hatian dalam memangkas suku bunga lebih lanjut. Pandangan tersebut membuat pasar menimbang ulang prospek kebijakan moneter. Meski demikian, minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai masih solid, terutama di tengah ketidakpastian politik dan risiko ekonomi yang terus membayangi.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Emas saat ini bergerak di sekitar $3.840 per troy ounce setelah sempat menyentuh area supply di $3.863.998. Tekanan jual mulai terlihat karena level tersebut menjadi resistance kuat, sehingga peluang koreksi jangka pendek terbuka. Selama harga bertahan di bawah area supply, potensi penurunan lebih lanjut patut diwaspadai.

Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi menguji area demand pertama di sekitar $3.792.785. Level ini menjadi titik penting bagi buyer untuk mempertahankan momentum bullish. Apabila zona ini ditembus, target koreksi berikutnya bisa mengarah ke $3.723.731, yang berdekatan dengan area support kuat pada chart.

Namun, selama harga tidak menembus support utama, outlook jangka menengah masih mendukung tren naik. Permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global serta spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama yang bisa menjaga daya tarik emas. Dengan demikian, investor perlu mencermati reaksi harga di area demand sebagai penentu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $61,90 per barel pada sesi Asia Kamis ini, dengan kecenderungan menguat tipis. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan geopolitik, khususnya setelah laporan BBC yang menyebut Ukraina meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan pada kapasitas kilang Moskow dinilai dapat membatasi pasokan global dan mendukung kenaikan harga WTI.

Meski demikian, kenaikan harga tertahan oleh laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) yang mencatat stok minyak mentah meningkat lebih besar dari perkiraan. Persediaan minyak pekan lalu bertambah 1,792 juta barel, jauh berlawanan dengan penurunan 607.000 barel di pekan sebelumnya, sekaligus melampaui proyeksi analis sebesar 1,5 juta barel. Kondisi ini menambah tekanan pada prospek jangka pendek harga minyak.

Selain itu, pasar energi juga diwarnai ketidakpastian dari kebijakan pemerintah AS. Penutupan sebagian operasional pemerintah akibat kebuntuan politik di Kongres diperkirakan menunda rilis data ketenagakerjaan penting. Di sisi lain, pelaku pasar menanti keputusan OPEC+ pada November, di mana Saudi Arabia diperkirakan mendorong peningkatan produksi lebih besar untuk merebut kembali pangsa pasar, sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan harga WTI ke depan.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI bergerak di sekitar $61,89 per barel, mendekati pivot $61,75 setelah tekanan turun sebelumnya. Selama bertahan di atas $60,84, peluang rebound terbuka dengan target $62,30 hingga $63,21.

Indikator teknikal mulai menunjukkan pemulihan, memberi sinyal buyer berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Penembusan resistance $62,30 akan memperkuat momentum naik.

Sebaliknya, bila jatuh di bawah $60,84, tren melemah bisa berlanjut ke $60,29. Untuk saat ini, kecenderungan teknikal lebih condong pada skenario pemulihan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak stabil di kisaran $3.860 per troy ounce pada Kamis (02/10/25), mendekati rekor tertingginya, seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan tingginya permintaan aset safe-haven. Data ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS turun pada September, menandai penurunan beruntun pertama sejak 2020 sekaligus yang terbesar sejak Maret 2023, sehingga memperkuat spekulasi bahwa The Fed masih akan memangkas suku bunga tahun ini.

Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan bahwa laporan nonfarm payrolls September ditunda akibat penutupan sebagian pemerintahan, sehingga menambah ketidakpastian menjelang pertemuan kebijakan moneter The Fed akhir Oktober. Kondisi ini kian mendorong investor mencari perlindungan pada emas sebagai aset aman di tengah risiko politik dan ekonomi yang membayangi pasar global.

Meski begitu, adanya putusan Mahkamah Agung terkait Gubernur The Fed, Lisa Cook, sedikit meredakan kekhawatiran soal independensi bank sentral AS. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa prospek penunjukan pejabat The Fed tetap konsisten, dengan peluang kebijakan yang lebih dovish ke depan, sehingga menjaga sentimen bullish pada emas di level tinggi.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan emas pada grafik H1 menunjukkan konsolidasi di sekitar level $3.865 per troy ounce, mendekati area pivot $3.876. Tekanan jual sempat mendorong harga ke bawah, namun masih tertahan di atas support $3.857, menandakan pasar masih memiliki minat beli yang kuat. Selama harga tidak menembus support lebih dalam, peluang rebound tetap terbuka lebar.

Jika tekanan koreksi berlanjut, area $3.834 menjadi support kunci yang berpotensi menjadi titik balik. Dari sisi teknikal, skenario ini memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguji resistensi pertama di $3.899, bahkan membuka peluang menuju level psikologis $3.918. Indikator momentum juga mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat berada di area jenuh jual.

Secara keseluruhan, tren emas masih terjaga bullish selama harga bertahan di atas $3.820. Potensi koreksi jangka pendek justru bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk pada harga yang lebih menarik, dengan target kenaikan di kisaran $3.899 hingga $3.940. Dukungan fundamental dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketidakpastian politik AS semakin memperkuat sentimen positif pada logam mulia ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Perak berhasil menembus level $47 per ons pada Rabu (01/10/25), mencatatkan rekor tertinggi dalam 14 tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset aman menyusul penutupan pemerintahan AS setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan pendanaan sementara. Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian pasar, karena potensi penundaan data ekonomi penting jelang rapat Federal Reserve akhir Oktober, termasuk laporan nonfarm payrolls.

Di sisi fundamental, Silver Institute memperkirakan defisit pasar global perak berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut pada 2025. Produksi diproyeksikan hanya mencapai 844 juta ons, sekitar 100 juta lebih rendah dari kebutuhan pasar. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini menambah dukungan kuat terhadap harga logam mulia tersebut.

Permintaan industri juga berperan besar dalam reli harga perak. Peningkatan adopsi energi surya, kebutuhan tinggi dari sektor elektronik konsumen, hingga penggunaan di pusat data semakin memperkuat prospek jangka panjangnya. Kombinasi faktor geopolitik dan fundamental menjadikan perak semakin menarik bagi investor yang mencari perlindungan sekaligus peluang pertumbuhan.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik, defisit pasokan, serta dorongan permintaan industri, perak kini berada dalam posisi strategis untuk melanjutkan reli menuju area $48, sekaligus menegaskan daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) menguat di atas $47,287, didorong sentimen safe haven pasca shutdown pemerintahan AS. Selama bertahan di atas pivot $46,542, tren naik berpotensi berlanjut.

Resistensi terdekat ada di $47,902 dan $48,647, sementara support kuat berada di $46,542 hingga $45,927. Penembusan ke bawah area ini bisa membuka jalan menuju $45,182.

Secara fundamental, defisit pasokan global dan permintaan industri menjaga momentum bullish. Selama tren naik terjaga, peluang uji level psikologis $48 tetap terbuka lebar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bergerak di sekitar level 97,8 pada Rabu (01/10/25) setelah mencatat tiga hari pelemahan beruntun. Penurunan ini dipicu oleh shutdown pemerintah yang resmi berlaku akibat kegagalan Partai Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan pendanaan sementara. Kondisi tersebut memicu potensi penundaan layanan publik dan menimbulkan ketidakpastian bagi ratusan ribu pegawai federal.

Fokus utama pelaku pasar kini tertuju pada durasi shutdown, karena semakin lama berlangsung, semakin besar kemungkinan rilis data ekonomi penting mengalami penundaan. Situasi ini bisa mengganggu persiapan pasar menjelang rapat kebijakan Federal Reserve pada akhir Oktober, termasuk laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan Jumat, sehingga perhatian beralih pada rilis data ketenagakerjaan swasta ADP.

Selain itu, dolar juga tertekan setelah laporan JOLTS menunjukkan adanya peningkatan jumlah lowongan kerja, namun disertai pelemahan dalam perekrutan selama Agustus. Data yang beragam ini memperkuat sinyal melambatnya pasar tenaga kerja, sekaligus menambah tekanan terhadap dolar yang sudah tertekan oleh ketidakpastian fiskal di Amerika Serikat.

DXY – Technical Analysis

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak di sekitar 97,3 dengan pola teknikal yang menunjukkan peluang koreksi ke area support 97,0. Jika level ini mampu bertahan, ada potensi pantulan menuju zona resistance 98,0 yang menjadi area minat utama bagi pelaku pasar. Namun, kegagalan menahan support berisiko memicu pelemahan lebih dalam hingga kisaran 96,5.

Struktur harga pada grafik 4 jam mengindikasikan adanya fair value gap (FVG) yang bisa menjadi pemicu reaksi harga sebelum melanjutkan arah berikutnya. Skenario rebound jangka pendek cukup terbuka, tetapi ruang penguatan diperkirakan terbatas selama DXY belum menembus konsisten di atas area supply yang menekan laju bullish.

Dengan ketidakpastian fundamental terkait shutdown pemerintah AS dan data ketenagakerjaan yang akan dirilis, pergerakan DXY diperkirakan tetap volatil. Trader disarankan mencermati reaksi harga di sekitar support kunci, karena konfirmasi breakout atau pantulan dari level ini akan menentukan arah dolar dalam beberapa hari ke depan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI berjangka di NYMEX menemukan pijakan di sekitar $62 per barel pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (01/10/25), setelah anjlok hampir 4,4% dalam dua hari terakhir. Sentimen pasar sedikit terangkat setelah OPEC+ membantah rumor terkait rencana kenaikan produksi yang lebih agresif pada pertemuan akhir pekan ini.

Bloomberg melaporkan bahwa OPEC+ sedang mempertimbangkan percepatan pengurangan pemangkasan produksi dengan menambah pasokan hingga 500 ribu barel per hari mulai November. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan kenaikan sebelumnya sebesar 137 ribu barel per hari pada Oktober, yang dinilai berpotensi menekan harga lebih dalam jika benar-benar terealisasi.

Di sisi lain, ketidakpastian politik di Amerika Serikat menambah tekanan pada harga energi. Risiko penutupan pemerintahan federal dinilai bisa mengurangi belanja publik dan memperlambat permintaan minyak. Hingga kini, kebuntuan antara Partai Republik dan Demokrat di Senat masih belum menemukan jalan keluar, sehingga pasar tetap cemas terhadap arah harga minyak selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

Kesimpulannya, WTI masih rawan turun selama gagal menembus resistance $63,00.

Harga minyak WTI masih menunjukkan tekanan jual setelah gagal menembus level resistance di area $62,93. Pola teknikal memperlihatkan kecenderungan bearish dengan proyeksi pelemahan menuju support terdekat di kisaran $61,74, bahkan berpotensi menguji $61,20 jika momentum jual terus berlanjut.

Sementara itu, indikator teknis mendukung skenario pelemahan dengan sinyal momentum yang cenderung negatif. Pergerakan harga yang tertahan di bawah pivot $62,39 memperkuat bias korektif, menandakan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati menunggu katalis baru dari data fundamental maupun arah kebijakan OPEC+.

Selama harga belum mampu kembali bertahan di atas area resistance $63,00, tren jangka pendek minyak WTI diperkirakan masih rawan tekanan. Trader disarankan mewaspadai potensi penurunan lebih lanjut jika support kunci ditembus, karena hal ini dapat mempercepat pergerakan menuju level psikologis $60,50.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menguat mendekati level $3,870 per ons pada Rabu (01/10/25), hanya sedikit di bawah rekor yang dicapai sehari sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman seiring kegagalan Senat AS menyetujui perpanjangan anggaran, yang semakin mendekatkan risiko penutupan pemerintah. Situasi tersebut menambah ketidakpastian pasar, terutama setelah Presiden Trump memberi sinyal rencana pemangkasan tenaga kerja federal.

Investor kini menanti perkembangan lebih lanjut terkait potensi lamanya penutupan, karena kondisi tersebut berpotensi menunda rilis data ekonomi penting, termasuk laporan nonfarm payrolls yang sangat diperhatikan menjelang rapat kebijakan The Fed akhir Oktober. Keterlambatan publikasi data ini dapat memengaruhi pandangan pasar mengenai arah suku bunga ke depan.

Sementara itu, laporan terbaru menunjukkan lowongan kerja di AS meningkat tipis pada Agustus, tetapi laju perekrutan melambat, menandakan pendinginan pasar tenaga kerja. Kondisi ini membuka ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang hampir pasti pemangkasan pada pertemuan berikutnya, dengan sekitar 76% kemungkinan adanya tambahan penurunan lagi pada Desember.

XAUUSD – Technical Analysis

Emas berpeluang naik menuju $3,919 dengan $3,841 sebagai level kunci penentu arah.

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak positif dan kini berada di sekitar $3,862 per ons, mencoba mempertahankan tren bullish setelah reli tajam beberapa hari terakhir. Secara teknis, level pivot di $3,841 menjadi area kunci yang menahan pergerakan harga, sementara sentimen pasar tetap didorong oleh meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi di Amerika Serikat.

Jika harga mampu bertahan di atas pivot, peluang emas untuk menembus resistance pertama di $3,889 terbuka lebar. Skenario ini berpotensi membawa harga menguji resistance kedua di $3,919, yang menjadi target terdekat dalam jangka pendek. Namun, kegagalan mempertahankan momentum di atas level tersebut bisa memicu koreksi kembali ke zona $3,841.

Indikator teknikal juga memperlihatkan kondisi yang masih mendukung kenaikan, dengan minat beli cukup dominan. Selama emas tidak menembus support pertama di $3,811, prospek bullish tetap terjaga. Dengan kombinasi sentimen fundamental dan teknikal, arah emas masih cenderung positif, dan trader disarankan mewaspadai peluang breakout menuju $3,919.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali mencetak rekor baru di level $3.840 per ons pada Selasa (30/09/25), menandai kenaikan bulanan terbesar dalam 14 tahun terakhir. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran penutupan pemerintahan AS serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Situasi tersebut membuat emas semakin diminati sebagai pelindung nilai.

Ketidakpastian politik makin terasa setelah pertemuan antara Presiden Trump dan pemimpin kongres berakhir tanpa kesepakatan pendanaan jangka pendek. Risiko shutdown yang bisa dimulai pada Rabu diperkirakan menghambat rilis data ekonomi penting, termasuk laporan tenaga kerja nonfarm payrolls September. Sementara itu, kebijakan tarif baru terhadap truk berat, obat paten, dan produk lain menambah keresahan pelaku pasar.

Sentimen pasar juga diperkuat oleh data ekonomi terbaru AS yang membuka peluang pemangkasan suku bunga tambahan pada dua pertemuan Fed berikutnya. Sepanjang September, emas telah melonjak lebih dari 11% dan mencatat kenaikan lebih dari 16% sepanjang kuartal, menjadikannya salah satu aset dengan performa terbaik di tengah gejolak global.

XAUUSD – Technical Analysis

Secara keseluruhan, prospek emas masih solid dengan dorongan kuat dari faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter, menjadikannya instrumen lindung nilai yang tetap menarik bagi pelaku pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas bertahan di atas $3.850 per ons dengan tren naik yang masih dominan. Potensi koreksi ke area $3.809 diperkirakan hanya sementara sebelum harga kembali menguji resistance $3.878.

Selama bertahan di atas support $3.785, peluang emas melanjutkan reli ke $3.922 tetap terbuka. Koreksi jangka pendek lebih dilihat sebagai peluang beli daripada ancaman tren.

Ketidakpastian politik AS dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed terus memperkuat minat investor pada emas sebagai aset aman.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melemah menuju $63 per barel pada Selasa (30/09/25), melanjutkan penurunan sebelumnya seiring pasar menimbang potensi peningkatan pasokan global dan kemungkinan gencatan senjata di Gaza. Tekanan jual semakin kuat setelah muncul laporan bahwa OPEC+ berencana menyetujui tambahan produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai November pada pertemuan akhir pekan ini.

Faktor lain yang menambah pasokan adalah dimulainya kembali ekspor minyak dari wilayah Kurdistan Irak melalui pipa Irak–Turki setelah tercapai kesepakatan yang dimediasi AS antara KRG, pemerintah Baghdad, Turki, dan operator asing. Perkembangan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi surplus pasokan di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih.

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan kesepakatan awal atas rencana perdamaian Gaza. Namun Trump menegaskan, jika Hamas menolak, Israel mendapat dukungan penuh untuk melanjutkan operasi militer. Sementara itu, Uni Eropa kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran akibat ketidakpatuhan terhadap perjanjian nuklir, menyusul langkah serupa dari PBB.

USOIL – Technical Analysis

Minyak WTI masih berada dalam tekanan bearish, dengan risiko penurunan berlanjut jika support ditembus, sehingga trader sebaiknya menunggu konfirmasi jelas sebelum masuk pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI kembali berada di bawah tekanan setelah gagal bertahan di atas area pivot $63,64. Pergerakan harga yang menurun tajam sejak awal pekan memperlihatkan dominasi sentimen bearish, terutama setelah pasar diselimuti kekhawatiran akan lonjakan pasokan global dan dinamika geopolitik Timur Tengah.

Secara teknikal, jika harga tidak mampu menembus resistance di sekitar $63,6–$64,4, peluang penurunan menuju support $62,11 bahkan $61,29 semakin terbuka. Tekanan jual ini diperkuat oleh indikator momentum yang menunjukkan kondisi jenuh jual, namun belum memberikan sinyal kuat pembalikan arah. Hal ini menandakan pasar masih rentan terhadap kelanjutan pelemahan.

Bagi trader, fokus utama saat ini adalah level support kunci. Apabila $62,11 berhasil ditembus, ruang koreksi dapat berlanjut ke $59,76. Sebaliknya, rebound di atas pivot bisa memicu uji ulang resistance $64,46. Dengan volatilitas tinggi, strategi terbaik adalah menunggu konfirmasi candlestick sebelum mengambil posisi agresif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Perak berhasil mencuri perhatian pasar tahun ini dengan lonjakan harga sekitar 56%, melampaui emas yang hanya naik 44%. Bahkan, dalam sebulan terakhir saja, logam mulia ini meningkat 15%. Meski begitu, penguatan tajam ini tidak sepenuhnya ditopang oleh faktor fundamental baru, sebab pasar fisik perak memang sudah mengalami kekurangan pasokan sejak lama.

Kenaikan perak dinilai sebagai imbas dari harga emas yang telah mencapai rekor tertinggi, membuat sebagian investor mencari alternatif lain. Dengan posisi emas yang semakin mahal, perak tampil sebagai opsi lebih terjangkau namun tetap menjanjikan, sehingga permintaan terhadap logam ini melonjak.

Namun, para pelaku pasar tetap perlu waspada. Saat ini harga perak mulai mendekati level tertinggi tahun 2011 di kisaran $49 per troy ounce. Jika area ini kembali disentuh, risiko aksi ambil untung berpotensi meningkat, sehingga investor disarankan untuk tetap bijak dalam mengelola strategi perdagangan.

Pergerakan perak saat ini menunjukkan kekuatan tren yang solid dengan potensi melanjutkan reli menuju area $48–$49, meski peluang koreksi tetap ada. Selama harga mampu bertahan di atas zona support utama, arah pasar masih condong positif dan membuka ruang bagi kelanjutan fase bullish dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) terus menunjukkan momentum kuat setelah berhasil bertahan di atas area support kunci pada kisaran $44,7–$45,1. Penguatan ini menandakan minat beli masih dominan, dengan pola kenaikan terkonfirmasi dari breakout yang terjadi sejak pekan lalu.

Dari sisi teknikal, target kenaikan berikutnya mengarah ke level Fibonacci ekstensi di $47,4 hingga $48,4 per troy ounce. Selama harga tetap di atas zona hijau support, peluang kelanjutan tren naik lebih besar dibanding potensi koreksi dalam jangka pendek.

Namun, indikator momentum mulai memasuki area jenuh beli sehingga peluang pullback tetap perlu diantisipasi. Jika koreksi terjadi, area $45 menjadi level pertahanan penting. Selama bertahan di atasnya, prospek bullish perak masih solid dengan potensi menguji kembali level psikologis $49.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze