Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran $4.010 per ons pada sesi Asia Kamis (09/10)pagi setelah sempat terkoreksi dari rekor tertinggi baru di $4.059. Permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat serta ketegangan politik di Washington turut menopang harga logam mulia ini.

Krisis politik AS kembali mencuat setelah Senat gagal meloloskan dua proposal pendanaan dari Partai Republik dan Demokrat untuk mengakhiri penutupan pemerintahan yang telah memasuki hari kesembilan. Situasi kian tegang setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa tidak ada jaminan pembayaran gaji bagi pegawai federal selama shutdown berlangsung. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran pasar akan stabilitas fiskal dan memperkuat daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai.

Dari sisi kebijakan moneter, The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September untuk pertama kalinya sejak akhir 2024 dan memberi sinyal dua kali pemotongan tambahan hingga akhir tahun. Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober dan peluang besar untuk langkah serupa di Desember membuat emas tetap diminati. Namun, potensi perdamaian antara Israel dan Hamas yang diumumkan Trump dapat menahan kenaikan lebih lanjut, karena berkurangnya ketegangan di Timur Tengah cenderung mengurangi permintaan terhadap aset aman.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) tertahan di sekitar $4.010 setelah menyentuh rekor $4.059, bergerak mendekati area supply $4.040–$4.060 yang berpotensi memicu aksi jual jangka pendek. Level ini menjadi titik penting karena bertepatan dengan batas atas Fibonacci retracement yang kerap menimbulkan reaksi harga.

Jika tekanan jual menguat, koreksi dapat mengarah ke area demand $3.955–$3.940 dengan target awal di sekitar Fibonacci 61,8% $3.977. Struktur harga menunjukkan sinyal Change of Character (ChoCH), menandakan potensi pergeseran momentum dari bullish ke konsolidatif.

Meski begitu, tren jangka menengah tetap positif selama harga bertahan di atas $3.925. Dari level ini, potensi rebound menuju weak high $4.060–$4.095 masih terbuka, terutama jika sentimen dovish The Fed terus menopang permintaan emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis ke sekitar $61,90 per barel pada sesi Asia hari Rabu (08/10), didorong oleh laporan persediaan minyak yang bervariasi. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 2,78 juta barel untuk pekan yang berakhir 3 Oktober, lebih tinggi dari perkiraan 2,25 juta barel. Namun, penurunan stok bensin sebesar 1,245 juta barel menandakan peningkatan konsumsi bahan bakar di tengah ketidakpastian pasokan.

Dari sisi fundamental, keputusan OPEC+ untuk menambah produksi minyak hanya sebesar 137.000 barel per hari mulai November lebih kecil dari ekspektasi pasar sebesar 500.000 barel memberikan dukungan tambahan bagi harga. Langkah hati-hati ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi kelebihan pasokan di tengah permintaan global yang belum stabil.

Namun, prospek ekonomi AS yang tertekan akibat penutupan pemerintahan selama delapan hari berpotensi menekan permintaan energi. Ketidakpastian fiskal dan risiko perlambatan pertumbuhan membuat harga minyak rentan terkoreksi jika aktivitas ekonomi melambat. Untuk saat ini, pasar menunggu laporan resmi dari EIA guna mengukur arah pergerakan harga minyak selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah bertahan di sekitar level $61,80 per barel. Pola pergerakan harga menandakan adanya potensi pembalikan arah dari tren turun menuju tren naik, dengan peluang kenaikan ke area $65–$66 jika tekanan beli terus berlanjut. Zona $61–$60,80 kini menjadi area penting tempat pembeli mulai kembali masuk ke pasar.

Dari sisi teknikal, momentum penguatan masih terjaga selama harga tidak turun di bawah area tersebut. Jika berhasil menembus struktur harga saat ini, WTI berpotensi melanjutkan reli ke area supply utama di kisaran atas, di mana sebagian pelaku pasar mungkin akan melakukan aksi ambil untung.

Namun, jika harga kembali melemah dan menembus di bawah $60,80, tren naik bisa gagal terbentuk. Untuk saat ini, investor menunggu laporan stok minyak AS dan kebijakan OPEC+ sebagai faktor utama yang dapat menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak menembus level psikologis $4.000 per ons pada Rabu (08/10), mencatat rekor baru seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi global. Ketidakpastian makin dalam setelah penutupan pemerintahan AS memasuki minggu kedua, menunda rilis data ekonomi penting yang menjadi acuan kondisi ekonomi negara tersebut.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter longgar The Fed turut memperkuat reli emas. Pasar memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada Oktober dan Desember. Di sisi lain, krisis politik di Prancis serta pergantian kepemimpinan di Jepang menambah tekanan psikologis bagi pelaku pasar, mendorong investor global mengalihkan portofolio ke logam mulia.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 50%, didorong oleh ketegangan perdagangan, gejolak geopolitik, dan pelemahan dolar AS. Bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan emasnya, sementara pemangkasan suku bunga oleh The Fed bulan lalu memperkuat arus masuk ke ETF berbasis emas. Momentum ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah badai ekonomi global.

XAUUSD – Technical Analysis


OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) tetap kuat di atas $4.000 per ons, menegaskan dominasi tren naik setelah serangkaian break of structure yang menandakan potensi reli lanjutan menuju area $4.075. Meski demikian, peluang koreksi ringan tetap terbuka sebelum kenaikan berikutnya.

Zona demand di kisaran $3.850–$3.830 menjadi area penting yang bisa memicu pembalikan jika harga terkoreksi. Selama bertahan di atas $3.800, bias teknikal masih positif dengan momentum bullish yang terjaga.

Didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik global, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju rekor baru, memperkuat statusnya sebagai aset lindung nilai utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS naik ke sekitar 98,2 pada Selasa (07/10), melanjutkan penguatan setelah kebuntuan politik memperpanjang penutupan pemerintahan hingga hari ketujuh. Gagalnya usulan pendanaan dari Partai Demokrat dan Republik di Senat membuat ketidakpastian meningkat, sementara pemimpin Demokrat Chuck Schumer membantah klaim Presiden Donald Trump bahwa negosiasi masih berlangsung. Situasi ini menambah tekanan politik menjelang keputusan penting kebijakan moneter.

Dari sisi ekonomi, data terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% bulan ini, disusul penurunan lanjutan pada Desember. Pelaku pasar kini menantikan sinyal baru dari pejabat bank sentral, termasuk komentar Gubernur The Fed Stephen Miran pada Rabu dan Ketua Jerome Powell pada Kamis, yang diperkirakan akan memberikan arah lebih jelas bagi kebijakan moneter AS.

Selain faktor domestik, penguatan dolar juga didorong oleh pelemahan euro dan yen. Pengunduran diri pemerintahan baru Prancis dan terpilihnya pemimpin dovish di Jepang menambah tekanan pada kedua mata uang tersebut, sehingga dolar mendapatkan dukungan tambahan di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) mengalami koreksi dari area supply 98.200 namun masih menunjukkan potensi penguatan selama harga bertahan di zona demand 97.200–96.700. Area ini menjadi titik pertahanan penting yang berpotensi memicu reversal apabila tekanan jual mulai mereda.

Struktur harga masih mencerminkan pola higher low, menandakan momentum bullish belum sepenuhnya hilang. Jika pantulan terjadi dari area demand, peluang kenaikan menuju 98.200 bahkan 98.850 tetap terbuka, sejalan dengan proyeksi Fibonacci extension.

Namun, jika harga menembus di bawah 96.700, tekanan jual dapat meningkat signifikan dan memperpanjang koreksi menuju 96.300. Reaksi harga di zona demand akan menjadi penentu arah dolar berikutnya dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI menguat mendekati $61,8 per barel pada Selasa (07/10), memperpanjang reli untuk sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini terjadi setelah OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi yang lebih kecil dari perkiraan, yakni hanya 137.000 barel per hari untuk November, sama seperti bulan sebelumnya. Keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan jangka pendek dan memberikan dorongan pada harga minyak global.

Dukungan tambahan datang dari gangguan pasokan di Rusia, setelah laporan menyebutkan serangan drone Ukraina terhadap kilang Kirishi pada akhir pekan lalu menghentikan unit distilasi utama. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, yang dapat memperketat suplai di kawasan tersebut. Kondisi ini turut memperkuat sentimen bullish di pasar energi, meski investor tetap berhati-hati menghadapi volatilitas jangka pendek.

Namun, potensi kenaikan harga minyak masih tertahan oleh kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan global akibat meningkatnya produksi dari anggota dan non-anggota OPEC+. Selain itu, lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi di beberapa wilayah utama membuat prospek harga jangka panjang belum sepenuhnya positif. Pelaku pasar kini menanti data stok minyak AS untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI mulai bangkit dari area support kuat di sekitar $60,20 per barel, menandakan potensi pembalikan arah ke atas. Pola pada grafik 4 jam menunjukkan peluang kenaikan menuju $61,15 dan $63,01, selama harga bertahan di atas support utama tersebut.

Sinyal Break of Structure mengonfirmasi momentum bullish baru, dengan potensi lanjutan ke area supply $65–$66 jika resistance $63,01 berhasil ditembus. Namun, penurunan di bawah $60,20 bisa memicu sentimen negatif dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

Secara teknikal, tren jangka pendek masih positif, didukung faktor fundamental seperti pengendalian produksi OPEC+ dan gangguan pasokan Rusia yang menjaga tekanan beli tetap kuat di pasar energi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di sekitar level $3.960 per ons pada Selasa (07/10), mendekati rekor tertingginya di awal sesi perdagangan. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Situasi semakin tegang setelah penutupan pemerintahan AS berlanjut, disertai ancaman PHK massal pegawai federal dari Gedung Putih, yang membuat pasar kehilangan akses terhadap data ekonomi penting untuk menilai kekuatan ekonomi Amerika.

Kondisi ini semakin menyulitkan langkah The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Meski demikian, pelaku pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini dan satu kali lagi pada Desember. Sementara itu, ketidakstabilan politik di Prancis dan Jepang turut memperburuk sentimen pasar, mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Secara keseluruhan, harga emas telah melonjak sekitar 50% sepanjang tahun ini, mencerminkan kuatnya permintaan sebagai aset lindung nilai. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia, meningkatnya arus masuk ETF berbasis emas, serta pelemahan dolar AS yang terus berlanjut.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih menunjukkan momentum bullish kuat, mendekati level psikologis $3.980 per ons. Namun, grafik 4 jam memperlihatkan potensi koreksi teknikal jangka pendek menuju area demand di sekitar $3.850–$3.880, sebelum kemungkinan melanjutkan reli. Area ini menjadi zona penting bagi buyer untuk mempertahankan tren naik yang telah terbentuk sejak awal Oktober.

Break of Structure (BOS) yang terjadi menandakan adanya kekuatan beli yang masih dominan, meski resistance di area $3.977 berpotensi menjadi penghalang sementara. Jika harga mampu menembus level ini dan bertahan di atasnya, peluang menuju target lanjutan di $4.020 hingga $4.075 semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $3.900 bisa memicu koreksi lebih dalam sebelum buyer kembali menguat.

Secara keseluruhan, struktur pasar emas masih mendukung bias bullish dengan tren jangka menengah yang positif. Dukungan fundamental seperti ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan meningkatnya permintaan safe haven berpotensi memperkuat reli. Trader disarankan menunggu konfirmasi reaksi harga di area demand untuk peluang entry yang lebih aman dan terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak menembus level $48,3 per ons pada Senin (06/10), menjadi yang tertinggi sejak April 2011. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan AS yang masih berlangsung serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Situasi tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti perak di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat.

Kegagalan para anggota parlemen AS mencapai kesepakatan anggaran membuat sejumlah program federal terhenti dan penundaan rilis data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan September. Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% bulan ini dan kembali melakukannya pada Desember. Pelaku pasar kini menantikan pernyataan dari Gubernur Fed Stephen Miran pada Rabu dan Ketua Jerome Powell pada Kamis untuk petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.

Selain faktor makro, perak juga mendapat dorongan dari sisi fundamental pasokan. Silver Institute memperkirakan defisit pasar global perak akan berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut pada 2025, menandakan pasokan yang semakin ketat di tengah tingginya permintaan industri dan investasi. Kombinasi antara ketegangan geopolitik, prospek penurunan suku bunga, dan kekurangan pasokan membuat prospek harga perak tetap bullish dalam waktu dekat.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) terus menguat dan sempat menyentuh area $48,5 per ons, menunjukkan dorongan beli yang masih kuat. Namun, di level ini harga mulai menemui tekanan karena berada di area supply atau zona jual. Jika koreksi terjadi, perak berpotensi turun lebih dulu untuk menguji area support di kisaran $47–$47,5 sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Dari sisi teknikal, tren perak masih tergolong naik karena harga terus membentuk higher low dan menembus struktur sebelumnya. Selama harga tidak menembus area support utama, peluang untuk melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi tetap terbuka. Koreksi jangka pendek justru bisa menjadi peluang beli bagi trader yang menunggu harga di area bawah.

Secara fundamental, prospek perak juga didukung oleh meningkatnya permintaan industri dan harapan akan penurunan suku bunga oleh The Fed. Kedua faktor ini membuat logam putih tersebut tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global, meski pergerakan harga jangka pendek masih berpotensi fluktuatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) menguat di kisaran $3.905 pada awal sesi Asia, Senin (6/10), didorong oleh meningkatnya ketidakpastian akibat potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Kegagalan Senat AS dalam mengesahkan proposal anggaran untuk keempat kalinya memperpanjang kebuntuan politik, sehingga menambah kekhawatiran investor dan mendorong aliran dana menuju aset aman seperti emas.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa semakin lama pemerintah AS tetap ditutup, tekanan bullish terhadap harga emas akan semakin kuat. Sebaliknya, jika muncul kesepakatan mendadak untuk membuka kembali pemerintahan, hal itu bisa menekan harga logam mulia. Situasi ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan politik dan ekonomi di AS yang masih sulit diprediksi.

Selain faktor politik, meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed juga memperkuat daya tarik emas. Berdasarkan perhitungan LSEG, pasar memperkirakan penurunan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober mendatang, dengan total sekitar dua kali pemangkasan hingga akhir tahun. Penurunan suku bunga berpotensi menurunkan biaya peluang dalam memegang emas, sehingga mendukung kenaikan harga. Meski demikian, aksi ambil untung jangka pendek bisa saja terjadi setelah emas mencatatkan reli selama delapan minggu berturut-turut.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam tren naik kuat dan saat ini bertahan di sekitar $3.905 setelah sempat menyentuh level tertinggi $3.956. Berdasarkan grafik 4 jam, pergerakan harga masih berada di dalam channel naik, dengan area penopang penting (demand zone) di sekitar $3.861 hingga $3.836. Selama harga tidak turun di bawah area ini, peluang untuk naik kembali masih terbuka menuju area $3.950.

Meski begitu, tekanan jual mulai muncul di area atas, menandakan potensi koreksi jangka pendek. Jika terjadi penurunan, area $3.861–$3.840 bisa menjadi titik pantul bagi pembeli baru. Namun bila harga gagal bertahan di sana, emas bisa melemah lebih dalam ke kisaran $3.730.

Secara keseluruhan, tren emas masih positif selama garis tren naik belum ditembus. Sentimen pasar juga masih mendukung karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketidakpastian politik di AS membuat emas tetap diminati sebagai aset aman.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI naik 0,7% dan ditutup di level $60,90 per barel, setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan tajam. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah sentimen negatif yang membuat harga minyak tetap mencatat penurunan mingguan sekitar 7%. Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan konsekuensi serius jika Hamas menolak rencana perdamaian Gaza, sehingga perhatian investor sempat beralih dari keputusan penting OPEC+ terkait pasokan minyak global.

Futures sempat menyentuh level tertinggi di $61 per barel setelah sebelumnya jatuh ke posisi terendah dalam lima bulan terakhir. Kekhawatiran pasar meningkat bahwa konflik yang lebih luas di Timur Tengah dapat mengganggu aliran pasokan dari kawasan tersebut, yang menyumbang sekitar sepertiga dari total pasokan minyak dunia. Di sisi lain, laporan serangan Ukraina terhadap kilang Orsk Rusia menambah fokus investor pada ketahanan pasokan energi dari negara tersebut di tengah terus berlangsungnya serangan terhadap infrastruktur minyak.

Meski ketegangan geopolitik meningkat, harga minyak masih tertekan oleh prospek kenaikan pasokan dari OPEC+ dan kekhawatiran mengenai potensi penutupan pemerintahan AS. Ekspektasi peningkatan produksi dari negara-negara produsen utama membuat pasar sulit bangkit secara signifikan. Kombinasi faktor geopolitik, kebijakan pasokan, dan ketidakpastian ekonomi global terus menciptakan dinamika harga yang fluktuatif di pasar energi dunia.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh area demand di sekitar $60,60 per barel, yang kini berperan sebagai zona penyangga kuat. Dari sisi teknikal, pergerakan harga membentuk pola Change of Character (ChoCH) dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area supply di kisaran $61,88–$62,30. Kenaikan ini menandakan minat beli mulai meningkat setelah tekanan jual yang cukup panjang dalam beberapa sesi terakhir.

Namun, jika harga gagal menembus area supply tersebut, potensi koreksi dapat muncul kembali menuju zona Fibonacci 50–61,8%, yang berkisar antara $60,80–$60,95. Area ini akan menjadi titik uji penting bagi kekuatan tren naik jangka pendek. Jika pembeli mampu mempertahankan momentum di atas level ini, peluang melanjutkan tren bullish ke atas $62 semakin terbuka.

Secara keseluruhan, arah harga minyak dunia masih bergantung pada kombinasi faktor teknikal dan fundamental, termasuk kebijakan OPEC+ dan dinamika geopolitik Timur Tengah. Selama harga tetap bertahan di atas area demand, potensi pemulihan menuju zona resistance tetap terbuka lebar. Namun, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi menjelang keputusan pasokan global dan perkembangan situasi politik yang masih belum stabil.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI naik tipis ke sekitar $60,8 per barel pada Jumat (03/10/25), tetapi masih berada di dekat level terendah empat bulan dan menuju pekan terburuk sejak Juni. Tekanan utama datang dari ekspektasi bahwa OPEC+ akan melanjutkan kenaikan produksi. Laporan menyebutkan kelompok produsen itu berpotensi menambah pasokan hingga 500.000 barel per hari pada November, tiga kali lipat dari peningkatan Oktober, seiring upaya Arab Saudi merebut kembali pangsa pasar.

Kekhawatiran kelebihan suplai semakin besar setelah data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS meningkat minggu lalu, sementara aktivitas penyulingan dan permintaan melemah. Sentimen pasar juga tertekan oleh kemungkinan shutdown pemerintah AS yang bisa menekan aktivitas ekonomi, ditambah dimulainya kembali ekspor minyak Kurdi dari Irak yang memperburuk kondisi pasokan global.

Di sisi lain, tekanan geopolitik terus meningkat setelah menteri keuangan G7 berjanji memperketat langkah terhadap Rusia dengan menarget pihak-pihak yang memperluas pembelian minyaknya. Situasi ini menambah ketidakpastian bagi pasar energi, meski fokus investor tetap pada prospek produksi OPEC+ dan tren permintaan global dalam beberapa bulan mendatang.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI diperdagangkan di sekitar $60,6 per barel setelah mengalami tekanan jual tajam. Secara teknikal, area $59,324 menjadi support penting yang bisa menahan pelemahan lebih dalam. Selama level ini terjaga, ada peluang rebound menuju zona resistance terdekat di $61,244. Pergerakan di antara dua level ini akan menentukan arah tren jangka pendek.

Jika harga gagal bertahan di atas support $59,324, tekanan bearish berpotensi berlanjut hingga ke area lebih rendah. Sentimen oversupply global, rencana OPEC+ menaikkan produksi, serta melemahnya permintaan masih menjadi faktor dominan yang membebani harga. Koreksi lanjutan bisa membuka jalan menuju target bawah baru jika tekanan pasokan tidak mereda.

Namun, bila terjadi pantulan kuat dari area support, minyak berpeluang menguji kembali area supply di atas $61.000. Rebound ini bisa didukung faktor teknikal jangka pendek dan potensi aksi ambil untung dari pelaku pasar. Meski demikian, tren keseluruhan masih rapuh sehingga pergerakan harga tetap dipengaruhi kombinasi fundamental global dan dinamika pasar energi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze