Harga emas (XAU/USD) mengawali pekan dengan penguatan setelah berhasil menghentikan tren pelemahan selama tiga hari beruntun. Dukungan datang dari turunnya harga minyak mentah menyusul munculnya peta jalan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan oleh mediator Qatar dan Pakistan. Meredanya tekanan harga energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, ruang kenaikan emas masih terbatas karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Sikap hawkish bank sentral AS, ditambah pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan fokus pada stabilitas harga, mendorong penguatan dolar AS dan menekan prospek kenaikan logam mulia dalam jangka pendek.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor penting yang menopang permintaan aset aman. Iran kembali menutup Selat Hormuz dan menuduh AS serta Israel melanggar gencatan senjata, sementara konflik di Timur Tengah dan meningkatnya serangan Rusia di Ukraina terus memicu ketidakpastian global. Kondisi ini membuat investor tetap waspada, karena pergerakan emas akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter AS dalam beberapa waktu ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil bertahan di area support kuat sekitar 4.169. Level ini bertepatan dengan area golden ratio Fibonacci 61,8%, yang sering menjadi titik pantulan harga. Selama emas mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target terdekat berada di area 4.245, sementara target lanjutan berada di kisaran 4.275.

Dari sisi teknikal, terbentuk pola rebound yang mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah tekanan jual mulai mereda. Namun, skenario bullish akan batal apabila harga menembus support 4.137, yang dapat memicu tekanan jual lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di area support saat ini sebagai penentu arah pergerakan emas berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah diperdagangkan di sekitar US$76 per barel pada Jumat (19/06) dan bersiap mencatat penurunan mingguan sekitar 10%. Pelemahan ini terjadi setelah pasar merespons positif membaiknya kondisi pelayaran di Selat Hormuz menyusul berlakunya perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang sebelumnya memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Komando Pusat Amerika Serikat telah mencabut pembatasan lalu lintas menuju dan dari pelabuhan serta perairan pesisir Iran. Sementara itu, Joint Maritime Information Center merekomendasikan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk mengambil jalur yang lebih dekat ke wilayah Oman guna meminimalkan risiko ranjau. Langkah tersebut meningkatkan optimisme terhadap pemulihan aktivitas distribusi energi global.

Sejumlah kapal tanker yang sebelumnya tertahan mulai kembali melintasi jalur strategis tersebut sejak Kamis. Di saat yang sama, Kuwait mengumumkan rencana peningkatan produksi minyak untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi ini membuat harga minyak kehilangan hampir seluruh kenaikan yang terbentuk sejak konflik di Timur Tengah pecah pada akhir Februari, seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOIL) masih bergerak dalam fase koreksi dengan area 76,67–77,74 menjadi zona resistance penting yang perlu diperhatikan. Secara teknikal, harga sempat melakukan pemantulan dari level rendah dan berpotensi naik menuju area golden ratio di sekitar 76,68 sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, tren jangka pendek masih cenderung bearish.

Jika penolakan di area resistance kembali terjadi, minyak berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support pertama di sekitar 72,77. Tekanan jual yang lebih kuat dapat membawa harga menguji target berikutnya di area 71,05 yang menjadi support utama. Namun, skenario penurunan ini dapat berubah apabila USOIL berhasil bertahan di atas 77,74, sehingga membuka peluang penguatan menuju level yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah US$4.200 per ons pada Jumat (19/06), menghapus kenaikan yang sempat terjadi pada awal pekan. Pelemahan ini terjadi setelah sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, The Fed, lebih mendominasi sentimen pasar dibanding dampak positif dari kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang menekan harga minyak serta meredakan kekhawatiran inflasi.

Pada Rabu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Namun, para pembuat kebijakan menunjukkan dukungan yang semakin besar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Prospek biaya pinjaman yang lebih tinggi membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil menjadi berkurang karena investor memiliki alternatif investasi yang lebih menguntungkan.

Di sisi lain, pelaku pasar menyambut membaiknya kondisi pelayaran di Selat Hormuz setelah perjanjian damai sementara AS-Iran mulai berlaku. Kesepakatan tersebut mengakhiri konflik berkepanjangan yang sebelumnya memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah. Meski demikian, investor masih bersikap waspada karena pemulihan aktivitas pelayaran dan distribusi energi diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk kembali ke tingkat normal seperti sebelum konflik yang dimulai pada akhir Februari.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area resistance di sekitar 4.281. Pelemahan berlanjut seiring dominasi tren bearish yang terlihat dari rangkaian lower high dan lower low pada grafik satu jam. Selama harga belum mampu kembali menembus zona 4.282, potensi penurunan masih terbuka dengan area 4.220 sebagai batas penting yang kini berubah menjadi resistance jangka pendek.

Dari sisi analisa teknikal, target penurunan terdekat berada di area 4.119 yang menjadi support pertama. Jika tekanan jual terus berlanjut, harga emas berpotensi menguji level 4.057 sebagai target berikutnya. Namun, skenario bearish dapat melemah apabila XAU/USD berhasil kembali menembus dan bertahan di atas 4.282, yang berpeluang memicu rebound menuju area resistance yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di atas level 100 pada perdagangan Kamis (18/06) setelah melonjak hampir 1% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga, namun memberikan sinyal yang lebih kuat terkait kemungkinan pengetatan kebijakan di masa mendatang.

Bank sentral AS juga menaikkan proyeksi inflasi secara signifikan seiring meningkatnya dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah. Selain itu, setengah anggota FOMC kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga pada 2026, memperkuat sentimen positif terhadap mata uang dolar.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan komitmen bank sentral untuk mengembalikan inflasi ke target 2%, meski belum memberikan petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya. Di sisi geopolitik, pasar turut mencermati kesepakatan sementara yang ditandatangani Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, meskipun implementasinya masih menunggu kepastian lebih lanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik harian menunjukkan momentum bullish yang semakin kuat setelah berhasil bertahan di atas area support utama sekitar 97,00. Struktur harga juga membentuk rangkaian higher low yang mengindikasikan dominasi pembeli masih terjaga. Saat ini, pergerakan harga sedang menguji zona resistensi penting di kisaran 100,40–101,50 yang menjadi penentu arah selanjutnya.

Apabila DXY mampu menembus area hambatan tersebut secara meyakinkan, peluang kenaikan menuju target berikutnya di sekitar 104,00 akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika terjadi penolakan, koreksi sehat berpotensi membawa harga kembali menguji area demand sebelum melanjutkan tren naik. Selama bertahan di atas support kunci, prospek jangka menengah tetap cenderung positif dengan fokus pasar pada potensi breakout di atas level psikologis 100.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia kembali menguat dan menembus level US$4.300 per ounce pada perdagangan Kamis (18/06), setelah pulih dari tekanan yang terjadi sehari sebelumnya. Sentimen positif muncul usai Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global.

Berdasarkan laporan yang beredar, kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat serta pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Langkah ini meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas geopolitik, sementara pembahasan mengenai program nuklir Iran dan insentif ekonomi tambahan masih akan berlanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.

Meski demikian, kenaikan emas masih dibayangi sikap hawkish Federal Reserve, harga logam mulia sempat anjlok hampir 2% setelah bank sentral AS memberi sinyal dukungan yang lebih kuat terhadap kenaikan suku bunga tahun ini. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan inflasi masih berada di atas target 2%, sehingga komitmen menjaga stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama kebijakan moneter Amerika Serikat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil memantul dari area support utama. Pada grafik 1 jam, harga bertahan di atas level Fibonacci Golden Ratio yang menjadi zona penting bagi kelanjutan tren naik. Kondisi ini menunjukkan pembeli masih menjaga kendali pasar meskipun volatilitas tetap tinggi pasca pergerakan tajam sebelumnya.

Secara teknikal, peluang bullish tetap terbuka selama emas mampu bertahan di atas area 4.261. Jika momentum beli berlanjut, harga berpotensi menguji resistance terdekat di sekitar 4.360 sebelum mengarah ke target berikutnya di area 4.399. Sebaliknya, penembusan di bawah support dapat memicu aksi jual lanjutan dan membawa harga menuju zona 4.219 sebagai area validasi tren berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia kembali melemah dan turun di bawah level US$76 per barel pada perdagangan Kamis (18/06). Penurunan ini memperpanjang tren koreksi menuju titik terendah sejak awal Maret setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani secara digital perjanjian damai sementara. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman tersebut telah berlaku, meskipun belum ada kepastian apakah Iran sudah mulai mengambil langkah penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz serta pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Di sisi lain, pembahasan terkait program nuklir Iran dan kemungkinan insentif ekonomi tambahan masih akan berlanjut. Pelaku pasar juga terus memantau perusahaan pelayaran yang sebelumnya menghentikan aktivitas transit akibat ketegangan dan blokade di kawasan tersebut.

Sentimen negatif semakin kuat setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi kelebihan pasokan minyak global dalam beberapa tahun mendatang. IEA memperkirakan pasokan minyak dunia akan bertambah sekitar 8 juta barel per hari hingga 2027, sementara pertumbuhan permintaan hanya mencapai 2 juta barel per hari. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap surplus pasokan, sehingga menekan harga minyak lebih lanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI (USOIL) masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance. Pada grafik 30 menit, tren jangka pendek menunjukkan dominasi seller dengan peluang koreksi teknikal menuju area support 74.133. Selama harga tetap berada di bawah level 75.527, potensi pelemahan masih terbuka dan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati terhadap peluang rebound yang terbatas.

Jika tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya berada di kisaran 73.495 sebagai area support utama. Namun, skenario bearish akan mulai melemah apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 76.209 yang menjadi zona invalidasi resistance. Pergerakan di area tersebut dapat memicu perubahan sentimen dan membuka peluang pemulihan harga dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% – 3,75% pada pertemuan Juni 2026. Keputusan ini menjadi kali keempat secara berturut-turut The Fed menahan suku bunga di tengah inflasi yang masih bertahan dan ketidakpastian mengenai kecepatan penurunan tekanan harga dalam perekonomian AS.

Pertemuan kali ini menjadi sorotan karena merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Meski awalnya dianggap cenderung mendukung pelonggaran kebijakan moneter, pandangan pasar kini berubah dengan melihat Warsh lebih berhati-hati terhadap pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, harga minyak dunia masih berada di atas level sebelum konflik meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai sementara.

Investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru The Fed, termasuk publikasi “dot plot” yang memberikan gambaran arah suku bunga ke depan. Namun, sejumlah analis memperkirakan Kevin Warsh belum akan berpartisipasi dalam proyeksi tersebut. Sebelumnya, pada Maret 2026, The Fed memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026 dan satu kali lagi pada 2027, sehingga pasar menunggu sinyal baru terkait kebijakan moneter selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di atas area psikologis 100,00. Secara teknikal, harga kini bergerak di dekat zona support 99,20 yang menjadi area penting bagi arah pergerakan selanjutnya. Struktur pasar menunjukkan dominasi bearish jangka pendek, sementara area resistance di sekitar 99,54 menjadi batas yang harus ditembus untuk membuka peluang pemulihan lebih lanjut.

Apabila tekanan jual berlanjut, DXY berpotensi menguji demand zone pada kisaran 98,90 yang menjadi target penurunan berikutnya. Namun, jika pembeli mampu mempertahankan support dan mendorong harga kembali menembus resistance terdekat, peluang rebound menuju area 99,54 hingga 100,00 kembali terbuka. Pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di sekitar level kunci tersebut guna mengonfirmasi arah tren berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak stabil di kisaran US$75,80 per barel pada perdagangan Asia, Rabu (17/06), setelah sebelumnya anjlok hampir 5%. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali ekspor minyak Iran serta menambah pasokan energi global dalam jumlah besar.

Rencana penandatanganan perjanjian interim di Swiss pada Jumat mendatang diyakini dapat memberikan kelonggaran ekonomi bagi Teheran dan memperlancar pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Meski demikian, sejumlah analis menilai pasar terlalu cepat merespons kabar positif tersebut karena masih terdapat berbagai kendala, mulai dari sanksi ekonomi, kompensasi keuangan, hingga isu nuklir yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Ke depan, tambahan produksi dari Iran, peningkatan kuota ekspor OPEC+, serta bertambahnya output dari Uni Emirat Arab diperkirakan akan memperkuat pasokan minyak global. Namun, prospek tersebut berlawanan dengan kondisi terbaru di Amerika Serikat, di mana persediaan minyak mentah dilaporkan turun 8,3 juta barel dalam sepekan terakhir, menandakan permintaan energi yang masih kuat dan berpotensi menopang harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL masih bergerak dalam tren bearish pada timeframe 30 menit, ditandai oleh rangkaian lower high dan lower low yang terus terbentuk. Saat ini, harga berada di sekitar area 74,70 dan berpotensi melanjutkan pelemahan apabila gagal menembus zona supply kuat di kisaran 76,40 – 77,10. Area tersebut menjadi titik krusial karena bertepatan dengan level resistensi sekaligus batas invalidasi bagi skenario penurunan jangka pendek.

Selama harga bertahan di bawah zona supply, tekanan jual masih mendominasi dengan target pelemahan menuju area 74,07 hingga 74,04 yang merupakan weak low dan target likuiditas terdekat. Namun, apabila terjadi breakout valid di atas 76,40 dan berlanjut menembus 77,10, struktur bearish berpotensi batal sehingga membuka peluang pemulihan menuju level yang lebih tinggi. Fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada respons harga di area resistensi sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia (XAU/USD) masih bergerak melemah menjelang sesi perdagangan Eropa pada Rabu (17/06). Meski demikian, logam mulia ini tetap bertahan di atas level penting dan belum mengalami tekanan jual yang signifikan. Sikap hati-hati pelaku pasar menjelang keputusan kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) membuat pergerakan emas cenderung terbatas. Di sisi lain, melemahnya Dolar AS akibat optimisme kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran memberikan dukungan bagi harga emas.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh kesepakatan awal antara AS dan Iran yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, rincian perjanjian tersebut masih menjadi perdebatan karena adanya perbedaan klaim dari kedua pihak, terutama terkait isu program nuklir Iran. Ketidakpastian ini membuat investor tetap waspada dan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif.

Fokus utama pasar kini tertuju pada hasil rapat Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan. Investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, guna mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Jika bank sentral AS menunjukkan sikap yang lebih dovish, harga emas berpotensi melanjutkan pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah tahun ini pada pekan lalu.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik satu jam masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus area resistance kuat di kisaran 4.355. Struktur pergerakan menunjukkan potensi koreksi jangka pendek menuju zona demand 4.296 – 4.280 yang saat ini menjadi area penting bagi pembeli. Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, tren naik masih memiliki peluang untuk berlanjut dengan minat beli yang kembali muncul dari area diskon.

Secara teknikal, zona 4.296 menjadi level kunci yang perlu diperhatikan karena berpotensi menjadi titik pantulan sebelum harga melanjutkan kenaikan menuju target 4.355 hingga 4.369. Skenario bullish tetap dominan selama support 4.280 tidak ditembus. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga bergerak di bawah area invalidasi tersebut, peluang pelemahan yang lebih dalam dapat terbuka sehingga pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar level support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah turun di bawah US$82 per barel pada Selasa (16/06) setelah anjlok hampir 5% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi dunia.

Perjanjian sementara tersebut dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa aliran minyak dari kawasan Teluk Persia akan kembali normal setelah kesepakatan mulai berlaku. Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu rincian resmi karena hingga kini Washington dan Teheran belum merilis isi memorandum kesepahaman yang menjadi dasar kesepakatan tersebut.

Ketidakpastian itu membuat perusahaan pelayaran memilih menunda pengiriman kapal melalui Selat Hormuz hingga ada kejelasan lebih lanjut. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, pasar minyak global mengalami gangguan signifikan karena jalur tersebut menangani sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dunia. Jika akses kembali normal, tekanan terhadap pasokan energi berpotensi mereda dan dapat memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOIL) masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil mempertahankan area demand zone di sekitar 78,88 – 79,00. Secara teknikal, level Fibonacci 61,8% di kisaran 79,15 menjadi support penting yang menjaga momentum kenaikan tetap terjaga. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan menuju resistance 80,13 masih terbuka, dengan target lanjutan berada di sekitar 80,57.

Meski tren jangka pendek cenderung positif, pergerakan harga berpotensi mengalami koreksi sehat sebelum melanjutkan reli. Jika tekanan jual meningkat hingga menembus 79,15, minyak berisiko melemah menuju area 78,54 yang menjadi batas invalidasi skenario bullish. Namun, struktur harga yang masih membentuk kenaikan bertahap menunjukkan dominasi pembeli tetap kuat, sehingga peluang menguji area resistance terdekat masih lebih besar dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze