Harga perak melesat di atas $44 per ons, mendekati level tertinggi 14 tahun. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan industri serta keterbatasan pasokan fisik, yang berhasil menahan tekanan dari data ekonomi AS yang lebih kuat dan mendorong imbal hasil obligasi serta dolar. Situasi ini menandakan adanya dorongan fundamental yang solid bagi pasar logam mulia, terutama perak.

Dari sisi konsumsi, kebutuhan perak untuk panel surya dan elektronik terus meningkat. Peran perak yang sulit digantikan dalam teknologi tersebut mendorong kenaikan permintaan jangka pendek. Kondisi ini semakin memperkuat daya tarik perak sebagai komoditas strategis, di tengah tren global menuju energi ramah lingkungan dan digitalisasi yang semakin pesat.

Sementara itu, pasokan perak terbatas karena sebagian besar dihasilkan sebagai produk sampingan dari tambang logam dasar. Produksi tidak bisa cepat ditingkatkan meski harga melonjak, ditambah adanya gangguan peleburan di beberapa pusat penyulingan utama. Hambatan tersebut memperketat ketersediaan logam fisik dan memicu kenaikan premi untuk pengiriman jangka pendek. Namun, data positif AS seperti revisi PDB kuartal II ke 3,8% dan klaim pengangguran terendah sejak Juli membatasi ruang kenaikan lebih lanjut bagi harga perak.

Pergerakan perak saat ini menunjukkan dominasi pembeli dengan prospek penguatan yang masih terbuka, namun kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi koreksi bisa muncul sewaktu-waktu jika harga gagal bertahan di level kunci.

OPINI ANALIS TRAZE

Perak (XAG/USD) bergerak di sekitar $44,76 per ons, tetap bullish setelah bertahan di atas pivot $44,58. Momentum beli mendukung peluang kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Target terdekat ada di R1 $45,41 lalu R2 $46,04, dengan potensi menuju R3 $46,87 bila sentimen positif berlanjut. Indikator teknikal masih memberi ruang penguatan.

Namun, jika koreksi muncul, pivot $44,58 jadi penentu. Tembus ke bawah bisa bawa harga ke S1 $43,95 hingga S2 $43,12, meski tren jangka pendek tetap condong naik selama support terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi harian di $3,761, sebelum terkoreksi ke $3,733 setelah rilis data tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memicu keraguan pasar terhadap alasan pemangkasan suku bunga pekan lalu. Saat ini, pelaku pasar fokus menantikan rilis data inflasi AS yang dijadwalkan pada Jumat, yang dapat menjadi katalis baru bagi pergerakan XAU/USD.

Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS untuk pekan yang berakhir 20 September turun di bawah ekspektasi, sementara Klaim Lanjutan juga mencatat perbaikan, menandakan pasar tenaga kerja masih solid. Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2025 direvisi naik menjadi 3,8%, dan Pesanan Barang Tahan Lama melampaui perkiraan. Kondisi ini mendorong aksi ambil untung pada emas, meski harganya tetap bertahan di atas level psikologis $3,700.

Dari sisi kebijakan moneter, pejabat Federal Reserve menunjukkan pandangan terbelah. Stephen Miran dan Michelle Bowman cenderung dovish, mendukung pemangkasan lanjutan karena pasar kerja dinilai rentan. Sebaliknya, Jeffrey Schmid dan Austan Goolsbee menekankan risiko inflasi yang berkelanjutan dan menyebut kebijakan saat ini sudah cukup restriktif. Fokus investor kini tertuju pada data Core PCE, Sentimen Konsumen Universitas Michigan, serta pidato pejabat Fed untuk menentukan arah emas berikutnya.

XAUUSD– Technical Analysis

Emas berisiko melanjutkan pelemahan selama tekanan jual bertahan, dengan perhatian utama tertuju pada support kunci yang bisa menentukan arah berikutnya menjelang rilis data inflasi AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) terlihat membentuk pola segitiga menurun (descending triangle) setelah gagal menembus area resistance di sekitar $3,766. Tekanan jual mulai mendominasi karena harga bergerak di bawah level pivot $3,744. Indikator teknikal juga mengonfirmasi momentum melemah, membuka peluang koreksi lebih dalam dalam jangka pendek.

Jika tekanan berlanjut, level support pertama di $3,726 berpotensi diuji, dengan target berikutnya di $3,704. Penembusan di bawah area ini bisa mempercepat penurunan menuju $3,687. Sebaliknya, bila harga bertahan di atas $3,726 dan mampu rebound, peluang retest ke $3,744 hingga $3,766 kembali terbuka.

Secara keseluruhan, arah pergerakan emas saat ini cenderung bearish selama tetap berada di bawah garis tren menurun. Trader disarankan mencermati reaksi harga di sekitar support kunci, karena pergerakan tajam bisa terjadi menjelang rilis data inflasi AS yang berpotensi menjadi katalis besar bagi XAU/USD.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melonjak di atas $65 per barel pada Jumat (26/09/25), mendekati level tertinggi tiga minggu dan mencatatkan kenaikan mingguan terkuat sejak awal Juni. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran pasokan akibat konflik yang melibatkan Rusia, setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghentikan impor minyak dari Moskow sebagai bentuk tekanan tambahan terkait perang di Ukraina.

Situasi semakin tegang ketika infrastruktur energi Rusia diserang Ukraina awal pekan ini, mendorong Moskow memangkas ekspor bahan bakar dan mempertimbangkan pengurangan produksi minyak mentah. Wakil Perdana Menteri Rusia, Alexander Novak, menyatakan larangan ekspor solar akan diperpanjang hingga akhir tahun, bersamaan dengan perpanjangan larangan ekspor bensin akibat menurunnya kapasitas kilang yang menimbulkan kelangkaan pada sejumlah jenis bahan bakar.

Meski sentimen bullish cukup kuat, pasar juga menghadapi faktor penyeimbang. Kembalinya ekspor minyak Kurdi menambah pasokan, sementara berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga oleh The Fed menekan prospek pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi global. Kondisi ini membuat harga minyak berpotensi bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter.

USOIL – Technical Analysis

Minyak WTI berpeluang lanjut naik menuju resistance, namun risiko koreksi tetap terbuka jika support kunci ditembus.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI bertahan di sekitar $65 per barel dengan tren naik didukung ketegangan pasokan global. Support terdekat berada di $64,71–$64,28, yang bisa menjadi pijakan bila terjadi koreksi.

Secara teknikal, resistance utama di $65,52 dan $65,95 berpotensi diuji dalam waktu dekat. Pola grafik H1 menunjukkan konsolidasi sehat, sementara indikator Williams %R menandakan momentum bullish meski rawan koreksi singkat.

Selama harga mampu bertahan di atas $64,71, peluang menuju $65,95 hingga $66,76 tetap terbuka. Namun jika gagal, tekanan jual bisa menarik harga kembali ke area $64,28.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze