Harga emas melonjak menembus level psikologis $4.000 per ons pada Rabu (08/10), mencatat rekor baru seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran ekonomi global. Ketidakpastian makin dalam setelah penutupan pemerintahan AS memasuki minggu kedua, menunda rilis data ekonomi penting yang menjadi acuan kondisi ekonomi negara tersebut.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter longgar The Fed turut memperkuat reli emas. Pasar memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada Oktober dan Desember. Di sisi lain, krisis politik di Prancis serta pergantian kepemimpinan di Jepang menambah tekanan psikologis bagi pelaku pasar, mendorong investor global mengalihkan portofolio ke logam mulia.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak lebih dari 50%, didorong oleh ketegangan perdagangan, gejolak geopolitik, dan pelemahan dolar AS. Bank sentral dunia terus meningkatkan cadangan emasnya, sementara pemangkasan suku bunga oleh The Fed bulan lalu memperkuat arus masuk ke ETF berbasis emas. Momentum ini menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah badai ekonomi global.

XAUUSD – Technical Analysis


OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) tetap kuat di atas $4.000 per ons, menegaskan dominasi tren naik setelah serangkaian break of structure yang menandakan potensi reli lanjutan menuju area $4.075. Meski demikian, peluang koreksi ringan tetap terbuka sebelum kenaikan berikutnya.

Zona demand di kisaran $3.850–$3.830 menjadi area penting yang bisa memicu pembalikan jika harga terkoreksi. Selama bertahan di atas $3.800, bias teknikal masih positif dengan momentum bullish yang terjaga.

Didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik global, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju rekor baru, memperkuat statusnya sebagai aset lindung nilai utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS naik ke sekitar 98,2 pada Selasa (07/10), melanjutkan penguatan setelah kebuntuan politik memperpanjang penutupan pemerintahan hingga hari ketujuh. Gagalnya usulan pendanaan dari Partai Demokrat dan Republik di Senat membuat ketidakpastian meningkat, sementara pemimpin Demokrat Chuck Schumer membantah klaim Presiden Donald Trump bahwa negosiasi masih berlangsung. Situasi ini menambah tekanan politik menjelang keputusan penting kebijakan moneter.

Dari sisi ekonomi, data terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% bulan ini, disusul penurunan lanjutan pada Desember. Pelaku pasar kini menantikan sinyal baru dari pejabat bank sentral, termasuk komentar Gubernur The Fed Stephen Miran pada Rabu dan Ketua Jerome Powell pada Kamis, yang diperkirakan akan memberikan arah lebih jelas bagi kebijakan moneter AS.

Selain faktor domestik, penguatan dolar juga didorong oleh pelemahan euro dan yen. Pengunduran diri pemerintahan baru Prancis dan terpilihnya pemimpin dovish di Jepang menambah tekanan pada kedua mata uang tersebut, sehingga dolar mendapatkan dukungan tambahan di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) mengalami koreksi dari area supply 98.200 namun masih menunjukkan potensi penguatan selama harga bertahan di zona demand 97.200–96.700. Area ini menjadi titik pertahanan penting yang berpotensi memicu reversal apabila tekanan jual mulai mereda.

Struktur harga masih mencerminkan pola higher low, menandakan momentum bullish belum sepenuhnya hilang. Jika pantulan terjadi dari area demand, peluang kenaikan menuju 98.200 bahkan 98.850 tetap terbuka, sejalan dengan proyeksi Fibonacci extension.

Namun, jika harga menembus di bawah 96.700, tekanan jual dapat meningkat signifikan dan memperpanjang koreksi menuju 96.300. Reaksi harga di zona demand akan menjadi penentu arah dolar berikutnya dalam beberapa sesi perdagangan mendatang.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI menguat mendekati $61,8 per barel pada Selasa (07/10), memperpanjang reli untuk sesi ketiga berturut-turut. Kenaikan ini terjadi setelah OPEC+ mengumumkan peningkatan produksi yang lebih kecil dari perkiraan, yakni hanya 137.000 barel per hari untuk November, sama seperti bulan sebelumnya. Keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan jangka pendek dan memberikan dorongan pada harga minyak global.

Dukungan tambahan datang dari gangguan pasokan di Rusia, setelah laporan menyebutkan serangan drone Ukraina terhadap kilang Kirishi pada akhir pekan lalu menghentikan unit distilasi utama. Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, yang dapat memperketat suplai di kawasan tersebut. Kondisi ini turut memperkuat sentimen bullish di pasar energi, meski investor tetap berhati-hati menghadapi volatilitas jangka pendek.

Namun, potensi kenaikan harga minyak masih tertahan oleh kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan global akibat meningkatnya produksi dari anggota dan non-anggota OPEC+. Selain itu, lemahnya permintaan akibat perlambatan ekonomi di beberapa wilayah utama membuat prospek harga jangka panjang belum sepenuhnya positif. Pelaku pasar kini menanti data stok minyak AS untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI mulai bangkit dari area support kuat di sekitar $60,20 per barel, menandakan potensi pembalikan arah ke atas. Pola pada grafik 4 jam menunjukkan peluang kenaikan menuju $61,15 dan $63,01, selama harga bertahan di atas support utama tersebut.

Sinyal Break of Structure mengonfirmasi momentum bullish baru, dengan potensi lanjutan ke area supply $65–$66 jika resistance $63,01 berhasil ditembus. Namun, penurunan di bawah $60,20 bisa memicu sentimen negatif dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

Secara teknikal, tren jangka pendek masih positif, didukung faktor fundamental seperti pengendalian produksi OPEC+ dan gangguan pasokan Rusia yang menjaga tekanan beli tetap kuat di pasar energi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di sekitar level $3.960 per ons pada Selasa (07/10), mendekati rekor tertingginya di awal sesi perdagangan. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Situasi semakin tegang setelah penutupan pemerintahan AS berlanjut, disertai ancaman PHK massal pegawai federal dari Gedung Putih, yang membuat pasar kehilangan akses terhadap data ekonomi penting untuk menilai kekuatan ekonomi Amerika.

Kondisi ini semakin menyulitkan langkah The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Meski demikian, pelaku pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini dan satu kali lagi pada Desember. Sementara itu, ketidakstabilan politik di Prancis dan Jepang turut memperburuk sentimen pasar, mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Secara keseluruhan, harga emas telah melonjak sekitar 50% sepanjang tahun ini, mencerminkan kuatnya permintaan sebagai aset lindung nilai. Sentimen positif ini juga diperkuat oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia, meningkatnya arus masuk ETF berbasis emas, serta pelemahan dolar AS yang terus berlanjut.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih menunjukkan momentum bullish kuat, mendekati level psikologis $3.980 per ons. Namun, grafik 4 jam memperlihatkan potensi koreksi teknikal jangka pendek menuju area demand di sekitar $3.850–$3.880, sebelum kemungkinan melanjutkan reli. Area ini menjadi zona penting bagi buyer untuk mempertahankan tren naik yang telah terbentuk sejak awal Oktober.

Break of Structure (BOS) yang terjadi menandakan adanya kekuatan beli yang masih dominan, meski resistance di area $3.977 berpotensi menjadi penghalang sementara. Jika harga mampu menembus level ini dan bertahan di atasnya, peluang menuju target lanjutan di $4.020 hingga $4.075 semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $3.900 bisa memicu koreksi lebih dalam sebelum buyer kembali menguat.

Secara keseluruhan, struktur pasar emas masih mendukung bias bullish dengan tren jangka menengah yang positif. Dukungan fundamental seperti ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan meningkatnya permintaan safe haven berpotensi memperkuat reli. Trader disarankan menunggu konfirmasi reaksi harga di area demand untuk peluang entry yang lebih aman dan terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak menembus level $48,3 per ons pada Senin (06/10), menjadi yang tertinggi sejak April 2011. Kenaikan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap penutupan pemerintahan AS yang masih berlangsung serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Situasi tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti perak di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat.

Kegagalan para anggota parlemen AS mencapai kesepakatan anggaran membuat sejumlah program federal terhenti dan penundaan rilis data penting, termasuk laporan ketenagakerjaan September. Kondisi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25% bulan ini dan kembali melakukannya pada Desember. Pelaku pasar kini menantikan pernyataan dari Gubernur Fed Stephen Miran pada Rabu dan Ketua Jerome Powell pada Kamis untuk petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.

Selain faktor makro, perak juga mendapat dorongan dari sisi fundamental pasokan. Silver Institute memperkirakan defisit pasar global perak akan berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut pada 2025, menandakan pasokan yang semakin ketat di tengah tingginya permintaan industri dan investasi. Kombinasi antara ketegangan geopolitik, prospek penurunan suku bunga, dan kekurangan pasokan membuat prospek harga perak tetap bullish dalam waktu dekat.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) terus menguat dan sempat menyentuh area $48,5 per ons, menunjukkan dorongan beli yang masih kuat. Namun, di level ini harga mulai menemui tekanan karena berada di area supply atau zona jual. Jika koreksi terjadi, perak berpotensi turun lebih dulu untuk menguji area support di kisaran $47–$47,5 sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Dari sisi teknikal, tren perak masih tergolong naik karena harga terus membentuk higher low dan menembus struktur sebelumnya. Selama harga tidak menembus area support utama, peluang untuk melanjutkan reli ke level yang lebih tinggi tetap terbuka. Koreksi jangka pendek justru bisa menjadi peluang beli bagi trader yang menunggu harga di area bawah.

Secara fundamental, prospek perak juga didukung oleh meningkatnya permintaan industri dan harapan akan penurunan suku bunga oleh The Fed. Kedua faktor ini membuat logam putih tersebut tetap menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global, meski pergerakan harga jangka pendek masih berpotensi fluktuatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) menguat di kisaran $3.905 pada awal sesi Asia, Senin (6/10), didorong oleh meningkatnya ketidakpastian akibat potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Kegagalan Senat AS dalam mengesahkan proposal anggaran untuk keempat kalinya memperpanjang kebuntuan politik, sehingga menambah kekhawatiran investor dan mendorong aliran dana menuju aset aman seperti emas.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai bahwa semakin lama pemerintah AS tetap ditutup, tekanan bullish terhadap harga emas akan semakin kuat. Sebaliknya, jika muncul kesepakatan mendadak untuk membuka kembali pemerintahan, hal itu bisa menekan harga logam mulia. Situasi ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perkembangan politik dan ekonomi di AS yang masih sulit diprediksi.

Selain faktor politik, meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed juga memperkuat daya tarik emas. Berdasarkan perhitungan LSEG, pasar memperkirakan penurunan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober mendatang, dengan total sekitar dua kali pemangkasan hingga akhir tahun. Penurunan suku bunga berpotensi menurunkan biaya peluang dalam memegang emas, sehingga mendukung kenaikan harga. Meski demikian, aksi ambil untung jangka pendek bisa saja terjadi setelah emas mencatatkan reli selama delapan minggu berturut-turut.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam tren naik kuat dan saat ini bertahan di sekitar $3.905 setelah sempat menyentuh level tertinggi $3.956. Berdasarkan grafik 4 jam, pergerakan harga masih berada di dalam channel naik, dengan area penopang penting (demand zone) di sekitar $3.861 hingga $3.836. Selama harga tidak turun di bawah area ini, peluang untuk naik kembali masih terbuka menuju area $3.950.

Meski begitu, tekanan jual mulai muncul di area atas, menandakan potensi koreksi jangka pendek. Jika terjadi penurunan, area $3.861–$3.840 bisa menjadi titik pantul bagi pembeli baru. Namun bila harga gagal bertahan di sana, emas bisa melemah lebih dalam ke kisaran $3.730.

Secara keseluruhan, tren emas masih positif selama garis tren naik belum ditembus. Sentimen pasar juga masih mendukung karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan ketidakpastian politik di AS membuat emas tetap diminati sebagai aset aman.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI naik 0,7% dan ditutup di level $60,90 per barel, setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan tajam. Kenaikan tipis ini terjadi di tengah sentimen negatif yang membuat harga minyak tetap mencatat penurunan mingguan sekitar 7%. Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan konsekuensi serius jika Hamas menolak rencana perdamaian Gaza, sehingga perhatian investor sempat beralih dari keputusan penting OPEC+ terkait pasokan minyak global.

Futures sempat menyentuh level tertinggi di $61 per barel setelah sebelumnya jatuh ke posisi terendah dalam lima bulan terakhir. Kekhawatiran pasar meningkat bahwa konflik yang lebih luas di Timur Tengah dapat mengganggu aliran pasokan dari kawasan tersebut, yang menyumbang sekitar sepertiga dari total pasokan minyak dunia. Di sisi lain, laporan serangan Ukraina terhadap kilang Orsk Rusia menambah fokus investor pada ketahanan pasokan energi dari negara tersebut di tengah terus berlangsungnya serangan terhadap infrastruktur minyak.

Meski ketegangan geopolitik meningkat, harga minyak masih tertekan oleh prospek kenaikan pasokan dari OPEC+ dan kekhawatiran mengenai potensi penutupan pemerintahan AS. Ekspektasi peningkatan produksi dari negara-negara produsen utama membuat pasar sulit bangkit secara signifikan. Kombinasi faktor geopolitik, kebijakan pasokan, dan ketidakpastian ekonomi global terus menciptakan dinamika harga yang fluktuatif di pasar energi dunia.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh area demand di sekitar $60,60 per barel, yang kini berperan sebagai zona penyangga kuat. Dari sisi teknikal, pergerakan harga membentuk pola Change of Character (ChoCH) dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area supply di kisaran $61,88–$62,30. Kenaikan ini menandakan minat beli mulai meningkat setelah tekanan jual yang cukup panjang dalam beberapa sesi terakhir.

Namun, jika harga gagal menembus area supply tersebut, potensi koreksi dapat muncul kembali menuju zona Fibonacci 50–61,8%, yang berkisar antara $60,80–$60,95. Area ini akan menjadi titik uji penting bagi kekuatan tren naik jangka pendek. Jika pembeli mampu mempertahankan momentum di atas level ini, peluang melanjutkan tren bullish ke atas $62 semakin terbuka.

Secara keseluruhan, arah harga minyak dunia masih bergantung pada kombinasi faktor teknikal dan fundamental, termasuk kebijakan OPEC+ dan dinamika geopolitik Timur Tengah. Selama harga tetap bertahan di atas area demand, potensi pemulihan menuju zona resistance tetap terbuka lebar. Namun, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi menjelang keputusan pasokan global dan perkembangan situasi politik yang masih belum stabil.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI naik tipis ke sekitar $60,8 per barel pada Jumat (03/10/25), tetapi masih berada di dekat level terendah empat bulan dan menuju pekan terburuk sejak Juni. Tekanan utama datang dari ekspektasi bahwa OPEC+ akan melanjutkan kenaikan produksi. Laporan menyebutkan kelompok produsen itu berpotensi menambah pasokan hingga 500.000 barel per hari pada November, tiga kali lipat dari peningkatan Oktober, seiring upaya Arab Saudi merebut kembali pangsa pasar.

Kekhawatiran kelebihan suplai semakin besar setelah data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah, bensin, dan distilat AS meningkat minggu lalu, sementara aktivitas penyulingan dan permintaan melemah. Sentimen pasar juga tertekan oleh kemungkinan shutdown pemerintah AS yang bisa menekan aktivitas ekonomi, ditambah dimulainya kembali ekspor minyak Kurdi dari Irak yang memperburuk kondisi pasokan global.

Di sisi lain, tekanan geopolitik terus meningkat setelah menteri keuangan G7 berjanji memperketat langkah terhadap Rusia dengan menarget pihak-pihak yang memperluas pembelian minyaknya. Situasi ini menambah ketidakpastian bagi pasar energi, meski fokus investor tetap pada prospek produksi OPEC+ dan tren permintaan global dalam beberapa bulan mendatang.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI diperdagangkan di sekitar $60,6 per barel setelah mengalami tekanan jual tajam. Secara teknikal, area $59,324 menjadi support penting yang bisa menahan pelemahan lebih dalam. Selama level ini terjaga, ada peluang rebound menuju zona resistance terdekat di $61,244. Pergerakan di antara dua level ini akan menentukan arah tren jangka pendek.

Jika harga gagal bertahan di atas support $59,324, tekanan bearish berpotensi berlanjut hingga ke area lebih rendah. Sentimen oversupply global, rencana OPEC+ menaikkan produksi, serta melemahnya permintaan masih menjadi faktor dominan yang membebani harga. Koreksi lanjutan bisa membuka jalan menuju target bawah baru jika tekanan pasokan tidak mereda.

Namun, bila terjadi pantulan kuat dari area support, minyak berpeluang menguji kembali area supply di atas $61.000. Rebound ini bisa didukung faktor teknikal jangka pendek dan potensi aksi ambil untung dari pelaku pasar. Meski demikian, tren keseluruhan masih rapuh sehingga pergerakan harga tetap dipengaruhi kombinasi fundamental global dan dinamika pasar energi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas diperdagangkan di sekitar $3.860 per troy ounce pada Jumat (03/10/25), membidik kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut setelah menyentuh rekor terbaru awal pekan ini. Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global dan ekspektasi kebijakan dovish dari Federal Reserve. Kekhawatiran semakin besar setelah shutdown parsial pemerintah AS mengancam ribuan pekerjaan federal dan menunda rilis data ekonomi penting, termasuk laporan ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP).

Dengan absennya data resmi pemerintah, perhatian investor beralih ke laporan swasta yang menunjukkan perlambatan pasar kerja. Data ADP mencatat penurunan perekrutan selama dua bulan berturut-turut—pertama kali sejak kuartal II 2020, sementara JOLTS memperlihatkan berkurangnya angka pengunduran diri, dan laporan Challenger mengindikasikan pelemahan laju perekrutan. Kondisi ini semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed kemungkinan masih akan memangkas suku bunga dua kali lagi, meski inflasi tetap menjadi tantangan.

Namun, harga emas sempat mendapat tekanan setelah komentar dari Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, yang menekankan perlunya kehati-hatian dalam memangkas suku bunga lebih lanjut. Pandangan tersebut membuat pasar menimbang ulang prospek kebijakan moneter. Meski demikian, minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai masih solid, terutama di tengah ketidakpastian politik dan risiko ekonomi yang terus membayangi.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Emas saat ini bergerak di sekitar $3.840 per troy ounce setelah sempat menyentuh area supply di $3.863.998. Tekanan jual mulai terlihat karena level tersebut menjadi resistance kuat, sehingga peluang koreksi jangka pendek terbuka. Selama harga bertahan di bawah area supply, potensi penurunan lebih lanjut patut diwaspadai.

Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi menguji area demand pertama di sekitar $3.792.785. Level ini menjadi titik penting bagi buyer untuk mempertahankan momentum bullish. Apabila zona ini ditembus, target koreksi berikutnya bisa mengarah ke $3.723.731, yang berdekatan dengan area support kuat pada chart.

Namun, selama harga tidak menembus support utama, outlook jangka menengah masih mendukung tren naik. Permintaan safe haven di tengah ketidakpastian global serta spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor utama yang bisa menjaga daya tarik emas. Dengan demikian, investor perlu mencermati reaksi harga di area demand sebagai penentu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar $61,90 per barel pada sesi Asia Kamis ini, dengan kecenderungan menguat tipis. Sentimen pasar masih dipengaruhi ketegangan geopolitik, khususnya setelah laporan BBC yang menyebut Ukraina meningkatkan serangan terhadap kilang minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan pada kapasitas kilang Moskow dinilai dapat membatasi pasokan global dan mendukung kenaikan harga WTI.

Meski demikian, kenaikan harga tertahan oleh laporan Administrasi Informasi Energi AS (EIA) yang mencatat stok minyak mentah meningkat lebih besar dari perkiraan. Persediaan minyak pekan lalu bertambah 1,792 juta barel, jauh berlawanan dengan penurunan 607.000 barel di pekan sebelumnya, sekaligus melampaui proyeksi analis sebesar 1,5 juta barel. Kondisi ini menambah tekanan pada prospek jangka pendek harga minyak.

Selain itu, pasar energi juga diwarnai ketidakpastian dari kebijakan pemerintah AS. Penutupan sebagian operasional pemerintah akibat kebuntuan politik di Kongres diperkirakan menunda rilis data ketenagakerjaan penting. Di sisi lain, pelaku pasar menanti keputusan OPEC+ pada November, di mana Saudi Arabia diperkirakan mendorong peningkatan produksi lebih besar untuk merebut kembali pangsa pasar, sehingga berpotensi memengaruhi keseimbangan harga WTI ke depan.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI bergerak di sekitar $61,89 per barel, mendekati pivot $61,75 setelah tekanan turun sebelumnya. Selama bertahan di atas $60,84, peluang rebound terbuka dengan target $62,30 hingga $63,21.

Indikator teknikal mulai menunjukkan pemulihan, memberi sinyal buyer berpotensi mendorong harga lebih tinggi. Penembusan resistance $62,30 akan memperkuat momentum naik.

Sebaliknya, bila jatuh di bawah $60,84, tren melemah bisa berlanjut ke $60,29. Untuk saat ini, kecenderungan teknikal lebih condong pada skenario pemulihan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze