Harga emas (XAU/USD) melonjak ke level tertinggi baru di sekitar $4.130 pada sesi Asia Selasa (14/10) pagi, memperpanjang reli akibat meningkatnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China. Ketegangan ini mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas menjelang pidato Ketua The Fed, Jerome Powell, yang dijadwalkan berlangsung malam ini.

Langkah Presiden AS Donald Trump yang berencana memberlakukan tarif 100% terhadap seluruh barang asal China serta pembatasan ekspor teknologi menimbulkan kekhawatiran perang dagang baru. Meski Trump sempat melunak dengan menyatakan hubungan kedua negara akan tetap “baik-baik saja”, pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi yang dapat mengguncang ekonomi global.

Selain faktor geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed turut memperkuat daya tarik emas. Pasar memperkirakan adanya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober dan satu lagi pada Desember. Imbal hasil yang lebih rendah membuat emas semakin diminati karena menekan biaya peluang bagi investor. Meski demikian, analis memperingatkan potensi koreksi jangka pendek wajar terjadi setelah reli kuat lebih dari 56% sepanjang tahun ini.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Emas (XAUUSD) menampilkan kekuatan bullish luar biasa pada grafik 1 jam, ditandai serangkaian Break of Structure (BOS) yang solid, mengkonfirmasi dominasi pembeli. Harga sedang bergerak menuju target ekstensi Fibonacci krusial di $4.208,83 setelah berhasil menembus resistensi sebelumnya. Investor disarankan mencari peluang Buy on Dip di zona demand terdekat, yaitu $4.090-$4.110, untuk mengikuti tren kenaikan yang sedang berlangsung.

Koreksi ringan (pullback) ke zona permintaan tersebut dianggap sehat. Selama harga bertahan di atas level support kunci, momentum akan tetap kuat. Level Invalidasi Support kritis berada di sekitar $3.940; penembusan di bawahnya akan membatalkan skenario bullish jangka pendek ini.

Fokus utama adalah pada kelanjutan pergerakan naik untuk menguji Weak High saat ini. Jika penembusan berhasil, pintu menuju target $4.208 terbuka lebar. Pengambilan posisi beli strategis di area demand saat koreksi adalah taktik cerdas, dengan risiko terukur di bawah titik-titik support penting.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Pasar global memulai pekan dengan sikap waspada setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif 100% terhadap seluruh impor dari China. Langkah agresif ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor, terutama karena kalender ekonomi awal pekan ini tidak menampilkan data penting, membuat sentimen risiko menjadi penggerak utama arah pasar.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebut China telah mengambil posisi “sangat agresif” dalam perdagangan global dengan memperketat kontrol ekspor besar-besaran. Sebagai respons, Trump menegaskan bahwa mulai 1 November 2025 atau lebih cepat jika China mengambil langkah tambahan Amerika Serikat akan mengenakan tarif ganda pada setiap produk asal China. Pernyataan ini segera mengguncang pasar keuangan dan menekan Dolar AS secara signifikan.

Menjelang pembukaan perdagangan Senin, indeks Dolar AS (DXY) bertahan tipis di sekitar 99.00 setelah anjlok lebih dari 0,5% pada akhir pekan. Sementara itu, indeks saham berjangka AS mulai pulih naik antara 1% hingga 2%. Di sisi lain, emas (XAU/USD) melanjutkan reli tajamnya dan kini menembus rekor tertinggi baru di atas $4.070, menegaskan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) kehilangan tenaga setelah tertolak di area supply sekitar 99.000. Sinyal Change of Character mengonfirmasi potensi pembalikan arah menuju area demand 98.400, menandakan tekanan jual mulai mendominasi.

Selama DXY belum mampu menembus area supply, peluang koreksi masih terbuka menuju 97.980 hingga 97.700. Struktur harga yang membentuk lower high memperkuat bias bearish jangka pendek.

Ketegangan dagang AS – China menambah beban bagi Dolar AS, sementara investor mulai beralih ke aset aman seperti emas yang terus menembus rekor baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menembus level $4.050 per ons pada Senin (13/10), mendekati rekor tertinggi yang tercapai di awal sesi. Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketegangan dagang AS–China dan kekhawatiran ekonomi global yang mendorong investor mencari aset aman. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif tambahan 100% terhadap ekspor China mulai 1 November memicu volatilitas pasar, meski kemudian ia melunak dengan menyatakan ingin membantu, bukan merugikan China.

Dari pihak Beijing, pemerintah menegaskan akan mempertahankan pembatasan ekspor mineral langka dan menyiapkan langkah balasan jika tarif baru diberlakukan. Situasi ini diperburuk oleh berlanjutnya penutupan pemerintahan AS, yang menghambat rilis data ekonomi penting dan menambah ketidakpastian arah ekonomi.

Ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada setiap pertemuan tersisa tahun ini menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Ditambah dengan ketegangan geopolitik yang belum reda, termasuk situasi di Gaza, emas berpotensi melanjutkan reli dan mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil di sekitar $4.060 per ons setelah menyentuh rekor baru pada sesi sebelumnya. Arah tren masih menunjukkan dominasi bullish selama harga bertahan di atas area demand $3.927–$3.968. Struktur pasar memperlihatkan pembentukan higher low konsisten, menandakan potensi lanjutan menuju target berikutnya di $4.126 jika momentum beli terus berlanjut.

Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka. Level $4.000 menjadi area penting yang berperan sebagai key support sebelum harga kemungkinan kembali menguat. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus zona demand, peluang retest ke bawah $3.900 tidak bisa diabaikan.

Secara fundamental, prospek pemangkasan suku bunga AS dan ketegangan geopolitik global terus menjaga minat beli terhadap emas. Selama sentimen risiko global tetap tinggi, emas berpotensi memperpanjang reli dan menantang area rekor baru dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak lebih dari 2% ke atas level $51 per ons pada Senin (13/10), menandai rekor tertinggi baru sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran terkait hubungan dagang AS–China, ketidakstabilan politik global, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed yang mendorong minat terhadap aset aman.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan 100% terhadap barang-barang asal China mulai 1 November, sebagai respons atas pembatasan ekspor mineral langka dari Beijing. Namun, nada mereda muncul setelah Trump menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi dengan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan akhir bulan ini, menimbulkan sedikit harapan bagi stabilitas perdagangan global.

Selain faktor geopolitik, sentimen pasar juga diperkuat oleh dugaan pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin pada bulan ini dan Desember mendatang. Di sisi lain, pasokan fisik perak yang semakin ketat di London memperkuat reli harga logam mulia ini. Dengan kombinasi faktor fundamental dan ketidakpastian global yang tinggi, potensi kenaikan harga perak masih terbuka lebar dalam jangka pendek.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) terus bergerak dalam tren naik kuat, bertahan di sekitar $51,27 per ons dengan potensi menuju $52,34 jika tekanan beli berlanjut. Struktur pasar menunjukkan momentum bullish solid selama area demand di $49,76–$50,34 mampu menahan koreksi.

Jika harga gagal menjaga zona tersebut, koreksi bisa meluas hingga $49,30 atau bahkan $47,32. Namun, penembusan di atas $51,80 akan membuka peluang reli menuju $52,34–$53,70.

Dukungan dari ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan pasokan perak yang ketat menambah potensi penguatan. Tren jangka pendek masih positif, menandakan peluang reli baru belum berakhir.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran $61,20 per barel pada sesi awal Asia, Jumat (10/10). Tekanan jual terjadi setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda, sehingga menurunkan premi risiko pasar energi. Pelaku pasar kini mengalihkan fokus pada perkembangan penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.

Menurut laporan Bloomberg, Israel mulai menerapkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas di Gaza, termasuk pembebasan seluruh sandera yang ditahan dan penarikan sebagian pasukan Israel. Kesepakatan yang dimediasi AS dan Qatar ini menandai langkah besar menuju stabilitas kawasan, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang ketidakpastian harga minyak global. Meredanya konflik di wilayah penghasil sepertiga pasokan minyak dunia ini menekan harga WTI lebih rendah.

Sementara itu, penutupan pemerintahan AS yang memasuki hari kesepuluh menambah kekhawatiran terhadap prospek permintaan energi. Presiden Donald Trump berencana memanfaatkan kondisi tersebut untuk memangkas sejumlah program federal yang populer di kalangan Demokrat. Namun, di sisi lain, harga WTI tetap berpotensi mendapat dukungan dari risiko geopolitik di Eropa Timur, terutama terkait perang Rusia-Ukraina yang dapat memicu sanksi lanjutan terhadap ekspor energi Moskow.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI terus melemah setelah gagal bertahan di atas zona $61,60. Struktur teknikal menunjukkan tren bearish berlanjut dengan potensi penurunan menuju area $58,50 per barel. Pola koreksi yang patah menandakan tekanan jual masih kuat di pasar.

Level $60,20 menjadi area kunci yang jika ditembus dapat mempercepat penurunan ke $59,00. Sementara resistance terdekat berada di sekitar $62,00 yang kini menjadi batas atas koreksi jangka pendek.

Selama harga berada di bawah area $66,00, sentimen tetap negatif. Sinyal pembalikan baru akan terlihat jika WTI mampu menembus kembali di atas $63,00 dengan dorongan volume kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas berusaha mempertahankan posisinya di bawah level psikologis $4.000 per troy ons setelah sempat anjlok dari rekor tertinggi $4.059. Logam mulia ini menemukan kembali minat beli di area $3.960, seiring melemahnya Dolar AS akibat aksi ambil untung dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve.

Sentimen investor masih berhati-hati menjelang rilis data kepercayaan konsumen AS, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk arah suku bunga berikutnya. Nada dovish dari beberapa pejabat The Fed turut memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi mulai mereda, membuka peluang bagi kebijakan pelonggaran di bulan-bulan mendatang.

Secara teknikal, emas bergerak dalam pola rising channel pada grafik harian, menandakan tren naik jangka menengah masih terjaga. Indikator RSI yang keluar dari area jenuh beli menunjukkan potensi konsolidasi sebelum kemungkinan reli lanjutan. Jika data ekonomi AS melemah, emas berpeluang menembus kembali di atas $4.000 dan menguji rekor baru dalam waktu dekat.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak di bawah level psikologis $4.000, memperlihatkan tekanan jual setelah gagal bertahan di area supply dekat rekor tertinggi $4.059. Aksi ambil untung dan penguatan Dolar AS sementara waktu menekan minat beli logam mulia. Namun, zona $3.945 hingga $3.915 terlihat menjadi area demand potensial yang bisa menahan penurunan lebih dalam dalam jangka pendek.

Secara teknikal, emas kini membentuk pola koreksi sehat setelah tren naik panjang, dengan indikator menunjukkan potensi retest pada area demand $3.875 sebelum kembali naik. Jika tekanan jual mereda dan harga mampu bertahan di atas $3.900, peluang rebound menuju kisaran $4.000–$4.020 kembali terbuka. Sebaliknya, penembusan di bawah $3.875 bisa memicu kelanjutan koreksi menuju $3.830.

Dari sisi fundamental, ekspektasi terhadap kebijakan dovish The Fed tetap menjadi faktor utama yang menjaga prospek bullish jangka menengah. Jika data sentimen konsumen AS melemah, peluang kenaikan emas bisa menguat kembali seiring meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga. Pasar kini menanti konfirmasi arah berikutnya, menjadikan pergerakan emas di sekitar area demand sebagai kunci bagi fase pemulihan harga selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks Dolar AS sedikit melemah ke bawah 98,8 pada Kamis (09/10), namun tetap bertahan di dekat level tertinggi dua bulan. Kekuatan dolar didorong oleh pelemahan mata uang utama lainnya, terutama yen yang merosot lebih dari 3% pekan ini setelah kemenangan kandidat konservatif Sanae Takaichi dalam pemilihan kepemimpinan Jepang memicu harapan belanja fiskal lebih besar dan kebijakan moneter longgar yang berlanjut.

Selain itu, dolar menguat hampir 1% terhadap euro setelah pengunduran diri mengejutkan Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, beserta kabinetnya, meski Presiden Emmanuel Macron diperkirakan segera menunjuk pengganti. Ketidakpastian politik di Eropa ini menambah dukungan bagi dolar, sementara pasar tetap berhati-hati terhadap potensi dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan AS yang masih berlangsung.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan pandangan yang terbelah mengenai arah suku bunga ke depan. Investor kini menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari sinyal lebih lanjut tentang langkah kebijakan berikutnya, di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset aman akibat ketidakpastian global.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih mempertahankan tren kenaikan di atas level 98, dengan struktur harga menunjukkan dorongan bullish yang solid di time frame 4 jam. Selama harga bertahan di atas area demand 97.20 – 97.60, peluang penguatan menuju area supply di kisaran 99.60 – 100.00 tetap terbuka lebar. Pola higher high dan higher low mengonfirmasi bahwa tekanan beli masih dominan dalam jangka pendek.

Namun, area supply di dekat 99.60 berpotensi menjadi titik penentu arah berikutnya. Jika DXY gagal menembus zona tersebut, koreksi menuju area demand bisa terjadi seiring aksi ambil untung menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell. Tekanan jual jangka pendek dapat muncul apabila harga menembus di bawah level 98.20 sebagai support minor.

Secara teknikal, tren naik dolar didukung oleh sentimen fundamental kuat dari pelemahan yen dan euro, serta meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global. Jika momentum bullish berlanjut, DXY berpotensi menembus area psikologis 100.00 dalam waktu dekat, menandakan dominasi dolar terhadap mata uang utama lainnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak stabil di sekitar $49 per ons pada Kamis (09/10) setelah menyentuh rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya. Sentimen pasar masih didorong oleh meningkatnya ketidakpastian politik dan ekonomi global, serta spekulasi penurunan suku bunga AS yang memperkuat minat terhadap aset lindung nilai. Investor juga terus mencermati dampak penutupan pemerintahan AS yang berlarut-larut, menunda rilis data ekonomi penting yang dibutuhkan untuk keputusan kebijakan Federal Reserve.

Risalah rapat FOMC terbaru menunjukkan para pejabat The Fed mulai mengakui meningkatnya risiko pelemahan pasar tenaga kerja, yang dapat menjadi alasan untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, meski kekhawatiran inflasi masih membayangi. Ketidakpastian tambahan datang dari gejolak politik di Prancis serta perubahan kepemimpinan di Jepang, yang menambah tekanan terhadap stabilitas global.

Selain faktor makro, kondisi pasar fisik yang ketat turut menopang harga perak. Permintaan industri yang kuat, terutama dari sektor energi surya dan elektronik, menjaga keseimbangan pasokan tetap defisit. Silver Institute memperkirakan kekurangan pasokan global akan berlanjut untuk tahun kelima berturut-turut pada 2025, memperkuat prospek bullish jangka menengah bagi logam berharga ini.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) mulai kehilangan momentum setelah mencapai rekor baru di kisaran $49 per ons. Pola Elliott Wave menunjukkan bahwa gelombang kelima telah terbentuk, menandakan fase akhir dari tren naik jangka pendek. Saat ini harga bergerak di bawah garis tren atas, memperlihatkan potensi pelemahan menuju zona konsolidasi sebelum kemungkinan koreksi lebih dalam.

Struktur teknikal juga mengindikasikan terbentuknya weak high, yang berpotensi menjadi titik balik jika tekanan jual meningkat. Koreksi diperkirakan mengarah ke area demand antara $47,50 hingga $46,00, sejalan dengan pola penurunan bertahap yang muncul pada grafik 4 jam. Jika harga menembus di bawah batas bawah channel, momentum bearish dapat semakin kuat dan membuka ruang bagi penurunan lanjutan.

Namun, selama perak tetap bertahan di atas $46,00, peluang rebound teknikal masih terbuka, terutama jika permintaan industri dari sektor energi hijau dan elektronik terus meningkat. Secara keseluruhan, investor disarankan waspada terhadap potensi pembalikan arah jangka pendek sebelum tren bullish jangka panjang kembali mendominasi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran $4.010 per ons pada sesi Asia Kamis (09/10)pagi setelah sempat terkoreksi dari rekor tertinggi baru di $4.059. Permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat serta ketegangan politik di Washington turut menopang harga logam mulia ini.

Krisis politik AS kembali mencuat setelah Senat gagal meloloskan dua proposal pendanaan dari Partai Republik dan Demokrat untuk mengakhiri penutupan pemerintahan yang telah memasuki hari kesembilan. Situasi kian tegang setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa tidak ada jaminan pembayaran gaji bagi pegawai federal selama shutdown berlangsung. Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran pasar akan stabilitas fiskal dan memperkuat daya tarik emas sebagai aset pelindung nilai.

Dari sisi kebijakan moneter, The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan pada pertemuan September untuk pertama kalinya sejak akhir 2024 dan memberi sinyal dua kali pemotongan tambahan hingga akhir tahun. Ekspektasi penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober dan peluang besar untuk langkah serupa di Desember membuat emas tetap diminati. Namun, potensi perdamaian antara Israel dan Hamas yang diumumkan Trump dapat menahan kenaikan lebih lanjut, karena berkurangnya ketegangan di Timur Tengah cenderung mengurangi permintaan terhadap aset aman.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) tertahan di sekitar $4.010 setelah menyentuh rekor $4.059, bergerak mendekati area supply $4.040–$4.060 yang berpotensi memicu aksi jual jangka pendek. Level ini menjadi titik penting karena bertepatan dengan batas atas Fibonacci retracement yang kerap menimbulkan reaksi harga.

Jika tekanan jual menguat, koreksi dapat mengarah ke area demand $3.955–$3.940 dengan target awal di sekitar Fibonacci 61,8% $3.977. Struktur harga menunjukkan sinyal Change of Character (ChoCH), menandakan potensi pergeseran momentum dari bullish ke konsolidatif.

Meski begitu, tren jangka menengah tetap positif selama harga bertahan di atas $3.925. Dari level ini, potensi rebound menuju weak high $4.060–$4.095 masih terbuka, terutama jika sentimen dovish The Fed terus menopang permintaan emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis ke sekitar $61,90 per barel pada sesi Asia hari Rabu (08/10), didorong oleh laporan persediaan minyak yang bervariasi. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan stok minyak mentah AS sebesar 2,78 juta barel untuk pekan yang berakhir 3 Oktober, lebih tinggi dari perkiraan 2,25 juta barel. Namun, penurunan stok bensin sebesar 1,245 juta barel menandakan peningkatan konsumsi bahan bakar di tengah ketidakpastian pasokan.

Dari sisi fundamental, keputusan OPEC+ untuk menambah produksi minyak hanya sebesar 137.000 barel per hari mulai November lebih kecil dari ekspektasi pasar sebesar 500.000 barel memberikan dukungan tambahan bagi harga. Langkah hati-hati ini dinilai sebagai upaya menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi kelebihan pasokan di tengah permintaan global yang belum stabil.

Namun, prospek ekonomi AS yang tertekan akibat penutupan pemerintahan selama delapan hari berpotensi menekan permintaan energi. Ketidakpastian fiskal dan risiko perlambatan pertumbuhan membuat harga minyak rentan terkoreksi jika aktivitas ekonomi melambat. Untuk saat ini, pasar menunggu laporan resmi dari EIA guna mengukur arah pergerakan harga minyak selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah bertahan di sekitar level $61,80 per barel. Pola pergerakan harga menandakan adanya potensi pembalikan arah dari tren turun menuju tren naik, dengan peluang kenaikan ke area $65–$66 jika tekanan beli terus berlanjut. Zona $61–$60,80 kini menjadi area penting tempat pembeli mulai kembali masuk ke pasar.

Dari sisi teknikal, momentum penguatan masih terjaga selama harga tidak turun di bawah area tersebut. Jika berhasil menembus struktur harga saat ini, WTI berpotensi melanjutkan reli ke area supply utama di kisaran atas, di mana sebagian pelaku pasar mungkin akan melakukan aksi ambil untung.

Namun, jika harga kembali melemah dan menembus di bawah $60,80, tren naik bisa gagal terbentuk. Untuk saat ini, investor menunggu laporan stok minyak AS dan kebijakan OPEC+ sebagai faktor utama yang dapat menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze