Harga minyak mentah WTI kembali melemah ke kisaran $56,8 per barel pada Selasa, melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya. Tekanan harga terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan global serta ketidakpastian dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang membuat pelaku pasar tetap berhati-hati menghadapi kondisi ekonomi global.

Data terbaru menunjukkan volume minyak mentah yang disimpan di laut mencapai rekor tertinggi, menandakan ketidakseimbangan pasokan yang semakin dalam. Sekitar 1,24 miliar barel minyak dan kondensat tercatat sedang dikirim melalui kapal tanker hingga akhir pekan 17 Oktober, naik dari 1,22 miliar barel pada pekan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat sentimen negatif di pasar energi dan menekan harga lebih lanjut.

Di sisi lain, pasar menantikan negosiasi lanjutan antara pejabat AS dan Tiongkok di Malaysia, yang dianggap sebagai langkah penting menuju pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping akhir bulan ini. Hasil dari pembicaraan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap arah hubungan dagang kedua negara serta menjadi faktor penentu pergerakan harga minyak dunia selanjutnya.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Crude Oil terus tertekan setelah gagal menembus area supply di sekitar 57 dolar per barel. Arah tren masih bearish dalam kanal menurun, membuka peluang penurunan menuju 55 dolar jika harga tidak mampu bertahan di atas 56,5 dolar.

Struktur teknikal menunjukkan dominasi seller melalui pola BOS dan CHoCH, menegaskan momentum negatif masih kuat. Selama harga bertahan di bawah garis tren, tekanan jual berpotensi berlanjut.

Sentimen global terkait kelebihan pasokan dan ketidakpastian hubungan dagang AS–Tiongkok semakin memperkuat tekanan. Tanpa katalis positif, WTI berisiko memperpanjang penurunan dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak lebih dari 2% pada Senin, menembus level di atas $4.345 per ons, yang menjadi rekor tertinggi baru. Kenaikan tajam ini didorong oleh meningkatnya ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve serta kuatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi ini memperkuat posisi emas sebagai salah satu instrumen investasi paling stabil saat gejolak pasar meningkat.

Sementara itu, pemerintah AS masih mengalami penutupan operasional (shutdown), meskipun penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, menyebut situasi tersebut kemungkinan akan berakhir dalam pekan ini. Namun, ketidakpastian tetap menghantui pasar. Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan penting antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Malaysia, yang bertujuan meredakan kembali ketegangan dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Presiden Donald Trump menyatakan optimisme bahwa negosiasi AS–China kali ini dapat menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan. Ia bahkan menyebut ancaman tarif tinggi terhadap produk China sebagai kebijakan yang “tidak berkelanjutan”. Sejak awal tahun, harga emas telah melesat lebih dari 60%, mencerminkan tingginya minat investor terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian kebijakan ekonomi global.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) sempat terkoreksi setelah mencetak rekor di atas $4.345 per ons, namun struktur pasar tetap bullish. Zona $4.261–$4.228 menjadi area demand potensial untuk rebound sebelum melanjutkan kenaikan menuju $4.435–$4.503.

Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang menuju All-Time High baru tetap terbuka. Dukungan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga memperkuat sentimen positif terhadap emas sebagai aset aman.

Namun jika harga menembus $4.220, koreksi lebih dalam bisa terjadi. Secara keseluruhan, momentum bullish masih dominan dan peluang beli tetap menarik di area demand utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas level tertinggi sepanjang masa di atas $54 per ons pada Jumat (17/10), mencatatkan kenaikan sekitar 8% dalam sepekan. Lonjakan ini didorong oleh ketatnya pasokan global dan meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran pasar keuangan. Kabar dua bank regional AS yang menghadapi masalah pinjaman akibat dugaan penipuan memicu kekhawatiran krisis kredit yang lebih luas.

Ketegangan dagang antara AS dan China yang terus meningkat, ditambah penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan, semakin memperkuat daya tarik logam mulia. Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve juga menambah dorongan bagi investor untuk beralih ke aset lindung nilai seperti perak. Kondisi geopolitik yang tidak menentu serta meningkatnya kekhawatiran terhadap utang dan pengeluaran pemerintah turut memperkuat arus modal ke pasar logam berharga.

Selain itu, pasar London mengalami tekanan besar akibat krisis likuiditas yang langka, memicu “short squeeze” bersejarah terhadap perak. Permintaan tinggi dari India juga memperparah kekurangan pasokan global, hingga beberapa reksa dana terpaksa menangguhkan pembelian pada produk ETF berbasis perak. Dengan faktor fundamental yang kuat dan ketegangan ekonomi global yang berlanjut, tren bullish perak diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD menunjukkan struktur bullish yang solid dengan pola higher high dan higher low yang konsisten. Harga tetap bergerak di atas garis tren utama, menandakan dominasi buyer masih kuat.

Level Fibonacci extension 161,8% menunjukkan potensi kenaikan menuju area $57,8, sementara zona $52 berfungsi sebagai support kunci yang menjaga momentum positif. Selama area ini bertahan, tren naik diperkirakan berlanjut.

Indikasi teknikal memperlihatkan momentum masih mendukung reli jangka pendek. Jika tekanan beli berlanjut, perak berpeluang menguji dan menembus area $57 sebelum kemungkinan koreksi minor terjadi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di sekitar $58,30 per barel, setelah sempat menyentuh level terendah lima bulan di $57,33 awal pekan ini. Pasar tampak berhati-hati menyikapi data terbaru dari American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah AS sebesar 7,36 juta barel, jauh di atas perkiraan. Namun, penurunan stok distilat sebesar 4,8 juta barel menandakan adanya sinyal konsumsi energi yang beragam di tengah ketidakpastian permintaan domestik.

Meskipun data persediaan memberikan tekanan bearish, harga WTI tetap tangguh berkat faktor geopolitik. Pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa India akan menghentikan pembelian minyak Rusia, serta langkah serupa yang diperkirakan dilakukan Jepang, menimbulkan ekspektasi pasokan global yang lebih ketat. Langkah ini dianggap positif bagi harga minyak karena mengurangi pembeli utama minyak Rusia. Selain itu, Inggris memperluas sanksi terhadap dua raksasa energi Rusia, Lukoil dan Rosneft, serta membatasi armada tanker bayangan, memperketat tekanan terhadap ekspor Moskow.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap dampak penutupan pemerintahan AS yang memasuki pekan ketiga turut menekan sentimen pasar dan dolar AS. Pemerintah memperkirakan kerugian ekonomi mencapai sekitar $15 miliar per minggu. Investor kini menantikan rilis data persediaan minyak dari Energy Information Administration (EIA) yang akan memberikan petunjuk baru mengenai dinamika pasokan jangka pendek. Secara keseluruhan, ketegangan geopolitik dan ketidakpastian pasokan menahan pelemahan harga, menjaga WTI tetap stabil di kisaran $58 per barel.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren turun setelah gagal menembus area $60 per barel. Tekanan jual tetap kuat meski sempat menguji area supply di sekitar $58,60, menandakan dominasi sentimen bearish di pasar.

Saat ini, harga mendekati area demand $56–$55,50 yang berpotensi memicu pantulan sementara. Namun, peluang rebound diperkirakan terbatas dan bersifat korektif sebelum tekanan jual berlanjut menuju area $54.

Selama WTI belum mampu menembus area $60, tren utama masih bearish. Investor disarankan berhati-hati terhadap potensi pembalikan semu di tengah lemahnya fundamental dan sentimen global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) kembali melanjutkan kenaikan ke sekitar $4.365 pada awal sesi Asia Jumat (17/10), setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $4.380 di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap potensi penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan, meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed, serta memanasnya hubungan dagang antara AS dan Tiongkok. Investor kini menanti komentar pejabat The Fed untuk mencari sinyal arah kebijakan selanjutnya.

Ketidakpastian akibat penutupan pemerintahan AS yang telah memasuki minggu ketiga menekan nilai Dolar AS dan mengangkat harga emas sebagai aset lindung nilai. Seorang pejabat Departemen Keuangan AS memperkirakan penutupan ini bisa merugikan ekonomi hingga $15 miliar per minggu. Sementara itu, komentar dari Ketua The Fed Jerome Powell yang menyoroti perlambatan pasar tenaga kerja memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Selain itu, Gubernur The Fed Christopher Waller juga mendukung langkah penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini, yang berpotensi meningkatkan daya tarik emas karena menurunkan biaya peluang investasi. Di sisi lain, ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan kemungkinan pemutusan sebagian hubungan dagang dengan Beijing. Meski begitu, rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas perdamaian Ukraina sempat meredam permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas terus menunjukkan reli spektakuler setelah menembus area konsolidasi dan mencapai rekor baru di atas $4.380. Berdasarkan analisis teknikal, struktur bullish masih sangat kuat dengan pola break of structure yang menandakan momentum beli semakin dominan. Selama harga bertahan di atas zona support $3.500, tren naik diperkirakan akan berlanjut dengan potensi akumulasi lanjutan oleh investor besar.

Target kenaikan berikutnya terlihat di area Fibonacci extension 161,8% di sekitar $4.590–$4.600, yang menjadi potensi area psikologis baru bagi pelaku pasar. Sentimen dovish The Fed dan meningkatnya permintaan aset safe haven memperkuat keyakinan bahwa harga emas masih memiliki ruang lebar untuk melanjutkan reli. Dalam jangka menengah, setiap koreksi diprediksi hanya bersifat teknikal sebelum harga kembali menanjak.

Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung di level tinggi dan perkembangan situasi geopolitik global. Jika momentum bullish terus berlanjut dan Dolar AS melemah lebih jauh, emas berpotensi menembus area $4.600 bahkan menuju $4.700 dalam beberapa pekan mendatang, menjadikannya salah satu aset paling menjanjikan di kuartal akhir 2025.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS turun di bawah level 98,5 pada Kamis (16/10), mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut akibat meningkatnya ketegangan dagang AS-China, penutupan pemerintahan yang berkepanjangan, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Ketidakpastian global ini menekan permintaan terhadap mata uang AS yang sebelumnya menjadi aset lindung nilai utama.

Pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa perang dagang “sedang berlangsung” menambah tekanan terhadap sentimen pasar. Namun, Menteri Keuangan Bessent memberi sinyal peluang perpanjangan gencatan dagang selama tiga bulan jika China menunda kebijakan baru terkait ekspor mineral langka. Langkah ini dipandang sebagai upaya menahan gejolak perdagangan global yang berpotensi memperlambat ekonomi.

Sementara itu, penutupan pemerintahan AS yang memasuki minggu ketiga menunda publikasi data ekonomi penting yang seharusnya menjadi panduan kebijakan moneter. Dalam pidatonya, Ketua The Fed Jerome Powell menyoroti tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga bulan ini, disusul kemungkinan pemangkasan tambahan pada Desember dan tahun depan.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) terus melemah di bawah 98,20, menandakan tekanan jual yang kuat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Struktur pasar menunjukkan tren lower low dengan momentum pembeli yang semakin lemah.

Secara teknikal, peluang koreksi menuju area supply 98,40–98,60 masih terbuka sebelum tekanan jual kembali menguat. Pola ChoCH mengindikasikan potensi retracement jangka pendek.

Jika tekanan berlanjut, target penurunan berikutnya mengarah ke area demand 97,70–97,80. Selama harga bertahan di bawah 98,60, prospek DXY tetap bearish dengan potensi penurunan lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menembus level baru di atas $4.230 per ons pada Kamis (16/10), memperpanjang reli kuat yang didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih longgar. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menyoroti tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja membuat investor semakin yakin akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini, serta kemungkinan tambahan di bulan Desember.

Ekspektasi kebijakan dovish tersebut menekan nilai dolar AS, menjadikan emas lebih menarik bagi pembeli internasional. Di sisi lain, ketegangan perdagangan kembali meningkat setelah pejabat AS mengecam pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China yang dianggap mengancam rantai pasok global. Washington bahkan mempertimbangkan langkah balasan, termasuk pembatasan ekspor atau tarif terhadap impor minyak Rusia oleh China jika disepakati bersama mitra Eropa.

Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS yang berkepanjangan terus menambah kekhawatiran pasar dan memperburuk sentimen ekonomi. Dalam kondisi global yang tidak pasti, emas kembali menjadi pilihan utama investor sebagai aset pelindung nilai, membuka potensi dan peluang baru bagi kenaikan harga logam mulia ini.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan tren bullish yang solid, menembus struktur harga sebelumnya dan kini mengincar area target baru di sekitar $4.245 hingga $4.328 per ons. Dorongan kuat ini terlihat setelah serangkaian break of structure (BOS) yang menandakan dominasi pembeli masih sangat kuat. Selama harga tetap bertahan di atas area support $4.181, potensi kenaikan lanjutan terbuka lebar menuju target berikutnya.

Jika koreksi terjadi, zona Fibonacci di $4.125 hingga $4.062 diperkirakan menjadi area reaksi penting di mana pembeli berpotensi kembali masuk. Struktur pasar saat ini menunjukkan keseimbangan antara retracement sehat dan dorongan tren utama, menegaskan kekuatan momentum emas di tengah ekspektasi kebijakan dovish The Fed.

Selama harga tidak menembus level invalidasi di bawah $3.994, tren naik emas diperkirakan berlanjut dengan peluang besar menuju rekor baru. Sentimen global yang penuh ketidakpastian, pelemahan dolar, dan meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai memperkuat prospek bullish emas dalam jangka menengah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar Amerika Serikat tergelincir di bawah level 99 pada Rabu (15/10), mencatat penurunan dua hari berturut-turut setelah pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan melemahnya pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk menopang ekonomi yang mulai kehilangan momentum.

Situasi semakin rumit akibat penutupan sebagian pemerintahan AS yang menghambat publikasi data ekonomi penting, membuat prospek pertumbuhan semakin kabur. Pelaku pasar kini hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% bulan ini, diikuti satu lagi pada Desember, dan kemungkinan tiga kali tambahan tahun depan. Kondisi ini menekan dolar lebih dalam, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan dagang antara AS dan China.

Sementara itu, euro menguat setelah Prancis mengusulkan penangguhan reformasi pensiun besar-besaran, memberikan sentimen positif bagi mata uang Eropa. Di sisi lain, yen Jepang juga menguat tajam karena investor mulai menutup posisi carry trade mereka. Kombinasi pelemahan dolar dan penguatan mata uang utama lainnya menandai perubahan besar dalam dinamika pasar valuta global minggu ini. Saat ini pasar menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis minggu ini.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) sedang menguji Area Support penting di dekat $98.317 setelah reli signifikan. Meskipun ada dominasi bullish sebelumnya, momentum kini melemah. Level ini krusial untuk mencegah koreksi harga yang lebih dalam.

Jika DXY berhasil memantul dari $98.317, target berikutnya adalah menguji ulang Area Resistance $99.207. Namun, penembusan support ini ke bawah akan memicu skenario bearish, mendorong harga menuju level $98.000 dan mengonfirmasi pembalikan momentum pasar.

Pengawasan ketat pada zona $98.317 menjadi kunci utama bagi trader. Reaksi harga di sini akan menentukan apakah DXY melanjutkan tren naik atau memulai fase koreksi yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang global lainnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak ke sekitar $4.180 per ons pada Rabu (15/10), menandai rekor tertinggi baru seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah ketidakpastian global. Investor semakin yakin bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter setelah data ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah Presiden Donald Trump menuduh Beijing melakukan tindakan “tidak bersahabat secara ekonomi” dengan menghentikan impor kedelai. Ia bahkan mengancam akan memberlakukan embargo minyak goreng sebagai langkah balasan. Situasi ini semakin diperburuk oleh sanksi China terhadap lima unit perusahaan AS milik pembuat kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, yang memicu kekhawatiran baru di pasar global.

Di sisi lain, penutupan sebagian pemerintahan AS mulai menekan perekonomian domestik. Dalam pidatonya di pertemuan tahunan NABE, Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa perlambatan tajam dalam perekrutan tenaga kerja menjadi ancaman nyata bagi pertumbuhan ekonomi. Ia memberi sinyal kemungkinan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tambahan tahun ini, yang berpotensi memperpanjang reli harga emas ke level yang lebih tinggi.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih mempertahankan momentum bullish setelah menembus struktur penting di area $4.062 dan menguat menuju zona rekor $4.180. Struktur pasar menunjukkan pembentukan weak high, yang berpotensi mengantarkan harga melakukan retracement ringan sebelum melanjutkan kenaikan. Area Fibonacci 23,6%–50% menjadi zona ideal bagi pembeli untuk kembali masuk ke pasar.

Jika tekanan beli tetap dominan, emas berpeluang melanjutkan reli menuju target potensial di kisaran $4.245, sesuai dengan proyeksi ekstensi 27,2%. Namun, apabila terjadi penurunan lebih dalam, zona $4.062 akan menjadi support kunci yang menentukan arah tren selanjutnya. Selama harga bertahan di atas level ini, skenario kenaikan tetap valid.

Secara keseluruhan, sentimen pasar masih berpihak pada emas di tengah kekhawatiran global dan spekulasi pemangkasan suku bunga AS. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut berpotensi menjaga minat beli tinggi, membuka peluang bagi harga untuk mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI naik ke level $59,7 per barel pada Selasa (14/10), memperpanjang kenaikan dari hari sebelumnya di tengah optimisme meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China. Sentimen pasar membaik setelah Presiden AS Donald Trump melunak terhadap Beijing dan menunjukkan kesiapan untuk mencapai kesepakatan, dua hari setelah sempat mengancam tarif tambahan 100% terhadap impor China.

Kabar positif juga datang dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memastikan rencana pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan akhir bulan ini tetap berjalan. Selain itu, harga minyak turut terdorong setelah Trump mempertimbangkan pemberian rudal jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina, yang berpotensi memperburuk gangguan pasokan dari Rusia.

Meski demikian, kenaikan harga minyak masih terbatas akibat kekhawatiran kelebihan pasokan seiring meningkatnya produksi dari negara-negara OPEC+ maupun non-OPEC+. Ketegangan geopolitik pun sedikit mereda setelah Israel dan Hamas menyetujui fase pertama rencana gencatan senjata dan pembebasan sandera yang dimediasi oleh AS.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren menurun dengan tekanan kuat dari area supply di sekitar level $60,18 hingga $61,60. Saat ini harga mencoba bertahan di area bawah channel turun, menandakan potensi rebound sementara sebelum kembali melanjutkan pelemahan. Struktur pasar menunjukkan pola lower high dan lower low yang masih dominan.

Secara teknikal, jika harga mampu menembus batas atas minor channel, peluang pengujian kembali area supply di kisaran $60–$61 cukup terbuka. Namun, area tersebut diprediksi menjadi titik pantulan bagi seller untuk kembali menekan harga menuju target koreksi di sekitar $58,55 atau bahkan $56,48 sesuai proyeksi Fibonacci ekstensi.

Level $58,55 menjadi zona kunci yang menentukan arah berikutnya. Jika bertahan, potensi rebound jangka pendek bisa terjadi. Sebaliknya, penurunan di bawah area tersebut berisiko melanjutkan pelemahan menuju $54. Tren saat ini masih negatif, namun peluang technical rebound tetap terbuka selama harga belum menembus weak low secara signifikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze