Harga perak kembali melemah menuju level $48 per ounce pada Senin (27/10), melanjutkan penurunan dari pekan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme terhadap kemajuan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China, yang mengurangi minat investor terhadap logam safe haven. Pasar kini menaruh harapan besar pada pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada Kamis mendatang, setelah pembicaraan akhir pekan lalu menghasilkan kesepakatan awal atas sejumlah isu penting.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa ancaman tarif 100% dari Trump kini telah “dicabut,” sementara Beijing sepakat untuk menunda ekspansi kontrol ekspor logam tanah jarang selama satu tahun. Perkembangan positif ini memberi sinyal bahwa ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut mulai mereda, sehingga mendorong peralihan aset dari logam mulia ke instrumen berisiko seperti saham.

Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan langkah Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga minggu ini, menyusul data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Dalam sepekan terakhir, harga perak telah turun lebih dari 6%, terutama akibat aksi ambil untung setelah reli tajam yang sempat mendorong logam ini ke rekor tertingginya. Kondisi ini menandakan pasar mulai menyesuaikan diri dengan potensi stabilitas ekonomi global yang lebih baik.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik empat jam memperlihatkan tekanan jual kuat setelah gagal menembus area supply di sekitar 52 dolar. Pola ABC korektif menunjukkan gelombang C kini mendekati zona support utama di 45,9 dolar, yang menjadi titik penting untuk menentukan arah berikutnya—apakah akan terjadi pantulan atau kelanjutan tren turun.

Sejumlah break of structure (BOS) menandakan momentum naik mulai melemah. Jika pembeli gagal mempertahankan area ini, potensi pelemahan bisa berlanjut menuju 44 dolar sesuai proyeksi Fibonacci. Sebaliknya, bila muncul reaksi beli kuat, peluang rebound menuju 48–50 dolar tetap terbuka.

Secara umum, sentimen logam mulia masih tertekan oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga dan meredanya ketegangan dagang global, membuat perak kehilangan daya tarik sebagai aset lindung nilai. Trader disarankan menunggu konfirmasi dari area support sebelum membuka posisi baru karena volatilitas tetap tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia melonjak ke $61,6 per barel pada Senin (27/10), mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya harapan terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang dapat memperbaiki prospek permintaan energi global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan telah tercapai “kerangka substansial” dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng, yang akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tingkat tinggi pekan ini.

Beijing melaporkan bahwa perundingan tersebut menghasilkan kesepahaman awal dalam isu ekspor, fentanyl, produk pertanian, dan tarif pengiriman. Perbaikan hubungan dua raksasa ekonomi dunia ini dinilai mampu menstabilkan pasar dan memperkuat permintaan terhadap minyak mentah, terutama untuk kebutuhan industri dan transportasi global.

Kenaikan harga minyak juga diperkuat oleh kekhawatiran terhadap pasokan Rusia. Pemerintah Amerika Serikat baru saja menjatuhkan sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil, dua produsen utama yang menyumbang hampir setengah ekspor minyak Rusia. Langkah ini memperketat suplai global dan memberi tekanan pada pasar energi internasional.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI kembali menguat setelah memantul dari area demand $55,94–$58,42, menandakan momentum beli mulai pulih. Struktur harga di grafik 4 jam menunjukkan potensi kelanjutan tren naik menuju resistance penting di $62,42.

Jika dorongan beli berlanjut, target kenaikan berikutnya berada di $64,19–$66,43, meski area ini bisa memicu koreksi jangka pendek. Sebaliknya, penurunan di bawah $58,42 dapat membuka peluang retest ke area $55,94.

Analis melihat prospek harga minyak WTI masih positif selama harga bertahan di atas $58, dengan potensi menuju kisaran $66–$68 per barel, didorong optimisme ekonomi global dan kekhawatiran pasokan energi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melemah ke bawah level $4.100 per ounce pada Senin (27/10), melanjutkan penurunan yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Penurunan ini terjadi karena perkembangan positif dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China mengurangi minat investor terhadap aset safe haven. Selama dua hari perundingan di Malaysia, para negosiator utama dari kedua negara mencapai kesepakatan awal terkait pengendalian ekspor, perdagangan pertanian, pengiriman barang, hingga penanganan perdagangan fentanyl.

Kesepakatan awal tersebut membuka jalan bagi pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan akhir pekan ini untuk menandatangani kesepakatan final. Optimisme ini memicu peningkatan selera risiko di pasar global, sehingga mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko seperti saham dan obligasi korporasi.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan penting bank sentral dunia minggu ini. The Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan. Sementara itu, European Central Bank dan Bank of Japan diprediksi tetap mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) terus melemah setelah gagal menembus area supply di sekitar $4.379. Tekanan jual masih dominan, terlihat dari pola Change of Character (CHoCH) yang menandakan kendali seller.

Saat ini, harga mendekati zona demand di $3.945 yang berpotensi menjadi titik balik. Jika level ini bertahan, emas berpeluang menguat menuju $4.189. Namun, penembusan di bawahnya bisa membuka jalan menuju $3.850.

Secara teknikal, tren jangka pendek masih bearish, tetapi peluang rebound mulai terbuka. Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed yang dapat menjadi pemicu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) dijadwalkan merilis data inflasi konsumen (CPI) untuk bulan September pada Jumat malam ini. Laporan ini menjadi sorotan utama pasar karena hasilnya dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Investor juga menantikan petunjuk baru terkait sejauh mana kebijakan tarif impor pemerintahan Presiden Donald Trump berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa di AS.

Secara tahunan, inflasi utama AS diperkirakan naik 3,1% pada September, meningkat dari 2,9% di bulan sebelumnya dan menjadi level tertinggi sejak Mei 2024. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi diproyeksikan tetap di 3,1% secara tahunan. Secara bulanan, CPI diperkirakan naik 0,4% dan inflasi inti bertambah 0,3%, mencerminkan tekanan harga yang masih persisten di beberapa sektor.

Menurut analis TD Securities, laporan inflasi kali ini kemungkinan menunjukkan perlambatan pada sektor jasa, terutama perumahan, namun diimbangi oleh kenaikan harga barang akibat dampak lanjutan tarif impor. Kenaikan harga energi juga diperkirakan menjadi pendorong utama inflasi September, menjaga laju kenaikan CPI tetap solid dan menjadi pertimbangan penting bagi langkah kebijakan moneter The Fed ke depan.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tren naik di sekitar 98.50, ditopang struktur bullish di dalam channel naik. Selama harga bertahan di atas level support 98.50, peluang penguatan menuju area supply 99.00–99.20 tetap terbuka.

Meski demikian, potensi koreksi jangka pendek perlu diwaspadai jika harga menguji kembali batas bawah channel. Area demand 98.20–98.30 diperkirakan menjadi titik pantulan penting untuk melanjutkan momentum positif.

Selama pola higher low tetap terjaga, arah jangka menengah masih cenderung bullish. Namun, penembusan di bawah 98.50 bisa menjadi sinyal awal perubahan tren menuju pelemahan ke area 98.00.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) bergerak turun di bawah level $4.150 per troy ounce pada sesi Asia Jumat (24/10), tertekan oleh penguatan Dolar AS. Pelaku pasar cenderung berhati-hati setelah aksi jual tajam pada sesi sebelumnya. Analis menilai, berakhirnya perayaan Diwali di India, konsumen emas terbesar kedua dunia dapat menurunkan permintaan fisik dan membatasi penguatan harga logam mulia tersebut.

Namun, ketidakpastian akibat potensi penutupan sebagian pemerintahan AS serta meningkatnya ketegangan perdagangan global berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven seperti emas. Ekspektasi penurunan suku bunga AS juga menjadi faktor pendukung, karena suku bunga yang lebih rendah menekan biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis tertunda data inflasi konsumen AS (CPI) untuk bulan September yang akan diumumkan Jumat malam ini. Ekonom memperkirakan CPI utama naik 0,4% secara bulanan dan mencapai 3,1% dalam setahun, sementara inflasi inti yang tidak termasuk makanan dan energi diproyeksikan meningkat 0,3% per bulan dan 3,1% secara tahunan. Data ini akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD masih tertekan di bawah zona $4.150, dengan bias teknikal menunjukkan potensi kelanjutan koreksi menuju area demand di kisaran $3.950–$4.000. Struktur pasar pada grafik 4 jam memperlihatkan terbentuknya change of character (ChoCH), menandakan momentum bearish sementara akibat penguatan Dolar AS dan aksi ambil untung pasca reli tajam sebelumnya.

Apabila tekanan jual berlanjut, pelemahan emas diperkirakan akan menguji area invalidasi support, sebelum peluang rebound muncul dari zona demand. Area ini menjadi kunci untuk mengukur minat beli baru, terutama jika sentimen pasar kembali mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sebaliknya, jika harga mampu bertahan di atas $4.000 dan memantul kuat, peluang pengujian ulang area supply di sekitar $4.300–$4.350 tetap terbuka. Namun, arah emas ke depan masih sangat bergantung pada data inflasi AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang akan menentukan daya tarik logam mulia tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), naik ke sekitar $60,10 per barel pada awal perdagangan Asia, Kamis (23/10). Kenaikan ini menandai level tertinggi dalam hampir dua minggu, dipicu oleh langkah pemerintah AS yang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak utama Rusia. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya pasokan global, sehingga mendorong harga minyak lebih tinggi.

Menurut laporan Reuters, pemerintahan Presiden Donald Trump menuduh Rusia tidak berkomitmen menghentikan perang di Ukraina dan memberlakukan sanksi terhadap Lukoil serta Rosneft, dua raksasa energi Rusia. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa kedua perusahaan itu berperan besar dalam mendanai perang Kremlin. Sanksi ini diumumkan sehari setelah rencana pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin ditunda tanpa batas waktu.

Selain dampak geopolitik, data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 961.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Oktober, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan. Namun, potensi kenaikan harga diperkirakan terbatas karena OPEC+ tetap berencana meningkatkan produksi. International Energy Agency (IEA) bahkan memprediksi surplus pasokan global mencapai 4 juta barel per hari pada 2026, yang dapat menekan harga minyak dalam jangka panjang.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga West Texas Intermediate (WTI) terus menunjukkan tren positif setelah berhasil menembus beberapa level penting dan kini bergerak mendekati area supply di sekitar $62,45. Momentum kenaikan yang terbentuk sejak awal pekan menandakan dominasi buyer masih kuat, terutama setelah harga menembus level Break of Structure (BOS) di kisaran $59,77. Kenaikan ini juga didukung oleh ekspektasi pasar terhadap penurunan pasokan global akibat sanksi baru AS terhadap Rusia.

Meski demikian, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka. Area antara $61,00–$62,00 menjadi zona penting yang berpotensi menahan laju kenaikan karena tekanan jual bisa meningkat di wilayah tersebut. Jika terjadi penolakan di area supply ini, harga berpotensi kembali menguji area demand di sekitar $58,96, yang berperan sebagai support kuat dan zona akumulasi buyer.

Secara teknikal, struktur pasar masih menunjukkan arah bullish selama harga bertahan di atas area BOS $59,77. Namun, trader disarankan tetap berhati-hati menghadapi potensi retracement dari area resistance tinggi. Jika harga berhasil menembus $62,45 dengan volume kuat, maka peluang menuju target psikologis di atas $63,00 akan semakin terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali melemah ke kisaran $4.080 per ounce pada Kamis (23/10), memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan jual meningkat setelah logam mulia ini berulang kali mencetak rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Kini, harga emas tercatat sekitar 6% di bawah puncaknya, menandai penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari lima tahun terakhir.

Sentimen pasar beralih ke aset berisiko setelah muncul optimisme terhadap kesepakatan dagang AS–China menjelang pertemuan Presiden Donald Trump dan Xi Jinping. Ucapan Trump yang lebih bersahabat dengan Beijing turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Investor kini cenderung memantau hasil pertemuan tersebut untuk menentukan arah pasar selanjutnya.

Meski demikian, kinerja emas sepanjang tahun tetap mengesankan, naik sekitar 55% secara tahunan dan lebih dari 5% selama bulan ini. Dukungan utama datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dua kali lagi sebelum akhir tahun, serta meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia. Faktor-faktor ini menjaga minat terhadap emas di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas menunjukkan pelemahan setelah gagal menembus zona penawaran $4.380–$4.400. Penurunan berlanjut menuju wilayah permintaan $3.940–$4.000, yang kini menjadi titik penentu bagi pembalikan atau kelanjutan tren negatif.

Struktur jangka pendek teknikal masih mencerminkan sentimen bearish, dengan peluang penurunan menuju ekstensi $3.670 bila tekanan jual tetap mendominasi. Skenario koreksi sementara bisa terjadi sebelum tren utama melanjutkan pergerakan ke arah bawah.

Meskipun begitu, faktor fundamental seperti kemungkinan pemangkasan suku bunga dan meningkatnya ketegangan geopolitik masih memberikan dorongan positif bagi logam mulia. Kondisi global yang tidak menentu berpotensi mengembalikan minat terhadap emas sebagai aset pelindung nilai.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks Dolar AS bergerak stabil di sekitar level 98,9 pada Rabu (22/10) setelah lonjakan tajam sebelumnya, seiring pelaku pasar menilai prospek ekonomi Amerika Serikat di tengah dinamika perdagangan global dan penutupan pemerintahan yang masih berlanjut. Mata uang AS mendapatkan dukungan tambahan dari pelemahan sejumlah mata uang utama, terutama yen Jepang, yang tertekan oleh ekspektasi kebijakan fiskal ekspansif di bawah pemerintahan Perdana Menteri baru, Sanae Takaichi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang yang menguntungkan dengan Tiongkok, meskipun mengakui pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping bisa mengalami penundaan. Sementara itu, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett memberikan harapan bahwa penutupan pemerintahan dapat segera berakhir dalam pekan ini, memberikan sedikit dorongan positif bagi sentimen pasar.

Kini, fokus investor beralih ke rilis data inflasi (CPI) pada hari Jumat nanti sebagai petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Pasar memperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pekan depan, langkah yang dapat memengaruhi pergerakan Dolar AS dan dinamika pasar global dalam jangka pendek.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan tanda-tanda penguatan lanjutan setelah menembus struktur Change of Character (ChoCH) pada grafik empat jam. Pergerakan ini mengindikasikan perubahan momentum dari tren turun ke tren naik jangka pendek. Selama harga bertahan di atas level 98,00, peluang kenaikan menuju area supply zone di kisaran 98,80–99,10 tetap terbuka lebar, terutama jika data ekonomi AS mendukung ekspektasi pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter.

Secara teknikal, area 98,39 menjadi level penting yang berfungsi sebagai support sementara. Jika tekanan beli bertahan di atas area ini, DXY berpotensi melanjutkan reli ke 99,00, sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap aset berbasis Dolar AS di tengah ketidakpastian global. Sebaliknya, penurunan di bawah 98,00 dapat memicu koreksi menuju area demand zone di sekitar 97,30–97,00.

Secara keseluruhan, outlook Dolar AS masih positif dalam jangka menengah dengan dukungan dari data fundamental dan ekspektasi kebijakan The Fed. Pelaku pasar akan memantau rilis inflasi serta keputusan suku bunga mendatang sebagai pemicu utama arah pergerakan berikutnya, yang bisa memperkuat posisi DXY di atas level psikologis 99,00.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAG/USD) melemah ke sekitar $48,10 pada sesi Asia Rabu (22/10) setelah aksi jual tajam di sesi sebelumnya. Penurunan lebih dari 8% ini menjadi yang terbesar sejak 2021, dipicu aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi berlebih. Meredanya ketegangan dagang AS–Tiongkok turut menguatkan Dolar AS, menekan harga perak yang dihargakan dalam mata uang tersebut.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam tarif 100% untuk produk Tiongkok, namun kemudian melunak dan membuka peluang kesepakatan dagang baru. Pernyataan ini mendorong optimisme pasar akan hubungan ekonomi yang lebih stabil antara kedua negara.

Meski begitu, penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap mendukung daya tarik aset safe haven seperti perak. Pasar memperkirakan peluang hampir 99% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pekan depan, yang bisa menjadi faktor positif bagi harga logam mulia ini.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan setelah membentuk pola Head and Shoulders pada grafik empat jam. Pola ini menjadi indikasi perubahan arah tren dari bullish ke bearish, di mana tekanan jual meningkat setelah harga gagal bertahan di atas area neckline sekitar $50,57. Koreksi tajam ini menandakan potensi pergeseran sentimen dari euforia reli sebelumnya menuju fase konsolidasi atau penurunan lebih dalam.

Area supply zone di kisaran $52,06–$52,52 berfungsi sebagai resistance kuat yang membatasi setiap upaya pemulihan harga. Jika harga tetap berada di bawah level tersebut, peluang terbentuknya gelombang penurunan baru semakin besar. Target pelemahan berikutnya diperkirakan menuju area Fibonacci -61,8% di sekitar $48,17, bahkan bisa melanjut ke $46,68 jika tekanan jual berlanjut.

Namun, bila terjadi pullback ke atas area $50,50 dan disertai volume beli signifikan, peluang rebound jangka pendek dapat muncul. Secara keseluruhan, sentimen pasar masih cenderung negatif, dengan tren jangka menengah menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut seiring penguatan Dolar AS dan melemahnya permintaan aset logam mulia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun hingga 6,2% dibawah $4.100 per ons, mencatat penurunan harian terbesar sejak April 2013. Penurunan drastis ini terjadi hanya sehari setelah emas mencapai rekor tertinggi di $4.382 per ons. Aksi ambil untung dari investor dan penguatan dolar AS menjadi pemicu utama, sementara permintaan aset aman mulai mereda seiring membaiknya sentimen global.

Optimisme pasar meningkat setelah muncul kabar bahwa Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan bertemu minggu depan untuk membahas sengketa tarif. Harapan akan meredanya ketegangan dagang kedua negara mendorong investor beralih ke aset berisiko, sehingga menekan harga logam mulia. Selain itu, berakhirnya musim pembelian emas di India turut mengurangi permintaan fisik.

Meski mengalami koreksi tajam, emas masih naik sekitar 55% sepanjang tahun ini. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve serta masih kuatnya minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Banyak analis menilai penurunan ini bersifat sementara, dengan potensi harga emas untuk kembali menguat jika tekanan ekonomi meningkat.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) menunjukkan tanda koreksi lanjutan setelah membentuk pola Double Top di area $4.375 per ons. Pola ini menjadi sinyal pembalikan arah yang kuat, ditambah dengan munculnya Change of Character (ChoCH) yang mengonfirmasi tekanan jual. Area Supply di sekitar $4.375–$4.296 kini menjadi batas penting yang berpotensi menahan setiap upaya rebound jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut, fokus pasar tertuju pada Area Demand di kisaran $4.004–$3.903 sebagai zona potensial pembalikan harga sementara. Struktur pasar menunjukkan kemungkinan retest menuju Fair Value Gap (FVG) di level $4.190–$4.233 sebelum melanjutkan penurunan. Pola ini memperlihatkan dominasi seller dalam jangka menengah setelah reli tajam sebelumnya.

Secara keseluruhan, bias teknikal XAU/USD saat ini cenderung bearish selama harga berada di bawah area supply. Penguatan baru hanya akan terkonfirmasi jika emas mampu menembus di atas $4.300 dengan volume signifikan. Hingga saat itu, peluang koreksi menuju $3.900 tetap terbuka, terutama jika dolar AS terus menguat dan sentimen risiko global membaik.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze