Harga minyak mentah turun ke bawah US$71 per barel pada Jumat (26/06), menghapus penguatan sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati meningkatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz meski sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman, yang kembali memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi dunia.

Insiden tersebut meningkatkan risiko gangguan pasokan karena muncul kekhawatiran Iran dapat memperketat kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz. Sejumlah kapal komersial bahkan memilih berbalik arah, sehingga menimbulkan ketidakpastian terhadap kemajuan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski demikian, pembahasan mengenai isu penting seperti kebijakan nuklir diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama.

Di sisi lain, arus pengiriman minyak dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz justru mencapai level tercepat sejak konflik dimulai. Produsen minyak di Timur Tengah juga terus meningkatkan produksi walaupun menghadapi keterbatasan kapal tanker untuk mengangkut tambahan pasokan. Tekanan tersebut membuat WTI berpotensi mencatat penurunan mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area order block dan kembali turun di bawah level Change of Character (CHoCH) sekitar 71,157. Selama harga tetap berada di bawah area resistensi 71,681, peluang penurunan masih lebih besar. Struktur pergerakan saat ini menunjukkan dominasi penjual, sehingga potensi koreksi lanjutan tetap terbuka.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang menguji target pertama di 69,948. Apabila level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 68,789 yang berada di kawasan demand zone sebagai target berikutnya. Sebaliknya, kenaikan di atas 71,681 akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang perubahan arah menuju area resistensi yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas turun di bawah level US$4.000 per ounce pada Jumat (26/06) dan berada di jalur penurunan lebih dari 5% sepanjang pekan. Tekanan utama datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Sebelumnya, emas sempat menguat setelah data inflasi PCE Amerika Serikat dirilis sesuai perkiraan pasar. Kondisi tersebut melemahkan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah, sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk pulih. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama karena pelaku pasar tetap meyakini peluang kenaikan suku bunga The Fed masih cukup besar.

Di sisi lain, harga minyak kembali turun ke level sebelum konflik setelah kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran meredakan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Berkurangnya risiko inflasi akibat pelemahan harga minyak turut menekan permintaan emas, sehingga logam mulia ini masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam tren turun, namun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah memantul dari area support 3.959 – 3.992 yang bertepatan dengan zona demand dan level golden ratio Fibonacci. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound tetap terbuka dengan target awal menuju 4.068, kemudian berpotensi menguji 4.097 sebagai area resistance terdekat.

Meski demikian, tekanan jual belum sepenuhnya mereda karena struktur pasar masih cenderung bearish. Jika harga gagal mempertahankan support 3.959, potensi penurunan diperkirakan kembali menguat dan membuka jalan menuju level yang lebih rendah. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar zona demand akan menjadi penentu arah XAU/USD dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah turun di bawah US$70 per barel pada perdagangan Kamis (25/06), memperpanjang pelemahan untuk hari keempat berturut-turut. Penurunan ini hampir menghapus seluruh kenaikan yang terjadi sejak konflik Timur Tengah memanas. Sentimen pasar membaik setelah meningkatnya optimisme terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan global.

Perkembangan tersebut mendorong semakin banyak kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz dengan aktivitas yang lebih normal. Di saat yang sama, pasokan minyak dari berbagai wilayah eksportir utama terus meningkat. Pembeli kini menghadapi lonjakan penawaran minyak mentah dari Timur Tengah, Afrika Barat, dan sejumlah produsen lainnya, sehingga menambah tekanan terhadap harga energi.

Selain itu, kebijakan sementara Amerika Serikat yang mengizinkan pembelian minyak Iran yang sudah dimuat sebelumnya diperkirakan akan menambah ketersediaan pasokan di pasar. Mencerminkan perubahan sentimen tersebut, spread terdekat minyak Brent berbalik ke kondisi contango, sebuah sinyal yang menunjukkan pasar mulai melihat pasokan lebih longgar dibandingkan beberapa pekan terakhir.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 30 menit masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan area resistance dan membentuk struktur lower high. Saat ini harga berupaya melakukan rebound terbatas dari area 69,20, namun tekanan jual tetap kuat selama pergerakan berada di bawah zona supply dan level Fibonacci Golden Ratio di sekitar 69,64. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan yang terjadi masih berpotensi menjadi koreksi sementara sebelum tren utama berlanjut.

Secara teknikal, area 69,64 – 70,07 menjadi hambatan penting yang perlu ditembus untuk mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif. Selama harga tetap berada di bawah zona tersebut, peluang pelemahan menuju target 68,63 masih terbuka, dengan target lanjutan di sekitar 68,24. Para pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area resistance karena penolakan dari level tersebut dapat memperkuat dominasi seller dalam perdagangan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak stabil di kisaran $4.000 per ounce pada perdagangan Kamis (25/06), namun masih berada dekat level terendah dalam hampir delapan bulan terakhir. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan logam mulia, di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve.

Dolar AS tercatat menguat ke posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung melemah dan menekan pergerakan harga.

Di sisi lain, pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve berpotensi menaikkan suku bunga mulai September, dengan peluang tambahan kenaikan hingga akhir tahun. Prospek tersebut mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sementara itu, kemajuan negosiasi damai antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik turut meredakan tekanan inflasi, sehingga semakin memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish The Fed.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada grafik 1 jam menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah bertahan di area support kuat sekitar 3.960. Pergerakan saat ini masih berada di atas level Fibonacci Golden Ratio 3.981, yang menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Selama harga mampu mempertahankan area tersebut, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka dengan target terdekat di 4.034, kemudian berlanjut ke 4.054.

Dari sisi teknikal, terbentuknya rangkaian higher low mengindikasikan minat beli mulai kembali muncul setelah koreksi tajam sebelumnya. Namun, skenario bullish akan batal apabila harga turun dan menembus 3.959, yang berpotensi membuka ruang pelemahan lebih dalam menuju area 3.923. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar zona support sebagai penentu arah pergerakan emas berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah turun mendekati level USD72 per barel pada perdagangan Rabu (24/06), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah. Pergerakan ini membawa harga semakin dekat ke posisi sebelum konflik regional memanas, didukung meningkatnya aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sentimen negatif bagi minyak muncul setelah semakin banyak kapal tanker kembali melintasi jalur strategis tersebut. Organisasi Maritim Internasional menyatakan telah menerima jaminan keamanan yang memungkinkan ratusan kapal keluar dari Teluk Persia. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan ekspor minyak Uni Emirat Arab pada awal Juni telah pulih hingga hampir 85% dari kondisi normal sebelum konflik.

Tekanan tambahan datang dari meningkatnya ekspektasi pasokan global. Amerika Serikat memberikan pengecualian selama 60 hari yang memungkinkan pembelian minyak dan produk olahan Iran oleh pembeli internasional, termasuk kilang AS. Sementara itu, Iran dan Oman mulai membahas kerangka kerja bersama untuk pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz, termasuk kemungkinan penerapan biaya transit yang berpotensi menjadi perhatian baru bagi pelaku pasar energi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada grafik 1 jam menunjukkan upaya pemulihan setelah menyentuh area support di sekitar 71.93. Namun, pergerakan masih berada di bawah garis tren turun, menandakan dominasi tekanan jual belum sepenuhnya berakhir. Selama harga gagal menembus area resistance 73.35 hingga 74.23, peluang kenaikan diperkirakan masih terbatas dan berisiko memicu aksi ambil untung kembali.

Secara teknikal, area Golden Ratio 61,8% di sekitar 73.35 menjadi zona penting yang perlu diperhatikan. Jika harga tertahan di level tersebut, USOIL berpotensi melanjutkan pelemahan menuju target pertama di 71.30, kemudian membuka peluang penurunan lebih lanjut ke area 70.50. Sebaliknya, penembusan kuat di atas 74.23 akan membatalkan skenario bearish dan memberi sinyal perubahan momentum jangka pendek ke arah yang lebih positif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah level $4.100 per troy ounce pada perdagangan Rabu (24/06) dan bergerak mendekati titik terendah dalam tujuh bulan terakhir. Tekanan muncul setelah pasar semakin yakin bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap ketat dalam beberapa waktu ke depan, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Dalam pertemuan kebijakan terbaru, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, namun sejumlah pejabat bank sentral menunjukkan dukungan yang lebih besar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan yang lebih hawkish.

Di sisi lain, kemajuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran membantu meningkatkan arus pelayaran di Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Kondisi ini menurunkan risiko inflasi dan mengurangi permintaan aset lindung nilai. Tekanan tambahan datang dari aksi jual di pasar saham teknologi AS, yang mendorong sebagian investor melepas kepemilikan emas guna menutupi kerugian pada portofolio lainnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD pada timeframe 30 menit masih bergerak dalam tren menurun setelah gagal mempertahankan area support penting di sekitar 4.069. Struktur harga yang membentuk lower high dan lower low menunjukkan dominasi tekanan jual masih kuat. Selama harga bertahan di bawah area resistensi 4.098–4.128, peluang terjadinya pemulihan yang lebih besar masih terbatas.

Dalam skenario jangka pendek, area 4.098 menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan sebelum potensi penurunan berlanjut. Jika tekanan bearish kembali meningkat, harga berpeluang menguji target pertama di kisaran 4.049 dan target berikutnya di area 4.023. Namun, apabila XAUUSD mampu menembus dan bertahan di atas 4.128, maka outlook bearish berisiko batal dan membuka peluang penguatan menuju area resistensi yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melanjutkan pelemahan di bawah US$65 per ons pada perdagangan Selasa (23/06) setelah bertahan pada tren pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Sentimen pasar membaik seiring munculnya tanda-tanda kemajuan dalam perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.

Optimisme semakin menguat setelah Washington memberikan izin sementara kepada Teheran untuk menjual minyak ke pasar internasional. Langkah tersebut meningkatkan harapan bahwa pasokan energi dunia akan pulih lebih cepat. Selain itu, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai meningkat, sementara negara-negara produsen di kawasan Teluk berhasil memperluas jalur ekspor untuk menjaga kelancaran distribusi energi.

Meski demikian, logam mulia masih menghadapi tekanan akibat perubahan ekspektasi kebijakan moneter. Sebelumnya, gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah mendorong harga minyak naik dan memperkuat spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi guna mengendalikan inflasi. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak dan membatasi potensi kenaikan harga dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan jual yang masih kuat setelah harga gagal mempertahankan area koreksi dan kembali menembus support penting di sekitar 63,25. Pergerakan ini mengonfirmasi dominasi seller sekaligus memperkuat struktur tren turun yang telah terbentuk sejak pertengahan bulan. Selama harga bergerak di bawah area resistance 65,21 – 66,42, peluang pemulihan masih terlihat terbatas.

Secara teknikal, target penurunan terdekat berada di area 60,99 sebagai support berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 58,12 yang menjadi target bearish selanjutnya. Sementara itu, skenario penurunan dapat berkurang validitasnya apabila XAGUSD mampu kembali menembus dan bertahan di atas zona resistance, yang berpotensi memicu rebound menuju area yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menghentikan pelemahan pada perdagangan Selasa (23/06) dan bergerak stabil di sekitar level US$74 per barel. Meski demikian, pergerakan masih berada dekat titik terendah sejak Maret, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam menilai arah pasokan global dan prospek permintaan energi.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada perkembangan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Meningkatnya optimisme terhadap tercapainya kesepakatan membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap sektor energi Iran, yang berpotensi menambah pasokan minyak ke pasar internasional dan menekan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, pasar masih menunggu kepastian lebih lanjut terkait hasil negosiasi sebelum mengambil posisi yang lebih agresif. Selama belum ada keputusan final, harga minyak diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan sentimen yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta dinamika keseimbangan antara suplai dan permintaan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak USOIL masih bergerak di dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan jual tajam dari area supply. Namun, pergerakan terbaru menunjukkan harga bertahan di atas zona demand kuat sekitar 73,17 – 73,50, yang menjadi area penting bagi pembeli untuk mempertahankan momentum. Selama level support tersebut tidak ditembus, peluang terjadinya pemulihan jangka pendek masih terbuka.

Secara teknikal, terbentuknya reaksi bullish dari area golden ratio memperkuat potensi kenaikan menuju target pertama di 74,53 dan target berikutnya di 74,89. Skenario ini akan semakin valid apabila harga mampu menembus resistance terdekat di sekitar 74,23. Sebaliknya, penurunan di bawah 73,17 dapat memicu tekanan lanjutan dan membuka ruang pelemahan menuju area support yang lebih rendah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak melemah pada perdagangan Asia hari Selasa (23/06) setelah gagal melanjutkan kenaikan moderat yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penguatan Dolar AS yang bertahan di dekat level tertinggi sejak Mei 2025 menjadi faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia tersebut.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjaga permintaan terhadap aset aman, sehingga tekanan terhadap emas belum berkembang menjadi penurunan yang lebih dalam.

Meski demikian, melemahnya harga minyak dunia membantu meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini mengurangi peluang pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari bank-bank sentral, sehingga berpotensi membatasi penurunan emas dan menjaga prospek pergerakannya dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal bearish setelah harga gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.187 – 4.215. Penolakan pada zona tersebut memicu tekanan jual yang mendorong harga turun menembus support minor, mengindikasikan bahwa momentum pelemahan masih cukup dominan dalam jangka pendek. Selama harga bertahan di bawah area resistance, peluang penurunan masih terbuka.

Dari proyeksi Fibonacci dan struktur pergerakan terkini, target penurunan terdekat berada di area 4.141 sebagai support pertama. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji level 4.125 sebagai target berikutnya. Sementara itu, skenario bearish akan berkurang validitasnya apabila XAUUSD mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.187, yang dapat membuka peluang pemulihan menuju area resistance yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 1,2% ke area US$75,50 per barel pada perdagangan Asia, Senin (22/06). Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran melaporkan kemajuan signifikan dalam perundingan yang berlangsung di Swiss, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pembicaraan tersebut menghasilkan “kemajuan besar”. Teheran dikabarkan memperoleh sejumlah konsesi, termasuk peluang ekspor minyak dan petrokimia, akses terhadap aset yang sebelumnya dibekukan, serta langkah-langkah untuk mendukung pemulihan ekonomi. Wakil Presiden AS JD Vance juga menyambut positif hasil negosiasi tersebut.

Sentimen pasar semakin membaik setelah Qatar dan Pakistan, yang berperan sebagai mediator, mengumumkan kesepakatan peta jalan menuju perjanjian final dalam 60 hari. Selain itu, Iran memastikan mekanisme transit telah disiapkan untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia, sehingga mengurangi risiko gangguan pasokan dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 77,57. Pada grafik 30 menit, struktur pasar menunjukkan pelemahan berlanjut dengan harga berada di bawah area koreksi Fibonacci 61,8% di sekitar 76,55. Selama belum mampu menembus zona 76,61–77,57, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pergerakan jangka pendek.

Di sisi bawah, area 74,15 menjadi target terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Jika level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju support berikutnya di sekitar 73,22 yang bertepatan dengan zona demand kuat. Sebaliknya, kenaikan di atas resistance utama akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang pemulihan yang lebih luas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze