Harga minyak mentah WTI melanjutkan penguatan untuk hari ketiga berturut-turut dan mencatat kenaikan dalam lima dari enam sesi terakhir. Pada perdagangan Asia Rabu (02/09), WTI menyentuh level tertinggi sejak 24 Juli dan bergerak di kisaran pertengahan US$90 per barel, naik sekitar 1,20%. Sentimen positif masih mendominasi seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi di Timur Tengah menjadi perhatian utama pasar setelah pasukan AS menyerang target Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai respons terhadap ancaman terhadap kapal komersial di Selat Hormuz dan personel militer AS. Iran kemudian melaporkan serangan rudal balistik dan drone ke sejumlah target terkait AS di Yordania serta Uni Emirat Arab. Eskalasi tersebut meningkatkan risiko gangguan jalur perdagangan strategis dan memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak global.

Tekanan pasokan juga datang dari Rusia yang memperpanjang larangan ekspor diesel hingga 30 September. Di sisi lain, rencana AS menggunakan minyak dari kesepakatan dengan Venezuela untuk mengisi kembali Strategic Petroleum Reserve belum memberikan kepastian kapan tambahan pasokan benar-benar masuk ke pasar. Kombinasi risiko geopolitik dan ketidakpastian suplai ini membuat prospek harga minyak WTI tetap bullish dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 30 menit masih menunjukkan struktur bullish setelah harga berhasil menembus area resistance sebelumnya. Saat ini, harga berada di sekitar US$89,50 dan sedang menguji zona support US$89,04 – 89,70. Selama area tersebut mampu bertahan, peluang pembentukan momentum kenaikan masih terbuka, sejalan dengan sinyal teknikal yang saat ini cenderung bullish.

Jika tekanan jual muncul, koreksi berpotensi mengarah ke US$87,99 sebagai support penting sekaligus area golden ratio. Namun, selama level US$86,29 tidak ditembus, skenario utama tetap mengarah ke atas. Penembusan US$90,75 dapat membuka ruang menuju US$91,96 sebagai target berikutnya. Dengan volatilitas minyak yang meningkat akibat ketegangan geopolitik, trader tetap perlu mewaspadai pergerakan tajam dan false breakout.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali tertekan ke bawah $4.300 per ons pada Rabu (02/09), memperpanjang penurunan selama empat sesi berturut-turut sekaligus mencapai level terendah dalam lebih dari tiga pekan. Pelemahan terjadi ketika investor menilai kembali prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve di tengah lonjakan imbal hasil obligasi global dan harga minyak yang meningkatkan tekanan inflasi.

Kenaikan yield obligasi memperkuat sentimen hawkish terhadap kebijakan moneter AS. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan komitmen untuk mengendalikan inflasi turut mendorong ekspektasi pasar, dengan peluang kenaikan suku bunga pada bulan ini kini berada di sekitar 70%. Kondisi tersebut membuat emas kurang menarik karena aset tanpa imbal hasil menghadapi persaingan dari instrumen berbunga.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan ADP yang dirilis Rabu dan data Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Kedua indikator tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS-Iran dapat memperbesar risiko inflasi, sehingga tekanan terhadap harga emas masih berpeluang berlanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus area support dan bergerak di bawah level Fibonacci 23,6% di 4.308,38. Jika tekanan jual berlanjut, level 4.287,63 menjadi target pertama yang perlu diperhatikan. Penembusan area tersebut berpotensi membuka ruang penurunan menuju 4.263,72 sebagai target berikutnya.

Sementara itu, peluang koreksi tetap terbuka apabila harga mampu rebound dari area 4.287,63. Zona 4.321,22 – 4.331,60 menjadi area koreksi yang perlu dicermati, sedangkan kenaikan melewati 4.356,74 akan menjadi sinyal bahwa skenario bearish mulai kehilangan validitas. Dengan demikian, pelaku pasar dapat memantau reaksi harga di area support dan resistance untuk menentukan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak bergerak stabil di sekitar US$66,67 pada sesi Asia, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang rilis PMI Manufaktur ISM AS dan data lowongan kerja JOLTS. PMI diperkirakan turun ke 55,2 dari 55,6, sementara lowongan pekerjaan diproyeksikan sedikit melemah menjadi 7,3 juta. Kedua indikator ini berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Fed.

Perhatian berikutnya tertuju pada NFP dan CPI AS yang dinilai menjadi penentu penting prospek suku bunga September. Sikap hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole turut memicu perdebatan mengenai kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat jika inflasi inti kembali sulit ditekan. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati data ekonomi berikutnya untuk mencari petunjuk arah XAG/USD.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak WTI hingga mendekati US$85,85 dapat menjadi tekanan tambahan bagi Perak. Lonjakan energi berisiko meningkatkan ekspektasi inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan sikap hawkish lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi membatasi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga harga Perak masih menghadapi risiko pergerakan terbatas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD masih bergerak dalam pola channel menurun dan berada di bawah resistance $67,58. Selama level tersebut belum ditembus, tekanan bearish berpeluang berlanjut dengan target awal $66,06. Penembusan area ini dapat membuka ruang pelemahan menuju $65,56 sebagai zona target berikutnya.

Sebaliknya, penguatan di atas $67,58 akan menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda dan membuka peluang pengujian resistance $68,46. Namun, selama harga tertahan di bawah level invalidasi tersebut, skenario koreksi menuju area $65,56 – $66,06 masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak WTI kembali menguat untuk dua sesi berturut-turut dan bergerak di sekitar US$85,60 per barel pada perdagangan Asia, Selasa (01/09). Kenaikan ini dipicu memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi. Ancaman terhadap jalur distribusi membuat pasar minyak kembali menghadapi risiko gangguan pasokan.

Situasi semakin tegang setelah serangan AS terhadap peluncur roket Iran di Pulau Larak dibalas dengan serangan Teheran ke sejumlah target di Uni Emirat Arab dan Yordania. Ancaman terhadap Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak Iran, turut memperbesar kecemasan pasar. Risiko di Selat Hormuz juga meningkat setelah sebuah supertanker terbakar akibat menabrak ranjau laut, meski arus minyak dari negara-negara Teluk masih berlangsung secara terbatas.

Di sisi lain, serangan drone dan rudal terhadap fasilitas penyulingan Rusia ikut menekan kapasitas produksi bahan bakar global. Kondisi tersebut mendorong margin produk olahan ke level tertinggi, sementara klaim adanya kesepakatan minyak antara AS dan Venezuela menambah ketidakpastian baru. Minimnya detail mengenai pelaksanaan kesepakatan membuat investor masih berhati-hati dalam menilai apakah tambahan pasokan benar-benar mampu meredakan tekanan harga energi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI bergerak di sekitar $85,70 dan masih menunjukkan struktur bullish setelah bertahan di atas area Fibonacci 23,6% di $85,48. Selama level tersebut mampu dipertahankan, momentum kenaikan berpeluang berlanjut dengan target terdekat $86,21, kemudian $86,71.

Namun, koreksi tetap perlu diwaspadai. Penurunan menuju area $84,94 masih tergolong sehat selama tidak menembus $84,39 sebagai level invalidasi support. Jika zona tersebut bertahan, peluang rebound harga minyak menuju target bullish kembali terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali tertekan pada perdagangan Selasa (01/09), bergerak di bawah $4.450 per ons dan mendekati level terendah dalam dua pekan. Kenaikan harga minyak serta pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS berpotensi naik pada September. Kondisi ini menjadi beban bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah pasukan AS menyerang sebuah pulau di Selat Hormuz, sementara Iran merespons dengan serangan ke Uni Emirat Arab dan Yordania. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat. Warsh juga menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki pekerjaan besar jika belum ada bukti kuat inflasi kembali menuju target 2%.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga September mencapai lebih dari 65%, melonjak dari sekitar 36% sebelum pernyataan Warsh. Meski terkoreksi, emas masih mencatat kenaikan sekitar 10% sepanjang Agustus, didukung rencana Departemen Keuangan AS menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang untuk menjaga likuiditas. Perkembangan kebijakan The Fed dan ketegangan geopolitik akan menjadi kunci arah harga emas berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area harga yang lebih tinggi. Pergerakan saat ini berpotensi menguji Fair Value Gap (FVG) di sekitar 4.485 sebagai resistance. Selama harga belum menembus 4.534, peluang seller untuk kembali mendominasi masih terbuka.

Jika tekanan jual berlanjut, 4.406 menjadi target penurunan pertama, kemudian area 4.376 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, kenaikan dan penutupan kuat di atas 4.534 dapat membatalkan skenario bearish serta membuka ruang bagi pemulihan harga. Trader perlu mencermati respons harga di sekitar FVG sebelum menentukan arah posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut dan bergerak di sekitar US$66,10 per troy ons pada sesi Asia, Senin (31/08). Tekanan muncul setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menyampaikan nada hawkish dalam simposium Jackson Hole. Ia menegaskan bahwa bank sentral masih perlu bertindak apabila inflasi inti belum menunjukkan arah yang meyakinkan menuju target.

Sentimen pasar semakin terbebani menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 15 – 16 September. Berdasarkan CME FedWatch, peluang pemangkasan suku bunga setidaknya 25 basis poin (bp) kini meningkat menjadi sekitar 57,5%, dari sebelumnya 35% sebelum pidato Warsh. Perubahan ekspektasi tersebut membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak turut membatasi pergerakan harga perak setelah eskalasi konflik Iran dan AS kembali memanas di sekitar Selat Hormuz. Iran melancarkan serangan rudal sebagai respons atas serangan AS terhadap fasilitas peluncur di Pulau Larak. Ketegangan di jalur perdagangan strategis tersebut berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi, sehingga pasar semakin memperhatikan risiko inflasi dan prospek kebijakan moneter The Fed.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAGUSD masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance. Struktur harga menunjukkan peluang pullback menuju area koreksi, dengan zona 68.348 – 69.914 menjadi wilayah penting yang berpotensi memicu kembali aksi jual. Selama harga tetap bergerak di bawah resistance tersebut, bias jangka pendek cenderung bearish.

Jika tekanan jual berlanjut, support 65.562 menjadi target pertama yang perlu diperhatikan. Penembusan level ini dapat membuka peluang penurunan menuju 64.049 sebagai target berikutnya. Namun, kenaikan yang mampu menembus 69.914 berpotensi membatalkan skenario bearish dan membuka jalan bagi XAGUSD untuk kembali menguji area 71.137.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah kembali menguat pada awal pekan (31/08) dengan menembus US$85 per barel. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz setelah militer AS menyerang peluncur roket Iran yang diduga bersiap menempatkan ranjau di jalur perairan strategis tersebut.

Langkah tersebut menjadi serangan pertama AS terhadap target Iran dalam lebih dari sebulan. Washington juga menegaskan akan terus memantau Selat Hormuz dan siap menjaga kelancaran perdagangan. Di sisi lain, tekanan ekonomi melalui sanksi tetap menjadi strategi AS untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.

Meski belum ada kesepakatan damai, sekitar 6 – 8 juta barel minyak per hari masih dilaporkan mengalir melalui Selat Hormuz. Jika ketegangan kembali meningkat dan mengganggu jalur distribusi, risiko pasokan global dapat mendorong harga minyak semakin tinggi, sementara sinyal diplomasi antara AS dan Iran berpotensi meredakan tekanan tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL pada timeframe 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil bertahan di atas area Fibonacci 50% sekitar 83.247. Selama harga tetap berada di atas 82.870 – 82.334, tekanan beli berpeluang menjaga momentum kenaikan. Penembusan 84.843 akan menjadi sinyal lanjutan yang membuka ruang menuju resistance berikutnya.

Jika momentum bullish berlanjut, USOIL berpotensi menguji 85.711 hingga 86.815 sebagai target kenaikan. Sebaliknya, pelemahan di bawah 82.334 dapat memicu koreksi lebih dalam, dengan 81.651 menjadi area invalidasi support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di sekitar US$4.460 per troy ounce pada Senin (31/08) setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Tekanan datang dari pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve Kevin Warsh yang kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Dalam pidatonya di Jackson Hole, Warsh menilai inflasi AS belum menunjukkan penurunan yang signifikan dan menegaskan komitmen The Fed untuk mengembalikannya ke target 2%. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September mencapai sekitar 57%, naik dari 40% sepekan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil kembali tertekan.

Selain kebijakan moneter, kenaikan harga minyak turut membebani pergerakan logam mulia setelah militer AS menyerang peluncur roket Iran yang diduga bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz. Meski begitu, emas masih berpeluang mencatat kenaikan lebih dari 10% sepanjang Agustus, didukung kuatnya permintaan sebagai aset lindung nilai di tengah kekhawatiran pelemahan nilai mata uang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada timeframe 15 menit masih menunjukkan tekanan bearish setelah menembus struktur Break of Structure (BOS). Selama pergerakan tertahan di bawah area koreksi US$4.456, peluang penurunan tetap terbuka dengan US$4.418 sebagai target pertama.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji US$4.401 sebagai target berikutnya. Skenario bearish ini menjadi tidak valid apabila XAU/USD mampu menembus resistance US$4.472, yang dapat membuka ruang bagi pemulihan lebih lanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak kembali turun di bawah US$69 per ons pada Jumat (28/08), memangkas sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Investor memilih berhati-hati menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole yang diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 65% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Namun, inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan bunga sebelum akhir tahun, dengan peluang kenaikan pada Desember masih berada di atas 70%.

Di sisi lain, prospek perak tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terhadap pelemahan dolar dan risiko krisis utang AS setelah Departemen Keuangan memperluas pembelian kembali obligasi jangka panjang. Sementara itu, harga minyak masih tinggi karena meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina, meski terdapat tanda-tanda kemajuan diplomasi di Timur Tengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAG/USD masih menghadapi tekanan setelah gagal bertahan di area resistance US$69,24 – US$69,75. Pada grafik, harga membentuk rejection dari zona tersebut dan berpotensi melanjutkan koreksi. Jika tekanan jual berlanjut, US$68,41 menjadi support awal yang perlu diperhatikan. Kondisi ini sejalan dengan pergerakan terbaru perak yang kembali tertekan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Jika support US$68,41 ditembus, peluang penurunan berikutnya terbuka menuju US$68,05 sebagai Target 1, kemudian US$67,58 sebagai Target 2 sekaligus area demand penting. Sebaliknya, apabila harga mampu merebut kembali US$69,24, momentum bullish dapat muncul untuk menguji US$69,75. Dengan demikian, bias jangka pendek XAG/USD cenderung bearish selama harga berada di bawah US$69,24, sementara area US$67,58 menjadi batas penting untuk menjaga struktur kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah melemah menuju US$83 per barel pada Jumat (28/08), tetapi masih mempertahankan sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi ketika eskalasi perang Rusia-Ukraina kembali menjadi perhatian pasar, menggeser fokus investor dari konflik di Timur Tengah ke Eropa Timur.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut perundingan dengan Ukraina belum menghasilkan kemajuan dan Rusia bersiap memperkuat operasi militernya. Di sisi lain, serangan Ukraina terhadap kilang dan pelabuhan Rusia terus mengganggu infrastruktur energi. Kondisi tersebut berpotensi menekan kemampuan Rusia mengekspor minyak mentah maupun produk olahan, sehingga menjadi faktor pendukung harga.

Meski demikian, harga minyak masih berada di jalur penurunan mingguan karena pasar mempertimbangkan peluang diplomasi di Timur Tengah serta prospek pasokan yang lebih baik melalui Selat Hormuz. Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan pembagian pendapatan dengan Oman terkait jalur strategis tersebut, namun menegaskan bahwa kesepakatan itu belum menjamin pembukaan kembali selat secara langsung.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, grafik 1 jam Minyak WTI masih memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah bertahan di area support Fibonacci 38,2% sekitar $82,33. Selama level ini mampu dipertahankan, harga berpotensi menguji $83,65 sebagai resistance terdekat. Jika berhasil ditembus, ruang kenaikan berikutnya terbuka menuju $84,60. Pergerakan ini juga sejalan dengan rebound WTI ke sekitar $83,5 setelah tekanan jual sebelumnya mereda.

Namun, momentum bullish perlu tetap diwaspadai karena $81,50 menjadi support penting sekaligus area golden ratio 61,8%. Jika harga jatuh di bawah level tersebut, tekanan jual dapat kembali meningkat menuju zona demand $80,18. Dengan demikian, bias jangka pendek masih cenderung positif selama WTI bertahan di atas $81,50, sementara penembusan $83,65 menjadi kunci untuk mengonfirmasi peluang menuju target lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze