Harga emas turun di bawah level psikologis penting, menandai pelemahan mingguan kedua akibat berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok. Kedua negara sepakat pada gencatan perdagangan selama satu tahun yang mencakup mineral langka, dengan AS menurunkan tarif fentanyl menjadi 10%, sementara Beijing berjanji membatasi produksi serta melanjutkan pembelian kedelai dari Amerika. Meski demikian, ketidakpastian mengenai keberlanjutan kesepakatan tersebut masih membayangi pasar.

Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell bahwa pemangkasan suku bunga tambahan pada Desember belum tentu dilakukan menahan pergerakan emas. Dolar AS yang tetap kuat mendekati puncak tiga bulan membuat logam mulia ini terasa lebih mahal bagi pembeli luar negeri, menambah tekanan terhadap harga. Namun, minat terhadap emas tetap terjaga berkat meningkatnya pembelian oleh bank sentral dunia.

Data dari World Gold Council menunjukkan bank sentral membeli 220 ton emas pada kuartal ketiga, naik 28% dibanding periode sebelumnya. Kazakhstan menjadi pembeli terbesar, sementara Brasil mencatatkan pembelian pertamanya dalam lebih dari empat tahun. Dukungan kuat dari sektor moneter global ini membantu emas tetap mencatatkan kenaikan bulanan dan mempertahankan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas tampak kehilangan momentum setelah gagal menembus area resistance di sekitar 4.050–4.100, seperti terlihat pada grafik empat jam yang membentuk pola channel naik. Arah harga kini condong ke sisi bawah saluran tersebut, menunjukkan potensi koreksi jangka pendek menuju area 3.950 hingga 3.900, sejalan dengan retracement Fibonacci 23,6%.

Secara teknikal, terbentuknya struktur bearish divergence di puncak terakhir memperkuat sinyal pelemahan. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus batas bawah channel, area 3.884 menjadi titik validasi penting, di mana penurunan lanjutan dapat menguji zona support kuat di 3.840. Namun, selama level ini bertahan, peluang pembalikan arah tetap terbuka, terutama jika harga mampu kembali menembus 4.020.

Secara keseluruhan, bias emas masih netral hingga cenderung melemah dalam jangka pendek, dipengaruhi oleh penguatan dolar dan sikap hati-hati investor menjelang data ekonomi utama AS. Trader disarankan menunggu konfirmasi arah dari reaksi harga di area support, sementara investor jangka panjang dapat memanfaatkan koreksi ini sebagai peluang akumulasi bertahap.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas level USD 48,5 per ons pada Jumat (31/10) dan berpeluang menutup pekan dengan penguatan tipis, seiring meningkatnya volatilitas pasar yang mendorong minat terhadap aset lindung nilai. Tekanan jual pada saham teknologi membuat indeks saham AS terkoreksi dari rekor tertinggi, sementara keputusan terbaru The Fed dan hasil pertemuan Trump–Xi belum memberi dukungan berarti bagi pasar.

Bank sentral AS memutuskan pemangkasan suku bunga seperempat poin sesuai ekspektasi, namun Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan lanjutan pada Desember belum pasti. Sementara itu, pertemuan antara Presiden Trump dan Xi menghasilkan sedikit kelonggaran dagang tanpa terobosan signifikan yang dapat mengguncang pasar global.

Di sisi lain, tingkat sewa perak di London mulai turun dari rekor tertingginya, menandakan likuiditas pasar yang membaik. Sebelumnya, logam mulia ini sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa akibat aksi short squeeze dan krisis likuiditas, sebelum akhirnya terkoreksi oleh aksi ambil untung.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) bergerak stabil di atas area support 50% Fibonacci di sekitar $47,8, menandakan momentum beli mulai terbentuk kembali setelah tekanan korektif yang panjang. Kenaikan dari level $45,5, yang kini menjadi batas invalidasi utama memperlihatkan potensi pembalikan arah seiring meningkatnya minat beli di zona permintaan kuat.

Struktur harga pada grafik 4 jam menunjukkan serangkaian Change of Character (ChoCH) dan Break of Structure (BOS) yang mengonfirmasi transisi menuju tren naik jangka menengah. Jika perak mampu bertahan di atas zona biru saat ini, peluang untuk menguji area resistance Fibonacci 38,2% di kisaran $49,3 hingga $51 akan semakin besar.

Namun, kegagalan mempertahankan posisi di atas $46,2 berisiko memicu tekanan jual baru menuju area $43,9. Untuk saat ini, bias teknikal tetap positif dengan potensi kenaikan menuju $52 selama support utama tidak ditembus, mencerminkan sikap pasar yang mulai agresif terhadap aset logam di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bertahan di atas level 99 pada Kamis (30/10), memperpanjang kenaikan tajam sehari sebelumnya setelah pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember. Langkah ini dipicu oleh nada hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell, yang menegaskan bahwa arah kebijakan moneter masih bergantung pada data ekonomi dan kondisi fiskal terkini.

Dalam keputusan yang telah diperkirakan, The Fed menurunkan suku bunga sebesar seperempat poin dan mengumumkan rencana penghentian pengetatan neraca pada 1 Desember. Namun, Powell menegaskan bahwa pemangkasan lanjutan belum menjadi “kesimpulan pasti,” mengingat perbedaan pandangan di internal bank sentral serta terbatasnya data akibat penutupan sebagian pemerintahan. Hal ini membuat peluang pemangkasan lanjutan turun di bawah 70%, dari sebelumnya hampir penuh.

Di sisi lain, fokus investor kini beralih ke pertemuan penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping. Kedua pemimpin diharapkan menandatangani kesepakatan gencatan dagang setelah berbulan-bulan ketegangan yang mengguncang pasar global. Pertemuan tersebut dinilai menjadi kunci arah risiko pasar dan potensi stabilisasi hubungan ekonomi dua raksasa dunia.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) menunjukkan potensi rebound kuat setelah menyentuh area demand di kisaran 98.20–98.25. Struktur harga pada timeframe H1 menampilkan Change of Character (ChoCH) yang menandakan pergeseran momentum dari bearish menuju bullish. Level 98.56 kini menjadi titik krusial yang menentukan apakah pembalikan tren akan berlanjut menuju zona resistance terdekat.

Jika tekanan beli bertahan di atas retracement 61,8% Fibonacci, peluang kenaikan menuju area 98.96 hingga 99.15 semakin terbuka. Area tersebut bertepatan dengan zona weak high, yang dapat menjadi target bagi buyer jangka pendek sebelum potensi koreksi baru muncul. Volume yang meningkat di sekitar area demand memperkuat sinyal akumulasi institusional, mendukung narasi pemulihan dolar.

Namun, jika harga kembali menembus di bawah 98.20, maka momentum bullish berisiko gagal dan membuka jalan menuju 97.80. Untuk saat ini, bias teknikal masih cenderung positif selama DXY mampu bertahan di atas area demand, dengan fokus pasar tertuju pada konfirmasi pergerakan berikutnya menjelang rilis data ekonomi utama AS.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran $3.930 per ounce pada Kamis (30/10), menahan sebagian besar penurunan sebelumnya dan tetap dekat level terendah tiga minggu. Kondisi ini terjadi setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa peluang pemangkasan suku bunga tambahan pada Desember cukup kecil karena perbedaan pandangan antarpejabat serta terbatasnya data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS.

Pasar kini menilai kemungkinan adanya penurunan suku bunga tahun ini kurang dari 70%, jauh menurun dibandingkan ekspektasi penuh sebelum keputusan FOMC. Di sisi lain, investor juga menyoroti perkembangan perundingan dagang AS-Tiongkok, di mana Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping diperkirakan akan merampungkan kesepakatan perdagangan dalam pertemuan mereka di Korea Selatan. Potensi berakhirnya ketegangan dagang ini dinilai dapat mengurangi minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Meski menghadapi tekanan dari faktor kebijakan dan geopolitik, harga emas masih berada di jalur kenaikan bulanan dan mencatat peningkatan sekitar 50% sepanjang tahun ini. Kinerja kuat logam mulia tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap emas tetap solid, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai dolar AS.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD saat ini bergerak mendekati zona demand di sekitar $3.880, area yang sebelumnya menjadi titik balik signifikan. Pola CHoCH (Change of Character) menunjukkan kemungkinan terjadinya reaksi beli jangka pendek setelah fase distribusi di area supply sekitar $4.020–$4.050 gagal ditembus. Level ini kini menjadi batas atas penting yang menandai dominasi seller.

Secara teknikal, peluang rebound masih terbuka jika harga mampu mempertahankan struktur di atas weak low $3.886. Skema pergerakan menunjukkan potensi retracement menuju Fibonacci 23,6%–38,2% di kisaran $3.950–$3.990 sebelum kemungkinan uji ulang area demand. Namun, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus zona tersebut, emas berpotensi memperpanjang pelemahan menuju $3.813–$3.720.

Trader disarankan memantau reaksi harga di area biru (demand zone). Selama harga bertahan di atasnya, peluang pembalikan arah ke atas tetap valid dengan target jangka pendek menuju $4.000, sementara skenario bearish baru terkonfirmasi jika struktur harga membentuk lower low di bawah $3.880. Momentum ini menjadi fase krusial untuk menentukan arah tren emas selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di sekitar $60,05 pada awal sesi Eropa hari Rabu (29/10). Penguatan ini terjadi setelah data menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan serta meningkatnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (Fed). Laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) mengenai perubahan stok minyak akan dirilis kemudian pada hari yang sama.

Menurut data American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir 24 Oktober menyusut 4 juta barel, lebih dalam dibandingkan penurunan 2,98 juta barel di minggu sebelumnya. Angka ini melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sekitar 2,9 juta barel. Secara keseluruhan, persediaan minyak mentah AS tahun ini telah turun 6,4 juta barel, berdasarkan perhitungan dari Oilprice atas data API.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Fed yang diprediksi akan dipangkas 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,0%. Langkah ini menjadi pemotongan kedua tahun ini dan berpotensi menekan nilai Dolar AS, sehingga membuat harga minyak lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Meski demikian, rencana OPEC+ untuk menambah produksi sekitar 137.000 barel per hari pada Desember mendatang dapat membatasi kenaikan harga WTI lebih lanjut.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI saat ini menunjukkan potensi koreksi setelah mengalami kenaikan signifikan dari area Demand di sekitar level $56–$58. Terlihat adanya pola Change of Character (ChoCH) yang menandakan peralihan momentum dari bearish ke bullish di area tersebut. Pembeli berhasil mendorong harga menuju zona Supply minor di sekitar $62, sebelum terjadi penurunan kembali ke area retracement Fibonacci 38,2–61,8% sebagai potensi area re-entry beli.

Jika harga mampu bertahan di atas zona $59–$60, peluang rebound menuju area Supply utama di kisaran $64–$66 masih terbuka lebar. Level ini juga bertepatan dengan ekstensi Fibonacci -61,8% yang berpotensi menjadi target utama kenaikan berikutnya. Namun, penurunan di bawah $58 dapat memicu tekanan jual lebih dalam hingga menguji kembali area Demand kuat di bawah $57.

Secara keseluruhan, tren jangka menengah masih menunjukkan kecenderungan bullish korektif, dengan potensi pembalikan arah di area Demand untuk melanjutkan kenaikan menuju zona Supply. Trader disarankan menunggu konfirmasi sinyal price action bullish di level retracement untuk entry dengan manajemen risiko ketat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menarik minat beli setelah sempat turun ke kisaran $3.917 per troy ounce pada sesi Asia, menjauh dari level terendah tiga minggu yang tercapai sehari sebelumnya. Meskipun reli korektif dari rekor tertinggi tampak tertahan, pelaku pasar memilih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan memangkas suku bunga pada akhir pertemuan dua harinya, Rabu malam waktu setempat.

Menjelang pengumuman penting itu, investor menantikan petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga berikutnya yang akan memengaruhi pergerakan Dolar AS dan memberikan dorongan baru bagi harga emas. Penguatan Dolar yang terjadi karena aksi ambil posisi menjelang FOMC berpotensi menjadi hambatan bagi logam mulia. Selain itu, meredanya ketegangan dagang antara AS dan China turut membatasi kenaikan harga emas, mengingat berkurangnya kebutuhan terhadap aset safe haven.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik global tetap menjadi faktor pendukung harga emas. Ketegangan baru antara AS dan Rusia setelah pemberlakuan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia meningkatkan kekhawatiran pasar. Sementara itu, kebuntuan politik di Washington akibat kegagalan Senat meloloskan rancangan anggaran juga menambah ketidakpastian ekonomi. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat emas tetap menjadi pilihan aman bagi investor, meskipun ruang kenaikan jangka pendek masih terbatas hingga kejelasan arah kebijakan The Fed.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan pergerakan positif setelah menembus struktur Break of Structure (BOS) di sekitar $3.970. Aksi beli tetap kuat, dan selama harga berada di atas area support $3.940, potensi kenaikan menuju zona supply $4.100–$4.160 masih terbuka lebar.

Level Fibonacci 38,2%–50% di $3.988–$4.020 menjadi area penting untuk mengonfirmasi arah berikutnya. Jika harga menembus zona ini dengan volume tinggi, target berikutnya berada di $4.052 dan $4.120. Sebaliknya, tekanan jual dapat memicu koreksi ringan menuju area demand $3.950–$3.940 sebelum melanjutkan kenaikan.

Bias jangka pendek tetap positif, dengan tren bullish yang masih dominan. Namun, keputusan suku bunga The Fed berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Trader disarankan menjaga manajemen risiko ketat sambil memantau reaksi harga di sekitar area kunci tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat ke sekitar $47,5 per ons pada Rabu (29/10), menjauh dari posisi terendah dalam sebulan. Kenaikan ini dipicu oleh rebound teknikal setelah koreksi tajam pada pekan sebelumnya. Investor kini menyoroti keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Fokus utama pasar tertuju pada pernyataan Ketua Jerome Powell, yang diharapkan memberikan sinyal arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan.

Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS yang telah berlangsung selama lima minggu menunda publikasi sejumlah data ekonomi penting. Kondisi ini membuat pelaku pasar kesulitan memperkirakan arah inflasi dan prospek pertumbuhan ekonomi. Ketidakpastian tersebut turut memicu permintaan terhadap aset safe haven seperti perak dan emas, karena dianggap lebih stabil di tengah gejolak kebijakan dan perlambatan ekonomi global.

Di sisi lain, perhatian dunia juga tertuju pada pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Korea Selatan pada Kamis mendatang. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan awal yang dapat menahan kenaikan tarif AS dan mengurangi pembatasan ekspor logam tanah jarang dari China. Sebelumnya, harga perak sempat anjlok lebih dari 6% akibat aksi ambil untung, namun kini pasar menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring meningkatnya harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dan potensi meredanya ketegangan dagang.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) menunjukkan momentum bullish setelah menembus garis tren turun dan membentuk Change of Character (ChoCH) pada grafik 1 jam. Struktur pasar kini condong naik dengan potensi pengujian ke zona supply di area atas. Jika harga mampu menembus area tersebut, peluang penguatan menuju resistance berikutnya semakin terbuka.

Meski demikian, potensi pullback jangka pendek tetap perlu diantisipasi. Area Fibonacci 23,6%–38,2% menjadi zona potensial untuk re-entry buy, di mana pembeli dapat kembali mengambil kendali. Selama harga bertahan di atas support validasi, tekanan beli masih dominan dan arah kenaikan tetap terjaga.

Sebaliknya, jika terjadi penurunan di bawah level invalidasi support, maka struktur bullish berisiko gagal dan pasar bisa kembali ke fase konsolidasi. Untuk saat ini, bias teknikal tetap positif dengan target kenaikan bertahap selama momentum beli terus mendukung pergerakan harga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), turun ke kisaran $61,00 per barel pada awal sesi Eropa hari Selasa (28/10). Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa OPEC+ tengah mempertimbangkan peningkatan produksi moderat pada Desember mendatang. Pelaku pasar juga menunggu data stok minyak mentah mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan dirilis hari ini, untuk mencari petunjuk arah harga selanjutnya.

Menurut laporan Reuters, negara anggota OPEC+ kemungkinan akan sepakat untuk menambah target produksi sekitar 137.000 barel per hari bulan depan. Langkah ini bertujuan menyesuaikan pasokan dengan permintaan global, meskipun belum ada kesepakatan final terkait laju ekspansi lebih lanjut. Peningkatan produksi tersebut berpotensi menekan harga minyak dalam jangka pendek karena pasokan yang lebih besar dapat mengimbangi permintaan.

Namun, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penopang harga. Sanksi baru Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak raksasa Rusia seperti Rosneft dan Lukoil dapat membatasi pasokan global, sehingga mendorong kenaikan harga. Selain itu, perkembangan positif dalam perundingan dagang AS–Tiongkok juga memberi harapan bagi pasar energi. Pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping pada Kamis mendatang diharapkan menghasilkan kesepakatan yang dapat menstabilkan hubungan ekonomi dan mendukung prospek permintaan minyak dunia.

USOIL – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI tampak melanjutkan tren penurunan setelah gagal menembus area resistensi di kisaran $62,30. Terbentuknya pola Break of Structure (BOS) di area $60,50 mengonfirmasi dominasi tekanan jual, menandakan perubahan arah dari fase koreksi menuju tren turun baru. Zona merah di atas menunjukkan area penolakan kuat, sementara garis tren menurun memperkuat pandangan bearish jangka pendek.

Secara teknikal, harga saat ini bergerak di bawah level Fibonacci retracement 50%–61,8%, memperlihatkan momentum pelemahan yang berpotensi membawa WTI menuju target berikutnya di sekitar $59,33 hingga $58,62. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus area biru tersebut, bukan tidak mungkin pasar menguji dukungan psikologis di bawah $58,00.

Meski begitu, potensi rebound tetap terbuka jika harga mampu bertahan di atas $60,50, karena zona ini berperan sebagai support kunci jangka pendek. Namun, dengan kombinasi sentimen negatif dari rencana OPEC+ menambah produksi dan lemahnya prospek permintaan global, bias pasar masih condong ke arah bearish. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jelang rilis data stok minyak AS minggu ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menandatangani perjanjian penting guna mengamankan pasokan mineral strategis serta logam tanah jarang. Kesepakatan tersebut tercapai selama kunjungan resmi Trump ke Tokyo dan menjadi langkah besar memperkuat rantai pasok bagi industri energi bersih, teknologi tinggi, serta manufaktur kendaraan listrik. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas akses terhadap sumber daya penting yang mendukung transisi global menuju ekonomi berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Washington dan Tokyo sepakat memanfaatkan kebijakan ekonomi serta investasi bersama untuk menciptakan pasar yang transparan dan kompetitif. Program ini juga mencakup penyederhanaan perizinan tambang, pengawasan perdagangan tidak adil, serta pengembangan cadangan bersama guna menghadapi gangguan suplai. Upaya tersebut bertujuan memperkuat stabilitas pasokan mineral dan mengurangi risiko ketergantungan pada negara tertentu.

Langkah ini muncul di tengah dominasi China yang mengendalikan sebagian besar pemrosesan logam langka dunia dan mulai memperketat aturan ekspor. Amerika Serikat berupaya memperkuat keamanan ekonomi melalui diversifikasi sumber bahan baku, sementara Jepang menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan industri berteknologi tinggi. Sebagai tindak lanjut, Trump dijadwalkan bertemu Presiden Xi Jinping untuk membahas hubungan dagang dan arah kerja sama ekonomi global ke depan.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) kembali melemah setelah gagal menembus area supply di 98.80–99.10, menandakan dominasi seller masih kuat. Saat ini harga bergerak di bawah level kunci 98.20, memperkuat sinyal bearish jangka pendek.

Target penurunan berikutnya berada di 97.73, dengan potensi lanjutan menuju zona demand 97.27–96.77. Area ini diperkirakan menjadi titik pantulan penting bila muncul tekanan beli baru.

Selama DXY bertahan di bawah 98.20, arah utama masih bearish. Namun, rebound bisa terjadi jika harga mampu bertahan dan memantul dari area demand tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia (XAU/USD) turun tajam ke kisaran $4.000 per ons pada sesi Asia awal Selasa (28/10), menyentuh level terendah dalam dua pekan. Logam mulia ini mendapat tekanan jual setelah Amerika Serikat dan Tiongkok mencapai kerangka awal kesepakatan dagang, yang memicu pergeseran minat investor dari aset aman menuju aset berisiko. Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan Rabu, serta pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis mendatang.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut akan menghapus ancaman tarif 100% atas impor China yang rencananya diberlakukan pada 1 November, serta mencakup penyelesaian akhir terkait penjualan TikTok di AS. Gedung Putih juga telah mengonfirmasi rencana pertemuan antara Trump dan Xi di Korea Selatan pada sela-sela KTT Asia minggu ini, yang diharapkan menjadi langkah maju dalam meredakan ketegangan perdagangan antara kedua negara ekonomi terbesar dunia.

Perkembangan positif dalam hubungan dagang AS–China ini berpotensi menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, menurut David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. Namun, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dapat membatasi penurunan harga logam mulia ini. Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang 97% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,25%. Kebijakan moneter yang lebih longgar biasanya menurunkan biaya peluang memegang emas, sehingga masih memberikan dukungan jangka pendek bagi harga emas.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) melemah ke sekitar $3.960 setelah gagal bertahan di atas level psikologis $4.000. Tekanan jual masih kuat dengan pola grafik menunjukkan arah turun jangka pendek. Area $4.080–$4.150 kini menjadi zona resistensi penting yang bisa memicu reaksi harga berikutnya.

Jika emas tidak mampu menembus area tersebut, peluang penurunan menuju $3.910 bahkan $3.845 semakin besar. Struktur pasar juga memperlihatkan dominasi seller dengan target akhir di kisaran $3.770–$3.800.

Sentimen bearish ini didukung oleh meredanya permintaan aset aman setelah kesepakatan dagang AS–China. Namun, keputusan The Fed soal suku bunga masih bisa memicu volatilitas dan menentukan arah emas selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze