Harga minyak mentah WTI kembali melemah, bertahan di bawah level $60 per barel pada Kamis (06/11) setelah mengalami penurunan dua hari berturut-turut yang membawa harga ke posisi terendah dalam dua minggu. Penurunan ini terjadi karena data pemerintah menunjukkan lonjakan stok minyak mentah AS lebih dari 5 juta barel dalam sepekan, kenaikan terbesar sejak Juli. Sementara itu, persediaan bensin AS turun hampir 5 juta barel hingga mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir.

Kenaikan tajam pada cadangan minyak mentah menimbulkan kekhawatiran baru terkait potensi kelebihan pasokan global, terlebih dengan produksi yang terus meningkat dari anggota OPEC+ dan produsen non-anggota. Menurut perusahaan perdagangan komoditas Mercuria, surplus pasokan minyak bisa mencapai 2 juta barel per hari pada tahun depan jika tren ini berlanjut. OPEC+ sendiri baru-baru ini menyetujui kenaikan produksi kecil untuk Desember, namun berencana menahan penambahan pasokan pada awal 2026 sebagai langkah hati-hati menghadapi permintaan yang melemah.

Meski demikian, tekanan harga sedikit teredam setelah Rusia menangguhkan ekspor bahan bakar dari pelabuhan Tuapse akibat serangan drone Ukraina yang merusak infrastruktur kilang. Gangguan pasokan ini membantu membatasi penurunan harga lebih lanjut. Namun, pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko kelebihan pasokan global di tengah pertumbuhan produksi yang belum menunjukkan tanda melambat.

USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI terlihat melemah setelah gagal menembus zona supply di $61,70–$62,30. Area ini menjadi titik kuat yang menahan kenaikan harga. Pola Change of Character (ChoCH) muncul di sekitar area tersebut, menandakan potensi pembalikan arah dari naik ke turun. Tekanan jual juga diperkuat dengan terbentuknya order block di dekat level Fibonacci 50–61,8%.

Jika harga terus turun, target berikutnya berada di area demand $56,50–$57,50, yang bisa menjadi zona beli potensial. Selama harga masih di bawah support $59,45, arah pasar cenderung tetap bearish. Namun, jika harga kembali menembus $60 dan bertahan di atasnya, peluang untuk naik ke resistensi $61,25–$62,00 akan terbuka.

Secara keseluruhan, pasar minyak sedang bergerak dalam fase konsolidasi dan rentan terhadap berita fundamental maupun geopolitik. Trader disarankan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang bisa memicu perubahan arah secara cepat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak kembali menguat di atas level $47,5 per ounce pada Rabu (05/11), memutus tren penurunan selama tiga hari terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah sentimen risk-off global, meski penguatan dolar AS membatasi potensi kenaikan lebih lanjut. Investor beralih ke logam mulia seperti perak dan emas sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian pasar.

Tekanan pada pasar saham dunia semakin terasa akibat kekhawatiran terhadap valuasi tinggi dan ketidakjelasan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Beberapa pejabat The Federal Reserve memberi sinyal kehati-hatian dalam melanjutkan langkah pelonggaran moneter. Kini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan turun menjadi sekitar 69%, dari sebelumnya 90% sebelum keputusan FOMC pekan lalu.

Para pelaku pasar kini menunggu rilis data tenaga kerja swasta ADP untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed, sementara penundaan data ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS masih berlangsung. Sebelumnya, harga perak sempat mencapai rekor tertinggi karena tekanan short squeeze dan krisis likuiditas di London sebelum akhirnya terkoreksi akibat aksi ambil untung.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Setelah koreksi harga yang tajam, XAGUSD telah menemukan pijakan kuat di level support kunci di level $45.5130dan menunjukkan sinyal awal pembalikan tren pada grafik 4 jam. Harga kini berhasil bergerak naik dari level 50 Fibonacci retracement $47.425, mengisyaratkan bahwa tekanan beli mulai mengambil alih kendali pasar. Keberhasilan ini menciptakan dasar yang dibutuhkan untuk pergerakan bullish yang lebih besar.

Jalan menuju kenaikan yang signifikan bergantung pada penembusan Key Level Resistance di sekitar $49.338. Area ini adalah hambatan utama yang harus dilewati. Jika pembeli berhasil mendorong harga melampaui zona ini dengan kuat, jalur menuju target yang lebih tinggi akan terbuka lebar. Target kenaikan selanjutnya yang paling potensial adalah level $51.703, berdasarkan proyeksi teknis.

Secara ringkas, prospek perak saat ini cenderung bullis. Jika terjadi kegagalan menembus $49.338 dapat memicu aksi jual baru. Trader harus memantau dengan cermat agar perak tidak kembali jatuh di bawah $47.4259, karena hal itu akan membatalkan skenario rally ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bertahan di atas level 100 pada Rabu (5/11), menandai posisi tertingginya sejak Mei. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap mata uang safe haven, seiring melemahnya minat investor pada aset berisiko. Tekanan di pasar saham global terjadi akibat kekhawatiran terhadap valuasi tinggi sektor kecerdasan buatan (AI) dan peringatan dari para CEO bank besar Wall Street mengenai potensi koreksi pasar yang signifikan.

Dolar juga mendapat dukungan dari spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan Desember. Beberapa pejabat Fed menyuarakan sikap hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan lanjutan, membuat peluang pemangkasan suku bunga turun menjadi 69% dari sebelumnya 90%. Hal ini memperkuat posisi dolar sebagai aset pelindung di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS yang berkepanjangan terpanjang dalam sejara menambah tekanan dengan menunda rilis data ekonomi penting. Meski begitu, investor menanti laporan tenaga kerja swasta ADP yang dijadwalkan hari ini untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) bertahan di atas level 99,8 pada Rabu (5/11), menunjukkan kekuatan di tengah meningkatnya minat pasar terhadap aset aman. Namun, grafik teknikal memperlihatkan tanda pelemahan, dengan potensi koreksi jangka pendek setelah pergerakan naik yang cukup tajam.

Jika tekanan jual meningkat, dolar berpeluang turun ke area support 99,60–99,35, bahkan bisa menuju 99,00 jika momentum melemah lebih jauh. Meski begitu, tren jangka menengah masih positif selama harga tetap berada di dalam pola naik saat ini.

Secara umum, penguatan dolar didukung oleh sikap hati-hati The Fed dan kekhawatiran pasar global. Namun, investor sebaiknya waspada terhadap peluang pembalikan arah jika support utama tidak mampu menahan tekanan harga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas berada di kisaran $3.940 per ons pada Rabu (5/11), mendekati level terendah sejak awal Oktober. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meredanya harapan terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Sejumlah pejabat Fed menyampaikan pandangan hati-hati terkait pelonggaran kebijakan, sejalan dengan nada hawkish dari Ketua Jerome Powell pekan lalu, yang mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga sebelumnya mungkin menjadi yang terakhir di tahun ini.

Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember turun menjadi 69%, dari sebelumnya 90% sebelum keputusan FOMC. Fokus investor beralih ke laporan pasar tenaga kerja swasta, yang dinilai lebih penting di tengah keterbatasan data resmi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Kondisi ini menambah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan memengaruhi sentimen terhadap aset lindung nilai seperti emas.

Dari sisi eksternal, tekanan bearish juga muncul akibat meredanya ketegangan dagang global dan keputusan China mengakhiri pembebasan pajak bagi sejumlah pengecer emas, yang berpotensi menekan permintaan di pasar konsumen terbesar dunia. Meski demikian, meningkatnya kekhawatiran risiko di pasar keuangan global masih bisa menjadi penopang bagi emas sebagai aset safe haven dalam jangka pendek.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak lemah setelah sebelumnya jatuh ke sekitar $3.930 per ons. Penurunan ini dipicu oleh pandangan The Fed yang masih berhati-hati soal pemangkasan suku bunga, membuat minat pada emas berkurang. Namun, dari sisi teknikal, muncul sinyal pemantulan dari area permintaan (demand zone), yang bisa membuka peluang kenaikan sementara.

Jika dorongan beli berlanjut, emas berpotensi naik menuju $4.000–$4.020 per ons, area yang berfungsi sebagai zona penawaran (supply zone). Namun, area ini bisa menjadi titik balik, karena tekanan jual diperkirakan kembali muncul di sana. Selama harga belum menembus batas tersebut, tren jangka pendek masih cenderung melemah, dengan risiko turun kembali ke $3.900 atau bahkan $3.880.

Secara keseluruhan, arah pasar emas saat ini masih belum stabil. Investor disarankan tetap waspada dan menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil posisi baru, terutama jika harga gagal bertahan di atas level penting tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali melemah ke bawah $61 per barel pada Selasa (04/11), setelah sempat menguat empat hari beruntun. Tekanan jual muncul akibat kekhawatiran berlanjutnya kelebihan pasokan meski OPEC+ memutuskan menunda kenaikan produksi hingga awal tahun depan. Kelompok produsen tersebut sebelumnya menyetujui penambahan pasokan kecil untuk Desember, namun akan menghentikan peningkatan produksi pada Januari–Maret karena permintaan musiman yang cenderung menurun.

Keputusan OPEC+ ini datang di tengah proyeksi surplus pasokan minyak pada 2026, seiring peningkatan produksi dari negara anggota dan non-anggota. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati menghadapi potensi penurunan harga lebih lanjut. Namun, beberapa analis menilai risiko gangguan pasokan masih membayangi pasar global.

Salah satu faktor penopang harga adalah ketegangan geopolitik, terutama sanksi baru Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak Rusia seperti Rosneft dan Lukoil. Selain itu, serangan drone Ukraina yang membakar kapal tanker dan melumpuhkan fasilitas pemuatan di pelabuhan Tuapse, Laut Hitam, turut menambah ketidakpastian pasokan minyak dunia.

USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga Minyak Mentah (USOILSPOT) sedang dalam fase koreksi setelah naik kencang. Koreksi ini membentuk pola “bendera” turun (Descending Flag), yang sering menjadi jeda sebelum harga naik lagi. Fokus utama ada pada zona support kuat antara $59.93 hingga $59.17. Area ini sangat penting; jika berhasil menahan harga, koreksi akan berakhir.

Minyak diperkirakan akan turun sedikit lagi (gelombang C) untuk menguji zona support tersebut. Jika $58.41 ditembus, koreksi bisa memanjang hingga ke area Demand yang lebih dalam, yaitu sekitar $56.00 hingga $57.00.

Skenario bullish (naik) akan terkonfirmasi jika harga berhasil rebound dari zona $59 dan menembus resistensi utama di $62.39. Penembusan ke atas $62.39 ini akan membuka jalan menuju target tinggi di $64.14. Singkatnya, pasar sedang menunggu konfirmasi apakah support saat ini cukup kuat untuk melanjutkan tren naik utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAUUSD) melemah ke kisaran $4.000 pada sesi Asia Selasa (04/11), tertekan oleh berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Pernyataan bernada hawkish dari pejabat The Fed membuat investor lebih berhati-hati, sementara pasar menantikan pidato Michelle Bowman yang dijadwalkan hari ini.

Minggu lalu, The Fed memangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini menjadi 3,75%–4,00%. Namun, Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemotongan berikutnya belum pasti. Sikap ini mendorong penguatan Dolar AS dan menekan harga emas yang sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter. Saat ini, pasar memperkirakan peluang 70% untuk pemangkasan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember mendatang.

Meski begitu, data ekonomi terbaru menunjukkan pelemahan aktivitas manufaktur AS, dengan indeks PMI turun ke 48,7 pada Oktober. Kondisi ini berpotensi menekan Dolar AS dan memberi dukungan bagi emas sebagai aset lindung nilai. Fokus investor kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu besok, yang bisa menjadi petunjuk arah kebijakan The Fed selanjutnya dan menentukan pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Emas saat ini bergerak dalam pola kenaikan yang menyempit, mirip seperti pegas yang sedang ditekan, menandakan pergerakan besar akan segera terjadi. Fokus utama pembeli (bullish) adalah zona Demand kuat di sekitar $3.910 – $3.935. Selama harga bertahan di atas level ini, tekanan beli masih ada, dengan harapan harga akan menguji level kunci psikologis $4.000 hingga $4.021 (Fibonacci 50%).

Untuk memastikan kenaikan berkelanjutan, Emas harus berhasil menembus dan bertahan di atas $4.021. Penembusan ke atas zona ini akan membuka jalan menuju target resistensi yang lebih tinggi di $4.052. Skenario ini didukung jika harga tetap di dalam saluran naik yang terbentuk.

Namun, investor perlu mewaspadai risiko. Jika Emas gagal bertahan di atas $3.989 atau, lebih kritis lagi, menembus garis tren bawah (sekitar $3.950), ini akan memicu aksi jual. Penembusan ke bawah dapat dengan cepat mendorong harga kembali menguji titik terendah di $3.887, menggeser sentimen pasar menjadi lebih negatif (bearish). Keputusan besar pasar akan ditentukan oleh batas mana yang berhasil ditembus lebih dulu.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke sekitar $61,10 per barel pada perdagangan Asia Senin (03/11). Kenaikan ini terjadi setelah OPEC+ mengisyaratkan akan menahan peningkatan produksi pada kuartal pertama 2026. Investor kini menantikan laporan stok minyak mentah API AS yang akan dirilis Selasa mendatang untuk mencari petunjuk arah pasar berikutnya.

OPEC+ menyatakan akan menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada Desember, mengikuti kenaikan moderat di Oktober dan November. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan global yang meningkat dalam tiga bulan terakhir. Dengan keputusan tersebut, pasar menilai OPEC+ berusaha menjaga keseimbangan antara kestabilan harga dan kebutuhan pasokan global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Laut Hitam turut mendukung harga minyak. Serangan drone Ukraina terhadap pelabuhan minyak utama Rusia memicu kebakaran dan merusak kapal di wilayah yang menjadi pusat produksi Rosneft PJSC. Namun, sikap hawkish The Fed berpotensi menahan kenaikan lebih lanjut, karena penguatan dolar AS dapat membuat minyak berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih bergerak naik setelah berhasil menembus area penting di sekitar $60,60. Saat ini harga terlihat mengalami koreksi kecil, tapi tren keseluruhan masih menunjukkan arah positif. Selama harga tetap di atas support $59,70, peluang kenaikan masih cukup kuat.

Secara teknikal, target terdekat berada di area supply $61,70, yang menjadi zona potensi take profit bagi pelaku pasar. Jika harga mampu menembus area ini, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistensi $62,00 terbuka lebar.

Namun, bila harga turun di bawah $59,70, maka tren naik bisa tertahan dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Untuk saat ini, sentimen pasar masih mendukung kenaikan harga minyak, seiring sinyal OPEC+ yang akan menahan peningkatan produksi pada awal tahun depan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menguat menembus level psikologis $4.000 per ons setelah sempat melemah di sesi Asia. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berencana membatasi ekspor perangkat keras kecerdasan buatan ke Tiongkok. Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran baru di pasar global, sementara potensi penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman.

Namun, penguatan logam mulia ini masih tertahan oleh sikap hawkish Federal Reserve, yang membuat Dolar AS tetap perkasa di level tertinggi sejak awal Agustus. Kenaikan dolar menekan minat terhadap emas karena tidak memberikan imbal hasil. Ditambah lagi, sentimen positif di pasar saham membatasi ruang gerak emas untuk melanjutkan reli lebih jauh dalam waktu dekat.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau rilis data PMI Manufaktur ISM AS serta pernyataan pejabat FOMC untuk mencari petunjuk arah berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas area psikologis $4.000, prospek jangka pendek emas masih positif, meski ruang kenaikannya terlihat terbatas tanpa katalis baru yang signifikan.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) mulai menguat setelah terbentuk pin bar di sekitar level $3.965, menandakan dorongan beli kembali muncul. Aksi beli ini membawa harga mendekati zona penting $4.015–$4.045, yang akan menjadi penentu arah berikutnya.

Jika momentum ini berlanjut, emas berpeluang naik menuju area supply $4.125–$4.175 sebelum potensi koreksi muncul. Namun, bila gagal menembus zona tersebut, harga bisa terkoreksi lagi ke area Fibonacci $3.980–$3.965.

Secara keseluruhan, tren emas masih positif, didukung pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan aset aman. Fokus utama kini tertuju pada apakah harga mampu menembus area supply untuk melanjutkan kenaikan lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bergerak stabil di sekitar $48,8 per ons pada Senin (03/11) setelah pekan sebelumnya mengalami fluktuasi tajam. Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan Federal Reserve berikutnya, usai bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi. Namun, pernyataan Jerome Powell yang menegaskan belum ada jaminan pemangkasan lanjutan pada Desember membuat investor berhati-hati menunggu data ekonomi penting seperti ADP Employment dan ISM PMI untuk sinyal tambahan.

Sementara itu, meredanya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China turut memengaruhi minat terhadap aset lindung nilai. Gedung Putih mengumumkan bahwa Beijing akan menangguhkan kontrol ekspor logam tanah jarang dan menghentikan penyelidikan terhadap perusahaan semikonduktor AS. Sebagai imbalannya, Washington menunda penerapan tarif tambahan dan membatalkan rencana bea 100% atas ekspor China, memberi angin segar bagi sentimen pasar global.

Sebelumnya, harga perak sempat mencetak rekor tertinggi bulan lalu akibat short squeeze dan pengetatan likuiditas di London. Namun, tekanan ambil untung membuat logam mulia ini terkoreksi dari level puncak. Kini, stabilitas harga menunjukkan pasar tengah mencari keseimbangan baru di tengah kombinasi faktor fundamental global dan ekspektasi kebijakan moneter yang dinamis.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD terlihat stabil dan menunjukkan potensi penguatan setelah terkonsolidasi di sekitar area $48,5. Berdasarkan grafik 1 jam, harga berhasil bertahan di atas zona demand area yang terbentuk antara $47,3 – $46,9, menandakan masih kuatnya minat beli di level bawah. Struktur pasar juga memperlihatkan pola higher low yang menegaskan momentum bullish belum hilang sepenuhnya.

Jika tekanan beli berlanjut, perak berpeluang menembus level psikologis di kisaran $49,2, dengan target selanjutnya di area $50,2 sebagai proyeksi Fibonacci 61,8%. Level ini menjadi area penting yang berpotensi menjadi titik uji kuat bagi kelanjutan tren naik. Sementara itu, kegagalan menembus zona resistance ini dapat memicu koreksi kembali ke area demand untuk mencari likuiditas baru.

Secara keseluruhan, sentimen pasar terhadap perak masih positif, terutama setelah meningkatnya keyakinan terhadap pelonggaran kebijakan moneter global dan meredanya tensi dagang AS–China. Selama harga tetap bertahan di atas area demand utama, tren jangka pendek dinilai masih bullish, membuka peluang bagi investor untuk memanfaatkan momentum kenaikan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi tiga bulan di kisaran 99,5 pada Jumat (31/10), didorong oleh meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve. The Fed memangkas suku bunga seperempat poin pada pertemuan terbaru, namun Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa langkah tambahan pada Desember belum pasti. Pernyataan ini memicu koreksi ekspektasi pasar, dengan peluang penurunan suku bunga merosot tajam dari lebih 90% menjadi sekitar 75%.

Di saat yang sama, pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi menghasilkan kesepakatan yang meredakan ketegangan dagang. AS sepakat menurunkan tarif atas sejumlah barang Tiongkok, sementara Beijing berkomitmen membatasi ekspor fentanyl, meningkatkan pembelian kedelai dari AS, dan menunda pembatasan ekspor mineral langka. Kesepakatan ini memberikan dorongan positif bagi sentimen global meski pengaruhnya terhadap dolar masih terbatas.

Sepanjang Oktober, dolar mencatatkan penguatan terbesar terhadap yen setelah terpilihnya Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mendukung kebijakan fiskal ekspansif dan suku bunga rendah. Kombinasi kebijakan longgar di Jepang dan sikap hati-hati The Fed memperkuat daya tarik dolar sebagai aset lindung nilai, menegaskan dominasinya di pasar mata uang global.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS terus naik setelah menembus level kunci 98.5, menandakan momentum bullish mulai terbentuk. Pola kenaikan ini membuka peluang pengujian area supply di kisaran 99.4–99.6, seiring meningkatnya minat beli terhadap dolar.

Koreksi ringan ke area 98.5–98.6 bisa menjadi titik pantulan sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga bertahan di atas zona demand 98.25, arah pasar masih positif.

Namun, jika tekanan jual muncul di sekitar area 99.6, potensi koreksi bisa terjadi. Untuk saat ini, kekuatan dolar tetap solid berkat ekspektasi The Fed yang belum memberi sinyal pelonggaran kebijakan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze