Emas melemah menuju area $4.050 per troy ounce pada awal pekan Senin (24/11), melanjutkan penurunan sebelumnya karena pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat. Fokus utama tertuju pada laporan penjualan ritel serta indeks harga produsen yang akan dirilis Selasa, disusul klaim pengangguran mingguan pada Rabu.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan Desember kembali berubah setelah Presiden Fed John Williams memberikan sinyal dukungan terhadap penurunan lanjutan. Probabilitas pemotongan 25 basis poin kini berada di sekitar 70%, naik dari level 40% pada Kamis lalu setelah data tenaga kerja yang kuat.

Meskipun mengalami tekanan jangka pendek, emas masih mencatat kenaikan sekitar 54% sejak awal tahun. Harga tetap ditopang oleh ketegangan global, pembelian agresif bank sentral, dan meningkatnya minat investor yang mencari perlindungan terhadap risiko fiskal.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Emas kembali menguji Area Demand setelah bergerak dalam channel turun, menandakan tekanan bearish masih mendominasi. Reaksi kuat di zona ini menunjukkan adanya dorongan beli, namun struktur harga tetap membentuk lower high.

Selama Strong Low bertahan, peluang rebound menuju Key Level Resistance 4.088 masih terbuka. Penembusan bersih pada area tersebut dapat mengubah momentum menjadi bullish jangka pendek.

Sebaliknya, jika gagal mempertahankan support, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju batas bawah channel, menandakan tren turun masih berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melemah mendekati area lima puluh delapan dolar per barel pada Jumat (21/11), mencatat penurunan tiga sesi beruntun dan menuju kerugian mingguan. Tekanan muncul setelah Presiden Volodymyr Zelenskiy memberi sinyal kesiapan membuka kembali pembicaraan damai, yang memicu spekulasi kemungkinan meningkatnya pasokan energi global jika ketegangan mereda. Rancangan kesepakatan yang melibatkan AS dan Rusia disebut mencakup kompromi wilayah serta potensi pencabutan sanksi.

Isu tersebut memunculkan kekhawatiran pasar terhadap peluang naiknya ekspor minyak Rusia, yang dapat memperbesar risiko kelebihan suplai. Meski begitu, sejumlah diplomat Eropa masih meragukan kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar berhati-hati dalam menilai arah harga berikutnya.

Di sisi lain, sanksi AS terhadap dua raksasa energi Rusia mulai berlaku hari ini dan dapat membuat jutaan barel minyak tertahan di laut. Situasi ini memaksa beberapa negara, termasuk India yang bergantung pada minyak diskon Rusia, mencari pasokan alternatif. Dinamika geopolitik dan gangguan suplai ini menjadikan pergerakan WTI tetap sensitif terhadap berita baru dalam waktu dekat.

USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah kembali tertolak dari area supply. Gerakan ini menunjukkan penjual masih dominan dan menjaga harga tetap dalam tren turun.

Saat ini harga berpotensi melakukan pullback ke zona supply terdekat sebelum melanjutkan pelemahan menuju area demand besar di bawah. Selama resistance tidak ditembus, bias bearish tetap kuat.

Reaksi harga di area demand akan menjadi penentu arah berikutnya. Jika muncul dorongan beli, harga bisa memantul. Namun bila ditembus, penurunan bisa berlanjut lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bertahan di atas level seratus pada Jumat (21/11) dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan hampir satu persen seiring melemahnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis terlambat menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meningkat, sementara tingkat pengangguran naik ke posisi tertinggi dalam empat tahun, namun data campuran ini tidak banyak mengubah pandangan pasar.

Rilis tersebut menjadi laporan tenaga kerja terakhir sebelum pertemuan FOMC bulan depan, sehingga pelaku pasar semakin yakin bank sentral akan mempertahankan kebijakan saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi akibat penutupan pemerintahan AS. Pernyataan pejabat The Fed, Michael Barr, yang menegaskan perlunya kehati-hatian karena inflasi masih di atas target, turut memperkuat pandangan tersebut.

Dolar juga bersiap mengakhiri pekan dengan penguatan terhadap mayoritas mata uang utama, terutama terhadap yen, kiwi, dan aussie. Kombinasi sentimen kebijakan moneter yang ketat dan prospek ekonomi yang belum stabil membuat permintaan terhadap dolar tetap solid.

DXY – Technical Analysis

Indeks dolar terus menunjukkan momentum positif setelah memantul kuat dari area demand dan bergerak mendekati zona resistansi utama. Struktur naik yang terbentuk menandakan buyer masih dominan, meski harga sempat tertahan di level psikologis yang menjadi hambatan jangka pendek.

Pergerakan selanjutnya bergantung pada kemampuan indeks menembus resistansi kunci. Jika breakout terjadi, peluang kenaikan menuju area penawaran berikutnya semakin besar. Namun bila tertolak, indeks berpotensi melakukan pullback ringan ke zona perubahan karakter untuk menguji ulang kekuatan tren.

Bias tetap bullish selama area demand mampu menahan tekanan jual. Selama struktur higher low bertahan, indeks dolar masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas merosot ke kisaran $4.060 per ons pada Jumat (21/11) dan menuju penurunan mingguan ringan setelah peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menyusut akibat rilis data tenaga kerja terbaru. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS yang sempat tertunda karena penutupan pemerintahan menunjukkan nonfarm payrolls naik 119.000 pada September, jauh di atas proyeksi 50.000, menandakan pasar tenaga kerja masih stabil meski mulai mendingin.

Di sisi lain, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4%, level tertinggi sejak Oktober 2021 dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan 4,3%. Pertumbuhan upah juga melampaui ekspektasi dengan kenaikan 3,8%, memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Karena adanya penundaan, laporan ketenagakerjaan untuk Oktober akan dilebur ke dalam rilis data November.

Sumber: https://www.cmegroup.com/markets/interest-rates/cme-fedwatch-tool.html

Beberapa pejabat The Fed menyampaikan sikap hati-hati terkait pemangkasan suku bunga, membuat pelaku pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga bulan depan hanya sekitar 40%. Kombinasi data tenaga kerja yang solid, kecenderungan kebijakan moneter yang belum longgar, serta ketidakpastian ekonomi global menjadi tekanan utama bagi pergerakan emas dalam jangka pendek.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas masih bergerak tertekan setelah gagal menembus area resistansi kuat di zona Fibonacci 38,2%–50%. Pola lower high pada grafik empat jam menunjukkan seller masih dominan, membuat kenaikan sulit bertahan dan menjaga harga tetap di bawah struktur bullish sebelumnya.

Harga kini bertumpu pada trendline utama dan area support penting di sekitar level 23,6% Fibonacci. Jika zona ini ditembus, peluang penurunan menuju area demand berikutnya menjadi semakin besar, menandai melemahnya momentum beli.

Kenaikan baru hanya berpotensi terjadi jika emas mampu menembus kembali resistansi kunci tersebut. Tanpa breakout meyakinkan, pergerakan emas diperkirakan tetap terbatas dengan bias teknikal yang cenderung bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bergerak di sekitar $59.50 pada sesi Asia Kamis (20/11), didorong penurunan stok minyak AS yang lebih besar dari perkiraan. Data EIA menunjukkan persediaan turun 3,426 juta barel pada pekan yang berakhir 14 November, berbanding terbalik dengan kenaikan tajam pekan sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan permintaan kilang dan ekspor yang lebih kuat, membuat pasokan berada sekitar 5% di bawah rata-rata lima tahun.

Namun potensi kenaikan harga WTI masih tertahan oleh perkembangan geopolitik. Dorongan baru untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina memicu kekhawatiran pasokan tambahan jika kesepakatan damai tercapai. Laporan Reuters menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump menekan Kyiv menerima proposal yang mencakup penyerahan wilayah dan sejumlah persenjataan, yang berpotensi membuka pintu bagi peningkatan aliran minyak Rusia ke pasar global.

Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember merosot tajam akibat ketidakpastian ekonomi. Probabilitas penurunan 25 bps kini berada di bawah 30%, turun signifikan dari lebih 60% di awal bulan. Prospek suku bunga tinggi lebih lama biasanya mendukung penguatan dolar AS dan menekan harga WTI karena komoditas berbasis dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

USOIL SPOT– Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI bergerak naik setelah memantul kuat dari support 58.485, menunjukkan minat beli mulai kembali. Pola higher low juga mengonfirmasi bahwa tekanan jual melemah dan momentum bullish mulai terbentuk.

Saat ini harga mendekati resistance pola triangle. Area ini menjadi penentu arah berikutnya karena sering memicu pergerakan besar ketika ditembus atau ditolak.

Jika resistance berhasil dilewati, WTI berpotensi naik menuju 60.500 – 61.000. Namun jika gagal menembus, harga bisa kembali melemah menuju area support untuk mencari pijakan baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bertahan di atas level 100 pada Kamis (20/11), mendekati titik tertinggi enam bulan, seiring pasar menilai ulang prospek kebijakan moneter Federal Reserve menjelang rilis laporan ketenagakerjaan utama. Data nonfarm payrolls September yang sempat tertunda akan dirilis hari ini dan diperkirakan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan meski pasar tenaga kerja masih melemah. BLS juga memastikan laporan Oktober tidak akan diterbitkan dan akan digabungkan ke dalam rilis November.

Risalah FOMC terbaru memperlihatkan perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai perlunya pemangkasan suku bunga tambahan. Hal ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemotongan pada Desember, dengan peluang penurunan suku bunga 25 bps bulan depan kini turun menjadi sekitar 33% dari 50% sehari sebelumnya.

Dolar tetap menguat terhadap sejumlah mata uang utama, dengan kenaikan paling menonjol dibandingkan yen, kiwi, dan sterling. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap aset dolar di tengah ketidakpastian kebijakan serta menurunnya spekulasi pelonggaran agresif dalam waktu dekat.

Kenaikan NFP yang kuat biasanya menguatkan USD karena menunjukkan pasar tenaga kerja sehat. Jika hasilnya jauh di bawah perkiraan, USD bisa melemah akibat kekhawatiran ekonomi melambat. Tingkat pengangguran yang stabil mendukung dolar, namun jika naik, tekanan terhadap USD dapat muncul karena pasar melihat risiko pelemahan ekonomi.

DXY – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar terus menguat setelah menembus struktur kenaikan dan mendekati area resistance penting. Pola higher high yang terbentuk menunjukkan dorongan beli masih dominan, membuat tren bullish tetap terjaga menjelang rilis data ekonomi.

Dalam waktu dekat, harga berpotensi melakukan pullback menuju area 99.339 sebagai retest sebelum melanjutkan kenaikan. Selama level ini tetap bertahan, peluang indeks dolar bergerak ke zona resistance sekitar 100.006 semakin besar.

Jika resistance berhasil ditembus, momentum bullish dapat membawa dolar menuju area supply yang lebih tinggi. Namun bila terjadi penolakan, pasar kemungkinan kembali turun menguji demand di sekitar 98.858.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali melemah di bawah $4.070 per ons pada Kamis (20/11) setelah dua hari menguat, seiring investor mulai memangkas harapan pelonggaran kebijakan moneter menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Risalah FOMC terbaru menunjukkan perpecahan di internal The Fed terkait urgensi pemangkasan suku bunga, di tengah kekhawatiran pasar tenaga kerja yang rapuh dan inflasi yang belum mereda.

Probabilitas pemangkasan suku bunga bulan depan kini turun menjadi sekitar 30%, dari sebelumnya 50% hanya sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, laporan nonfarm payrolls September yang sempat tertunda akan dirilis hari ini dan diperkirakan mencatat pertumbuhan pekerjaan yang moderat. BLS juga memastikan tidak akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan Oktober karena survei rumah tangga tidak dapat dilakukan secara retroaktif.

Selain tekanan fundamental, sentimen risiko yang membaik di pasar saham turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Kombinasi ekspektasi kebijakan yang lebih ketat, data ekonomi yang ditunggu, dan berkurangnya permintaan safe haven membuat harga emas bergerak lebih defensif menjelang penutupan pekan.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas mulai melemah setelah keluar dari channel bullish dan gagal menembus area resistance, menandakan tekanan jual semakin kuat. Struktur pasar yang membentuk lower high memberi sinyal bahwa momentum kenaikan sementara tertahan.

Dalam jangka pendek, harga berpotensi turun bertahap menuju area 4.056 hingga 4.035, sebelum menguji zona demand lebih dalam di sekitar 4.020. Area ini menjadi titik penting untuk melihat apakah pembeli kembali masuk.

Jika muncul pantulan kuat dari demand, emas berpeluang pulih menuju 4.094 hingga 4.132. Namun kenaikan baru dianggap valid hanya jika resistance terdekat berhasil ditembus.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menguat menuju area $4.070 setelah melemah selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya minat pelaku pasar terhadap aset aman jelang rilis data ekonomi AS yang tertunda. Risalah FOMC dan laporan tenaga kerja menjadi sorotan utama karena berpotensi memicu pergerakan signifikan pada komoditas bernilai tinggi tersebut.

Penundaan publikasi data ketenagakerjaan September dan Oktober akibat penutupan pemerintahan AS membuat arah kebijakan suku bunga The Fed semakin sulit diprediksi. Ekspektasi pasar memproyeksikan penambahan sekitar 50.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,3%. Hasil yang lebih lemah berpeluang menekan dolar AS dan memberikan dorongan tambahan bagi harga emas.

Meski demikian, komentar bernada hawkish dari pejabat The Fed membatasi potensi kenaikan lebih lanjut. Beberapa mengisyaratkan perlunya kehati-hatian dan membuka peluang suku bunga dipertahankan lebih lama. Saat ini, probabilitas pemangkasan suku bunga Desember turun ke sekitar 46%, membuat emas bergerak hati-hati sambil menunggu kejelasan data ekonomi terbaru.

XAUUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD mencoba bangkit, tetapi tren pada grafik 4 jam masih condong turun. Kenaikan menuju zona FVG dan level Fibonacci di sekitar $4.055 – $4.091 diperkirakan menjadi area tekanan jual baru sebelum harga kembali melemah.

Jika penurunan berlanjut, emas berpotensi bergerak menuju Area Demand sekitar $3.997. Respons di wilayah ini akan menentukan apakah harga dapat bertahan atau justru melanjutkan pelemahan yang lebih dalam hingga $3.929.

Apabila tekanan jual semakin kuat, skenario lanjutan mengarah pada target $3.843, yang menjadi area penyangga terakhir. Kondisi pasar masih sensitif sehingga pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak kembali menguat mendekati level $51 per ons setelah sempat menyentuh titik terendah sepekan. Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya minat terhadap aset aman ketika tekanan jual melanda saham teknologi dan pasar kripto. Pergerakan tersebut menunjukkan berubahnya selera risiko investor yang mulai mencari perlindungan di logam mulia.

Sentimen positif juga datang dari melemahnya data ketenagakerjaan AS yang memicu harapan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve. Komentar Gubernur The Fed Christopher Waller mengenai meningkatnya pembahasan soal PHK memperkuat ekspektasi tersebut. Meski begitu, peluang pengurangan suku bunga pada Desember masih terbatas karena pasar hanya melihat kemungkinan kurang dari setengahnya.

Di sisi lain, permintaan fisik turut menambah dukungan terhadap harga perak. Musim pernikahan di India mendorong lonjakan kebutuhan logam ini, sementara kecemasan atas potensi tarif AS menambah ketidakpastian pasokan. Kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar ini membantu menjaga harga perak tetap stabil di tengah dinamika global.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak mulai pulih setelah menembus garis tren turun pada grafik 1 jam. Pembeli muncul di area Golden Ratio, memberi dorongan awal bagi perubahan arah menuju tren naik jangka pendek.

Namun, zona resistansi di sekitar $51.18 masih menjadi penghalang utama. Jika level ini berhasil dilewati, pergerakan dapat berlanjut menuju $51.68 hingga $52.31 tanpa banyak hambatan tambahan.

Sebaliknya, bila tekanan jual kembali muncul, harga berpotensi turun menuju area biru. Penembusan di bawah Invalidasi Support bisa membuka jalan menuju target lebih rendah di sekitar $48.19, sehingga level ini menjadi batas penting untuk menjaga peluang kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak merosot di bawah area $50 per ons setelah penguatan dolar AS dan memudarnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. Fokus pasar kini tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang kembali dirilis pasca berakhirnya penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah, termasuk laporan tenaga kerja September yang dinilai penting untuk membaca kekuatan pasar kerja.

Peluang pemangkasan suku bunga Desember turun tajam menjadi sekitar 40% dari hampir kepastian penuh setelah keputusan September, seiring minimnya data resmi dan perbedaan pandangan di antara pejabat FOMC. Pernyataan Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson pada awal pekan yang menegaskan perlunya langkah hati-hati juga menambah tekanan terhadap sentimen pelonggaran kebijakan.

Meski begitu, faktor pasokan masih memberi penopang bagi pergerakan perak. Musim pernikahan di India meningkatkan kebutuhan fisik, sementara potensi tarif impor Amerika Serikat terhadap komoditas ini menambah ketidakpastian. Kombinasi dinamika permintaan dan risiko kebijakan menjadikan prospek perak tetap menarik untuk dicermati.

XAGUSD – Technical Analysis

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD masih berada dalam tren turun setelah harga ditolak dari area supply di sekitar $50.30–$50.80. Penolakan ini menunjukkan seller masih dominan, sementara harga terus bergerak di dalam kanal bearish.

Selama harga belum mampu naik di atas $51.00, peluang turun masih besar. Target penurunan terdekat berada di sekitar $49.30, dan jika tekanan berlanjut, harga bisa menguji area demand kuat di $48.00–$48.20.

Area demand tersebut akan menjadi titik penting. Jika harga memantul, peluang naik menuju $50.50 bisa muncul kembali. Namun jika tembus, perak berisiko melemah lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu sinyal jelas sebelum masuk pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze