Harga emas kembali menjadi sorotan setelah membukukan kenaikan 8% sepanjang November, menjadikannya salah satu bulan terkuat tahun ini. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Optimisme pasar makin besar ketika harga emas pada awal pekan ini menanjak ke sekitar $4.240 per ounce, level tertinggi dalam lima minggu.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada akhir bulan ini ikut memperkuat reli emas. Pernyataan bernada dovish dari pejabat Federal Reserve serta melemahnya ekonomi setelah penutupan pemerintahan terpanjang di AS mendorong pasar memperkirakan 87% peluang penurunan suku bungasebesar 25 basis poin. Keadaan ini membuat permintaan terhadap aset lindung nilai meningkat signifikan.
Dengan arus masuk kuat ke ETF berbasis emas, pembelian agresif bank sentral, dan harga yang sempat menyentuh rekor di atas $4.380 per ounce, prospek emas terus memanas. Reli berkelanjutan sejak awal tahun menempatkan logam mulia ini pada jalur menuju kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979 dan November yang melonjak 8% menjadi sinyal kuat bahwa tren bullish masih jauh dari selesai.
OPINI ANALIS TRAZE
Tren emas masih menunjukkan kekuatan bullish dengan struktur harga yang tetap membentuk higher high dan higher low. Selama harga bertahan di atas area support 4.205 – 4.147 – 4.131, momentum naik dinilai tetap solid dan membuka peluang pengujian kembali ke zona 4.300 – 4.380. Selama support mayor 4.131 tidak ditembus, tekanan beli berpotensi mendorong emas mencetak level tertinggi baru dalam waktu dekat.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran $59 per barel pada Jumat (28/11), menuju penurunan bulanan keempat berturut-turut. Tekanan datang dari kekhawatiran kelebihan pasokan setelah OPEC+ kembali mengaktifkan kapasitas produksi dan negara-negara di luar kelompok tersebut terus meningkatkan output. Situasi ini memperkuat proyeksi bahwa pasar bisa menghadapi pasokan melimpah dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi geopolitik, pernyataan Presiden Putin mengenai usulan Presiden Trump untuk mengakhiri perang Ukraina memicu harapan terobosan diplomatik. Jika tercapai kesepakatan, sanksi terhadap minyak Rusia berpeluang dilonggarkan sehingga pasokan yang selama ini terhambat dapat kembali mengalir ke pembeli utama. Meski demikian, pasar tetap berhati-hati karena banyak analis menilai proses negosiasi akan berjalan panjang dan peningkatan pengiriman dari Rusia tidak akan terjadi secara cepat.
Para pelaku pasar kini menunggu pertemuan virtual OPEC+ pada hari Minggu, yang diperkirakan mempertahankan keputusan untuk menunda penambahan produksi hingga awal 2026. Alih-alih fokus pada penyesuaian output jangka pendek, diskusi kemungkinan bergeser pada evaluasi kapasitas jangka panjang tiap anggota, langkah yang dinilai krusial untuk menentukan arah pasar energi ke depan.
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan USOIL pada timeframe H4 masih bergerak dalam kondisi sideways cenderung bearish, dengan harga memantul dari support 58.09 setelah gagal menembus support kuat 57.02. Selama harga tetap di bawah resistance 60.03 dan resistance utama 60.81, tekanan jual masih dominan. Jika harga menembus 58.91, peluang retest ke 60.03 terbuka, namun kegagalan menembus area tersebut dapat mendorong harga turun kembali menuju 58.09, bahkan berlanjut ke 57.02 sebagai support utama.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga emas kembali menanjak mendekati $4.200 per ounce pada Jumat (28/11), menyentuh level tertinggi lima minggu seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Serangkaian pernyataan bernada dovish dari pejabat The Fed serta data ekonomi yang menunjukkan pelemahan memperkuat pandangan bahwa era pelonggaran moneter segera dimulai, mendorong minat terhadap aset aman.
Sentimen pasar semakin menguat setelah Kevin Hassett, kandidat kuat pengganti Jerome Powell, menyatakan dukungan terhadap langkah pemangkasan suku bunga yang juga didorong oleh Presiden Trump. Probabilitas pemotongan 25 bps bulan depan kini melewati 80%, jauh di atas 30% pada pekan sebelumnya. Investor bahkan mengantisipasi tiga penurunan tambahan hingga 2026, mencerminkan keyakinan bahwa kebijakan moneter ke depan akan lebih longgar.
Di tengah derasnya pembelian bank sentral dan arus masuk ETF non-pemerintah, emas berada di jalur meraih performa tahunan terbaik sejak 1979. Prospek ini semakin diperkuat oleh proyeksi Morgan Stanley yang memperkirakan harga emas dapat menembus $4.500 per ounce pada pertengahan 2026, didukung lemahnya dolar, permintaan lindung nilai aset riil, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE
Secara teknikal, emas masih berada dalam tren naik kuat dengan momentum yang stabil. Level resistance terdekat berada di sekitar $4.200, dan penembusan di atasnya dapat membuka ruang menuju $4.260–$4.300. Sementara itu, support utama berada di kisaran $4.050, yang menjadi batas penting bagi keberlanjutan tren bullish. Selama harga bertahan di atas area tersebut, prospek kenaikan tetap dominan.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga emas sempat melemah ke sekitar $4.150 per ounce pada Kamis (27/11), namun tetap bertahan mendekati level tertinggi dua minggu. Pergerakan ini terjadi di tengah keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan. Klaim tunjangan pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan serta pesanan barang tahan lama yang solid belum cukup mengubah pandangan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 80% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan terakhir The Fed tahun ini. Sentimen tersebut semakin kuat setelah Kevin Hassett, penasihat ekonomi utama Presiden Donald Trump, muncul sebagai kandidat terdepan untuk memimpin bank sentral. Dia dipandang akan mendukung kebijakan yang lebih longgar, sejalan dengan preferensi presiden terhadap stimulus ekonomi.
Dalam tren yang lebih luas, emas tengah menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Logam mulia ini telah melonjak hampir 60% sepanjang tahun, menempatkannya pada jalur kinerja terbaik sejak 1979. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset aman tetap tinggi di tengah dinamika kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.
OPINI ANALIS TRAZE
1. Tren Masih Naik (Bullish) Harga emas masih berada dalam tren naik. Selama bertahan di atas $4.100, peluang kenaikan tetap kuat.
2. Level Penting
Support: $4.100 dan $4.020
Resistance: $4.180 dan $4.220 Break di atas $4.180 bisa membuka jalan menuju level lebih tinggi.
3. Peluang Gerak Jika sentimen pemangkasan suku bunga tetap kuat, emas berpotensi naik ke $4.220+. Namun jika turun di bawah $4.100, bisa terjadi koreksi ke sekitar $4.020.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Indeks dolar tetap berada di bawah area 100 setelah penurunan sesi sebelumnya, tertekan oleh data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan aktivitas. Penjualan ritel tumbuh lebih rendah dari perkiraan, sementara kepercayaan konsumen merosot, menandakan mulai melemahnya belanja masyarakat setelah periode permintaan yang kuat.
Situasi ini mendorong meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Pasar kini menilai peluang pemotongan 25 bps mencapai sekitar 84%, jauh lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Selain itu, laporan yang menyebut Kevin Hassett sebagai kandidat utama Ketua The Fed berikutnya menambah sentimen dovish, mengingat pandangannya bahwa tingkat suku bunga seharusnya lebih rendah dari posisi saat ini.
Tekanan terhadap dolar semakin besar karena pelemahan terjadi di berbagai mata uang utama, dengan penurunan paling tajam terhadap dolar Selandia Baru dan dolar Australia. Kombinasi data lemah, ekspektasi pelonggaran kebijakan, serta dinamika politik menekan kekuatan greenback dalam jangka pendek.
DXY – Technical Analysis
Opini Analis Traze
Indeks Dolar terus melemah setelah ditolak kuat dari zona supply mendekati 100.000. Pergerakan turun ini membawa harga menuju garis bawah channel naik, membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area demand.
Jika harga menyentuh zona 98.500–99.000 dan memantul, potensi kenaikan kembali cukup besar karena area tersebut sering menjadi titik balik kuat. Selama trend naik tetap terjaga, peluang pengujian ulang resistance channel atas masih terbuka.
Sinyal bullish akan lebih jelas jika DXY berhasil menembus puncak sebelumnya. Target terdekat berada di sekitar 100.500, sementara manajemen risiko tetap penting mengingat volatilitas dapat meningkat menjelang akhir bulan.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Emas menguat mendekati level tertinggi dua minggu, setelah rilis data ekonomi yang tertunda memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Laporan terbaru menunjukkan perlambatan aktivitas belanja, dengan penjualan ritel hanya bertambah tipis pada September setelah kenaikan lebih besar sebelumnya.
Tekanan harga produsen juga bergerak sesuai perkiraan, menandakan inflasi tetap terkendali. Sejumlah pejabat The Fed sebelumnya menyampaikan dukungan terhadap penurunan suku bunga bulan depan, terutama akibat melemahnya pasar tenaga kerja. Kondisi ini meningkatkan keyakinan pelaku pasar, yang kini menilai peluang pemotongan sebesar 25 bps berada di atas 80%.
Namun, ruang penguatan emas tertahan oleh meredanya ketegangan geopolitik. Kesepakatan Ukraina terkait rencana penghentian konflik dengan Rusia mengurangi kebutuhan akan aset aman. Perkembangan ini membuat minat terhadap emas sedikit berkurang meski ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter terus meningkat.
OPINI ANALIS TRAZE
Harga Emas masih bergerak kuat karena pasar menunggu kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed. Kondisi ini membuat peluang buy saat harga terkoreksi cukup menarik, terutama jika emas tetap bertahan di area support.
Momentum bullish masih dominan berkat data ekonomi yang melemah, meski sentimen bisa ditekan oleh meredanya ketegangan geopolitik. Perhatikan reaksi harga di zona resistance untuk menghindari false breakout.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga perak menembus level di atas $51 per ons, mencapai puncak tertinggi dalam lebih dari sepekan setelah komentar bernada dovish dari pejabat Federal Reserve meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen pasar menguat karena arah kebijakan moneter mulai terlihat lebih longgar.
Dukungan untuk pemotongan suku bunga pada Desember disampaikan oleh Christopher Waller, yang menyoroti meningkatnya risiko di pasar tenaga kerja serta ketidakpastian akibat penundaan data ekonomi selama penutupan pemerintahan. Pandangannya sejalan dengan ucapan Mary Daly dan John Williams, yang sama-sama memberi sinyal bahwa pelonggaran kebijakan dapat segera dilakukan.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang 81% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan, naik signifikan dari minggu sebelumnya. Investor juga fokus pada rilis data penting AS, termasuk penjualan ritel, PPI, pesanan barang tahan lama, dan klaim pengangguran mingguan sebagai petunjuk tambahan arah pergerakan perak.
XAGUSD – Technical Analysis
OPINI ANALIS TRAZE
Perak mulai bergerak naik setelah berhasil keluar dari tren turun, menandakan perubahan arah menuju momentum bullish. Tekanan beli semakin kuat setelah harga memantul dari area bawah.
Zona 49.64 – 50.38 menjadi support penting yang diperkirakan menjadi tempat harga melakukan retest sebelum melanjutkan kenaikan. Selama area ini bertahan, peluang lanjutan bullish tetap terbuka.
Target kenaikan terdekat berada di area 52, dan jika berhasil ditembus, pergerakan berpotensi menuju 54.40 sebagai sasaran utama. Struktur teknikal saat ini mendukung peluang penguatan lebih lanjut.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga emas melonjak hampir 2% sehari sebelumnya, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan. Sinyal dovish dari para pejabat bank sentral memperkuat pandangan pasar bahwa kebijakan moneter akan segera dilonggarkan.
Gubernur The Fed Christopher Waller kembali menegaskan dukungannya terhadap penurunan suku bunga Desember karena lemahnya pasar tenaga kerja AS. Pernyataan serupa datang dari Presiden The Fed New York John Williams yang melihat peluang pemangkasan dalam waktu dekat. Probabilitas pasar terhadap penurunan 25 bps kini melonjak menjadi 81% dari sekitar 40% pada pekan lalu.
Fokus investor kini tertuju pada rilis data penjualan ritel dan PPI September yang akan dirilis hari ini, serta klaim pengangguran mingguan pada Rabu. Serangkaian data ini akan menjadi kunci untuk menilai kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan The Fed selanjutnya, yang sekaligus menentukan pergerakan harga emas ke depan.
XAUUSD – Technical Analysis
OPINI ANALIS TRAZE
Harga emas pada timeframe 1 jam tetap bergerak naik setelah menembus struktur penting dan mencapai level $4.132. Kenaikan ini menunjukkan dominasi buyer yang terus mendorong harga keluar dari pola turun sebelumnya.
Jika terjadi koreksi, area demand $4.026–$4.049 menjadi zona pantauan utama karena didukung level Fibonacci yang kuat. Selama area ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih sangat terbuka.
Target terdekat berada di area supply $4.169–$4.216, yang bisa menjadi hambatan sebelum harga melanjutkan tren naik. Secara keseluruhan, bias tetap bullish selama struktur harga bertahan di atas area demand.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
📆Senin, 24 November 2025
Jerman Ifo Business Climate (Nov) – 04:00 PM Previous: 88.4 | Forecast: 88 ➤ Analisa: Sentimen bisnis Jerman yang stagnan menandakan pemulihan ekonomi yang masih lemah. Jika data dirilis di bawah perkiraan, EUR berpotensi tertekan karena ekspektasi stimulus ECB dapat meningkat.
📆Selasa, 25 November 2025
Amerika Serikat PPI MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: -0.1% | Forecast: 0.5% ➤ Analisa: Kenaikan PPI menandakan tekanan inflasi produsen meningkat. Jika data lebih tinggi dari proyeksi, USD dapat menguat karena pasar melihat potensi kebijakan moneter tetap ketat.
Retail Sales MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: 0.6% | Forecast: 0.3% ➤ Analisa: Penurunan penjualan ritel dapat menandakan melemahnya konsumsi. Jika rilis di bawah ekspektasi, USD mungkin melemah karena kekhawatiran pelambatan pertumbuhan.
📆Rabu, 26 November 2025
Amerika Serikat Durable Goods Orders MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: 2.9% | Forecast: 0.2% ➤ Analisa: Pelemahan signifikan pada pesanan barang tahan lama dapat menekan USD karena menandakan melemahnya aktivitas manufaktur.
Building Permits Prel (Sep) – 08:30 PM Previous: 1.33M | Forecast: 1.34M ➤ Analisa: Kenaikan tipis pada izin mendirikan bangunan mencerminkan stabilitas sektor perumahan. Data yang kuat cenderung mendukung USD.
Building Permits Prel (Oct) – 08:30 PM Previous: 1.35M | Forecast: -0.3% ➤ Analisa: Jika izin bangunan turun, pasar dapat melihatnya sebagai tanda melemahnya prospek konstruksi, berpotensi memberi tekanan pada USD.
Durable Goods Orders MoM (Oct) – 08:30 PM Previous: 0.2% | Forecast: 0.2% ➤ Analisa: Stabilitas pada data ini menunjukkan aktivitas manufaktur tidak banyak berubah. Jika hasil sesuai perkiraan, dampak terhadap USD cenderung terbatas.
Core PCE Price Index MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: 0.4% | Forecast: 0.4% ➤ Analisa: Core PCE adalah indikator inflasi favorit The Fed. Data yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memperkuat USD karena menunda potensi penurunan suku bunga.
Personal Income MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: 0.4% | Forecast: 0.4% ➤ Analisa: Kenaikan stabil pada pendapatan pribadi mendukung prospek konsumsi. Data yang kuat umumnya positif bagi USD.
Personal Spending MoM (Sep) – 08:30 PM Previous: 0.6% | Forecast: 0.4% ➤ Analisa: Melambatnya belanja konsumen dapat menandakan mulai melemahnya permintaan domestik. Jika rilis di bawah ekspektasi, USD dapat melemah.
📆Kamis, 27 November 2025
Jerman GfK Consumer Confidence (Dec) – 02:00 PM Previous: -24.1 | Forecast: -22 ➤ Analisa: Kenaikan sentimen konsumen mengindikasikan perbaikan psikologis rumah tangga. Jika data lebih baik dari perkiraan, EUR berpotensi menguat.
📆 Jumat, 28 November 2025
Jerman Inflation Rate YoY (Nov) – 08:00 PM Previous: 2.3% | Forecast: 2.3% ➤ Analisa: Inflasi yang stabil menunjukkan tekanan harga mulai terkendali. Jika rilis lebih rendah, EUR dapat melemah karena memberi ruang pelonggaran lebih besar bagi ECB.
Kanada GDP Growth Rate Annualized (Q3) – 08:30 PM Previous: -1.6% | Forecast: 0.4% ➤ Analisa: Jika ekonomi Kanada pulih dari kontraksi sebelumnya, CAD bisa menguat. Data lemah justru memperbesar peluang dovish dari BoC.
GDP Growth Rate QoQ (Q3) – 08:30 PM Previous: -0.4% | Forecast: 0.3% ➤ Analisa: Pertumbuhan kuartalan yang positif menunjukkan ekonomi Kanada mulai membaik. Angka di atas perkiraan biasanya mendukung penguatan CAD.
XAUUSD OUTLOOK
Harga emas di time frame 4 jam masih berada dalam pola falling wedge, menandakan tekanan jual mulai melemah. Trendline utama juga masih menjaga struktur bullish sehingga peluang pembalikan tetap terbuka.
Area demand sekitar 3.967 menjadi batas penting yang berpotensi menahan penurunan. Jika harga bertahan di zona ini, peluang rebound semakin kuat.
Target kenaikan terdekat berada di 4.132 jika harga mampu breakout dari wedge. Namun jika demand jebol, emas bisa turun lebih dalam menuju support berikutnya.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.
Harga minyak WTI turun menuju $57.8 per barel pada awal pekan, memperpanjang penurunan selama empat sesi hingga menyentuh posisi terendah satu bulan. Tekanan ini muncul seiring meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina, yang memicu spekulasi perubahan pada dinamika pasokan global.
Kemajuan proposal perdamaian yang dibahas AS dan Ukraina menimbulkan kekhawatiran baru di antara sejumlah negara Eropa, karena potensi kesepakatan dianggap terlalu menguntungkan Moskow. Jika pembatasan terhadap minyak Rusia dilonggarkan, pasar dapat dibanjiri tambahan suplai di tengah proyeksi kelebihan pasokan tahun depan.
WTI telah melemah lebih dari 5% sepanjang bulan ini dan berisiko mencatat penurunan bulanan keempat berturut-turut. Tren negatif tersebut menjadi rentetan terpanjang sejak 2023, menandakan sentimen pasar minyak masih cenderung bearish dalam jangka pendek.
USOIL SPOT– Technical Analysis
OPINI ANALIS TRAZE
Pergerakan harga minyak WTI masih berada dalam tekanan turun setelah harga memantul dari batas bawah channel. Meski muncul respons beli, struktur pasar tetap menunjukkan dominasi seller dengan rangkaian lower high.
Jika harga mampu naik, potensi retest menuju Area Supply di zona Fibonacci bisa terjadi sebelum tekanan jual kembali muncul. Area ini menjadi penentu apakah koreksi dapat berlanjut atau hanya pantulan sementara.
Namun bila support kembali ditembus, WTI berisiko melanjutkan penurunan menuju Area Demand, menandakan tren bearish masih kuat dan ruang pelemahan belum selesai.
DISCLAIMER PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI. Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.