WTI kembali bertahan di kisaran $59,7 per barel, menandai level tertinggi dua pekan sekaligus menguat secara mingguan berkat meningkatnya premi risiko geopolitik. Pasar mencermati potensi langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal tindakan baru, sementara Rystad Energy menilai setiap eskalasi dapat mengancam produksi 1,1 juta bpd negara tersebut.

Ketegangan juga bertambah setelah pembicaraan Washington di Moskow tidak menunjukkan kemajuan berarti terkait perang Ukraina, sehingga peluang pemulihan pasokan Rusia dalam waktu dekat menipis. Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia ikut menambah kecemasan pasar, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga AS meningkatkan prospek permintaan akibat potensi stimulus ekonomi.

Namun, penguatan harga masih terbatasi oleh kekhawatiran permintaan global dan risiko pasokan berlebih. Arab Saudi memangkas harga Arab Light Januari untuk Asia ke titik terendah lima tahun, sedangkan minyak Kanada anjlok ke level terlemah sejak Maret, memunculkan keraguan pasar terhadap kestabilan permintaan menjelang awal tahun.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI bergerak dalam pola symmetrical triangle dengan harga bertahan di atas garis tren naik, menandakan momentum bullish masih terjaga selama tidak menembus support. Pivot harian di 59.29 menjadi level kunci; selama harga berada di atasnya, peluang kenaikan mengarah ke R1 59.96, kemudian R2 60.45, dan R3 61.12.

Sebaliknya, jika tekanan jual muncul, area S1 58.80 menjadi support awal yang harus dijaga sebelum melemah lebih jauh menuju S2 58.13 dan S3 57.64. Secara keseluruhan, bias tetap positif selama harga bertahan di atas tren naik dan pivot, dengan peluang breakout bullish jika harga mampu menembus sisi atas pola triangle.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak naik tipis 0,25% mendekati $59 per barel pada sesi Asia hari Kamis (04/12). Kenaikan ini dipicu serangan Ukraina terhadap pipa minyak Druzhba di wilayah Tambov, Rusia, yang menjadi jalur pasokan penting bagi Hongaria dan Slovakia. Situasi tersebut memperburuk kekhawatiran pasokan di tengah tekanan sanksi yang sudah membebani Rosneft dan Lukoil.

Meski menguat, pergerakan harga WTI masih berada dalam rentang perdagangan hari Rabu. Sentimen pasar sebelumnya sempat didorong oleh perkembangan diplomasi yang tidak menghasilkan kemajuan berarti antara perwakilan Amerika Serikat dan Rusia. Pertemuan antara Steve Witkoff, Jared Kushner, dan Vladimir Putin dinilai positif, tetapi belum cukup membawa jalan keluar bagi ketegangan geopolitik.

Dalam waktu dekat, fokus pelaku pasar beralih pada keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve yang dijadwalkan minggu depan. The Fed diperkirakan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps ke kisaran 3,50%–3,75%, dengan probabilitas 89% berdasarkan CME FedWatch. Ekspektasi pelonggaran moneter memberi harapan pada prospek permintaan minyak, sehingga berpotensi menjaga momentum kenaikan harga WTI.

OPINI ANALIS TRAZE

WTI bergerak mendatar di atas pivot 58.83, menunjukkan konsolidasi setelah penolakan dari area R1 59.43. Tren jangka pendek masih netral karena harga bergerak dekat MA merah (kemungkinan MA200), menandakan pasar belum memiliki arah yang kuat. Jika harga mampu menembus 59.43, peluang menuju R2 60.05 dan R3 60.65 terbuka. Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas pivot dapat memicu penurunan menuju S1 58.21, lalu S2 57.61, hingga S3 56.99 sebagai area penahan berikutnya. Dengan struktur saat ini, WTI membutuhkan breakout jelas untuk menentukan arah tren berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan dekat $4.200 per ounce pada Kamis (04/12), mempertahankan posisinya di dekat level tertinggi enam pekan. Sentimen positif muncul setelah data ADP November menunjukkan penurunan 32.000 pekerjaan sektor swasta, jauh di bawah perkiraan kenaikan 10.000. Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan perekrutan paling tajam sejak tahun lalu dan menegaskan kekhawatiran pasar mengenai pelemahan tenaga kerja Amerika Serikat.

Laporan tersebut sejalan dengan nada dovish pejabat Federal Reserve yang menyoroti perlunya respons kebijakan terhadap melemahnya pertumbuhan pekerjaan. Kondisi ini mendorong pasar obligasi memperkirakan peluang hampir 90% terhadap pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan minggu depan. Prospek kebijakan yang lebih longgar membuat daya tarik emas tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan lindung nilai.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data PCE September yang sempat tertunda, sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya. Ketidakpastian geopolitik juga memberi dorongan tambahan, setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia terkait perang Ukraina berakhir tanpa kemajuan berarti. Kombinasi ekspektasi pelonggaran kebijakan dan risiko global menjaga emas tetap diminati investor.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas di H1 masih berada dalam tren bullish karena bergerak di atas MA 200, namun saat ini terkonsolidasi dalam pola symmetrical triangle, sehingga arah berikutnya menunggu breakout; level penting yang perlu diperhatikan adalah resistance 4234 sebagai pemicu kenaikan menuju 4261–4281, sementara support 4187 menjadi penentu koreksi lebih dalam ke 4167 atau bahkan 4140 jika ditembus.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Silver bergerak mendatar pada Rabu (03/12) setelah reli kuat sebelumnya, karena investor mengambil keuntungan dan pasar menunggu data ekonomi AS. Dolar AS yang sedikit menguat serta kenaikan imbal hasil obligasi turut menekan harga, meski koreksi masih terbatas berkat ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed.

Dengan tidak adanya rilis data besar hari ini, pergerakan Silver terutama dipengaruhi dinamika USD dan sentimen pasar. Fokus trader kini tertuju pada laporan ISM Services, ADP Employment, serta PCE Index akhir pekan yang dapat memperkuat peluang pemotongan suku bunga.

Ketidakpastian geopolitik juga menjaga permintaan aset aman, termasuk Silver. Walaupun momentum naik sempat mereda, kondisi fundamental yang positif tetap membuka peluang pemulihan setelah tekanan jangka pendek mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Silver tetap berada dalam tren naik kuat, dengan harga bergerak stabil di atas pivot 57.965 dan terus menekan resistance terdekat 59.374; bila tembus, potensi lanjutan menuju 60.133 dan 61.542 terbuka. Tekanan turun masih terbatas selama harga bertahan di atas S1: 57.206, sementara penurunan lebih dalam dapat tertahan di 55.797 dan 55.038, menjaga struktur bullish tetap utuh.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas terus menunjukkan penguatan mendekati $4.220 per ounce, menandai pergerakan menuju level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Optimisme pasar semakin meningkat seiring harapan bahwa Federal Reserve akan segera melonggarkan kebijakan moneternya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perlambatan aktivitas ekonomi Amerika Serikat dalam data terbaru memberi dorongan kuat terhadap ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan depan, dengan probabilitas hampir 90% menurut pelaku pasar. Selain itu, spekulasi mengenai kemungkinan penunjukan Kevin Hassett sebagai pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve kian mempertebal sentimen dovish di pasar keuangan.

Para investor kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan ADP untuk November serta data inflasi PCE yang sempat tertunda sebagai bahan pertimbangan penting untuk membaca arah kebijakan berikutnya. Di sisi lain, penurunan ringan imbal hasil obligasi AS setelah sempat melonjak akibat aksi jual global turut menjaga minat terhadap aset lindung nilai seperti emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas pada timeframe H1 masih menunjukkan tren naik karena pergerakan harga berada di atas MA200 dan struktur pasar membentuk higher high serta higher low, dengan area pivot di 4202 sebagai batas keseimbangan; selama harga bertahan di atas zona support 4174 (S1), potensi penguatan menuju 4241 (R1) hingga 4269 (R2) tetap terbuka, sementara penurunan di bawah level S1 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju 4135 (S2).

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Tarif impor di era Trump kembali mencatat rekor tertinggi, memperkuat klaim bahwa pendapatan tarif mampu menopang pembiayaan utang Amerika Serikat. Lonjakan penerimaan ini menunjukkan bagaimana kebijakan perdagangan yang agresif terus memberikan kontribusi besar bagi kas negara. Di tengah ketidakpastian global, tarif menjadi salah satu sumber pemasukan yang dianggap stabil.

Kenaikan pendapatan ini juga memicu perubahan sentimen pasar. Investor melihat kebijakan tersebut sebagai langkah yang memperkuat posisi fiskal AS, sehingga meningkatkan minat terhadap aset berbasis dolar. Kombinasi antara penerimaan tarif yang tinggi dan ekspektasi kebijakan ekonomi yang lebih ketat membuat mata uang AS kembali mendapatkan daya tarik.

Dampaknya terlihat jelas pada pergerakan USD, dengan nilai index dolar (DXY) menguat hingga menyentuh level 99.40. Penguatan ini mencerminkan keyakinan pasar terhadap kemampuan ekonomi AS menjaga stabilitas di tengah perubahan kebijakan perdagangan. Selama dukungan fiskal dan sentimen positif terus bertahan, prospek dolar berpotensi tetap kuat dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Index Dolar (DXY) yang memantul dari demand 98.50 menunjukkan peluang naik menuju 99.50 – 100.00, didukung pola double bottom yang menandakan melemahnya tekanan jual. Jika bullish berlanjut, dolar bisa menguat lebih luas.

Dampaknya, EURUSD berpotensi turun, USDJPY cenderung naik, indeks saham bisa tertekan, dan XAUUSD berisiko melemah karena kuatnya dolar. Arah berikutnya akan ditentukan oleh reaksi DXY di area supply utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak terkoreksi lebih dari 1% ke $57 per ons pada Selasa (02/12) setelah investor merealisasikan keuntungan usai reli panjang yang mendorong harga mencapai rekor baru. Penurunan ini terjadi setelah enam sesi penguatan beruntun yang membuat nilai perak melonjak lebih dari 100% sepanjang 2025, jauh di atas titik terendah tahun lalu di sekitar $28,30.

Meskipun terjadi koreksi, sentimen bullish tetap kuat didukung pasokan fisik yang ketat, kebutuhan industri yang meningkat, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat. Pasar saat ini memperkirakan peluang sebesar 88% untuk penurunan suku bunga 25 bps pada pertemuan The Fed mendatang, diperkuat oleh data ekonomi yang menurun dan pernyataan bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral.

Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan selanjutnya. Selain itu, perhatian juga tertuju pada rilis data penting minggu ini, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP November dan data PCE September yang sempat tertunda, yang berpotensi memengaruhi pergerakan perak dan sentimen pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Perak masih berada dalam tren naik kuat pada grafik H1, terlihat dari kenaikan bertahap yang semakin agresif menuju level 58 sebelum koreksi ringan. Harga tetap bergerak jauh di atas moving average simple 200 (garis merah), menandakan dominasi buyer masih solid meski momentum mulai melambat di area 57–58.

Pivot harian berada di sekitar 57.61. Selama harga bergerak di atas pivot ini, bias bullish tetap mendominasi. Jika harga mampu bertahan dan memantul dari area ini, potensi penguatan lanjutan tetap terbuka.

Resistance terdekat (R1): 58.79 → zona penting yang harus ditembus untuk melanjutkan reli menuju R2: 60.02, lalu R3: 61.20.

Support terdekat (S1): 56.39 → jika ditembus, koreksi bisa berlanjut menuju S2: 55.20, dengan S3: 53.98 menjadi area penahan kuat berikutnya.

Secara keseluruhan, tren perak masih bullish, namun saat ini dalam fase penyejukan. Reaksi harga di pivot 57.61 dan support 56.39 akan menentukan apakah reli siap berlanjut atau memasuki koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melemah ke $4.191 per ons pada Selasa (02/12) setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli ke level tertinggi enam minggu pada sehari sebelumnya. Tekanan jual muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan depan, terutama setelah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan yang lebih dalam.

Probabilitas pemangkasan 25 bps kini mencapai sekitar 88%, didorong komentar bernada dovish dari sejumlah pejabat bank sentral dan laporan manufaktur yang kembali menyusut untuk bulan kesembilan berturut-turut pada November. Kondisi ini menambah dorongan bagi The Fed untuk mulai melonggarkan kebijakan guna mendukung aktivitas ekonomi.

Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell untuk mencari petunjuk arah kebijakan selanjutnya. Selain itu, rilis penting sepanjang minggu, termasuk data ketenagakerjaan ADP November serta laporan PCE September diprediksi akan memengaruhi pergerakan emas dan sentimen pasar keuangan secara keseluruhan.

OPINI ANALIS TRAZE

Emas masih berada dalam tren naik jangka pendek grafik H1, terlihat dari harga yang konsisten membentuk higher high dan higher low sebelum terkoreksi. Harga juga bergerak di atas moving average simple 200 (garis merah), menunjukkan bias bullish masih dominan meski momentum melemah di area 4.230 – 4.250.

Pivot harian berada di sekitar 4235. Selama harga berada di bawah level ini, tekanan turun cenderung lebih kuat. Jika kembali menembus dan bertahan di atas pivot, potensi melanjutkan kenaikan kembali terbuka.

Resistance terdekat (R1): 4256 → batas atas pertama yang harus ditembus untuk membuka jalan menuju R2: 4284.

Support terdekat (S1): 4207 → jika jebol, penurunan dapat berlanjut menuju S2: 4186, dengan area S3: 4158 menjadi support kuat berikutnya.

Secara umum, emas sedang dalam fase koreksi setelah reli tajam. Arah pergerakan berikutnya akan bergantung pada reaksi harga terhadap area pivot 4235 dan support kunci 4207. Jika support bertahan, peluang rebound kembali terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak lebih dari 1% dan menembus $57 per ounce pada Senin (01/12), mencetak rekor baru di tengah kekhawatiran pasokan serta ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga AS. Harga spot bahkan mencapai $57,29, melampaui puncak sebelumnya setelah perdagangan di Chicago Mercantile Exchange terganggu oleh masalah pusat data. Lonjakan ini memperpanjang reli yang membuat perak naik 22% sepanjang November dan sudah melonjak 100% sepanjang 2025.

Tekanan pasokan semakin memperkuat sentimen bullish, terutama setelah inventori di gudang terkait Shanghai Futures Exchange merosot ke level terendah hampir sepuluh tahun. Penurunan stok tersebut menandakan ketatnya suplai global, mendorong pembeli agresif masuk ke pasar dan mempertahankan momentum kenaikan dalam jangka pendek.

Dorongan tambahan datang dari pasar yang kini sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin di Amerika Serikat. Data tenaga kerja yang melemah, sinyal dovish dari Federal Reserve, serta keterlambatan publikasi data ekonomi akibat penutupan pemerintah selama enam minggu, semakin menegaskan perlunya pelonggaran kebijakan moneter situasi yang umumnya menguntungkan aset non-yield seperti perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak masih berada dalam tren bullish yang sangat kuat, dengan struktur harga terus membentuk higher high dan higher low. Selama pergerakan tetap bertahan di atas support 56.15, momentum naik diperkirakan berlanjut; penurunan menuju 54.17 atau 53.15 hanya akan dianggap sebagai koreksi sehat dalam tren dominan. Dengan kekuatan beli yang tetap solid, proyeksi kenaikan mengarah pada peluang mencapai ATH baru di kisaran 60.00 hingga 63.00, terutama jika sentimen positif fundamental terus mendukung pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

  • WTI crude oil naik lebih dari 1% ke $59,2 per barel setelah OPEC+ menegaskan penundaan kenaikan produksi hingga awal tahun depan.
  • Prospek damai Rusia–Ukraina menahan penguatan harga karena berpotensi menambah pasokan minyak global yang sudah mengarah ke surplus tahun depan.
  • Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden Trump mengancam Venezuela terkait penutupan wilayah udara, menambah ketidakpastian pasar energi.

Harga WTI crude oil futures menguat lebih dari 1% ke level $59,2 per barel pada Senin (01/12), setelah OPEC+ kembali menegaskan keputusan untuk menangguhkan kenaikan produksi selama kuartal pertama tahun depan. Langkah tersebut, yang pertama kali diumumkan pada awal Oktober, didorong oleh faktor musiman yang biasanya menekan permintaan di awal tahun.

Meski begitu, ruang penguatan harga minyak masih terbatas akibat meningkatnya peluang kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Jika tercapai, sanksi terhadap minyak Rusia berpotensi dilonggarkan sehingga menambah pasokan ke pasar yang sudah diperkirakan mengalami surplus besar tahun depan. Kekhawatiran kelebihan suplai ini turut menyebabkan harga minyak mencatat penurunan bulanan keempat berturut-turut pada November.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik kembali mencuat setelah Presiden Trump melontarkan ancaman keras terhadap Venezuela akhir pekan lalu dengan menyebut wilayah udara negara tersebut sebagai “tertutup.” Meski pernyataan itu kemudian dilunakkan, komentar tersebut tetap menambah ketidakpastian pasar energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

WTI masih berada dalam tren turun dengan tekanan jual dominan selama harga tertahan di bawah resistance 60.03 dan jauh dari level kunci 68.84. Penurunan berpotensi berlanjut jika harga turun di bawah support 58.72, membuka jalan menuju 58.15 hingga 57.00, sementara kenaikan hanya bersifat korektif selama resistance belum ditembus.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze