Perak melesat menembus $61 per ounce, mencetak rekor tertinggi baru seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan pemangkasan 25 basis poin untuk ketiga kalinya tahun ini, sementara pernyataan Jerome Powell akan menjadi sorotan utama untuk membaca arah kebijakan moneter menuju 2026.

Di saat yang sama, lease rate perak terus merangkak naik akibat ketatnya pasokan fisik. Biaya meminjam logam mulia ini menjadi semakin mahal karena pelaku pasar berupaya memenuhi kewajiban pengiriman di tengah pengetatan suplai. Kondisi ini turut memperkuat sentimen bullish dan menjaga harga tetap berada di zona tertinggi.

Permintaan terhadap perak tetap solid berkat karakteristiknya yang unggul dalam konduktivitas listrik dan panas. Sektor strategis seperti energi surya, kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, hingga data center diperkirakan akan menjadi motor konsumsi hingga 2030. Dengan kombinasi permintaan kuat dan pasokan yang terbatas, perak pun berpotensi mempertahankan tren positif dalam jangka panjang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik H1 terus mempertahankan momentum bullish setelah menembus area resistensi R1 di sekitar $61.94, menandakan dominasi kuat buyer dalam beberapa sesi terakhir. Harga yang bergerak stabil di atas MA 200 turut mengonfirmasi tren naik yang solid, sementara pivot harian di $59.76 kini berubah menjadi support dinamis jika terjadi koreksi.

Selama tekanan beli tetap konsisten, peluang menuju R2 $63.07 hingga R3 $65.25 semakin terbuka, terutama bila sentimen pasar tetap positif jelang keputusan The Fed.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAGUSD) bergerak stabil di sekitar $58.00 pada sesi Asia menjelang keputusan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve yang akan diumumkan hari Kamis dini hari pk. 02:00 WIB. Para pelaku pasar memilih menahan posisi, menunggu arah suku bunga acuan yang diperkirakan turun sebesar 25 basis poin menuju kisaran 3.50% – 3.75%, dengan probabilitas mencapai 89.4% menurut CME FedWatch. Ekspektasi ini menjadi sentimen penting bagi komoditas berharga, mengingat penurunan suku bunga umumnya meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak.

Ekspektasi kebijakan dovish The Fed semakin kuat setelah data pekerjaan Amerika menunjukkan perlambatan yang signifikan. Presiden Fed New York, John Williams, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat diikuti permintaan tenaga kerja yang melemah, sehingga mendukung kebutuhan penyesuaian suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut mendorong pasar semakin yakin bahwa sikap pelonggaran moneter masih jauh dari selesai.

Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada rilis JOLTS Job Openings yang mencerminkan peluang kerja di Amerika Serikat. Laporan yang dijadwalkan pukul 22:00 WIB diperkirakan menunjukkan 7.2 juta lowongan baru pada Oktober. Jika hasilnya lebih lemah dari ekspektasi, tekanan bagi The Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga dapat semakin menguat, berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD bergerak di sekitar pivot 58.053 dengan tren masih condong naik selama harga bertahan di atas EMA merah. Level penting hari ini berada pada R1: 58.620, R2: 59.150, R3: 59.717, sementara support berada di S1: 57.523, S2: 56.956, dan S3: 56.426. Area 57.52 – 56.95 menjadi zona kuat buyer, sedangkan penolakan di 58.62 menunjukkan tekanan seller masih ada.

Peluang trading dapat diambil dari dua sisi. Potensi peluang Buy ideal saat harga turun ke support dengan target 58.62 hingga 59.15 bila momentum menguat. Sell menarik jika harga gagal menembus 58.62 dengan sasaran kembali ke 57.52. Fokus tetap pada reaksi harga di zona kunci untuk menghindari false breakout.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas diperdagangkan stabil mendekati $4.200 per ons pada Selasa (09/12) seiring pelaku pasar menantikan keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, namun perhatian justru tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru serta pernyataan Ketua Jerome Powell yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan 2026 dan seterusnya.

Saat ini, probabilitas pasar menunjukkan peluang 87% terjadinya pemotongan suku bunga dalam pertemuan tersebut, dengan ekspektasi hanya dua kali penurunan tambahan tahun depan, berkurang dari sebelumnya tiga kali yang diantisipasi pekan lalu. Sebelum rilis keputusan The Fed, investor juga menunggu laporan lowongan pekerjaan JOLTS sebagai indikator lanjutan tentang kesehatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Di sisi lain, kabar dari Asia menambah sentimen positif terhadap logam mulia ketika bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, hingga mencapai 74,12 juta troy ons. Langkah ini dipandang sebagai strategi diversifikasi sekaligus upaya meningkatkan ketahanan cadangan devisa negara di tengah ketidakpastian global.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD diperdagangkan di sekitar $4,191, di bawah pivot harian $4,196, menunjukkan tekanan jual masih dominan setelah gagal mempertahankan momentum penguatan di area R1 $4,216 dan R2 $4,239 sebagai batas lanjutan menuju R3 $4,259. Jika harga terus melemah di bawah pivot, peluang penurunan dapat menguji support S1 $4,174, dengan potensi berlanjut ke S2 $4,154 apabila tekanan bearish semakin kuat.

Area kuning pada chart juga menunjukkan zona demand sebelumnya yang dapat menjadi penopang sementara sebelum harga memutuskan arah berikutnya. Peluang trading yang menarik saat ini yaitu sell selama harga bertahan di bawah pivot dengan target support, sedangkan posisi buy lebih aman jika harga mampu break and hold di atas R1 disertai konfirmasi candle kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bergerak di bawah $59 per barel pada Selasa (09/12) setelah turun 2% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena ekspektasi kelebihan pasokan yang dinilai lebih kuat dibandingkan risiko geopolitik yang sedang berlangsung. Pasar menantikan rilis laporan terbaru dari EIA dan OPEC+ minggu ini untuk mendapatkan panduan terkini mengenai proyeksi permintaan serta penawaran energi global.

Perkiraan pasar mulai berubah sejak pertengahan Oktober ketika IEA menyampaikan potensi surplus besar untuk tahun 2026, bersamaan dengan revisi proyeksi OPEC+ dari defisit menjadi surplus pada kuartal ketiga. Sentimen negatf semakin bertambah setelah Irak memulihkan produksi di ladang minyak West Qurna-2 milik Lukoil, yang menyumbang sekitar 0,5% pasokan dunia setelah sempat dihentikan karena kebocoran jalur ekspor. Kembalinya suplai tersebut menekan harga karena menambah keyakinan bahwa pasar minyak berada dalam kondisi longgar.

Meski beberapa faktor geopolitik seperti stagnasi pembicaraan damai Rusia – Ukraina serta meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela masih diperhitungkan, pengaruhnya dinilai belum mampu mengimbangi tekanan pasokan. Pelaku pasar juga mengamati keputusan Federal Reserve yang diprediksi memangkas suku bunga 25 basis poin sebagai upaya memacu perekonomian. Jika kebijakan moneter lebih longgar berhasil mendorong aktivitas industri, permintaan energi berpotensi meningkat kembali dalam beberapa bulan mendatang.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI saat ini berada di sekitar $58.63, bergerak di bawah pivot harian $59.08, menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah gagal bertahan di atas area resisten R1 $59.67. Selama harga bertahan di bawah pivot, tren jangka pendek cenderung melemah dengan peluang menuju support S1 $58.08, bahkan potensi lanjutan ke S2 $57.49 apabila penurunan berlanjut.

Sebaliknya, jika terjadi rebound dan mampu menembus $59.08, momentum beli dapat menguji R1 $59.67 sebagai batas penguatan awal. Dari sisi peluang trading, skenario terbaik saat ini adalah mencari posisi sell on rally mendekati pivot dengan target area support, sementara strategi buy baru lebih aman jika harga berhasil break dan bertahan di atas R1 dengan konfirmasi volume.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak stabil di sekitar $58 per ounce pada Senin (08/12), bertahan dekat rekor tertinggi sementara pasar menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan. Meskipun peluang penurunan suku bunga cukup kuat, prospek tahun 2026 masih penuh ketidakpastian karena analis memperkirakan kemungkinan “hawkish cut”, di mana Jerome Powell dapat memberi sinyal langkah pelonggaran yang lebih berhati-hati. Pelaku pasar juga memantau keputusan bank sentral Australia, Kanada, dan Swiss, meski semuanya diprediksi mempertahankan kebijakan stabil.

Kenaikan kuat perak pekan lalu didorong oleh menipisnya stok di bursa, meningkatnya akumulasi ETF, serta prediksi terjadinya defisit pasar kembali tahun ini. Kondisi ini menegaskan semakin ketatnya pasokan fisik di tengah permintaan yang terus bertambah. Minimnya persediaan terlihat menjadi salah satu penopang utama lonjakan harga yang membawa perak ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Selain faktor pasokan, permintaan industri yang solid terutama dari sektor panel surya dan teknologi ramah lingkungan terus memperkuat prospek harga jangka menengah. Dengan kebutuhan industri yang meningkat dan pasokan yang semakin terbatas, perak tetap memiliki potensi untuk mempertahankan momentum bullish, terutama jika kebijakan moneter global semakin mendukung aset logam.

OPINI ANALIS TRAZE

Silver bergerak dalam bias bullish moderat setelah bertahan di atas S1 di 57.98 dan mulai mencoba kembali ke area pivot 58.54. Jika harga mampu menembus R1 di 58.97, peluang menuju R2 di 59.54 hingga R3 di 59.97 semakin terbuka.

Namun jika gagal mempertahankan struktur saat ini dan turun di bawah S1, tekanan jual dapat menarik harga ke S2 di 57.55. Peluang terbaik berada pada skenario buy on dip di sekitar S1 selama sentimen penguatan masih dominan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di dekat $4.200 per ounce pada Senin (08/12) setelah melemah pekan lalu, dengan pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan terakhir The Fed tahun ini yang diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga. Data ketenagakerjaan AS yang beragam serta inflasi inti sesuai ekspektasi semakin memperkuat peluang pelonggaran tambahan, di mana pasar menilai kemungkinan 88% untuk pemotongan 25 bps dan membuka ruang dua penurunan lagi tahun depan.

Selain keputusan suku bunga, perhatian juga tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru The Fed untuk 2026 dan seterusnya, termasuk panduan soal arah kebijakan jangka panjang. Laporan JOLTS yang dirilis Selasa menjadi data ketenagakerjaan terakhir sebelum pengumuman resmi, sehingga diperkirakan memberikan pengaruh besar terhadap sentimen pasar.

Dari sisi global, bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, meningkatkan kepemilikan menjadi sekitar 74,12 juta ons troy. Langkah ini menunjukkan permintaan emas yang tetap kuat dari negara konsumen terbesar, sekaligus memberikan dukungan tambahan bagi harga logam mulia di tengah ketidakpastian kebijakan moneter AS.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD masih berada dalam tren naik dengan dukungan kuat dari trendline dan SMA 200 yang tetap menanjak, sementara harga bertahan di area pivot 4200. Jika mampu menembus R1 di 4210, peluang menguji zona supply 4238–4258 kembali terbuka.

Namun, bila tekanan jual berlanjut dan harga turun ke bawah S1 di 4191, emas berpotensi melanjutkan koreksi menuju S2 di 4181. Peluang trading berada pada buy on dip di area S1–S2 selama struktur uptrend tetap terjaga, dengan target kembali ke R1 hingga zona supply atas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar tergelincir di bawah level 99 pada Senin (08/12) setelah mencatat penurunan dua pekan beruntun, tertekan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pekan ini. Peluang penurunan 25 basis poin pada Rabu kini melonjak menjadi sekitar 88%, jauh lebih tinggi dibandingkan sebulan lalu.

Meski pasar optimistis, prospek kebijakan tahun 2026 masih belum jelas. Para analis memperkirakan langkah ini bisa menjadi “hawkish cut”, di mana Jerome Powell memberi sinyal jalur pelonggaran yang lebih hati-hati untuk menghindari tekanan inflasi baru. Sentimen investor juga menanti rilis laporan JOLTS Oktober yang sempat tertunda dan dipandang penting untuk melihat dinamika perekrutan, PHK, serta tingkat pekerja yang mengundurkan diri.

Selain fokus pada Amerika Serikat, pelaku pasar turut mencermati keputusan bank sentral di Australia, Brasil, Kanada, dan Swiss. Namun, keempatnya diperkirakan mempertahankan kebijakan stabil tanpa perubahan suku bunga, menjadikan keputusan The Fed sebagai sorotan utama minggu ini.

OPINI ANALIS TRAZE

DXY masih bergerak dalam tren turun dan tertahan di support 98.40, yang menjadi penentu arah berikutnya. Jika level ini jebol, indeks berpotensi melanjutkan penurunan menuju 98.19 hingga 97.92. Namun bila terjadi pantulan, harga bisa kembali menguji area resistance terdekat, meski bias keseluruhan tetap bearish selama belum menembus channel atas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bertahan di kisaran 99 pada Jumat (05/12), namun tetap menuju penurunan mingguan kedua karena pasar semakin yakin terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Peluang pemotongan 25 bps pekan depan kini mencapai 87%, disertai ekspektasi 2–3 penurunan tambahan tahun depan. Sentimen dolar juga tertekan oleh spekulasi bahwa penasihat ekonomi Kevin Hassett berpotensi menggantikan Jerome Powell pada Mei, yang dinilai dapat membuka jalan menuju kebijakan moneter yang lebih longgar.

Di sisi data, klaim pengangguran awal turun ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun, meski angka tersebut dipengaruhi pola volatil saat libur Thanksgiving. Pada saat yang sama, laporan Challenger menunjukkan pemutusan kerja melonjak menjadi 71.321 pada November, jumlah tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2022. Kombinasi data tenaga kerja yang beragam ini menambah ketidakpastian mengenai kekuatan fundamental ekonomi AS.

Ke depan, pasar menantikan rilis data PCE September yang sempat tertunda, indikator inflasi favorit The Fed, bersama laporan belanja dan pendapatan konsumen. Hasil data ini akan menjadi petunjuk penting bagi pasar valuta asing, menentukan apakah ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap solid atau justru memudar.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah menyentuh zona demand di 98.20–98.40. Pola equal low dan break of structure kecil mengisyaratkan melemahnya tekanan jual dan membuka peluang pembalikan arah.

Jika momentum naik berlanjut, DXY berpotensi menuju resistance 98.59 dan target berikutnya di 99.21 yang berada dekat area supply. Retest channel atas juga mendukung skenario kenaikan jangka pendek.

Namun jika penolakan terjadi, koreksi dapat kembali menekan DXY ke struktur rendah sebelumnya. Untuk saat ini, reaksi harga di dua level kunci tersebut menjadi penentu arah dolar selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas tergelincir di bawah $4.200 per ounce pada Jumat (05/12) karena pelaku pasar menunggu rilis data penting Amerika Serikat menjelang keputusan FOMC pekan depan. Sorotan utama tertuju pada laporan PCE September yang sempat tertunda dan menjadi acuan inflasi favorit The Fed. Hasilnya berpotensi memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah serta kecepatan pelonggaran kebijakan moneter berikutnya.

Di saat yang sama, laporan tenaga kerja terbaru menunjukkan pelemahan signifikan. ADP mencatat penurunan 32 ribu pekerjaan sektor swasta, sementara Challenger melaporkan 71 ribu rencana PHK pada November, sehingga total sepanjang tahun mendekati 1,17 juta. Kombinasi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga, dengan probabilitas yang kini berada di sekitar 87%.

Spekulasi semakin memanas setelah muncul kabar bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, berpotensi menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang, memunculkan perkiraan arah kebijakan yang lebih dovish. Meski begitu, emas tetap menuju penurunan mingguan tipis, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian pemangkasan suku bunga dan prospek ekonomi global.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD bergerak dalam pola symmetrical triangle, menandakan fase konsolidasi sebelum arah baru terbentuk. Pivot harian di 4.200 menjadi level penentu; bertahan di atasnya membuka peluang naik menuju R1 4.225, lalu R2 4.244, bahkan R3 4.269 jika momentum bullish menguat.

Sebaliknya, penurunan di bawah S1 4.180 berisiko mendorong harga ke S2 4.155 dan S3 4.136. Selama harga masih di dalam pola triangle dan dekat area pivot, emas cenderung menunggu pemicu fundamental, dengan peluang breakout kuat ketika batas atas atau bawah pola terlampaui.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

WTI kembali bertahan di kisaran $59,7 per barel, menandai level tertinggi dua pekan sekaligus menguat secara mingguan berkat meningkatnya premi risiko geopolitik. Pasar mencermati potensi langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela setelah Presiden Donald Trump memberi sinyal tindakan baru, sementara Rystad Energy menilai setiap eskalasi dapat mengancam produksi 1,1 juta bpd negara tersebut.

Ketegangan juga bertambah setelah pembicaraan Washington di Moskow tidak menunjukkan kemajuan berarti terkait perang Ukraina, sehingga peluang pemulihan pasokan Rusia dalam waktu dekat menipis. Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia ikut menambah kecemasan pasar, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga AS meningkatkan prospek permintaan akibat potensi stimulus ekonomi.

Namun, penguatan harga masih terbatasi oleh kekhawatiran permintaan global dan risiko pasokan berlebih. Arab Saudi memangkas harga Arab Light Januari untuk Asia ke titik terendah lima tahun, sedangkan minyak Kanada anjlok ke level terlemah sejak Maret, memunculkan keraguan pasar terhadap kestabilan permintaan menjelang awal tahun.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI bergerak dalam pola symmetrical triangle dengan harga bertahan di atas garis tren naik, menandakan momentum bullish masih terjaga selama tidak menembus support. Pivot harian di 59.29 menjadi level kunci; selama harga berada di atasnya, peluang kenaikan mengarah ke R1 59.96, kemudian R2 60.45, dan R3 61.12.

Sebaliknya, jika tekanan jual muncul, area S1 58.80 menjadi support awal yang harus dijaga sebelum melemah lebih jauh menuju S2 58.13 dan S3 57.64. Secara keseluruhan, bias tetap positif selama harga bertahan di atas tren naik dan pivot, dengan peluang breakout bullish jika harga mampu menembus sisi atas pola triangle.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze