Harga perak bertahan di atas 77 dolar AS per ons pada Kamis (19/02) setelah melonjak sekitar 5% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar logam global meskipun penguatan dolar didorong data ekonomi Amerika Serikat yang solid serta sinyal kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve. Sentimen tersebut menunjukkan bahwa logam mulia masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika makroekonomi.

Risalah pertemuan Januari memperlihatkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan. Sebagian pejabat membuka peluang penurunan suku bunga bila disinflasi berlanjut, sementara lainnya memilih mempertahankan tingkat tinggi lebih lama bahkan tidak menutup kemungkinan pengetatan tambahan jika tekanan harga tetap kuat. Pelaku pasar sedikit mengurangi ekspektasi pemangkasan, namun tetap memperkirakan dua kali penurunan sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun.

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik turut menopang harga perak dan logam berharga lainnya. Peningkatan kehadiran militer oleh Amerika Serikat di Timur Tengah memicu kekhawatiran konflik dengan Iran, sementara perundingan damai antara Ukraina dan Rusia berakhir tanpa terobosan. Kondisi ini meningkatkan minat terhadap aset aman dan menjaga tren positif pasar logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD di timeframe 30 menit masih menunjukkan bias bullish setelah harga memantul dari area demand 73 – 74 dan membentuk struktur higher low. Selama bertahan di atas support 75 – 76, peluang kenaikan menuju resistance 79 hingga 80 tetap terbuka.

Indikator momentum mulai mengarah naik, mendukung potensi lanjutan penguatan jangka pendek. Skenario terbaik adalah menunggu pullback ke area support sebagai peluang entry buy, dengan risiko koreksi jika harga gagal menembus zona 78.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menguat ke kisaran USD 4.900 per ounce pada Rabu (18/02), memulihkan sebagian penurunan dua hari sebelumnya. Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga terkoreksi, di tengah evaluasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve. Pelaku pasar kembali menimbang peluang pergerakan suku bunga yang akan memengaruhi daya tarik logam mulia.

Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap ditahan hingga inflasi menunjukkan kemajuan menuju target dua persen. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee membuka peluang pemangkasan tambahan tahun ini jika tren penurunan inflasi berlanjut. Investor kini menanti risalah FOMC, data PDB, serta inflasi inti PCE sebagai petunjuk lanjutan arah kebijakan.

Di sisi lain, permintaan jangka pendek cenderung melandai seiring dimulainya libur Tahun Baru Imlek di Tiongkok yang mengurangi likuiditas pasar. Perkembangan geopolitik juga membatasi kenaikan, setelah laporan menunjukkan kemajuan dialog AS – Iran dan negosiasi Rusia–Ukraina. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan emas tetap sensitif terhadap sentimen global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAU/USD pada grafik 30 menit menunjukkan pemulihan setelah membentuk pantulan kuat dari area golden ratio 61,8% di kisaran 4.868. Reaksi beli dari zona tersebut mendorong harga kembali ke atas 4.900 dan membentuk perubahan karakter (ChoCH), menandakan peluang pembalikan jangka pendek. Selama bertahan di atas 4.890, momentum rebound masih terjaga dengan target uji resistance 4.950 hingga 4.980.

Namun, area suplai di sekitar 4.960–4.980 menjadi hambatan krusial yang dapat memicu tekanan jual baru. Jika harga gagal menembus zona tersebut, potensi koreksi ulang ke 4.880 tetap terbuka. Sebaliknya, breakout bersih di atas resistance akan memperkuat bias bullish dan membuka ruang kenaikan lanjutan dalam pergerakan intraday.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat ke kisaran USD 74 per ounce pada Rabu (18/02) setelah dua sesi sebelumnya terkoreksi. Kenaikan ini didorong aksi beli saat harga turun (buy on dip) serta penyesuaian posisi menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve bulan Januari. Pelaku pasar menilai logam mulia kembali menarik di tengah ekspektasi arah kebijakan moneter AS.

Pasar masih memperhitungkan peluang beberapa kali pemangkasan suku bunga tahun ini, kondisi yang umumnya positif bagi aset non-yielding seperti perak. Meski ada sinyal suku bunga bisa ditahan lebih lama, opsi pelonggaran tetap terbuka apabila inflasi bergerak menuju target dua persen. Harapan ini menjaga sentimen tetap konstruktif.

Investor kini menanti pernyataan lanjutan pejabat The Fed serta data penting AS seperti pertumbuhan ekonomi dan inflasi inti PCE sebagai penentu arah berikutnya. Sebelumnya, penguatan dolar dan meredanya tensi geopolitik sempat menekan permintaan safe haven, sementara volume perdagangan cenderung tipis karena libur Tahun Baru Imlek di sejumlah pasar Asia.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAG/USD pada grafik satu jam masih berada dalam tekanan setelah membentuk lower high dan bergerak di bawah garis tren menurun. Struktur pasar menunjukkan dominasi seller, meski saat ini harga mencoba bertahan di area support kunci 72,20. Zona ini menjadi penentu arah jangka pendek setelah muncul reaksi beli yang mendorong pantulan terbatas.

Selama perak mampu bertahan di atas 72,20, peluang rebound menuju resistance 75,50 hingga 77,40 tetap terbuka. Namun jika support ditembus, tekanan jual berisiko berlanjut dan membuka ruang pelemahan lebih dalam. Konfirmasi breakout di salah satu level kunci tersebut akan menjadi sinyal kuat untuk pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia jenis WTI melemah mendekati USD 62 per barel pada Rabu (18/02), melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya seiring meredanya premi risiko geopolitik. Sentimen pasar membaik setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir menunjukkan kemajuan positif. Otoritas Teheran menyebut telah tercapai “kesepakatan umum” mengenai kerangka awal perjanjian, sementara pejabat Washington mengonfirmasi negosiasi akan dilanjutkan di Jenewa dalam dua pekan dengan proposal baru.

Perkembangan diplomatik ini muncul di tengah dinamika militer yang masih berlangsung. Iran mengumumkan penutupan sementara sebagian Selat Hormuz untuk latihan, sedangkan Amerika Serikat mengerahkan kapal induk kedua ke kawasan tersebut. Meski demikian, pasar lebih fokus pada peluang tercapainya kompromi yang dapat meredakan ketegangan dan menurunkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Selain isu Timur Tengah, pelaku pasar juga mencermati perundingan Rusia–Ukraina yang dimediasi AS di Jenewa. Jika tercapai solusi damai, pelonggaran sanksi berpotensi meningkatkan aliran minyak Rusia ke pasar internasional. Kombinasi faktor ini mendorong ekspektasi pasokan yang lebih longgar, sehingga menekan harga minyak dan membatasi potensi penguatan dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil di grafik satu jam tertahan di area supply 63,40 – 63,90 setelah gagal melanjutkan kenaikan. Penolakan di zona tersebut memicu tekanan jual dan membentuk perubahan struktur yang mengindikasikan pelemahan jangka pendek. Selama harga berada di bawah 63,50, bias masih cenderung turun.

Support terdekat berada di area demand 61,00–61,20. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju 60,30. Sebaliknya, penembusan kembali di atas 63,00 membuka peluang rebound teknikal.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar bergerak mendatar di bawah area 97 pada awal pekan karena aktivitas perdagangan tipis akibat libur nasional di Amerika Serikat. Mata uang tersebut sebelumnya tertekan setelah data inflasi menunjukkan perlambatan lebih besar dari perkiraan. Inflasi tahunan turun ke 2,4% dari 2,6%, sementara kenaikan bulanan melambat menjadi 0,2%, memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, kondisi tenaga kerja tetap solid setelah laporan menunjukkan kenaikan payroll terbesar dalam lebih dari setahun dan tingkat pengangguran justru turun. Kombinasi inflasi yang menurun dan pasar kerja stabil membuat pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga dapat dimulai pertengahan tahun.

Fokus investor kini tertuju pada risalah rapat bank sentral, data pertumbuhan ekonomi kuartal keempat, serta indikator inflasi inti PCE sebagai acuan utama kebijakan. Hasil rangkaian data tersebut akan menjadi penentu arah dolar berikutnya dan memperjelas waktu dimulainya siklus penurunan suku bunga.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan DXY timeframe 1 jam menunjukkan harga berada dalam fase pemulihan setelah pantulan dari support 96.20, namun kenaikan masih tertahan area resistance 96.80 – 97.00. Struktur membentuk pola rising wedge yang biasanya mengindikasikan pelemahan lanjutan apabila terjadi penembusan ke bawah. Selama indeks gagal menembus zona tersebut secara meyakinkan, momentum beli dinilai belum cukup kuat untuk membalikkan tren.

Apabila harga breakdown dari garis tren naik, potensi penurunan menuju support kembali terbuka dengan target awal sekitar 96.30. Sebaliknya, skenario bullish baru terbentuk bila terjadi breakout bersih di atas 97.00 karena dapat memicu percepatan kenaikan menuju area supply berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI bergerak stabil di sekitar $62,8 per barel setelah mencatat penurunan mingguan beruntun pertama tahun ini. Pelaku pasar menyoroti perkembangan geopolitik, terutama putaran kedua pembicaraan Amerika Serikat dan Iran. Pihak Teheran memberi sinyal terbuka untuk kompromi demi kesepakatan nuklir apabila pembahasan pencabutan sanksi ikut dibahas, sehingga berpotensi memengaruhi prospek suplai energi global.

Di waktu yang sama, negosiasi internasional terkait konflik Ukraina juga mulai digelar. Namun peluang tercapainya perdamaian cepat dinilai kecil sehingga kembalinya pasokan Rusia ke pasar dunia belum menjadi skenario utama dalam jangka pendek. Ketidakpastian ini membuat sentimen energi cenderung berhati-hati meski risiko geopolitik tetap tinggi.

Tekanan terbesar justru datang dari sisi fundamental karena pasokan global dinilai melimpah. Sejumlah anggota OPEC disebut memiliki ruang untuk meningkatkan produksi pada April, sementara lembaga energi internasional kembali memproyeksikan surplus besar pada 2026 serta menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan. Kombinasi tersebut menahan kenaikan harga dan menjaga tren pergerakan tetap lemah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe 1 jam menunjukkan harga gagal mempertahankan area supply 63.50 dan membentuk perubahan karakter tren setelah penurunan tajam. Saat ini harga bergerak dalam pola channel naik sempit, menandakan fase koreksi teknikal di tengah tekanan bearish yang masih dominan. Selama tidak mampu kembali di atas resistance tersebut, peluang penolakan turun tetap lebih besar dibanding kelanjutan kenaikan.

Apabila harga menembus bawah struktur channel dan melewati support minor sekitar 62.00, potensi pelemahan menuju demand zone 61.00 semakin terbuka. Namun skenario penurunan dapat tertunda jika breakout kuat terjadi di atas 63.50 karena itu akan mengembalikan momentum beli jangka pendek dan memicu reli lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah $5.000 per ounce pada awal pekan setelah sebelumnya melonjak lebih dari 2% akibat data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Angka tersebut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga bank sentral, dengan pelaku pasar kini memperkirakan lebih dari dua kali penurunan sepanjang tahun ini. Kondisi inflasi yang melandai membuat minat terhadap aset lindung nilai tetap terjaga meski terjadi koreksi jangka pendek.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat bank sentral, estimasi awal pertumbuhan ekonomi AS, serta indikator inflasi PCE untuk mencari petunjuk waktu pelonggaran kebijakan berikutnya. Rangkaian data tersebut berpotensi menggerakkan dolar dan imbal hasil obligasi, dua faktor utama yang menentukan arah logam mulia dalam waktu dekat.

Di sisi geopolitik, pasar memantau negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran serta upaya perdamaian konflik Ukraina yang kembali dibahas. Perkembangan isu global ini dapat memengaruhi sentimen risiko dan permintaan aset aman. Meski volatilitas meningkat, emas tetap ditopang pembelian bank sentral dan perpindahan dana investor dari obligasi serta mata uang utama.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga masih tertahan di zona supply sekitar 5.040 – 5.090 setelah reli tajam dari area demand. Struktur pasar berubah menjadi fase konsolidasi dengan terbentuknya rejection berulang di resistance, menandakan tekanan jual masih dominan. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, peluang pullback menuju retracement Fibonacci 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.980 – 4.940 tetap terbuka.

Jika koreksi mampu bertahan di golden ratio, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target resistance berikutnya di sekitar 5.090 bahkan kembali menguji puncak sebelumnya. Namun skenario bullish akan batal apabila harga menembus support utama 4.878, karena kondisi itu membuka ruang pelemahan lebih dalam dan mengubah bias jangka pendek menjadi bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di kisaran USD 76 per ounce pada akhir pekan, namun masih mencatatkan potensi pelemahan untuk pekan ketiga berturut-turut. Tekanan muncul setelah aksi jual luas melanda pasar, seiring meningkatnya volatilitas dan likuidasi lintas aset. Penurunan serentak di saham serta kripto mengindikasikan pelepasan posisi besar-besaran yang kemungkinan diperkuat oleh sistem perdagangan otomatis.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin mengecil, dengan proyeksi penurunan pertama bergeser ke pertengahan tahun. Meski demikian, bank sentral AS masih diperkirakan memangkas suku bunga secara bertahap hingga akhir tahun.

Di tengah ketidakpastian tersebut, perak tetap memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai. Kekhawatiran terhadap pelemahan mata uang dan pergeseran dana dari obligasi pemerintah ke aset riil berpotensi menopang harga logam mulia, meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi pergerakan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD timeframe empat jam menunjukkan tekanan setelah harga gagal menembus area resistance 83.500 – 86.300. Munculnya change of character menandakan pergeseran momentum dari bullish ke bearish, diperkuat oleh penolakan di garis tren turun. Saat ini harga bergerak di bawah level Fibonacci 38,2% dan mendekati support penting di kisaran 73.900 – 71.500.

Selama perak belum mampu kembali ke atas 81.500, potensi kenaikan diperkirakan terbatas dan rawan koreksi lanjutan. Jika support 73.900 ditembus, peluang penurunan menuju area demand berikutnya semakin terbuka, sehingga bias jangka pendek masih cenderung negatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI bergerak di bawah USD 63 per barel pada akhir pekan, mempertahankan sebagian besar penurunan tajam sesi sebelumnya dan mengarah pada pelemahan mingguan beruntun. Tekanan datang dari kekhawatiran kelebihan pasokan yang terus membayangi pasar energi global, sehingga membatasi peluang pemulihan dalam jangka pendek.

Laporan bulanan dari International Energy Agency memperkirakan pasar minyak berpotensi mengalami surplus lebih dari 3,7 juta barel per hari pada 2026, yang menjadi rekor rata-rata kelebihan pasokan tahunan. Lembaga tersebut juga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan global serta mencatat peningkatan persediaan sepanjang 2025 sebagai yang tercepat sejak masa pandemi 2020.

Di sisi geopolitik, Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran masih dapat berlangsung hingga satu bulan ke depan, sehingga meredakan risiko gangguan suplai dalam waktu dekat. Pendekatan diplomatik terhadap isu nuklir dinilai menekan premi risiko, sementara aksi jual luas di pasar keuangan global turut membebani pergerakan harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

WTI Oil pada timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di area resistance 64.80 – 65.60. Munculnya change of character dan penembusan tren turun mengindikasikan dominasi seller, dengan harga kini menguji support 62.20.

Selama tertahan di bawah 64.30, peluang kenaikan diperkirakan terbatas. Jika 62.20 ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju demand zone 61.30.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik ke kisaran USD 4.960 per ounce pada Jumat (13/02), setelah anjlok lebih dari 3% di sesi sebelumnya, di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Penurunan tajam pada Kamis terjadi saat aksi jual melanda berbagai instrumen, memaksa pelaku pasar melepas logam mulia demi memenuhi kebutuhan likuiditas. Meski tanpa pemicu tunggal yang jelas, pelemahan serentak di saham dan kripto mencerminkan sikap risk aversion yang meluas, kemungkinan diperkuat oleh aktivitas perdagangan otomatis.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan moneter berikutnya dari bank sentral AS. Data ketenagakerjaan Januari yang lebih kuat dari perkiraan sebelumnya telah mendorong pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga, dari semula Juni menjadi Juli. Perubahan proyeksi ini ikut memengaruhi pergerakan dolar AS serta imbal hasil obligasi.

Meski demikian, emas tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran pelemahan nilai mata uang, akumulasi cadangan oleh bank sentral, serta ketegangan geopolitik global. Kombinasi faktor tersebut menjaga minat terhadap aset lindung nilai tetap solid, walaupun secara mingguan bullion masih membukukan pelemahan tipis.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD timeframe satu jam menunjukkan tekanan setelah gagal menembus supply zone 5.040 – 5.080. Munculnya break of structure dan change of character mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bearish, dengan harga kini menguji demand zone sekaligus support kunci di area 4.820 – 4.830.

Selama belum kembali ke atas 5.040, peluang kenaikan diperkirakan terbatas dan rawan pullback sebelum lanjut melemah. Jika support 4.820 ditembus, tekanan jual berpotensi semakin dominan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze