Indeks dolar AS bertahan di atas level 98 pada Rabu (17/12), meski masih berada dekat titik terendah dalam lebih dari dua bulan. Pergerakan ini mencerminkan sikap pasar yang berhati-hati setelah data ketenagakerjaan menunjukkan sinyal beragam, sehingga belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan Federal Reserve dalam waktu dekat.

Laporan tenaga kerja yang tertunda mengungkapkan pertumbuhan payroll November melampaui perkiraan, namun revisi tajam penurunan data Oktober serta kenaikan tingkat pengangguran ke 4,6% tertinggi sejak 2021, membatasi penguatan dolar. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperkirakan peluang sekitar 75% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.

Fokus investor kini tertuju pada pidato pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan John Williams, serta rilis data inflasi konsumen November yang dijadwalkan Kamis. Selain itu, keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia seperti Bank of Japan, Bank of England, dan European Central Bank juga menjadi perhatian, karena berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak bearish setelah gagal menembus area supply 98.10 – 98.30. Munculnya beberapa Break of Structure (BOS) ke bawah menegaskan tekanan jual tetap dominan, meski harga sempat memantul dari area weak low di sekitar 97.50.

Selama DXY tertahan di bawah zona resistensi, potensi pelemahan masih terbuka menuju support 97.70–97.50. Kenaikan saat ini cenderung bersifat korektif, kecuali harga mampu membentuk struktur yang lebih kuat di atas area keseimbangan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di dekat rekor tertinggi sekitar USD 4.300 per ons pada Selasa (16/12), seiring investor menunggu rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dinilai krusial bagi arah kebijakan Federal Reserve. Selain itu, pasar juga mencermati laporan penjualan ritel serta data awal sektor manufaktur yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat.

Perhatian pelaku pasar semakin tertuju pada data inflasi November yang akan diumumkan Kamis, karena berpotensi memengaruhi proyeksi suku bunga. Saat ini, probabilitas sebesar 75,6% menunjukkan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari, meskipun ekspektasi penurunan suku bunga tahun depan masih terbuka.

Namun, kenaikan harga emas cenderung terbatas akibat meredanya ketegangan geopolitik. Optimisme terkait peluang perdamaian Rusia–Ukraina menekan minat aset lindung nilai, setelah Presiden Donald Trump menyebut penyelesaian konflik tersebut semakin mendekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik H1 masih bergerak dalam tren naik meski terlihat fase konsolidasi di sekitar area pivot 4.313. Struktur harga tetap bertahan di atas moving average utama, menandakan minat beli belum sepenuhnya hilang setelah reli kuat sebelumnya.

Selama emas mampu bertahan di atas support 4.276, peluang penguatan menuju resistance 4.341 hingga 4.378 tetap terbuka. Namun, penembusan ke bawah level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan ke area 4.248 sebagai support berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bergerak stabil di sekitar level 98,3 pada Selasa (16/12), bertahan dekat posisi terendah dua bulan menjelang rilis gabungan laporan ketenagakerjaan Oktober – November yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah. Pasar juga menanti data penjualan ritel serta indikator awal sektor manufaktur yang dijadwalkan keluar hari ini, sementara laporan inflasi konsumen bulan November akan dirilis Kamis.

Fokus utama investor tertuju pada data pasar tenaga kerja yang dinilai mampu memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Hasil rilis tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi arah kebijakan moneter Federal Reserve pada tahun depan. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 75,6% bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Januari.

Di sisi lain, sentimen juga dipengaruhi oleh menurunnya spekulasi pergantian pimpinan The Fed, seiring laporan bahwa penasihat Presiden Donald Trump lebih mendukung kandidat yang dinilai independen. Secara global, perhatian investor turut tertuju pada rangkaian keputusan kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia pekan ini, termasuk Bank of Japan, Bank of England, dan European Central Bank.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah membentuk pola Bearish Cup and Handle pada time frame 30 menit. Harga gagal menembus resistance 98,05–98,14 dan bergerak di bawah level Fibonacci 50% di 97,94, mengindikasikan dominasi penjual dan melemahnya momentum naik.

Selama DXY bertahan di bawah area tersebut, potensi penurunan mengarah ke support 97,75. Jika level ini ditembus, pelemahan dapat berlanjut ke 97,64 hingga 97,50, sementara skenario bearish gugur bila harga berhasil menembus 98,14.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil futures bertahan di kisaran USD 56,6 per barel pada Selasa (16/12), mencetak level terendah sejak awal 2021. Tekanan datang dari ekspektasi kelebihan pasokan global serta meningkatnya optimisme terhadap peluang perdamaian Ukraina. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar lebih berhati-hati karena potensi tambahan suplai dinilai dapat menekan pergerakan harga energi dalam waktu dekat.

Sentimen pasar semakin terpengaruh setelah pejabat Amerika Serikat menyampaikan bahwa kesepakatan Rusia–Ukraina disebut lebih dekat dibanding sebelumnya. Washington menyatakan kesediaan memberikan jaminan keamanan bagi Kyiv, meskipun persoalan wilayah belum menemukan titik temu. Jika perjanjian tercapai, sanksi minyak Rusia berpeluang dicabut, membuka jalan kembalinya ekspor dalam jumlah besar ke pasar internasional yang sudah relatif longgar.

Tekanan suplai juga meningkat seiring langkah OPEC+ mengembalikan produksi yang sempat dihentikan, sementara negara non-OPEC di kawasan Amerika terus menaikkan output. Dari sisi permintaan, data ekonomi Tiongkok yang melemah memicu kekhawatiran terhadap perlambatan konsumsi energi dari importir minyak terbesar dunia. Kombinasi faktor tersebut memperkuat pandangan negatif terhadap prospek harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI crude oil pada grafik H1 masih bergerak dalam tren bearish, terlihat dari pola lower high dan lower low yang konsisten. Harga tertahan di bawah resistance dinamis area 58,30, menandakan tekanan jual tetap dominan dan peluang kenaikan masih terbatas.

Selama berada di bawah pivot 56,77, WTI berpotensi melanjutkan penurunan menuju support 55,94 hingga 55,40. Sinyal pembalikan arah baru akan muncul jika harga mampu menembus 57,31, namun untuk saat ini bias pergerakan masih condong melemah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Momentum pemangkasan suku bunga global mulai kehilangan tenaga seiring bank sentral utama mengambil sikap lebih hati-hati. Federal Reserve memberi sinyal jeda setelah memangkas suku bunga 25 basis poin, menegaskan fokus pada stabilitas harga di tengah inflasi yang belum sepenuhnya jinak. Sikap ini mengubah ekspektasi pasar yang sebelumnya terlalu agresif memperkirakan pelonggaran lanjutan.

Di Eropa, Bank Sentral Eropa memilih menahan kebijakan sejak Mei, mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih bertahan. Sementara itu, Bank of England mendekati pemangkasan terakhirnya, menandakan fase akhir siklus pelonggaran di Inggris. Kombinasi langkah ini memperkuat persepsi bahwa era suku bunga turun cepat hampir berakhir.

Berbeda arah, Jepang justru bersiap menaikkan suku bunga menuju 0,75 persen setelah bertahun-tahun mempertahankan kebijakan ultra-longgar. Inflasi domestik yang tetap tinggi mendorong Bank of Japan mengambil langkah normalisasi, menciptakan dinamika baru di pasar valuta asing dan meningkatkan volatilitas global seiring perbedaan arah kebijakan moneter antarnegara.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak dunia bergerak stabil di kisaran USD 62,5 per ons pada awal pekan, tetap dekat dengan level tertinggi sepanjang sejarah. Sepanjang tahun ini, perak telah melonjak lebih dari 100%, didorong oleh pasokan yang semakin ketat serta permintaan industri yang terus meningkat. Masuknya perak dalam daftar mineral kritis Amerika Serikat turut memperkuat sentimen positif pasar.

Kebutuhan terbesar datang dari sektor energi surya, kendaraan listrik, dan pusat data, yang menjadikan perak sebagai komponen vital dalam transisi teknologi global. Arus dana ETF yang solid serta minat beli ritel menambah dorongan kenaikan harga, sekaligus memperkuat ekspektasi terjadinya defisit pasokan pada tahun depan. Kondisi ini membuat perak semakin dilirik sebagai aset strategis jangka menengah.

Meski tren jangka panjang masih kuat, perak sempat terkoreksi lebih dari 2% pada akhir pekan lalu. Tekanan muncul setelah sejumlah analis menilai valuasi perak sudah cukup tinggi dibandingkan emas, ditambah potensi dampak kebijakan pengecualian tarif di Amerika Serikat. Namun, pelemahan dolar pasca pemangkasan suku bunga The Fed tetap menjadi faktor penopang utama pergerakan harga logam mulia ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan perak (XAGUSD) pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang solid dengan harga bertahan di atas support penting 60,77. Struktur channel bullish menandakan dominasi buyer tetap kuat meski sempat terjadi koreksi ringan.

Selama level tersebut terjaga, peluang kenaikan menuju resistance 64,74 masih terbuka, sejalan dengan momentum jangka menengah yang tetap positif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia menguat ke kisaran USD 4.320 per ons pada awal pekan, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini terjadi seiring sikap investor yang cenderung menahan posisi sambil menunggu rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Fokus pasar tertuju pada laporan ketenagakerjaan yang dijadwalkan rilis Selasa serta data inflasi pada Kamis, yang dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Pekan lalu, bank sentral AS kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi pemangkasan ketiga sepanjang tahun ini. Meski demikian, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat karena tiga pejabat The Fed menyatakan penolakan. Perbedaan pandangan ini memperlihatkan masih adanya ketidakpastian mengenai peluang pelonggaran lanjutan pada 2026, terutama di tengah tekanan inflasi yang dinilai belum sepenuhnya mereda.

Sepanjang tahun berjalan, harga emas telah melonjak lebih dari 60%, menempatkannya pada jalur kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Lonjakan ini ditopang oleh pembelian agresif bank sentral, arus masuk dana ETF yang kuat, meningkatnya permintaan aset lindung nilai, serta pergeseran minat investor dari obligasi dan mata uang ke logam mulia. Kondisi tersebut mengukuhkan emas sebagai instrumen favorit di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan emas (XAUUSD) pada timeframe H4 menunjukkan sinyal teknikal yang semakin kuat menuju tren bullish. Harga berhasil bertahan di atas area support kunci sekitar 4.296, sekaligus membentuk bullish pin bar yang menandakan penolakan tekanan jual. Pola ini mencerminkan dominasi buyer yang mulai menguasai pasar setelah fase konsolidasi, membuka peluang lanjutan kenaikan dalam jangka pendek.

Selama harga tetap bertahan di atas zona tersebut, potensi emas untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.349 masih terbuka lebar. Struktur higher low yang terbentuk memperkuat skenario kenaikan, terlebih tren jangka menengah masih berada di atas rata-rata pergerakan utama. Kondisi ini membuat emas tetap menarik sebagai aset safe haven di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya stabil.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Federal Reserve diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada dini hari nanti 11 Desember 2025 pk. 02:00 WIB, menurunkannya ke kisaran 3,5% – 3,75%, level terendah sejak 2022. Langkah ini melanjutkan pemotongan yang sudah dilakukan pada September dan Oktober, di tengah tanda-tanda jelas bahwa pasar tenaga kerja sedang melambat cukup cepat. Meskipun demikian, para pembuat kebijakan masih bekerja dengan keterbatasan informasi akibat beberapa data pemerintah yang tertunda karena shutdown.

Pasar juga menantikan dot plot terbaru serta proyeksi suku bunga 2026 yang akan mencerminkan perbedaan pandangan di internal bank sentral. Ketidakpastian ini muncul karena inflasi masih bertahan dan belum menunjukkan penurunan konsisten yang meyakinkan. Perdebatan tentang perlunya pelonggaran lanjutan diperkirakan akan semakin mencuat, terutama mengingat proyeksi September lalu yang hanya memperkirakan satu kali pemotongan pada tahun depan.

Di sisi lain, pelaku pasar saat ini memperhitungkan kemungkinan dua penurunan suku bunga tambahan pada 2026, kemungkinan terjadi pada Juni dan September. Ekspektasi ini mencerminkan keyakinan bahwa Fed akan terus menurunkan biaya pinjaman untuk menstabilkan ekonomi, sekaligus menghadapi risiko perlambatan yang lebih dalam bila kebijakan moneter tidak disesuaikan secara tepat waktu.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) terlihat tetap berada dalam tekanan setelah gagal menembus zona premium dan kembali menghadapi reaksi jual di area resistensi Fibonacci 78,6%–100%. Struktur harga menunjukkan pola pembalikan melalui beberapa change of character (ChoCH) dan break of structure (BOS), menandakan momentum bearish mulai menguat.

Selama harga bertahan di bawah kanal naik ungu, peluang penurunan menuju area demand 98.42 hingga 98.20 semakin besar, bahkan berpotensi memperpanjang pelemahan menuju 97.90 apabila tekanan seller tidak mereda.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Perak melesat menembus $61 per ounce, mencetak rekor tertinggi baru seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga. Pasar memperkirakan pemangkasan 25 basis poin untuk ketiga kalinya tahun ini, sementara pernyataan Jerome Powell akan menjadi sorotan utama untuk membaca arah kebijakan moneter menuju 2026.

Di saat yang sama, lease rate perak terus merangkak naik akibat ketatnya pasokan fisik. Biaya meminjam logam mulia ini menjadi semakin mahal karena pelaku pasar berupaya memenuhi kewajiban pengiriman di tengah pengetatan suplai. Kondisi ini turut memperkuat sentimen bullish dan menjaga harga tetap berada di zona tertinggi.

Permintaan terhadap perak tetap solid berkat karakteristiknya yang unggul dalam konduktivitas listrik dan panas. Sektor strategis seperti energi surya, kendaraan listrik, infrastruktur pendukung, hingga data center diperkirakan akan menjadi motor konsumsi hingga 2030. Dengan kombinasi permintaan kuat dan pasokan yang terbatas, perak pun berpotensi mempertahankan tren positif dalam jangka panjang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik H1 terus mempertahankan momentum bullish setelah menembus area resistensi R1 di sekitar $61.94, menandakan dominasi kuat buyer dalam beberapa sesi terakhir. Harga yang bergerak stabil di atas MA 200 turut mengonfirmasi tren naik yang solid, sementara pivot harian di $59.76 kini berubah menjadi support dinamis jika terjadi koreksi.

Selama tekanan beli tetap konsisten, peluang menuju R2 $63.07 hingga R3 $65.25 semakin terbuka, terutama bila sentimen pasar tetap positif jelang keputusan The Fed.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (XAGUSD) bergerak stabil di sekitar $58.00 pada sesi Asia menjelang keputusan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve yang akan diumumkan hari Kamis dini hari pk. 02:00 WIB. Para pelaku pasar memilih menahan posisi, menunggu arah suku bunga acuan yang diperkirakan turun sebesar 25 basis poin menuju kisaran 3.50% – 3.75%, dengan probabilitas mencapai 89.4% menurut CME FedWatch. Ekspektasi ini menjadi sentimen penting bagi komoditas berharga, mengingat penurunan suku bunga umumnya meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak.

Ekspektasi kebijakan dovish The Fed semakin kuat setelah data pekerjaan Amerika menunjukkan perlambatan yang signifikan. Presiden Fed New York, John Williams, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat diikuti permintaan tenaga kerja yang melemah, sehingga mendukung kebutuhan penyesuaian suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat. Pernyataan tersebut mendorong pasar semakin yakin bahwa sikap pelonggaran moneter masih jauh dari selesai.

Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada rilis JOLTS Job Openings yang mencerminkan peluang kerja di Amerika Serikat. Laporan yang dijadwalkan pukul 22:00 WIB diperkirakan menunjukkan 7.2 juta lowongan baru pada Oktober. Jika hasilnya lebih lemah dari ekspektasi, tekanan bagi The Fed untuk lebih agresif memangkas suku bunga dapat semakin menguat, berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD bergerak di sekitar pivot 58.053 dengan tren masih condong naik selama harga bertahan di atas EMA merah. Level penting hari ini berada pada R1: 58.620, R2: 59.150, R3: 59.717, sementara support berada di S1: 57.523, S2: 56.956, dan S3: 56.426. Area 57.52 – 56.95 menjadi zona kuat buyer, sedangkan penolakan di 58.62 menunjukkan tekanan seller masih ada.

Peluang trading dapat diambil dari dua sisi. Potensi peluang Buy ideal saat harga turun ke support dengan target 58.62 hingga 59.15 bila momentum menguat. Sell menarik jika harga gagal menembus 58.62 dengan sasaran kembali ke 57.52. Fokus tetap pada reaksi harga di zona kunci untuk menghindari false breakout.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze