Harga perak dunia melonjak lebih dari 3% dan menembus level $69 per ons, mencetak rekor tertinggi baru pada awal pekan. Kenaikan tajam ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan Federal Reserve, seiring data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi kian moderat serta pasar tenaga kerja yang melemah. Kondisi tersebut membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar, sebuah sentimen positif bagi logam mulia tanpa imbal hasil seperti perak.

Faktor geopolitik global turut memperkuat reli harga perak sebagai aset lindung nilai. Pengetatan sanksi AS terhadap Venezuela dan serangan Ukraina ke kapal tanker minyak yang dikuasai Rusia di Laut Mediterania meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan. Situasi ini mendorong investor mencari perlindungan ke aset aman, menjadikan perak semakin menarik di tengah meningkatnya risiko global.

Dari sisi fundamental, permintaan industri perak tetap solid berkat ekspansi sektor panel surya, kendaraan listrik, dan pusat data. Kebutuhan yang terus tumbuh ini menopang prospek jangka panjang logam putih tersebut. Sepanjang 2025, harga perak tercatat berpeluang mencetak kenaikan hampir 140%, menegaskan posisinya sebagai salah satu komoditas dengan performa paling impresif tahun ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD masih bergerak dalam tren bullish yang solid, ditopang struktur higher high dan higher low pada timeframe harian. Munculnya break of structure (BOS) menegaskan dominasi buyer, meski terbentuk weak high yang mengindikasikan potensi koreksi wajar sebelum kelanjutan tren.

Secara teknikal, area demand menjadi zona krusial penahan penurunan. Selama harga bertahan di atas support ini, peluang rebound dan kelanjutan reli tetap terbuka, dengan bias pasar masih condong ke arah kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil menguat ke kisaran USD 56,9 per barel, melanjutkan kenaikan sebelumnya seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Fokus pasar tertuju pada hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, setelah Washington dilaporkan mengejar kapal lain di perairan Venezuela, memperkuat kebijakan blokade Presiden Donald Trump yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak.

Tekanan geopolitik juga datang dari Eropa Timur, menyusul serangan Ukraina terhadap kapal tanker Rusia di Laut Mediterania untuk pertama kalinya. Aksi ini melanjutkan rangkaian serangan sebelumnya terhadap fasilitas Lukoil di Laut Kaspia, mempertegas risiko eskalasi konflik di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri perang. Meski perundingan terbaru AS–Ukraina di Miami dinilai konstruktif, belum ada sinyal terobosan signifikan yang mampu meredakan ketegangan.

Namun, reli harga minyak masih dibayangi sentimen negatif jangka menengah. Prospek pasar yang kelebihan pasokan menekan outlook tahunan, membuat minyak mentah tetap berada di jalur penurunan sepanjang tahun ini. Kondisi tersebut membatasi ruang kenaikan lebih lanjut meskipun faktor geopolitik terus memberikan dukungan jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI crude oil (USOIL) pada timeframe H1 bergerak naik di dalam ascending channel, menandakan pemulihan jangka pendek masih berlangsung. Struktur higher low yang terbentuk menunjukkan tekanan beli mulai menguat, dengan area 55,0 – 55,3 berperan sebagai support utama penahan penurunan.

Di sisi atas, resistance 57,4 – 57,6 menjadi level kunci yang menentukan kelanjutan tren. Penembusan valid berpotensi mendorong harga menuju 58,0, sementara kegagalan melewati zona tersebut dapat memicu fase konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 4.380 per ons, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik global. Data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga dua kali lagi tahun depan, sehingga menekan dolar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Dari sisi geopolitik, ketidakpastian semakin meningkat setelah Amerika Serikat memantau kapal lain di dekat Venezuela, menyusul penyitaan dua tanker sebelumnya. Situasi diperparah oleh serangan Ukraina terhadap tanker Rusia di Laut Mediterania yang pertama kali terjadi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan memperkuat permintaan safe haven seperti emas.

Secara kinerja, emas telah melonjak lebih dari 60% sepanjang tahun ini, menempatkannya pada jalur pencapaian tahunan terbaik sejak 1979. Reli kuat ini tidak hanya dipicu faktor makro dan geopolitik, tetapi juga didukung oleh pembelian agresif bank sentral serta arus masuk ETF yang konsisten, menegaskan sentimen bullish jangka menengah hingga panjang pada pasar emas global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih berada dalam tren naik, didukung struktur higher high dan higher low. Area 4.375 – 4.380 menjadi resistance penting setelah terbentuk weak high, sehingga potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka selama harga tertahan di zona tersebut.

Dari sisi teknikal, support Fibonacci 23,6% – 38,2% di 4.328 – 4.315 menjadi area kunci untuk kelanjutan bullish. Selama harga bertahan di atas 4.303, peluang emas melanjutkan kenaikan menuju area 4.400 masih dominan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI turun di bawah $56 per barel pada Jumat (19/12) dan berpotensi mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut. Tekanan datang dari kekhawatiran kelebihan pasokan global, meski risiko geopolitik terus membayangi pasar. Awal pekan ini, harga sempat menyentuh level terendah hampir lima tahun, menandai lemahnya sentimen investor terhadap komoditas energi.

Faktor utama penekan harga berasal dari ekspektasi pasokan yang melimpah. OPEC+ mulai mengembalikan kapasitas produksi yang sebelumnya dihentikan, sementara produsen non-OPEC meningkatkan output. Di sisi lain, sinyal pelemahan permintaan muncul dari konsumen besar seperti China dan Amerika Serikat, membuat harga minyak terkoreksi sekitar 20% sepanjang tahun ini.

Meski demikian, eskalasi ketegangan geopolitik menahan penurunan lebih dalam. Amerika Serikat menghentikan aktivitas maritim yang melibatkan tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi dan bersiap memperketat pembatasan terhadap sektor energi Rusia. Langkah serupa juga dilakukan Inggris dengan menjatuhkan sanksi pada sejumlah produsen minyak Rusia, memicu kekhawatiran gangguan pasokan di tengah pasar yang rapuh.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil (USOIL) membentuk pola Head and Shoulders yang menandakan potensi kelanjutan tren bearish. Gagalnya harga menembus area 56,38 – 56,57 di zona Fibonacci 61,8% – 78,6% memperkuat tekanan jual, sementara pergerakan kini tertahan di sekitar neckline 55,69. Struktur ini mengindikasikan dominasi seller masih terjaga dalam jangka pendek.

Jika 55,69 ditembus secara valid, penurunan berpeluang berlanjut menuju 55,39 hingga 55,00 yang bertepatan dengan Fibonacci -27,2% dan -61,8%. Bahkan, skenario lanjutan membuka ruang ke 54,57 sebagai target ekstrem. Selama harga tetap di bawah trendline menurun, setiap rebound berpotensi menjadi peluang koreksi sebelum tekanan berikutnya muncul.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di kisaran $4.320 per ons pada Jumat (19/12), mendekati rekor tertinggi Oktober dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan kedua. Sentimen positif didorong oleh inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga memperkuat harapan pemangkasan suku bunga lanjutan. Inflasi November melambat ke 2,7%, di bawah proyeksi 3,1%, sementara core CPI 2,6% menjadi yang terendah sejak Maret 2021.

Data tersebut mempertegas sinyal meredanya tekanan harga dan membuka ruang kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Meski begitu, kualitas rilis dibatasi oleh shutdown federal yang mengganggu pengumpulan data BLS untuk Oktober serta analisis bulanan. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga sekitar 25% pada Januari, dengan keyakinan hampir penuh menjelang April.

Selain faktor makro, ketegangan geopolitik turut menopang emas. AS menghentikan pengiriman minyak Venezuela yang terkena sanksi setelah penyitaan tanker, sementara Presiden Putin menegaskan kembali klaim wilayah di Ukraina. Sepanjang tahun ini, emas melesat sekitar 65%, menorehkan kenaikan tahunan terkuat sejak 1979 dan menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Pergerakan XAUUSD gagal bertahan di area weekly high 4.374 dan membentuk sinyal Change of Character (ChoCH), menandakan melemahnya momentum bullish. Penolakan dari zona Fibonacci 61,8% – 78,6% (4.355 – 4.363) membuat harga kembali turun ke bawah level 0% di 4.322, membuka ruang koreksi lanjutan.

Selama berada di bawah 4.348, tekanan jual berpotensi membawa emas menuju area demand 4.308 – 4.290, bahkan hingga strong low 4.270. Namun, respons buyer di zona tersebut dapat memicu pantulan teknikal sebelum arah tren selanjutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar $56,00 per barel pada perdagangan Asia Kamis (18/12), dengan tekanan ringan seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Harapan meredanya konflik ini memicu kekhawatiran bertambahnya pasokan global, sehingga menahan laju kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.

Jika perdamaian tercapai, kembalinya minyak mentah Rusia ke pasar yang sudah relatif longgar berpotensi menekan harga lebih jauh. Menurut analis geopolitik Rystad Energy, serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina serta sanksi AS terhadap perusahaan minyak Rusia kemungkinan besar akan dicabut dalam waktu cepat, membuka ruang suplai baru bagi pasar energi global.

Meski demikian, penurunan WTI berpeluang terbatas oleh faktor geopolitik lain. Presiden AS Donald Trump menegaskan pemblokiran kapal tanker yang terkena sanksi terkait Venezuela, meningkatkan risiko gangguan pasokan regional. Selain itu, data EIA menunjukkan penurunan stok minyak AS sebesar 1,274 juta barel, lebih besar dari ekspektasi pasar, yang dapat menjadi katalis penopang harga minyak ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) masih bergerak di bawah tekanan setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan, dengan harga tertahan di area $56,00 – $56,20. Secara teknikal, struktur pasar menunjukkan tren bearish yang masih dominan, terlihat dari rangkaian lower high serta penolakan harga di area Fibonacci 23,6% – 38,2%, yang kini berperan sebagai zona resistance dinamis.

Selama WTI belum mampu menembus area $57,50 – $58,20, risiko penurunan lanjutan tetap terbuka menuju support $54,80 hingga potensi ekstensi ke $53,40. Skenario koreksi jangka pendek memang memungkinkan, namun selama harga berada di bawah garis tren turun, tekanan jual cenderung mendominasi. Kondisi ini menandakan pasar masih berhati-hati terhadap prospek pasokan global dan sentimen fundamental yang rapuh.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas berpotensi koreksi ke kisaran $4.313 per ons pada Kamis (18/12), namun tetap bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada Oktober. Daya tarik logam mulia ini masih terjaga oleh ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga The Fed, seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa kebijakan moneter AS akan bergerak lebih longgar dalam beberapa bulan ke depan.

Dukungan tambahan datang dari pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller, yang membuka peluang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan pendekatan hati-hati. Sinyal perlambatan ekonomi AS juga semakin jelas, tercermin dari tingkat pengangguran yang naik ke level tertinggi dalam empat tahun, sementara pertumbuhan lapangan kerja November belum mampu menutup perlambatan bulan sebelumnya. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data inflasi CPI yang tertunda dan dijadwalkan terbit malam ini.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut menopang harga emas sebagai aset lindung nilai. Amerika Serikat menghentikan seluruh pengiriman minyak Venezuela yang terkena sanksi menyusul penyitaan tanker dan pengerahan militer, sementara konflik Ukraina kembali memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tuntutan wilayahnya. Kombinasi risiko global dan ketidakpastian ekonomi ini menjaga prospek emas tetap kuat meski terjadi koreksi jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD saat ini bergerak konsolidatif di area 4.330 – 4.340, masih bertahan dekat rekor tertinggi. Secara teknikal, grafik menunjukkan struktur higher low yang tetap terjaga, menandakan tren naik belum patah. Area weak high di sekitar 4.350 menjadi resistensi penting, di mana potensi penolakan jangka pendek bisa terjadi sebelum arah selanjutnya ditentukan.

Namun, jika terjadi koreksi, zona demand kuat di kisaran 4.280 – 4.300 berpeluang menjadi penopang utama harga. Selama area ini bertahan, peluang emas untuk melanjutkan reli menuju 4.380 hingga 4.400 masih terbuka. Dengan kombinasi sentimen fundamental yang mendukung dan struktur teknikal yang relatif bullish, emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah respons pasar terhadap data tenaga kerja AS yang beragam. Kondisi ini mendorong investor mencari aset alternatif dengan potensi imbal hasil lebih tinggi sebagai strategi pengelolaan risiko.

Laporan ketenagakerjaan November menunjukkan tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak 2021, meski penambahan payroll melampaui ekspektasi. Situasi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperkirakan peluang sekitar 75% bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan Januari, sembari menanti pidato pejabat The Fed dan rilis data inflasi konsumen.

Reli perak sepanjang tahun 2025 semakin kuat dengan kenaikan hampir 130% secara year-to-date, didukung pengetatan pasokan serta permintaan ritel dan industri yang solid. Pertumbuhan sektor energi surya, kendaraan listrik, dan pusat data menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi perak di pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD melanjutkan tren bullish kuat setelah menembus struktur sebelumnya dan mencetak higher high baru di atas area $66. Dorongan naik ini dikonfirmasi oleh rangkaian Break of Structure (BOS), sementara level Fibonacci menunjukkan harga telah bergerak jauh di atas zona keseimbangan, menandakan momentum beli masih dominan.

Selama harga bertahan di atas area support 63.80 – 62.80, peluang kelanjutan kenaikan tetap terbuka dengan fokus uji lanjutan ke area puncak. Namun, kegagalan bertahan di zona tersebut berpotensi memicu koreksi sehat sebelum tren utama kembali berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI menguat ke kisaran $56 per barel pada Rabu (17/12), bangkit tipis dari level terendah hampir lima tahun. Kenaikan ini dipicu keputusan Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi, menyusul penyitaan kapal ilegal dan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

Meski demikian, ruang penguatan WTI tetap terbatas. Pasar masih dibayangi potensi kelebihan pasokan seiring kemajuan pembicaraan damai Rusia – Ukraina yang membuka peluang pelonggaran pembatasan ekspor minyak Rusia. Kondisi ini menambah tekanan di tengah sentimen pasokan global yang terus melimpah.

Sepanjang tahun ini, harga minyak kesulitan bangkit akibat peningkatan produksi dari OPEC+ serta lonjakan output produsen non-OPEC. Di sisi lain, tanda-tanda pelemahan permintaan mulai terlihat di China, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, membuat WTI berada di jalur menuju kinerja tahunan terburuk dalam tujuh tahun terakhir.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil masih berada dalam tren bearish setelah membentuk rangkaian lower high dan lower low, menegaskan dominasi tekanan jual. Beberapa Break of Structure (BOS) ke bawah menunjukkan seller tetap mengontrol arah pasar, meski harga saat ini mencoba melakukan rebound teknikal dari area weak low di sekitar $55.

Selama WTI tertahan di bawah zona supply $56.50 – $57.00, peluang kenaikan diperkirakan terbatas dan rawan berbalik turun. Rebound saat ini lebih bersifat koreksi, kecuali harga mampu menembus dan bertahan di atas area resistensi kunci tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menguat menembus level $4.320 per ounce pada Rabu (17/12), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang terakhir terlihat pada Oktober. Kenaikan ini dipicu keyakinan pasar bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter pada tahun depan, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Dukungan tambahan datang dari melemahnya pasar tenaga kerja AS, ditandai kenaikan tingkat pengangguran ke 4,6%, tertinggi sejak 2021, serta perlambatan pertumbuhan upah ke level terlemah dalam lebih dari dua tahun. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga dua kali pada 2026, dengan pelaku pasar mulai memperhitungkan pelonggaran kebijakan sekitar 59 basis poin.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS, dimulai dari CPI November pada Kamis dan disusul PCE pada Jumat, untuk menilai arah kebijakan The Fed selanjutnya. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan geopolitik akibat blokade total AS terhadap kapal tanker minyak Venezuela turut menopang harga emas, meski sebagian risiko mereda seiring kemajuan pembicaraan damai Rusia – Ukraina.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD grafik H1 masih bullish meski bergerak konsolidatif di bawah area weak high sekitar 4.350. Struktur BOS sebelumnya menegaskan kekuatan buyer, sementara kemunculan ChoCH menunjukkan pasar tengah menunggu katalis lanjutan.

Selama harga bertahan di atas zona demand 4.280 – 4.260, peluang kenaikan tetap terbuka menuju puncak sebelumnya. Sebaliknya, penembusan area ini berisiko memicu koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze