Harga minyak mentah bertahan di kisaran US$69 per barel pada perdagangan Jumat (03/07), mendekati level sebelum konflik di Timur Tengah memanas pada akhir Februari. Stabilnya harga didukung oleh pemulihan aktivitas pengiriman komersial melalui Selat Hormuz seiring kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pasokan minyak dari kawasan juga mulai kembali normal. Ekspor minyak mentah Arab Saudi telah pulih hingga sekitar 90% dari tingkat sebelum konflik, sementara Uni Emirat Arab berhasil mengembalikan volume ekspornya ke level normal dengan memanfaatkan jalur pelayaran di Selat Hormuz serta pipa alternatif yang menghindari titik rawan tersebut.

Di sisi lain, sentimen pasar semakin membaik setelah Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif. Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan terpisah antara pejabat AS dan Iran yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan di Doha, sehingga meningkatkan optimisme bahwa risiko gangguan pasokan energi global akan terus mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil keluar dari pola descending channel, yang menandakan tekanan jual mulai mereda. Selama harga mampu bertahan di atas area 67,85 sebagai support utama, peluang kenaikan masih terbuka menuju target pertama di 69,68. Jika momentum beli terus menguat, pergerakan berpotensi berlanjut hingga 70,38 sebagai target berikutnya.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati area 67,08 yang menjadi batas invalidasi tren naik. Penurunan di bawah level tersebut dapat memicu tekanan jual baru dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Selama support tetap terjaga, prospek teknikal minyak WTI masih cenderung bullish dengan potensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas melanjutkan penguatannya dan mendekati level US$4.200 per ounce pada perdagangan Jumat (03/07). Kenaikan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.

Laporan terbaru menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi 110.000 dan menjadi pertumbuhan terendah dalam empat bulan terakhir. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di 4,2%. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral AS akan lebih berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan moneternya.

Selain didukung pelemahan ekspektasi kenaikan suku bunga, harga emas juga memperoleh sentimen positif dari turunnya harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi. Pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz seiring kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran turut membantu meredakan tekanan pada pasar energi, sehingga semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) berhasil mempertahankan tren naik setelah menembus area resistance penting dan kini bergerak di atas garis tren bullish. Selama harga mampu bertahan di atas 4.136, momentum beli masih mendominasi sehingga peluang penguatan menuju target pertama 4.195 tetap terbuka. Jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi melanjutkan reli hingga target kedua di 4.221.

Di sisi lain, area 4.136 menjadi support kunci yang perlu dijaga untuk mempertahankan struktur kenaikan. Apabila level ini ditembus ke bawah, harga berisiko melemah menuju 4.100 sebagai batas invalidasi skenario bullish. Selama support tetap kokoh, prospek teknikal emas masih cenderung positif dengan peluang menguji level resistance yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah turun di bawah US$68 per barel pada perdagangan Kamis (02/07), menyentuh level terendah sejak akhir Februari. Pelemahan ini dipicu meningkatnya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global. Optimisme juga tumbuh setelah pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa arus minyak mentah yang melintasi jalur strategis tersebut kini telah melampaui 10 juta barel per hari berkat dukungan militer Amerika Serikat. Di saat yang sama, ekspor minyak Uni Emirat Arab kembali ke level sebelum konflik, sementara ekspor Iran melonjak setelah blokade angkatan laut AS dicabut. Pengiriman minyak Rusia yang mencetak rekor turut menambah pasokan di pasar internasional.

Sentimen pasar semakin membaik setelah Presiden Donald Trump memuji kemajuan proses negosiasi, sedangkan Qatar menyatakan putaran pembicaraan berikutnya akan segera digelar. Meski begitu, Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali administratif atas Selat Hormuz. Kombinasi melimpahnya pasokan dan harapan meredanya ketegangan geopolitik terus menjadi faktor utama yang membebani pergerakan harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Oil pada timeframe 1 jam masih berada dalam tren bearish setelah membentuk rangkaian lower high dan lower low. Area 68.67 menjadi zona resistensi sekaligus area jual yang perlu diperhatikan. Selama harga gagal menembus level tersebut, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi dengan target penurunan pertama di 67.58, kemudian berpotensi berlanjut menuju 66.94.

Skenario pelemahan akan tetap berlaku selama harga bergerak di bawah 68.67. Namun, apabila minyak berhasil menembus dan bertahan di atas 69.15 sebagai area invalidasi, peluang pembalikan arah menuju tren naik akan semakin terbuka. Untuk saat ini, strategi yang lebih aman adalah menunggu pantulan ke area resistensi sebelum mempertimbangkan peluang sell mengikuti tren utama yang masih negatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali menguat di atas level US$4.000 per ounce pada perdagangan Kamis (02/07) setelah sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam delapan bulan terakhir. Penguatan ini didorong pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang menyebut ekspektasi inflasi telah mereda dalam sebulan terakhir sehingga belum ada kebutuhan mendesak untuk menaikkan suku bunga. Meski demikian, The Fed tetap menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga.

Sentimen positif juga datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan perekrutan sektor swasta melambat lebih dalam dari perkiraan pada bulan lalu. Kini perhatian investor tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis hari ini, karena hasilnya berpotensi menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, emas turut mendapat dukungan dari meredanya kekhawatiran inflasi setelah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz meningkat dan pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan perkembangan positif. Meski pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di atas 60%, kombinasi pelemahan inflasi dan ketidakpastian ekonomi tetap menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, grafik XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga mulai membentuk pantulan setelah bertahan di area golden ratio Fibonacci 61,8% yang berada di kisaran 4.019. Selama level ini mampu dipertahankan sebagai support, peluang kenaikan masih terbuka dengan target awal di 4.115, kemudian berlanjut menuju 4.157 jika momentum beli semakin kuat. Pola ini mengindikasikan minat beli mulai kembali muncul setelah tekanan jual sebelumnya mereda.

Sebaliknya, apabila harga gagal bertahan di atas 4.019, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka jalan menuju area support berikutnya di 3.960 sebagai level invalidasi. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar support utama menjadi penentu arah berikutnya. Selama tidak terjadi penembusan ke bawah level tersebut, prospek jangka pendek emas masih cenderung bullish dengan peluang melanjutkan pemulihan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$69,70 per barel pada sesi Asia, Rabu (01/07). Penurunan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan setelah muncul harapan tercapainya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha. Prospek meredanya konflik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi premi risiko yang sebelumnya menopang harga minyak.

Membaiknya hubungan kedua negara membuka peluang normalisasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia. Berdasarkan survei Reuters, kondisi tersebut mendorong analis memangkas proyeksi harga minyak untuk 2026 karena risiko gangguan pasokan dinilai semakin kecil. Di sisi lain, lonjakan ekspor minyak Iran setelah pencabutan blokade serta meningkatnya pengiriman dari Rusia memunculkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan global dalam beberapa bulan mendatang.

Meski demikian, penurunan harga minyak masih tertahan oleh berkurangnya stok minyak mentah di Amerika Serikat. Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak AS menyusut sekitar 6,1 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Juni, diikuti penurunan stok bensin. Kini perhatian pelaku pasar beralih pada laporan resmi Energy Information Administration (EIA) yang akan menjadi penentu arah pergerakan harga minyak berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga WTI Oil masih bergerak dalam fase bearish setelah gagal menembus area resistance di kisaran 70.26 – 70.91. Tekanan jual kembali muncul di dekat level Fibonacci 50% hingga 78,6%, mengindikasikan bahwa dominasi seller masih cukup kuat. Selama harga bertahan di bawah 70.91 sebagai area invalidasi, potensi pelemahan diperkirakan tetap menjadi skenario utama dalam jangka pendek.

Apabila tekanan jual berlanjut, harga berpeluang menguji target pertama di 68.50, kemudian melanjutkan penurunan menuju 67.71 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika mampu menembus dan bertahan di atas 70.91, peluang pembalikan arah menuju area yang lebih tinggi akan semakin terbuka. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar zona resistance sebelum menentukan strategi trading selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali melemah pada perdagangan sesi Asia, Rabu (01/07) setelah gagal mempertahankan penguatan sehari sebelumnya. Logam mulia ini turun di bawah level psikologis US$4.000 dan mencatat pelemahan selama tiga hari berturut-turut, mendekati posisi terendah sejak November 2025. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang didorong ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve serta ketidakpastian perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang masih menunjukkan ketahanan. Laporan JOLTS mencatat jumlah lowongan pekerjaan meningkat menjadi 7,594 juta pada Mei, sementara Indeks Kepercayaan Konsumen turut membaik pada Juni. Di sisi lain, pejabat The Fed Beth Hammack menyatakan kenaikan suku bunga masih memungkinkan apabila inflasi tetap tinggi. Kombinasi faktor tersebut memperkuat dolar AS sebagai aset safe haven, meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan isu Selat Hormuz masih menjaga tingkat kehati-hatian investor.

Pelaku pasar kini menantikan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Forum ECB Sintra, disusul rilis data ADP Employment dan PMI Manufaktur ISM yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan dolar AS. Perhatian berikutnya akan tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan rilis Kamis. Selama prospek suku bunga tinggi dan dolar AS tetap dominan, peluang pemulihan harga emas diperkirakan masih terbatas, sehingga tren jangka pendek cenderung tetap mengarah ke pelemahan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 4 jam masih bergerak dalam tren menurun setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.008 – 4.009. Zona tersebut kini menjadi area jual (sell area) yang berpotensi memicu tekanan baru selama harga tetap berada di bawah level 4.040, yang berfungsi sebagai batas invalidasi skenario bearish. Struktur pergerakan harga juga masih membentuk rangkaian lower high dan lower low, menandakan dominasi penjual belum melemah.

Apabila tekanan jual berlanjut, target penurunan terdekat berada di area 3.952, dengan sasaran berikutnya di sekitar 3.928 sebagai support penting. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.040, peluang pembalikan arah menuju fase pemulihan akan semakin terbuka. Untuk saat ini, strategi yang lebih konservatif adalah menunggu reaksi harga di area resistance sebelum mengambil keputusan, sambil mencermati sentimen fundamental yang masih berpotensi meningkatkan volatilitas emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) memangkas penguatan dan diperdagangkan di kisaran US$70,10 per barel pada sesi Asia, Selasa (30/06). Pelaku pasar memilih lebih berhati-hati setelah muncul beragam perkembangan terkait konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih belum menunjukkan kepastian.

Sentimen pasar semakin beragam setelah Presiden AS Donald Trump menyebut Amerika Serikat dan Iran akan menggelar perundingan damai di Doha, Qatar. Namun, pemerintah Iran langsung membantah pernyataan tersebut dan menegaskan tidak ada agenda pertemuan dengan Washington. Teheran juga menegaskan fokusnya saat ini adalah menjalankan kesepakatan sementara yang telah disepakati sebelumnya.

Di sisi lain, perhatian investor tetap tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia. Iran masih membuka kemungkinan menerapkan biaya transit setelah masa bebas biaya selama 60 hari berakhir. Wacana tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Teluk, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dan menjaga volatilitas harga minyak tetap tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga Minyak WTI masih bergerak di atas area golden ratio 61,8% yang berada di kisaran 69,41, menandakan zona tersebut menjadi support penting untuk menjaga peluang kenaikan. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, potensi rebound tetap terbuka dengan target awal menuju 70,96, kemudian berlanjut ke area 71,65 sebagai target berikutnya.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai tekanan jual apabila harga gagal mempertahankan support 69,41. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi membawa WTI turun menuju 68,45 sebagai area invalidasi skenario bullish. Dengan momentum yang masih berada di area penentuan arah, pergerakan harga dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap level support dan resistance utama tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas turun di bawah US$4.000 per ons pada Selasa (30/06) dan menyentuh level terendah dalam hampir delapan bulan. Logam mulia ini mencatat penurunan selama empat bulan berturut-turut karena pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Sepanjang bulan ini, emas telah terkoreksi lebih dari 12% dan sekitar 15% dalam kuartal berjalan.

Pelaku pasar kini memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun, dengan peluang kenaikan pertama pada September. Ekspektasi tersebut membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil melemah, sementara investor menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian. Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan melanjutkan pembicaraan damai di Doha, Qatar, meski peluang tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan masih belum pasti. Ketidakjelasan terkait pengawasan lalu lintas di Selat Hormuz juga berpotensi memicu kembali ketidakpastian pasar dan memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam tren turun setelah menembus beberapa level support penting dan membentuk struktur lower low, menandakan dominasi seller masih kuat. Saat ini, area 4.005 menjadi resistance terdekat sekaligus zona sell yang menarik apabila terjadi pullback. Selama harga bertahan di bawah 4.031, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka lebar.

Apabila tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya berada di area 3.942 sebagai support pertama, kemudian 3.913 sebagai target lanjutan. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.031, skenario bearish berpotensi batal sehingga membuka peluang pembalikan arah. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah naik ke kisaran US$70 per barel pada awal pekan, bangkit dari level terendah dalam empat bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Meski demikian, kedua negara sepakat menghentikan serangan sementara menjelang dimulainya kembali perundingan damai pekan ini.

Ketegangan bermula setelah Iran menyerang kapal kontainer pada Kamis, yang dibalas dengan serangan Amerika Serikat sehari kemudian. Konflik kembali memanas pada Sabtu usai kapal pengangkut minyak Qatar menjadi sasaran serangan Iran. Namun, pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung di Doha pada Selasa memberikan harapan bahwa kedua pihak dapat menemukan jalan keluar untuk meredakan konflik.

Di tengah perkembangan tersebut, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan pemulihan sejak tercapainya kesepakatan damai sementara. Meski begitu, pelaku industri pelayaran masih bersikap hati-hati karena ratusan kapal masih tertahan di kawasan Teluk Persia. Kondisi ini membuat pasar minyak tetap waspada, sebab setiap perkembangan geopolitik berpotensi memicu pergerakan harga yang signifikan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga minyak (USOIL) masih bergerak di atas area support penting 69,12, menunjukkan peluang tren bullish jangka pendek masih terjaga. Selama level tersebut mampu dipertahankan, minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 70,69 sebagai target pertama. Jika tekanan beli semakin kuat, harga berpeluang menguji resistance berikutnya di sekitar 71,29, sejalan dengan pola kenaikan yang mulai terbentuk.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi sebelum reli berlanjut. Area 69,12 menjadi zona beli yang menarik sekaligus penentu arah pergerakan berikutnya. Apabila support ini ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan mendorong harga turun menuju 68,45 sebagai level invalidasi. Selama harga bertahan di atas support utama, prospek minyak masih cenderung positif dengan peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas (XAU/USD) masih berada di zona negatif pada awal perdagangan Asia, meski berhasil memangkas sebagian penurunannya. Tekanan muncul setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz yang sempat mendorong harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati setiap perkembangan geopolitik karena berpotensi mengubah sentimen risiko dan arah pergerakan aset safe haven seperti emas.

Di sisi lain, penurunan emas mulai terbatas setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara menjelang perundingan damai di Doha. Meredanya ketegangan memberikan angin segar bagi pasar keuangan, meski investor tetap berhati-hati menantikan hasil pembicaraan resmi kedua negara di Qatar. Keberhasilan negosiasi berpotensi meredakan permintaan terhadap aset lindung nilai, sedangkan kegagalan dapat kembali mendorong volatilitas harga emas.

Selain faktor geopolitik, arah emas juga dibayangi ekspektasi kebijakan ketat Federal Reserve. Peluang suku bunga tetap tinggi masih membatasi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Pekan ini perhatian pasar tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Kamis. Konsensus memperkirakan penambahan 114 ribu lapangan kerja dengan tingkat pengangguran tetap di 4,3%. Hasil data tersebut berpotensi menjadi penentu arah suku bunga The Fed sekaligus pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga emas (XAU/USD) masih bergerak di atas area golden ratio sekitar 4.026, sehingga tren naik jangka pendek tetap terjaga. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju 4.096 sebagai resistance pertama, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan ke 4.127 apabila tekanan beli semakin dominan.

Di sisi lain, investor perlu mewaspadai potensi koreksi jika harga gagal mempertahankan support 4.026. Penembusan di bawah area ini dapat memicu aksi jual yang membawa emas menguji 3.983 sebagai level invalidasi. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar zona support akan menjadi penentu apakah emas melanjutkan reli atau justru memasuki fase pelemahan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze