Harga emas melonjak menembus level USD 4.450 per ons, mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut seiring meningkatnya permintaan aset safe haven. Lonjakan ini dipicu oleh gejolak politik di Venezuela setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada lengsernya Presiden Nicolas Maduro. Ketegangan geopolitik tersebut mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.

Penguatan emas semakin signifikan setelah logam mulia ini melonjak 2,7% pada sesi sebelumnya, didorong pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut Washington akan sementara “mengelola” Venezuela. Ancaman potensi serangan lanjutan jika pemerintahan sementara gagal memenuhi tuntutan AS turut memperbesar sentimen risiko global, sehingga menopang reli harga emas.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data tenaga kerja AS, khususnya laporan ketenagakerjaan bulan Desember, untuk membaca arah kebijakan The Federal Reserve. Pernyataan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengenai inflasi yang masih membandel serta potensi kenaikan pengangguran menambah kehati-hatian pasar, sekaligus memperkuat daya tarik emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe H1 masih berada dalam tren bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga. Terbentuknya Break of Structure (BOS) menegaskan dominasi buyer, sementara harga bertahan di atas area demand utama yang berfungsi sebagai support kuat, menjaga peluang kelanjutan kenaikan.

Secara teknikal, potensi koreksi wajar diperkirakan terbatas di area Fibonacci 27,2% – 38,2% sebelum melanjutkan penguatan menuju zona supply 4.480 – 4.530. Selama tekanan jual tidak mampu menembus support kunci, bias kenaikan tetap valid dengan fokus pasar tertuju pada pengujian level tertinggi sebelumnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di kisaran USD 58,2 per barel pada Selasa (06/01), usai sesi perdagangan yang bergejolak sehari sebelumnya dan ditutup menguat 1,7%. Sentimen pasar masih dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Venezuela, sehingga pelaku pasar mencermati potensi dampaknya terhadap keseimbangan energi global.

Meski Venezuela tercatat memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, para analis menilai risiko gangguan ekspor dari negara tersebut tidak akan berdampak signifikan pada harga. Produksi minyak Venezuela saat ini menyumbang kurang dari 1% pasokan global akibat minimnya investasi selama bertahun-tahun, membuat pengaruhnya terhadap pasar internasional relatif terbatas.

Di sisi lain, tekanan pada harga minyak masih datang dari melimpahnya pasokan dunia. Arab Saudi kembali memangkas harga jual minyak ke pasar Asia untuk bulan ketiga berturut-turut, sementara OPEC+ menegaskan komitmennya untuk menahan peningkatan produksi pada kuartal pertama. Kombinasi faktor ini menjaga pergerakan harga minyak tetap terbatas meski tensi geopolitik meningkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) menunjukkan tanda pemulihan teknikal setelah memantul kuat dari area weak low 56,17. Rebound ini memicu break of structure (BOS) ke atas, menandakan pergeseran momentum dari tekanan jual menuju fase koreksi naik, terlebih harga telah bertahan di atas zona Fibonacci 50% – 61,8% yang memperkuat potensi penguatan jangka pendek.

Meski demikian, kenaikan mulai tertahan di area resistance 58,30 – 58,90 yang berpotensi menjadi penghalang lanjutan. Selama level ini belum ditembus secara valid, peluang konsolidasi atau koreksi ke kisaran 57,80 – 57,25 masih terbuka. Namun jika harga mampu menembus 58,90, potensi lanjutan menuju 59,60 hingga 60,40 semakin terbuka, menjaga bias WTI tetap netral cenderung bullish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Penangkapan dramatis mantan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh Pasukan Khusus Amerika Serikat di Caracas mengguncang panggung geopolitik dunia. Operasi yang membawanya ke pengadilan New York atas tuduhan narkoba ini disebut sebagai intervensi AS terbesar di Amerika Latin sejak 1989, memicu ketegangan diplomatik dan menempatkan masa depan Venezuela dalam ketidakpastian besar, terutama terkait stabilitas pemerintahan dan aset strategis negara tersebut.

Isu minyak menjadi sorotan utama. Dengan cadangan terbesar di dunia sekitar 303 miliar barel, Venezuela memiliki posisi vital dalam peta energi global. Presiden Donald Trump secara terbuka mengaitkan operasi ini dengan upaya merebut kembali akses industri minyak Venezuela yang lama terpuruk akibat sanksi, salah kelola, dan minim investasi. Janji kembalinya perusahaan minyak AS memicu spekulasi pasar, mendorong kenaikan harga minyak serta lonjakan aset berisiko terkait geopolitik.

Di dalam negeri Venezuela, situasi kian tegang. Pemerintah sementara mulai melunak dengan membuka peluang dialog bersama Washington, sementara oposisi justru terpinggirkan. Di saat yang sama, proses hukum Maduro di New York menarik perhatian internasional, memicu perdebatan di PBB dan reaksi keras dari Rusia serta China. Ketidakpastian politik ini berdampak langsung pada pasar global, memperkuat sentimen risk-off dan menandai babak baru perebutan pengaruh di kawasan Amerika Latin.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS (DXY) menguat di atas 98,5, menembus level tertinggi dua pekan seiring pasar mencerna serangan Amerika Serikat ke Venezuela. Aksi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro memunculkan kembali risiko geopolitik, meski dampaknya terhadap pasar global masih relatif terbatas. Penguatan dolar mencerminkan sikap defensif investor di tengah ketidakpastian global.

Perhatian kini beralih ke agenda data ekonomi AS yang padat pekan ini, terutama laporan ketenagakerjaan Desember yang dirilis Jumat. Data pendukung seperti JOLTS, ADP, ISM PMI, serta survei kepercayaan konsumen Michigan akan menjadi penentu ekspektasi arah kebijakan Federal Reserve. Rangkaian indikator tersebut berpotensi memicu volatilitas dolar dalam jangka pendek.

Saat ini, pasar memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, lebih agresif dibandingkan proyeksi The Fed yang hanya satu kali. Selain itu, Presiden Donald Trump dijadwalkan mengumumkan kandidat Ketua The Fed berikutnya bulan ini, yang diperkirakan sejalan dengan dorongan suku bunga lebih rendah. Kombinasi faktor politik dan moneter ini menjaga dolar tetap sensitif terhadap setiap rilis data utama.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) pada timeframe 1 jam menunjukkan rebound bullish setelah harga bertahan di area demand 97.75 – 97.90. Zona ini berhasil menahan tekanan jual dan membentuk higher low, menandakan kembalinya dominasi buyer. Harga kini bergerak di atas garis tren naik serta area Fibonacci kunci, membuka peluang kelanjutan penguatan jangka pendek.

Secara teknikal, selama DXY mampu bertahan di atas 98.00, potensi kenaikan terbuka menuju resistance 98.50 hingga 98.75 yang berdekatan dengan area supply utama. Reaksi harga di zona tersebut akan menentukan kelanjutan tren, namun selama tidak terjadi penolakan kuat, bias bullish tetap terjaga dengan koreksi bersifat sementara.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil bergerak fluktuatif di sekitar USD 57,2 per barel, mencerminkan sikap hati-hati pasar setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Investor menimbang dampak geopolitik tersebut terhadap pasokan energi global, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Ketidakpastian ini menjaga volatilitas tetap tinggi meski belum memicu lonjakan harga signifikan.

Sebagian analis menilai gangguan pasokan akan terbatas karena produksi minyak Venezuela saat ini berada di bawah 1 juta barel per hari, kurang dari 1% suplai global. Namun, pandangan berbeda muncul dengan kekhawatiran tekanan geopolitik AS yang semakin agresif terhadap negara-negara produsen lain, termasuk Iran, berpotensi memperketat ketersediaan minyak dalam beberapa bulan ke depan.

Di sisi lain, Gedung Putih dikabarkan mendorong perusahaan Amerika untuk berperan dalam menghidupkan kembali industri minyak Venezuela. Langkah ini dikaitkan dengan upaya kompensasi atas aset yang disita pemerintah Venezuela sekitar dua dekade lalu. Kebijakan tersebut berpotensi mengubah dinamika sektor energi kawasan, sekaligus menjadi faktor penentu arah harga minyak ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil (USOIL) pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish jangka pendek setelah harga tertahan di area supply 57.90 – 58.40. Penolakan kuat dari zona tersebut memicu pembalikan arah, diperkuat dengan struktur lower high yang menandakan dominasi seller mulai meningkat. Harga kini bergerak di bawah level Fibonacci 38.2% – 50%, mencerminkan melemahnya momentum beli.

Secara teknikal, selama WTI gagal kembali menembus area supply, potensi penurunan terbuka menuju support 56.40 hingga 55.95 yang berfungsi sebagai area demand kuat. Koreksi naik bersifat terbatas dan cenderung dimanfaatkan untuk distribusi. Skenario bearish tetap valid selama harga berada di bawah 57.70, dengan volatilitas yang berpotensi meningkat dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% mendekati USD 4.420 per ons, melanjutkan penguatan akhir pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat memicu lonjakan permintaan aset lindung nilai, karena investor mencari perlindungan di tengah ketidakpastian politik. Pernyataan Presiden Donald Trump terkait pengelolaan sementara pemerintahan Venezuela semakin memperkuat sentimen risk-off di pasar global.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat sepanjang pekan ini, termasuk ISM Manufacturing, laporan ketenagakerjaan ADP, serta tingkat pengangguran. Selain itu, komentar dari sejumlah pejabat Federal Reserve akan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga. Ekspektasi pelonggaran moneter tetap menjadi katalis utama yang menjaga daya tarik emas di tengah volatilitas pasar keuangan.

Secara historis, emas menutup tahun sebelumnya dengan kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, mencetak rekor tertinggi berulang kali. Lonjakan ini didukung oleh permintaan safe haven yang solid, kebijakan moneter AS yang lebih longgar, pembelian agresif bank sentral, serta arus masuk ETF yang konsisten. Kombinasi faktor tersebut menempatkan emas tetap dalam tren bullish jangka menengah hingga panjang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD (emas) pada timeframe 1 jam menunjukkan fase rebound teknikal setelah harga bertahan di area demand 4.300 – 4.325. Zona ini berhasil menahan tekanan jual, membentuk pantulan yang menandakan minat beli masih aktif. Struktur harga mulai bergerak di atas garis tren naik dan level Fibonacci 61.8%, mengindikasikan peluang kelanjutan pemulihan dalam jangka pendek.

Selama emas mampu mempertahankan area support tersebut, potensi kenaikan terbuka menuju resistance 4.440 hingga 4.485, dengan target lanjutan mengarah ke zona supply 4.520 – 4.550. Pola gelombang naik yang terbentuk mencerminkan dominasi buyer meski volatilitas tetap tinggi. Skenario bullish tetap relevan selama harga tidak menembus demand secara signifikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (silver) melonjak hampir 4% mendekati USD 76 per ons pada awal pekan, melanjutkan penguatan sesi sebelumnya seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Serangan Amerika Serikat ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro memicu lonjakan permintaan aset lindung nilai. Pernyataan Presiden Donald Trump terkait pengambilalihan kendali Venezuela semakin memperbesar ketidakpastian, mendorong investor beralih ke logam mulia sebagai perlindungan risiko.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi AS yang krusial minggu ini, terutama laporan ketenagakerjaan Desember yang akan dirilis Jumat. Data tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan Federal Reserve, khususnya terkait suku bunga. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar berpotensi menjaga daya tarik perak, terutama di tengah pelemahan dolar dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan.

Secara fundamental, prospek perak tetap solid setelah mencatat kenaikan hampir 150% sepanjang tahun lalu. Lonjakan tersebut dipicu oleh keterbatasan pasokan, permintaan industri yang kuat, serta minat investasi yang terus tumbuh. Situasi semakin diperketat oleh kebijakan China, produsen 60–70% perak murni dunia, yang memberlakukan pembatasan ekspor tahun ini, memperlebar defisit struktural dan menopang tren bullish harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD (Silver) pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish continuation setelah harga memantul kuat dari area demand 70.00 – 71.50. Zona tersebut berperan sebagai support kunci yang berhasil menahan tekanan jual, membentuk higher low yang valid. Saat ini harga bergerak di atas level Fibonacci 23.6%–38.2%, menandakan momentum beli masih terjaga dan buyer tetap dominan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, selama perak mampu bertahan di atas area 72.30 – 73.50, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju resistance 77.50 hingga 79.20, bahkan ekstensi berikutnya mengarah ke zona 82.00. Pola gelombang naik yang terbentuk mengindikasikan minat akumulasi masih kuat, sehingga koreksi cenderung bersifat sementara. Bias bullish tetap valid selama support tidak ditembus secara signifikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak menembus level USD 72 per ons pada perdagangan Rabu (24/12), mencetak rekor tertinggi baru setelah menguat empat sesi berturut-turut. Kenaikan ini didorong ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat serta meningkatnya minat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang dua kali pemangkasan bunga tahun depan, seiring munculnya sinyal ekonomi yang beragam. Walau pertumbuhan PDB kuartal ketiga tercatat solid di angka 4,3% secara tahunan, melemahnya kepercayaan konsumen Desember serta stagnasi produksi pabrik November memicu pandangan bahwa kebijakan moneter berpotensi dilonggarkan dalam waktu dekat.

Faktor geopolitik turut memperkuat reli logam mulia ini, terutama setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pemblokiran kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi. Sepanjang tahun berjalan, nilai perak telah melesat sekitar 149%, ditopang defisit pasokan struktural, permintaan industri tinggi, serta penetapannya sebagai mineral kritis strategis Amerika Serikat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe H4 menunjukkan tren naik yang sangat kuat, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low. Harga saat ini berada di area 73,00 yang bertepatan dengan level Fibonacci 100%, sekaligus area weak high sehingga berpotensi memicu reaksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas struktur sebelumnya, bias teknikal masih cenderung bullish.

Area koreksi sehat berada di zona 69,80 – 66,90, yang menjadi support dinamis sekaligus bekas break of structure. Jika terjadi penembusan bersih di atas 73,00, peluang lanjutan menuju 78,00 terbuka lebar, namun kegagalan bertahan berisiko memicu pullback sebelum tren berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Nilai dolar AS kembali melemah ke kisaran 97,7 pada Rabu (24/12), mencatat level terendah sejak awal Oktober. Pelemahan ini dipicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk memangkas suku bunga pada tahun depan. Meski pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tetap solid, data terbaru belum mampu mengubah pandangan investor terhadap arah kebijakan moneter.

Pelaku pasar kini memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga pada 2026 seiring tekanan inflasi yang mereda dan kondisi pasar tenaga kerja yang semakin seimbang. Dorongan Presiden Trump untuk kebijakan yang lebih longgar turut memengaruhi sentimen, meskipun pejabat The Fed masih menunjukkan perbedaan pandangan. Situasi ini memperkuat ketidakpastian arah dolar dalam jangka menengah.

Tekanan tambahan datang dari aliran dana ke logam mulia sebagai aset aman, meningkatnya risiko geopolitik, serta penguatan yen setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga dan membuka peluang intervensi. Perbedaan kebijakan global dan pola pelemahan akhir tahun semakin membebani mata uang AS. Sepanjang tahun ini, dolar berpotensi mencatat kinerja tahunan terburuk dalam lebih dari dua dekade akibat gejolak kebijakan perdagangan dan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance utama di sekitar level 100. Struktur grafik mengindikasikan dominasi seller dengan terbentuknya pola penurunan yang memperkuat arah bearish.

Secara teknikal, support terdekat berada di area 97 dan berpotensi diuji kembali. Selama harga tetap bergerak di bawah zona penolakan, peluang pelemahan lanjutan masih lebih dominan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melesat menembus level psikologis USD 4.500 per ons pada Rabu (24/11), mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Situasi tersebut mendorong investor beralih ke aset lindung nilai yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada kuartal ketiga tetap solid dengan ekspansi produk domestik bruto yang lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Meski demikian, data ketenagakerjaan menunjukkan laju penciptaan lapangan kerja mulai melambat secara bertahap. Pasar keuangan masih memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga pada 2026 seiring tekanan inflasi yang mereda dan kondisi tenaga kerja yang semakin longgar, walaupun pandangan pembuat kebijakan belum sepenuhnya sejalan.

Faktor geopolitik turut memperkuat sentimen positif, terutama ketegangan yang melibatkan Venezuela setelah Amerika Serikat memblokade kapal pengangkut minyak. Kondisi ini meningkatkan risiko di pasar komoditas dan memperkuat permintaan aset aman. Sepanjang tahun ini, logam mulia tersebut telah menguat sekitar 70 persen dan berpotensi mencatat kenaikan tahunan terbaik sejak 1979, didorong pembelian berkelanjutan oleh bank sentral serta arus masuk stabil ke instrumen berbasis emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam tren naik yang solid setelah menahan area support utama. Struktur grafik menunjukkan dominasi buyer dengan pergerakan stabil menuju zona resistance terdekat, menandakan momentum bullish belum kehilangan tenaga.

Secara teknikal, pola kenaikan berkelanjutan memperkuat peluang lanjutan reli. Selama harga bertahan di atas area demand, potensi koreksi diperkirakan terbatas dan dapat menjadi peluang masuk bagi pelaku pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze