Pemerintahan Donald Trump kembali memicu ketegangan geopolitik setelah mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Denmark untuk membahas potensi akuisisi Greenland. Isu ini mencuat di tengah meningkatnya kekhawatiran Eropa terhadap ambisi teritorial Amerika Serikat, terutama setelah langkah militer AS di Amerika Latin. Trump menegaskan minatnya pada pulau kaya mineral tersebut dengan alasan strategis dan keamanan nasional, meski mendapat penolakan tegas dari Denmark dan pemerintah Greenland.

Kontroversi semakin tajam ketika Gedung Putih mengakui bahwa semua opsi masih dibahas, termasuk pendekatan non-diplomatik. Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari Denmark dan negara-negara Eropa yang bersatu membela kedaulatan Greenland sebagai bagian dari NATO. Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya, sementara sejumlah politisi AS juga menolak gagasan penggunaan kekuatan terhadap sekutu.

Di sisi lain, aspirasi kemerdekaan Greenland justru menjadi faktor penting yang kerap terabaikan. Mayoritas penduduk menolak kendali AS namun mendukung lepas sepenuhnya dari Denmark, seiring meningkatnya otonomi sejak 2009. Di tengah alasan keamanan Arktik yang dikemukakan Trump, para analis menilai kehadiran militer AS yang sudah ada sebenarnya memadai, sehingga rencana akuisisi Greenland dinilai lebih berisiko memicu krisis geopolitik global dibanding memperkuat stabilitas kawasan.

Ketegangan geopolitik akibat isu ambisi AS terhadap Greenland berpotensi memberi sentimen positif bagi pasar emas dan perak, karena meningkatnya ketidakpastian global mendorong investor mencari aset safe haven. Emas cenderung mendapat dukungan lebih kuat sebagai pelindung nilai utama, sementara perak ikut terdorong meski pergerakannya lebih volatil, seiring kombinasi faktor defensif dan ekspektasi meningkatnya persaingan strategis atas sumber daya di kawasan Arktik.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melemah dan turun di bawah level USD 77 per ons pada perdagangan Kamis (08/01), melanjutkan tekanan dari sesi sebelumnya. Momentum kenaikan yang sempat mendorong logam mulia mendekati rekor tertinggi mulai mereda, seiring pelaku pasar melakukan aksi ambil untung. Penguatan dolar AS turut menekan pergerakan silver, membuat minat beli jangka pendek cenderung berhati-hati.

Dari sisi fundamental, data ekonomi Amerika Serikat yang beragam belum memberi arah jelas terkait kebijakan The Federal Reserve. Pasar masih meyakini bank sentral akan menahan suku bunga pada pertemuan terdekat, meski ekspektasi pemangkasan suku bunga di tahun ini tetap terbuka. Kondisi tersebut membatasi ruang penguatan perak dalam waktu dekat, terutama saat sentimen global belum sepenuhnya kondusif.

Meski terkoreksi, prospek perak tetap mendapat dukungan dari faktor geopolitik dan fundamental jangka menengah. Ketegangan terkait intervensi AS di Venezuela serta hubungan China – Jepang menjaga minat terhadap aset lindung nilai. Di sisi lain, keterbatasan pasokan dan permintaan kuat dari sektor industri serta investasi membuat harga silver masih bertahan dekat level tertinggi sepanjang masa.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAGUSD) menunjukkan tekanan teknikal setelah gagal bertahan di area resistance kunci. Struktur harga membentuk rangkaian penurunan dengan sinyal perubahan karakter pasar, ditandai oleh pelemahan momentum beli dan respons kuat dari zona penawaran. Selama harga masih tertahan di bawah area resistensi tersebut, potensi koreksi lanjutan tetap terbuka, mencerminkan dominasi seller dalam jangka pendek.

Dari sisi level teknikal, area support terdekat menjadi fokus utama pelaku pasar sebagai penentu arah berikutnya. Jika zona ini ditembus secara meyakinkan, tekanan jual berpeluang mendorong perak menuju support yang lebih rendah. Namun, selama harga mampu bertahan dan membentuk pantulan teknikal, peluang konsolidasi hingga pullback terbatas masih memungkinkan sebelum menentukan tren selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

WTI Terus Melemah Karena Pasokan Berlimpah dari Venezuela
West Texas Intermediate (WTI) kembali jatuh untuk hari kedua berturut-turut, dipicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan yang melimpah setelah Amerika Serikat menyatakan akan menjual minyak Venezuela ke pasar global. Sentimen ini menekan harga WTI mendekati level yang terakhir terlihat pada pertengahan Desember, seiring tekanan jual terus mendominasi perdagangan minyak mentah.

Perubahan Geopolitik dan Dampaknya ke Pasar Energi
Langkah AS menangkap pemimpin Venezuela dan mengumumkan akan mengendalikan serta memasarkan minyak negara itu secara luas memperburuk kekhawatiran kelebihan pasokan. Investor juga mencermati kemungkinan jutaan barel yang semula ditahan dibebaskan ke pasar, yang dapat menambah tekanan pada harga.

Reaksi Pasar dan Gambaran ke Depan
Meski data menunjukkan penurunan persediaan minyak di AS, dukungan harga tetap lemah karena fokus pelaku pasar tetap pada potensi pasokan ekstra dari Venezuela. Analis memperkirakan tren oversupply akan menghambat pemulihan nilai, kecuali ada perubahan fundamental lain yang signifikan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil masih berada dalam tekanan setelah gagal bertahan di area supply zone sekitar 57.0–57.8, yang bertepatan dengan order block dan retracement Fibonacci 78.6%. Penolakan kuat di zona tersebut memicu pergeseran struktur pasar ke arah bearish, ditandai dengan munculnya Change of Character (CHoCH) dan penurunan beruntun menuju area konsolidasi bawah. Selama harga tetap bergerak di bawah resistance ini, peluang pemulihan dinilai terbatas.

Dari sisi teknikal lanjutan, support terdekat berada di kisaran 55.7–55.4, yang menjadi area weak low dan target penurunan berikutnya. Jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju zona demand lebih dalam di sekitar 55.0 hingga 54.5. Namun, pantulan teknikal jangka pendek masih mungkin terjadi selama harga mampu bertahan di atas support minor, meski bias utama pasar tetap condong bearish dalam waktu dekat.

Harga emas melemah ke kisaran USD 4.440 per ons pada Kamis (08/01), melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya seiring pelaku pasar mencermati data ekonomi Amerika Serikat yang beragam. Penurunan tajam pada jumlah lowongan kerja November mengindikasikan perlambatan permintaan tenaga kerja, sementara pertumbuhan payroll swasta Desember tercatat lebih rendah dari ekspektasi, menambah tekanan pada logam mulia.

Di sisi lain, laporan ISM menunjukkan aktivitas sektor jasa AS tumbuh lebih kuat dari perkiraan, sehingga menahan pelemahan emas lebih dalam. Fokus investor kini tertuju pada rilis data nonfarm payrolls Jumat mendatang yang dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan bank sentral, dengan pasar saat ini memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun.

Sentimen geopolitik turut memengaruhi pergerakan emas setelah Washington memaparkan rencana penguasaan jangka panjang atas penjualan minyak mentah Venezuela serta penyitaan tambahan kapal tanker terkait negara tersebut. Gedung Putih juga mengonfirmasi pembahasan akuisisi Greenland, termasuk potensi keterlibatan militer, sementara Bank Sentral China memperpanjang aksi pembelian emasnya hingga bulan ke-14 berturut-turut pada Desember.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD terlihat bergerak dalam saluran turun (descending channel) setelah gagal bertahan di area puncak sebelumnya. Harga saat ini berada di sekitar zona Fibonacci 0% – 23,6%, yang menjadi area krusial bagi arah lanjutan. Struktur pasar menunjukkan Break of Structure (BOS) ke bawah, menandakan dominasi seller masih kuat, sementara beberapa kali pantulan hanya membentuk lower high yang memperkuat bias bearish jangka pendek.

Apabila tekanan jual berlanjut, emas berpotensi menguji area demand kuat di kisaran 4.405 – 4.385, yang sejalan dengan retracement Fibonacci 61,8%. Zona ini menjadi kunci apakah harga mampu memantul atau justru melanjutkan penurunan lebih dalam. Sebaliknya, jika terjadi rebound, resistance terdekat berada di area 4.455 – 4.470, dan selama level tersebut belum ditembus, tren turun masih dinilai valid.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Bank Sentral China kembali mencuri perhatian pasar setelah memperpanjang aksi akumulasi emasnya selama empat belas bulan berturut-turut. Data terbaru menunjukkan People’s Bank of China menambah puluhan ribu ons emas ke cadangan nasional, menegaskan kuatnya permintaan sektor resmi meski harga logam mulia telah menembus rekor tertinggi. Langkah ini memperkuat posisi emas sebagai aset strategis di tengah dinamika ekonomi global.

Pergerakan pasar emas sepanjang akhir tahun lalu berlangsung sangat fluktuatif, ditandai lonjakan tajam sebelum terkoreksi, namun tetap mencatatkan performa tahunan terbaik dalam beberapa dekade. Faktor pendorong utama datang dari pembelian agresif bank sentral, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta kekhawatiran depresiasi mata uang yang mendorong investor beralih ke aset lindung nilai berdaya tahan tinggi.

Tren perburuan emas tidak hanya terjadi di China, tetapi juga melibatkan bank sentral dunia yang secara kolektif meningkatkan kepemilikan emas sebagai penyeimbang dominasi dolar AS. Bahkan, sejumlah analis menilai volume pembelian aktual bisa melampaui data resmi, mengindikasikan kepercayaan kuat lembaga global terhadap emas sebagai penopang stabilitas nilai memasuki tahun baru.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD saat ini bergerak dalam fase konsolidasi setelah mencatat kenaikan signifikan dan membentuk break of structure yang mengonfirmasi perubahan arah ke tren naik. Secara teknikal, harga masih bertahan di atas area demand kuat, menandakan minat beli tetap dominan meski terjadi koreksi jangka pendek. Selama struktur higher low terjaga, peluang kelanjutan penguatan masih terbuka dengan dukungan sentimen teknikal yang konstruktif.

Di sisi atas, area supply menjadi zona krusial yang berpotensi memicu reaksi harga, terutama jika muncul tekanan jual jangka pendek. Namun, apabila emas mampu bertahan dan kembali menembus resistance terdekat, potensi pengujian level yang lebih tinggi semakin besar. Sebaliknya, pelemahan ke area demand berpotensi dimanfaatkan sebagai zona akumulasi selama tidak terjadi penutupan harga di bawah support kunci.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak terkoreksi turun di bawah USD 81 per ons pada Rabu (07/01), menghentikan reli tiga hari berturut-turut. Koreksi ini terjadi seiring aksi ambil untung setelah logam mulia tersebut mendekati level tertinggi sepanjang masa, menandakan pasar mulai menahan laju kenaikan jangka pendek.

Tekanan juga datang dari penguatan dolar AS menjelang rilis serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang krusial, dengan fokus utama pada laporan tenaga kerja Desember. Data ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve, meski pernyataan Gubernur The Fed Stephen Miran yang membuka peluang pemangkasan suku bunga agresif menjaga ekspektasi pasar akan setidaknya dua kali penurunan bunga tahun ini.

Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global tetap menjadi faktor penopang. Intervensi AS di Venezuela serta meningkatnya tensi antara China dan Jepang membuat minat terhadap aset lindung nilai bertahan, sehingga pelemahan harga perak dinilai masih bersifat terbatas dalam jangka menengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD saat ini menunjukkan fase koreksi sehat setelah reli kuat sebelumnya. Harga tertahan di bawah area resistance kunci yang bertepatan dengan zona penawaran, menandakan tekanan jual masih aktif. Struktur pasar mulai membentuk lower high, sementara reaksi di area retracement mengindikasikan potensi pergerakan pullback sebelum arah selanjutnya ditentukan.

Dari sisi teknikal, area support bertingkat menjadi fokus utama sebagai penahan penurunan lanjutan. Selama harga mampu bertahan di zona permintaan, peluang pemantulan tetap terbuka dengan target menuju area supply terdekat. Namun, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang pelemahan lebih dalam, sehingga pelaku pasar disarankan mencermati konfirmasi arah untuk menentukan strategi lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

WTI Turun Jelang $56 per Barel Usai Pernyataan Trump
Harga minyak mentah Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melemah lebih dari 1% dan bergerak menuju level sekitar $56 per barel setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak ke pasar AS. Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar khawatir bahwa tambahan pasokan dari Venezuela dapat memperparah kondisi pasar yang sudah mengalami surplus global. Selain itu, pedagang juga terus menilai dampak kebijakan ini terhadap ekspor minyak masa depan serta strategi sektor energi.

Kekhawatiran Pasokan Membayangi Pasar dan Ekspektasi Ekspor
Walaupun jumlah minyak yang disebutkan relatif kecil, ekspektasi aliran berkelanjutan dari Cadangan Venezuela dianggap mampu menambah tekanan pada pasokan yang sudah berlebih. Beberapa perusahaan seperti Trafigura disebut menyiapkan pertemuan dengan pejabat Washington untuk membahas pembelian kembali minyak negara tersebut. Terlebih lagi, berita kemajuan dalam kesepakatan keamanan AS–Ukraina ikut memicu prospek pelonggaran pembatasan ekspor minyak Rusia, yang bisa semakin meningkatkan pasokan global.

Data Inventaris dan Respon Pasar Energi
Di sisi lain, data American Petroleum Institute (API) memperlihatkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun sekitar 2,8 juta barel pekan lalu, berbanding dengan perkiraan kenaikan 1,2 juta barel, yang biasanya menjadi indikator kekuatan permintaan. Penurunan inventaris ini bertolak belakang dengan ekspektasi pasar dan menjadi faktor yang diamati pedagang di tengah ketidakpastian harga minyak saat ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) menunjukkan tekanan lanjutan setelah gagal bertahan di area strong high 58,80 – 59,00. Struktur pasar berubah bearish, ditandai CHoCH (Change Of Character) dan BOS (Break Of Structure) ke bawah, sementara penembusan support 56,50 mengonfirmasi dominasi penjual meski sempat terjadi pantulan teknikal jangka pendek.

Level Kunci Pergerakan Harga
Selama harga berada di bawah order block 56,80 – 57,00, peluang penurunan menuju area 55,00 tetap terbuka. Sebaliknya, tembusan kuat di atas zona tersebut berpotensi memicu koreksi sementara sebelum arah berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas terkoreksi turun dibawah $4.480 per ounce pada hari Rabu (07/01)setelah reli dua hari berakhir, karena pelaku pasar mulai mengabaikan risiko geopolitik sementara menunggu data ekonomi penting AS yang akan dirilis. Fokus investor kini tertuju pada laporan pekerjaan Desember yang dijadwalkan Jumat ini, yang dinilai dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed. Ekspektasi pasar saat ini masih mencerminkan kemungkinan dua pemotongan suku bunga sepanjang tahun, sejalan pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve terkait peluang penurunan jika pengangguran meningkat.

Di sisi lain, latar belakang geopolitik tetap menjadi faktor pendukung bagi emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan global yang meningkat setelah penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan AS memicu kekhawatiran investor, mendorong minat pada logam mulia meskipun harga sempat koreksi. Situasi ini menambah ketidakpastian pasar, yang biasanya meningkatkan daya tarik emas di tengah risiko politik dan konflik internasional.

Perhatian pelaku pasar juga meluas ke isu hubungan luar negeri lain seperti spekulasi tentang kemungkinan tindakan militer di wilayah berbeda dan kendala ekspor yang diberlakukan beberapa negara besar. Ketegangan ekonomi serta politik global ini terus memengaruhi sentimen investasi, menciptakan dinamika harga emas yang sensitif terhadap berita dan data ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan moneter AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih bergerak dalam struktur bullish setelah membentuk rangkaian higher high dan higher low di dalam ascending channel. Namun, tekanan jual muncul di area resistance yang ditandai sebagai weak high, memicu koreksi sehat ke bawah. Penolakan di zona ini mengindikasikan pasar sedang mencari likuiditas sebelum menentukan arah lanjutan, sekaligus membuka peluang retracement jangka pendek.

Secara teknikal, area demand di bawah menjadi fokus utama karena berpotensi menahan penurunan dan memicu reaksi beli baru. Selama harga mampu bertahan di zona tersebut, peluang rebound tetap terbuka dengan target kembali menguji resistance atas channel. Skenario ini memperkuat bias bullish jangka menengah, sementara kegagalan bertahan di area demand dapat mengubah struktur pasar menjadi lebih berhati-hati.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak menembus USD 78 per ons, mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut dan semakin mendekati level tertinggi sepanjang masa. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven menyusul serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro, yang menambah ketidakpastian geopolitik global.

Sentimen bullish kian menguat setelah muncul laporan ancaman aksi militer lanjutan dari Presiden Donald Trump jika pemerintahan sementara Venezuela tidak memenuhi tuntutan Washington. Di saat yang sama, data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan serta pernyataan dovish pejabat Federal Reserve mengenai risiko pasar tenaga kerja turut menekan dolar, sehingga mendukung penguatan harga perak.

Meski pasar masih memproyeksikan probabilitas di atas 80% bahwa The Fed akan menahan suku bunga bulan ini, reli perak tetap solid. Kenaikan harga juga ditopang oleh kekhawatiran pasokan serta permintaan kuat dari sektor industri dan arus investasi, menjaga prospek positif perak dalam jangka menengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAGUSD) pada timeframe H1 menegaskan pembalikan tren ke arah bullish setelah berhasil menembus trendline turun dan membentuk Break of Structure (BOS). Pergerakan ini menunjukkan dominasi buyer yang semakin kuat, didukung oleh struktur higher low serta reaksi positif dari area demand yang menjaga tekanan jual tetap terbatas.

Secara teknikal, zona 75,8 – 77,3 menjadi area penting untuk menjaga momentum kenaikan sebelum harga mengarah ke target 79,1 hingga 81,9 di area supply. Selama perak mampu bertahan di atas support kunci, peluang kelanjutan reli tetap terbuka, dengan potensi koreksi sehat sebagai bagian dari penguatan tren.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 98,4 setelah melalui sesi sebelumnya yang bergejolak akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian arah kebijakan The Federal Reserve. Penguatan sempat terjadi menyusul respons pasar terhadap serangan Amerika Serikat ke Venezuela, namun tekanan mereda seiring berkurangnya kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas.

Dari sisi data ekonomi, laporan ISM manufaktur menunjukkan kontraksi terdalam aktivitas pabrik AS sejak 2024, menambah sentimen negatif terhadap dolar. Pernyataan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menyoroti potensi kenaikan tingkat pengangguran semakin memperkuat ekspektasi sikap dovish bank sentral, sekaligus membuka peluang penurunan suku bunga lanjutan sepanjang tahun ini.

Meski demikian, pasar masih memproyeksikan probabilitas di atas 80% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Fokus investor kini tertuju pada rangkaian data ketenagakerjaan AS, dengan laporan tenaga kerja bulan Desember menjadi penentu utama arah dolar dan kebijakan moneter ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe H4 mulai menunjukkan tanda pemulihan teknikal setelah membentuk weak low di area support kuat. Struktur harga memperlihatkan perubahan karakter dengan kemunculan BOS dan CHoCH, menandakan tekanan jual mulai melemah. Selama harga bertahan di atas zona demand bawah, peluang rebound jangka pendek tetap terbuka.

Secara teknikal, area Fibonacci 38,2% – 23,6% menjadi zona kunci sebagai target kenaikan awal di sekitar 98,0 – 98,5. Jika momentum berlanjut dan mampu menembus trendline turun, DXY berpotensi menguji area supply terdekat. Namun, kegagalan bertahan di atas support dapat membuka ruang konsolidasi sebelum arah berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze