Indeks dolar AS menguat mendekati 99,5 pada Selasa (24/03), setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi usai Iran membantah adanya pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sekaligus menolak klaim dari Donald Trump. Di sisi lain, Teheran mengumumkan serangan baru terhadap target Amerika Serikat, sementara Israel terus melancarkan aksi militer ke wilayah Iran, sehingga ketegangan geopolitik tetap tinggi.

Sebelumnya, tekanan terhadap dolar muncul ketika Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan tersebut diambil dengan alasan adanya diskusi yang dinilai produktif dalam dua hari terakhir. Namun, ketidakpastian masih membayangi, terutama terkait hasil negosiasi dan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi global.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, seiring terganggunya kapasitas energi di kawasan Timur Tengah. Risiko tersebut juga membuka peluang kebijakan suku bunga lebih tinggi oleh bank sentral utama dunia. Saat ini, perhatian investor beralih ke data manufaktur Amerika Serikat yang akan datang, guna menilai ketahanan sektor bisnis di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) saat ini menunjukkan fase konsolidasi setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar zona supply 100.00. Harga membentuk struktur lower high dengan tekanan jual yang masih dominan, terlihat dari rejection di area Fibonacci 61.8%–78.6%. Garis tren menurun juga memperkuat indikasi bahwa momentum bullish mulai melemah, sementara area 99.00 menjadi support penting yang sedang diuji.

Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan menuju demand zone di kisaran 98.50 semakin terbuka. Namun, skenario alternatif tetap ada apabila harga mampu bertahan dan memantul dari support saat ini, dengan peluang retracement menuju resistance terdekat sebelum melanjutkan arah berikutnya. Secara keseluruhan, pasar masih bergerak dalam tekanan dengan bias bearish selama belum ada breakout signifikan ke atas zona supply.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun di bawah $67 per ounce pada Selasa (24/03), masih tertekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik, bahkan menilai pernyataan Presiden Donald Trump sebagai upaya memengaruhi pasar. Situasi memanas setelah serangan baru terhadap target AS, sementara Israel terus melanjutkan aksi militernya.

Sebelumnya, perak sempat melonjak dalam perdagangan intraday setelah rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran ditunda dan muncul klaim adanya peluang negosiasi. Meski begitu, ketidakpastian terkait hasil diplomasi serta kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar tetap waspada. Kondisi ini menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan membatasi ruang penguatan harga logam.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak telah merosot hingga sekitar 37% dari puncaknya pada Maret. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih luas dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Hal ini membuat daya tarik perak sebagai aset lindung nilai melemah, seiring investor menyesuaikan strategi di tengah dinamika global yang terus berubah.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali membentuk struktur bearish. Terlihat adanya penolakan di area resistance sekitar 70.80 yang menjadi zona invalidasi, sementara terbentuk lower high yang mengindikasikan dominasi seller. Pergerakan ini juga diperkuat dengan pola change of character (ChoCH) yang menandakan potensi kelanjutan tren turun dalam jangka pendek.

Secara teknikal, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area demand di kisaran 64.70 hingga 63.00. Jika zona ini mampu menahan tekanan jual, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat di sekitar 68.40 hingga 70.00. Namun, jika level support tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat dengan potensi menguji area low sebelumnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI kembali menguat di atas $91 per barel pada Selasa (24/03), setelah sempat tertekan tajam di sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, setelah Iran membantah klaim Presiden Donald Trump terkait adanya negosiasi untuk mengakhiri konflik. Pernyataan tersebut dianggap sebagai upaya memengaruhi pasar, sementara serangan terhadap target AS terus berlanjut dan Israel tetap melancarkan aksi militernya.

Sebelumnya, harga minyak sempat anjlok sekitar 10% setelah penundaan rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meredam lonjakan harga, dengan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat menekan pasar energi. Namun, ketidakpastian arah diplomasi membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

Di sisi lain, gangguan pada Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menopang harga minyak. Jalur vital yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan global tersebut kini terhambat, memaksa produsen di Timur Tengah mengurangi output secara signifikan. Kondisi ini memperketat pasokan dan menjaga tekanan kenaikan harga tetap tinggi di tengah situasi yang belum stabil.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI menunjukkan tanda pemulihan setelah penurunan tajam yang membentuk struktur bearish kuat. Terlihat adanya change of character (ChoCH) di area bawah yang mengindikasikan potensi pembalikan arah jangka pendek. Saat ini harga bergerak naik mendekati area retracement Fibonacci 0.0 di sekitar 91.300, yang menjadi resistance awal dan penentu kelanjutan momentum bullish.

Jika mampu bertahan di atas area support terdekat dan menembus resistance tersebut, peluang kenaikan terbuka menuju target berikutnya di kisaran 93 hingga 97. Namun, skenario ini bisa batal jika harga kembali melemah dan menembus area invalidasi di sekitar 84.900, yang berpotensi membawa harga menguji ulang titik rendah sebelumnya. Untuk saat ini, pergerakan masih berada dalam fase pemulihan dengan konfirmasi lanjutan sangat dibutuhkan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun mendekati level $4.300 per ounce pada Selasa (24/03), masih berada di bawah tekanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik, bahkan menilai pernyataan Presiden Donald Trump sebagai upaya memengaruhi pasar keuangan. Di sisi lain, serangan baru terhadap target AS terus terjadi, sementara Israel tetap melanjutkan operasinya terhadap Iran.

Sebelumnya, emas sempat menguat tajam dalam perdagangan intraday setelah Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan mengklaim adanya peluang negosiasi. Namun, ketidakpastian hasil diplomasi serta potensi dibukanya kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar tetap waspada. Situasi ini meningkatkan risiko inflasi karena gangguan pasokan energi global.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas telah terkoreksi hingga sekitar 25% dari puncaknya pada Maret. Lonjakan harga energi menjadi faktor utama yang mendorong kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sementara melemah, seiring investor menyesuaikan strategi terhadap perubahan kebijakan moneter global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance dan membentuk struktur bearish baru. Terlihat adanya change of character (ChoCH) yang menandakan potensi perubahan arah ke bawah, diperkuat dengan penolakan kuat di zona supply sekitar 4.450–4.468. Selama harga tetap berada di bawah area ini, peluang penurunan masih terbuka, dengan tekanan jual yang mulai mendominasi pergerakan jangka pendek.

Secara teknikal, target penurunan terdekat mengarah ke area demand di sekitar 4.250, bahkan berpotensi menguji level lebih rendah di kisaran 4.100 yang menjadi weak low. Namun, skenario ini bisa batal jika harga mampu kembali naik dan menembus zona resistance, yang akan membuka peluang pembalikan arah. Untuk saat ini, pasar cenderung bergerak hati-hati sambil menunggu konfirmasi lanjutan dari struktur harga berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun di bawah $94 per barel pada Jumat (20/03), setelah sempat melonjak hingga $101 pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi kerusakan lanjutan pada infrastruktur energi di Timur Tengah. Pernyataan dari Amerika Serikat dan Israel memberi sinyal situasi yang lebih terkendali, sehingga tekanan terhadap harga mulai berkurang.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak berencana mengirim pasukan darat ke kawasan tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut kemungkinan melemahnya rezim Iran dari dalam, sekaligus membuka peluang pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negaranya tidak akan melanjutkan serangan ke fasilitas energi Iran, serta mengindikasikan konflik dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Meski terkoreksi, harga minyak WTI masih mencatat kenaikan sekitar 40% sejak awal konflik. Lonjakan ini terjadi akibat terganggunya pasokan global, termasuk penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Kondisi tersebut memaksa produsen utama di kawasan untuk memangkas produksi secara signifikan, menjaga harga tetap tinggi meskipun tekanan jangka pendek mulai mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI bergerak konsolidasi setelah tertahan di area resistance 98.300, dengan support kuat di zona 92.800 – 92.000. Selama bertahan di area ini, peluang rebound masih terbuka menuju 96.300 hingga 98.300, didukung indikasi akumulasi pada pergerakan terbaru.

Namun, jika harga turun menembus 90.000, skenario naik batal dan berisiko lanjut melemah lebih dalam. Saat ini, market masih dalam fase penentuan arah dengan kecenderungan bullish selama bertahan di atas support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali naik di atas $4.700 per ounce pada Jumat (20/03) setelah mengalami penurunan tajam selama dua hari sebelumnya. Meski demikian, logam mulia ini masih berada di jalur pelemahan mingguan yang signifikan. Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Tekanan inflasi yang semakin kuat mendorong investor mengalihkan dana ke aset seperti dolar AS dan obligasi pemerintah, dibandingkan instrumen safe-haven seperti emas. Perubahan ini dipicu oleh kejutan dari sektor energi yang membuat pelaku pasar meninjau ulang arah kebijakan moneter global. Sikap tegas dari bank sentral juga memperkuat sentimen tersebut, termasuk keputusan Federal Reserve yang menahan suku bunga dan menegaskan belum ada rencana penurunan hingga inflasi benar-benar mereda.

Selain itu, bank sentral utama lain seperti European Central Bank, Bank of Japan, dan Bank of England juga mempertahankan suku bunga, namun menunjukkan kecenderungan kebijakan yang lebih ketat. Pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga The Fed baru akan terjadi pada 2027, sementara ECB dan BOE justru berpotensi menaikkan suku bunga masing-masing dua kali tahun ini. Kondisi ini semakin menekan daya tarik emas di mata investor.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 4 jam menunjukkan tekanan bearish masih dominan setelah penurunan tajam yang mematahkan struktur naik sebelumnya. Terlihat adanya break of structure diikuti change of character yang mengonfirmasi pergeseran arah tren menjadi turun. Saat ini harga mencoba melakukan pullback menuju area resistance di sekitar 4.725 – 4.786, yang juga bertepatan dengan zona retracement Fibonacci penting. Area ini menjadi kunci karena berpotensi menjadi titik reaksi seller untuk melanjutkan pelemahan.

Selama harga bertahan di bawah area resistance tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target lanjutan ke kisaran 4.600 hingga 4.540. Namun, jika terjadi dorongan kuat menembus level 4.786, maka skenario koreksi lebih dalam menuju 4.850 bisa terjadi. Level support utama berada di sekitar 4.500 sebagai batas invalidasi, di mana penembusan area ini dapat membuka ruang penurunan lebih luas. Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi di area krusial sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar Amerika Serikat tetap bertahan di atas level 100 pada perdagangan Kamis (19/03) setelah mengalami penguatan tajam pada sesi sebelumnya. Kinerja ini didorong oleh sikap Federal Reserve yang semakin hawkish terhadap kebijakan moneter. Bank sentral memutuskan untuk menahan suku bunga acuan sesuai ekspektasi, sambil menyoroti ketidakpastian ekonomi akibat konflik Iran serta meningkatnya risiko inflasi ke depan.

Dalam pernyataannya, Federal Reserve menegaskan belum akan memangkas suku bunga hingga ada tanda penurunan inflasi yang lebih jelas. Meski demikian, proyeksi tetap menunjukkan kemungkinan satu kali penurunan suku bunga tahun ini dan tambahan pada 2027, sejalan dengan pandangan sebelumnya. Data terbaru juga memperlihatkan harga produsen di Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Februari, memperkuat kekhawatiran tekanan inflasi yang masih kuat.

Pelaku pasar kini menantikan rilis klaim pengangguran mingguan untuk mendapatkan gambaran kondisi pasar tenaga kerja. Di sisi lain, harga minyak terus meningkat seiring serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah yang memperburuk konflik Iran. Presiden Donald Trump bahkan mengambil langkah sementara dengan mencabut aturan Jones Act guna menekan biaya distribusi energi di dalam negeri, yang turut menjadi perhatian investor global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang mulai terbentuk setelah harga memantul kuat dari area support sekitar 99.18. Lonjakan tajam ini menandakan adanya dorongan beli yang signifikan, diikuti fase konsolidasi sehat di atas level Fibonacci 38.2% – 50.0%. Selama harga mampu bertahan di atas zona golden ratio (sekitar 99.51), peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka dengan target terdekat mengarah ke area 100.05 hingga 100.29.

Namun, skenario bullish ini tetap perlu konfirmasi lanjutan. Jika harga gagal mempertahankan posisi dan turun kembali menembus area 99.51, tekanan jual berpotensi meningkat dan membawa harga kembali menguji support sebelumnya. Struktur higher low yang terbentuk saat ini menjadi kunci utama, sehingga selama level tersebut tidak ditembus, bias pasar masih cenderung mengarah naik dengan potensi pembentukan higher high baru dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI kembali menguat dan diperdagangkan di atas $97,3 per barel setelah sempat tertekan pada awal sesi. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya risiko konflik kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global. Laporan serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas gas South Pars milik Iran memicu kekhawatiran akan krisis energi berkepanjangan, meskipun ada upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar domestik.

Sebelumnya, harga sempat tertekan akibat lonjakan persediaan minyak sebesar 6,2 juta barel serta sikap hawkish Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 – 3,75%. Kebijakan ini mengurangi ekspektasi permintaan energi dalam jangka pendek. Namun, faktor fundamental kembali mendominasi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan distribusi energi global.

Penutupan efektif jalur strategis Selat Hormuz menjadi pendorong utama lonjakan harga karena jalur ini merupakan salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia. Meskipun pelepasan cadangan strategis dan peningkatan kapasitas kilang domestik memberikan bantalan sementara, ancaman balasan dari Teheran menjaga premi risiko tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar minyak tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang mulai terbentuk setelah harga berhasil melakukan break of structure (BOS) di area sebelumnya. Kenaikan kuat mendorong harga mendekati resistance utama di sekitar 99.700, namun muncul penolakan yang memicu koreksi jangka pendek. Saat ini harga bergerak turun menuju area support terdekat di kisaran 94.175, yang menjadi zona penting untuk menjaga momentum naik tetap valid.

Jika harga mampu bertahan di area demand 94.175 – 92.709, peluang rebound masih terbuka dengan target kembali menguji resistance hingga 99.700. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan menembus 91.379 sebagai invalidasi, maka struktur bullish berpotensi gagal dan membuka ruang penurunan lebih dalam. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di zona support sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran $4.830 per ounce pada Kamis (19/03) setelah mencatat penurunan selama enam hari berturut-turut, menjadi tren pelemahan terpanjang sejak akhir 2024. Tekanan utama datang dari sikap hawkish Federal Reserve yang memutuskan menahan suku bunga dan hanya memberi sinyal satu kali pemangkasan tahun ini. Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan akan sangat bergantung pada kemajuan yang lebih jelas dalam menekan inflasi, sehingga ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi faktor penopang harga emas sebagai aset safe haven. Konflik di Timur Tengah meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke fasilitas di Qatar yang terkait dengan produksi LNG terbesar dunia, sebagai respons terhadap serangan Israel terhadap ladang gas South Pars. Situasi ini mendorong kenaikan harga energi global, yang berpotensi memperburuk inflasi dan menambah ketidakpastian ekonomi.

Meski demikian, kenaikan harga minyak akibat konflik justru menahan laju penguatan emas. Secara tahunan, emas masih mencatat kenaikan sekitar 12%, tetapi momentumnya mulai melemah. Hal ini dipengaruhi oleh berkurangnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga serta aksi jual investor yang membutuhkan likuiditas untuk menutup margin call di aset lain. Kombinasi faktor kebijakan moneter dan risiko geopolitik membuat pergerakan emas saat ini cenderung terbatas dan penuh kehati-hatian.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah harga gagal mempertahankan area resistance di sekitar 5.016. Penolakan di zona tersebut memicu penurunan tajam hingga membentuk lower low baru di dekat 4.804, mengonfirmasi struktur tren turun. Saat ini harga sedang melakukan retracement ke area Fibonacci 38.2% – 61.8% di kisaran 4.885 – 4.935, yang menjadi zona krusial untuk menentukan kelanjutan arah. Selama harga tidak mampu kembali menembus resistance tersebut, potensi pelemahan masih terbuka.

Skenario teknikal mengindikasikan peluang lanjutan turun dengan target bertahap di 4.746 hingga 4.673, bahkan berpotensi menuju area 4.592 jika tekanan jual meningkat. Struktur market memperlihatkan adanya Break of Structure (BOS) yang menguatkan bias bearish, ditambah terbentuknya lower high pada fase koreksi saat ini. Namun, jika harga justru mampu menembus dan bertahan di atas 5.016, maka peluang pembalikan arah jangka pendek bisa terjadi, meskipun untuk saat ini dominasi seller masih terlihat lebih kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bergerak di sekitar $79 per ounce pada Rabu (18/03), melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya seiring pelaku pasar menanti keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara investor fokus pada pernyataan Ketua Jerome Powell terkait dampak volatilitas harga minyak terhadap arah kebijakan selanjutnya.

Kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin menipis. Pasar kini hanya memperkirakan satu kali penurunan sepanjang tahun, mencerminkan sikap hati-hati terhadap tekanan harga yang masih tinggi. Kondisi ini membuat pergerakan logam mulia seperti perak cenderung tertahan.

Di sisi geopolitik, eskalasi konflik terus berlanjut dengan meningkatnya serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan. Sementara itu, upaya Amerika Serikat untuk mengamankan jalur pelayaran strategis tidak mendapat dukungan luas dari sekutu. Meski demikian, sebagian kapal masih diizinkan melintas dengan syarat tertentu, menjaga aliran perdagangan tetap berjalan meski risiko global masih tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance kuat di kisaran 81,60 – 82,50. Harga membentuk struktur lower high yang mengindikasikan pelemahan tren, diperkuat dengan penolakan di zona Fibonacci 61,8%. Breakdown dari support minor serta munculnya pola konsolidasi di bawah area kunci menjadi sinyal dominasi seller dalam jangka pendek.

Selama harga bertahan di bawah resistance tersebut, potensi penurunan masih terbuka menuju support 78,20 sebagai target awal, dengan peluang lanjutan ke area 77,00 hingga 75,50. Namun, jika terjadi dorongan naik yang mampu menembus kembali level 80,80, tekanan bearish bisa mereda sementara. Konfirmasi arah berikutnya akan bergantung pada reaksi harga di area support serta pembentukan struktur lower low lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze