Indeks dolar diperdagangkan sekitar 97,5 pada Selasa (03/02), menanjak setelah rebound tajam dua hari yang didorong data ekonomi AS kuat dan pergeseran ekspektasi kebijakan The Fed. Aktivitas pabrik Amerika mengejutkan pasar dengan ekspansi, menandakan daya tahan ekonomi serta prospek laba perusahaan yang positif.

Investor kini menantikan laporan pekerjaan bulanan Jumat ini, meski publikasinya berpotensi tertunda akibat sebagian pemerintah AS tutup sementara. Kenaikan dolar awalnya dipicu pengumuman Presiden Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai pengganti Gubernur Fed Jerome Powell, yang dianggap memiliki pendekatan hawkish namun lebih moderat terhadap suku bunga.

Selain itu, Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan dengan India, memangkas tarif kedua pihak dengan syarat New Delhi menghentikan pembelian minyak Rusia. Di sisi lain, dolar melemah terhadap mata uang antipoda menjelang prediksi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia, mencerminkan sentimen pasar global yang dinamis.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada time frame 1 jam menunjukkan perubahan struktur pasar dari bearish menuju fase pemulihan. Setelah tekanan jual kuat yang mematahkan beberapa level support, harga membentuk higher low dan menembus struktur penting (BOS) ke atas. Area demand zone di kisaran 96,18–96,47 berperan sebagai fondasi kenaikan, diperkuat oleh reaksi harga yang solid serta validasi retracement Fibonacci. Kondisi ini mengindikasikan minat beli mulai mendominasi setelah fase distribusi sebelumnya berakhir.

Secara teknikal, DXY kini berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 97,72 hingga 97,87, yang bertepatan dengan ekstensi Fibonacci dan zona reaksi sebelumnya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena di atasnya terdapat supply zone kuat yang berpotensi menahan laju harga. Selama harga bertahan di atas demand dan struktur bullish terjaga, peluang kenaikan masih terbuka, sementara penurunan di bawah area kunci dapat mengubah bias pasar dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

WTI crude oil kembali mendapat tekanan jual dan sempat turun di bawah level US$62 per barel, mengikuti penurunan tajam yang menjadi koreksi terbesar dalam enam bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menunjukkan sinyal pembicaraan kembali yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah, sehingga risk premium di pasar minyak ikut menyusut. OPEC+ juga menegaskan akan mempertahankan volume produksi pada bulan Maret, yang mendukung kondisi pasokan yang longgar di tengah permintaan global yang kurang kuat saat ini.

Selain faktor diplomasi, kebijakan perdagangan turut memainkan peran penting dalam dinamika harga. Pernyataan mengenai pengurangan tarif terhadap barang-barang India dan komitmen negara tersebut untuk mengurangi pembelian minyak dari Rusia memperkuat sentimen pasar terhadap suplai yang lebih stabil, sementara hal ini melemahkan tekanan harga lebih lanjut. Dalam konteks yang lebih luas, pasar kini terus menimbang berbagai variabel geopolitik, kebijakan energi dan laporan persediaan minyak global untuk menentukan arah pergerakan crude, yang diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik USOIL timeframe 30 menit memperlihatkan harga WTI berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area resistance 63.50. Penolakan kuat di zona tersebut memicu penurunan cepat hingga kembali ke kisaran 61.70, yang kini menjadi titik krusial jangka pendek. Struktur harga membentuk pola konsolidasi menurun dengan garis tren turun yang membatasi pergerakan, menandakan dominasi penjual masih cukup besar selama harga bergerak di bawah area tersebut.

Dari sisi teknikal, reaksi harga di sekitar level Fibonacci 23,6% hingga 38,2% menunjukkan upaya pantulan yang lemah. Jika WTI menembus 61.17, tekanan berpotensi berlanjut menuju 60.50 bahkan 59.70 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, pemulihan baru akan terlihat apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 62.60, yang dapat membuka peluang kenaikan menuju 63.50 kembali.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% hingga menembus level $4.770 per ons pada perdagangan Selasa (03/02), dipicu aksi bargain hunting setelah dua sesi tekanan jual yang sangat tajam. Logam mulia ini sebelumnya sempat anjlok hampir 5% dalam satu hari, memperpanjang penurunan besar pada Jumat yang menjadi koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Gelombang jual dipicu oleh kabar pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden Trump sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Warsh dinilai memiliki sikap lebih hawkish dibanding kandidat lain, sehingga memunculkan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Prospek suku bunga tinggi lebih lama sempat menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik dolar AS dan obligasi.

Meski volatilitas meningkat, emas tetap mendapat dukungan kuat dari pembelian masif bank sentral dan fenomena debasement trade, di mana investor beralih ke aset fisik dari mata uang serta surat utang di tengah kekhawatiran fiskal global. Ketidakpastian ekonomi dunia dan isu independensi The Fed turut memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai yang aman.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik XAUUSD timeframe 30 menit menunjukkan emas sedang membangun struktur pemulihan setelah fase penurunan tajam. Harga berhasil membentuk rangkaian higher low di atas area support dinamis sekitar 4.600–4.650 yang kini menjadi zona krusial. Garis tren naik yang terbentuk sejak titik terendah terakhir masih terjaga, menandakan tekanan beli perlahan menguat. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat menuju resistance 4.815 hingga 4.930.

Dari sisi teknikal, pantulan dari level Fibonacci 50% dan 61,8% memperlihatkan reaksi beli yang solid, diperkuat sinyal perubahan karakter (ChoCH) pada struktur harga. Jika emas mampu menembus area 4.815 secara konsisten, maka potensi akselerasi naik menuju zona likuiditas di atas 5.000 semakin besar. Namun, penurunan kembali di bawah 4.600 akan membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melemah lebih dari tiga persen mendekati kisaran enam puluh tiga dolar per barel pada perdagangan Senin (02/02), terkoreksi dari puncak beberapa bulan terakhir. Penurunan ini terjadi seiring meredanya premi risiko geopolitik setelah muncul sinyal kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Presiden Trump bahwa Teheran “serius berbicara” dengan Washington memperkuat ekspektasi pasar bahwa ketegangan yang sebelumnya memanas mulai mereda.

Situasi ini berbalik dari kondisi bulan lalu ketika ancaman aksi militer dan peringatan balasan mendorong lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Saat itu, pasar bereaksi cepat terhadap potensi risiko di jalur distribusi energi global, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi rute vital perdagangan minyak dunia.

Tanda de-eskalasi semakin jelas setelah laporan bahwa pasukan laut Garda Revolusi Iran tidak berencana menggelar latihan tembak di wilayah tersebut. Di sisi lain, keputusan OPEC+ untuk mempertahankan tingkat produksi pada Maret sesuai kebijakan pembekuan pasokan sebelumnya turut menjaga keseimbangan suplai. Kombinasi meredanya ketegangan dan stabilnya kebijakan produksi membuat tekanan jual mendominasi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik USOIL timeframe satu jam menunjukkan penolakan kuat di area supply zone setelah harga gagal melanjutkan kenaikan dan membentuk pola weak high. Terlihat change of character yang diikuti penembusan struktur naik sebelumnya, menandakan pergeseran kendali dari pembeli ke penjual. Reaksi di beberapa level Fibonacci memperlihatkan bahwa setiap upaya pemulihan cepat kembali ditekan, mencerminkan dominasi tekanan jual dalam fase ini.

Harga kini mendekati demand zone yang berpotensi memicu pantulan teknikal jangka pendek. Namun selama pergerakan tertahan di bawah zona suplai terdekat, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka menuju area likuiditas berikutnya. Osilator yang bergerak di wilayah lemah turut mengonfirmasi momentum bearish, sehingga reli yang terjadi cenderung bersifat sementara sebelum tekanan kembali muncul.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak anjlok lebih dari lima persen ke sekitar delapan puluh dolar per ons pada perdagangan Senin (02/02), melanjutkan tekanan berat setelah kejatuhan ekstrem pada Jumat yang menjadi penurunan harian terdalam sepanjang sejarahnya. Sentimen negatif dipicu kabar bahwa Presiden AS Donald Trump berencana menunjuk Kevin Warsh, tokoh yang dikenal berpandangan hawkish sebagai ketua Federal Reserve berikutnya. Informasi ini memicu gelombang aksi ambil untung setelah reli panjang yang sebelumnya membawa perak menembus rekor tertinggi.

Kenaikan tajam sebelumnya didorong defisit struktural pasokan perak di pasar global serta fenomena debasement trade, ketika investor mengalihkan dana dari mata uang dan obligasi ke aset fisik di tengah kekhawatiran lonjakan utang pemerintah. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, disertai keraguan terhadap independensi bank sentral AS, memperkuat daya tarik perak sebagai aset lindung nilai di tengah kondisi yang tidak menentu.

Namun, euforia tersebut berubah menjadi tekanan saat pembelian berbasis momentum mulai berbalik arah. Spekulan, terutama dari Tiongkok, merealisasikan keuntungan dalam jumlah besar sehingga mempercepat koreksi harga. Kombinasi perubahan ekspektasi kebijakan moneter, likuidasi posisi spekulatif, dan aksi profit taking menciptakan volatilitas tinggi yang menandai fase penyesuaian setelah reli agresif di pasar perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik XAGUSD timeframe satu jam memperlihatkan perubahan struktur signifikan setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area supply zone. Terbentuknya change of character di puncak diikuti penembusan rangkaian higher low, menandakan peralihan kendali dari pembeli ke penjual. Penurunan tajam membawa harga menembus beberapa level Fibonacci penting tanpa reaksi berarti, menunjukkan tekanan jual yang dominan dan likuidasi posisi besar dalam waktu singkat.

Saat ini harga memasuki demand zone kuat di area dasar terbaru yang berpotensi memicu pantulan teknikal jangka pendek. Namun selama pergerakan masih tertahan di bawah zona suplai terdekat, peluang penurunan lanjutan tetap terbuka menuju likuiditas berikutnya. Osilator di bagian bawah grafik juga berada di wilayah lemah, mencerminkan momentum bearish yang masih aktif meski ruang pullback terbuka sebelum arah turun berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas anjlok lebih dari 3% hingga di bawah $4.720 per ons pada perdagangan Senin (02/02), melanjutkan tekanan tajam dari sesi sebelumnya yang mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari satu dekade. Kejatuhan besar pada Jumat dipicu laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana mencalonkan Kevin Warsh, figur yang dikenal hawkish untuk memimpin Federal Reserve. Sentimen ini memicu aksi ambil untung setelah reli panjang yang sempat membawa logam mulia ke rekor tertinggi.

Kenaikan emas sebelumnya ditopang permintaan kuat bank sentral serta fenomena debasement trade, ketika investor beralih dari mata uang dan obligasi ke aset fisik di tengah kekhawatiran lonjakan utang pemerintah. Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, ditambah kekhawatiran atas independensi The Fed, turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Arus beli berbasis momentum juga mempercepat penguatan harga dalam waktu singkat.

Namun, euforia tersebut berubah menjadi tekanan saat spekulan terutama dari Tiongkok merealisasikan keuntungan, memperparah koreksi yang terjadi. Kombinasi perubahan ekspektasi kebijakan moneter, aksi profit taking, dan likuidasi posisi spekulatif menciptakan volatilitas ekstrem di pasar emas, menandai fase penyesuaian setelah reli yang sangat agresif.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik XAUUSD timeframe satu jam menunjukkan perubahan struktur yang tegas setelah harga gagal bertahan di puncak dan membentuk change of character di area distribusi. Penurunan tajam mematahkan rangkaian higher low sebelumnya, menandai pergeseran kontrol dari pembeli ke penjual. Zona Fibonacci memperlihatkan reaksi kuat di kisaran retracement menengah sebelum tekanan jual berlanjut hingga menembus level psikologis penting. Area sekitar dasar terbaru kini menjadi demand zone krusial yang menentukan apakah harga mampu melakukan pemantulan teknikal atau melanjutkan pelemahan.

Proyeksi gelombang memperlihatkan potensi fase korektif singkat sebelum tren turun berkembang lebih dalam menuju ekstensi berikutnya. Selama harga bertahan di bawah area suplai terdekat, peluang penurunan tetap dominan dengan target bertahap ke zona likuiditas di bawahnya. Indikator osilator di bagian bawah grafik juga berada di wilayah lemah, mengindikasikan momentum bearish masih aktif meski peluang pullback terbuka dalam jangka sangat pendek. Struktur ini memberi gambaran bahwa reli selanjutnya cenderung bersifat sementara sebelum tekanan jual kembali muncul.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI turun ke bawah area 65 dolar AS per barel pada Jumat (30/01), meski masih berada di jalur kinerja bulanan terbaik sejak pertengahan 2023. Pergerakan ini tetap ditopang meningkatnya premi risiko geopolitik, yang menjaga sentimen pasar energi meski tekanan jangka pendek muncul.

Fokus utama pasar tertuju pada kembali memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran. Seruan Presiden AS Donald Trump untuk membuka pembicaraan nuklir dibalas peringatan keras dari Teheran, memicu kekhawatiran gangguan pengiriman energi. Selat Hormuz menjadi sorotan karena jalur sempit ini memegang peran vital bagi arus minyak mentah dan LNG global setiap hari.

Selain faktor Timur Tengah, harga minyak sepanjang bulan ini juga terdorong ketegangan geopolitik di Venezuela, gangguan produksi di Kazakhstan, pembekuan output di AS, serta pengetatan pembelian minyak Rusia. Kombinasi risiko pasokan tersebut mampu mengimbangi ekspektasi kelebihan produksi, menjaga harga energi tetap kuat sepanjang awal tahun.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Oil menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal menembus area supply zone dan membentuk pola penolakan di puncak kenaikan. Struktur Change of Character mengindikasikan pergeseran sentimen dari dominasi beli menuju tekanan jual, diperkuat breakdown dari pola konsolidasi segitiga. Harga kini bergerak di bawah area Fibonacci menengah, mencerminkan momentum bullish yang mulai memudar.

Selama pergerakan tertahan di bawah zona resistensi, potensi koreksi lanjutan menuju area demand berikutnya masih terbuka. Namun, peluang pantulan teknikal dapat muncul apabila harga mampu bertahan di support kunci sebelum menentukan arah selanjutnya. Kondisi indikator momentum yang melemah menegaskan pasar sedang memasuki fase penyesuaian dengan volatilitas yang tetap tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melemah sekitar empat persen menuju area 110 dolar AS per ons pada Jumat (30/01), terkoreksi dari rekor tertinggi sepanjang masa akibat aksi ambil untung investor. Penguatan dolar AS turut menekan pergerakan logam mulia ini setelah reli tajam yang berlangsung cukup agresif dalam beberapa sesi terakhir.

Meski mengalami koreksi jangka pendek, perak tetap mencatat kinerja bulanan yang luar biasa dengan kenaikan lebih dari 50 persen, menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah. Lonjakan tersebut didorong ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang berkelanjutan, sehingga meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai, seiring melemahnya kepercayaan terhadap mata uang utama.

Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengumuman calon ketua Federal Reserve, yang disebut-sebut mengarah pada Kevin Warsh. Selain faktor kebijakan, pasar fisik yang semakin ketat dengan lonjakan permintaan investasi dan industri menjadi penopang kuat, menjaga prospek perak tetap menarik meski volatilitas meningkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD menunjukkan tanda pembalikan setelah harga tertahan di area supply zone dan membentuk penolakan kuat dari puncak kenaikan. Munculnya struktur Change of Character menandakan pergeseran momentum dari dominasi beli ke tekanan jual, diperkuat kegagalan harga bertahan di atas area Fibonacci retracement atas. Kondisi ini membuka ruang koreksi lanjutan dalam kanal tren yang mulai kehilangan kemiringannya.

Selama perak bergerak di bawah area resistensi dinamis, potensi penurunan menuju zona demand berikutnya masih terbuka. Namun, pantulan teknikal dapat terjadi apabila harga mampu bertahan di support terdekat, sebelum menentukan arah lanjutan. Pelemahan indikator momentum mengonfirmasi pasar sedang berada dalam fase penyesuaian dengan volatilitas yang tetap tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun ke bawah level 5.200 dolar AS per ons pada Jumat (30/01), melanjutkan koreksi akibat aksi ambil untung setelah reli tajam sebelumnya. Meski melemah harian, logam mulia ini tetap mencatat kenaikan bulanan di atas 20 persen, menjadi performa terkuat sejak era 1980-an dan menunjukkan minat investor yang masih solid.

Penguatan emas sepanjang bulan ini didorong pelemahan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Tekanan baru muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif terkait tarif bagi negara yang memasok minyak ke Kuba, yang turut menekan Meksiko. Ancaman tarif tambahan terhadap Korea Selatan juga memperbesar kekhawatiran pasar terhadap perang dagang lanjutan.

Di sisi lain, Trump meremehkan pelemahan dolar ke level terendah empat tahun, memberi sinyal toleransi terhadap mata uang yang lebih lemah di tengah kritik pada The Federal Reserve. Ketegangan geopolitik pun tetap tinggi setelah seruan dialog nuklir kepada Iran dibalas dengan ancaman respons keras, menjaga emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD terlihat memasuki fase koreksi setelah gagal melanjutkan kenaikan dari area supply zone. Munculnya struktur Change of Character menandakan pelemahan momentum beli, diperkuat penolakan harga di area Fibonacci retracement bagian atas. Tekanan jual mendorong emas bergerak turun menuju area support yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance, mencerminkan perubahan dinamika pasar dari agresif ke lebih hati-hati.

Selama harga bertahan di atas zona support kunci, peluang pantulan teknikal masih terbuka dengan target ke area retracement menengah. Namun, jika level tersebut ditembus bersih, potensi penurunan lanjutan menuju strong demand berikutnya semakin besar. Indikator momentum yang melemah turut mengonfirmasi bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatilitas tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil naik mendekati $64 per barel pada perdagangan Kamis (29/01), mencatat kenaikan tiga sesi berturut-turut dan menyentuh level tertinggi sejak akhir September. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global setelah Amerika Serikat memperingatkan kemungkinan aksi militer jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir. Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kesiapan armada laut AS di kawasan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik yang langsung tercermin pada lonjakan harga minyak.

Timur Tengah yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan minyak dunia menjadi sorotan utama investor. Risiko eskalasi konflik dinilai dapat menghambat distribusi energi, terutama jika terjadi gangguan di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak mentah dan LNG. Iran menyatakan terbuka untuk dialog, namun juga memperingatkan akan memberikan respons besar jika mendapat provokasi, sembari memperkuat jalur diplomasi dengan negara-negara kawasan untuk mencegah situasi semakin memanas.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS ke level terendah hampir empat tahun turut mendukung kenaikan harga komoditas berbasis dolar. Kondisi ini membuat minyak mentah lebih menarik bagi pembeli global karena menjadi relatif lebih murah dalam mata uang lain. Kombinasi ketegangan geopolitik dan faktor mata uang tersebut menjadi pendorong utama reli harga WTI dalam beberapa sesi terakhir.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI USOIL pada timeframe satu jam menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah terjadi Break of Structure di area 63.34. Pergerakan naik membentuk higher high dan higher low yang menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga berada di dekat area resistance minor sekitar 63.70 – 64.20, yang sebelumnya menjadi titik reaksi jual. Selama tidak ada penutupan candle kuat di bawah area struktur tersebut, peluang kelanjutan tren naik masih terbuka.

Area demand zone terlihat jelas di rentang 62.30 – 62.80 yang beririsan dengan level Fibonacci retracement, menjadi zona pantul potensial jika terjadi koreksi. Level 61.90 menjadi batas invalidasi support yang perlu diperhatikan karena penembusan di bawahnya dapat memicu perubahan momentum jangka pendek. Skenario ideal bagi buyer adalah menunggu pullback sehat ke area demand sebelum melanjutkan dorongan menuju resistance berikutnya di atas 64.20.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze