Harga emas melonjak lebih dari 1% hingga menembus level $5.030 per ounce pada awal pekan, menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah penantian pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai krusial dalam memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Laporan tenaga kerja Januari yang dijadwalkan rilis Rabu lusa diperkirakan menunjukkan stabilisasi pasar kerja, sementara data inflasi pada Jumat akan menjadi acuan penting bagi investor global.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan politik di Jepang. Kemenangan telak Perdana Menteri petahana, Sanae Takaichi, memicu ekspektasi kebijakan fiskal yang lebih longgar serta potensi pelemahan yen lebih lanjut. Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian nilai tukar dan kebijakan ekonomi global yang masih dinamis.

Dukungan tambahan berasal dari permintaan bank sentral yang tetap solid. Bank sentral China tercatat melanjutkan pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari, mempertegas tren diversifikasi cadangan devisa. Di sisi geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada kelanjutan dialog Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan meredakan ketegangan dan mencegah potensi konflik militer, sehingga turut mempengaruhi pergerakan harga logam mulia di pasar internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD timeframe satu jam menunjukkan struktur pemulihan setelah membentuk dasar kuat di area rendah sebelumnya. Harga berhasil keluar dari fase penurunan dengan membentuk rangkaian higher low dan menembus garis tren turun, menandakan perubahan karakter pergerakan. Saat ini emas bergerak mendekati area supply sekaligus resistance penting di sekitar puncak terakhir, sementara zona demand di bawahnya menjadi penopang jika terjadi koreksi sehat sebelum kelanjutan kenaikan.

Selama harga bertahan di atas area demand tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan potensi uji ulang resistance terdekat hingga membentuk puncak baru. Namun, kegagalan menjaga struktur ini dapat memicu tekanan jual menuju level invalidasi di bawahnya. Dengan kombinasi struktur market, retracement Fibonacci, dan zona likuiditas, skenario pullback terukur lebih ideal sebelum kelanjutan tren naik pada XAUUSD.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak sempat anjlok tajam hingga mendekati USD 64 per ounce sebelum kembali pulih ke atas area USD 70, mencerminkan tingginya volatilitas pasar global. Tekanan kuat ini dipicu aksi deleveraging besar-besaran yang membuat logam putih kehilangan lebih dari empat puluh persen nilainya dari puncak akhir Januari, sekaligus menghapus seluruh kenaikan sepanjang tahun.

Sebelumnya, perak bersama logam mulia lain sempat melesat ke rekor tertinggi akibat meningkatnya risiko geopolitik, ketidakpastian ekonomi, serta kekhawatiran terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat. Lonjakan tersebut diperkuat oleh minat lindung nilai dan aktivitas spekulatif yang agresif, khususnya dari pelaku pasar Asia, sehingga membentuk reli yang rapuh terhadap perubahan sentimen.

Tekanan semakin dalam ketika dolar AS menguat tajam menyusul penunjukan figur ketua Federal Reserve yang dipandang lebih hawkish. Kondisi ini mempersempit daya tarik aset safe haven dan membuat pergerakan perak jauh lebih ekstrem dibanding logam mulia lain, karena arus spekulasi mendominasi dinamika fundamental penawaran dan permintaan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD masih berada dalam tekanan setelah harga bergerak di dalam descending channel dan gagal mempertahankan area atas. Struktur lower high yang terbentuk menegaskan dominasi seller, sementara pantulan yang terjadi sejauh ini masih bersifat korektif. Selama harga tertahan di bawah garis tren turun, potensi kelanjutan pelemahan tetap lebih dominan dibanding peluang pembalikan arah.

Dari sisi level teknikal, area bawah yang berdekatan dengan Fibonacci retracement penting menjadi zona krusial untuk menguji kekuatan buyer. Reaksi positif dari area tersebut dapat membuka peluang pullback menuju resistance terdekat. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan support gagal bertahan, risiko penurunan lanjutan masih terbuka lebar, sehingga konfirmasi pergerakan harga menjadi kunci sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil turun ke bawah area USD 63 per barel pada Jumat (06/02), melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya dan mengarah pada penurunan mingguan pertama dalam enam pekan. Fokus pasar tertuju pada agenda perundingan antara Iran dan Amerika Serikat, yang meredakan kekhawatiran jangka pendek terkait potensi konflik dan gangguan pasokan global.

Konfirmasi dari Iran mengenai berlangsungnya negosiasi turut menekan sentimen bullish, mengingat negara tersebut merupakan salah satu produsen utama OPEC dengan kontribusi besar terhadap suplai minyak dunia. Meski demikian, perbedaan pandangan mengenai ruang lingkup pembahasan membuat pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap hasil konkret dari dialog tersebut.

Dari sisi pasokan, keputusan Arab Saudi memangkas harga jual minyak ke pasar Asia ke level terendah sejak akhir 2020 memperkuat sinyal kelebihan suplai. Namun, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan menunjukkan keyakinan bahwa permintaan tetap solid. Di sisi lain, dinamika geopolitik Rusia–Ukraina dan perkembangan komunikasi militer antara Washington dan Moskow terus menjadi faktor tambahan yang memengaruhi pergerakan harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil saat ini menunjukkan tekanan lanjutan setelah harga gagal bertahan di area supply dan membentuk struktur lower high. Pola ini menandakan dominasi seller masih kuat, diperkuat oleh penolakan harga di area Fibonacci penting yang berdekatan dengan golden ratio. Selama harga bergerak di bawah garis tren menurun, bias pelemahan cenderung tetap terjaga.

Dari sisi support, area demand di bawah menjadi zona krusial yang berpotensi memicu reaksi teknikal. Pantulan jangka pendek masih memungkinkan jika harga merespons area tersebut dengan kuat, namun kegagalan bertahan dapat membuka ruang penurunan lebih dalam menuju support berikutnya. Pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi struktur sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas masih relatif tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melemah ke kisaran $4.750 per ounce pada Jumat (06/02), memperpanjang koreksi tajam setelah turun 3,8% di sesi sebelumnya. Tekanan jual yang masih dominan membuat logam mulia ini berada di jalur penurunan mingguan kedua berturut-turut, usai reli panjang yang mencetak rekor berulang sepanjang Januari.

Pelemahan ini terjadi setelah sentimen pasar mulai berubah. Ketegangan geopolitik yang mereda, menyusul konfirmasi dialog antara Iran dan Amerika Serikat di Oman, mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Selain itu, aksi spekulatif yang sebelumnya kuat, khususnya dari pasar Tiongkok, mulai mereda seiring investor melakukan aksi ambil untung.

Dari sisi ekonomi AS, data tenaga kerja menunjukkan sinyal pelemahan. Pemutusan hubungan kerja mencapai 108,4 ribu pada Januari, tertinggi untuk bulan tersebut sejak 2009, sementara klaim pengangguran dan data ADP juga berada di bawah ekspektasi. Kondisi ini memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini, dengan pasar mulai mengantisipasi langkah awal pada Juni.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD masih berada dalam tekanan setelah harga gagal bertahan di area atas dan membentuk pola descending channel. Struktur ini menandakan dominasi seller yang belum sepenuhnya melemah, meski penurunan mulai melambat. Reaksi harga di sekitar area Fibonacci menengah menunjukkan pasar sedang mencari keseimbangan baru, dengan volatilitas yang cenderung menyempit menjelang penentuan arah berikutnya.

Dari sisi teknikal, zona demand di area bawah menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu pantulan teknis. Selama level tersebut mampu dipertahankan, peluang pullback menuju resistance terdekat tetap terbuka. Namun jika tekanan jual kembali menguat dan support gagal bertahan, risiko penurunan lanjutan masih relevan. Investor disarankan mencermati konfirmasi candlestick dan volume sebelum mengambil keputusan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI turun lebih dari satu persen mendekati $64 per barel pada Kamis (05/02), menghentikan kenaikan dua hari sebelumnya setelah Iran memastikan akan menggelar pembicaraan dengan Amerika Serikat pekan ini. Kabar tersebut meredakan kekhawatiran pasar bahwa konflik yang lebih luas di Timur Tengah dapat mengganggu arus pasokan energi global. Sentimen risiko yang sebelumnya mendorong reli kini mulai memudar seiring meredanya premi geopolitik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa pertemuan akan berlangsung di Oman, sementara pejabat Gedung Putih mengonfirmasi rencana dialog terkait potensi kesepakatan nuklir. Meski demikian, ketidakpastian masih menyelimuti ruang lingkup negosiasi karena masing-masing pihak memiliki fokus berbeda dalam agenda pembahasan. Hal ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam merespons perkembangan terbaru.

Sebelumnya, harga minyak sempat menguat tajam selama dua sesi akibat meningkatnya ketegangan kawasan yang memicu kekhawatiran gangguan distribusi. Dengan munculnya peluang diplomasi, tekanan beli mulai berkurang dan mendorong koreksi harga. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar energi sangat sensitif terhadap perubahan dinamika geopolitik yang memengaruhi persepsi risiko pasokan.

OPINI ANALIS TRAZE

USOIL pada timeframe tiga puluh menit bergerak konsolidatif di atas zona demand setelah penurunan tajam sebelumnya tertahan di area support kunci. Harga membentuk struktur higher low di dalam garis tren naik, menandakan minat beli mulai muncul kembali dari area bawah. Reaksi kuat di sekitar level Fibonacci 61,8% hingga 78,6% memperlihatkan bahwa wilayah ini menjadi pijakan penting bagi potensi pemulihan jangka pendek.

Selama harga mampu bertahan di atas zona demand tersebut, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance di sekitar level 0% Fibonacci dan area supply terdekat. Skenario ini didukung oleh pola pantulan yang konsisten dari support dinamis. Namun, jika terjadi penembusan di bawah support utama, tekanan jual berisiko membawa harga turun lebih dalam menuju ekstensi Fibonacci berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak anjlok tajam hingga mendekati $80 per ons pada Kamis (05/02), mematahkan pemulihan dua hari sebelumnya di tengah tekanan jual baru dan lonjakan volatilitas pasar logam mulia. Harapan aksi beli di harga rendah belum mampu menahan pelemahan, karena rebound sebelumnya gagal bertahan. Kondisi ini menandakan sentimen masih rapuh, sehingga pergerakan perak cenderung mengikuti arus tekanan yang lebih besar di pasar global.

Pelemahan terjadi bersamaan dengan penguatan dolar AS setelah sinyal hawkish dari Federal Reserve memperkuat ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga akan berjalan lebih lambat. Nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed turut menjadi perhatian, mengingat pandangannya yang mendukung neraca bank sentral lebih ramping dan pendekatan hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan. Kombinasi faktor ini membuat investor mengurangi eksposur pada aset lindung nilai.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik sedikit mereda setelah Amerika Serikat dan Iran menjadwalkan perundingan baru. Meski demikian, ruang lingkup pembahasan masih belum jelas karena masing-masing pihak memiliki fokus berbeda dalam negosiasi. Situasi ini menciptakan ketidakpastian tambahan yang ikut memengaruhi arah pergerakan komoditas, termasuk perak di pasar internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

XAG/USD pada timeframe satu jam memperlihatkan pelemahan setelah harga gagal menembus area resistance yang berimpit dengan zona supply. Kenaikan sebelumnya membentuk pola rising channel, namun penolakan di sekitar level Fibonacci 78,6% hingga 100% memicu tekanan jual yang signifikan. Struktur pergerakan mulai membentuk lower high disertai break kecil pada support terdekat, memberi sinyal bahwa momentum naik mulai memudar dan potensi pembalikan arah semakin kuat.

Selama harga tertahan di bawah area invalidasi tersebut, peluang koreksi lanjutan masih terbuka menuju zona support utama di bawah. Proyeksi Fibonacci extension menunjukkan target penurunan bertahap ke level 0% hingga -61,8% yang berdekatan dengan area demand. Skenario bearish ini tetap dominan selama tidak ada penutupan harga yang mampu kembali menembus resistance, sehingga bias teknikal perak cenderung melemah dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun ke kisaran $4.930 per ons pada Kamis (05/02), menghentikan kenaikan dua hari sebelumnya akibat penguatan dolar AS setelah Federal Reserve memberi sinyal kehati-hatian terhadap pemangkasan suku bunga. Gubernur The Fed Lisa Cook menegaskan belum mendukung pelonggaran tambahan karena risiko inflasi yang masih tinggi, meski pasar tenaga kerja mulai melambat. Pernyataan ini, ditambah nominasi Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed yang dikenal lebih hawkish, membuat pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga akan berjalan lebih lambat dari ekspektasi sebelumnya.

Dari sisi data ekonomi, laporan tenaga kerja ADP menunjukkan pertumbuhan payroll swasta yang lebih lemah dari perkiraan. Namun, hasil ISM Services PMI justru melampaui ekspektasi, memberi gambaran bahwa sektor jasa AS tetap solid. Kombinasi data yang beragam ini memperkuat sikap hati-hati bank sentral dan mendorong penguatan mata uang dolar, sehingga menekan pergerakan logam mulia di pasar global.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih membayangi meskipun kedua negara berencana melanjutkan perundingan nuklir di Oman. Washington juga belum menutup kemungkinan aksi militer jika situasi memburuk. Sebelumnya, emas sempat melonjak lebih dari 6% dalam sepekan, mencatat kenaikan intraday terbesar sejak 2008, dipicu aksi beli saat harga terkoreksi tajam dari rekor tertinggi pekan lalu.

OPINI ANALIS TRAZE

XAU/USD menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal bertahan di area resistance kunci yang berdekatan dengan zona supply. Harga sempat menanjak mengikuti garis tren naik, namun penolakan kuat di sekitar level Fibonacci 78,6% hingga 100% memicu tekanan jual baru. Struktur market mulai membentuk lower high, menandakan potensi perubahan arah jangka pendek. Break minor support di bawahnya memperkuat sinyal bahwa momentum bullish mulai kehilangan tenaga.

Selama harga tetap berada di bawah area supply tersebut, peluang koreksi lebih dalam masih terbuka menuju zona demand berikutnya di kisaran bawah. Proyeksi Fibonacci extension mengarah ke target penurunan bertahap, dengan potensi uji support di level 0% hingga -27,2%. Skenario ini akan tetap dominan selama tidak ada penutupan harga yang mampu kembali menembus resistance invalidasi, sehingga bias teknikal cenderung bearish dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak kembali menguat setelah tekanan ekstrem yang sempat mengguncang pasar logam. Meredanya volatilitas membuka ruang bagi pelaku pasar untuk kembali masuk, terutama pembeli yang memanfaatkan pelemahan harga sebelumnya. Berkurangnya aksi jual paksa membuat pergerakan perak terlihat lebih stabil dalam jangka pendek.

Dari sisi sentimen global, meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong minat terhadap aset lindung nilai. Kondisi tersebut menjaga daya tarik perak tetap kuat di tengah ketidakpastian arah ekonomi dan politik dunia. Faktor ini menjadi penopang tambahan bagi harga yang tengah mencoba membangun momentum pemulihan.

Secara fundamental, ketidakseimbangan pasokan struktural dan kebutuhan industri yang konsisten masih menjadi dasar kekuatan perak. Lonjakan harga pada periode sebelumnya dipicu kekhawatiran nilai mata uang dan stabilitas kebijakan moneter, diperkuat aktivitas spekulatif. Perubahan sentimen pasar kini membentuk fase baru yang lebih selektif, dengan fokus pada keseimbangan antara permintaan riil dan ekspektasi investor.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe satu jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual tajam sebelumnya. Harga membentuk struktur kenaikan bertahap yang ditandai perubahan karakter tren dan penembusan minor resistance, mengindikasikan momentum beli mulai mendominasi. Selama harga bertahan di atas area support utama, peluang lanjutan penguatan masih terbuka.

Dari sisi teknikal, area Fibonacci menjadi acuan penting untuk memantau potensi reaksi harga. Zona resistensi terdekat berpeluang memicu koreksi sehat sebelum arah selanjutnya terbentuk. Secara umum, bias perak cenderung konstruktif dengan fokus pada kekuatan harga di atas level kunci sebagai konfirmasi tren berkelanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melanjutkan penguatan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Insiden keamanan di jalur pelayaran strategis memicu kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga mendorong pelaku pasar kembali mengoleksi aset energi. Meski jalur diplomasi masih terbuka, sentimen risiko tetap mendominasi pergerakan harga.

Dukungan tambahan datang dari data persediaan minyak Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan signifikan stok mingguan. Kondisi ini mencerminkan permintaan yang relatif solid di tengah ketidakpastian global. Jika data resmi mengonfirmasi tren tersebut, pasar berpotensi mempertahankan bias positif dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental, prospek permintaan minyak diperkirakan membaik secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. OPEC+ juga akan menentukan arah kebijakan produksi selanjutnya, yang menjadi katalis penting bagi pasar. Kombinasi faktor geopolitik, pasokan, dan ekspektasi permintaan membuat harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe satu jam menunjukkan perubahan struktur setelah harga memantul kuat dari area demand. Reaksi agresif di zona support menandakan minat beli yang solid, diperkuat oleh munculnya perubahan karakter tren sebagai sinyal awal pembalikan arah. Selama harga mampu bertahan di atas area kunci tersebut, peluang kelanjutan penguatan masih terjaga.

Secara teknikal, harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi sehat sebelum berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area supply terdekat. Level Fibonacci menjadi panduan penting untuk mengamati reaksi pasar pada setiap tahapan kenaikan. Selama tekanan jual tidak mendominasi di area resistance, bias pergerakan minyak cenderung positif dengan skenario kenaikan bertahap.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menembus level psikologis setelah bangkit tajam, didorong aksi beli saat harga terkoreksi dalam. Lonjakan kuat pada sesi sebelumnya menjadi sinyal minat pasar yang masih solid, terutama dari investor yang memanfaatkan pelemahan jangka pendek untuk masuk ke aset lindung nilai ini.

Sentimen geopolitik turut memperkuat daya tarik emas sebagai safe haven. Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar, meski upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran masih berlanjut. Kondisi tersebut menjaga permintaan emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.

Dari sisi kebijakan moneter, harapan pemangkasan suku bunga agresif sedikit mereda seiring perubahan kepemimpinan di bank sentral AS. Namun, pasar masih memperkirakan penurunan suku bunga dalam periode mendatang. Penundaan rilis data ketenagakerjaan akibat isu anggaran pemerintah juga menambah ketidakjelasan arah ekonomi, sehingga emas tetap relevan sebagai aset pelindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual kuat sebelumnya. Harga berhasil membentuk struktur kenaikan bertahap, ditandai perubahan karakter tren dan penembusan struktur minor. Area sekitar level kunci menjadi penopang penting yang menjaga momentum tetap positif, selama harga bertahan di atas zona tersebut peluang lanjutan kenaikan masih terbuka.

Dari sisi teknikal, area retracement Fibonacci menyoroti potensi reaksi harga sebelum melanjutkan arah. Target kenaikan berada di zona resistensi terdekat yang sejalan dengan level ekstensi, sementara skenario koreksi wajar dapat terjadi sebagai pullback sehat. Secara keseluruhan, bias emas cenderung konstruktif dengan fokus pada kekuatan harga di atas support utama sebagai konfirmasi tren lanjutan.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze