Harga minyak WTI melesat mendekati USD 65 per barel pada perdagangan Kamis (12/02), melanjutkan penguatan sebelumnya dan bergerak di sekitar level tertinggi dalam hampir lima bulan. Sentimen pasar masih didominasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meski Presiden Donald Trump menyampaikan keinginan mencapai kesepakatan dengan Teheran usai pertemuan kawasan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pelaku pasar tetap mencermati potensi eskalasi militer yang bisa mengganggu pasokan global.

Kekhawatiran terhadap risiko suplai menjadi penopang utama pergerakan minyak mentah. Namun, ruang kenaikan tertahan setelah laporan EIA menunjukkan persediaan minyak AS melonjak 8,5 juta barel pekan lalu, tertinggi sejak akhir Juni. Lonjakan stok ini memicu spekulasi bahwa permintaan domestik belum cukup kuat untuk menyerap peningkatan produksi.

Di sisi lain, OPEC mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan global tahun 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 1,38 juta barel per hari dan 1,34 juta barel per hari, tanpa perubahan pada outlook pasokan non-OPEC. Pasar kini menanti laporan bulanan IEA yang berpotensi kembali menyoroti kemungkinan surplus global, faktor yang dapat memengaruhi arah harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga minyak WTI pada timeframe satu jam masih bergerak dalam struktur bullish setelah membentuk rangkaian higher low dan breakout area konsolidasi sebelumnya. Harga kini berada di sekitar level Fibonacci 38,2%–50% dengan pantulan dari demand zone yang terlihat kuat. Selama bertahan di atas area support tersebut, peluang melanjutkan kenaikan menuju supply zone di kisaran atas tetap terbuka, dengan potensi uji ulang area puncak terbaru.

Namun, tekanan jual mulai muncul saat harga mendekati zona suplai yang sebelumnya memicu penolakan. Jika terjadi rejection kuat di area ini, risiko koreksi menuju support terdekat kembali meningkat. Skenario bullish tetap dominan selama tidak terjadi penembusan di bawah invalidasi support, sementara breakout bersih di atas supply zone dapat membuka ruang kenaikan lanjutan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat menembus $64 per barel pada Rabu (11/02) setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mereda, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global. Laporan menyebut Washington mempertimbangkan pencegatan kapal pengangkut minyak Iran serta kemungkinan penambahan kekuatan militer jika negosiasi nuklir gagal.

Meski perundingan awal pekan lalu berlangsung positif, pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko eskalasi konflik yang dapat memicu aksi militer AS terhadap Teheran. Skenario ini dinilai berpotensi mengganggu distribusi minyak Iran atau memicu aksi balasan yang memperparah ketidakpastian pasokan energi dunia. Kekhawatiran tersebut menjadi faktor utama yang menopang reli harga minyak di tengah sentimen geopolitik yang sensitif.

Namun, kenaikan harga tertahan oleh laporan industri AS yang menunjukkan lonjakan persediaan minyak sebesar 13,4 juta barel pekan lalu, terbesar sejak November 2023 jika dikonfirmasi data resmi. Investor kini menantikan laporan prospek pasar bulanan OPEC, disusul penilaian IEA yang memperingatkan bahwa pasokan global berpotensi melampaui permintaan tahun ini, sehingga menciptakan surplus signifikan di pasar energi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, pergerakan USOIL menunjukkan fase konsolidasi setelah reli tajam yang membentuk struktur higher high dan higher low. Harga kini bergerak di dalam pola penurunan kecil (descending channel) dengan area 63.50–63.60 menjadi zona support penting yang bertepatan dengan level Fibonacci tengah dan area demand sebelumnya. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang pantulan tetap terbuka dengan struktur pasar yang masih mempertahankan bias naik jangka pendek.

Di sisi atas, area 64.15 hingga 64.70 menjadi resistance kunci yang sebelumnya berfungsi sebagai Equal High dan titik distribusi. Jika harga mampu menembus zona tersebut, potensi kelanjutan kenaikan menuju area 65.20 terbuka lebar. Namun, kegagalan bertahan di atas support konsolidasi dapat memicu tekanan turun menuju 63.00 hingga 62.50 sebagai area likuiditas berikutnya sebelum pembeli kembali masuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat lebih dari satu persen mendekati $82 per ounce pada Rabu (11/02), memulihkan penurunan sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu data ekonomi AS yang mengecewakan serta turunnya kepercayaan terhadap aset berbasis dolar, sehingga meningkatkan minat pada instrumen safe haven. Penjualan ritel Desember yang stagnan menyoroti tekanan pada belanja konsumen dan mempertegas sinyal perlambatan ekonomi.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada rilis laporan tenaga kerja AS Januari yang sempat tertunda. Jika hasilnya lebih lemah dari perkiraan, logam mulia berpeluang mendapat dorongan tambahan. Saat ini, pasar memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter The Fed sekitar enam puluh basis poin hingga akhir tahun, yang menjadi faktor pendukung bagi pergerakan harga perak.

Di sisi lain, investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas tinggi setelah pergerakan ekstrem dalam dua pekan terakhir, termasuk reli spekulatif dan koreksi tajam. Pergeseran alokasi dari aset berbasis dolar akibat ketidakpastian kebijakan di Washington turut menjaga daya tarik perak, meskipun fluktuasi harga masih menjadi perhatian utama.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe satu jam menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya. Harga kini bergerak di dalam pola penyempitan dengan batas atas berada di area supply dan sisi bawah ditopang zona demand yang cukup solid. Reaksi berulang di level Fibonacci 38,2% hingga 61,8% menandakan area tersebut menjadi titik krusial yang sering memicu pantulan maupun tekanan jual. Struktur ini mencerminkan pasar sedang menunggu katalis sebelum menentukan arah lanjutan.

Selama harga bertahan di atas area permintaan, peluang kenaikan menuju resistance terdekat masih terbuka dengan potensi pembentukan higher high. Namun, apabila tekanan jual mendorong harga menembus batas bawah pola, pelemahan dapat berlanjut menuju zona invalidasi support. Trader perlu memperhatikan respons candlestick di kedua area kunci tersebut sebagai petunjuk valid untuk konfirmasi arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan kuat di atas $5.040 per ounce pada Rabu (11/02), mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan. Penguatan ini didorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil sikap kebijakan yang lebih akomodatif setelah rilis data ekonomi AS yang melemah. Penjualan ritel Desember tercatat di bawah perkiraan, menandakan perlambatan belanja konsumen dan memicu kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan ekonomi.

Pelaku pasar kini meningkatkan proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed menjadi tiga kali tahun ini, naik dari dua kali sepekan sebelumnya. Perubahan ekspektasi tersebut membuat investor semakin fokus pada rilis data tenaga kerja dan inflasi AS berikutnya untuk membaca arah kebijakan moneter selanjutnya. Setiap indikasi pelemahan ekonomi berpotensi memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Dukungan tambahan datang dari pembelian emas yang konsisten oleh bank sentral global. People’s Bank of China (PBoC) tercatat memperpanjang akumulasi emasnya selama 15 bulan berturut-turut pada Januari. Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang belum sepenuhnya mereda turut menopang harga, meskipun sebelumnya sempat ada sinyal dialog positif antar kedua negara.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAUUSD pada timeframe satu jam terlihat bergerak dalam pola konsolidasi segitiga setelah reli tajam sebelumnya. Tekanan jual mulai muncul saat harga memasuki supply zone di area atas, sementara sisi bawah membentuk demand zone yang terus menahan pelemahan. Struktur ini menunjukkan fase penumpukan sebelum pergerakan besar berikutnya. Level Fibonacci memperlihatkan pantulan berulang di kisaran 38,2% hingga 61,8%, menandakan area tersebut menjadi titik reaksi kuat pelaku pasar.

Selama harga bertahan di atas zona permintaan, peluang kenaikan menuju area supply masih terbuka dengan potensi pembentukan weak high sebelum penentuan arah lanjutan. Namun, jika tekanan jual menembus batas bawah segitiga, penurunan dapat berlanjut menuju dasar demand sebagai target koreksi. Pergerakan berikutnya sangat bergantung pada respons harga di batas pola ini, sehingga trader perlu mencermati reaksi candlestick di kedua zona kunci tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI bertahan di sekitar $64,3 per barel pada Selasa (10/02), melanjutkan penguatan sebelumnya di tengah ketegangan AS dan Iran yang belum mereda. Washington memperingatkan kapal berbendera AS agar menghindari perairan Iran saat melintasi Selat Hormuz, meski dialog kedua negara dilaporkan menunjukkan perkembangan positif dalam pertemuan di Oman.

Ketidakpastian tetap membayangi peluang terobosan diplomatik karena Iran bersikeras mempertahankan pengayaan uranium, yang menjadi titik krusial bagi AS. Situasi ini menjaga premi risiko geopolitik pada pasar energi dan menopang harga di tengah kekhawatiran gangguan pasokan jalur strategis.

Pelaku pasar juga mencermati sikap India terhadap impor minyak Rusia setelah kesepakatan dagang terbaru dengan AS dikaitkan dengan pembekuan pembelian tersebut. Mengingat India termasuk pembeli utama, potensi penghentian impor dapat memperketat pasokan global dan memberi dukungan tambahan bagi harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe satu jam masih berada dalam fase konsolidasi di dalam struktur channel menurun. Harga saat ini bergerak di sekitar 64,17 dan mencoba bertahan di atas area support 63,60 – 62,85 yang bertepatan dengan zona demand serta level Fibonacci penting. Reaksi beli yang muncul dari area ini menunjukkan minat akumulasi mulai terbentuk setelah tekanan jual sebelumnya.

Selama harga mampu menjaga area tersebut, peluang kenaikan menuju 64,75 hingga 65,48 di zona suplai tetap terbuka. Namun jika support gagal dipertahankan, risiko penurunan kembali ke 62,50 bahkan mendekati 61 semakin besar. Respons harga di sekitar demand menjadi kunci untuk membaca arah pergerakan minyak selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun sekitar dua persen ke bawah $82 per ons pada Selasa (10/02), mematahkan kenaikan dua hari sebelumnya seiring aksi ambil untung di tengah volatilitas pasar logam mulia yang masih tinggi. Logam putih ini juga tercatat merosot sekitar sepertiga dari rekor tertinggi yang dicapai akhir Januari, sebelum gelombang jual besar memangkas nilainya secara drastis.

Gejolak tajam tersebut dikaitkan dengan aktivitas spekulatif pelaku pasar dari Tiongkok, sebagaimana disampaikan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Reli cepat yang terjadi sebelumnya dinilai sebagai lonjakan berlebihan yang tidak ditopang fundamental kuat, sehingga memicu koreksi tajam dalam waktu singkat.

Pelaku pasar kini menanti rilis data tenaga kerja dan inflasi Amerika Serikat yang tertunda pekan ini untuk membaca arah kebijakan Federal Reserve. Suku bunga diperkirakan tetap pada Maret, dengan peluang pelonggaran moneter pada paruh berikutnya. Tekanan serupa juga terlihat pada emas, platinum, dan paladium yang ikut melemah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD timeframe empat jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual ekstrem yang membentuk strong low di area 64. Harga kini bergerak naik dan mendekati resistance 84 yang bertepatan dengan level Fibonacci 0%. Struktur kenaikan membentuk higher low bertahap, menandakan minat beli mulai kembali menguasai pasar meski laju tertahan menjelang zona suplai.

Selama harga mampu bertahan di atas support 76 – 74, peluang kenaikan lanjutan menuju area suplai 89 tetap terbuka. Namun kegagalan menjaga area tersebut berisiko memicu koreksi kembali ke 71 bahkan lebih rendah. Respons harga di sekitar support menjadi kunci untuk menentukan kelanjutan arah perak dalam waktu dekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas memasuki fase konsolidasi setelah aksi ambil untung menyusul reli yang membawa harga ke puncak lebih dari sepekan. Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya nonfarm payrolls dan inflasi, yang menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Ekspektasi pasar mengarah pada kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini. Harapan pelonggaran moneter tersebut menjaga daya tarik emas karena berpotensi menekan imbal hasil dan memperkuat fungsinya sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Dari sisi permintaan, pembelian oleh bank sentral tetap kuat. Bank sentral Tiongkok memperpanjang akumulasi emas untuk bulan kelima belas berturut-turut pada Januari. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, meski diiringi upaya diplomasi, juga turut meningkatkan minat terhadap aset safe haven.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD H1 sedang konsolidasi usai reli tajam dan tertahan di resistance 5.090 (Fibonacci 0%). Pola higher low masih terbentuk, menandakan tekanan beli terjaga selama harga bertahan di atas 4.930 – 4.830.

Zona ini menjadi support penentu tren. Reaksi beli dari area tersebut berpeluang mendorong harga ke 5.280 – 5.520, sementara penurunan di bawah 4.830 membuka risiko koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar melemah ke kisaran 97,5 pada awal pekan, mencatat penurunan dua sesi beruntun seiring pelaku pasar menanti rilis data ekonomi penting yang tertunda akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Fokus utama tertuju pada laporan ketenagakerjaan Januari yang dijadwalkan rilis Rabu, disusul data penjualan ritel Desember. Sementara itu, laporan inflasi konsumen Januari yang sempat tertunda akan diumumkan pada Jumat, menambah kehati-hatian pelaku pasar dalam mengambil posisi.

Sejumlah indikator terbaru mengarah pada perlambatan pasar tenaga kerja, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan menahan suku bunga pada pertemuan Maret. Namun, peluang pemangkasan suku bunga mulai dipertimbangkan untuk pertengahan tahun, tepatnya Juni dan berlanjut ke September. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar ini menjadi salah satu faktor penekan pergerakan dolar AS dalam beberapa sesi terakhir.

Di sisi lain, membaiknya sentimen risiko turut membebani kinerja greenback, tercermin dari penguatan saham teknologi, logam mulia, serta aset kripto. Pergerakan dolar terhadap yen juga terlihat fluktuatif setelah kemenangan telak koalisi pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilu akhir pekan di Jepang, yang membuka ruang kebijakan fiskal lebih ekspansif dan memengaruhi dinamika nilai tukar kedua mata uang tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar (DXY) pada timeframe satu jam terlihat berada dalam fase pelemahan setelah gagal bertahan di area resistance Fibonacci 50–61,8 persen di sekitar 97,55–97,60. Struktur harga menunjukkan perubahan karakter (CHoCH) disusul penembusan struktur bawah (BOS) yang menandakan tekanan jual masih dominan. Saat ini pergerakan mendekati level ekstensi 100 persen di kisaran 97,23, yang menjadi support terdekat sebelum harga berpotensi melanjutkan penurunan.

Area demand kuat tampak berada di sekitar 97,08 yang bertepatan dengan ekstensi 161,8 persen, sehingga berpeluang menjadi zona pantulan teknikal. Selama harga belum mampu kembali menembus dan bertahan di atas 97,45, bias jangka pendek masih cenderung bearish. Skenario rebound memungkinkan terjadi dari demand zone, namun tetap memerlukan konfirmasi reaksi harga sebelum membuka peluang koreksi naik lebih lanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak WTI melemah mendekati level enam puluh tiga dolar per barel pada awal pekan, melanjutkan penurunan sebelumnya setelah kekhawatiran konflik Amerika Serikat dan Iran mereda. Pernyataan positif dari kedua pihak terkait kelanjutan dialog diplomatik mengurangi risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, sehingga tekanan pada harga energi semakin terasa di pasar global.

Meski tensi sedikit mereda, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang. Presiden Trump memperingatkan konsekuensi serius jika kesepakatan terkait program nuklir Iran gagal tercapai, sementara Teheran menegaskan tetap melanjutkan pengayaan uranium. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi perubahan cepat yang dapat memengaruhi stabilitas suplai minyak dunia.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada arus perdagangan energi dari India setelah muncul pernyataan bahwa New Delhi akan menghentikan pembelian minyak Rusia sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Namun, India belum memberikan konfirmasi resmi dan menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional. Investor kini menantikan pembaruan analisis dari OPEC+ dan IEA guna memperoleh gambaran terbaru mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area supply di bagian atas dan membentuk lower high. Harga kini bergerak di dalam struktur menurun dengan garis tren turun yang membatasi ruang kenaikan. Area demand di bawah menjadi penopang penting jika pelemahan berlanjut, sementara resistance terdekat berada di sekitar garis tren dan level retracement tengah.

Selama harga tertahan di bawah resistance tersebut, peluang koreksi lebih dalam menuju zona demand tetap terbuka. Namun, jika mampu menembus garis tren turun dan bertahan di atasnya, minyak berpotensi membangun pemulihan jangka pendek sebelum menentukan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak lebih dari dua persen mendekati level delapan puluh dolar per ounce pada awal pekan, melanjutkan reli tajam setelah sebelumnya sempat mengalami aksi jual besar yang memangkas hampir separuh nilainya. Pergerakan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor terhadap logam mulia setelah fase koreksi ekstrem, sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan sentimen pasar global.

Dukungan tambahan datang dari dinamika politik Jepang setelah koalisi Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu akhir pekan. Hasil tersebut membuka jalan bagi kebijakan fiskal ekspansif yang berpotensi menekan nilai yen dan meningkatkan daya tarik aset lindung nilai. Di sisi lain, pertemuan Amerika Serikat dan Iran di Oman menjadi perhatian pelaku pasar, meski Teheran tetap bersikukuh melanjutkan pengayaan bahan bakar nuklir.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan serta inflasi Amerika Serikat yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve. Menteri Keuangan AS Scott Bessent turut menyoroti volatilitas tajam logam mulia pekan lalu yang disebut dipengaruhi aktivitas spekulatif trader China, sehingga memicu pergerakan harga yang tidak biasa di pasar komoditas.

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD timeframe satu jam menunjukkan pemulihan kuat setelah mematahkan tren turun dan membentuk higher low. Harga kini bergerak naik mendekati zona supply, sementara area demand di bawah menjadi penopang jika terjadi koreksi.

Selama bertahan di atas demand, peluang kenaikan masih terbuka menuju resistance terdekat. Namun, penembusan area ini dapat mengubah struktur menjadi lemah dan memicu tekanan jual kembali.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze