Harga minyak mentah WTI kembali menguat menuju US$103 per barel pada Jumat (11/09) dan berpotensi mencatat kenaikan lebih dari 12% dalam sepekan. Lonjakan ini menjadi penguatan mingguan terbesar sejak pertengahan Juli, didorong meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Situasi semakin tegang setelah pejabat AS dilaporkan memperingatkan bahwa perang dapat berlangsung hingga akhir masa jabatan Presiden Donald Trump pada Januari 2029. Di sisi lain, Iran disebut tetap bertekad melanjutkan perlawanan meski menghadapi tekanan ekonomi, dengan menganggap konflik tersebut sebagai ancaman eksistensial bagi negaranya.

Pertempuran yang semakin intensif turut meningkatkan risiko terhadap jalur dan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran serta aksi balasan Tehran terhadap kapal perang dan tanker di Teluk Persia membuat pasar semakin waspada. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak WTI berpotensi tetap mendapat dukungan dari kekhawatiran terganggunya pasokan dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal USOILSPOT pada timeframe 1 jam menunjukkan potensi kelanjutan tren naik yang menarik bagi pelaku pasar komoditas. Berdasarkan pemetaan Fibonacci Retracement, pergerakan harga saat ini sedang bersiap membentuk koreksi sehat menuju area Golden Ratio di kisaran 95.877 sebelum melanjutkan penguatan signifikan ke target resistance psikologis pada level 100.773 hingga 102.928.

Strategi trading optimal memanfaatkan area pantulan Fibonacci tersebut untuk mencari peluang posisi beli (long), dengan menempatkan batas risiko (stop loss) di bawah garis invalidasi support pada angka 92.851. Pendekatan terstruktur ini memberikan rasio risiko dan imbal hasil yang ideal, sekaligus meminimalkan potensi kerugian apabila terjadi pembalikan tren tak terduga di tengah fluktuasi pasar minyak mentah dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak bergerak naik ke sekitar US$67,60 pada sesi Asia, Kamis (10/09), didukung pelemahan Dolar AS menjelang rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat. Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 98,75, dekat level terendah dua minggu, sehingga membuat logam putih tersebut semakin menarik bagi pelaku pasar.

Perhatian investor kini tertuju pada data IHP AS yang diperkirakan menunjukkan kenaikan inflasi produsen menjadi 5,3% secara tahunan dari 4,7% sebelumnya. IHP inti juga diproyeksikan meningkat menjadi 4,6% dari 4,2%. Jika tekanan harga di tingkat produsen kembali menguat, ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed dapat berubah dan berpotensi membatasi kenaikan Perak.

Selain IHP, pasar juga bersiap menghadapi rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada Jumat. Data inflasi tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter The Fed dan pergerakan Dolar AS. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, Perak berisiko menghadapi tekanan, sementara hasil yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi XAG/USD untuk melanjutkan penguatannya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit mengindikasikan struktur bullish yang solid setelah sukses menembus area Break of Structure (BOS) dan membentuk pola Change of Character (CHoCH). Saat ini, harga perak tengah menyentuh zona koreksi sehat di sekitar level 67,407 yang berpotensi menjadi pijakan awal sebelum kembali melesat naik. Peluang beli kian menarik dicermati karena tren jangka pendek masih mendukung dominasi pembeli di pasar logam mulia.

Proyeksi kenaikan lanjutan mengarahkan laju harga menuju target pertama pada kisaran 67,986 serta target kedua di level 68,328. Batas pengaman atau invalidasi support ditempatkan pada area 67,103 guna mengantisipasi risiko pembalikan arah tak terduga. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko tetap wajib dikedepankan demi menjaga kenyamanan portofolio trading harian Anda.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, dengan perdagangan berada di sekitar US$93,90 per barel pada sesi Asia, Kamis (10/09). Meski melemah, prospek WTI masih berpeluang kembali menguat seiring meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dari Timur Tengah.

Iran menegaskan kesiapannya menghadapi konflik yang lebih luas dengan menolak blokade laut AS dan mengancam meningkatkan serangan jika operasi militer Amerika di wilayahnya berlanjut. Situasi tersebut membuat risiko gangguan distribusi minyak semakin besar, sehingga pasar energi tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik di kawasan.

Presiden AS Donald Trump memperkirakan konflik dapat berlangsung hingga melewati pemilu sela November, sekaligus mengisyaratkan bahwa penurunan harga bensin secara signifikan belum akan terjadi dalam waktu dekat. Ketegangan juga meluas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang sejumlah fasilitas energi di Arab Saudi, menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan dan membuka peluang bagi harga WTI untuk kembali bergerak lebih tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik USOIL Spot pada kerangka waktu 30 menit memperlihatkan potensi pembalikan arah setelah komoditas energi ini gagal mempertahankan level tertingginya. Munculnya zona koreksi di sekitar level 94,105 mengindikasikan peluang bagi trader untuk mengantisipasi fase penurunan lanjutan. Skenario bearish ini didukung oleh batas invalidasi resistans yang terletak pada area 94,558 sebagai pembatas risiko utama.

Berdasarkan proyeksi teknikal tersebut, pergerakan harga minyak mentah berpotensi meluncur ke area target bawah pada kisaran 92,870 hingga titik support kuat di 92,327. Strategi transaksi jual (short selling) menjadi opsi menarik selama level pengamanan di atas tidak berhasil ditembus oleh buyer. Ketatnya manajemen risiko tetap diperlukan guna menghadapi volatilitas pasar komoditas global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di sekitar US$4.400 per ons pada perdagangan Kamis (10/09), setelah mencatat penguatan pada sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini memilih berhati-hati sambil menunggu data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Data Producer Price Index (PPI) AS untuk Agustus akan dirilis hari ini, disusul laporan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Pelemahan Dolar AS turut menopang harga emas, sementara daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai jangka panjang tetap kuat di tengah ketidakpastian pasar.

Namun, kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS menjadi tantangan bagi emas. Harga minyak melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan akibat meningkatnya konflik AS-Iran, memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Di sisi lain, rencana Departemen Keuangan AS membeli kembali hingga US$6 miliar obligasi jangka panjang turut mendorong yield lebih tinggi, sehingga pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 15 menit menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil membentuk sinyal Change of Character (CHoCH) serta Break of Structure (BOS). Saat ini, harga logam mulia tengah mengalami koreksi sehat menuju area Demand Zone sekaligus berhimpitan dengan rasio Fibonacci Golden Ratio di kisaran 4,401. Momen pullback ini menjadi peluang ideal bagi pelaku pasar untuk memantau potensi entry beli sebelum tren kembali melanjutkan penguatan.

Proyeksi kenaikan harga emas mengincar target pertama pada level 4,419 dan berlanjut menuju target kedua di 4,427. Batas pengaman atau invalidasi support diletakkan di bawah area 4,390 guna meminimalkan risiko apabila terjadi pembalikan arah tak terduga. Konsistensi volume transaksi di area pijakan krusial ini akan menjadi penentu utama keberhasilan laju bullish harian.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak menguat hampir 1% ke sekitar US$66,40 pada sesi Asia Rabu (09/09). Kenaikan ini terjadi ketika Dolar AS masih berada di bawah tekanan, meski pasar mulai memperhitungkan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan September.

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak melemah di sekitar 98,76, mendekati level terendah dua minggu. Kondisi tersebut membuat harga Perak menjadi lebih menarik bagi investor karena pelemahan Greenback cenderung meningkatkan daya tarik aset yang dihargai dalam dolar. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga The Fed, setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi AS (CPI) yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter. Jika tekanan harga kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi dapat membatasi ruang penguatan Perak. Sebaliknya, data yang lebih lunak berpotensi menekan Dolar AS sekaligus membuka peluang bagi XAG/USD untuk melanjutkan kenaikannya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAGUSD) pada kerangka waktu 1 jam mengindikasikan struktur bullish reversal yang solid setelah memantul dari area demand utama. Penurunan harga saat ini berpotensi tertahan di zona Golden Ratio Fibonacci 61.80% ($65,97), yang menjadi titik ideal bagi pembeli untuk melakukan re-entry. Selama pergerakan bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level $65,53, tren penguatan diperkirakan akan tetap terjaga secara teknikal.

Apabila dorongan beli berhasil mendominasi dari area pantulan tersebut, target awal yang akan diuji adalah swing high terdekat pada level $66,69. Penembusan di atas resistensi tersebut bakal membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut menuju Target 2 di kisaran Fibonacci -27.20% ($67,00), sekaligus menguji kembali zona supply utama di area atas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melanjutkan penguatan selama tiga hari berturut-turut dan bergerak di sekitar US$92,30 per barel pada perdagangan Asia, Rabu (09/09). Kenaikan harga minyak dipicu serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak mentah utama. Situasi tersebut meningkatkan risiko geopolitik sekaligus memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global.

Ketegangan semakin meningkat setelah Teheran merespons dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Yordania dan memperingatkan kapal-kapal yang berada di kawasan Teluk Persia. Awak tanker di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain bahkan diminta segera meninggalkan kapal. Perkembangan ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi gangguan jalur perdagangan energi di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, serangan militan Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur energi Arab Saudi turut memperbesar tekanan pasokan. Kilang Jazan berkapasitas 400.000 barel per hari menjadi salah satu fasilitas yang terdampak. Permintaan minyak China yang menguat juga menopang harga, sementara gangguan di Selat Hormuz mendorong penyuling mencari pasokan dari Afrika, Kanada, dan Amerika Latin. Kondisi tersebut berpotensi menjaga WTI tetap berada dalam tekanan bullish selama risiko pasokan belum mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOIL) pada kerangka waktu 30 menit menunjukkan pola bullish continuation yang solid setelah berhasil membentuk level terendah baru di $89,91. Momentum kenaikan ini berpotensi mengalami retreacment sejenak menuju area koreksi ideal di kisaran Fibonacci Retracement 50.0% ($91,18). Pembeli dapat memanfaatkan zona re-entry tersebut untuk menguji kembali Weak High di $92,46, sebelum melanjutkan reli utamanya.

Jika struktur dorongan naik ini bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level 78.60% ($90,45), skenario bullish memiliki peluang besar untuk merealisasikan dua target keuntungan utama. Target pertama berada pada proyeksi Fibonacci -27.20% ($93,15), dan jika dorongan pembeli tetap dominan, harga diperkirakan melaju hingga mencapai Target 2 pada level -61.80% ($94,03).

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di bawah US$4.400 per troy ounce pada Rabu (09/09) setelah mencatat penurunan selama dua sesi berturut-turut. Tekanan datang dari kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga dapat dinaikkan. Konflik di Timur Tengah turut menjadi perhatian setelah pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran di sekitar Pulau Kharg, salah satu pusat ekspor minyak utama negara tersebut.

Pelaku pasar kini menanti data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan moneter Federal Reserve berikutnya. Pasar memperkirakan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan. Jika biaya pinjaman meningkat, daya tarik emas berpotensi berkurang karena aset tanpa imbal hasil tersebut harus bersaing dengan instrumen berbasis bunga.

Meski menghadapi tekanan jangka pendek, prospek emas masih mendapat dukungan dari tingginya permintaan investasi dan lindung nilai. Kinerja positif sepanjang Agustus juga ditopang pembelian berkelanjutan dari bank sentral, terutama China. Kombinasi ketidakpastian geopolitik, kebutuhan diversifikasi cadangan, serta potensi perubahan kebijakan moneter AS akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan potensi pemulihan setelah rebound dari level terendah lokalnya. Saat ini, pergerakan berada dalam skenario koreksi sehat menuju Area Koreksi di kisaran Fibonacci Retracement 50,0% – 61,8% ($4.363,17 – $4.358,10). Selama harga bertahan di atas batas Invalidasi Support di level $4.341,68, struktur bullish jangka pendek ini tetap valid dan membuka peluang untuk entri buy yang optimal.

Jika koreksi menahan tekanan jual pada area tersebut, proyeksi kenaikan akan menguji target resistensi utama. Target 1 berada pada level Fibonacci Expansion -27,20% ($4.396,35), diikuti oleh Target 2 di level Fibonacci -61,80% ($4.411,23). Penembusan di bawah batas $4.341,68 akan membatalkan skenario penguatan ini dan mengarahkan pergerakan ke support berikutnya di $4.315,11.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan turun di bawah US$4.400 pada paruh pertama sesi Eropa, Selasa (08/09). Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan logam mulia, seiring meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish. Ketidakpastian geopolitik turut mendorong permintaan terhadap Greenback sebagai aset safe haven, sementara emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Pergerakan harga emas berikutnya sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Indeks Harga Produsen (PPI) dijadwalkan terbit Kamis, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur arah kebijakan The Fed, terutama di tengah risiko inflasi akibat kenaikan harga energi. Penguatan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus juga membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS – Iran menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Ancaman terhadap infrastruktur energi dan potensi blokade di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi tersebut berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi sekaligus memperkuat dolar AS. Dengan tekanan fundamental yang masih kuat, pelaku pasar perlu berhati-hati sebelum mengambil posisi bullish pada XAU/USD dan sebaiknya menunggu sinyal pembelian yang lebih solid sebelum mengantisipasi pemulihan harga emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik emas (XAUUSD) pada timeframe M30 menunjukkan indikasi perubahan karakter tren (CHoCH) ke arah bearish setelah harga gagal mempertahankan area puncak 4.443. Penurunan tajam yang menembus struktur pendukung sebelumnya menandakan bahwa tekanan penjual mulai mendominasi pasar. Saat ini, pergerakan berpotensi melakukan koreksi teknis ke area Fibonacci Retracement 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.408 – 4.421 untuk menjemput penawaran terbaik sebelum melanjutkan penurunan.

Jika harga memantul ke zona koreksi tersebut dan tertahan di bawah garis invalidasi resistance 4.431, peluang sell dapat dimanfaatkan dengan target penurunan bertahap. Proyeksi penurunan pertama berada di Target 1 level 4.372 (-27,20%), sedangkan potensi ekstensi pergerakan bearish dapat mencapai Target 2 pada level 4.353 (-61,80%). Sebaliknya, skenario ini akan batal apabila harga mampu menembus dan memicu penutupan candlestick di atas level 4.431.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak menguat menembus US$66 per ons pada perdagangan Selasa (08/09), tetapi masih dibayangi tekanan dari prospek kenaikan suku bunga global. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi membatasi daya tarik logam mulia, sementara harga minyak yang tetap tinggi kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kinerja yang kuat. Rilis inflasi berikutnya akan menjadi perhatian utama untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan juga diperkirakan mengambil langkah serupa bulan ini.

Di tengah tekanan tersebut, perak masih memiliki peluang mendapat dukungan dari permintaan investasi dan lindung nilai. Ketegangan AS-Iran yang kembali memanas turut mendorong harga minyak, meningkatkan ketidakpastian pasar global. Pembelian oleh bank sentral serta strategi perlindungan terhadap pelemahan nilai mata uang juga menjadi faktor yang berpotensi menopang harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil menembus Break of Structure (BOS) ke arah atas. Berdasarkan analisis Fibonacci Retracement, zona buy yang potensial berada di rentang Area Koreksi antara level 66.58 (50.0%) hingga 66.30 (78.60%). Skenario penguatan ini akan tetap valid selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Support pada kisaran harga 66.09.

Apabila harga memantul dari area pullback tersebut, pergerakan diperkirakan akan melanjutkan reli menuju beberapa target resistensi berikutnya. Sasaran kenaikan utama berada pada 67.07 (Target 1), serta proyeksi ekstensi lanjutan mencapai 67.34 (Target 2). Penataan ini memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang ideal bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum uptrend.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak WTI melemah tipis ke sekitar US$90,40 per barel pada sesi Asia Selasa (08/09). Namun, tekanan tersebut berpotensi hanya sementara di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Iran berjanji akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan lanjutan Amerika Serikat, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan kembali menguat.

Harga minyak sebelumnya melonjak hampir 10% dalam sepekan setelah eskalasi konflik meningkatkan risiko terhadap jalur energi strategis. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga semakin menjadi perhatian setelah serangan terhadap kapal dan fasilitas energi terjadi sepanjang akhir pekan. Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Jazan turut menambah kecemasan pasar, sementara rencana Iran dan Oman terkait pengelolaan pelayaran di Hormuz memicu kekhawatiran atas meningkatnya pengaruh Teheran di jalur perdagangan tersebut.

Di sisi lain, kondisi persediaan bahan bakar Amerika Serikat yang relatif ketat dapat memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak. Stok bensin dan bahan bakar distilat berada di bawah rata-rata tahun lalu maupun level musiman lima tahun. Meski sekitar 7 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan masih mengalir melalui Selat Hormuz, setiap gangguan baru berpotensi memperketat pasokan global dan menjaga WTI tetap berada dalam tekanan bullish.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah US OIL (WTI) pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi koreksi turun setelah penembusan struktur (Break of Structure) ke arah bawah. Menggunakan penarikan Fibonacci Retracement, zona ideal untuk mencari peluang sell berada di sekitar level 50.0% hingga 61.8%, yakni di kisaran 90.66 hingga 90.80. Selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Resistance pada level puncak 91.27, tren penurunan jangka pendek ini dinilai tetap valid.

Jika komoditas energi ini memantul dari area koreksi dan melanjutkan pelemahannya, penurunan diproyeksikan bakal mengejar level pendukung berikutnya. Sasaran penurunan pertama berada pada kisaran 89.71 (ekstensi -27.20%), sedangkan target kedua terletak pada area 89.29 (ekstensi -61.80%). Strategi ini menawarkan rasio risk-to-reward yang terukur bagi para pelaku pasar yang memanfaatkan momentum bearish saat ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze