Harga emas bertahan di atas level US$4.100 per ounce pada perdagangan Jumat dan berpotensi menutup pekan dengan pergerakan yang relatif stabil meski sempat mengalami volatilitas tinggi. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, terutama setelah Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tetap melanjutkan pembicaraan damai di tengah meningkatnya ketegangan yang sempat mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Situasi geopolitik yang memanas kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Serangan militer Amerika Serikat ke sejumlah target di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran terhadap pangkalan militer AS di kawasan meningkatkan ketidakpastian pasar. Kondisi tersebut membuat investor lebih berhati-hati karena gangguan pasokan energi berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memperbesar tekanan inflasi.

Di sisi lain, prospek kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi perhatian utama. Pasar tetap memperkirakan Federal Reserve masih memiliki peluang untuk menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini, meskipun arah kebijakan masih bergantung pada perkembangan ekonomi. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, juga menyoroti bahwa lonjakan permintaan yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor yang berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam beberapa waktu ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 1 jam masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil mempertahankan area support penting di kisaran 4.086 yang bertepatan dengan level Fibonacci Golden Ratio 61,8%. Selama harga tetap bergerak di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target awal menuju 4.160, kemudian berpotensi menguji area resistance berikutnya di sekitar 4.190 apabila tekanan beli terus meningkat.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi perubahan arah apabila harga menembus support 4.086. Jika level tersebut gagal dipertahankan, tekanan jual berpeluang membawa emas turun menuju area 4.054 yang menjadi batas invalidasi skenario bullish. Oleh karena itu, konfirmasi pergerakan harga serta penerapan manajemen risiko tetap menjadi kunci sebelum mengambil keputusan trading.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak menguat mendekati US$59 per ounce pada perdagangan Kamis (09/07) di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai. Meski kenaikan harga minyak mulai mereda, pasar masih dibayangi ketidakpastian akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu distribusi energi global dan mendorong inflasi lebih tinggi.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh aksi militer Amerika Serikat yang kembali melancarkan serangan ke Iran selama dua hari berturut-turut. Sebagai respons, Iran mengancam akan melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut gencatan senjata telah berakhir dan membuka kemungkinan langkah militer lanjutan turut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan.

Di sisi lain, risalah pertemuan Federal Reserve mengungkapkan bahwa sebagian besar pejabat masih memilih mempertahankan sikap hati-hati meskipun risiko inflasi terus meningkat. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga akhir 2026 masih terbuka. Kombinasi ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter tersebut diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga perak dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pola Inverse Head and Shoulders pada grafik XAGUSD mulai terkonfirmasi setelah harga berhasil menembus area neckline, mengindikasikan peluang perubahan tren dari bearish menjadi bullish. Selama harga mampu bertahan di atas area support 58.17, momentum kenaikan masih berpotensi berlanjut. Area ini menjadi zona penting yang dapat dimanfaatkan trader untuk mencari peluang buy apabila terjadi pullback dengan konfirmasi candlestick bullish.

Di sisi atas, 59.16 menjadi target terdekat yang perlu ditembus agar membuka jalan menuju 59.59 sebagai target lanjutan. Namun, jika harga gagal mempertahankan support 58.17 dan turun di bawah 57.56, skenario bullish berisiko batal sehingga tekanan jual dapat kembali mendominasi. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar area support dan resistance menjadi kunci utama dalam menentukan arah XAGUSD selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia, Kamis (09/07), setelah gagal mempertahankan kenaikan yang membawanya ke level tertinggi dalam dua pekan. Koreksi ini membuat WTI menjauh dari area US$75,75 dan kembali diperdagangkan di atas US$74,00, dengan penurunan sekitar 0,30% dibandingkan sesi sebelumnya.

Meski mengalami tekanan, pelemahan harga minyak diperkirakan tidak akan berlangsung terlalu dalam. Pasar masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati sehingga aksi jual cenderung terbatas.

Ke depan, pergerakan harga minyak akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah, sentimen permintaan global, serta arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Selama risiko geopolitik tetap tinggi, harga WTI berpeluang mempertahankan posisinya di atas level psikologis US$74, meskipun volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, harga WTI masih bergerak di bawah area resistance kuat 74,92 – 75,70, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan jual masih berpotensi mendominasi. Struktur harga juga menunjukkan pelemahan setelah gagal melanjutkan kenaikan, sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

Apabila tekanan jual berlanjut, area 72,87 menjadi target penurunan pertama sekaligus support terdekat. Jika level ini ditembus, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 71,61 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika WTI berhasil menembus 74,92 dan mengonfirmasi breakout di atas 75,70, tren bullish berpeluang kembali menguat dengan potensi kenaikan yang lebih besar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak dengan kecenderungan melemah pada perdagangan sesi Asia Kamis setelah gagal mempertahankan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya. Logam mulia ini sempat bangkit dari area terendah dalam sepekan di sekitar $4.020 per ons, namun tekanan jual kembali muncul seiring pelaku pasar menunggu katalis baru.

Risalah rapat FOMC bulan Juni menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga. Kondisi tersebut membuat Dolar AS tidak memperoleh dorongan yang signifikan, sehingga pelemahan emas masih tertahan. Investor kini terus mencermati sinyal terbaru dari Federal Reserve untuk mencari kepastian mengenai langkah kebijakan berikutnya.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak menguat dan memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi global. Situasi ini menopang pergerakan Dolar AS sekaligus membatasi peluang pemulihan harga emas. Selama sentimen geopolitik dan ekspektasi suku bunga masih menjadi fokus utama, volatilitas pasar emas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik 30 menit masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.091. Harga saat ini bergerak di bawah garis tren turun, menandakan dominasi penjual masih cukup kuat. Selama harga belum mampu kembali ke atas area 4.073 – 4.091, peluang terjadinya koreksi lanjutan masih terbuka.

Apabila tekanan jual berlanjut, area 4.044 menjadi target penurunan pertama yang berpotensi menjadi zona reaksi harga. Jika level tersebut ditembus, penurunan berpeluang berlanjut menuju 4.032 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 4.091 dapat membatalkan skenario bearish sekaligus membuka peluang penguatan menuju area 4.114. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah dunia melonjak menembus level USD72 per barel pada perdagangan Rabu (08/07), sekaligus mencatat kenaikan lebih dari 5% sepanjang pekan ini. Lonjakan tersebut dipicu oleh serangan udara terbaru militer Amerika Serikat ke Iran serta pencabutan kebijakan yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak ke pasar internasional.

Ketegangan juga meningkat setelah serangkaian serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal pengangkut LNG asal Qatar dan tanker minyak Arab Saudi. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global, sehingga risiko terganggunya pasokan minyak kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Situasi tersebut membalikkan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan kelebihan pasokan minyak akibat peningkatan kuota produksi OPEC+ dan bertambahnya output dari negara-negara Timur Tengah. Kini, fokus investor beralih pada potensi gangguan pasokan yang dapat mendorong harga minyak tetap bertahan tinggi apabila konflik geopolitik terus memanas.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Oil masih bergerak dalam tren naik setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya dan membentuk struktur higher high. Meskipun sempat mengalami pullback, tekanan beli masih mendominasi selama harga bertahan di atas area support 71.360. Zona tersebut menjadi area beli yang menarik bagi pelaku pasar untuk mencari peluang melanjutkan kenaikan.

Apabila harga mampu bertahan di atas 71.360, potensi penguatan masih terbuka menuju target pertama di 73.100, kemudian berlanjut ke 73.880 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika tekanan jual membawa harga turun hingga menembus 70.240, skenario bullish berisiko batal dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam sebelum tren naik kembali terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di kisaran US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Rabu (08/07) setelah sempat melemah lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul usai Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru ke Iran sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas geopolitik dan mendorong investor mencari arah baru.

Ketegangan yang kembali memanas ikut mengangkat harga minyak dunia setelah Amerika Serikat mencabut izin yang sebelumnya memungkinkan Iran menjual minyak mentah ke pasar global. Di sisi lain, meningkatnya risiko keamanan membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi terganggu, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Lonjakan harga energi ini dapat meningkatkan tekanan inflasi sekaligus membuka peluang kebijakan suku bunga tetap tinggi.

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Sebelumnya, emas sempat menguat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, kombinasi ketidakpastian geopolitik dan potensi perubahan kebijakan The Fed diperkirakan masih akan membuat pergerakan harga emas tetap volatil dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD mulai menunjukkan rebound setelah bertahan di area support 4.092, namun pergerakan naik masih berada di dalam pola descending channel yang menandakan tren bearish belum berakhir. Selama harga belum mampu menembus area Fibonacci 61,8% di kisaran 4.147 hingga resistance 4.181, peluang kenaikan diperkirakan hanya bersifat koreksi sebelum tekanan jual kembali muncul.

Apabila harga gagal menembus area resistance tersebut, XAUUSD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju target pertama di 4.068, kemudian menguji support kuat di sekitar 4.038 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penembusan yang valid di atas 4.181 akan membatalkan skenario bearish dan membuka peluang perubahan tren ke arah yang lebih bullish. Saat ini, pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di area resistance sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bergerak menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan moderat. Pada perdagangan sesi Asia, Selasa (07/07), minyak diperdagangkan di kisaran US$69,20 per barel, mencerminkan kembalinya minat beli dari pelaku pasar setelah pelemahan pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga minyak didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan membuat investor kembali memburu aset energi sebagai langkah antisipasi.

Meski penguatan masih bersifat terbatas, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek. Pasar akan terus memantau dinamika geopolitik dan potensi dampaknya terhadap stabilitas pasokan energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL masih bergerak dalam pola ascending channel, menandakan tren bullish jangka pendek tetap terjaga. Setelah berhasil bertahan di atas area 69.41 sebagai level acuan, tekanan beli kembali meningkat dan membuka peluang pengujian target pertama di 69.85. Selama harga mampu bertahan di atas garis tren naik, momentum positif diperkirakan masih mendominasi pergerakan.

Di sisi lain, area 68.42 menjadi support penting yang perlu diperhatikan. Apabila harga turun menembus level tersebut, potensi koreksi menuju 67.80 sebagai area invalidasi akan semakin besar. Namun, selama support tetap bertahan, skenario kenaikan menuju 70.40 masih menjadi target berikutnya seiring sentimen pasar yang terus didukung oleh prospek penguatan harga minyak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak melemah tipis ke bawah level US$4.150 per troy ounce pada Selasa (07/07), namun masih mampu mempertahankan sebagian besar penguatan yang dicapai pekan lalu. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang diharapkan memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Sentimen terhadap emas tetap positif setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja selama Juni, sementara angka payroll dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat berkurang, dengan pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Di sisi lain, harga emas turut mendapat dukungan dari pelemahan harga minyak dunia. Pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz pasca kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran membantu meredakan kekhawatiran pasokan energi. Selain itu, peningkatan produksi dari negara-negara Timur Tengah serta keputusan OPEC+ untuk menaikkan kuota produksi bulan depan turut menekan harga minyak, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas area US$4.150. Meskipun terjadi koreksi, tren jangka pendek tetap cenderung positif selama harga bertahan di atas level support terdekat. Pergerakan selanjutnya diperkirakan akan dipengaruhi oleh respons pasar terhadap risalah rapat Federal Reserve yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

Secara teknikal, peluang penguatan kembali terbuka apabila emas mampu menembus area resistance US$4.170, yang dapat mendorong harga menuju target berikutnya di sekitar US$4.200. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat hingga menembus support US$4.120, emas berisiko melanjutkan koreksi ke area US$4.090 sebelum kembali mencari keseimbangan baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran US$69 per barel pada Senin (06/07), bertahan di dekat level terendah sejak akhir Februari. Pelemahan terjadi seiring pulihnya arus distribusi energi melalui Selat Hormuz, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan mulai mereda. Kondisi tersebut membuat fokus pasar beralih pada potensi melimpahnya pasokan minyak global.

Sentimen bearish juga datang dari keputusan OPEC+ yang kembali menyetujui peningkatan kuota produksi untuk bulan depan. Tujuh negara anggota yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat menaikkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. Langkah ini mencerminkan keyakinan produsen bahwa kondisi di kawasan Timur Tengah semakin stabil sehingga produksi dapat terus ditingkatkan.

Selain itu, ekspor minyak dari negara-negara Teluk Persia terus menunjukkan pemulihan. Pengiriman minyak Arab Saudi telah mendekati level sebelum konflik, sementara Uni Emirat Arab (UEA) juga kembali meningkatkan ekspornya. Di sisi lain, lalu lintas kapal tanker minyak dan gas melalui Selat Hormuz mulai kembali normal setelah sempat mengalami gangguan, memperkuat ekspektasi bahwa pasokan energi global akan tetap terjaga dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil mempertahankan area support kuat di kisaran 68,53 – 68,16, yang bertepatan dengan zona Golden Ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target pertama di 69,12. Apabila area resistance ini berhasil ditembus, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju 69,38 sebagai target berikutnya.

Sebaliknya, tekanan jual dapat kembali mendominasi apabila harga turun di bawah 68,53 dan menembus support 68,16. Skenario tersebut berisiko membatalkan peluang bullish serta membuka ruang pelemahan yang lebih dalam. Untuk saat ini, bias teknikal masih cenderung positif, sehingga strategi buy on dip tetap layak dipertimbangkan selama harga bertahan di atas area support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.200 per troy ounce pada perdagangan Senin (06/07), mempertahankan penguatan yang diraih pekan lalu. Logam mulia mendapat dukungan setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan pelemahan, sementara harga minyak bergerak turun. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Penurunan harga minyak dipicu oleh kembali lancarnya distribusi energi melalui Selat Hormuz serta potensi peningkatan produksi dari OPEC+. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan kelebihan pasokan minyak sehingga tekanan inflasi diperkirakan mereda. Berkurangnya risiko inflasi mengurangi kebutuhan bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara agresif, sekaligus menjadi sentimen positif bagi harga emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan nonfarm payrolls AS hanya bertambah 57.000 pada Juni, jauh di bawah proyeksi pasar sebesar 110.000 dan menjadi kenaikan paling rendah dalam empat bulan terakhir. Data tersebut mendorong investor menurunkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 50% dari sebelumnya 66%, sehingga menopang prospek harga emas dalam jangka pendek.

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil mempertahankan area support Fibonacci 38,2% – 61,8% di kisaran 4.163 – 4.139. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target awal di area 4.202. Jika level ini berhasil ditembus, momentum berpotensi berlanjut menuju target berikutnya di sekitar 4.230, sejalan dengan struktur higher low yang masih terjaga.

Di sisi lain, trader perlu mewaspadai tekanan jual apabila harga turun menembus 4.139. Breakout ke bawah level tersebut dapat membuka ruang pelemahan menuju area 4.122 hingga 4.100 sebagai zona support berikutnya. Untuk saat ini, bias teknikal masih cenderung positif, sehingga strategi buy on dip tetap menarik selama harga mampu bertahan di atas area support utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze