Harga emas dunia kembali menguat di atas USD 5.150 per ounce pada Rabu (04/03) setelah sempat terkoreksi sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar memantau eskalasi konflik di Timur Tengah yang memasuki hari kelima. Israel dilaporkan melancarkan serangan ke sebuah gedung tempat para ulama bertemu untuk membahas calon pemimpin tertinggi baru Iran, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan dan mendorong permintaan aset lindung nilai seperti emas.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kekhawatiran bahwa perubahan kepemimpinan di Teheran bisa menghadirkan rezim yang sama bermasalahnya dengan sebelumnya. Ia juga menjanjikan pengawalan angkatan laut serta dukungan asuransi bagi kapal tanker yang melintasi Strait of Hormuz guna meredakan kecemasan pasar energi global. Langkah tersebut menjadi upaya menjaga kelancaran distribusi minyak di tengah risiko gangguan pasokan.

Sebelumnya, emas dan logam mulia lain sempat tertekan akibat penguatan dolar AS di tengah kekhawatiran lonjakan harga energi dapat memicu inflasi. Kondisi itu membuat investor meninjau kembali arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Meski volatilitas masih tinggi, ketidakpastian geopolitik menjaga daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai dalam portofolio global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD (emas spot) pada grafik satu jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan tajam yang membentuk lower low di area 4.996. Harga kini bergerak naik dan menguji retracement Fibonacci 23,6% hingga 38,2%, menandakan adanya respons beli dari zona demand. Selama bertahan di atas area 5.070 – 5.000 sebagai support kunci, peluang rebound lanjutan masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 5.244 dan potensi penguatan menuju 5.311 sebagai resistance berikutnya.

Meski demikian, struktur besar masih berada di bawah supply zone sekitar 5.380 yang menjadi area penawaran kuat. Jika gagal menembus resistance dan kembali tertekan, emas berisiko melanjutkan koreksi menuju area invalidasi di bawah 4.996. Untuk jangka pendek, strategi yang lebih konservatif adalah menunggu konfirmasi breakout atau pullback sehat, sembari memperhatikan pembentukan higher low sebagai sinyal kelanjutan momentum bullish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga WTI crude oil melonjak ke kisaran USD 75 per barel pada Rabu (04/03), menandai kenaikan empat hari beruntun. Penguatan terjadi setelah pemerintah Donald Trump mengusulkan pengawalan angkatan laut bagi kapal tanker yang melintasi Strait of Hormuz. Melalui skema penjaminan dari U.S. International Development Finance Corporation, Washington berupaya menjaga kelancaran distribusi energi dan perdagangan global di tengah meningkatnya risiko gangguan jalur pelayaran strategis tersebut.

Ketegangan geopolitik yang memasuki hari kelima turut memperkuat sentimen pasar, terutama setelah serangan besar dilancarkan oleh Israel. Di sisi lain, Iraq mulai menghentikan sebagian operasional di ladang minyak utamanya, langkah yang berpotensi memangkas produksi nasional secara signifikan. Kombinasi faktor ini memicu kekhawatiran pasokan global akan semakin ketat dalam waktu dekat.

Namun, kenaikan harga dibayangi data persediaan dari American Petroleum Institute yang menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat bertambah 5,6 juta barel pekan lalu, melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan tersebut memperpanjang lonjakan sebelumnya sebesar 11,4 juta barel dan memberi sinyal permintaan domestik masih lemah. Dinamika ini membuat pergerakan harga minyak tetap volatil di tengah tarik-menarik antara risiko suplai dan tekanan inventori.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL (WTI) pada grafik satu jam menunjukkan struktur bullish setelah terjadi breakout kuat disertai break of structure yang mengangkat harga dari area demand menuju puncak terbaru. Saat ini pergerakan sedang melakukan konsolidasi sehat di atas level Fibonacci 38,2% – 50%, menandakan minat beli masih terjaga. Selama harga bertahan di atas area support kunci sekitar 71 – 70 dolar, peluang melanjutkan kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat di sekitar 77 dolar dan potensi ekstensi menuju area 79 dolar sebagai resistance berikutnya.

Namun, skenario positif dapat melemah apabila terjadi penembusan tegas di bawah zona invalidasi tersebut. Koreksi lebih dalam berisiko membawa harga kembali menguji demand zone di kisaran 66 dolar. Secara keseluruhan, tren jangka pendek masih condong naik, dengan bias perdagangan mengutamakan peluang beli saat terjadi pullback terukur selama struktur higher low tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak merosot lebih dari 5% hingga berada di bawah $85 per ounce pada perdagangan Selasa (03/03), melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya. Penguatan dolar Amerika Serikat membebani logam mulia tersebut, seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mengurangi daya tarik aset lindung nilai. Permintaan terhadap instrumen safe-haven tertahan karena pelaku pasar lebih memilih mata uang cadangan dunia di tengah ketidakpastian global.

Penguatan greenback dipicu oleh meningkatnya harga energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan biaya bahan bakar memperbesar kekhawatiran inflasi dan mendorong yield Treasury naik, setelah investor meninjau ulang prospek kebijakan moneter bank sentral. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve kini bergeser ke September dari perkiraan sebelumnya pada Juli, meskipun pasar masih memperhitungkan dua kali penurunan masing-masing 25 basis poin tahun ini.

Di sisi geopolitik, militer Amerika Serikat diperkirakan akan meningkatkan serangan terhadap Iran dengan menyasar fasilitas produksi rudal, drone, serta aset angkatan laut. Seorang pejabat tinggi Teheran juga memperingatkan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz berpotensi menjadi target, sementara lalu lintas tanker dilaporkan terhenti akibat risiko keamanan yang meningkat. Situasi ini menambah tekanan pada pasar komoditas dan memperbesar volatilitas global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAGUSD (Silver/Dolar AS) pada grafik 1 jam menunjukkan tekanan jual kuat setelah gagal bertahan di area resistance sekitar 96. Level tersebut membentuk pola weak high sebelum terjadi penurunan tajam yang memicu break of structure di kisaran 86. Aksi koreksi sempat membawa harga kembali ke zona supply 90 – 91, namun penolakan di area Fibonacci 38,2% hingga 50% mengindikasikan dominasi seller masih solid. Selama perak bertahan di bawah area tersebut, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka.

Secara teknikal, support terdekat berada di area 83 yang berdekatan dengan garis tren naik jangka menengah. Jika level ini ditembus, tekanan dapat berlanjut menuju 80 hingga 76 sebagai demand zone berikutnya. Sebaliknya, skenario pemulihan baru valid apabila harga mampu kembali dan bertahan di atas 92, yang berpotensi membuka ruang menuju 94–96. Dengan struktur pasar yang berubah bearish dalam jangka pendek, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak ke kisaran USD 5.340 per ons pada Selasa (03/03), mencatat kenaikan lima sesi berturut-turut seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Permintaan aset safe haven menguat setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus menyerang Iran hingga ancaman dinilai berakhir, membuka kemungkinan konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan. Situasi ini mendorong investor mencari perlindungan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Iran juga mengumumkan penutupan Strait of Hormuz serta mengancam kapal yang melintas di jalur energi strategis tersebut. Eskalasi ini memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi di Amerika Serikat. Kenaikan biaya energi memperburuk prospek stabilitas harga, sehingga pasar mulai menyesuaikan ulang ekspektasi kebijakan moneter.

Lonjakan inflasi memicu aksi jual obligasi pemerintah AS dan mengurangi spekulasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga baru terbuka sekitar September, lebih lambat dari proyeksi sebelumnya. Kombinasi risiko geopolitik dan perubahan ekspektasi suku bunga memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum bullish setelah harga membentuk higher low dan berhasil bertahan di atas area Fibonacci 61,8% sekitar 5.305. Struktur ini menandakan minat beli tetap dominan pasca koreksi tajam sebelumnya. Selama harga mampu menjaga posisi di atas zona 5.306 – 5.285 sebagai support kunci, peluang penguatan lanjutan masih terbuka dengan dukungan garis tren naik yang mengawal pergerakan jangka pendek.

Jika dorongan beli berlanjut, emas berpotensi menguji resistance 5.379 lalu melanjutkan kenaikan menuju 5.412 sebagai target berikutnya. Skenario teknikal juga memperlihatkan potensi pembentukan puncak sementara sebelum reli diperpanjang. Namun, penembusan di bawah area invalidasi 5.260 dapat mengubah bias menjadi korektif. Secara keseluruhan, tren intraday masih condong positif selama support utama tidak ditembus.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bertahan di kisaran 98,5 pada Selasa (03/03) setelah melonjak hampir satu persen di sesi sebelumnya, didorong arus aset safe haven di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Laporan pejabat senior Washington menyebutkan adanya persiapan eskalasi besar dalam waktu dekat dengan sasaran fasilitas produksi rudal, program drone, serta aset angkatan laut Teheran. Ketegangan geopolitik ini memperkuat permintaan terhadap mata uang dolar sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Penguatan greenback juga dipicu lonjakan harga energi akibat konflik yang berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi. Kondisi tersebut menurunkan peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve. Pelaku pasar kini memperkirakan penurunan suku bunga baru terjadi pada September, mundur dari proyeksi sebelumnya di Juli, meskipun dua kali pemotongan seperempat poin masih diperhitungkan dalam ekspektasi.

Sementara itu, tekanan biaya energi yang meningkat membebani mata uang negara-negara pengimpor utama, terutama kawasan Europe dan Japan. Risiko inflasi yang lebih tinggi mempersempit ruang kebijakan moneter di berbagai ekonomi besar, sehingga memperkuat posisi dolar AS dalam jangka pendek di tengah volatilitas pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe empat jam menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus area konsolidasi di sekitar 97,70. Breakout ini mengonfirmasi dominasi buyer sekaligus melanjutkan struktur kenaikan yang ditopang garis tren naik. Selama harga bertahan di atas support penting 97,10, momentum bullish masih berpeluang berlanjut dengan area tersebut berfungsi sebagai zona penopang utama jika terjadi pullback.

Jika tekanan beli tetap kuat, indeks berpotensi menguji resistance 98,35 yang menjadi hambatan terdekat sebelum melanjutkan kenaikan menuju 99,20. Skenario pergerakan juga membuka peluang koreksi terbatas sebelum reli berikutnya terbentuk. Secara keseluruhan, bias teknikal jangka pendek masih cenderung positif selama harga tidak turun menembus area support kunci.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak ke kisaran USD 71,6 per barel pada Selasa (03/03) setelah sebelumnya reli sekitar 6 persen. Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama kekhawatiran pasar terhadap potensi penutupan penuh Selat Hormuz. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya akan melakukan “apa pun yang diperlukan” terkait konflik dengan Iran, memicu spekulasi bahwa perang dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Laporan dari pejabat senior Washington menyebutkan bahwa Amerika tengah menyiapkan eskalasi besar dalam 24 jam ke depan dengan menyasar fasilitas produksi rudal, drone, serta aset angkatan laut Teheran. Di sisi lain, pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintasi Strait of Hormuz berpotensi menjadi target serangan. Jalur strategis ini menyumbang hampir seperlima pengiriman minyak global, sehingga gangguan sekecil apa pun langsung memicu lonjakan volatilitas di pasar energi dunia.

Arus tanker di Selat Hormuz dilaporkan terhenti akibat risiko keamanan yang meningkat drastis. Situasi semakin diperparah setelah Saudi Aramco menghentikan sementara operasional kilang Ras Tanura fasilitas terbesar di kerajaan tersebut usai serangan drone menghantam area produksi. Kombinasi gangguan pasokan dan ancaman konflik regional berskala luas memperkuat sentimen bullish, mendorong harga minyak tetap bertahan di level tinggi dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

WTI Oil Spot pada timeframe satu jam masih bergerak dalam tren naik setelah breakout kuat dari fase konsolidasi. Struktur higher low dan higher high menunjukkan buyer tetap dominan, dengan area 71,5 – 71,0 menjadi zona pullback ideal selama harga bertahan di atas support dan garis tren naik. Level 69,1 menjadi batas invalidasi jika tekanan jual meningkat.

Selama momentum terjaga, harga berpeluang menguji resistance 74,1 lalu melanjutkan kenaikan ke kisaran 75,5 – 77,0. Bias jangka pendek tetap bullish, namun koreksi terbatas tetap wajar sebelum melanjutkan penguatan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak sekitar 10% hingga menembus USD 75 per barel, level tertinggi dalam delapan bulan terakhir, sebelum terkoreksi tipis namun tetap menguat lebih dari 8%. Lonjakan ini dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada risiko gangguan di Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi rute sekitar seperlima distribusi minyak dunia. Meskipun Teheran menegaskan bahwa jalur tersebut tetap terbuka, banyak perusahaan pelayaran mulai mengalihkan rute kapal untuk menghindari potensi ancaman keamanan. Situasi ini menambah tekanan pada rantai pasokan energi sekaligus mendorong volatilitas harga minyak di pasar internasional.

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan balasan terhadap aset Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Sementara itu, kelompok produsen OPEC+ sepakat meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari pada April, namun tambahan pasokan ini dinilai terlalu kecil dibandingkan permintaan global. Kombinasi konflik geopolitik dan keterbatasan suplai membuat harga minyak berpotensi tetap bergejolak dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Minyak mentah WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan pemulihan kuat setelah memantul dari demand zone di area 64,00 – 65,00. Pergerakan naik ini berhasil menembus struktur penting (break of structure) di sekitar 67,00, menandakan perubahan arah menjadi bullish dalam jangka pendek. Harga sempat mencapai puncak di kisaran 67,70 sebelum terkoreksi, dengan area Fibonacci 38,2% hingga 50% di rentang 66,20 – 66,60 kini menjadi zona reaksi utama. Selama harga bertahan di atas level golden ratio 65,90 dan garis tren naik, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka.

Di sisi lain, munculnya sinyal “weak high” di dekat resistance menunjukkan momentum mulai melambat sehingga potensi retracement lanjutan perlu diperhatikan. Jika harga mampu bertahan dan kembali menguat dari area support, target kenaikan berikutnya berada di kisaran 68,50 hingga 69,50. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan menembus 65,90, maka risiko penurunan menuju support kuat di sekitar 64,80 kembali terbuka. Konfirmasi pergerakan harga di zona kunci tersebut menjadi penentu arah tren selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak hampir 2% hingga menembus level USD 95 per ounce pada perdagangan Senin (02/03), mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Lonjakan ini dipicu meningkatnya permintaan aset lindung nilai setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memperparah konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang memanas membuat investor global beralih ke komoditas logam mulia sebagai instrumen perlindungan nilai.

Konflik tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta memicu penutupan efektif Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dunia dan aliran gas alam. Gangguan pada rute energi strategis ini menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan global, sehingga mendorong harga perak terus menguat seiring meningkatnya ketidakpastian.

Di sisi lain, Iran juga meluncurkan serangan balasan terhadap aset Amerika Serikat di berbagai negara sekitar seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Operasi militer besar yang dipimpin Washington dilakukan setelah Teheran menolak tuntutan pembatasan program nuklirnya. Kombinasi eskalasi konflik, ancaman terhadap distribusi energi, serta ketegangan diplomatik global menjadikan perak kembali menjadi pilihan utama investor dalam menghadapi risiko pasar yang semakin tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Perak (XAGUSD) pada timeframe 1 jam menunjukkan tren bullish yang masih terjaga setelah terjadi break of structure di area sekitar 92,00. Harga sempat mencetak puncak di kisaran 96,40 sebelum mengalami koreksi sehat, membentuk sinyal “weak high” yang menandakan momentum mulai melambat. Saat ini, area Fibonacci 38,2% hingga 50% di zona 90,80 – 92,10 menjadi wilayah kunci yang berpotensi menjadi pijakan untuk melanjutkan kenaikan, selama harga tetap bertahan di atas garis tren naik.

Apabila tekanan beli kembali menguat di area tersebut, potensi pergerakan naik menuju resistance 96,40 hingga 99,40 masih terbuka lebar. Namun, jika harga turun menembus level 89,40 sebagai golden ratio, maka struktur kenaikan jangka pendek bisa berubah dan membuka ruang koreksi lebih dalam menuju demand zone di kisaran 85,20 – 87,60. Oleh karena itu, konfirmasi reaksi harga di area support menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak lebih dari 1% hingga menembus level USD 5.370 per ounce pada perdagangan Senin (02/03), mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya permintaan aset aman setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan. Konflik tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sehingga memicu ketegangan kawasan serta mengganggu jalur pelayaran di wilayah Teluk yang kaya minyak.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan terhadap aset milik Amerika Serikat di berbagai negara sekitar, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Yordania, Irak, dan Suriah. Eskalasi konflik ini membuat investor global beralih ke instrumen lindung nilai seperti emas. Sepanjang Februari, logam mulia tersebut mencatat kenaikan bulanan ketujuh berturut-turut, menjadi tren terpanjang sejak 1973, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan perubahan arah hubungan internasional di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Selain faktor konflik, reli harga emas juga diperkuat oleh pembelian besar dari bank sentral serta pergeseran minat investor dari obligasi dan mata uang ke aset fisik bernilai stabil. Kombinasi tekanan geopolitik, gangguan perdagangan energi, dan perubahan strategi investasi global menjadikan emas kembali sebagai pilihan utama dalam menjaga nilai kekayaan di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

OPINI ANALIS TRAZE

Emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam menunjukkan tren naik kuat setelah berhasil menembus area struktur penting (break of structure) di sekitar 5.255 – 5.280. Pergerakan impulsif membawa harga mencapai puncak baru di kisaran 5.390 sebelum mengalami koreksi sehat. Area Fibonacci 38,2% – 50% di sekitar 5.280 – 5.310 kini menjadi zona reaksi krusial yang berpotensi menjadi titik pantul. Selama harga bertahan di atas garis tren naik dan support dinamis tersebut, peluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 5.450 hingga 5.530 tetap terbuka.

Namun, terdapat sinyal “weak high” yang menandakan momentum mulai melambat sehingga potensi retracement lanjutan masih perlu diwaspadai. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah 5.255, maka struktur bullish jangka pendek berisiko berubah dan membuka ruang penurunan menuju area support kuat di sekitar 5.170. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi reaksi harga di zona support sebelum mengambil posisi, sambil memperhatikan volume dan kekuatan candle sebagai validasi arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak mendekati USD90 per ounce pada akhir pekan, mencatat kenaikan hampir dua persen dan berpeluang membukukan penguatan mingguan beruntun. Sentimen positif ditopang ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung membatalkan skema tarif resiprokal luas yang sebelumnya diumumkan Donald Trump. Pemerintah kemudian menetapkan bea impor global baru sebesar sepuluh persen dengan potensi peningkatan bagi sejumlah negara, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kesepakatan dagang yang sudah berjalan.

Di sisi lain, sikap lebih agresif sejumlah pejabat Federal Reserve berpotensi menahan reli logam mulia. Data ekonomi AS yang tetap solid memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga membatasi ruang kenaikan aset lindung nilai. Kombinasi prospek kebijakan moneter ketat dan ketegangan perdagangan membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi.

Faktor geopolitik turut menjadi penopang pergerakan harga. Amerika Serikat dan Iran sepakat melanjutkan negosiasi nuklir pekan depan setelah pembahasan di Jenewa menunjukkan perkembangan. Meski dialog berlanjut, risiko kawasan masih membayangi sehingga permintaan terhadap instrumen safe haven tetap terjaga. Kondisi ini menjaga perak berada dalam tren positif selama sentimen global belum sepenuhnya stabil.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada grafik satu jam menunjukkan momentum bullish yang semakin kuat setelah harga memantul dari area demand di kisaran 85,20–87,50. Reaksi dari zona tersebut membentuk struktur higher low dan mendorong kenaikan menembus level Fibonacci 23,6% hingga mendekati 38,2%. Saat ini harga bergerak di sekitar 90,00 dan menguji area resistance penting di 91,20, yang juga berdekatan dengan zona supply sebelumnya.

Selama harga bertahan di atas 88,90, peluang melanjutkan penguatan menuju 91,20 hingga 92,70 tetap terbuka. Namun apabila terjadi penolakan di area resistance, potensi koreksi sehat dapat membawa harga kembali menguji 88,00 sebelum menentukan arah berikutnya. Secara teknikal, tren jangka pendek masih condong ke atas selama support terdekat tidak ditembus secara meyakinkan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze