Harga emas tertekan di bawah 5.100 dolar per ons pada perdagangan Senin (09/03) seiring penguatan dolar Amerika Serikat yang menekan daya tarik logam mulia. Kenaikan mata uang AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga minat beli cenderung berkurang. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika juga mulai meredup, memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga.

Sentimen pasar semakin dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus 100 dolar per barel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran munculnya kembali inflasi global, sehingga pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika kemungkinan menunda kebijakan pelonggaran moneter. Harapan suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama biasanya membuat investor beralih ke aset berbunga, sehingga permintaan terhadap emas berkurang.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menambah ketidakpastian ekonomi global. Konflik dengan Iran telah memasuki pekan kedua, sementara jalur pengiriman energi penting di Selat Hormuz masih mengalami gangguan. Beberapa produsen minyak besar di kawasan seperti Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab bahkan mulai mengurangi produksi karena kapasitas penyimpanan yang semakin terbatas. Situasi ini menjaga volatilitas pasar komoditas dan membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan emas (XAUUSD) pada timeframe satu jam menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan kuat hingga mendekati area 5.000. Reaksi cepat dari zona dukungan tersebut memicu pantulan harga menuju kisaran 5.070, menandakan munculnya kembali minat beli di level bawah. Struktur pasar mulai memperlihatkan perubahan arah setelah terbentuknya change of character yang membuka peluang penguatan jangka pendek.

Apabila harga mampu bertahan di atas area penopang sekitar 5.070, potensi kenaikan menuju target pertama di sekitar 5.150 cukup terbuka. Jika momentum terus berlanjut, pergerakan selanjutnya berpeluang menguji area puncak kuat di kisaran 5.200. Namun, kegagalan mempertahankan level dukungan dapat memicu tekanan baru yang membawa harga kembali mendekati zona 5.000 sebagai area pertahanan berikutnya bagi pembeli.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Lonjakan harga minyak mentah terjadi tajam pada pembukaan perdagangan, melonjak hingga 22% dan menembus lebih dari 110 dolar per barel. Kenaikan ini memperpanjang reli pekan sebelumnya yang telah mencapai rekor 36%. Pemicunya berasal dari berkurangnya pasokan setelah sejumlah produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi, sementara jalur penting pengiriman energi global, Selat Hormuz, masih tertutup akibat konflik Iran.

Kuwait, produsen terbesar kelima di dalam OPEC, mengumumkan langkah pengurangan produksi minyak dan aktivitas kilang sebagai tindakan pencegahan. Keputusan tersebut diambil setelah muncul ancaman dari Iran terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Di Irak, produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan turun drastis sekitar 70%, menjadi hanya 1,3 juta barel per hari dibandingkan 4,3 juta barel sebelum konflik terjadi. Sementara itu, Uni Emirat Arab menyatakan sedang mengatur produksi lepas pantai secara hati-hati untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan, meskipun kegiatan di fasilitas darat tetap berjalan normal. Kondisi ini memperkuat ketegangan pasokan global dan mendorong harga energi terus bergerak naik.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil (USOIL) pada timeframe satu jam menunjukkan momentum bullish yang sangat kuat setelah harga menembus struktur pasar penting atau break of structure (BOS) di area sekitar 107. Lonjakan tajam dari zona 88 hingga menembus 110 memperlihatkan dominasi pembeli dalam jangka pendek. Berdasarkan proyeksi Fibonacci, area 107 kini berubah menjadi level penopang terdekat, sementara 115 menjadi batas kenaikan berikutnya yang berpotensi diuji apabila tekanan beli tetap terjaga.

Jika harga mampu bertahan di atas 107, peluang kenaikan menuju zona resistensi kuat di kisaran 118 hingga 126 semakin terbuka. Area tersebut menjadi target teknikal berikutnya sekaligus wilayah yang kemungkinan memicu aksi ambil untung. Namun apabila terjadi koreksi sehat, pergerakan turun berpotensi menguji kembali level 100 hingga 95 sebelum tren naik berlanjut. Selama struktur higher high tetap terjaga, bias pasar minyak masih condong ke arah penguatan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak naik mendekati $84 per ounce pada Jumat (06/03), mengikuti pemulihan di pasar logam mulia setelah tekanan yang terjadi sebelumnya. Meskipun demikian, komoditas ini masih berada di jalur penurunan mingguan lebih dari sepuluh persen. Penguatan dolar Amerika Serikat membuat sebagian investor beralih dari aset lindung nilai lain, sehingga pergerakan perak tetap berada di bawah tekanan sepanjang pekan.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar global. Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ketujuh, sementara Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone baru ke kawasan Teluk. Pada saat yang sama, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran meningkatnya inflasi global, sehingga pelaku pasar menilai bank sentral Amerika Serikat kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga.

Ekspektasi pasar kini bergeser dengan perkiraan penurunan suku bunga berikutnya baru terjadi pada September atau Oktober, lebih lambat dari proyeksi sebelumnya di pertengahan tahun. Sejumlah data ekonomi Amerika Serikat juga menunjukkan kondisi yang masih kuat, terlihat dari klaim pengangguran yang menurun, produktivitas yang meningkat, jumlah pemutusan kerja yang lebih sedikit, serta pertumbuhan sektor jasa yang melampaui perkiraan. Kombinasi faktor tersebut memperkuat dolar dan memberi tekanan tambahan terhadap pergerakan harga perak di pasar internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD (perak) pada grafik satu jam menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual kuat yang sempat membawa harga turun mendekati area 78.00. Pantulan dari zona tersebut membentuk struktur kenaikan bertahap dengan harga kembali bergerak di sekitar 84.70, berdekatan dengan level Fibonacci 23,6%. Area ini menjadi titik penting karena berfungsi sebagai resistance jangka pendek sekaligus penentu apakah momentum beli mampu berlanjut.

Apabila tekanan beli mampu mendorong harga menembus 86.80, peluang kenaikan menuju 89.20 hingga 92.30 terbuka sebagai target lanjutan. Namun jika terjadi penolakan di area resistance dan harga kembali melemah di bawah 83.40, perak berpotensi turun menuju 82.30 hingga 81.30 sebelum menemukan minat beli baru. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar level kunci tersebut akan sangat menentukan arah harga perak dalam jangka pendek di pasar komoditas global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun lebih dari dua persen ke kisaran $79 per barel pada Jumat (06/03), memangkas sebagian kenaikan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Penurunan ini muncul setelah pemerintah Amerika Serikat memberi sinyal sedang mempertimbangkan berbagai langkah untuk menahan lonjakan harga energi di tengah konflik dengan Iran. Beberapa opsi yang dibahas antara lain pelepasan cadangan minyak strategis, pelonggaran aturan pencampuran bahan bakar, hingga kemungkinan keterlibatan Departemen Keuangan AS dalam perdagangan kontrak berjangka minyak.

Meski mengalami koreksi harian, harga minyak tetap mencatat lonjakan hampir dua puluh persen sepanjang pekan ini. Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengganggu arus distribusi energi global. Situasi semakin memanas setelah jalur penting pengiriman minyak melalui Selat Hormuz praktis terhenti, memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia.

Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran. Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan udara ke Teheran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah kabar bahwa negaranya meminta gencatan senjata serta menegaskan belum ada rencana untuk membuka jalur negosiasi. Situasi ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan ketidakpastian tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL (WTI) pada grafik satu jam menunjukkan tren naik yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area break of structure di sekitar 77.10. Lonjakan tajam mendorong harga mendekati 80.00, sebelum akhirnya mengalami koreksi sehat dan bergerak konsolidasi di kisaran 78.30. Area ini menjadi support jangka pendek yang penting karena berada di atas level struktur sebelumnya, menandakan minat beli masih cukup kuat selama harga bertahan di atas zona tersebut.

Jika tekanan beli kembali meningkat, minyak berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 79.85 sebagai target terdekat, dengan peluang ekspansi hingga 81.50 apabila momentum tetap solid. Sebaliknya, penurunan di bawah 77.10 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju area 76.00 hingga 75.40, yang bertepatan dengan demand zone pada grafik. Oleh sebab itu, pergerakan harga di sekitar level kunci akan menjadi penentu arah selanjutnya bagi harga minyak dunia dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di sekitar $5.080 per ounce pada Jumat (06/03), mempertahankan pelemahan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Logam mulia ini diperkirakan mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima pekan, setelah penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan daya tarik aset lindung nilai tersebut. Kondisi ini membuat sebagian investor menahan pembelian emas meskipun ketegangan geopolitik masih tinggi.

Konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah sempat meningkatkan minat terhadap aset safe haven. Namun di sisi lain, lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Situasi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, sehingga tekanan terhadap harga emas tetap terasa.

Data ekonomi Amerika Serikat juga menunjukkan performa yang solid. Klaim pengangguran tercatat menurun, produktivitas meningkat, jumlah pemutusan kerja berkurang, serta sektor jasa tumbuh lebih cepat dari perkiraan. Di tengah kondisi tersebut, konflik antara AS, Israel, dan Iran telah memasuki hari ketujuh dengan serangan rudal serta drone di kawasan Teluk, sementara operasi militer dan langkah diplomatik terus meningkatkan ketidakpastian pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik satu jam menunjukkan upaya pemulihan setelah tekanan jual tajam yang sempat membawa harga mendekati area support kuat di sekitar 5.040 – 5.000. Pantulan dari zona tersebut membentuk struktur kenaikan jangka pendek dengan target pengujian kembali area 5.200 sebagai resistance terdekat. Level ini bertepatan dengan area Fibonacci penting yang berpotensi menjadi titik reaksi pasar sebelum arah berikutnya terbentuk.

Jika momentum beli mampu mempertahankan posisi di atas 5.120, peluang kenaikan menuju 5.260 hingga 5.335 terbuka sebagai target lanjutan sekaligus mendekati supply zone pada grafik. Namun apabila tekanan jual kembali muncul dan harga turun di bawah 5.080, emas berisiko kembali menguji area 5.040 bahkan mendekati 5.000 sebagai batas invalidasi tren naik jangka pendek. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar level kunci tersebut menjadi penentu arah harga emas selanjutnya di pasar global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak (silver) terus menguat pada perdagangan Kamis (05/03) dan mendekati level $85 per ounce, menandai dua sesi kenaikan berturut-turut. Permintaan logam mulia meningkat seiring melemahnya dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik yang melibatkan Iran. Situasi ini mendorong investor mencari aset lindung nilai untuk menjaga stabilitas portofolio di tengah ketegangan global.

Ketegangan meningkat setelah kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam. Pasar semakin waspada terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Laporan menyebutkan sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, sebuah insiden yang disebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II. Perkembangan tersebut memperkuat sentimen risiko di pasar keuangan.

Di sisi lain, pelemahan dolar juga memberikan dukungan tambahan bagi harga perak. Sentimen sempat membaik setelah muncul laporan mengenai kemungkinan pembicaraan damai antara pihak Iran dan Amerika Serikat, meskipun kemudian dibantah oleh Teheran. Sementara itu, kekhawatiran inflasi sedikit mereda setelah pemerintah AS memberikan sinyal stabilitas aktivitas perdagangan di kawasan Teluk, meski rencana tarif global sebesar 15% yang diumumkan oleh pemerintahan Trump diperkirakan mulai berlaku dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD (perak) pada grafik satu jam menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan kuat. Harga kini bergerak di sekitar area 84, mendekati level retracement Fibonacci 23,6% yang berfungsi sebagai zona penentu arah jangka pendek. Struktur pasar mulai membentuk higher low setelah terjadi perubahan karakter pergerakan harga, menandakan potensi kelanjutan fase pemulihan selama harga mampu bertahan di atas area support dinamis sekitar 83.

Jika momentum beli tetap terjaga, perak berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistensi berikutnya di sekitar 86 sebagai target awal, kemudian membuka ruang kenaikan lebih lanjut ke kisaran 89 hingga 92. Namun, skenario bullish ini dapat melemah apabila harga kembali turun dan menembus support penting di area 81 – 80, yang berpotensi memicu tekanan jual lanjutan. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung memperhatikan reaksi harga di zona support dan resistance utama untuk mengonfirmasi arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bertahan di kisaran 98,8 pada Kamis (05/03) setelah sempat tertekan sehari sebelumnya. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul tenggelamnya kapal perang Iran oleh kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka. Ketegangan yang juga melibatkan Israel ini telah memasuki hari keenam dan memicu kekhawatiran eskalasi berkepanjangan yang berisiko menekan pertumbuhan serta mendorong inflasi global.

Pada Rabu, dolar sempat melemah setelah muncul laporan bahwa pihak Iran membuka peluang dialog damai dengan Washington, meski kemudian dibantah oleh Teheran. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan tarif global 15 persen yang diumumkan Presiden Donald Trump kemungkinan mulai berlaku dalam waktu dekat. Kebijakan ini dinilai dapat menambah tekanan pada perdagangan internasional.

Dari data ekonomi, aktivitas sektor jasa AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga setengah tahun pada Februari. Pertumbuhan lapangan kerja swasta juga melampaui perkiraan, memperkuat sinyal ketahanan ekonomi. Kombinasi ketegangan geopolitik dan fundamental domestik yang solid membuat pergerakan indeks dolar tetap stabil meski dibayangi ketidakpastian global.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) menunjukkan penguatan signifikan setelah memantul dari area support kuat di sekitar 96,00 dan menembus resistance 97,78. Breakout ini mendorong harga melesat hingga mendekati 99,30 sebelum muncul tekanan jual di area puncak. Struktur grafik masih mencerminkan tren naik dengan pola higher low yang terjaga, ditopang garis tren menanjak sebagai pijakan pergerakan jangka pendek.

Secara teknikal, area 97,70 – 97,80 kini menjadi zona kunci yang berperan sebagai support terdekat. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang melanjutkan kenaikan menuju 98,70 hingga 99,30 tetap terbuka. Namun jika terjadi penembusan ke bawah garis tren, potensi koreksi menuju 97,40 bahkan 97,00 perlu diwaspadai. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh respons pasar di area support dan resistance terdekat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melonjak ke kisaran USD 5.170 per ounce pada Kamis (05/03), melanjutkan penguatan sesi sebelumnya seiring meningkatnya permintaan aset safe haven akibat memanasnya konflik Timur Tengah. Ketegangan memasuki hari keenam setelah pasukan Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, yang dibalas Teheran dengan rudal ke beberapa negara tetangga termasuk fasilitas energi strategis. Situasi ini mendorong pelaku pasar mengalihkan dana ke instrumen lindung nilai untuk mengantisipasi risiko geopolitik yang semakin luas.

Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan terhadap operasi militer tersebut, sementara pejabat Washington mengklaim satu kapal perang Iran telah ditenggelamkan di perairan internasional. Otoritas Teheran membantah laporan bahwa kementerian intelijennya membuka jalur negosiasi dengan Amerika, menyebut kabar itu tidak benar. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS memastikan tarif global sebesar 15% mulai berlaku pekan ini dengan kemungkinan penyesuaian dalam lima bulan mendatang.

Lonjakan harga minyak dan gas kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed mundur, dengan pemangkasan suku bunga pertama kini diperkirakan terjadi pada September dan dua kali penurunan masih diperhitungkan untuk 2026. Kombinasi risiko geopolitik, tekanan energi, serta ketidakpastian kebijakan menjadi katalis utama yang menopang reli emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan struktur bullish setelah membentuk higher low di area 5.100 dan bergerak stabil di atas garis tren naik. Pantulan dari zona Fibonacci 50% – 61,8% memperkuat indikasi akumulasi, sementara posisi harga kini bertahan di atas level 5.200 sebagai support terdekat. Selama tidak kembali menembus area 5.125, momentum kenaikan masih terjaga dengan peluang melanjutkan penguatan secara bertahap.

Target terdekat berada di kisaran 5.264, kemudian berpotensi menguji 5.337 yang bertepatan dengan zona supply kuat. Jika tekanan beli meningkat dan resistance tersebut ditembus, ruang menuju 5.418 semakin terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah 5.100 akan membatalkan skenario positif dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area 5.040 sebagai support kunci.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia melonjak tajam setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kontrak berjangka WTI crude naik lebih dari 2% mendekati USD 77 per barel pada Kamis (05/03), melanjutkan reli pekan ini. Lonjakan terjadi setelah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut serangan tersebut sebagai aksi militer pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II, mempertegas eskalasi konflik yang kini memasuki hari keenam dalam kampanye gabungan AS–Israel.

Situasi geopolitik yang memburuk membuat pelaku pasar waspada terhadap risiko perang berkepanjangan. Krisis ini juga menghentikan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan membakar kapal yang mencoba melintas. Jalur vital tersebut merupakan pintu utama distribusi energi global, sehingga gangguan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran pasokan dan mendorong harga minyak mentah naik signifikan.

Untuk meredam potensi guncangan energi yang lebih luas, Presiden Donald Trump menawarkan skema asuransi risiko serta pengawalan angkatan laut bagi kapal dagang di Teluk Persia. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengumumkan langkah tambahan guna menstabilkan pasar kawasan Teluk. Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi, dan pergerakan harga WTI diperkirakan tetap volatil selama ancaman konflik belum mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI oil spot pada timeframe satu jam bergerak dalam pola segitiga simetris setelah reli tajam awal pekan. Struktur higher low masih terjaga dengan area support kuat di kisaran 72.70 – 73.50, bertepatan dengan zona Fibonacci 61.8% – 50%. Selama harga bertahan di atas area tersebut, bias jangka pendek tetap cenderung bullish. Tekanan beli mulai meningkat mendekati resistance 75.50, sementara batas atas pola berada di sekitar 77.20 yang menjadi level kunci penentu arah berikutnya.

Jika terjadi penembusan valid di atas 77.20, momentum berpotensi mendorong kenaikan menuju target lanjutan di area 79.20 hingga 81.70. Sebaliknya, kegagalan breakout dan penurunan di bawah 72.70 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju 71.40 bahkan 69.90 sebagai invalidasi tren naik. Dengan volatilitas yang masih tinggi akibat sentimen geopolitik, pergerakan minyak dunia diperkirakan tetap agresif sehingga manajemen risiko menjadi faktor penting dalam menghadapi fluktuasi harga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak lebih dari dua persen hingga diperdagangkan di atas USD 84 per ounce pada Rabu (04/03), bangkit setelah dua sesi penurunan tajam. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memunculkan kekhawatiran konflik berkepanjangan. Serangan terbaru oleh Israel terhadap fasilitas di Iran memperdalam ketidakpastian geopolitik dan mendorong investor kembali memburu aset lindung nilai.

Presiden AS Donald Trump menilai perubahan kepemimpinan di Teheran berpotensi menghadirkan situasi yang sama problematiknya dengan rezim sebelumnya. Ia juga menjanjikan pengawalan militer serta dukungan asuransi bagi kapal tanker yang melintasi Strait of Hormuz guna meredakan kekhawatiran pasar energi global. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas distribusi minyak dan perdagangan internasional.

Sebelumnya, perak sempat anjlok lebih dari dua belas persen dalam dua hari akibat penguatan dolar AS di tengah lonjakan harga energi yang memicu risiko inflasi. Kondisi itu membuat pelaku pasar mengevaluasi kembali arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Meski volatilitas tinggi, sentimen safe haven kembali menopang pergerakan logam mulia di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD (harga perak) pada grafik 30 menit menunjukkan fase pemulihan setelah membentuk titik terendah baru di area 79. Harga kini bergerak dalam pola kenaikan bertahap dengan dukungan demand zone yang cukup solid, sekaligus bertahan di atas level Fibonacci 50% – 61,8%. Struktur ini membuka peluang lanjutan menuju resistance 87 hingga 89 apabila momentum beli tetap konsisten dan tidak terjadi penolakan kuat di area supply terdekat.

Meski demikian, tekanan jual masih membayangi selama harga belum mampu menembus zona penawaran di kisaran 90 – 92. Jika terjadi penurunan kembali dan support 79 ditembus, risiko pelemahan lanjutan dapat membawa perak menguji area low sebelumnya. Untuk jangka pendek, strategi yang lebih bijak adalah menunggu konfirmasi breakout atau pullback sehat guna memastikan arah berikutnya, sambil memantau pergerakan dolar AS sebagai faktor penggerak utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze