Harga perak melemah mendekati $84 per ounce pada Kamis (12/03), melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi global yang membuat peluang pemangkasan suku bunga semakin kecil. Kenaikan harga energi turut memperkuat sentimen tersebut setelah pasar menilai pelepasan cadangan minyak strategis oleh sejumlah negara belum mampu meredakan ketegangan pasokan.

Di saat yang sama, konflik Iran sebenarnya meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai. Namun, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury justru membatasi kenaikan logam mulia. Data inflasi Amerika Serikat pada Februari juga menunjukkan angka yang sesuai ekspektasi, tetapi masih berada di atas target bank sentral sehingga menambah kekhawatiran terhadap tekanan harga ke depan.

Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang. Pelaku pasar bahkan hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. Meski mengalami koreksi jangka pendek, harga perak tetap mencatat kinerja positif dengan kenaikan lebih dari 18% sejak awal tahun, menunjukkan permintaan investor masih cukup kuat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAGUSD) pada timeframe H1 terlihat mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 90.00. Pergerakan terbaru menunjukkan tekanan jual yang membawa harga turun ke sekitar 84.80, bertepatan dengan level Fibonacci 50% yang kini menjadi area penentu arah jangka pendek. Struktur pasar sebelumnya sempat membentuk break of structure bullish, namun momentum melemah setelah muncul penolakan kuat di zona atas.

Selama harga mampu bertahan di atas area golden ratio 83.50 – 83.60, peluang rebound masih terbuka dengan potensi kenaikan kembali menuju 87.50 hingga menguji 90.00 sebagai resistance utama. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan menembus zona tersebut, perak berisiko turun lebih dalam menuju 81.80 hingga 79.60 sebagai area support kuat berikutnya. Pergerakan di sekitar level kunci ini akan menentukan apakah pasar kembali melanjutkan tren naik atau memasuki fase koreksi lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah $5.150 per ounce pada Kamis (12/03), mencatat penurunan dua sesi berturut-turut. Pelemahan terjadi setelah lonjakan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi global, sehingga memperkecil peluang bank sentral memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu volatilitas di pasar komoditas. 📉

Harga minyak sendiri naik selama dua hari terakhir karena kekhawatiran perang Iran yang berpotensi berlangsung lama. Kenaikan tersebut terjadi meskipun negara-negara besar mencoba meredakan tekanan pasar melalui pelepasan cadangan energi darurat. Bahkan langkah IEA yang merilis sekitar 400 juta barel minyak, terbesar sepanjang sejarah, dinilai pelaku pasar masih belum cukup menenangkan kekhawatiran pasokan.

Di sisi lain, penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi Treasury turut menekan emas. Kekhawatiran inflasi jangka depan membuat pasar memperkirakan Federal Reserve hanya akan memangkas suku bunga satu kali tahun ini. Sementara itu, data terbaru menunjukkan inflasi inti AS masih relatif terkendali di awal tahun, meski Uni Eropa memperingatkan inflasi kawasan tersebut berpotensi melampaui 3% pada tahun ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe H1 terlihat bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance sekitar 5.239. Struktur pasar menunjukkan terbentuknya pola descending channel, menandakan momentum jangka pendek masih cenderung melemah. Saat ini harga bergerak di sekitar level Fibonacci 50% di area 5.150, yang menjadi titik penting untuk menentukan arah selanjutnya setelah terjadi break of structure pada penurunan sebelumnya.

Apabila harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, peluang rebound terbuka menuju 5.197 hingga kembali menguji 5.239 sebagai resistance utama. Namun jika tekanan jual berlanjut dan menembus 5.128, pergerakan berpotensi turun menuju zona demand 5.100 – 5.060 yang menjadi area support kuat. Reaksi harga di wilayah ini akan menjadi kunci apakah emas mampu memulai pemulihan atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis (12/03). Kontrak berjangka WTI melonjak mendekati $95 per barel, menandai kenaikan dua sesi berturut-turut. Lonjakan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi global, sehingga menutupi dampak dari langkah sejumlah negara besar yang berencana melepas cadangan minyak strategis mereka.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memperburuk kekhawatiran pasokan. Irak menghentikan operasi di terminal minyaknya setelah dua kapal tanker diserang di perairan negara tersebut. Di sisi lain, Iran melalui sejumlah perantara menyampaikan bahwa Amerika Serikat harus menjamin tidak akan ada serangan dari AS maupun Israel di masa depan jika gencatan senjata ingin dipertimbangkan, tuntutan yang dinilai sulit diterima Washington.

Situasi semakin rumit karena Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia, masih praktis tertutup setelah beberapa kapal komersial dilaporkan terkena serangan di lepas pantai Iran. Kondisi ini mendorong produsen utama Timur Tengah mengurangi produksi secara signifikan sehingga pasokan global makin ketat. Sebagai respons, International Energy Agency (IEA) menyetujui pelepasan cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah, dengan total sekitar 400 juta barel minyak dari negara-negara anggotanya.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL (WTI) pada timeframe H1 menunjukkan potensi pembalikan bullish setelah terbentuk pola inverse head and shoulders dengan neckline di area 87.60. Breakout di atas level ini menandakan momentum beli mulai menguat setelah muncul break of structure. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan terbuka menuju target 94.80 sebagai resistance terdekat.

Jika momentum berlanjut, harga minyak berpotensi melanjutkan reli ke 99.20 mendekati level psikologis 100. Namun skenario bullish dapat melemah bila harga turun kembali ke bawah support 84.80 – 83.10, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam menuju 80.40.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga Perak bertahan di atas $88 per ounce pada Rabu (11/03) setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap konflik yang semakin tidak menentu di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik membuat investor kembali melirik logam mulia sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya risiko global.

Operasi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini memasuki hari ke-12. Pentagon melaporkan bahwa serangan terbaru menjadi yang paling intens sejauh ini dan menegaskan operasi akan berlanjut hingga Iran dianggap tidak lagi menjadi ancaman. Pernyataan tersebut berbeda dengan komentar sebelumnya dari Donald Trump yang sempat menyiratkan bahwa konflik berpotensi berakhir dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pasar energi mendapat tekanan setelah International Energy Agency mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah guna menstabilkan harga global. Meski demikian, pemangkasan produksi oleh sejumlah negara Timur Tengah tetap menimbulkan kekhawatiran pasokan, terutama karena jalur penting di Strait of Hormuz masih praktis tertutup. Investor kini menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat yang diharapkan memberikan gambaran terbaru mengenai arah tekanan harga di ekonomi terbesar dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal pada XAGUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga perak masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya. Saat ini pergerakan berada di dalam pola channel menurun kecil yang menandakan tekanan jual jangka pendek, namun struktur tren yang lebih besar masih cenderung bullish. Area sekitar 86,8 – 87 menjadi level support penting yang berfungsi sebagai batas pertahanan pembeli.

Selama harga mampu bertahan di atas zona support tersebut, peluang rebound tetap terbuka dengan potensi pengujian kembali area resistance di sekitar 90 yang ditandai sebagai weak high. Jika terjadi pantulan kuat, momentum kenaikan bisa kembali terbentuk. Sebaliknya, apabila tekanan jual mendorong harga menembus support, perak berpotensi melanjutkan koreksi menuju area permintaan berikutnya di sekitar 83 sebelum menemukan keseimbangan baru di pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate crude oil kembali naik di atas $85 per barel pada Rabu (11/03) setelah sempat merosot di bawah $77 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik Iran serta ketidakpastian jalur pengiriman minyak melalui Strait of Hormuz yang merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia. Situasi tersebut membuat pelaku pasar kembali berhati-hati karena gangguan pasokan global berpotensi terjadi sewaktu-waktu.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah pernyataan dari Donald Trump yang sebelumnya menyebut konflik bisa segera berakhir, namun pejabat Amerika Serikat kemudian menegaskan bahwa operasi militer justru semakin intensif dan peluang diplomasi masih sangat kecil. Kebingungan juga muncul ketika Menteri Energi AS mengunggah pesan tentang pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut, sebelum akhirnya pihak pemerintah mengklarifikasi bahwa operasi tersebut tidak pernah terjadi.

Di sisi pasokan, sejumlah produsen besar Timur Tengah seperti Saudi Arabia, United Arab Emirates, Kuwait, dan Iraq telah memangkas produksi secara kolektif lebih dari enam juta barel per hari. Penurunan suplai semakin terasa setelah kilang minyak terbesar di UEA menghentikan operasi akibat serangan drone. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan energi global dan menjadi pendorong utama lonjakan harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal pada USOIL timeframe 30 menit menunjukkan harga minyak mulai kehilangan momentum kenaikan setelah memasuki area supply kuat di sekitar 86 – 88. Penolakan dari zona resistance tersebut memicu tekanan jual yang mendorong harga kembali bergerak turun ke area Fibonacci 50% di kisaran 82. Level ini menjadi titik krusial karena sebelumnya berfungsi sebagai area keseimbangan antara pembeli dan penjual.

Apabila tekanan bearish berlanjut dan harga menembus support 80 – 79, potensi penurunan dapat berlanjut menuju target pertama di sekitar 75,9. Jika momentum jual semakin kuat, harga berpeluang melanjutkan koreksi lebih dalam menuju area 72 sebagai target berikutnya. Namun selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, peluang konsolidasi masih terbuka sebelum pasar menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik hingga sekitar $5.210 per ounce pada Rabu (11/03), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya karena konflik yang terus memanas di Timur Tengah membuat pelaku pasar tetap waspada. Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran, yang disebut sebagai operasi paling intens sejauh ini. Situasi geopolitik tersebut mendorong investor mencari aset aman, sehingga permintaan terhadap emas semakin kuat.

Kementerian Pertahanan AS menyatakan operasi militer akan terus berlanjut hingga Iran dianggap tidak lagi menjadi ancaman. Pernyataan ini menunjukkan sikap yang lebih tegas dibandingkan komentar sebelumnya dari Donald Trump yang sempat memberi sinyal bahwa konflik mungkin segera mereda. Di sisi lain, pesan berbeda dari pejabat pemerintah AS terkait pengawalan kapal tanker minyak di Selat Hormuz menambah ketidakpastian dan memperkuat sentimen hati-hati di pasar global.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menunggu data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan masih berada di atas target bank sentral. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh Federal Reserve semakin terbatas. Saat ini, trader hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini, faktor yang turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal pada pasangan XAUUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga emas masih bergerak dalam struktur bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya. Pergerakan terbaru membentuk pola kenaikan bertahap dengan dukungan garis tren naik yang menjaga momentum positif. Saat ini harga sedang melakukan konsolidasi di sekitar area 5.200 – 5.240, yang berpotensi menjadi zona akumulasi sebelum melanjutkan pergerakan lebih tinggi.

Selama harga mampu bertahan di atas area support Fibonacci sekitar 5.170, peluang kenaikan masih terbuka dengan target pertama di kisaran 5.286 dan target lanjutan mendekati 5.347. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah area support tersebut, emas berpotensi melakukan koreksi lebih dalam menuju zona 5.128 hingga 5.098 sebagai area pertahanan berikutnya. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga di area support untuk mengonfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat ke sekitar $89 per ounce pada perdagangan Selasa (10/03) setelah sempat turun di bawah $80 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan dolar Amerika Serikat setelah muncul harapan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran dapat segera berakhir. Meredanya permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar turut mendorong logam mulia kembali diminati oleh pelaku pasar.

Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer di Iran hampir mencapai tahap akhir dan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal yang diperkirakan berlangsung beberapa minggu. Ia juga mengisyaratkan rencana pelonggaran sanksi terkait minyak serta pengawalan kapal tanker oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas pasokan energi dan menahan lonjakan harga minyak global.

Sebelumnya, dolar sempat menguat tajam karena meningkatnya permintaan aset aman di tengah kekhawatiran konflik Timur Tengah dapat memicu gangguan ekonomi berkepanjangan serta tekanan inflasi. Kini perhatian investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat dalam waktu dekat yang diharapkan memberikan gambaran baru mengenai arah harga, meskipun dampak penuh dari konflik Iran kemungkinan belum sepenuhnya tercermin dalam laporan tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAGUSD timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang mengalami koreksi setelah reli kuat yang membawa harga mendekati area 90.00. Penolakan di level tersebut memicu pullback menuju zona support Fibonacci di kisaran 86.00 – 84.80 yang kini menjadi area penting bagi pergerakan selanjutnya.

Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target menuju 92.87 dan potensi lanjutan ke sekitar 96.48. Namun jika support utama di sekitar 81.90 ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik mendekati $5.180 per ounce pada perdagangan Selasa (10/03), memulihkan penurunan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah dolar Amerika Serikat melemah menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Sentimen tersebut mendorong minat investor kembali ke pasar logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Trump sebelumnya berupaya menenangkan pasar dengan menyebut operasi militer yang berlangsung sebagai “ekskursi kecil” di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Pernyataan tersebut memicu respons dari pihak Iran yang menegaskan bahwa mereka yang akan menentukan kapan konflik tersebut berakhir. Situasi geopolitik ini sempat menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu lonjakan inflasi global.

Kekhawatiran inflasi sebelumnya membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Saat ini, pasar memperkirakan pelonggaran sekitar 40 basis poin hingga akhir tahun, turun dari lebih dari 55 basis poin pada akhir Februari. Investor kini menunggu rilis data inflasi utama Amerika Serikat, termasuk indeks harga konsumen (CPI) dan PCE, yang diperkirakan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang menguji area resistensi penting setelah memantul dari zona support di kisaran 5.050–5.100. Pergerakan terbaru membentuk struktur kenaikan jangka pendek yang mendorong harga mendekati level 5.186. Area ini menjadi batas krusial karena sebelumnya menjadi titik penolakan yang memicu tekanan jual.

Jika mampu menembus 5.186, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target sekitar 5.233 dan berlanjut ke area 5.292. Namun apabila kembali tertahan, harga berpeluang terkoreksi lebih dulu untuk menguji support di sekitar 5.100 yang menjadi zona demand sekaligus area penopang tren jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun di bawah $86 per barel pada perdagangan Selasa (10/02) setelah sebelumnya melonjak mendekati $120 pada sesi sebelumnya. Penurunan tajam ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal bahwa konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Ia menyatakan operasi militer Amerika berjalan lebih cepat dari jadwal awal, sehingga ketegangan geopolitik yang sempat memicu lonjakan harga energi mulai mereda.

Selain itu, Trump juga mengungkapkan rencana untuk melonggarkan sanksi terkait minyak serta menugaskan Angkatan Laut AS mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan global sekaligus menahan kenaikan harga minyak. Di sisi lain, para menteri keuangan negara G7 menyatakan kesiapan mereka untuk melepas cadangan minyak strategis jika diperlukan guna menenangkan pasar energi dunia.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak tajam pada Senin setelah sejumlah produsen utama Timur Tengah mengurangi produksi akibat gangguan pengiriman di Selat Hormuz. Pembatasan lalu lintas kapal tanker membuat fasilitas penyimpanan cepat penuh. Beberapa negara penghasil besar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak pun mulai menahan produksi, memicu kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan pasokan energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal WTI Oil (USOIL) timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang mencoba bangkit setelah mengalami koreksi tajam dari puncak terbaru. Penurunan sebelumnya membentuk pola retracement yang mengarah ke area support penting di sekitar 77.00 – 80.00, yang juga bertepatan dengan garis tren naik jangka pendek. Area ini menjadi zona krusial karena sebelumnya berfungsi sebagai level permintaan kuat yang mampu menahan tekanan jual. Selama harga bertahan di atas support tersebut, peluang pemulihan masih terbuka.

Jika momentum beli kembali menguat, harga minyak berpotensi bergerak menuju target pertama di kisaran 94.17 sebelum melanjutkan kenaikan ke area resistensi berikutnya di sekitar 101.20. Struktur grafik juga memperlihatkan kemungkinan pembentukan higher low yang dapat memperkuat skenario rebound dalam jangka pendek. Namun, apabila tekanan jual mendorong harga turun menembus 77.00, tren kenaikan berisiko melemah dan membuka ruang penurunan lebih dalam menuju zona support berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS menguat melewati level 99,5 pada perdagangan awal pekan, sekaligus mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan ini terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus 100 dolar per barel. Kekhawatiran meningkat karena konflik berkepanjangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi global dalam jangka panjang.

Pelaku pasar mulai menyesuaikan kembali proyeksi inflasi setelah ketegangan geopolitik memanas sejak pekan lalu. Kondisi tersebut memperkuat perkiraan bahwa bank sentral Amerika Serikat kemungkinan menunda rencana pemangkasan suku bunga. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat membuat mata uang AS semakin diminati oleh investor global.

Permintaan terhadap dolar juga meningkat karena arus pencarian aset aman ketika konflik Iran memasuki pekan kedua tanpa tanda penyelesaian. Presiden Donald Trump bahkan mendesak Teheran untuk menyerah tanpa syarat, sementara Iran menunjuk Mojtab Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi negara tersebut. Dalam sepekan terakhir, performa dolar bahkan melampaui emas dan beberapa aset perlindungan lain, menarik perhatian besar pelaku pasar keuangan dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) pada timeframe empat jam masih menunjukkan tren menguat setelah harga menembus struktur penting di area 97,6. Momentum tersebut mendorong indeks naik mendekati 99,2, menandakan dominasi pembeli masih kuat. Selama harga bertahan di atas zona permintaan sekitar 98,3, peluang kenaikan jangka pendek tetap terbuka.

Apabila penguatan berlanjut, indeks berpotensi menguji level psikologis 100 sebagai target berikutnya. Namun jika terjadi koreksi, area 98,3 hingga 97,6 menjadi zona dukungan yang berpotensi menahan tekanan jual sebelum tren selanjutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze