Harga emas bergerak di bawah US$4.700 per ounce pada perdagangan Rabu (13/05) setelah data inflasi Amerika Serikat naik di atas perkiraan pasar. Inflasi konsumen AS tercatat 3,8% pada April, lebih tinggi dari estimasi 3,7%, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Kenaikan biaya energi akibat konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga tersebut.

Data inflasi yang lebih kuat membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve. Investor kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, bahkan mulai muncul spekulasi kenaikan bunga pada tahun depan. Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menopang permintaan aset safe haven. Harga minyak terus menguat dalam tiga sesi terakhir karena negosiasi terkait konflik AS-Iran belum menunjukkan kemajuan berarti. Presiden Donald Trump juga mengumumkan langkah baru untuk menekan harga daging sapi dan bensin di tengah tekanan politik menjelang pemilu sela November, sementara pasar tetap mencermati dampaknya terhadap inflasi global dan pergerakan emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Tekanan bearish masih mendominasi pergerakan XAUUSD setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.712. Struktur candle pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum jual kembali menguat usai muncul penolakan di zona supply, membuka peluang penurunan menuju support 4.671 hingga area target berikutnya di 4.655. Selama harga tetap bergerak di bawah 4.728, tren jangka pendek cenderung melemah.

Sentimen pasar juga dipengaruhi penguatan dolar AS pasca data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini membuat emas kehilangan tenaga rebound dan rawan melanjutkan koreksi apabila tekanan jual terus meningkat. Namun, jika harga mampu kembali menembus 4.712 dan bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan menuju resistance 4.728 kembali terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran US$102 per barel setelah menguat selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan ini dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang terus mengganggu pasokan energi global, terutama akibat terbatasnya aktivitas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas dunia.

Upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sejauh ini belum menunjukkan hasil signifikan. Situasi semakin sensitif setelah Washington menolak respons terbaru Teheran terkait proposal perdamaian. Ketegangan di kawasan tersebut membuat distribusi minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar terganggu sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan energi global.

Di sisi lain, inflasi Amerika Serikat pada April meningkat lebih tinggi dari perkiraan akibat lonjakan harga energi. Kondisi ini memperkuat tekanan terhadap perekonomian sekaligus mendukung kenaikan harga minyak. Pelaku pasar kini juga menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, meski isu perdagangan disebut masih menjadi fokus utama dibanding konflik Iran.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren bullish meski sempat mengalami koreksi sehat setelah gagal menembus area resistance 99.32. Struktur harga pada grafik menunjukkan potensi pullback menuju zona golden ratio di kisaran 95.60 sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga bertahan di atas area support utama 93.30, peluang penguatan masih terbuka lebar didukung momentum pasar yang tetap solid.

Secara teknikal, area 95.60 menjadi titik penting yang berpotensi memicu rebound baru menuju target resistance 99.32 hingga 100.95. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support invalidasi, tren naik berisiko melemah dalam jangka pendek. Sentimen geopolitik Timur Tengah dan gangguan pasokan energi global masih menjadi katalis utama yang menopang pergerakan minyak dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga Silver bergerak melemah mendekati level USD 85 per ounce pada perdagangan Selasa (12/05) setelah sempat menguat di awal sesi. Tekanan muncul akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut turut memperpanjang gangguan di Selat Hormuz, jalur pengiriman minyak strategis dunia, sehingga harga energi tetap tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi global.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam kondisi “sangat rapuh” setelah Washington menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran. Pernyataan itu memperbesar kekhawatiran pasar bahwa aktivitas distribusi energi melalui Selat Hormuz dapat terus terganggu dalam waktu yang lebih lama. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk melihat dampak konflik Timur Tengah terhadap tekanan harga secara lebih luas.

Di sisi lain, perak sebelumnya melonjak lebih dari 7% dan menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik, sekaligus prospek kebutuhan industri yang semakin kuat. Berbeda dengan logam mulia lain, perak dinilai memiliki daya tarik ganda karena digunakan secara luas dalam sektor manufaktur dan teknologi, sehingga potensi permintaan fisiknya tetap terjaga.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Silver atau XAG/USD mulai menunjukkan tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area resistance kuat di kisaran 87.20. Pada grafik terlihat muncul pola penolakan harga disertai perubahan struktur pasar (CHoCH) yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Saat ini area 86.00 menjadi zona penting yang berpotensi berubah menjadi resistance baru apabila harga kembali melakukan rebound.

Jika tekanan jual terus mendominasi, perak berpeluang bergerak turun menuju target support terdekat di area 83.55 hingga 82.14. Momentum koreksi juga diperkuat oleh munculnya validasi resistance dan melemahnya dorongan beli setelah reli tajam sebelumnya. Meski demikian, skenario bearish dapat batal apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas level 87.24, yang membuka peluang kenaikan lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas terkoreksi mendekati US$4.700 per ounce pada perdagangan Selasa (12/05) setelah sempat menguat di awal sesi. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta penutupan berkepanjangan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pasar semakin waspada terhadap potensi kenaikan inflasi global dalam waktu dekat.

Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS yang kembali menarik minat investor. Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi “massive life support” setelah menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz dapat tetap terganggu lebih lama dan memengaruhi distribusi energi dunia.

Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan kembali operasi militer serta rencana pengawalan kapal dagang di kawasan Hormuz. Pelaku pasar kini menanti data inflasi konsumen Amerika Serikat untuk melihat dampak konflik Iran terhadap tekanan harga. Perkembangan tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas dan sentimen pasar global dalam beberapa hari ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAU/USD pada timeframe 30 menit masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area resistance kuat di kisaran 4.753. Penolakan di zona “golden ratio” memicu aksi jual lanjutan yang mendorong pergerakan turun menuju support 4.706. Struktur candle menunjukkan dominasi bearish masih cukup besar, terutama setelah muncul rejection di area invalidasi resistance dan terbentuk lower high yang memperkuat sinyal pelemahan jangka pendek.

Secara teknikal, area 4.688 menjadi target penurunan berikutnya apabila support saat ini tidak mampu bertahan. Namun, peluang rebound tetap terbuka jika harga kembali menembus level 4.733 hingga 4.753 dengan volume beli yang meningkat. Pelaku pasar kini mencermati momentum dolar AS serta sentimen geopolitik global yang masih menjadi penggerak utama arah emas dalam perdagangan hari ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak menembus level US$99 per barel pada perdagangan Selasa (12/05), melanjutkan kenaikan tajam dari sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berada dalam kondisi sangat rapuh. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelangsungan distribusi energi global, terutama karena Selat Hormuz masih berpotensi mengalami gangguan dalam waktu lebih lama.

Ketegangan semakin memanas setelah Iran dikabarkan meminta Amerika Serikat menghentikan blokade laut serta melonggarkan sanksi ekonomi, sambil tetap mempertahankan pengaruh terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan Presiden Trump tengah berdiskusi dengan tim keamanan nasionalnya terkait kemungkinan melanjutkan operasi militer dan pengawalan kapal dagang di kawasan Hormuz. Kondisi ini membuat investor semakin waspada terhadap risiko lonjakan harga energi dunia.

CEO Saudi Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa pasar global kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan minyak setiap pekan akibat gangguan distribusi. Menurutnya, apabila krisis berlangsung lebih lama, proses pemulihan keseimbangan pasar dapat tertunda hingga tahun depan. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah pun kini menjadi faktor utama yang terus mendorong volatilitas harga minyak internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL spot pada time frame 30 menit masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil mempertahankan area support kuat di kisaran 95.000 hingga 95.450. Struktur kenaikan mulai terbentuk sejak munculnya pantulan dari level invalidasi support, disertai momentum beli yang mendorong harga kembali menuju area Fibonacci 0.0 di sekitar 96.148. Selama pergerakan tetap bertahan di atas zona golden ratio, peluang penguatan lanjutan masih terbuka lebar.

Secara teknikal, target terdekat berada di area 96.450 sebagai resistance awal sebelum menguji level 96.850 yang menjadi target utama sekaligus zona weak high. Jika tekanan beli meningkat, breakout di atas area tersebut berpotensi membuka jalan menuju penguatan lebih tinggi. Namun, trader tetap perlu mewaspadai koreksi apabila harga turun kembali di bawah 95.450 karena kondisi itu dapat memicu tekanan jual jangka pendek pada minyak mentah dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat mendekati $81,50 pada perdagangan Asia awal pekan. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan industri global, terutama dari sektor panel surya, kendaraan listrik, semikonduktor, hingga pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Permintaan yang terus tumbuh membuat pasar optimistis bahwa konsumsi perak berpotensi kembali melampaui pasokan sepanjang 2026.

Selain kebutuhan industri, minat investasi terhadap logam mulia putih ini juga tetap solid. Data terbaru World Silver Survey menunjukkan permintaan investasi fisik global pada 2025 hingga awal 2026 mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan pembelian dari investor India serta perubahan tren perdagangan logam mulia di Eropa menjadi pendorong utama penguatan harga perak di pasar internasional.

Meski demikian, kenaikan perak masih dibayangi risiko kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral utama dunia. Harga energi yang terus naik memicu kekhawatiran inflasi tetap panas sehingga bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Di sisi lain, tensi geopolitik kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian baru dari Iran yang dinilai “tidak dapat diterima,” sehingga mendorong investor mencari aset safe haven seperti perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam pola segitiga simetris pada timeframe 1 jam, menandakan pasar sedang menunggu arah pergerakan berikutnya. Saat ini harga bertahan di area $80,00 dengan tekanan beli mulai kembali muncul setelah sempat terkoreksi. Jika mampu menembus garis resistance pola tersebut, perak berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $82,00 yang menjadi target resistance terdekat sekaligus zona weak high.

Namun apabila gagal breakout dan tekanan jual meningkat, XAG/USD berisiko kembali melemah menuju support penting di kisaran $77,00. Area ini menjadi zona demand kuat yang sebelumnya memicu rebound signifikan. Selama harga masih bertahan di atas support ascending trendline, peluang bullish tetap lebih dominan meski volatilitas diperkirakan meningkat di tengah sentimen geopolitik dan pergerakan dolar AS.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS menguat kembali ke area 98 pada perdagangan Senin (11/05) setelah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Permintaan terhadap aset safe haven meningkat usai negosiasi damai belum menemukan titik temu. Presiden Donald Trump bahkan menolak proposal terbaru Iran terkait program nuklir dan menyebutnya “sepenuhnya tidak dapat diterima”, sehingga memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah.

Di sisi ekonomi, data tenaga kerja Amerika Serikat turut memperkuat posisi dolar. Laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan 115 ribu pekerjaan pada April, jauh melampaui perkiraan pasar yang hanya sekitar 62 ribu. Data tersebut mempertegas pandangan investor bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sepanjang tahun ini demi menjaga inflasi tetap terkendali.

Fokus pasar kini beralih ke rilis data inflasi AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar berikutnya. Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dikhawatirkan mulai mendorong tekanan harga di sektor lain. Jika inflasi kembali meningkat, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin kecil dan dapat menjadi katalis baru bagi penguatan indeks dolar AS dalam jangka pendek.

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe 1 jam mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil bertahan di area support kuat 97.50 – 97.55. Pantulan dari zona demand tersebut mendorong harga kembali naik mendekati level 97.80 sebagai resistance terdekat. Struktur pergerakan juga mulai membentuk higher low yang mengindikasikan momentum bullish jangka pendek masih terjaga selama harga tetap berada di atas area support utama.

Secara teknikal, peluang penguatan masih terbuka apabila DXY mampu menembus resistance 97.80 dengan target lanjutan ke area 97.92 hingga 98.09. Namun, tekanan jual diperkirakan kembali muncul di area 98.20 – 98.27 yang menjadi zona supply sekaligus resistance kuat. Jika harga gagal bertahan di atas 97.50, maka potensi koreksi menuju 97.42 bahkan 97.31 bisa kembali terbuka dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 3% hingga menembus level USD98 per barel pada perdagangan Senin (11/05), setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait upaya penghentian konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu. Pernyataan keras Trump di Truth Social memicu kekhawatiran pasar bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan berpotensi memperburuk krisis energi global.

Iran dilaporkan menawarkan pemindahan sebagian cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga, namun tetap menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Di saat bersamaan, serangan drone menghantam kapal kargo di dekat Qatar, sementara United Arab Emirates dan Kuwait mengklaim berhasil mencegat drone bermusuhan. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April dapat runtuh sewaktu-waktu.

Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz kini menjadi ancaman besar bagi rantai pasok energi dunia. Jalur strategis tersebut merupakan penghubung utama distribusi minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar olahan global. Badan Energi Internasional atau International Energy Agency bahkan menyebut gangguan ini sebagai salah satu guncangan pasokan energi terbesar dalam sejarah, sehingga mendorong harga minyak terus bergerak agresif di tengah ketidakpastian pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada timeframe 4 jam masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance penting di sekitar 94.86. Kenaikan tajam yang terjadi memperlihatkan dominasi buyer masih kuat, didukung pola breakout structure (BOS) yang membuka peluang lanjutan penguatan menuju area 96.80 hingga 99.40. Selama harga bertahan di atas jalur trendline naik, momentum bullish diperkirakan tetap terjaga.

Meski demikian, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diperhatikan setelah reli agresif dalam beberapa sesi terakhir. Area 92.00–90.90 menjadi zona support krusial yang dapat menjadi titik pantul apabila terjadi pullback sehat. Jika support tersebut gagal dipertahankan, tekanan jual berpotensi membawa harga kembali melemah menuju area 89.00. Fokus pasar saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik Timur Tengah yang masih menjadi penggerak utama volatilitas minyak dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah level USD4.700 per ounce pada perdagangan Senin (11/05) setelah pasar merespons pernyataan Presiden Donald Trump yang menolak proposal perdamaian Iran dan menyebutnya sebagai “totally unacceptable”. Penolakan tersebut kembali memicu kekhawatiran terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah serta potensi lonjakan inflasi global. Tekanan terhadap logam mulia semakin terasa setelah investor mulai mengurangi posisi safe haven usai reli tajam pekan lalu.

Di sisi lain, laporan terbaru menyebut Tehran menawarkan pemindahan sebagian stok uranium yang diperkaya ke negara ketiga, namun tetap menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya. Situasi diperburuk oleh meningkatnya serangan di kawasan Timur Tengah sepanjang akhir pekan yang mengancam gencatan senjata rapuh sejak awal April. Penutupan efektif Selat Hormuz juga terus menjadi perhatian utama pasar karena jalur tersebut merupakan rute penting distribusi energi dunia.

Kenaikan harga energi akibat konflik membuat tekanan inflasi global kembali meningkat. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral masih berpotensi menaikkan suku bunga demi menekan inflasi. Kebijakan suku bunga tinggi biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga seperti dolar AS dan obligasi pemerintah. Akibatnya, pergerakan harga emas saat ini cenderung berada dalam tekanan meski risiko geopolitik masih tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAU/USD masih bergerak dalam tekanan setelah membentuk pola bearish head and shoulders pada grafik satu jam. Struktur pasar menunjukkan munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) di area 4.699 yang mengindikasikan potensi perubahan arah menuju fase penurunan lebih dalam. Selama harga bertahan di bawah zona resistance 4.729, peluang bearish masih lebih dominan dengan seller tetap menguasai pergerakan jangka pendek.

Secara teknikal, area 4.654 menjadi target penurunan terdekat sekaligus support penting yang berpotensi diuji dalam waktu dekat. Jika tekanan jual semakin kuat, harga emas berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 4.634. Namun skenario bearish dapat batal apabila XAU/USD mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance 4.729, yang membuka peluang rebound menuju area high sebelumnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar Amerika Serikat kembali naik menembus level 98 pada perdagangan Jumat (08/05) setelah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz memicu peningkatan permintaan aset aman. Situasi memanas usai tiga kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan menghadang serangan Iran dan melancarkan serangan balasan. Meski demikian, Presiden Donald Trump menegaskan gencatan senjata masih berlaku sambil menunggu respons resmi Tehran terkait proposal pembukaan kembali jalur strategis Hormuz.

Pelaku pasar juga menaruh perhatian besar pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat periode April yang segera dirilis. Ekonomi AS diperkirakan hanya menambah sekitar 62 ribu lapangan kerja baru, jauh lebih rendah dibandingkan 178 ribu pada bulan sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di angka 4,3%, mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melambat di tengah ketidakpastian global.

Walaupun dolar AS menunjukkan penguatan dalam perdagangan terbaru, pergerakannya secara mingguan masih cenderung stabil terhadap mayoritas mata uang utama dunia. Investor kini menunggu arah kebijakan berikutnya dari bank sentral AS serta perkembangan konflik Timur Tengah yang terus memengaruhi sentimen pasar dan volatilitas aset global.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS atau DXY masih bergerak dalam tekanan bearish pada grafik 4 jam setelah gagal menembus area resistance 98.50 – 98.55. Harga terlihat tertahan kuat di bawah garis tren menurun, menandakan dominasi seller masih cukup besar. Namun, munculnya pantulan dari zona support 97.30 membuka peluang rebound jangka pendek, terutama jika sentimen pasar menjelang data NFP AS mendorong penguatan dolar.

Secara teknikal, area 98.10 hingga 98.31 menjadi target kenaikan terdekat apabila DXY mampu bertahan di atas level 97.55. Breakout di atas resistance trendline dapat memicu penguatan lanjutan menuju 98.50. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan support 97.30 ditembus, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 96.94. Fokus pasar kini tertuju pada data tenaga kerja AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan dolar berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze