Harga perak naik menembus level $81 per ounce pada hari Selasa (17/03), didukung oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Treasury. Penurunan harga minyak pada awal pekan membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia. Kondisi ini membuat perak kembali menarik sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika pasar global.

Harga minyak sempat turun setelah beberapa kapal tanker berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman. Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Washington masih mengizinkan Iran mengekspor minyak melalui jalur tersebut. Sementara itu, Presiden Donald Trump berupaya mendapatkan dukungan internasional untuk menjaga keamanan aktivitas perdagangan di perairan strategis tersebut.

Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan keputusan kebijakan dari Federal Reserve yang diperkirakan mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat. Prospek perak semakin kuat karena proyeksi defisit pasokan mencapai sekitar 67 juta ounce pada 2026, ditambah permintaan tinggi dari industri elektronik. Kombinasi kondisi ini memperkuat potensi kenaikan harga perak dalam jangka menengah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Silver (XAGUSD) pada grafik satu jam menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual yang sempat membawa harga turun ke area 77.00. Pantulan dari zona support tersebut mendorong harga kembali naik menuju area 81.60 dan membentuk momentum kenaikan jangka pendek. Selama harga bertahan di atas kisaran 78.80, peluang penguatan masih terbuka dengan target uji resistance di sekitar 82.90.

Jika tekanan beli berlanjut dan harga mampu menembus 82.90, pergerakan berpotensi berlanjut menuju area 84.50. Namun, apabila harga kembali turun dan menembus support 77.00, tekanan jual dapat meningkat dan membuka peluang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate crude oil kembali menguat mendekati level $96 per barel pada Selasa (17/03) setelah sebelumnya anjlok lebih dari lima persen. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar terus mengevaluasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi global. Meskipun tekanan sempat muncul pada awal pekan, minat beli kembali terlihat seiring meningkatnya perhatian terhadap stabilitas distribusi minyak dunia.

Pada sesi sebelumnya, harga sempat merosot tajam setelah kekhawatiran penutupan jalur vital Strait of Hormuz mulai mereda. Beberapa kapal tanker berhasil melintasi selat tersebut selama akhir pekan, memunculkan harapan bahwa jalur perdagangan energi ini dapat kembali beroperasi normal. Di saat yang sama, sejumlah negara termasuk India dilaporkan tengah bernegosiasi untuk menambah armada kapal guna memastikan kelancaran pengiriman minyak melalui kawasan tersebut.

Sementara itu, pemerintah United States memberi izin kepada Iran untuk tetap mengekspor minyak melalui jalur Hormuz, di tengah upaya diplomatik untuk menjaga keamanan perdagangan laut. Presiden Donald Trump juga meminta dukungan negara lain guna melindungi aktivitas komersial di kawasan tersebut. Di sisi lain, Amerika Serikat bersiap melepas cadangan minyak darurat, sementara International Energy Agency menyatakan bahwa stok global masih dapat dimanfaatkan guna menstabilkan pasar energi.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal WTI crude oil pada timeframe 30 menit menunjukkan harga mulai membentuk pemulihan setelah sebelumnya menyentuh area support kuat di sekitar 91–93. Struktur pergerakan saat ini memperlihatkan pantulan dari zona demand serta terbentuknya kenaikan bertahap yang didukung garis tren naik jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area 93, momentum bullish masih berpeluang berlanjut.

Jika tekanan beli meningkat, harga berpotensi bergerak menuju area resistensi di sekitar 99–100 yang menjadi target kenaikan berikutnya. Namun apabila harga kembali turun dan menembus support 91, struktur kenaikan dapat batal dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi pergerakan di sekitar zona support sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran $5.010 per ounce pada Selasa (17/03), mendekati level terendah dalam hampir satu bulan terakhir. Pergerakan ini terjadi karena ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat mulai memudar. Kekhawatiran inflasi yang kembali meningkat membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, sehingga permintaan terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai tidak mengalami lonjakan signifikan.

Tekanan inflasi tersebut dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki minggu ketiga, dengan Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan langsung terhadap infrastruktur minyak Iran di Pulau Kharg. Ketegangan geopolitik ini mendorong harga energi tetap tinggi dan menimbulkan kekhawatiran bahwa biaya energi yang mahal dapat memperburuk tekanan inflasi global.

Di sisi lain, bank sentral utama dunia diperkirakan mempertahankan kebijakan moneternya untuk sementara waktu. Federal Reserve diproyeksikan menahan suku bunga pada pertemuan minggu ini, diikuti oleh Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Japan yang juga diperkirakan tidak mengubah kebijakan. Investor kini memantau rencana pembentukan koalisi angkatan laut multinasional yang bertujuan mengawal kapal dagang di kawasan tersebut guna menjaga kelancaran jalur perdagangan energi internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan harga emas masih bergerak konsolidatif setelah penurunan tajam sebelumnya. Saat ini harga bertahan di sekitar area 5.010 yang berdekatan dengan zona Fibonacci 38,2%, menandakan adanya potensi pantulan jangka pendek selama support di area tersebut tetap terjaga.

Apabila harga mampu menembus resistance di sekitar 5.038, peluang kenaikan menuju 5.057 hingga 5.081 terbuka. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan menembus 4.984, harga berisiko melanjutkan pelemahan menuju area 4.970 sebagai batas invalidasi struktur bullish sementara.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga Crude Oil dibuka melonjak sekitar tiga persen pada perdagangan Minggu malam dan naik ke kisaran $100 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah konflik Timur Tengah memasuki minggu ketiga. Lonjakan harga mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Ketegangan memuncak setelah serangan Amerika Serikat terhadap target militer di Kharg Island, pusat ekspor minyak utama Iran. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur ekspor minyak di pulau tersebut yang menangani sekitar sembilan puluh persen pengiriman minyak Iran dapat menjadi sasaran berikutnya. Serangan langsung terhadap terminal ekspor di Kharg berpotensi memicu respons keras dari Teheran yang dapat menargetkan fasilitas energi di berbagai negara kawasan.

Di tengah kekhawatiran pasokan, International Energy Agency menyatakan bahwa minyak dari pelepasan cadangan strategis besar yang diumumkan pekan lalu akan segera tersedia untuk pasar Asia. Langkah ini bertujuan menstabilkan pasokan global setelah rekor pelepasan sekitar 400 juta barel dari cadangan energi. Namun, pasar tetap waspada karena eskalasi konflik berpotensi memperburuk ketidakpastian di sektor energi dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan harga masih bergerak dalam tren naik jangka pendek setelah berhasil membentuk rangkaian higher low. Pergerakan saat ini berada di area konsolidasi sekitar 96 – 98 setelah sebelumnya mencatat kenaikan kuat dari zona support di dekat 92. Struktur pasar tetap konstruktif selama harga bertahan di atas garis tren naik yang berfungsi sebagai penopang utama momentum bullish.

Apabila harga mampu bertahan di atas area support 95 – 96, peluang kenaikan masih terbuka dengan target teknikal pertama di sekitar 102. Jika momentum beli terus menguat dan resistance tersebut berhasil ditembus, pergerakan berpotensi berlanjut menuju area 105 sebagai target berikutnya. Namun, skenario bullish dapat melemah apabila harga turun dan menembus area 91, yang berpotensi memicu tekanan jual lebih dalam pada pasar minyak.

Harga Gold bertahan di sekitar $5.000 per ounce pada awal pekan setelah mengalami penurunan selama dua minggu berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah volatilitas harga energi yang meningkat menyusul serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas ekspor minyak utama Iran di Kharg Island pada akhir pekan. Ketegangan geopolitik tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

Situasi semakin memanas setelah Teheran melancarkan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah infrastruktur energi di beberapa negara Arab. Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran kini memasuki minggu ketiga tanpa tanda penyelesaian yang jelas, sehingga meningkatkan volatilitas di berbagai aset global. Ketidakpastian geopolitik seperti ini biasanya mendukung permintaan aset lindung nilai, meskipun tekanan makroekonomi tetap membayangi pergerakan harga emas.

Lonjakan harga energi turut meningkatkan tekanan inflasi global, yang pada gilirannya menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama. Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini, sementara otoritas moneter di kawasan Eurozone, Inggris, Jepang, Swiss, Australia, Kanada, China, Brasil, dan Rusia juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya. Sikap hati-hati bank sentral tersebut dapat menjadi tantangan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan jual masih mendominasi setelah harga gagal menembus area resistance sekitar 5.120. Penolakan kuat di zona tersebut memicu penurunan tajam yang mengubah struktur pasar menjadi lebih bearish. Saat ini pergerakan berada di dekat area 5.000 yang menjadi support psikologis sekaligus zona penting setelah terjadinya perubahan karakter pergerakan harga sebelumnya.

Selama emas tetap bergerak di bawah area resistance 5.060 – 5.120, potensi pelemahan masih terbuka menuju support berikutnya di sekitar 4.925 sebagai target teknikal terdekat. Jika tekanan jual berlanjut dan level tersebut ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area 4.870 sebagai proyeksi lanjutan. Namun, skenario bearish dapat melemah apabila harga kembali naik dan mampu bertahan di atas 5.120, yang berpotensi memicu pemulihan jangka pendek pada harga emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun ke sekitar $80 per ounce pada Senin (16/03), menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut. Tekanan ini muncul seiring konflik Iran memasuki minggu ketiga, sementara harga minyak bergerak sangat volatil. Lonjakan minyak sempat terjadi setelah Amerika Serikat menyerang target militer di Pulau Kharg pusat ekspor minyak utama Iran pada akhir pekan, sekaligus memperingatkan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi jika Iran mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pasar juga mencermati laporan bahwa Amerika Serikat segera membentuk koalisi internasional untuk mengawal kapal yang melintas di jalur sempit tersebut, yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Langkah ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia, namun ketegangan geopolitik yang masih tinggi membuat harga minyak tetap berfluktuasi dan meningkatkan ketidakpastian di pasar komoditas.

Kenaikan biaya energi turut memicu tekanan inflasi, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama. Kondisi ini menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak. Pekan ini, Federal Reserve diperkirakan mempertahankan suku bunga, sementara bank sentral di kawasan Eropa, Inggris, Jepang, Swiss, Australia, dan Kanada juga dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish masih dominan setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area resistance sekitar 84.4. Penolakan kuat di zona tersebut memicu penurunan tajam yang menembus struktur support terdekat dan mengindikasikan perubahan momentum pasar. Saat ini harga bergerak di sekitar area 79 – 80 yang menjadi zona krusial, di mana konsolidasi kecil terbentuk setelah penurunan cepat sebelumnya.

Selama harga tetap berada di bawah area resistance 82.5 – 84, potensi pelemahan masih terbuka dengan target teknikal pertama di sekitar 78 sebagai area support berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut dan level ini ditembus, pergerakan dapat berlanjut menuju area 76 yang menjadi target lanjutan berdasarkan proyeksi Fibonacci. Namun, skenario bearish bisa melemah apabila harga kembali menembus dan bertahan di atas 84, yang berpotensi memicu pemulihan jangka pendek pada perak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak naik mendekati $85 per ounce pada perdagangan Jumat (13/03) setelah sempat melemah selama dua sesi berturut-turut. Meski demikian, pergerakan mingguan logam mulia ini cenderung stabil karena penguatan dolar AS membatasi kenaikan lebih lanjut. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sentimen pasar, membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil posisi di aset safe haven.

Ketegangan meningkat setelah pernyataan keras dari pemimpin di Teheran dan Washington menandakan konflik Iran masih jauh dari mereda setelah hampir dua minggu pertempuran. Situasi semakin memanas ketika harga minyak melonjak tajam menyusul janji pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif. Serangan yang meningkat terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan pasokan energi global.

Lonjakan risiko inflasi akibat kenaikan harga energi mendorong pasar menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Jika sebelumnya pelaku pasar memperkirakan penurunan suku bunga terjadi pada Juli, kini proyeksi tersebut bergeser ke September. Investor juga menantikan rilis indeks harga PCE Januari, indikator inflasi pilihan The Fed, guna memperoleh gambaran terbaru mengenai tren harga meskipun data itu belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Iran terhadap ekonomi dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAGUSD (perak) pada timeframe H1 menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan turun membawa harga menyentuh key support di sekitar 83.0. Area tersebut menjadi titik reaksi kuat bagi pembeli sehingga memicu pantulan cepat dari zona demand. Struktur pasar juga mulai menunjukkan indikasi perubahan arah setelah muncul Change of Character (CHoCH) yang menandakan potensi berakhirnya dominasi seller dalam jangka pendek.

Selama harga mampu bertahan di atas area support 83.0 – 83.5, peluang kenaikan masih terbuka. Skenario teknikal memperkirakan kemungkinan koreksi ringan menuju area Fibonacci sebelum melanjutkan penguatan. Jika momentum beli kembali meningkat, perak berpotensi naik menuju target pertama di sekitar 86.0 dan berlanjut ke 86.9 sebagai target berikutnya. Namun, penurunan di bawah zona support dapat membuka ruang pelemahan lebih dalam sekaligus menguji kembali area demand yang lebih rendah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS menguat dan tetap bertahan di atas level 99,5 pada perdagangan Jumat (13/03), sekaligus membuka peluang mencatat kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Timur Tengah. Pernyataan keras dari pemimpin di Teheran dan Washington menunjukkan bahwa konflik dengan Iran masih jauh dari mereda setelah hampir dua minggu pertempuran berlangsung.

Situasi semakin memanas ketika harga minyak melonjak tajam setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan komitmen untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif. Pada saat yang sama, Teheran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat mempercepat tekanan inflasi.

Lonjakan risiko inflasi membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Prediksi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada Juli kini bergeser ke September. Investor juga menantikan rilis indeks harga PCE Januari, indikator inflasi favorit The Fed, untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai tren harga, meskipun data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak konflik Iran terhadap ekonomi global.

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe H1 menunjukkan kecenderungan bullish setelah berhasil membentuk Break of Structure (BOS) yang mengonfirmasi perubahan arah pasar. Pergerakan harga kini berada di atas garis tren naik yang menjadi penopang momentum. Setelah reli kuat dari area support sekitar 98.4, harga terus membentuk higher low dan mendekati area resistance di sekitar 99.5 yang juga ditandai sebagai weak high, menandakan potensi likuiditas di atas level tersebut.

Selama harga tetap bertahan di atas support kunci 99.0, peluang kenaikan masih terbuka. Skenario teknikal menunjukkan kemungkinan koreksi ringan menuju area Fibonacci 23.6% sebelum melanjutkan penguatan. Jika tekanan beli kembali meningkat, DXY berpotensi melanjutkan rally menuju target berikutnya di sekitar 99.8 hingga 100.1. Namun, penurunan di bawah zona support dapat memicu konsolidasi lebih dalam sebelum arah tren berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia menguat tajam dengan kontrak berjangka West Texas Intermediate crude oil diperdagangkan di sekitar $95 per barel pada Jumat (13/03). Reli ini terjadi setelah lonjakan besar dalam dua hari terakhir, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu arus pasokan energi global.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan menjaga penutupan jalur vital energi dunia di Strait of Hormuz. Ia juga memperingatkan kemungkinan pembukaan front konflik baru jika serangan dari Amerika Serikat dan Israel berlanjut. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir lebih penting dibanding dampak kenaikan harga minyak.

Gangguan distribusi semakin parah karena kapal tanker tidak dapat memuat kargo dari kawasan Teluk sejak konflik pecah awal bulan ini. Situasi tersebut menghilangkan sekitar 20% perdagangan minyak global dan memaksa negara-negara Teluk memangkas produksi hingga 10 juta barel per hari akibat kapasitas penyimpanan yang penuh. International Energy Agency menyebut krisis ini sebagai salah satu gangguan terbesar dalam sejarah pasar minyak, sehingga negara anggota sepakat melepas sekitar 400 juta barel dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe H1 menunjukkan struktur pasar yang mulai berubah setelah muncul Break of Structure (BOS) di area sekitar 96. Pergerakan sebelumnya membentuk rangkaian kenaikan dari zona akumulasi dan kini sedang melakukan koreksi sehat. Area Fibonacci retracement 38.2% – 61.8% (93.7–91.9) menjadi wilayah penting yang berpotensi menahan tekanan jual. Zona ini juga berdekatan dengan demand zone yang sebelumnya memicu impuls naik, sehingga kemungkinan besar menjadi area reaksi pembeli.

Selama harga tetap bertahan di atas support kunci 88.9, peluang lanjutan tren naik masih terbuka. Skenario yang menarik adalah penurunan sementara menuju area demand sebelum muncul dorongan bullish baru. Jika pembeli kembali mendominasi, harga berpotensi bergerak menuju target pertama di sekitar 98.9 dan berlanjut ke 101.6 sebagai target berikutnya. Namun, penembusan kuat di bawah zona support dapat membatalkan skenario kenaikan dan membuka peluang penurunan lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik ke sekitar $5.110 per ons pada Jumat (13/03) setelah dua hari mengalami penurunan. Kenaikan ini terjadi ketika pelaku pasar menilai kembali premi risiko geopolitik di tengah lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global. Ketidakpastian pasar membuat aset lindung nilai seperti emas kembali diminati investor.

Ketegangan meningkat setelah Donald Trump dan pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pernyataan keras pada hari ke-13 konflik. Trump menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir lebih penting dibanding dampak kenaikan harga minyak. Di sisi lain, Khamenei memperingatkan bahwa Iran akan terus menutup jalur strategis Strait of Hormuz dan bahkan membuka front konflik baru jika serangan dari Amerika Serikat dan Israel berlanjut.

Lonjakan harga energi akibat ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global, sekaligus menekan harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Pasar kini menilai hampir tidak ada peluang penurunan suku bunga pada pertemuan pekan depan, sementara kemungkinan pemangkasan sepanjang tahun ini diperkirakan sekitar 70%. Meski sempat menguat, emas masih berpotensi mencatat penurunan selama dua minggu berturut-turut karena ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD timeframe satu jam menunjukkan pemulihan setelah harga memantul dari support kuat di sekitar 5.057. Saat ini emas bergerak di atas area 5.097 yang menjadi support intraday, menandakan momentum rebound mulai terbentuk setelah tekanan jual sebelumnya.

Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju resistance 5.164 masih terbuka dengan target lanjutan di sekitar 5.191. Namun jika support 5.097 ditembus, harga berpotensi kembali menguji area kunci 5.057.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze