Harga minyak mentah WTI turun mendekati $93 per barel pada Jumat (27/03), menghapus sebagian kenaikan sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah Donald Trump memperpanjang tenggat bagi Iran selama 10 hari untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, meski ketidakpastian geopolitik masih membayangi.

Di sisi lain, Trump menyebut Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk “isyarat” kepada Amerika Serikat. Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengungkapkan rencana peluncuran program asuransi guna memperlancar arus pengiriman di jalur vital tersebut, yang menjadi nadi distribusi energi global.

Meski harga terkoreksi, minyak masih menguat sekitar 40% sejak konflik memanas. Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran sempat mengguncang pasokan karena jalur ini menyalurkan hampir seperlima energi dunia. Negosiasi yang belum menemukan titik temu termasuk penolakan Iran atas proposal AS membuat arah pasar tetap sensitif terhadap perkembangan politik dan keamanan kawasan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI terlihat mulai kehilangan momentum setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 94.20, membentuk pola weak high yang mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan. Struktur pasar menunjukkan tanda perubahan karakter (CHoCH) setelah reli sebelumnya, diperkuat dengan penolakan di area Fibonacci 78.6%. Selama harga tertahan di bawah zona ini, tekanan jual cenderung masih dominan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, area golden ratio 61.8% di kisaran 92.90 menjadi kunci arah berikutnya. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi turun menuju target pertama di sekitar 90.85, bahkan berlanjut ke area 89.90 sebagai support berikutnya. Namun, skenario bearish bisa batal jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance, membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menguat dan menembus level $4.400 per ounce pada Jumat (27/03) setelah sempat anjlok tajam di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu keputusan Presiden Donald Trump yang menunda batas waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan penghentian konflik. Ia juga menyatakan tidak akan menargetkan fasilitas energi Iran hingga awal April, sehingga meredakan kekhawatiran pasar yang sebelumnya terguncang oleh eskalasi ketegangan selama hampir sebulan.

Dari sisi geopolitik, Iran mengonfirmasi telah menolak proposal perdamaian dari Amerika Serikat dan mengajukan syarat tandingan, termasuk pengakuan atas kendali Teheran terhadap Selat Hormuz. Di sisi lain, pernyataan Trump mengenai diizinkannya kapal tanker minyak melintasi jalur tersebut memberikan sinyal sementara adanya pelonggaran situasi, meskipun ketidakpastian masih membayangi arah negosiasi.

Sebelumnya, harga emas sempat merosot hampir 3% akibat keraguan pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Lonjakan harga energi turut memperkuat kekhawatiran inflasi global, mendorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral utama. Tekanan ini sempat memicu aksi jual pada logam mulia, sebelum akhirnya harga kembali stabil seiring meredanya ketegangan jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit masih berada dalam tekanan tren turun, terlihat dari garis trendline menurun yang konsisten menahan kenaikan harga. Namun, struktur terbaru menunjukkan adanya perubahan karakter (ChoCH) setelah harga berhasil memantul dari area support kuat di sekitar 4.370 – 4.380. Rebound ini mendorong harga kembali ke area retracement Fibonacci 23.6% hingga 38.2%, yang kini menjadi zona krusial untuk menentukan arah berikutnya.

Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, potensi kenaikan lanjutan menuju resistance 4.460 hingga 4.495 tetap terbuka, sejalan dengan target retracement berikutnya. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali muncul dan menembus level invalidasi, maka peluang penurunan lebih dalam akan kembali dominan. Dengan kondisi ini, pergerakan emas cenderung memasuki fase penentuan arah, di mana reaksi harga pada area teknikal kunci akan menjadi sinyal utama bagi pelaku pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level $91 per barel pada Kamis (26/03), setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih memanas, sehingga memicu kekhawatiran pasokan energi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali melirik minyak sebagai aset strategis di tengah risiko gangguan distribusi.

Situasi semakin kompleks setelah Iran menegaskan tidak akan membuka jalur negosiasi dengan AS dan menolak usulan gencatan senjata. Teheran justru mengajukan syarat sendiri, termasuk tuntutan kendali penuh atas Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. Di sisi lain, Gedung Putih menyatakan bahwa upaya diplomasi masih berlangsung, bahkan dilaporkan telah mengirim proposal perdamaian melalui Pakistan guna meredakan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran penting tersebut.

Ketegangan ini berdampak besar pada distribusi minyak global, terutama karena hampir tertutupnya Selat Hormuz yang menyebabkan hilangnya jutaan barel pasokan harian. Meski sebagian kapal masih beroperasi dengan perlindungan Iran, negara-negara sekutu AS di kawasan Asia-Pasifik seperti Korea Selatan, Australia, dan Filipina mulai menghadapi ancaman krisis bahan bakar. Situasi ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah membentuk struktur higher low yang kuat di area support sekitar 84.90. Pergerakan bullish mulai terkonfirmasi dengan munculnya break of structure (BOS) di dekat level 90.00, menandakan momentum beli kembali mendominasi. Selama harga mampu bertahan di atas area support minor 88.70 – 89.00, potensi kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 94.70 hingga 97.40.

Namun, skenario koreksi tetap perlu diwaspadai jika harga gagal mempertahankan area breakout dan kembali turun ke bawah 88.70. Penurunan lebih dalam berisiko membawa harga menguji ulang zona demand kuat di sekitar 84.90 sebagai area invalidasi tren naik. Secara keseluruhan, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang lanjutan naik, selama struktur harga tetap menjaga pola higher low dan tidak menembus support kunci.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas $71 per ons pada Kamis (26/03), namun kesulitan melanjutkan penguatan di tengah ketidakpastian geopolitik. Pernyataan yang saling bertolak belakang antara Amerika Serikat dan Iran terkait peluang perundingan damai membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati. Washington menyebut negosiasi masih berlangsung, bahkan dilaporkan telah mengirimkan proposal 15 poin melalui Pakistan untuk meredakan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat serta menolak tawaran gencatan senjata. Teheran justru mengajukan syaratnya sendiri, termasuk menuntut kendali penuh atas jalur strategis tersebut. Sementara itu, keputusan Amerika Serikat mengerahkan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah semakin meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Sepanjang bulan ini, perak mengalami tekanan jual yang cukup kuat seiring lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan dari konflik Iran. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi global dan mendorong bank sentral utama mengambil sikap lebih agresif dalam kebijakan moneter. Kondisi ini membuat daya tarik aset seperti perak menjadi terbatas, meski masih bertahan di level relatif tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam terlihat masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya. Struktur harga menunjukkan pola koreksi dengan area support kuat di sekitar 70.28 yang bertepatan dengan level Fibonacci 61.8%. Selama area ini mampu bertahan, potensi rebound tetap terbuka, meskipun tekanan jual masih terlihat dari lower high yang terbentuk dalam pergerakan terbaru.

Di sisi lain, area resistance berada di kisaran 74.55 hingga 76.43 yang menjadi zona krusial untuk konfirmasi kelanjutan tren naik. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang menuju target lebih tinggi semakin besar. Namun, apabila support 70.28 ditembus, maka harga berisiko melanjutkan penurunan menuju area 67.64 sebagai zona invalidasi sekaligus support berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di kisaran $4.500 per ounce pada Kamis (26/03), namun belum mampu melanjutkan tren penguatan dari dua sesi sebelumnya. Ketidakpastian pasar dipicu oleh pernyataan yang saling bertentangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait peluang perundingan damai. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan emas sebagai aset safe haven menjadi terbatas.

Pemerintah AS mengklaim bahwa proses negosiasi masih berlangsung, bahkan dilaporkan telah mengirimkan proposal berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan. Proposal tersebut bertujuan meredakan konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang sangat strategis bagi jalur energi global. Namun, Iran menegaskan tidak berminat melakukan pembicaraan dengan AS dan menolak tawaran gencatan senjata, sambil menetapkan syaratnya sendiri termasuk kendali penuh atas wilayah tersebut.

Di sisi lain, keputusan AS mengirim ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran akan potensi invasi darat. Sepanjang bulan ini, harga emas justru mengalami tekanan jual akibat lonjakan harga energi yang memicu inflasi global. Situasi tersebut mendorong bank sentral utama mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam terlihat mulai membangun fase pemulihan setelah sebelumnya tertekan kuat. Struktur terbaru menunjukkan adanya perubahan karakter (ChoCH) yang membuka peluang kenaikan jangka pendek. Saat ini harga bergerak di dalam area retracement Fibonacci, dengan level 4.460 sebagai zona kunci yang berperan sebagai support dinamis. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound masih terjaga dengan arah menuju resistance terdekat.

Di sisi lain, area 4.665 hingga 4.745 menjadi target kenaikan berikutnya yang sekaligus berfungsi sebagai zona supply kuat. Namun, jika tekanan jual kembali muncul dan harga menembus ke bawah 4.460, maka skenario bullish akan melemah dan berisiko membawa harga turun menuju area invalidasi di sekitar 4.372. Dengan kondisi saat ini, pergerakan masih cenderung konsolidatif, sehingga konfirmasi breakout menjadi kunci sebelum menentukan arah lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak sekitar 4% ke level $74 per ounce pada hari Rabu (25/03), melanjutkan tren penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme terhadap kemungkinan berakhirnya konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mengupayakan dialog dengan Iran, termasuk wacana gencatan senjata selama satu bulan guna membuka jalan bagi proses negosiasi damai.

Sentimen positif pasar tetap terjaga meskipun terdapat langkah militer tambahan, seperti pengiriman sekitar 2.000 pasukan ke kawasan tersebut. Di sisi lain, upaya diplomatik terus berjalan dengan adanya proposal berisi 15 poin yang diajukan untuk meredakan ketegangan. Kondisi ini memberikan harapan baru bagi stabilitas geopolitik, terutama terkait jalur strategis seperti Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam distribusi energi global.

Sebelumnya, harga perak sempat tertekan hingga 37% dari puncaknya pada bulan Maret akibat lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi. Situasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Pernyataan pejabat Federal Reserve juga mengindikasikan bahwa suku bunga kemungkinan tetap berada di level tinggi untuk mengendalikan tekanan inflasi dalam jangka waktu lebih lama.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk setelah harga berhasil menembus area resistance minor dan membentuk struktur higher high. Kenaikan tajam terbaru diikuti dengan potensi koreksi sehat menuju area Fibonacci 50% = 61,8% di sekitar 71.0 – 70.2 sebagai zona demand kuat. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, peluang kelanjutan tren naik tetap terbuka dengan target terdekat di kisaran 76.4 hingga 78.8.

Skenario teknikal saat ini mengindikasikan adanya fase pullback sebelum melanjutkan rally berikutnya. Struktur pasar yang telah mengalami change of character (ChoCH) memperkuat indikasi pembalikan arah dari bearish ke bullish. Namun, jika harga menembus area support krusial di bawah 67.5, maka bias kenaikan akan batal dan berpotensi memicu tekanan jual lebih dalam. Oleh karena itu, konfirmasi reaksi harga di zona support menjadi kunci utama dalam menentukan arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah dunia jenis WTI anjlok sekitar 5% hingga turun di bawah level $88 per barel pada perdagangan Rabu (25/03). Penurunan ini membalikkan kenaikan tajam sesi sebelumnya, seiring munculnya laporan bahwa Washington tengah mendorong jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Harapan meredanya ketegangan geopolitik langsung menekan harga, karena pasar melihat potensi stabilitas pasokan energi global.

Media Israel mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mengusulkan gencatan senjata sementara guna membuka ruang negosiasi, sementara The New York Times melaporkan adanya proposal komprehensif yang diajukan kepada Iran untuk menyelesaikan konflik. Sentimen ini lebih dominan dibanding kekhawatiran eskalasi, meskipun Presiden Donald Trump telah mengirim sekitar 2.000 pasukan ke kawasan Timur Tengah sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan di Selat Hormuz.

Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak sekitar 5% setelah Iran menegaskan tidak terlibat dalam pembicaraan dengan AS dan tidak berencana menormalkan aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut. Ketegangan semakin meningkat ketika sekutu AS seperti Saudi Arabia dan United Arab Emirates menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam konflik. Perubahan cepat sentimen ini menunjukkan bahwa pasar energi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan diplomasi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area resistance sekitar 92.70. Terlihat adanya penolakan kuat di zona tersebut yang diikuti penurunan tajam, menandakan dominasi penjual mulai meningkat. Struktur pasar juga membentuk perubahan karakter (CHoCH) ke arah bawah, memperkuat indikasi potensi tren turun lanjutan dengan target terdekat di kisaran 85.70 sebagai support utama.

Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area target berikutnya di sekitar 83.80 hingga 81.40. Namun, skenario ini dapat berubah apabila harga mampu kembali naik dan menembus area invalidasi di sekitar 92.70, yang berpotensi memicu pembalikan arah jangka pendek. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi harga di area kunci serta konfirmasi lanjutan sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas minyak masih cukup tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak lebih dari 2% mendekati level $4.600 pada perdagangan Rabu (25/03), melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan akan meredanya konflik berkepanjangan di Timur Tengah, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat tengah menjajaki pembicaraan dengan Iran. Media Israel menyebutkan adanya rencana gencatan senjata selama satu bulan guna membuka ruang negosiasi, sementara laporan lain mengungkap proposal perdamaian yang diajukan untuk menyelesaikan ketegangan.

Optimisme pasar tetap terjaga meskipun Presiden Donald Trump memerintahkan pengiriman sekitar 2.000 pasukan ke kawasan tersebut. Langkah ini diambil seiring upaya pemerintah AS mengevaluasi strategi untuk mengurangi pengaruh Iran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global. Kondisi ini mendorong investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang.

Sebelumnya, harga emas sempat anjlok hingga 25% dari puncaknya pada bulan Maret akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Situasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Pernyataan Gubernur Michael Barr juga menegaskan bahwa kebijakan moneter ketat masih diperlukan untuk mengendalikan tekanan inflasi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pemulihan setelah fase tekanan kuat sebelumnya. Harga berhasil menembus area struktur penting (CHoCH) di sekitar 4.430, yang kini berpotensi menjadi support baru. Selama level ini bertahan, bias jangka pendek cenderung bullish dengan peluang melanjutkan kenaikan menuju area target pertama di kisaran 4.620, lalu berlanjut ke zona resistance berikutnya mendekati 4.770. Struktur higher low yang mulai terbentuk juga memperkuat indikasi perubahan arah tren.

Namun, skenario kenaikan dapat batal apabila harga kembali turun dan menembus area invalidasi di sekitar 4.350. Jika itu terjadi, tekanan jual berpotensi kembali mendominasi dan membawa harga menguji level support lebih rendah. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga di area support kunci serta konfirmasi lanjutan sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas emas masih dipengaruhi sentimen global yang dinamis.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS menguat mendekati 99,5 pada Selasa (24/03), setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi usai Iran membantah adanya pembicaraan untuk mengakhiri konflik, sekaligus menolak klaim dari Donald Trump. Di sisi lain, Teheran mengumumkan serangan baru terhadap target Amerika Serikat, sementara Israel terus melancarkan aksi militer ke wilayah Iran, sehingga ketegangan geopolitik tetap tinggi.

Sebelumnya, tekanan terhadap dolar muncul ketika Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan tersebut diambil dengan alasan adanya diskusi yang dinilai produktif dalam dua hari terakhir. Namun, ketidakpastian masih membayangi, terutama terkait hasil negosiasi dan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi global.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan, seiring terganggunya kapasitas energi di kawasan Timur Tengah. Risiko tersebut juga membuka peluang kebijakan suku bunga lebih tinggi oleh bank sentral utama dunia. Saat ini, perhatian investor beralih ke data manufaktur Amerika Serikat yang akan datang, guna menilai ketahanan sektor bisnis di tengah tekanan geopolitik yang meningkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan US Dollar Index (DXY) saat ini menunjukkan fase konsolidasi setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar zona supply 100.00. Harga membentuk struktur lower high dengan tekanan jual yang masih dominan, terlihat dari rejection di area Fibonacci 61.8%–78.6%. Garis tren menurun juga memperkuat indikasi bahwa momentum bullish mulai melemah, sementara area 99.00 menjadi support penting yang sedang diuji.

Jika level tersebut ditembus, potensi penurunan menuju demand zone di kisaran 98.50 semakin terbuka. Namun, skenario alternatif tetap ada apabila harga mampu bertahan dan memantul dari support saat ini, dengan peluang retracement menuju resistance terdekat sebelum melanjutkan arah berikutnya. Secara keseluruhan, pasar masih bergerak dalam tekanan dengan bias bearish selama belum ada breakout signifikan ke atas zona supply.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun di bawah $67 per ounce pada Selasa (24/03), masih tertekan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Iran membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk meredakan konflik, bahkan menilai pernyataan Presiden Donald Trump sebagai upaya memengaruhi pasar. Situasi memanas setelah serangan baru terhadap target AS, sementara Israel terus melanjutkan aksi militernya.

Sebelumnya, perak sempat melonjak dalam perdagangan intraday setelah rencana serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran ditunda dan muncul klaim adanya peluang negosiasi. Meski begitu, ketidakpastian terkait hasil diplomasi serta kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz membuat pelaku pasar tetap waspada. Kondisi ini menjaga tekanan inflasi tetap tinggi dan membatasi ruang penguatan harga logam.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga perak telah merosot hingga sekitar 37% dari puncaknya pada Maret. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih luas dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Hal ini membuat daya tarik perak sebagai aset lindung nilai melemah, seiring investor menyesuaikan strategi di tengah dinamika global yang terus berubah.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam tekanan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali membentuk struktur bearish. Terlihat adanya penolakan di area resistance sekitar 70.80 yang menjadi zona invalidasi, sementara terbentuk lower high yang mengindikasikan dominasi seller. Pergerakan ini juga diperkuat dengan pola change of character (ChoCH) yang menandakan potensi kelanjutan tren turun dalam jangka pendek.

Secara teknikal, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area demand di kisaran 64.70 hingga 63.00. Jika zona ini mampu menahan tekanan jual, peluang rebound masih terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat di sekitar 68.40 hingga 70.00. Namun, jika level support tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam akan meningkat dengan potensi menguji area low sebelumnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze