Harga perak (silver) bergerak di kisaran $75 per ounce pada awal perdagangan April, mencatat lonjakan lebih dari 7% dibanding sesi sebelumnya dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan. Penguatan ini didorong meredanya ketegangan di Timur Tengah yang memicu harapan turunnya harga minyak serta berkurangnya tekanan inflasi global. Pernyataan Donald Trump yang menyebut misi militer AS hampir tercapai turut meredakan kekhawatiran pasar, apalagi setelah sinyal dari Masoud Pezeshkian terkait kesiapan mengakhiri konflik jika syarat terpenuhi.

Namun, secara keseluruhan tren perak masih dibayangi tekanan besar setelah anjlok lebih dari 20% sepanjang Maret penurunan terdalam sejak 2011. Koreksi tajam ini membuat harga kini berada sekitar 40% di bawah rekor tertinggi Januari. Gejolak pasar energi dan lonjakan inflasi menjadi pemicu utama aksi jual, karena investor cenderung menghindari aset berisiko di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, ekspektasi kebijakan moneter juga berubah drastis. Pelaku pasar kini meninggalkan proyeksi pemangkasan suku bunga di 2026 dan beralih ke pandangan lebih agresif dari bank sentral. Pergeseran ini menekan daya tarik logam mulia seperti perak, karena suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang kepemilikan aset non-yielding, sekaligus memperkuat arah kebijakan yang cenderung hawkish dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan momentum bullish mulai terbentuk setelah terjadi break of structure (BOS) yang mendorong harga naik ke area resistance sekitar 75.60. Namun, muncul reaksi penolakan di level tersebut yang membentuk pola koreksi jangka pendek. Saat ini harga sedang menguji area Fibonacci 23.6% hingga 38.2% di kisaran 74.00 – 73.00 sebagai zona penopang awal. Selama harga mampu bertahan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target kembali menguji resistance sebelumnya.

Di sisi lain, jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju demand zone kuat di area 71.50 – 70.40 yang menjadi area kunci bagi buyer untuk masuk kembali. Zona ini juga berfungsi sebagai invalidasi tren naik jangka pendek apabila ditembus. Skenario utama tetap mengarah pada potensi rebound selama struktur higher low terjaga, dengan proyeksi kenaikan menuju 77.40 sebagai target lanjutan apabila momentum bullish kembali mendominasi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate crude oil (WTI) turun ke kisaran $101,7 per barel pada Rabu (01/04) pagi, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu meningkatnya harapan meredanya konflik di Timur Tengah setelah laporan The Wall Street Journal menyebut Donald Trump mempertimbangkan penghentian operasi AS sebelum jalur strategis Selat Hormuz kembali dibuka, guna menghindari konflik berkepanjangan. Presiden Iran juga mengisyaratkan kesiapan menghentikan ketegangan jika ada jaminan keamanan.

Meski begitu, pasar masih dibayangi keraguan karena tuntutan keras Iran sebelumnya serta keberadaan pasukan AS yang terus meningkatkan potensi eskalasi ulang. Kondisi ini membuat pergerakan harga tetap fluktuatif, mencerminkan tarik-menarik antara harapan damai dan risiko geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Di sisi lain, tekanan tambahan datang dari data persediaan minyak AS yang melonjak tajam sebesar 10,263 juta barel pada pekan terakhir Maret, jauh berlawanan dengan ekspektasi penurunan. Lonjakan stok ini memperkuat sentimen bearish jangka pendek. Meski demikian, secara bulanan harga minyak masih mencatat kenaikan hampir 40%, menjadi reli terkuat sejak 2022, didorong gangguan pasokan dan kerusakan infrastruktur di negara-negara produsen utama.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan West Texas Intermediate crude oil (WTI) pada timeframe 1 jam menunjukkan pola head and shoulders yang mulai terkonfirmasi, menandakan potensi pembalikan arah setelah tren naik sebelumnya. Harga gagal bertahan di area resistance sekitar 101,5 dan membentuk lower high di sisi right shoulder, diperkuat dengan penembusan garis neckline. Struktur ini mengindikasikan tekanan jual mulai mendominasi, terlebih setelah munculnya perubahan karakter (ChoCh) yang mempertegas pergeseran momentum ke arah bearish.

Secara teknikal, area supply di kisaran 100 – 101 menjadi zona krusial yang kini berfungsi sebagai resistance kuat. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka menuju support berikutnya di area 97,5 hingga 96,2, bahkan berpotensi lanjut ke 94 jika tekanan berlanjut. Sementara itu, skenario bullish baru akan valid jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance kunci, yang akan membatalkan pola pembalikan dan membuka ruang kenaikan lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas naik ke kisaran $4.700 per ons pada Rabu (01/04), didorong oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah. Kondisi ini membuka peluang penurunan harga minyak sekaligus mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral. Sinyal diplomatik dari pihak terkait konflik memberi harapan akan berakhirnya perang, meski situasi di jalur perdagangan penting masih belum sepenuhnya pulih.

Meski demikian, penguatan emas relatif terbatas karena menurunnya permintaan aset lindung nilai. Investor mulai beralih seiring stabilnya kondisi geopolitik, sementara dolar AS yang menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap tinggi menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan harga cenderung tertahan meskipun sentimen global mulai membaik.

Pada Maret, emas sempat anjlok lebih dari 13%, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak 2008, dan kini masih sekitar 19% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Januari. Pelaku pasar saat ini fokus pada rilis data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan bank sentral guna menentukan prospek suku bunga. Faktor-faktor tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan harga emas ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tren naik yang masih terjaga setelah terbentuknya struktur higher low dan Breakout of Structure (BOS) beruntun. Harga saat ini berada di area resistance sekitar 4.720, yang sebelumnya menjadi titik penolakan (weak high). Jika mampu menembus zona ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju target berikutnya di kisaran 4.777 hingga 4.845. Konfirmasi bullish semakin kuat dengan adanya garis tren naik yang konsisten menahan koreksi.

Namun, skenario pullback tetap perlu diwaspadai, terutama jika harga gagal bertahan di atas area Fibonacci 23,6% hingga 38,2% di sekitar 4.678 – 4.649. Zona golden ratio di dekat 4.626 menjadi area krusial untuk menjaga momentum naik. Jika tekanan jual meningkat dan menembus support tersebut, maka struktur bisa melemah dengan potensi penurunan menuju area invalidasi di sekitar 4.529. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi arah sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak berhasil naik di atas 72 dolar per ons pada Selasa (31/03), seiring meredanya tekanan dari harga minyak. Meski demikian, logam mulia ini tetap berada di jalur penurunan tajam lebih dari 20% sepanjang Maret, menjadikannya kinerja bulanan terburuk sejak September 2011. Kondisi ini mencerminkan tingginya volatilitas pasar komoditas di tengah ketidakpastian global.

Sepanjang bulan ini, pergerakan logam mulia terus tertekan akibat lonjakan inflasi yang dipicu oleh kenaikan energi. Dampak dari gejolak harga minyak mendorong investor dan pembuat kebijakan untuk mengadopsi sikap suku bunga yang lebih ketat. Situasi semakin kompleks karena konflik di Timur Tengah telah memasuki minggu kelima tanpa tanda mereda, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan penting.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang Amerika Serikat masih relatif stabil meskipun ketidakpastian meningkat akibat konflik tersebut. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan bank sentral saat ini cukup fleksibel untuk memantau dampak ekonomi dari perang yang sedang berlangsung. Hal ini memberikan sinyal bahwa arah kebijakan moneter ke depan tetap bergantung pada perkembangan kondisi global dan data ekonomi terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tanda pemulihan setelah memantul dari area support kuat di kisaran 68.00 – 69.00. Harga berhasil menembus garis tren turun (trendline) yang sebelumnya menahan laju kenaikan, sekaligus membentuk struktur bullish baru. Break of Structure (BOS) ini mengindikasikan adanya perubahan momentum dari tekanan jual menuju dominasi pembeli, didukung oleh kenaikan bertahap yang lebih stabil.

Secara teknikal, area retracement Fibonacci di sekitar 70.70 – 71.20 menjadi zona krusial untuk menjaga kelanjutan tren naik. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju resistance berikutnya di kisaran 74.70 hingga 76.20 tetap terbuka. Namun, jika terjadi penurunan dan menembus support kunci, potensi koreksi lebih dalam bisa kembali menguji area demand sebelumnya. Strategi terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi lanjutan untuk memastikan arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran USD102 per barel pada hari Selasa (31/03), membalikkan kenaikan sebelumnya setelah muncul laporan bahwa Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer Amerika Serikat terhadap Iran. Keputusan ini tetap dipertimbangkan meskipun Selat Hormuz masih berpotensi tertutup, kondisi yang dapat memperkuat kendali Teheran atas jalur pelayaran vital tersebut. Sentimen pasar pun langsung bereaksi, memicu tekanan pada harga minyak global.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Iran dilaporkan menyerang kapal tanker minyak Kuwait di dekat pelabuhan Dubai. Insiden ini menegaskan tingginya risiko keamanan di kawasan Teluk Persia, yang merupakan salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia. Situasi kian kompleks dengan keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang mulai menyerang Israel serta berpotensi mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global karena dua jalur utama perdagangan minyak menghadapi ancaman gangguan. Ketidakpastian ini dapat memperketat aliran energi dari Timur Tengah dan mendorong volatilitas harga di pasar internasional. Meski demikian, minyak acuan AS masih berada di jalur kenaikan bulanan signifikan dengan potensi lonjakan lebih dari 50%, mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap dinamika geopolitik.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil Spot pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan turun setelah gagal mempertahankan area resistance di sekitar 103.300. Terlihat adanya penolakan kuat di zona “weak high” yang memicu pembalikan arah, diperkuat dengan struktur lower high dan breakdown dari area konsolidasi sebelumnya. Harga kini bergerak di bawah level Fibonacci 50%, menandakan momentum bearish mulai mendominasi dalam jangka pendek.

Selama harga tetap tertahan di bawah area golden ratio (61.8%) sekitar 101.100, potensi penurunan masih terbuka menuju support 97.500. Jika tekanan jual berlanjut, target berikutnya berada di kisaran 96.000 hingga 94.000. Namun, skenario ini bisa batal apabila harga kembali menembus dan bertahan di atas resistance, yang berpotensi memicu rebound dan perubahan struktur menjadi bullish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAUUSD) menguat mendekati level $4.600 per ounce pada Selasa (31/03), didorong meredanya harga minyak dunia yang sempat memicu tekanan besar di pasar. Meski demikian, secara bulanan logam mulia ini masih berpotensi mencatat penurunan sekitar 13% sepanjang Maret, menjadi performa terburuk sejak krisis keuangan global 2008. Penurunan tajam tersebut mencerminkan perubahan sentimen investor yang sebelumnya menjadikan emas sebagai aset lindung nilai utama.

Tekanan terhadap emas muncul akibat lonjakan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi, khususnya minyak, sehingga mendorong ekspektasi kebijakan suku bunga yang lebih agresif. Di tengah kondisi ini, konflik Timur Tengah yang telah memasuki minggu kelima turut memperburuk ketidakpastian global. Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz serta mengancam jalur pelayaran di Laut Merah, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dan distribusi global.

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang Amerika Serikat masih relatif stabil meskipun risiko geopolitik meningkat. Bank sentral memilih mempertahankan kebijakan saat ini guna mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik Iran secara lebih menyeluruh. Sikap hati-hati ini menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pergerakan emas ke depan, terutama dalam merespons dinamika suku bunga dan ketegangan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan fase koreksi setelah reli impulsif yang sempat menembus area resistance kuat. Harga kini kembali masuk ke zona retracement Fibonacci, dengan area 50% – 61,8% menjadi titik krusial yang berpotensi menjadi support dinamis. Struktur market masih mencerminkan potensi bullish selama harga mampu bertahan di atas garis tren naik, meskipun tekanan jual jangka pendek terlihat dari penolakan di area puncak sebelumnya (weak high).

Selama harga tidak menembus area invalidasi di sekitar support bawah, peluang rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance terdekat hingga area target lanjutan. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan support gagal dipertahankan, maka skenario penurunan lebih dalam bisa terjadi. Oleh karena itu, fokus utama pelaku pasar saat ini adalah reaksi harga di zona golden ratio sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar Amerika Serikat bertahan di atas level 100 pada awal pekan, melanjutkan penguatan selama empat sesi berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Konflik di Timur Tengah yang telah memasuki minggu kelima mendorong investor mencari aset aman, sehingga permintaan terhadap dolar meningkat signifikan. Ketidakpastian yang berkepanjangan, ditambah ancaman gangguan pasokan energi global, membuat mata uang ini tetap kokoh dibandingkan mata uang utama lainnya.

Situasi semakin memanas setelah pernyataan Presiden Donald Trump terkait potensi pengambilalihan fasilitas ekspor minyak Iran, serta laporan penambahan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Keterlibatan kelompok Houthi yang didukung Iran turut memperluas konflik, memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas 100 dolar per barel. Kenaikan harga energi ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat spekulasi bahwa kebijakan moneter The Fed akan tetap agresif.

Di tengah dinamika tersebut, pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat sebagai indikator arah ekonomi selanjutnya. Laporan seperti JOLTS, ADP payroll, hingga data tenaga kerja bulanan menjadi fokus utama karena berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga ke depan. Meski pasar keuangan akan tutup saat libur Good Friday, rilis data penting tetap dinilai krusial dalam menentukan pergerakan dolar dan sentimen global dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar (DXY) pada timeframe 4 jam menunjukkan struktur yang mulai menguat setelah berhasil menembus area resistance miring, menandakan potensi perubahan tren jangka pendek. Pergerakan harga saat ini berada di sekitar area krusial, dengan level 100.239 menjadi target kenaikan berikutnya apabila momentum bullish tetap terjaga. Pola higher low yang terbentuk serta konfirmasi CHoCH (Change of Character) mengindikasikan dominasi buyer mulai meningkat, didukung oleh tekanan beli yang konsisten dalam beberapa sesi terakhir.

Namun demikian, skenario koreksi masih terbuka jika harga gagal mempertahankan posisi di atas area 99.401. Penurunan ke zona demand di kisaran 99.200 hingga 98.800 bisa terjadi sebagai bentuk retest sebelum melanjutkan kenaikan. Jika tekanan jual semakin kuat dan menembus 98.189, maka struktur bullish akan batal dan membuka peluang penurunan lebih dalam. Oleh karena itu, area support dan resistance saat ini menjadi kunci utama dalam menentukan arah pergerakan DXY selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah membuka pekan dengan lonjakan tajam hampir 3% dan diperdagangkan di atas level $102 per barel. Kenaikan ini membawa harga kembali ke posisi tertinggi sejak pertengahan 2022, saat gangguan besar pada pasar energi global memicu volatilitas tinggi. Sentimen pasar saat ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.

Konflik yang melibatkan Iran memasuki pekan kelima tanpa kejelasan penyelesaian, membuat pelaku pasar semakin pesimis terhadap stabilitas kawasan. Situasi semakin memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dengan meluncurkan serangan ke Israel. Mereka juga mengisyaratkan aksi lanjutan yang berpotensi memperluas konflik dan meningkatkan risiko gangguan distribusi energi, terutama di jalur strategis seperti Laut Merah serta fasilitas vital di Arab Saudi.

Di sisi lain, langkah Amerika Serikat menambah ribuan pasukan ke kawasan memperkuat spekulasi akan eskalasi militer yang lebih luas. Laporan mengenai persiapan operasi darat dalam beberapa pekan ke depan semakin menambah ketidakpastian di pasar. Kondisi ini membuat harga minyak tetap bertahan tinggi karena kekhawatiran terhadap gangguan suplai global, sekaligus memperbesar tekanan terhadap stabilitas ekonomi dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe satu jam menunjukkan tren naik yang cukup kuat setelah berhasil membentuk struktur higher high dan higher low. Harga saat ini tengah mengalami koreksi sehat setelah menyentuh area resistance di sekitar level psikologis 100, yang juga bertepatan dengan zona supply. Penurunan ini masih tergolong wajar selama tidak menembus struktur utama, sehingga peluang lanjutan tren bullish tetap terbuka.

Area Fibonacci 38,2% hingga 61,8% di kisaran 95–94 menjadi zona krusial yang berpotensi menjadi titik pantul harga. Jika level ini mampu menahan tekanan jual, minyak berpeluang kembali menguat menuju target resistance berikutnya di atas 103. Sebaliknya, apabila harga menembus support tersebut, maka potensi pelemahan lanjutan menuju area invalidasi di sekitar 90 akan semakin besar dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas global mengalami penurunan hampir 1% ke kisaran $4.450 per ounce pada perdagangan Senin (30/03). Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya sempat menguat, seiring konflik di Timur Tengah yang telah memasuki pekan kelima tanpa tanda-tanda mereda. Ketegangan semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dengan melancarkan serangan ke Israel, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Situasi geopolitik yang memburuk turut memicu kekhawatiran terhadap jalur perdagangan energi, terutama di Laut Merah dan infrastruktur minyak Arab Saudi. Kelompok militan tersebut diketahui memiliki kemampuan menyerang kapal-kapal penting, yang dapat mengganggu distribusi energi global. Di sisi lain, militer Amerika Serikat dilaporkan tengah mempersiapkan operasi darat dalam beberapa minggu ke depan setelah penambahan pasukan di wilayah tersebut, memperbesar risiko eskalasi konflik.

Meski emas dikenal sebagai aset safe haven, harganya justru turun lebih dari 15% sejak puncaknya pada Maret. Lonjakan harga minyak memicu tekanan inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral utama dunia. Selain itu, berkurangnya pembelian emas oleh bank sentral serta kebijakan peningkatan likuiditas untuk menahan dampak ekonomi perang turut memberikan tekanan tambahan terhadap pergerakan harga emas global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan pola inverse head and shoulders yang mulai terkonfirmasi, menandakan potensi pembalikan arah setelah fase penurunan sebelumnya. Harga sempat menembus area neckline dan bergerak naik, namun tertahan di sekitar level Fibonacci 50% yang kini menjadi resistance kunci. Struktur ini mengindikasikan bahwa momentum bullish masih terbatas, terutama jika harga gagal bertahan di atas area tersebut.

Di sisi lain, zona demand di kisaran 4.395 – 4.430 menjadi area penting yang perlu diperhatikan sebagai penopang harga. Selama level ini mampu menjaga tekanan jual, peluang rebound menuju target resistance berikutnya tetap terbuka, dengan potensi pengujian kembali area 4.560 hingga 4.610. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah support, skenario bearish bisa kembali dominan dan mendorong harga melanjutkan tren turun dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak kembali menguat di atas $68 per ounce pada Jumat (27/03) setelah sempat anjlok tajam di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Donald Trump yang menunda batas waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan damai. Ia juga berjanji tidak akan menargetkan fasilitas energi Iran hingga awal April, memberi angin segar bagi pasar yang sebelumnya diliputi ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan.

Dari sisi geopolitik, Iran menunjukkan sikap tegas dengan menolak proposal damai dari Amerika Serikat dan mengajukan syarat tandingan, termasuk pengakuan atas kendali mereka di Selat Hormuz. Meski demikian, Iran sempat mengizinkan sejumlah tanker minyak melintas di jalur vital tersebut, yang sedikit meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global dan membantu menopang sentimen pasar.

Namun, tekanan terhadap logam mulia masih membayangi. Sehari sebelumnya, perak sempat merosot lebih dari 4% akibat keraguan akan tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat. Lonjakan harga energi serta meningkatnya risiko inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini, kondisi yang cenderung menekan daya tarik aset safe haven seperti perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan upaya pemulihan setelah tekanan jual kuat dalam beberapa sesi terakhir. Harga saat ini mencoba bertahan di atas area retracement Fibonacci sekitar 38.2% – 50.0%, yang menjadi zona krusial untuk menjaga momentum bullish jangka pendek. Struktur mulai membentuk higher low, diperkuat dengan munculnya sinyal perubahan karakter (ChoCH) yang mengindikasikan potensi pembalikan arah. Selama harga mampu bertahan di atas area support ini, peluang kenaikan masih terbuka.

Di sisi lain, resistance terdekat berada di kisaran 69.00 hingga 69.70 yang menjadi area penentu kelanjutan tren naik. Jika level ini berhasil ditembus, potensi penguatan dapat berlanjut menuju target berikutnya di atas 70.50 hingga 71.50. Namun, kegagalan menembus resistance berisiko memicu koreksi kembali ke area 67.80 bahkan lebih rendah menuju zona invalidasi. Dengan kondisi ini, pergerakan harga cenderung konsolidatif dengan bias bullish selama support tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze