Indeks dolar AS melemah tajam hingga di bawah level 99 pada Rabu (08/04), mencapai titik terendah dalam empat minggu terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh keputusan Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu. Kebijakan tersebut disebut sebagai “gencatan senjata dua arah” dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang layak. Kesepakatan sementara ini memberi ruang bagi kedua pihak untuk merampungkan perjanjian dalam waktu dua minggu. Iran sendiri setuju membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dengan syarat seluruh serangan dihentikan, sementara Israel dilaporkan turut menyetujui gencatan senjata ini.

Di sisi ekonomi, ekspektasi inflasi konsumen AS meningkat pada bulan Maret, diiringi lonjakan biaya transportasi di sektor logistik. Kondisi ini menambah tekanan terhadap prospek ekonomi global di tengah ketegangan geopolitik. Pasar kini menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Maret yang dijadwalkan Jumat, yang diperkirakan akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak konflik terhadap inflasi.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area supply di sekitar 100.00. Struktur harga menunjukkan perubahan karakter (CHoCH) yang menandakan potensi pergeseran tren jangka pendek ke arah bearish. Penurunan yang terjadi juga menembus beberapa level Fibonacci penting, memperkuat indikasi dominasi seller. Selama harga tetap berada di bawah area 99.60 – 99.90, peluang koreksi naik cenderung terbatas dan berisiko menjadi pullback sebelum melanjutkan pelemahan.

Saat ini, zona demand di kisaran 98.50 menjadi area kunci yang sedang diuji. Jika terjadi pantulan, harga berpotensi naik menuju area 99.00 sebagai resistance terdekat. Namun, skenario utama tetap mengarah pada penurunan lanjutan apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus support tersebut. Target berikutnya berada di area 98.20 hingga 97.70, sejalan dengan proyeksi ekstensi Fibonacci. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan sebelum mengambil posisi untuk meminimalkan risiko.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di kisaran $73 per ounce pada perdagangan Selasa (07/04) setelah dua hari mengalami penurunan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ancaman dari Donald Trump terhadap Iran menjadi sorotan utama pasar, terutama setelah pernyataannya yang membuka kemungkinan serangan ke infrastruktur sipil jika tuntutan tidak dipenuhi. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik yang berpotensi berkepanjangan.

Trump juga menegaskan bahwa target seperti pembangkit listrik dan jembatan di Iran dapat diserang apabila syarat, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, tidak dipenuhi sesuai tenggat waktu. Sentimen ini menutupi indikasi positif bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai mendekati kesepakatan gencatan senjata melalui jalur diplomasi. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di aset berisiko.

Sejak konflik dimulai, harga perak tercatat telah melemah lebih dari 20%, tertekan oleh lonjakan harga energi yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Situasi ini memperbesar peluang bank sentral, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkannya. Ekspektasi pasar kini bergeser, dengan proyeksi bahwa suku bunga akan tetap stabil hingga akhir tahun, berbeda dari perkiraan sebelumnya yang mengarah pada pemangkasan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan jual mulai mendominasi setelah harga gagal menembus area resistance kuat di kisaran 73.50. Struktur pasar membentuk pola penurunan dengan indikasi break of structure (BOS) diikuti rejection pada area Fibonacci 61.8%–78.6%. Hal ini menandakan momentum bullish mulai melemah, sementara garis tren naik yang sebelumnya menjadi penopang kini telah ditembus, membuka peluang koreksi lebih dalam.

Selama harga bertahan di bawah area 72.80–73.10, potensi penurunan masih cukup terbuka dengan target terdekat di sekitar 71.00, lalu berlanjut ke area likuiditas bawah di kisaran 70.25 hingga 69.40. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus resistance, skenario bearish bisa tertunda. Saat ini, fokus pelaku pasar tertuju pada reaksi harga di area retracement untuk menentukan arah lanjutan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas 113 dolar per barel pada Selasa (07/04), mendekati level penutupan tertinggi sejak pertengahan 2022. Kenaikan ini didorong meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Donald Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan lanjutan. Ancaman terhadap infrastruktur vital seperti pembangkit listrik dan jembatan, termasuk tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz, memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Di tengah situasi tersebut, harapan meredanya konflik sempat muncul seiring indikasi pendekatan menuju gencatan senjata melalui jalur diplomatik. Namun, sentimen positif ini tertutupi oleh peringatan keras dari Teheran yang menyatakan akan membalas setiap serangan dengan meningkatkan aksi terhadap aset energi di kawasan Teluk. Risiko eskalasi ini memperbesar potensi terganggunya distribusi minyak dunia dan memperdalam ketidakpastian pasar.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Iran menolak proposal gencatan senjata sementara yang diajukan melalui mediator Pakistan. Pemerintah Iran menegaskan hanya akan menerima penghentian konflik secara permanen disertai pencabutan sanksi sebagai syarat utama. Sikap tegas ini memperpanjang ketegangan dan memperkuat kekhawatiran akan krisis energi global, yang pada akhirnya terus menopang harga minyak di level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL menunjukkan struktur konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan pergerakan saat ini berada di dalam pola segitiga yang mengindikasikan fase penentuan arah. Terlihat adanya pembentukan lower high yang menandakan tekanan jual masih muncul di area resistance sekitar 106, sementara zona Fibonacci 23,6% hingga 38,2% menjadi area kunci yang sedang diuji. Selama harga belum mampu menembus area puncak sebelumnya, momentum kenaikan cenderung tertahan meski tren besar masih mengarah naik.

Jika harga mampu bertahan di atas area support sekitar 103 dan berhasil menembus resistance terdekat, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju target 108 hingga 111. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun menembus support, maka peluang koreksi lebih dalam ke area 101 bahkan 100 semakin besar. Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi breakout untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas stabil di kisaran 4.650 dolar per ons pada Selasa (07/04) setelah mengalami penurunan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar akibat ancaman dari Donald Trump yang menyatakan akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik berkepanjangan, terutama setelah ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan jika akses Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum batas waktu yang ditentukan.

Di sisi lain, harapan akan meredanya ketegangan sempat muncul seiring indikasi bahwa Amerika Serikat dan Iran mulai mendekati kesepakatan gencatan senjata melalui mediator. Namun, sentimen positif tersebut tertutupi oleh eskalasi ancaman yang memicu ketidakpastian global. Investor pun cenderung bersikap hati-hati, mengingat konflik ini berpotensi mengganggu jalur energi utama dunia serta memperburuk stabilitas ekonomi.

Sejak konflik dimulai, harga emas tercatat turun sekitar 12%, dipengaruhi lonjakan harga energi yang mendorong kekhawatiran inflasi. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bank sentral, termasuk Federal Reserve, menunda penurunan suku bunga atau bahkan mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Pasar kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, berubah dari ekspektasi sebelumnya yang memproyeksikan dua kali pemangkasan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD berpotensi menunjukkan tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan dan tertolak di area resistance sekitar 4.700. Struktur market mulai berubah sejak munculnya penurunan tajam yang mematahkan tren naik sebelumnya, ditandai dengan terbentuknya lower high dan pelemahan bertahap. Area Fibonacci 61,8% hingga 78,6% menjadi zona krusial yang kini berperan sebagai resistance dinamis, sementara harga bergerak di bawah garis tren naik yang telah ditembus. Hal ini mengindikasikan dominasi seller dalam jangka pendek.

Selama harga masih tertahan di bawah area tersebut, potensi penurunan lanjutan terbuka menuju support 4.590 hingga 4.560 sebagai target berikutnya. Skenario ini diperkuat dengan pola konsolidasi melemah serta penolakan berulang di area tengah. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus 4.706, peluang pembalikan arah bisa terjadi dengan momentum bullish baru. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah reaksi harga di area resistance dan kekuatan tekanan jual yang masih mendominasi pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak mengalami tekanan dan turun mendekati $72 per ons pada awal pekan, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum baru kepada Iran. Ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik, memicu kekhawatiran pasar dan meningkatkan ketidakpastian global.

Iran menolak tuntutan tersebut dan terus melancarkan serangan terhadap aset energi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memperburuk konflik dan berdampak langsung pada pasar komoditas, termasuk perak. Sejak konflik dimulai, harga logam ini telah merosot lebih dari 20%, seiring lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga global.

Di sisi lain, perak gagal menjalankan perannya sebagai aset lindung nilai di tengah gejolak pasar. Tekanan tambahan datang dari aksi jual paksa oleh investor yang membutuhkan likuiditas untuk menutup kerugian di instrumen lain. Kondisi ini membuat perak semakin tertekan, mencerminkan perubahan sentimen pasar yang lebih memilih aset likuid dibandingkan safe haven tradisional.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak saat ini menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan setelah gagal mempertahankan level resistance terdekat. Struktur pasar mulai membentuk lower high dan lower low, menandakan kontrol berada di pihak seller. Area support terdekat menjadi fokus utama, karena jika harga terus bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan lanjutan semakin terbuka. Indikator teknikal seperti momentum juga mengarah ke pelemahan, memperkuat sinyal bahwa tren turun belum selesai.

Meski demikian, peluang rebound jangka pendek tetap ada apabila harga mampu bertahan di zona support dan membentuk sinyal pembalikan. Koreksi naik bisa menguji kembali area resistance sebelumnya sebelum menentukan arah berikutnya. Strategi yang bijak adalah menunggu konfirmasi price action yang jelas, sehingga dapat meminimalkan risiko di tengah volatilitas tinggi yang masih membayangi pasar perak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI sempat melonjak hingga mencapai $115,5 per barel pada awal pekan, sebelum akhirnya terkoreksi dan kehilangan sebagian besar penguatannya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat mengeluarkan ultimatum terbaru kepada Iran. Ancaman tersebut mencakup kemungkinan serangan terhadap infrastruktur sipil jika Iran tidak segera membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Pemerintah Iran dengan tegas menolak tuntutan tersebut, sehingga Selat Hormuz tetap tertutup dan memicu kekhawatiran pasar. Jalur ini diketahui menjadi penghubung bagi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguan di wilayah tersebut langsung berdampak pada volatilitas harga energi. Situasi ini memperburuk ketidakpastian global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor energi dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, kelompok produsen minyak OPEC+ mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur akibat konflik dapat berdampak jangka panjang terhadap pasokan minyak dunia. Meskipun organisasi tersebut telah menyetujui peningkatan kuota produksi untuk mengatasi potensi kekurangan pasokan, risiko gangguan distribusi tetap tinggi. Kondisi ini membuat pasar energi global berada dalam tekanan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan investor terhadap perkembangan geopolitik terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga meski sempat mengalami koreksi. Terlihat adanya pola break of structure (BOS) yang mengonfirmasi dominasi buyer, diikuti fase pullback menuju area buy zone di kisaran 99–101. Area ini diperkuat oleh level Fibonacci 50% hingga 61,8%, yang sering menjadi titik reaksi harga sebelum melanjutkan tren naik. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju resistance berikutnya di sekitar 110 hingga 115.

Namun, skenario ini tetap perlu diwaspadai apabila harga menembus support kunci di area 92 yang ditandai sebagai invalidasi. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi mengubah struktur pasar menjadi bearish dan memicu tekanan jual lanjutan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga cenderung menunggu konfirmasi dari reaksi di area support terdekat, sehingga strategi terbaik adalah menunggu sinyal pembalikan yang jelas sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak turun mendekati level $4.600 per ounce pada awal pekan, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Donald Trump mengeluarkan ultimatum baru kepada Iran. Ia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap fasilitas listrik dan infrastruktur sipil jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali, sekaligus menetapkan tenggat waktu yang memperbesar kekhawatiran pasar global.

Pemerintah Teheran menolak ultimatum tersebut dan tetap melanjutkan serangan terhadap aset energi di kawasan Timur Tengah. Situasi ini mendorong lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset lindung nilai, karena investor mulai mempertimbangkan instrumen lain yang lebih menguntungkan di tengah tekanan ekonomi.

Selain faktor geopolitik dan inflasi, tekanan tambahan datang dari aksi likuidasi paksa di pasar keuangan. Banyak pelaku pasar menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain, sehingga mempercepat penurunan harga logam mulia ini. Sejak konflik berlangsung, emas tercatat telah melemah sekitar 12%, menunjukkan perubahan signifikan dalam dinamika pasar yang biasanya mengandalkan emas sebagai aset aman saat krisis.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan fase koreksi setelah sebelumnya membentuk tren naik yang kuat. Harga kini bergerak dalam pola konsolidasi di dalam area Fibonacci, dengan level 50% hingga 61.8% menjadi zona krusial. Terlihat adanya reaksi berulang di area tersebut, menandakan potensi penentuan arah selanjutnya. Selama harga masih tertahan di bawah area resistance, tekanan jual tetap mendominasi, apalagi struktur lower high mulai terbentuk.

Dari sisi proyeksi, area “sell zone” menjadi titik menarik bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan posisi jual dengan target penurunan menuju support terdekat di kisaran 4,550 hingga 4,480. Skenario ini diperkuat oleh garis tren menurun yang membatasi pergerakan naik. Namun, jika harga mampu menembus resistance dan bertahan di atasnya, peluang pembalikan arah bisa terbuka, mengubah bias menjadi bullish dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level 99,8 pada Kamis (04/02), menghentikan pelemahan dua hari sebelumnya seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Penguatan ini dipicu pernyataan Donald Trump yang tidak memberikan kejelasan terkait akhir konflik di Timur Tengah, sehingga mendorong permintaan terhadap dolar sebagai aset aman di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Dalam pidato utamanya, Trump menyebut target strategis Amerika Serikat di Iran hampir tercapai, namun juga mengancam serangan lanjutan dalam beberapa minggu ke depan. Pernyataan tersebut memperbesar ketidakpastian global, terlebih setelah klaim mengenai permintaan gencatan senjata dari Iran dibantah oleh pihak Teheran, sehingga memperumit prospek penyelesaian konflik.

Selain faktor geopolitik, dolar turut mendapat dukungan dari meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Lonjakan harga minyak akibat konflik meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat kebijakan moneter tetap ketat lebih lama. Kombinasi sentimen ini menjaga kekuatan dolar dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik menunjukkan pergerakan harga yang sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tren naik yang cukup kuat. Terlihat adanya garis tren naik yang masih terjaga, dengan harga beberapa kali menguji area resistance horizontal di sekitar level tertinggi sebelumnya. Pola ini mengindikasikan potensi breakout jika tekanan beli terus meningkat. Selain itu, terbentuknya higher low memperkuat sinyal bahwa momentum bullish masih dominan, meskipun terdapat koreksi kecil sebagai bentuk penyesuaian pasar.

Dari sudut pandang analisa teknikal, level resistance menjadi kunci utama untuk konfirmasi arah selanjutnya. Jika harga mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, peluang kenaikan lanjutan terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan breakout dapat memicu pullback menuju area support terdekat di garis tren. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi pergerakan harga, sehingga risiko dapat dikelola dengan lebih optimal dan keputusan trading menjadi lebih terarah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak lebih dari 3% pada Kamis (02/04), kembali menembus level $100 per barel setelah sempat melemah dalam dua sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pasar merespons pernyataan Donald Trump terkait konflik Iran, yang memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya premi risiko di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi militer AS diperkirakan mencapai target dalam dua hingga tiga minggu, namun juga menegaskan potensi serangan besar terhadap Iran. Di sisi lain, ia membuka peluang jalur diplomasi yang masih berlangsung. Pernyataan yang saling bertolak belakang ini memperbesar ketidakpastian pasar, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan gangguan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Fatih Birol dari International Energy Agency memperingatkan kemungkinan terjadinya pembatasan energi di sejumlah negara akibat lonjakan gangguan pasokan minyak bulan ini. Di tengah kondisi tersebut, data menunjukkan stok minyak mentah AS justru naik 5,5 juta barel menjadi 461,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas ekspektasi pasar, menambah kompleksitas arah pergerakan harga ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 30 menit menunjukkan perubahan struktur yang signifikan setelah harga membentuk Change of Character (CHoCH) di area 95,5. Lonjakan tajam dari zona support menandakan masuknya tekanan beli yang kuat, sekaligus mengakhiri fase bearish jangka pendek. Saat ini, harga sedang menguji area keseimbangan (0.0 Fibonacci) di sekitar 99, yang menjadi titik krusial untuk menentukan kelanjutan arah tren.

Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan terbuka menuju target pertama di kisaran 101,1 dan berlanjut ke 103,5 sebagai resistance utama. Namun, skenario bullish dapat melemah apabila harga kembali turun dan menembus support 95,5, yang berisiko membawa harga ke area invalidasi di sekitar 92,5. Dengan kondisi ini, fokus pelaku pasar tertuju pada reaksi harga di area kunci untuk mengonfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun ke kisaran $4.690 per ounce pada Kamis (02/04), menghentikan tren kenaikan empat hari sebelumnya. Pelemahan ini dipicu penguatan dolar AS setelah Donald Trump tidak memberikan kepastian waktu terkait berakhirnya konflik Timur Tengah. Pernyataan tersebut meningkatkan minat terhadap dolar sebagai aset aman, sehingga menekan pergerakan emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut.

Dalam pidatonya, Trump menyebut target strategis Amerika Serikat di Iran hampir tercapai, namun juga membuka peluang eskalasi militer dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Sikap ini memperkuat sentimen pasar terhadap dolar AS, sekaligus mengurangi daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai jangka pendek di tengah ketidakpastian geopolitik.

Di sisi lain, harga minyak kembali menguat, memicu kekhawatiran inflasi dan memperbesar peluang kebijakan moneter yang lebih ketat. Pelaku pasar kini sepenuhnya menghapus ekspektasi pemangkasan suku bunga AS pada 2026, berbalik dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan dua kali penurunan. Kombinasi faktor ini semakin menekan prospek emas dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan jual mulai mendominasi setelah harga gagal mempertahankan area resistance kuat di sekitar 4,790. Zona tersebut menjadi titik invalidasi yang memicu pembalikan arah, ditandai dengan terbentuknya Change of Character (CHoCH). Penurunan tajam setelah struktur bullish patah mengindikasikan adanya distribusi, sehingga peluang koreksi lanjutan masih terbuka selama harga bertahan di bawah area resistance tersebut.

Secara teknikal, target penurunan terdekat berada di kisaran 4,740 sebagai support minor, sementara tekanan lebih dalam berpotensi membawa harga menuju area 4,557 yang menjadi zona likuiditas berikutnya. Selama tidak ada penembusan kembali ke atas resistance, bias pasar cenderung bearish dengan potensi lower low baru. Namun, reaksi harga di area support akan menjadi kunci untuk menentukan apakah penurunan berlanjut atau terjadi pantulan jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze