Harga minyak mentah naik menembus US$105,5 per barel dan mencapai level tertinggi dalam empat bulan. Kenaikan dipicu laporan pembatalan sejumlah pengiriman Arab Saudi setelah serangan drone memaksa penutupan jalur pipa ekspor utama. Pengiriman September kepada pelanggan Eropa disebut ikut terdampak, sementara aktivitas pemuatan minyak di Yanbu dihentikan.

Tekanan pasokan semakin kuat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melancarkan serangan ke Arab Saudi. Situasi di Selat Hormuz juga masih bergejolak, dengan sedikitnya dua kapal tanker diserang sejak Sabtu. Lalu lintas kapal komoditas melalui jalur strategis tersebut turun menjadi empat kapal pada Senin dari 10 kapal sehari sebelumnya, menurut data Kpler.

Gangguan produksi juga muncul di Libya setelah perusahaan minyak nasional menghentikan operasi di dua ladang dan satu stasiun pompa akibat aksi protes. Di sisi lain, serangan terhadap fasilitas energi Rusia dan Ukraina masih berlanjut meski sebelumnya disebut ada kesepakatan untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi. Kombinasi gangguan pasokan dan meningkatnya risiko geopolitik menjadi perhatian utama pasar minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil membentuk Break of Structure (BOS). Harga kini memasuki fase koreksi, dengan area 97,394 sebagai zona penting untuk menguji kekuatan pembeli. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya pantulan masih terbuka.

Jika tekanan jual mereda dan WTI kembali menguat, perhatian berikutnya tertuju pada 100,622 sebelum mengarah ke 102,093 sebagai area target. Sebaliknya, penurunan menembus 96,190 dapat menjadi sinyal bahwa skenario bullish mulai invalid dan tekanan koreksi berpotensi semakin dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak terbatas pada Rabu (16/09) ketika investor memilih berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS. Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga, sementara perhatian utama tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk melihat arah kebijakan berikutnya. Sikap yang lebih ketat berpotensi menekan emas, sedangkan sinyal lebih lunak dapat membuka ruang bagi pemulihan.

Pergerakan dolar AS yang tetap kuat serta harga minyak di atas US$100 per barel turut membatasi penguatan logam mulia. Dolar yang menguat membuat emas berdenominasi greenback relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Di saat yang sama, energi mahal meningkatkan kekhawatiran inflasi sehingga prospek suku bunga tetap menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar.

Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di sejumlah wilayah turut menjadi perhatian. Meski menghadapi berbagai tekanan, emas masih menunjukkan ketahanan. Kekhawatiran fiskal yang tercermin dari tingginya yield obligasi pemerintah jangka panjang serta meningkatnya risiko politik AS disebut dapat memberikan dukungan terhadap permintaan aset safe haven.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area resistance sekitar US$4.300. Struktur harga membentuk Break of Structure (BOS), sehingga peluang kenaikan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas zona koreksi tersebut.

Area US$4.300 menjadi support penting, sedangkan zona US$4.274 – US$4.286 dapat menjadi area koreksi. Jika tekanan beli kembali muncul, harga berpotensi menguji US$4.338 hingga US$4.355 sebagai area target. Sebaliknya, penurunan menembus US$4.274 dapat menjadi sinyal bahwa skenario bullish mulai kehilangan validitas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak melemah di tengah tekanan pasar yang meningkat akibat harga minyak yang tinggi dan inflasi AS yang kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut mendorong investor memperkirakan kebijakan moneter The Fed akan tetap ketat dalam waktu dekat.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed kini melonjak di atas 92% setelah rilis data IHK AS bulan Agustus. Ekspektasi tersebut membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS semakin menjadi sorotan pasar.

Tekanan terhadap XAG/USD bertambah ketika imbal hasil Treasury 10 tahun mendekati 5%. Kenaikan yield membuat aset tanpa imbal hasil seperti perak menjadi kurang menarik, sehingga ruang penguatan harga logam mulia ini masih terbatas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga Perak terlihat bergerak dalam pola segitiga dengan tekanan bearish masih dominan. Harga berada di bawah area resistance 63,57, sementara garis tren menurun menjadi penghalang kenaikan. Selama belum menembus area tersebut, peluang koreksi masih terbuka.

Jika tekanan jual berlanjut, target pertama berada di 63,06, kemudian berpotensi menguji 62,85 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, breakout di atas 63,57 dapat membuka ruang penguatan menuju 63,86 dan menjadi sinyal bahwa skenario bearish mulai kehilangan validitas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah menguat menuju US$103 per barel pada Selasa (15/09) setelah perdagangan awal pekan yang penuh gejolak. Investor masih mencermati risiko gangguan pasokan global, terutama setelah pipa East-West milik Arab Saudi yang menjadi jalur alternatif Selat Hormuz masih ditutup akibat serangan drone.

Ketegangan di kawasan Hormuz semakin meningkatkan kekhawatiran pasar. Pertemuan diplomatik Iran dengan negara-negara Teluk ditunda, sementara Iran mengklaim sebuah supertanker meledak setelah menabrak ranjau di area terbatas. Sikap Teheran yang belum bersedia berunding dengan AS turut memperbesar ketidakpastian geopolitik.

Dari Eropa Timur, peluang meredanya konflik energi masih belum pasti. Ukraina menyatakan siap menghentikan serangan terhadap target energi Rusia jika Moskow melakukan hal serupa, berbeda dengan klaim sebelumnya bahwa kedua pihak telah menyepakati penghentian serangan. Kondisi ini membuat minyak mentah tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan risiko pasokan.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, minyak mentah (WTI) masih menunjukkan bias bullish setelah mampu bertahan di atas area support 98,56 – 98,23. Struktur harga berpeluang melanjutkan kenaikan selama zona 97,71 tetap terjaga, dengan level tersebut menjadi area penting untuk mempertahankan momentum positif.

Jika tekanan beli berlanjut, US$99,08 menjadi resistance awal yang perlu ditembus untuk membuka peluang menuju US$99,69. Penembusan area tersebut dapat mengarahkan harga ke sekitar US$100,46, sedangkan pelemahan di bawah US$97,71 berpotensi mengubah struktur menjadi bearish dengan perhatian berikutnya pada US$96,86.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di sekitar US$4.300 per troy ounce pada Selasa (15/09), mendekati level terendah dalam lima pekan. Tekanan terhadap emas meningkat setelah harga minyak terus naik, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS pekan ini.

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan membuat pelaku pasar memperkirakan The Fed lebih agresif dalam menjaga stabilitas harga. Probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu kini mencapai sekitar 92%. Di sisi lain, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mendekati 5%, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan The Fed dan Bank of Japan (BoJ), sementara ketegangan geopolitik serta tingginya harga energi masih menjadi faktor penggerak. Jika yield AS terus meningkat, emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan, tetapi ketidakpastian global tetap dapat membuka peluang bagi logam mulia sebagai aset safe haven.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya membentuk weak low. Pergerakan saat ini berada di sekitar US$4.296, dengan area koreksi pada US$4.282. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang bullish masih terbuka dengan fokus pada area target US$4.355 – US$4.372.

Namun, tekanan jual perlu diwaspadai jika emas menembus US$4.282. Penurunan di bawah US$4.281 menjadi sinyal invalidasi support dan dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut. Sebaliknya, kemampuan menembus area US$4.355 berpotensi memperkuat momentum menuju target berikutnya di sekitar US$4.372.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak mengawali pekan dengan pergerakan lesu dan cenderung mendatar di atas US$64,00 pada sesi Asia. Investor memilih menahan posisi sambil menunggu sinyal baru dari sejumlah bank sentral utama.

Perhatian pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Kamis dini hari, dilanjutkan Bank of England pada Kamis dan Bank of Japan (BoJ) pada Jumat. Rangkaian agenda tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Arah kebijakan moneter menjadi kunci bagi pergerakan XAG/USD karena perak tidak memberikan imbal hasil. Jika bank sentral memberi sinyal kebijakan lebih longgar, permintaan logam mulia berpotensi menguat, sementara sikap hawkish dapat kembali menekan harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAGUSD pada grafik 1 jam berpotensi melanjutkan tren positif usai terpantul dari zona krusial Golden Ratio Fibonacci 61.8% di area 63.86. Sinyal pembalikan arah ini memberikan ruang bagi para pembeli untuk mengambil alih kendali pergerakan komoditas logam mulia tersebut. Selama harga bertahan di atas level fondasi utama tersebut, momentum kenaikan diperkirakan bakal terjaga menuju sasaran terdekatnya.

Target penguatan pertama diproyeksikan menembus 65.27 (level Fibonacci 0.00%), sebelum melanjutkan reli menuju target kedua di kisaran 65.89 (-27.20%). Kendati demikian, para pelaku pasar tetap wajib mewaspadai risiko koreksi; penembusan ke bawah titik 62.99 (Invalidasi Support) akan membatalkan skenario bullish ini dan memicu penurunan lebih mendalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah berhenti menguat dan bertahan di sekitar US$100 per barel setelah media pemerintah Iran melaporkan rencana pertemuan dengan negara-negara Teluk di Oman. Pertemuan tersebut akan membahas kemungkinan pengaturan sementara terkait pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global. Jika tercapai kesepakatan, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat sedikit mereda.

Tekanan tambahan datang dari proyeksi pasokan yang lebih tinggi. EIA menaikkan perkiraan produksi minyak mentah AS pada 2027 menjadi 14,3 juta barel per hari, sementara IEA memangkas tajam proyeksi permintaan global dengan perkiraan kontraksi 2,5 juta barel per hari pada 2026. Kondisi ini berpotensi membatasi ruang kenaikan harga apabila pasokan tumbuh lebih cepat dari konsumsi.

Di sisi lain, risiko geopolitik masih menjadi penopang utama minyak. Arab Saudi menutup jalur pipa East-West sebagai langkah antisipasi setelah serangkaian serangan, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan bergerak menuju Pulau Perim, Yaman. Dengan kenaikan hampir 9,7% dalam sepekan, pasar minyak kini menghadapi tarik-menarik antara ancaman pasokan dan prospek permintaan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah (USOILSPOT) pada grafik 1 jam (H1) memperlihatkan potensi penguatan yang menjanjikan setelah menyelesaikan fase penurunan sementara. Pergerakan instrumen ini diproyeksikan bakal mengalami penurunan singkat ke Area Koreksi sekitar 96.74. Pijakan pada zona ini menawarkan titik masuk Buy yang presisi bagi pelaku pasar guna memanfaatkan momentum kebangkitan tren utama.

Skenario reli ini membidik target kenaikan bertahap, mulai dari Target 1 di kisaran 99.51 hingga Target 2 pada level psikologis 100.73 yang bertepatan dengan Weak High. Batas Invalidasi Support ditetapkan secara ketat di angka 95.42 untuk menjaga risiko tetap terkendali. Selama pergerakan grafik mampu bertahan di atas batas proteksi tersebut, potensi bullish dipastikan tetap valid dengan rasio risk-to-reward yang optimal.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali menguat ke sekitar US$4.370, naik 1,20% setelah sempat menguji US$4.400. Pemulihan ini didukung pelemahan Dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS, serta koreksi harga minyak. Meski demikian, ruang kenaikan masih terbatas karena pasar semakin memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Tekanan terhadap emas sebelumnya datang dari lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil Treasury 10-tahun hingga 4,97%, level tertinggi sejak Oktober 2023. Sementara itu, WTI sempat menembus US$100 sebelum terkoreksi ke sekitar US$96,50. Kondisi ini membuat investor tetap berhati-hati terhadap prospek inflasi dan arah kebijakan moneter AS.

Data CPI AS turut memperkuat ekspektasi tersebut. Inflasi umum naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, sementara CPI inti meningkat 0,3%, lebih tinggi dari perkiraan 0,2%. Setelah laporan tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada 15 – 16 September melonjak menjadi 85% menurut CME FedWatch. Jika ekspektasi pengetatan semakin kuat, emas berpotensi kembali menghadapi tekanan meski pelemahan Dolar AS masih memberi ruang bagi XAU/USD untuk bertahan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik M30 menunjukkan potensi pembalikan arah yang menarik setelah berhasil membentuk pola Change of Character (CHoCH). Saat ini, harga sedang berada dalam fase konsolidasi terbatas dan diproyeksikan melakukan retest ke Area Koreksi di kisaran 4.340. Momen penurunan terbatas ini membuka peluang posisi Buy yang ideal, memanfaatkan pijakan harga sebelum melanjutkan dorongan bullish.

Skenario kenaikan ini menargetkan dua level resistance utama, yakni Target 1 pada 4.384 dan Target 2 mencapai 4.402. Untuk menjaga manajemen risiko tetap terukur, batas Invalidasi Support ditempatkan pada level 4.327. Selama harga bertahan di atas batas proteksi tersebut, struktur bullish tetap valid dengan rasio risk-to-reward yang sangat menguntungkan bagi para trader.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak bergerak di sekitar US$64 per ons pada Jumat (11/09) setelah anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.

Kenaikan harga produsen AS pada Agustus turut memperkuat kekhawatiran inflasi, terutama setelah konflik AS-Iran mendorong biaya energi global lebih tinggi. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin mencapai sekitar 71%, naik dari 61% sebelum data PPI dirilis. Lonjakan harga minyak juga menambah tekanan terhadap perak karena dapat memperbesar risiko inflasi.

Di sisi lain, imbal hasil Treasury AS yang meningkat membuat aset tanpa bunga seperti perak menjadi kurang menarik bagi investor. Kondisi tersebut membuat harga perak berpotensi mencatat penurunan sekitar 4% sepanjang pekan ini sekaligus memperpanjang tren pelemahan selama tiga minggu berturut-turut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan sinyal positif setelah sukses menembus pola saluran turun lewat pembentukan struktur Break of Structure (BOS) serta Change of Character (CHoCH). Berdasarkan pemetaan Fibonacci Retracement, grafik harga saat ini bersiap menyambut fase koreksi sehat menuju Golden Ratio di kisaran 63.466 guna mengumpulkan momentum sebelum melesat mengejar target resisten pertama pada 64.520 dan target kedua di level 64.929.

Strategi trading yang optimal dapat memanfaatkan momen pantulan di zona tersebut untuk membuka posisi beli (long), dengan meletakkan batasan risiko (stop loss) di bawah garis invalidasi pada angka 63.014. Pendekatan terukur ini tidak hanya melindungi modal dari volatilitas pasar logam mulia, tetapi juga menyajikan rasio imbal hasil yang sangat ideal bagi pelaku pasar.

Harga emas mencoba pulih dari area US$4.300 setelah menyentuh level terendah dalam satu setengah pekan. Namun, ruang penguatan masih terbatas karena data PPI AS yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga The Fed tetap ketat. Kondisi tersebut menopang Dolar AS dan membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil ikut tertekan.

PPI AS pada Agustus meningkat 5,4% secara tahunan, melampaui perkiraan 5,3% dan naik dari 4,8% pada Juli. PPI inti juga menguat menjadi 4,6%, menunjukkan tekanan harga masih cukup kuat. Investor kini menunggu data CPI AS sebagai petunjuk berikutnya untuk menentukan arah kebijakan moneter The Fed dan pergerakan logam mulia.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS-Iran serta risiko gangguan pasokan minyak di kawasan Timur Tengah menjaga permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven. Jika CPI kembali menunjukkan inflasi yang tinggi, Greenback berpotensi semakin kuat dan menekan XAU/USD. Dengan demikian, emas masih menghadapi risiko penurunan dan perlu kehati-hatian sebelum mengantisipasi pembalikan tren.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit mengindikasikan potensi kelanjutan tren penguatan setelah sukses mencetak struktur Break of Structure (BOS) dan Change of Character (CHoCH) ke sisi atas. Berdasarkan pemetaan Fibonacci Retracement, grafik harga kini bersiap melakukan koreksi sehat menuju Area Koreksi di kisaran 4,331.108 guna mencari pijakan kuat sebelum melanjutkan reli menuju target resisten pertama pada 4,360.909 dan target kedua di level 4,377.120.

Strategi trading yang ideal dapat memanfaatkan momen pantulan di zona tersebut untuk membuka posisi beli (long), dengan menempatkan batasan risiko (stop loss) di bawah garis invalidasi support pada angka 4,301.308. Pendekatan terukur ini tidak hanya mengamankan modal dari volatilitas pasar logam mulia, tetapi juga memberikan rasio keuntungan yang sangat optimal bagi pelaku pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze