Harga minyak mentah dunia kembali menguat hingga melampaui US$80 per barel pada Kamis (16/07), sekaligus mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut. Lonjakan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat memperluas operasi militernya terhadap Iran demi menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi energi terpenting di dunia.

Militer AS dilaporkan melancarkan serangan udara baru yang menyasar lokasi penyimpanan serta peluncuran rudal Iran di sekitar Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan perluasan operasi, termasuk opsi pengambilalihan Pulau Kharg yang merupakan terminal ekspor minyak utama Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global.

Sentimen positif pada harga minyak juga diperkuat oleh berlanjutnya serangan Ukraina terhadap fasilitas produksi bahan bakar dan kapal tanker Rusia. Kombinasi risiko geopolitik dari Timur Tengah dan Eropa mendorong kekhawatiran akan semakin ketatnya pasokan energi dunia, sehingga harga minyak berhasil membalikkan sebagian besar pelemahan yang terjadi pada kuartal kedua tahun ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga US Oil masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya. Secara teknikal, area 78.510 menjadi support penting yang bertepatan dengan level golden ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang melanjutkan pemulihan tetap terbuka dengan target terdekat di 80.136, kemudian berpotensi menguji 80.750 sebagai area resistance berikutnya.

Sebaliknya, jika tekanan jual membawa harga turun hingga menembus 77.820, skenario bullish berisiko batal dan membuka ruang pelemahan yang lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar area support sebagai penentu arah pergerakan berikutnya, sementara momentum kenaikan akan semakin kuat apabila harga berhasil menembus resistance utama dengan volume yang meningkat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di kisaran US$4.050 per ons pada perdagangan Kamis (16/07) setelah bergerak dalam rentang sempit selama dua sesi berturut-turut. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan.

Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat secara tak terduga turun pada Juni, menjadi penurunan pertama dalam hampir satu tahun akibat melemahnya biaya energi. Sementara itu, inflasi inti PPI hanya naik 0,2%, lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut melanjutkan tren perlambatan inflasi setelah sebelumnya data inflasi konsumen juga menunjukkan pelemahan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menurun menjadi sekitar 44% dari sebelumnya 50%. Meski demikian, investor tetap mewaspadai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Situasi ini berpotensi meningkatkan permintaan aset aman seperti emas apabila ketidakpastian global terus berlanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik satu jam masih berada dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance. Pergerakan saat ini menguji zona Fibonacci 61,8% di sekitar 4.030, yang berpotensi menjadi area pantulan apabila tekanan jual mulai mereda. Selama harga mampu bertahan di atas 4.009, struktur tren naik jangka pendek masih tetap terjaga sehingga peluang rebound masih terbuka.

Apabila muncul konfirmasi pembalikan arah dari area support, target kenaikan pertama berada di kisaran 4.076, kemudian berlanjut menuju 4.104 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika harga menembus dan ditutup di bawah 3.984, skenario bullish akan gugur dan membuka peluang pelemahan yang lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi sinyal sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat dan mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pada sesi perdagangan Asia, Rabu (15/07), minyak WTI diperdagangkan di kisaran US$79,20 per barel. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Kenaikan harga dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan melancarkan serangan militer tambahan terhadap Iran. Ketegangan geopolitik tersebut memicu sentimen positif bagi harga minyak karena investor mengantisipasi risiko terganggunya distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap Teheran di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis ini merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, sehingga setiap gangguan berpotensi memengaruhi pasokan global dan mendorong harga minyak tetap berada dalam tren penguatan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih bergerak dalam tren naik jangka pendek dengan bertahan di atas area support penting 78.350 atau zona golden area Fibonacci. Selama level tersebut tidak ditembus, peluang penguatan tetap terbuka seiring terbentuknya pola higher low yang mengindikasikan dominasi pembeli. Momentum juga didukung garis tren naik yang masih terjaga, sehingga potensi kenaikan dinilai lebih besar dibanding tekanan jual.

Apabila harga mampu bertahan di atas 78.350, target kenaikan berikutnya berada di 80.510 sebagai target pertama, kemudian berlanjut ke 81.360 sebagai target kedua. Namun, jika tekanan jual mendorong harga turun hingga menembus 77.420, skenario bullish dinyatakan gugur dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Oleh karena itu, pergerakan di area support menjadi penentu arah WTI dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu (15/07) setelah melanjutkan aksi pullback dari level tertinggi di kisaran US$4.100 per ons. Logam mulia tersebut kini diperdagangkan di bawah US$4.050 seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketidakpastian di pasar keuangan global.

Di tengah tekanan tersebut, permintaan terhadap aset safe haven masih bertahan karena investor terus mencermati perkembangan geopolitik. Kondisi ini membuat penurunan emas cenderung terbatas, meskipun pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Sementara itu, melemahnya Dolar AS menjadi faktor yang berpotensi menopang harga emas. Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve turut mengurangi daya tarik mata uang dolar, sehingga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tetap memiliki peluang untuk mempertahankan nilainya di tengah tingginya ketidakpastian pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam fase koreksi setelah gagal mempertahankan penguatan di atas area 4.053. Selama harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi. Area 4.068 menjadi resistensi utama yang berfungsi sebagai batas invalidasi, sehingga penembusan di atas zona ini berpotensi mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih bullish.

Dari sisi teknikal, peluang pelemahan masih mengarah ke 4.005 sebagai target pertama. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 3.983, yang menjadi target koreksi selanjutnya. Trader disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar area resistensi sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas emas masih cukup tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak dunia naik ke kisaran US$79 per barel pada perdagangan Selasa (14/07), memperpanjang penguatan mingguan hingga lebih dari 10%. Kenaikan ini dipicu keputusan Presiden Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Kebijakan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak global.

Selain blokade yang mulai berlaku hari ini, pemerintahan AS juga mewajibkan seluruh kapal kargo yang melewati Selat Hormuz membayar biaya kompensasi sebesar 20%. Trump menilai negara-negara yang bergantung pada keamanan jalur tersebut, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait, perlu ikut menanggung biaya perlindungan yang diberikan Amerika Serikat. Langkah ini memperbesar ketidakpastian di pasar energi dan mendorong investor memburu aset berbasis komoditas.

Di sisi lain, ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah Iran merespons kebijakan AS dengan menargetkan sekutu-sekutunya di kawasan. Trump juga menyatakan dukungannya terhadap rancangan sanksi baru terhadap Rusia yang bertujuan menghukum negara pembeli minyak dan gas Rusia. Kombinasi risiko geopolitik di Timur Tengah serta potensi pembatasan ekspor energi Rusia memperkuat sentimen bullish terhadap harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

USOIL pada grafik 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil menembus area resistance yang kini berubah menjadi support (break of structure/BOS). Meski harga sempat mengalami pullback dari area 79,00, momentum beli tetap terjaga selama mampu bertahan di atas zona 75,60 – 75,70 yang berdekatan dengan level Fibonacci 61,8% (golden ratio). Area tersebut berpotensi menjadi titik pantul bagi pembeli sebelum melanjutkan kenaikan.

Apabila tekanan beli kembali menguat, harga berpeluang menguji resistance 80,10 sebagai target terdekat. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang kenaikan menuju 82,17 akan semakin terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah 72,50 dapat membatalkan skenario bullish dan meningkatkan risiko koreksi yang lebih dalam. Selama harga tetap berada di atas area support utama, prospek jangka pendek USOIL masih cenderung positif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di kisaran US$4.000 per ounce pada perdagangan Selasa (14/07) setelah anjlok hampir 3% pada sesi sebelumnya. Pergerakan logam mulia masih dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik usai Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.

Konflik yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Iran membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam mengambil posisi. Langkah Washington yang berupaya membatasi aktivitas pelayaran Iran di jalur perdagangan energi utama dunia dibalas dengan aksi balasan dari Teheran terhadap sekutu AS di kawasan. Situasi ini memperbesar risiko gangguan pasokan energi sekaligus memperkuat ekspektasi bahwa inflasi dapat bertahan lebih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi Amerika Serikat serta kesaksian Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di hadapan Kongres. Pernyataannya diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Saat ini, pasar memperkirakan peluang sekitar 51% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, sementara kemungkinan suku bunga tetap bertahan hanya sekitar 23%, sehingga prospek pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi perkembangan tersebut.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD mulai menunjukkan sinyal pemulihan setelah berhasil membentuk struktur Change of Character (CHoCH) di area 4.006. Reaksi beli dari zona tersebut mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area support 3.984, momentum bullish berpotensi terus berlanjut dengan minat beli yang semakin meningkat.

Apabila penguatan berlanjut, harga emas berpeluang menguji resistance 4.045 sebagai target awal. Jika level tersebut berhasil ditembus, kenaikan dapat berlanjut menuju area 4.068 yang menjadi resistance berikutnya sekaligus target utama. Namun, apabila harga kembali turun dan menembus 3.984, skenario bullish berisiko batal sehingga tekanan jual berpotensi kembali mendominasi pergerakan emas dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) naik menembus level 101 pada perdagangan Senin (13/07), memperpanjang penguatan untuk hari kedua berturut-turut. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas akibat aksi saling serang rudal pada akhir pekan. Situasi tersebut turut mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.

Pelaku pasar kini semakin meyakini bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi. Fokus investor pekan ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter berikutnya. Saat ini, pasar memperkirakan The Fed masih berpotensi melakukan satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, risalah rapat FOMC bulan Juni menunjukkan beberapa pejabat bank sentral sempat mempertimbangkan kenaikan suku bunga, meski akhirnya memutuskan mempertahankan kebijakan yang ada. Perhatian investor juga tertuju pada penampilan perdana Ketua The Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres AS, yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk baru mengenai prospek suku bunga dan arah pergerakan dolar AS dalam beberapa bulan mendatang.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih menunjukkan tren positif setelah berhasil bertahan di atas area Golden Ratio 61,8% di kisaran 100,50. Pergerakan harga yang konsolidatif di sekitar 100,75 – 100,85 mengindikasikan pelaku pasar masih mempertahankan dominasi beli. Selama DXY mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang melanjutkan kenaikan masih terbuka seiring meningkatnya minat terhadap aset safe haven.

Secara teknikal, penembusan di atas 100,90 berpotensi menjadi konfirmasi lanjutan menuju target pertama 100,90 – 101,00, kemudian menguji target berikutnya di 101,07. Sebaliknya, apabila tekanan jual mendorong harga turun di bawah 100,50, potensi koreksi menuju 100,27 akan semakin besar. Oleh karena itu, trader disarankan menunggu konfirmasi breakout atau pullback sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap optimal.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 4% hingga menembus level USD74 per barel pada perdagangan Senin (13/07). Kenaikan ini mengakhiri pelemahan selama dua hari berturut-turut setelah Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat aksi saling serang rudal sepanjang akhir pekan. Memanasnya situasi geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus. Di sisi lain, Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Meski klaim tersebut dibantah oleh Komando Pusat Amerika Serikat, pernyataan itu tetap memicu kekhawatiran karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

Penguatan harga minyak juga mencerminkan berkurangnya optimisme terhadap proses diplomasi antara Washington dan Teheran. Sebelumnya, pasar sempat berharap kesepakatan damai sementara akan membuka peluang peningkatan ekspor energi dari Timur Tengah. Namun, Iran menegaskan bahwa pembahasan lanjutan baru dapat dilakukan apabila Amerika Serikat memenuhi komitmen terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz serta normalisasi ekspor minyak Iran, sehingga ketidakpastian pasar energi diperkirakan masih akan berlanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL masih bergerak dalam tren naik setelah berhasil bertahan di atas area support Fibonacci 61,8% di kisaran 73,82. Pergerakan harga yang membentuk konsolidasi di dekat level 74,20 menunjukkan tekanan beli masih cukup kuat meskipun pelaku pasar sedang menunggu katalis berikutnya. Selama harga tidak menembus area 73,42 sebagai batas invalidasi, peluang kenaikan masih tetap mendominasi.

Apabila momentum bullish kembali meningkat, USOIL berpotensi melanjutkan penguatan menuju target pertama 74,74, kemudian menguji target kedua di 75,10. Namun, jika harga gagal mempertahankan support dan turun di bawah 73,42, potensi koreksi yang lebih dalam dapat terjadi. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi arah pergerakan sebelum mengambil posisi agar manajemen risiko tetap terjaga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas turun ke bawah level US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Senin (13/07) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Aksi saling serang rudal mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan kembali meningkat dan memengaruhi arah kebijakan moneter.

Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran untuk keempat kalinya dalam sepekan. Di sisi lain, pernyataan Teheran mengenai penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan langsung dibantah oleh Komando Pusat AS. Meski demikian, potensi gangguan pasokan energi global tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Fokus investor kini beralih pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini, karena berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai langkah bank sentral. Pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga satu kali sebelum akhir tahun. Selain itu, Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga dijadwalkan memberikan kesaksian pertamanya di hadapan Kongres AS pada Selasa, yang dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan harga emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD masih bergerak dalam tren turun pada grafik 30 menit setelah gagal menembus area resistance 4.114 – 4.120. Penolakan di zona tersebut membentuk sinyal bearish yang menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi, peluang koreksi diperkirakan tetap terbuka dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga.

Apabila tekanan jual berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 4.038, kemudian melanjutkan pelemahan menuju area demand 4.022 – 4.021 yang menjadi target utama. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.114, skenario bearish berpotensi batal sehingga membuka peluang pemulihan menuju area resistance berikutnya. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran US$72 per barel pada perdagangan Jumat (10/07) setelah sempat melemah sekitar 2% pada sesi sebelumnya. Tekanan harga mulai mereda seiring munculnya laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat melanjutkan pembicaraan damai, meskipun ketegangan militer baru-baru ini sempat mengganggu jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Di sisi lain, minyak WTI masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan lebih dari 4%. Penguatan ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut kesepakatan damai sementara telah berakhir turut menambah ketidakpastian di pasar energi.

Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Perlambatan aktivitas pengiriman memicu kekhawatiran terhadap pasokan global, sementara proses negosiasi antara AS dan Iran masih menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Oil mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil bertahan di atas area demand 71,21 – 71,68. Harga kini bergerak mendekati level 72,20 dengan momentum yang mulai menguat. Selama support tersebut tetap terjaga, peluang kenaikan masih terbuka menuju target awal di 72,80, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan ke 73,40 yang menjadi area resistance terdekat.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai zona supply di kisaran 73,50 – 74,00 yang berpotensi memicu aksi ambil untung. Apabila harga gagal bertahan di atas 71,68 dan turun menembus 71,21, skenario bullish berisiko batal sehingga tekanan jual dapat kembali mendominasi. Konfirmasi arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons harga di area support dan resistance tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze