Harga minyak mentah WTI melonjak tajam hingga lebih dari $105 per barel pada awal pekan (13/04), membalikkan pelemahan sebelumnya setelah Donald Trump mengumumkan rencana blokade Selat Hormuz. Kebijakan ini muncul usai gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Lonjakan ini mencerminkan respons cepat investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pembatasan hanya berlaku bagi kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, namun dampaknya tetap signifikan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak terpenting dunia. Negosiasi di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan, di mana AS menuding Iran tidak menahan ambisi nuklirnya. Di sisi lain, Iran mengajukan tuntutan besar, mulai dari kendali wilayah strategis hingga akses aset luar negeri yang dibekukan, memperpanjang ketidakpastian di pasar energi.

Penutupan jalur distribusi ini mendorong kenaikan tajam harga minyak dan gas, sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global dan risiko perlambatan ekonomi. Meski demikian, Arab Saudi berupaya menstabilkan pasokan dengan memaksimalkan kapasitas pipa East-West menuju Laut Merah serta meningkatkan produksi dari ladang Manifa. Langkah ini sedikit meredakan kekhawatiran, namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi selama konflik belum menemukan titik terang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan lonjakan kuat setelah harga memantul dari area demand di kisaran 89.600. Momentum bullish ini berhasil menembus struktur sebelumnya dan mengonfirmasi perubahan arah jangka pendek, ditandai dengan terbentuknya higher high. Saat ini, harga sedang berkonsolidasi di sekitar 95.000 – 97.000 sebagai area kunci, yang berpotensi menjadi pijakan sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.

Selama harga mampu bertahan di atas area support baru sekitar 93.400, peluang melanjutkan rally menuju zona supply di kisaran 100.800 hingga 104.300 tetap terbuka. Namun, jika terjadi penurunan dan menembus support tersebut, maka potensi koreksi lebih dalam ke area 89.600 kembali terbuka. Dengan kondisi volatilitas tinggi, strategi yang disarankan adalah menunggu konfirmasi pergerakan di area krusial sebelum mengambil posisi untuk meminimalkan risiko.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia melemah tajam sekitar 2% hingga turun di bawah $4.700 per ons pada awal pekan (13/04). Penurunan ini terjadi setelah reli sebelumnya terhenti akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Rencana pemblokiran Selat Hormuz oleh AS, menyusul gagalnya perundingan akhir pekan, memicu kekhawatiran akan krisis energi global yang lebih luas dan menekan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Kebijakan pembatasan tersebut akan diberlakukan pada kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi waktu setempat. Negosiasi yang berlangsung di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan, di mana AS menuding Iran tetap melanjutkan ambisi nuklirnya. Sementara itu, Iran dikabarkan mengajukan sejumlah tuntutan, termasuk kendali atas jalur strategis tersebut, kompensasi perang, gencatan senjata regional, serta akses terhadap aset luar negeri yang dibekukan.

Penutupan jalur pelayaran vital ini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan menunda penurunan suku bunga, bahkan berpotensi memperketat kebijakan moneter. Dampaknya, daya tarik emas sebagai lindung nilai berkurang, tercermin dari penurunan lebih dari 10% sejak konflik memanas, sekaligus mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih berhati-hati.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah gagal menembus area supply di sekitar 4.790 – 4.800. Tekanan jual terlihat muncul setiap kali mendekati zona tersebut, mengindikasikan dominasi seller masih kuat dalam jangka pendek. Struktur pasar membentuk lower high, sementara area 4.740 menjadi support minor yang sedang diuji. Selama harga belum mampu kembali menembus resistance terdekat, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka.

Di sisi lain, terdapat peluang rebound jika harga mampu bertahan di area demand sekitar 4.660 – 4.685 yang menjadi zona beli potensial. Reaksi bullish dari area ini dapat mendorong kenaikan menuju target bertahap di kisaran 4.760 hingga 4.790. Namun, jika support tersebut ditembus, maka struktur akan berubah menjadi bearish lebih dalam dengan risiko penurunan ke level yang lebih rendah. Strategi terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi di area kunci untuk menghindari sinyal palsu di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di atas $75 per ons pada Jumat (10/04) dan mencatat potensi kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Penguatan ini dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut menekan harga minyak secara signifikan. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi serta kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan.

Selain itu, pelemahan dolar AS turut menjadi faktor pendorong bagi logam mulia ini. Sebelumnya, dolar sempat menjadi aset lindung nilai utama selama periode krisis, namun kini investor mulai beralih ke instrumen lain seiring membaiknya situasi global. Fokus pasar pun bergeser ke agenda diplomasi yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Islamabad, di mana delegasi AS akan bertemu dengan pejabat Iran untuk membahas langkah lanjutan.

Di sisi lain, dinamika kawasan masih menunjukkan ketidakpastian. Perdana Menteri Israel menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut. Sementara itu, pemerintah AS berencana menggelar pembicaraan tambahan dengan Israel dan Lebanon guna mendorong stabilitas yang lebih luas. Presiden AS juga memberikan peringatan kepada Iran terkait kebijakan biaya transit di Selat Hormuz, yang dinilai dapat mengganggu kelancaran distribusi minyak global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan tren bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil membentuk struktur higher low dan menembus area resistance sebelumnya. Saat ini, perak sedang mengalami fase konsolidasi sehat di atas area Fibonacci 38.2% sekitar 75.17, yang menjadi zona kunci untuk menjaga momentum naik tetap valid. Selama harga bertahan di atas level golden ratio 61.8% di kisaran 74.28, potensi lanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di area 76.62 hingga 77.65.

Dari sisi struktur pasar, konfirmasi break of structure (BOS) dan perubahan karakter (CHoCH) memperkuat bias bullish dalam jangka pendek. Namun, jika harga turun dan menembus support kuat di sekitar 73.34, maka skenario kenaikan bisa batal dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Oleh karena itu, area support dan resistance saat ini menjadi acuan penting bagi trader dalam menentukan strategi entry maupun manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat menembus level $98 per barel pada Jumat (10/04), didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan Israel ke Lebanon serta penutupan Selat Hormuz membuat upaya diplomasi semakin tertekan. Namun demikian, secara mingguan harga masih berpotensi turun lebih dari 10% setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi militernya di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Di sisi lain, Amerika Serikat telah menjadwalkan pembicaraan lanjutan dengan Israel dan Lebanon guna membahas kemungkinan gencatan senjata yang lebih luas. Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih rapuh meskipun ada upaya meredakan konflik.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran terkait rencana penerapan biaya transit di Selat Hormuz, yang dinilai mengganggu arus distribusi energi global. Jalur pelayaran strategis tersebut masih belum sepenuhnya dibuka karena pelaku industri menunggu kepastian keamanan. Di waktu bersamaan, Arab Saudi melaporkan penurunan kapasitas produksi sekitar 600 ribu barel per hari akibat serangan terhadap fasilitas energi, termasuk pipa utama yang menjadi alternatif jalur ekspor minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish kuat setelah terjadi penolakan di area supply sekitar 95 – 96. Penurunan tajam membentuk perubahan karakter (CHoCH) yang menandakan pergeseran momentum dari bullish ke bearish. Saat ini harga bergerak di bawah area Fibonacci 38,2% dan cenderung menguji level 61,8% di kisaran 89,5 sebagai zona kunci. Jika tekanan jual berlanjut, peluang penurunan menuju demand zone di area 86 semakin terbuka, sekaligus menjadi titik invalidasi struktur naik sebelumnya.

Di sisi lain, skenario rebound tetap memungkinkan apabila harga mampu bertahan di area golden ratio dan membentuk reaksi bullish yang kuat. Pantulan dari zona tersebut berpotensi membawa harga kembali ke area supply dengan target bertahap di sekitar 95 hingga 97. Namun, selama harga masih berada di bawah resistance terdekat, bias jangka pendek tetap cenderung melemah. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan stabil di atas level $4.700 per ons pada perdagangan Jumat (10/04), sekaligus berada di jalur penguatan mingguan ketiga berturut-turut. Stabilitas ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu penurunan tajam harga minyak. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran inflasi lanjutan serta potensi kenaikan suku bunga, sehingga menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Selain itu, pelemahan dolar AS turut memberikan dukungan tambahan bagi pergerakan emas. Setelah sempat menjadi aset safe haven utama selama konflik, tekanan pada dolar membuka ruang bagi logam mulia untuk tetap diminati investor global. Kombinasi faktor ini menciptakan sentimen positif yang menjaga harga tetap kokoh di tengah dinamika pasar.

Fokus pelaku pasar kini beralih ke agenda diplomatik akhir pekan di Islamabad, di mana delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu pejabat Iran. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, Presiden Donald Trump juga memperingatkan Iran terkait rencana biaya transit di Selat Hormuz, menambah ketidakpastian yang masih membayangi pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam menunjukkan fase konsolidasi setelah penurunan tajam, dengan area support kuat di sekitar 4.698–4.720 dan resistance terdekat di kisaran 4.800–4.830. Struktur pasar mulai membentuk potensi pembalikan setelah munculnya sinyal Change of Character (ChoCh), menandakan tekanan jual mulai melemah. Retracement Fibonacci memperlihatkan zona 61,8% sebagai area reaksi penting, di mana harga saat ini sedang menguji keseimbangan antara buyer dan seller.

Selama harga mampu bertahan di atas support 4.720, peluang kenaikan menuju target 4.802 hingga 4.830 tetap terbuka, terutama jika terjadi breakout valid disertai volume. Sebaliknya, jika support ditembus, maka potensi penurunan lanjutan menuju area invalidasi di sekitar 4.698 semakin besar. Strategi terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi arah dengan memperhatikan reaksi harga di zona kunci, sehingga risiko dapat dikelola dengan lebih optimal.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun ke kisaran $73,5 per ons pada perdagangan Kamis (09/04) setelah mengalami volatilitas tajam sehari sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah yang masih rapuh, terutama setelah serangan Israel ke Lebanon. Laporan dari Iran juga menyebutkan bahwa arus kapal tanker di Selat Hormuz sempat terhenti, memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan sinyal bahwa jalur strategis tersebut berpotensi kembali dibuka melalui jalur diplomasi. Harapan ini sedikit meredakan ketegangan, meskipun laporan pelanggaran beberapa poin kesepakatan masih membayangi. Kenaikan harga minyak serta penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi turut memberikan tekanan tambahan pada logam mulia, termasuk perak.

Sebelumnya, harga perak sempat melonjak signifikan setelah pengumuman gencatan senjata, namun kenaikan tersebut tidak bertahan lama akibat aksi ambil untung investor. Sentimen risk-on di pasar saham global juga mendorong pergeseran minat ke aset berisiko, sehingga mengurangi daya tarik perak sebagai safe haven. Dengan kondisi yang masih fluktuatif, arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik dan dinamika pasar keuangan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan fase konsolidasi setelah koreksi tajam dari area puncak. Harga saat ini bertahan di sekitar 73.11, berdekatan dengan level Fibonacci 61,8% yang berfungsi sebagai support kunci sekaligus zona beli. Munculnya reaksi bullish di area ini mengindikasikan potensi pantulan, terlebih dengan adanya perubahan struktur pasar (ChoCH) yang memberi sinyal awal pembalikan arah. Jika tekanan beli berlanjut, harga berpeluang naik menuju resistance terdekat di kisaran 77.64.

Meski demikian, risiko penurunan tetap perlu diperhatikan apabila harga gagal mempertahankan area support tersebut. Penembusan di bawah level 71.45 dapat membuka peluang pelemahan lebih dalam menuju demand zone berikutnya. Tren jangka pendek akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga menjaga struktur higher low yang mulai terbentuk. Oleh karena itu, konfirmasi pergerakan menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan, mengingat kondisi pasar masih cenderung fluktuatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak mendekati $93 per barel pada perdagangan Kamis (09/04), didorong oleh meningkatnya kembali ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan terbaru Israel ke wilayah Lebanon memicu keraguan atas keberlangsungan gencatan senjata yang masih rapuh. Kondisi ini langsung mengangkat sentimen pasar energi karena risiko gangguan pasokan kembali membesar.

Situasi semakin kompleks setelah laporan media Iran menyebutkan bahwa lalu lintas tanker minyak melalui Selat Hormuz sempat terhenti. Jalur vital ini diketahui menangani sekitar 20% distribusi minyak dan gas global, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat memicu lonjakan harga. Perbedaan pandangan antara Teheran dan pihak Amerika-Israel terkait cakupan kesepakatan damai juga memperburuk ketidakpastian di pasar.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan adanya indikasi pembukaan kembali jalur tersebut seiring rencana dialog langsung dengan Iran. Harapan ini sedikit meredakan kekhawatiran pelaku pasar, meski risiko tetap tinggi akibat dugaan pelanggaran beberapa poin kesepakatan. Dengan kondisi yang masih dinamis, pergerakan harga minyak diperkirakan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe intraday menunjukkan tren pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan jual. Harga saat ini bergerak stabil di atas area Fibonacci 50% di sekitar 89.53, yang kini berperan sebagai support dinamis. Struktur candlestick memperlihatkan dominasi buyer dengan terbentuknya higher low secara bertahap, menandakan potensi kelanjutan kenaikan masih terbuka. Jika momentum ini terjaga, harga berpeluang menguji resistance berikutnya di area psikologis 90.50 hingga 92.00.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap perlu mencermati kemungkinan koreksi apabila harga gagal bertahan di atas support tersebut. Penembusan ke bawah level 87.58 dapat memicu tekanan jual lanjutan menuju area demand lebih rendah. Garis tren naik yang terbentuk juga menjadi kunci arah pergerakan jangka pendek, sehingga konfirmasi breakout atau breakdown akan sangat menentukan langkah selanjutnya. Dengan volatilitas yang masih tinggi, strategi menunggu validasi sinyal menjadi pendekatan yang lebih bijak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas terkoreksi di kisaran $4.705 pada awal sesi Asia hari Kamis (09/04), dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan penghentian serangan selama dua minggu dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz. Kondisi ini memberi sentimen positif pada pasar global karena menurunkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.

Meredanya konflik dinilai mampu menekan tekanan inflasi dan membuka peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, yang sebenarnya menjadi faktor pendukung bagi emas. Namun, analis menilai penguatan logam mulia ini berpotensi terbatas karena konflik di kawasan Timur Tengah masih belum sepenuhnya stabil. Ketegangan yang sesekali muncul, termasuk di Lebanon, menimbulkan ketidakpastian yang dapat kembali memicu volatilitas pasar.

Dalam beberapa pekan terakhir, emas sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan menghambat penurunan suku bunga. Notulen rapat Federal Reserve menunjukkan bahwa pejabat masih membuka peluang pemangkasan suku bunga tahun ini, meski menghadapi ketidakpastian dari konflik dan tarif perdagangan. Dengan kondisi tenaga kerja yang cenderung stagnan serta inflasi di atas target, arah kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan stabilitas ekonomi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur pasar yang masih berada dalam fase koreksi setelah penurunan tajam dari area puncak. Harga saat ini bergerak di sekitar level 4.714, mendekati area support penting sekaligus zona retracement Fibonacci 61,8%. Reaksi harga di area ini menjadi krusial karena terlihat adanya upaya pembentukan pantulan jangka pendek, didukung oleh munculnya struktur higher low kecil. Jika tekanan beli bertahan, potensi kenaikan menuju resistance terdekat di kisaran 4.799 hingga 4.858 terbuka lebar.

Namun demikian, area supply di atas masih menjadi penghalang kuat yang berpotensi memicu penolakan harga. Selama belum mampu menembus zona tersebut dengan momentum yang solid, risiko penurunan lanjutan tetap perlu diwaspadai. Apabila support 4.661 gagal dipertahankan, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju demand zone lebih rendah di sekitar 4.607. Dengan kondisi ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas masih cukup tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI anjlok tajam hingga lebih dari 15% dan turun di bawah $95 per barel pada Rabu (08/04). Penurunan drastis ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu, sembari mendorong terciptanya “gencatan senjata dua arah”. Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global yang sebelumnya memicu lonjakan harga energi.

Sentimen pasar semakin membaik setelah AS menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang cukup realistis. Dalam periode ini, peluang tercapainya kesepakatan damai terbuka lebar. Iran juga menyatakan kesediaannya untuk membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu dengan syarat seluruh aksi militer dihentikan, sementara Israel dilaporkan turut menyetujui gencatan senjata sementara demi menjaga stabilitas kawasan.

Sebelumnya, potensi penutupan Selat Hormuz jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia telah mengguncang pasar energi global. Kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak sempat meningkatkan risiko inflasi dan memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global. Namun, meredanya tensi geopolitik kini memberi harapan pemulihan stabilitas, sekaligus menekan kembali harga minyak ke level yang lebih rendah.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI (USOIL) menunjukkan tekanan bearish kuat setelah mengalami penolakan di area supply dan membentuk struktur Change of Character (ChoCH). Penurunan tajam yang terjadi menandakan dominasi seller, diperkuat dengan breakdown dari level support sebelumnya. Selama harga tetap berada di bawah area 61.8% Fibonacci, potensi pelemahan lanjutan masih terbuka, dengan target terdekat mengarah ke zona support di sekitar level terendah terbaru.

Meski demikian, peluang koreksi jangka pendek tetap ada jika harga melakukan pullback ke area resistance di kisaran 50% – 61.8%. Zona ini menjadi area krusial bagi seller untuk kembali masuk mengikuti tren utama. Apabila harga gagal bertahan dan menembus ke atas supply zone, maka skenario bearish bisa gugur dan membuka peluang pembalikan arah. Namun untuk saat ini, bias pasar masih cenderung melemah dengan tekanan jual yang dominan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak lebih dari 2% hingga menembus level $4.800 per ounce pada Rabu (08/04), melanjutkan tren penguatan dalam beberapa sesi terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Presiden AS, Donald Trump, yang menunda rencana serangan terhadap infrastruktur sipil Iran selama dua minggu guna memberi ruang bagi negosiasi damai. Langkah tersebut meredakan ketegangan geopolitik dan mendorong minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Sentimen pasar semakin membaik setelah AS menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai dasar negosiasi yang cukup realistis. Dalam periode jeda dua minggu tersebut, kedua pihak berpotensi mencapai kesepakatan final. Iran juga dikabarkan bersedia membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat seluruh serangan dihentikan, sementara Israel disebut turut menyetujui gencatan senjata sementara, memberikan harapan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Sebelumnya, harga emas sempat tertekan hingga turun sekitar 25% dari puncaknya sejak konflik dimulai. Lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi serta sikap bank sentral yang cenderung hawkish menjadi faktor utama pelemahan tersebut. Namun, meredanya tensi konflik kini membuka peluang pemulihan harga emas, seiring kembalinya fokus pasar pada ketidakpastian global dan prospek ekonomi ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD menunjukkan momentum bullish kuat setelah berhasil menembus area resistance kunci yang sebelumnya menjadi batas konsolidasi. Break of Structure (BOS) yang terbentuk mengonfirmasi perubahan arah tren ke atas, diperkuat oleh lonjakan impulsif yang mendorong harga mendekati area “weak high”. Selama harga bertahan di atas level retracement 23.6%, peluang kelanjutan tren naik masih terbuka, dengan target terdekat mengarah ke area resistance berikutnya.

Di sisi lain, skenario koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama jika harga kembali turun menuju zona buy di kisaran Fibonacci 50% – 61.8%. Area ini menjadi titik menarik bagi buyer karena berdekatan dengan demand zone dan garis tren naik yang masih terjaga. Namun, jika tekanan jual menembus level support kunci, struktur bullish berisiko batal dan membuka ruang pelemahan lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze