Harga emas bertahan di kisaran $4.800 per ounce pada perdagangan Jumat (17/04) dan berada di jalur kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sentimen pasar didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi meredakan tekanan inflasi serta mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.

Pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kesediaan Teheran untuk menyetujui sejumlah syarat, termasuk menghentikan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, turut memicu optimisme. Namun hingga kini, pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi, sementara jalur strategis tersebut masih mengalami pembatasan akibat blokade ganda yang membatasi arus energi global.

Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya ekspektasi tercapainya kesepakatan, sehingga membantu meredakan tekanan inflasi. Meski demikian, pemulihan pasokan energi diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Dalam sepekan, emas mencatat kenaikan sekitar 1% dan tetap berada sekitar 17% di atas level terendahnya pada bulan Maret, mencerminkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan turun yang cukup tajam. Harga sempat menembus area support dan membentuk lower low sebelum muncul reaksi beli yang kuat, menandakan potensi pembalikan arah jangka pendek. Struktur pasar mulai mengarah ke perubahan karakter (change of character), didukung dengan terbentuknya higher low sebagai sinyal awal pemulihan.

Selama harga mampu bertahan di atas area 4.768, peluang kenaikan menuju resistance 4.801 hingga 4.838 tetap terbuka. Breakout valid di atas zona tersebut dapat mendorong penguatan lanjutan ke area 4.871 sebagai target berikutnya. Namun, jika kembali turun dan menembus support kunci, tekanan jual berpotensi berlanjut dan membatalkan skenario bullish yang sedang terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di kisaran $79 per ons pada Jumat (17/04) dan mencatatkan potensi kenaikan mingguan keempat berturut-turut. Sentimen pasar didorong oleh harapan tercapainya kesepakatan gencatan senjata permanen antara Amerika Serikat dan Iran, yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi serta kebijakan suku bunga bank sentral. Optimisme ini memberikan ruang bagi logam mulia untuk tetap stabil meskipun tekanan global masih membayangi.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Iran telah menyetujui sejumlah syarat, termasuk menghentikan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, turut memperkuat ekspektasi pasar. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran, sementara jalur distribusi energi tersebut masih berada dalam kondisi terbatas akibat blokade. Di sisi lain, Direktur Eksekutif IMF Fatih Birol mengingatkan bahwa pemulihan pasokan energi global dapat memakan waktu cukup panjang.

Meski demikian, penurunan tajam harga minyak akibat optimisme kesepakatan Iran menjadi faktor utama yang meredakan tekanan inflasi. Kondisi ini turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan, sehingga mendukung daya tarik perak. Secara mingguan, logam ini diperkirakan menguat sekitar 4% dan telah melonjak hampir 30% sejak posisi terendah pada bulan Maret, mencerminkan minat beli yang tetap solid di tengah dinamika pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan sinyal pelemahan setelah terbentuk pola double top di area sekitar 81.00, yang menjadi indikasi kuat potensi pembalikan arah. Harga gagal menembus zona supply dan justru mengalami tekanan turun, diperkuat oleh struktur lower high yang mulai terbentuk. Selain itu, area golden ratio Fibonacci di kisaran 79.70 menjadi titik krusial yang saat ini sedang diuji, menandakan pasar berada dalam fase penentuan arah lanjutan.

Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus level tersebut, maka peluang penurunan menuju target 77.25 hingga 76.27 semakin terbuka. Area ini menjadi support penting yang berpotensi memicu reaksi harga. Namun, apabila terjadi pantulan dan harga kembali naik ke atas zona supply, maka skenario bearish dapat melemah, membuka ruang bagi pergerakan naik jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bergerak turun mendekati $93 per barel pada Jumat (17/04), mengoreksi kenaikan sesi sebelumnya di tengah sentimen geopolitik yang mulai mereda. Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme terkait potensi kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik. Ia mengklaim bahwa Teheran telah menyetujui sejumlah syarat, termasuk menghentikan ambisi senjata nuklir, membuka kembali Selat Hormuz, serta menyediakan pasokan minyak secara bebas, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran.

Di sisi lain, Trump juga mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon yang telah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Langkah ini sempat memberikan harapan stabilitas kawasan, namun kondisi di Selat Hormuz masih memicu kekhawatiran. Jalur vital distribusi energi global tersebut tetap tertutup akibat blokade ganda oleh Amerika Serikat dan Iran, sehingga meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia.

Ketidakpastian ini diperparah oleh peringatan dari Direktur Eksekutif IMF, Fatih Birol, yang menyebutkan bahwa pemulihan produksi minyak dan gas yang terganggu dapat memakan waktu hingga dua tahun. Faktor tersebut menjaga volatilitas pasar tetap tinggi, karena pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap keseimbangan suplai energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah harga gagal bertahan di area resistance kuat sekitar 91.10 – 93.14. Penolakan di zona tersebut mengindikasikan adanya minat jual yang tinggi, diperkuat oleh struktur lower high yang mulai terbentuk. Selama harga tetap berada di bawah area resistance, peluang penurunan masih terbuka dengan konfirmasi pelemahan dari pergerakan candlestick yang cenderung konsolidatif setelah rejection.

Saat ini fokus pasar mengarah pada zona support terdekat di kisaran 88.25 sebagai target awal, dengan potensi lanjutan menuju area 87.20 jika tekanan jual berlanjut. Area ini menjadi titik penting karena berpotensi memicu reaksi harga atau pantulan sementara. Namun, jika harga kembali naik dan menembus resistance, maka skenario bearish dapat tereduksi, membuka peluang perubahan arah jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak berhasil menembus level $80 per ounce pada Kamis (16/04), mendekati titik tertinggi dalam satu bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati peluang dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan terhadap kesepakatan damai jangka panjang dinilai dapat meredakan tekanan inflasi global, sehingga mendorong minat investor terhadap aset logam mulia seperti perak.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa kedua negara tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna memberi ruang lebih luas bagi proses diplomasi. Meski demikian, kondisi Selat Hormuz yang masih tertutup akibat blokade ganda tetap menjadi perhatian utama pasar energi dunia. Fokus investor kini beralih ke potensi perundingan tahap kedua yang diperkirakan akan membahas pembukaan jalur perdagangan tersebut serta isu program pengayaan nuklir Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, logam mulia mendapatkan dukungan dari membaiknya sentimen geopolitik di Timur Tengah. Berkurangnya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan kebijakan pengetatan bank sentral turut memperkuat daya tarik perak. Meski begitu, harga perak masih tercatat sekitar 15% lebih rendah dibandingkan sejak awal konflik, menunjukkan bahwa pasar masih menyimpan kehati-hatian terhadap perkembangan situasi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD menunjukkan tren bullish yang masih terjaga setelah harga berhasil menembus area konsolidasi dan membentuk pola segitiga simetris. Breakout ke atas mengindikasikan dorongan beli yang kuat, dengan harga kini bergerak di atas zona kunci sekitar 79.50 sebagai area konfirmasi. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan lanjutan tetap terbuka dengan target terdekat di kisaran 81.10 hingga 81.90.

Namun, pelaku pasar tetap perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi jangka pendek. Area 78.50 menjadi batas invalidasi penting yang menandakan perubahan struktur jika ditembus ke bawah. Selama support ini tidak dilanggar, skenario utama masih mengarah pada kelanjutan tren naik, didukung oleh momentum yang stabil serta struktur higher low yang terus terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia jenis WTI bertahan di kisaran USD 91 per barel pada Kamis (16/04) setelah mengalami pergerakan tajam di awal pekan. Stabilitas ini dipengaruhi harapan pasar terhadap kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar menilai langkah tersebut dapat membuka jalan menuju kesepakatan yang lebih luas, sekaligus meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi sektor energi global.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa kedua negara tengah mempertimbangkan tambahan waktu dari gencatan senjata dua minggu yang telah berjalan. Tujuannya adalah memberi ruang negosiasi menuju perjanjian damai yang lebih komprehensif. Namun, kondisi di Selat Hormuz masih belum pulih karena adanya blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, sehingga kekhawatiran gangguan pasokan minyak tetap tinggi di pasar internasional.

Di sisi lain, Iran memperingatkan potensi aksi balasan jika tekanan militer terus berlanjut, termasuk kemungkinan penghentian distribusi energi melalui Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah. Fokus investor kini tertuju pada putaran lanjutan perundingan antara kedua negara, yang diperkirakan akan membahas pembukaan kembali jalur strategis tersebut serta isu pengayaan nuklir Iran yang menjadi sorotan utama dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Oil pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah harga gagal mempertahankan area supply di sekitar 92.4. Struktur pasar membentuk lower high dan diikuti penurunan menuju area likuiditas bawah, mengindikasikan momentum jual belum sepenuhnya mereda. Saat ini harga bergerak mendekati zona buy di kisaran 87.2, yang berperan sebagai support sementara sekaligus area potensial untuk reaksi naik jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang rebound menuju target 90.6 hingga 92.4 tetap terbuka, terutama jika didukung peningkatan volume beli. Namun, skenario akan berubah menjadi lebih bearish apabila support ditembus, membuka jalan penurunan lebih dalam ke area demand berikutnya di sekitar 84.8. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil posisi guna meminimalkan risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menembus level $4.800 per ounce pada Kamis (16/04) setelah sempat melemah di sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar mencermati peluang dimulainya kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan tercapainya kesepakatan damai jangka panjang dinilai mampu meredakan tekanan inflasi global.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Washington dan Teheran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna membuka ruang dialog lebih luas. Meski begitu, Selat Hormuz masih berada dalam kondisi tertutup akibat blokade ganda. Fokus utama kini beralih pada potensi perundingan lanjutan yang akan membahas pembukaan jalur tersebut serta program pengayaan nuklir Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, emas mendapatkan dukungan dari perkembangan diplomatik di Timur Tengah yang meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral. Kendati demikian, logam mulia ini masih mencatat penurunan hampir 9% sejak konflik dimulai, mencerminkan volatilitas tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD menunjukkan pemulihan setelah tekanan turun dalam pola channel bearish yang mulai ditembus ke atas. Harga saat ini bergerak di sekitar area 4.800, dengan zona beli terlihat kuat di kisaran 4.787 – 4.806 sebagai support kunci. Struktur pasar mulai mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah terbentuknya higher low dan dorongan bullish yang mampu keluar dari tekanan tren sebelumnya.

Jika momentum kenaikan berlanjut, target terdekat berada di area 4.851 hingga 4.887 yang menjadi resistance sekaligus target profit potensial. Namun, apabila harga kembali turun dan menembus area 4.787, maka skenario bullish bisa batal dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Dengan kondisi ini, pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di zona krusial untuk menentukan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat mendekati $76 per ons pada perdagangan Selasa (14/04), bangkit setelah tekanan di sesi sebelumnya. Sentimen pasar membaik seiring sinyal positif dari Donald Trump dan Masoud Pezeshkian yang membuka peluang negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata yang akan segera berakhir.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pengiriman minyak Iran di Selat Hormuz. Di sisi lain, Teheran menunjukkan kesiapan melanjutkan dialog damai selama tetap berada dalam koridor hukum internasional, sehingga meningkatkan optimisme pasar terhadap tercapainya kesepakatan jangka panjang.

Harapan meredanya konflik turut menekan harga minyak, mengurangi kekhawatiran inflasi global dan menurunkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Meski demikian, kenaikan terbaru belum mampu menutup pelemahan perak yang masih terkoreksi signifikan sejak konflik memanas, menandakan pasar tetap berhati-hati terhadap perkembangan geopolitik ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe H1 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah berhasil menembus area struktur penting (BOS). Lonjakan harga yang kuat dari area demand mengindikasikan adanya dominasi buyer, dengan harga kini mencoba bertahan di atas zona support baru sekitar 75.86. Selama level ini mampu dipertahankan, peluang kelanjutan kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat di area resistance 77.60 yang menjadi titik likuiditas berikutnya.

Namun, skenario pullback tetap perlu diwaspadai setelah rally tajam. Koreksi sehat berpotensi terjadi untuk menguji ulang area support sebelum melanjutkan tren naik. Jika harga turun dan menembus level invalidasi di sekitar 74.90, maka struktur bullish dapat melemah dan membuka peluang pergerakan turun lebih dalam. Oleh karena itu, area support menjadi kunci penting dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate crude turun lebih dari 2% ke bawah $97 per barel pada Selasa (14/04), berbalik arah setelah sempat menguat di sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah mempertimbangkan kelanjutan negosiasi guna mencapai gencatan senjata jangka panjang sebelum masa jeda dua pekan berakhir. Harapan meredanya konflik membuat kekhawatiran gangguan pasokan mulai berkurang.

Donald Trump menyebut Teheran telah lebih dulu menghubungi Washington, sementara Masoud Pezeshkian menegaskan kesiapan melanjutkan dialog selama sesuai hukum internasional. Meski demikian, perundingan selama akhir pekan yang berlangsung selama 21 jam belum menghasilkan kesepakatan, hingga akhirnya AS mengumumkan blokade terhadap pengiriman minyak Iran. Situasi ini sempat memicu lonjakan harga sebelum akhirnya terkoreksi.

Di sisi lain, laporan dari OPEC+ menunjukkan produksi kelompok tersebut turun signifikan sebesar 7,9 juta barel per hari pada Maret, terutama akibat penutupan Selat Hormuz. Kini perhatian pelaku pasar tertuju pada laporan bulanan dari International Energy Agency yang diharapkan memberikan gambaran lebih jelas terkait keseimbangan pasokan dan permintaan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak West Texas Intermediate crude pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area supply di sekitar 97.450. Struktur pasar berubah dengan munculnya lower high dan konfirmasi perubahan karakter (ChoCh), menandakan potensi kelanjutan penurunan. Saat ini harga mencoba pullback ke area 94.800 – 95.000 (zona golden ratio), yang menjadi area krusial untuk mencari konfirmasi lanjutan arah berikutnya.

Jika tekanan jual kembali dominan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju target terdekat di 88.820, lalu berlanjut ke area 86.470 sebagai support berikutnya. Namun, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 97.450, skenario bearish akan gugur dan membuka peluang pembalikan arah. Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih cenderung melemah selama harga berada di bawah zona supply.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas menguat ke kisaran $4.760 per ounce pada Selasa (14/04), bangkit dari pelemahan sesi sebelumnya seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara memberi sinyal siap melanjutkan negosiasi guna mencapai gencatan senjata jangka panjang sebelum masa jeda dua pekan berakhir. Pernyataan Donald Trump yang menyebut Teheran telah menghubungi Washington setelah blokade laut diberlakukan di Selat Hormuz turut mendorong sentimen pasar.

Dari pihak Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan melanjutkan dialog damai selama tetap berada dalam koridor hukum internasional. Harapan tercapainya kesepakatan jangka panjang membuat harga minyak terkoreksi, sehingga tekanan inflasi mereda. Kondisi ini mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya dalam waktu dekat.

Meski mengalami rebound, tren emas masih dibayangi tekanan sejak konflik memanas, dengan penurunan sekitar 10% dari puncaknya. Pergerakan ini mencerminkan tarik-menarik antara faktor safe haven akibat geopolitik dan meredanya kekhawatiran inflasi. Ke depan, arah harga emas akan sangat dipengaruhi perkembangan negosiasi serta dinamika kebijakan moneter global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam terlihat membentuk struktur bullish setelah berhasil memantul kuat dari area demand di sekitar 4.700. Pergerakan naik ini diperkuat dengan terbentuknya higher low dan indikasi perubahan karakter (ChoCh) yang menandakan potensi kelanjutan tren naik jangka pendek. Saat ini harga sedang melakukan koreksi sehat menuju area buy di kisaran 4.739 – 4.730, yang berpotensi menjadi titik masuk menarik selama tetap bertahan di atas zona support.

Jika skenario bullish berlanjut, harga berpeluang menguji resistance terdekat di area 4.798 sebagai target awal, lalu melanjutkan kenaikan menuju 4.825. Namun, perlu diwaspadai jika harga turun dan menembus di bawah 4.700, karena hal ini akan membatalkan bias naik dan membuka peluang pelemahan lebih dalam. Secara keseluruhan, momentum masih cenderung positif selama harga bertahan di atas demand zone.


DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak mengalami tekanan signifikan setelah turun hampir 3% hingga berada di bawah $74 per ons pada awal pekan (13/04). Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya mencatat kenaikan, namun sentimen pasar berubah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Rencana Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz usai kegagalan negosiasi dengan Iran memicu kekhawatiran akan krisis energi yang lebih dalam, sehingga memengaruhi pergerakan komoditas termasuk perak.

Kebijakan pembatasan tersebut hanya berlaku bagi kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran dan mulai diterapkan pada pukul 10 pagi waktu setempat. Upaya diplomasi yang berlangsung di Pakistan tidak menghasilkan kesepakatan, di mana Amerika menuduh Iran tidak bersedia membatasi program nuklirnya. Di sisi lain, Iran dilaporkan mengajukan sejumlah tuntutan, seperti kendali atas selat strategis tersebut, kompensasi perang, gencatan senjata regional, serta akses terhadap aset yang dibekukan di luar negeri.

Penutupan jalur pelayaran vital ini mendorong lonjakan harga energi secara tajam dan meningkatkan risiko inflasi global. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan memperketat kebijakan moneter. Dampaknya, perak semakin tertekan dan tercatat telah merosot lebih dari 20% sejak konflik dimulai, mencerminkan sensitivitasnya terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan potensi pembalikan arah setelah terbentuk pola harmonik Bat Pattern yang cukup jelas. Harga sempat menyentuh titik D sebagai area reaksi, lalu memantul dengan kuat dan mulai membentuk struktur kenaikan jangka pendek. Area sekitar 73.70 menjadi zona beli yang menarik karena bertepatan dengan support baru, sementara struktur pasar mulai menunjukkan tanda perubahan dari bearish ke bullish.

Selama harga mampu bertahan di atas level support kunci dan tidak menembus area invalidasi di sekitar 72.59, peluang kenaikan masih terbuka menuju target terdekat di kisaran 75.70 hingga 76.55. Namun, jika tekanan jual kembali muncul dan harga turun di bawah zona tersebut, maka skenario bullish akan gugur dan risiko pelemahan lanjutan perlu diwaspadai. Pendekatan terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi lanjutan dengan manajemen risiko yang disiplin.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze