Indeks dolar AS bertahan di atas level 98,3 pada hari Rabu (22/04) setelah mencatat penguatan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven menyusul batalnya rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Laporan menyebutkan bahwa Wakil Presiden JD Vance membatalkan kunjungan ke Islamabad setelah Teheran menyampaikan melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan tersebut.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat ketika Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan intersepsi kapal di wilayah tersebut. Di sisi lain, Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata yang sedang berlangsung, sambil menunda langkah militer lanjutan hingga Iran mengajukan proposal baru dan proses negosiasi selesai. Situasi ini menciptakan ketidakpastian global yang mendorong investor mencari perlindungan pada mata uang dolar.

Dari sisi kebijakan moneter, calon pejabat Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan komitmennya untuk menjaga independensi bank sentral dari pengaruh Gedung Putih. Ia juga menekankan rencana reformasi luas yang dinilai lebih agresif dibanding ekspektasi pasar. Sikap ini memperkuat sentimen hawkish terhadap dolar AS, sekaligus memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter ke depan berpotensi tetap ketat di tengah dinamika global yang tidak menentu.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe 1 jam terlihat sedang bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami kenaikan bertahap. Harga saat ini berada di area retracement Fibonacci sekitar 23,6% hingga 0,0%, yang menjadi zona krusial untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas area support sekitar 97,91, potensi rebound tetap terbuka dengan target kenaikan menuju 98,26 hingga 98,42. Struktur higher low yang mulai terbentuk juga memperkuat indikasi adanya peluang lanjutan tren naik dalam jangka pendek.

Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus level 97,69 sebagai invalidasi, maka skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Area golden ratio di sekitar 97,91 menjadi titik penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar sebagai penentu momentum. Dengan kondisi saat ini, pergerakan DXY masih cenderung mengikuti sentimen teknikal dan geopolitik, sehingga konfirmasi breakout atau rejection di area kunci akan menjadi penentu arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di bawah level $78 per ounce pada Rabu (22/04) setelah mengalami penurunan tajam hampir 4% pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh gagalnya rencana putaran kedua negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata. Ketidakpastian geopolitik kembali menekan pasar logam mulia, membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.

Situasi semakin rumit setelah Wakil Presiden JD Vance dilaporkan membatalkan kunjungan ke Islamabad untuk pembicaraan lanjutan. Keputusan ini diambil setelah Iran menyampaikan melalui Pakistan bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan tersebut. Selain itu, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan intersepsi kapal, sehingga meningkatkan ketegangan di jalur perdagangan energi global.

Di sisi lain, tekanan terhadap harga perak juga datang dari faktor domestik AS, khususnya dari sidang konfirmasi calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Ia menegaskan komitmennya untuk bertindak independen serta mendorong kerangka kebijakan baru guna mengatasi inflasi yang berkepanjangan. Namun, kurangnya detail kebijakan membuat pasar tetap waspada, sementara harga perak tercatat telah turun sekitar 17% sejak konflik dimulai.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan turun yang cukup tajam. Harga sempat memantul dari area support sekitar 76.10 – 76.20, lalu membentuk struktur rebound menuju zona keseimbangan di kisaran 77.00. Area ini kini menjadi zona buy yang cukup krusial, karena berpotensi menjadi pijakan lanjutan untuk kenaikan selama tidak ditembus kembali ke bawah. Pola pergerakan juga mengindikasikan kemungkinan pembentukan higher low, yang sering menjadi sinyal awal perubahan arah jangka pendek.

Jika momentum beli mampu bertahan, harga berpeluang menguji resistance terdekat di sekitar 79.30 hingga 80.40 sebagai target kenaikan berikutnya. Namun, skenario ini tetap bergantung pada kekuatan volume dan reaksi harga di area konfirmasi. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali dominan dan harga turun menembus support 76.10, maka bias bullish akan gugur dan membuka ruang pelemahan lebih dalam. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu fokus pada reaksi harga di zona kunci untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas $89 per barel pada perdagangan Rabu (22/04) setelah melonjak lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama setelah negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami kebuntuan. Situasi semakin kompleks karena jalur pengiriman energi global melalui Selat Hormuz masih belum kembali normal, memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi pasokan minyak dunia.

Laporan terbaru menyebutkan Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungan diplomatik ke Islamabad setelah Iran menyampaikan penolakan untuk menghadiri perundingan. Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama aktivitas intersepsi kapal oleh Angkatan Laut AS masih berlangsung. Presiden Donald Trump juga memperpanjang gencatan senjata, sembari menilai kondisi kepemimpinan Iran sedang terpecah dan menunggu proposal terpadu sebagai langkah penyelesaian konflik.

Tekanan terhadap pasokan energi global terus meningkat seiring berlanjutnya konflik, yang berpotensi memicu ketidakseimbangan pasar. Estimasi terbaru menunjukkan penurunan permintaan minyak telah mendekati 4 juta barel per hari dan bisa meningkat hingga 5 juta barel per hari, setara sekitar 5% dari pasokan global. Dampak terbesar diperkirakan akan dirasakan di kawasan Asia, sehingga pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ini sebagai faktor utama dalam menentukan arah harga minyak ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan perubahan struktur setelah keluar dari pola kanal turun. Breakout ini mengindikasikan potensi pembalikan arah menuju tren naik jangka pendek, didukung oleh momentum bullish yang mulai terbentuk. Area sekitar 87.60 menjadi zona beli menarik karena berdekatan dengan level retracement penting, sekaligus berfungsi sebagai support dinamis yang menjaga peluang kenaikan tetap terbuka.

Target kenaikan terdekat berada di kisaran 91.60 hingga 93.35, yang menjadi area resistensi sekaligus titik ambil profit potensial. Namun, skenario bullish akan batal jika harga turun menembus 85.17 karena menandakan lemahnya tekanan beli. Dengan memperhatikan manajemen risiko dan konfirmasi pergerakan harga, strategi ini memberi peluang trading yang lebih terukur dalam kondisi pasar minyak yang fluktuatif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas tertahan di area $4.750 per ons pada Rabu (22/04) setelah sebelumnya merosot lebih dari 2%, dipicu kegagalan rencana putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini semakin kompleks ketika Donald Trump memilih memperpanjang gencatan senjata meski jalur diplomasi terhambat. Langkah tersebut mencerminkan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar global, sekaligus memengaruhi pergerakan aset safe haven seperti emas.

Ketegangan meningkat setelah JD Vance membatalkan kunjungan ke Islamabad, menyusul penolakan Iran untuk menghadiri pertemuan yang difasilitasi melalui Pakistan. Selain itu, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama Angkatan Laut AS masih melakukan intersepsi kapal. Kondisi ini memperbesar risiko terhadap jalur distribusi energi dunia, yang pada akhirnya turut menekan sentimen investor terhadap emas.

Di sisi lain, tekanan tambahan datang dari faktor domestik AS, khususnya setelah sidang konfirmasi calon Ketua The Fed, Kevin Warsh. Ia menegaskan komitmennya untuk bertindak independen serta mendorong kerangka baru dalam menangani inflasi yang terus berlanjut. Meski belum memberikan rincian kebijakan, pernyataan tersebut cukup memengaruhi ekspektasi pasar. Secara keseluruhan, harga emas telah turun sekitar 10% sejak konflik dimulai, mencerminkan kombinasi tekanan geopolitik dan kebijakan moneter.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan upaya pemulihan setelah penurunan tajam yang sempat menyentuh area support kuat di sekitar 4.668. Harga berhasil memantul dan kini bergerak naik menuju zona kunci di kisaran 4.719, yang berperan sebagai area buy potensial. Struktur ini mengindikasikan adanya peluang pembentukan higher low, selama harga mampu bertahan di atas support tersebut. Momentum bullish mulai terlihat, namun masih membutuhkan konfirmasi lanjutan untuk memastikan kelanjutan tren naik.

Jika tekanan beli berlanjut, harga berpotensi menguji resistance terdekat di area 4.797 hingga 4.833 sebagai target kenaikan berikutnya. Zona ini menjadi area penting karena sebelumnya menjadi titik penolakan harga. Sebaliknya, apabila harga kembali turun dan menembus level 4.668, maka skenario bullish akan gugur dan membuka peluang penurunan lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area support dan resistance untuk menentukan arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bertahan di kisaran $80 per ounce pada Selasa (21/04) setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini fokus pada lanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir pekan ini. Perkembangan ini menjadi penentu utama arah sentimen global dalam jangka pendek.

Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dikabarkan kembali terlibat dalam pembicaraan di Pakistan, sementara Iran mulai menunjukkan sinyal perubahan sikap dengan menyiapkan perwakilan setelah sebelumnya menolak ikut serta. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan perpanjangan gencatan senjata jika tidak ada kesepakatan, bahkan menekankan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga tercapai hasil konkret.

Konflik di Timur Tengah memicu guncangan besar pada pasokan energi global, meningkatkan risiko inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Kondisi ini cenderung menekan daya tarik logam mulia, termasuk perak. Meski demikian, secara keseluruhan harga perak masih tercatat melemah sekitar 15% sejak pecahnya konflik Iran, mencerminkan tekanan yang cukup signifikan di pasar komoditas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish mulai mendominasi setelah harga gagal mempertahankan tren naik dan membentuk pola lower high. Area resistance di kisaran 80.20 – 80.50 menjadi zona krusial yang memicu penolakan harga, diperkuat dengan terbentuknya struktur break of structure (BOS) sebelumnya. Selain itu, munculnya sinyal change of character (ChoCh) mengindikasikan potensi pembalikan arah jangka pendek, sehingga membuka peluang lanjutan penurunan.

Saat ini harga bergerak di bawah area zona sell sekitar 79.60, memperkuat bias turun menuju target support di kisaran 78.20 hingga 77.70. Selama harga tidak mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance, tekanan jual masih berpotensi berlanjut. Skenario ini tetap valid dengan konfirmasi momentum bearish, sementara kenaikan terbatas berisiko menjadi peluang sell on rally bagi pelaku pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia kembali melemah dengan WTI Crude Oil turun ke kisaran $86 per barel pada Selasa (21/04). Penurunan ini memangkas penguatan sebelumnya setelah muncul kabar bahwa Iran akan mengirim delegasi ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat. Langkah ini menjadi perubahan sikap penting dari Teheran yang sebelumnya menolak pembicaraan damai lanjutan.

Di sisi lain, Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan gencatan senjata diperpanjang jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat. Ia juga menyebut bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga ada hasil konkret dari perundingan. Kondisi ini membuat jalur distribusi energi global kembali berada dalam tekanan tinggi.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah insiden penyitaan kapal oleh AS dan aksi balasan dari Iran yang menargetkan kapal serta memperkuat kontrol di kawasan tersebut. Selain isu jalur minyak, perundingan juga masih dibayangi konflik terkait program nuklir Iran dan ketegangan regional yang belum mereda, sehingga membuat pasar energi tetap volatil dan sensitif terhadap perkembangan terbaru.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan WTI Crude Oil saat ini menunjukkan tekanan dalam pola descending channel setelah gagal menembus area resistance di sekitar 88.30. Harga terlihat tertahan di zona supply 86.60 – 88.30, yang menjadi area krusial untuk menentukan arah selanjutnya. Struktur pasar masih cenderung bearish selama harga bergerak di bawah garis tren menurun, meski sempat terjadi pantulan teknikal dari area bawah channel.

Jika tekanan jual berlanjut, potensi penurunan mengarah ke area support 84.00 hingga target lanjutan di kisaran 82.60. Namun, skenario bisa berubah apabila harga mampu breakout dan bertahan di atas resistance, membuka peluang pembalikan arah jangka pendek. Untuk saat ini, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi kuat sebelum mengambil posisi, mengingat volatilitas masih tinggi dan pergerakan mudah berubah arah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di atas $4.800 per ons pada Selasa (21/04) setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Pelaku pasar kini menunggu kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan. Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan kembali memimpin delegasi AS di Pakistan, sementara pihak Iran dikabarkan siap mengirim perwakilan, berbalik dari sikap sebelumnya yang enggan melanjutkan dialog.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan kecil kemungkinan perpanjangan gencatan senjata jika kesepakatan tidak tercapai. Ia juga menyebut Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga ada hasil konkret. Situasi ini menjaga ketegangan geopolitik tetap tinggi dan memicu ketidakpastian di pasar global, terutama terkait jalur distribusi energi utama dunia.

Konflik di Timur Tengah telah memicu guncangan pasokan energi yang signifikan, meningkatkan risiko inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Kondisi tersebut menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai, tercermin dari penurunan lebih dari 8% sejak perang Iran dimulai. Meski demikian, pergerakan harga masih sangat dipengaruhi perkembangan negosiasi dan arah kebijakan global ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan jual mulai mendominasi setelah harga gagal mempertahankan posisi di area resistance. Struktur pasar membentuk penolakan di sekitar zona supply, diikuti penurunan bertahap menuju area konsolidasi sebelumnya. Selama harga masih bergerak di bawah level 4.820, peluang koreksi lanjutan tetap terbuka, terutama jika tidak ada dorongan volume beli yang signifikan.

Area 4.800 menjadi zona kunci yang saat ini diuji sebagai support minor. Jika level ini ditembus dengan kuat, potensi penurunan dapat berlanjut menuju target berikutnya di kisaran 4.779 hingga 4.766. Sebaliknya, skenario pembalikan baru akan terlihat apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas resistance, yang berpotensi mengubah momentum menjadi bullish dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melemah hampir 2% hingga mendekati level $79 per ounce pada awal pekan (20/04), memangkas kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak secara tajam. Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi global, sehingga pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian dari logam mulia ke dampak ekonomi yang lebih luas.

Eskalasi terbaru terjadi setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengungkapkan bahwa Angkatan Laut AS menembaki serta menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena mengabaikan peringatan. Di sisi lain, Iran juga mengambil langkah agresif dengan menargetkan kapal dan kembali mengklaim kendali atas Selat Hormuz. Teheran menilai tindakan blokade AS terhadap kapal terkait Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.

Konflik berkepanjangan ini memicu guncangan besar pada pasokan energi dunia, meningkatkan risiko inflasi dan membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Tekanan tersebut berdampak negatif pada daya tarik logam mulia seperti perak. Sejak konflik dimulai, harga perak tercatat telah turun sekitar 15%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian ekonomi global yang terus berlanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan jual masih mendominasi setelah harga gagal mempertahankan area atas di sekitar 82.00. Struktur pasar mulai berubah dari bullish ke netral cenderung bearish, terlihat dari penolakan di zona “weak high” serta terbentuknya lower high. Saat ini harga bergerak di dekat area kunci 79.30 yang menjadi pivot penting. Jika level ini ditembus secara konsisten, potensi pelemahan lanjutan semakin terbuka dengan target menuju area support berikutnya.

Di sisi lain, zona 78.20 menjadi batas krusial yang berfungsi sebagai invalidasi support sekaligus area demand kuat. Jika harga turun dan bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish bisa berlanjut lebih dalam. Namun, apabila terjadi pantulan dari area support, peluang rebound menuju 81.20 hingga 82.00 tetap terbuka. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area support dan resistance terdekat sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak hampir 8% hingga menembus level $90 per barel pada awal pekan (20/04). Kenaikan tajam ini membalikkan pelemahan sesi sebelumnya, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga energi mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global yang semakin besar.

Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena mengabaikan perintah berhenti saat keluar dari Selat Hormuz. Iran merespons dengan menargetkan kapal-kapal dan kembali menguasai jalur strategis tersebut, menilai tindakan AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Ketidakpastian meningkat meski pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Pakistan.

Konflik berkepanjangan ini memicu guncangan pasokan energi yang belum pernah terjadi sebelumnya, mendorong lonjakan inflasi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global. Kenaikan harga minyak berpotensi menekan daya beli serta memperumit kebijakan moneter di berbagai negara. Investor kini mencermati perkembangan geopolitik sebagai faktor utama yang memengaruhi arah pasar komoditas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan pemulihan kuat setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam. Harga berhasil memantul dari area support dan membentuk struktur kenaikan jangka pendek, didukung reaksi positif di sekitar level Fibonacci 61.8% yang sering disebut sebagai golden ratio. Momentum ini menandakan adanya minat beli yang mulai kembali masuk ke pasar setelah fase penurunan.

Secara teknikal, peluang kenaikan masih terbuka selama harga bertahan di atas area 82.800 sebagai zona kunci. Jika terjadi kelanjutan bullish, target terdekat berada di kisaran 89.100 hingga 91.900. Namun, jika harga kembali melemah dan menembus level support sekitar 79.500, maka skenario naik akan batal dan membuka ruang penurunan lebih dalam. Konfirmasi pergerakan tetap penting untuk mengantisipasi volatilitas yang tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas mengalami penurunan signifikan lebih dari 1% hingga berada di bawah $4.800 per ons pada awal pekan (20/04). Koreksi ini terjadi setelah logam mulia sempat menguat pada minggu sebelumnya. Pemicu utama pelemahan adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan tajam harga minyak, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global.

Eskalasi konflik semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena tidak mengindahkan peringatan. Di sisi lain, Iran merespons dengan menargetkan kapal-kapal dan kembali menguasai Selat Hormuz, menilai blokade AS sebagai pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Situasi ini memperburuk ketidakpastian pasar energi dan meningkatkan risiko gangguan pasokan global.

Lonjakan harga energi akibat konflik berkepanjangan menciptakan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan membuka peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Kondisi tersebut cenderung menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Sejak awal konflik, harga emas tercatat telah turun hampir 10%, mencerminkan perubahan sentimen investor di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik yang terus berkembang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan tekanan turun masih dominan setelah gagal mempertahankan area puncak. Harga membentuk struktur lower high dan sempat terjadi penolakan kuat di sekitar zona supply, menandakan minat jual masih besar. Saat ini, harga bergerak di bawah area keseimbangan dengan reaksi di sekitar level Fibonacci 38.2% hingga 61.8%, yang menjadi area krusial untuk menentukan arah selanjutnya.

Skenario teknikal mengindikasikan potensi pullback ke zona buy di kisaran 4.766–4.784 sebelum melanjutkan kenaikan menuju target 4.814 hingga 4.835 jika ada konfirmasi pembalikan. Namun, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga menembus area support kuat di sekitar 4.736, maka peluang penurunan lanjutan semakin terbuka. Trader disarankan menunggu konfirmasi price action untuk meminimalkan risiko di tengah volatilitas tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze