Harga perak melemah sekitar 1,5% ke level $74,40 per troy ounce pada sesi Asia hari Selasa (28/04). Tekanan terhadap logam mulia ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran lonjakan inflasi berbasis energi. Kondisi tersebut mendorong ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik aset non-yield seperti perak.

Di sisi lain, pelaku pasar mulai mempertimbangkan peluang meredanya konflik setelah muncul sinyal proposal baru dari Iran kepada Amerika Serikat. Melalui jalur diplomatik, Teheran disebut membuka kemungkinan penghentian konflik jika Washington melonggarkan blokade laut dan memberikan jaminan keamanan. Meski begitu, respons dari pihak Amerika belum menunjukkan kesepakatan, sehingga ketidakpastian geopolitik masih membayangi pergerakan harga.

Fokus investor kini beralih ke keputusan penting dari bank sentral utama dunia. Federal Reserve diperkirakan menahan suku bunga di kisaran 3,50% – 3,75%, menandai kebijakan stabil berkelanjutan. Sementara itu, Bank of Japan dan European Central Bank juga diprediksi tidak mengubah tingkat suku bunga masing-masing. Kombinasi faktor geopolitik dan arah kebijakan moneter ini menjadi penentu utama pergerakan harga perak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di area resistance kuat sekitar 76.15. Terlihat terbentuknya pola rejection di zona supply yang diperkuat oleh garis tren menurun, menandakan dominasi seller masih tinggi. Break of structure (BOS) ke bawah menjadi sinyal lanjutan bahwa momentum turun mulai menguat, terutama setelah harga menembus area support minor dan bergerak kembali ke dalam range sebelumnya.

Secara teknikal, potensi penurunan masih terbuka dengan target terdekat di sekitar 73.55 sebagai support berikutnya, bahkan berlanjut ke area 72.84 jika tekanan jual meningkat. Sementara itu, skenario bullish baru akan valid jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 75.13 hingga 76.15. Selama berada di bawah zona tersebut, bias pasar cenderung bearish dengan peluang koreksi kecil sebelum melanjutkan penurunan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI menguat di atas USD 97 per barel pada perdagangan Selasa (28/04), melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya seiring meningkatnya harapan pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata. Sentimen positif ini muncul setelah Iran mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat yang membuka kemungkinan meredanya konflik serta kembalinya aktivitas di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Melalui perantara Pakistan, Teheran mengisyaratkan kesiapan menghentikan permusuhan dengan sejumlah syarat, termasuk pencabutan blokade laut oleh Washington dan kesepakatan baru terkait jalur pelayaran. Selain itu, Iran juga meminta jaminan agar tidak terjadi aksi militer lanjutan. Meski demikian, pihak Amerika Serikat masih meragukan proposal tersebut dan diperkirakan akan mengajukan respons dalam waktu dekat, sementara isu program nuklir tetap menjadi hambatan utama dalam negosiasi.

Konflik yang telah berlangsung selama sembilan minggu ini terus mendorong lonjakan harga energi dan mengganggu pasokan di berbagai pasar utama. Badan Energi Internasional memperingatkan adanya potensi guncangan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di tengah meningkatnya risiko perlambatan permintaan global. Kombinasi faktor ini membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan internasional.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal USOIL pada timeframe 30 menit menunjukkan harga sedang berada dalam fase konsolidasi setelah membentuk struktur kenaikan jangka pendek. Terlihat adanya pola higher low yang menandakan minat beli masih bertahan, meskipun harga sempat tertahan di area resistance sekitar 95.840. Zona ini menjadi kunci arah berikutnya, terutama karena berdekatan dengan level Fibonacci 0% yang sering berfungsi sebagai titik reaksi pasar.

Selama harga mampu bertahan di atas area golden ratio di kisaran 93.990, peluang kenaikan masih terbuka dengan target menuju 96.650 sebagai resistance berikutnya. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan ke area 92.850 sebagai support utama. Dengan kondisi ini, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi breakout untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak stabil di kisaran USD 4.700 per ounce pada Selasa (28/04), mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah perkembangan geopolitik terbaru. Perhatian utama tertuju pada upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan ketegangan. Konflik ini sebelumnya memicu gangguan pasokan energi global serta mendorong lonjakan kekhawatiran terhadap inflasi.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa Teheran mengajukan proposal baru melalui mediator dari Pakistan. Dalam tawaran tersebut, Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade oleh Amerika Serikat, sementara pembahasan program nuklir ditunda. Namun, pihak Washington masih bersikap hati-hati dan diperkirakan akan mengajukan penawaran balasan dalam waktu dekat, mengingat isu nuklir tetap menjadi hambatan utama dalam negosiasi.

Di sisi lain, investor juga menantikan keputusan kebijakan dari bank sentral utama dunia pekan ini. Kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah memperkuat tekanan inflasi, sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama atau bahkan kembali dinaikkan. Kondisi ini memberikan tekanan pada emas, yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun tetap menjadi aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga sedang bergerak dalam fase koreksi setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.701. Penolakan di zona tersebut mengindikasikan adanya tekanan jual yang signifikan, diperkuat dengan terbentuknya struktur lower high. Area 61,8% Fibonacci di kisaran 4.688 menjadi titik krusial yang saat ini bertindak sebagai resistance dinamis, sementara garis tren menurun menambah konfirmasi potensi pelemahan lanjutan.

Selama harga tetap berada di bawah area golden ratio tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target terdekat di sekitar 4.666, kemudian berlanjut ke 4.657 sebagai target berikutnya. Skenario ini akan tetap valid selama tidak terjadi breakout kuat di atas 4.701 yang dapat membatalkan bias bearish. Dengan demikian, pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi lanjutan untuk memanfaatkan momentum penurunan jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) membuka pekan dengan penguatan tipis setelah sempat melemah di akhir pekan lalu. Saat ini, harga bergerak di bawah kisaran pertengahan $94 per barel dengan kenaikan sekitar 1%, didorong oleh kekhawatiran terhadap pasokan global. Meski demikian, kenaikan masih terbatas karena tekanan eksternal yang menahan laju reli komoditas energi tersebut.

Ketidakpastian geopolitik kembali memanas setelah Presiden Donald Trump membatalkan kunjungan utusan ke Pakistan, di tengah kehadiran Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Kebuntuan terkait blokade Selat Hormuz menjaga risiko global tetap tinggi. Jalur strategis ini masih mengalami gangguan akibat pembatasan Iran serta blokade laut oleh AS, sehingga memperpanjang potensi gangguan distribusi energi dunia.

Di sisi lain, penguatan moderat Dolar AS membatasi kenaikan harga minyak. Kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi akibat perang juga meningkatkan peluang kebijakan moneter ketat oleh Federal Reserve. Meski begitu, prospek harga minyak tetap cenderung positif karena pasokan yang ketat, dengan potensi kenaikan lanjutan jika mampu menembus level $95 per barel dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisis teknikal terbaru menunjukkan pergerakan WTI crude masih berada dalam tren naik, namun mulai menghadapi tekanan di area resistance kuat sekitar 96.00. Terlihat adanya penolakan harga di zona supply yang bertepatan dengan level Fibonacci 100%, menandakan potensi pelemahan jangka pendek. Struktur market juga membentuk sinyal perubahan karakter (CHoCH), yang mengindikasikan momentum bullish mulai kehilangan kekuatan setelah gagal mempertahankan kenaikan di puncak terbaru.

Di sisi lain, peluang koreksi terbuka menuju area support terdekat di kisaran 93.70 hingga 92.40, yang merupakan zona golden ratio dan retracement penting. Jika tekanan jual berlanjut, target penurunan berikutnya mengarah ke level 89.90 bahkan 88.20 sebagai support lanjutan. Meski begitu, selama harga tidak menembus area demand utama, potensi rebound tetap ada, sehingga pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi arah berikutnya sebelum mengambil posisi lebih agresif.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah $4.700 per ounce pada Senin (27/04), melanjutkan pelemahan dari pekan sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh gagalnya upaya menghidupkan kembali negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta masih tertutupnya Selat Hormuz. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan di tengah ketidakpastian geopolitik.

Situasi semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran di Islamabad. Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah ancaman atau blokade. Konflik Timur Tengah yang telah memasuki minggu kesembilan turut mendorong lonjakan harga minyak, menciptakan guncangan pasokan energi terbesar menurut Badan Energi Internasional (IEA).

Lonjakan risiko inflasi membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan berpotensi mengetatkan kebijakan moneter. Hal ini menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Sementara itu, Federal Reserve diperkirakan akan tetap berhati-hati, dengan kemungkinan penurunan suku bunga secara bertahap di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan harga masih berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan turun sebelumnya. Area support kuat terlihat di sekitar 4.666–4.658, yang menjadi zona krusial untuk menahan penurunan lebih dalam. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 4.720 hingga 4.740, yang bertepatan dengan area retracement Fibonacci dan supply zone. Selama harga bertahan di atas support, potensi rebound tetap terbuka dengan struktur higher low mulai terbentuk.

Skenario teknikal saat ini mengarah pada peluang kenaikan bertahap menuju area 4.760 jika terjadi konfirmasi breakout dari resistance minor. Namun, jika harga kembali melemah dan menembus support kunci, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju level lebih rendah. Dengan kondisi ini, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area krusial untuk menentukan arah berikutnya, sekaligus mengantisipasi volatilitas yang masih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun mendekati level $75 per ounce pada Jumat (24/04) dan mencatat potensi pelemahan mingguan hampir 7%. Penurunan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur vital Selat Hormuz, yang mendorong lonjakan harga energi global. Situasi tersebut memperburuk kekhawatiran inflasi serta menekan minat investor terhadap logam mulia seperti perak.

Ketegangan semakin memanas setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras mengenai tindakan militer terhadap kapal yang dianggap mengancam keamanan di wilayah tersebut. Selain itu, langkah pasukan AS yang menyita kapal tanker bermuatan minyak Iran di Samudra Hindia turut memperkeruh kondisi. Meski gencatan senjata antara kedua negara diperpanjang tanpa batas waktu, negosiasi damai masih menemui jalan buntu.

Lonjakan harga energi akibat konflik ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Kondisi tersebut cenderung memberikan tekanan tambahan pada aset non-yielding seperti perak, karena investor mulai beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi. Dengan latar belakang ini, pergerakan harga perak diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek, mengikuti dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Silver (XAGUSD) pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan bearish setelah terjadi penolakan kuat di area resistance sekitar 76.5. Harga gagal mempertahankan momentum naik dan kembali masuk ke zona supply, menandakan dominasi seller masih cukup kuat. Struktur pasar saat ini membentuk lower high yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren turun, terutama selama harga bertahan di bawah area sell zone sekitar 75.8.

Jika tekanan jual berlanjut, maka target penurunan terdekat berada di kisaran 74.1 sebagai support pertama, dengan peluang lanjutan menuju area 73.5 sebagai target berikutnya. Namun, apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 76.5, skenario bearish akan melemah dan membuka peluang pembalikan arah. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi di area resistance untuk entry sell dengan manajemen risiko yang disiplin.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak mendekati $97 per barel pada Jumat (24/04) dan berada di jalur kenaikan tajam dalam sepekan. Lonjakan ini dipicu oleh terhentinya negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran serta penutupan Selat Hormuz yang memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan global.

Situasi semakin memanas setelah pernyataan Presiden Donald Trump di media sosial yang menegaskan kebijakan keras terhadap aktivitas di kawasan tersebut. Keputusan mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan perintah tegas terhadap kapal yang menanam ranjau memperumit peluang diplomasi, ditambah laporan pasukan AS yang menghentikan supertanker bermuatan minyak Iran di Samudra Hindia.

Di sisi lain, gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang tanpa batas sambil menunggu proposal baru dari Teheran, sementara kesepakatan antara Israel dan Lebanon juga diperpanjang. Gangguan berkepanjangan ini menyebabkan penurunan signifikan pengiriman energi dari Timur Tengah, sehingga memperketat pasokan global dan mendorong harga minyak terus menguat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish setelah terjadi break of structure (BOS) yang mendorong kenaikan bertahap. Pergerakan saat ini sedang mengalami konsolidasi di area resistance sekitar 96 – 97, menandakan adanya tekanan jual jangka pendek. Namun, selama harga tetap bertahan di atas zona support kuat di kisaran 93.4 hingga 91.1, peluang lanjutan tren naik masih terbuka. Area tersebut menjadi zona beli potensial karena bertepatan dengan level retracement penting yang sering memicu reaksi pasar.

Jika harga mampu menembus resistance 97 dengan valid, maka target kenaikan berikutnya berada di sekitar 98.5 hingga 99 sebagai area supply selanjutnya. Sebaliknya, apabila terjadi penolakan kuat dan harga turun menembus support 91, maka skenario bullish akan batal dan potensi koreksi lebih dalam bisa terjadi. Strategi terbaik saat ini adalah menunggu konfirmasi di zona buy atau breakout resistance untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan peluang profit.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di bawah $4.700 per ons pada Jumat (24/04) dan berpotensi mencatat penurunan sekitar 3% dalam sepekan. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga energi serta memicu kekhawatiran inflasi global.

Kedua negara masih mempertahankan blokade di jalur pelayaran strategis tersebut, sementara upaya negosiasi damai belum menunjukkan kemajuan berarti. Presiden Donald Trump bahkan menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menindak tegas kapal yang menanam ranjau, di tengah laporan bahwa pasukan AS juga menaiki supertanker bermuatan minyak Iran di Samudra Hindia.

Di sisi lain, gencatan senjata antara AS dan Iran diperpanjang tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru dari Teheran, sementara kesepakatan damai antara Israel dan Lebanon turut diperpanjang. Kenaikan harga energi memperbesar risiko inflasi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) pada timeframe 1 jam terlihat masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan area resistance kunci di sekitar 4.754. Struktur pasar menunjukkan pelemahan dengan pola lower high yang terbentuk, menandakan dominasi seller masih kuat. Penolakan di zona “golden ratio” Fibonacci juga mempertegas bahwa momentum naik kehilangan tenaga, sehingga membuka peluang kelanjutan tren turun dalam jangka pendek.

Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi menguji area support berikutnya di kisaran 4.640 sebagai target pertama, dengan kemungkinan ekstensi menuju 4.613 sebagai target lanjutan. Namun, skenario ini bisa berubah apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.727 – 4.754, yang akan membuka peluang pembalikan arah. Selama berada di bawah resistance tersebut, bias pasar tetap cenderung bearish dengan pergerakan yang mengikuti tekanan turun.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melanjutkan penguatan dengan menembus level $93 per barel pada Kamis (23/04), mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut. Lonjakan ini didorong oleh minimnya kemajuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, serta masih tertutupnya Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Kondisi tersebut memperketat pasokan dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas suplai minyak.

Iran dilaporkan tetap mengendalikan wilayah strategis tersebut dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional, bahkan disebut melakukan aksi terhadap kapal komersial dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Amerika Serikat terus mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran guna menekan pemerintah Teheran, langkah yang memicu ketegangan baru karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai masih berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu proposal baru, meski Iran belum menunjukkan minat untuk kembali bernegosiasi.

Dari sisi fundamental, data terbaru menunjukkan penurunan persediaan energi di Amerika Serikat, termasuk produk olahan utama. Laporan dari EIA mengindikasikan permintaan tetap kuat, baik dari konsumsi domestik maupun pasar ekspor. Kombinasi antara gangguan pasokan global dan tingginya permintaan ini menjadi faktor utama yang terus menopang kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI pada timeframe 1 jam menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga setelah berhasil mencetak higher high dan menembus area resistance sebelumnya. Pergerakan ini didukung oleh terbentuknya pola break of structure (BOS), yang mengindikasikan dominasi buyer dalam jangka pendek. Saat ini, harga berada di atas area support kunci sekitar 90.300, yang juga bertepatan dengan zona Fibonacci 61.8%, menjadikannya area potensial untuk melanjutkan kenaikan.

Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang penguatan masih terbuka dengan target terdekat di kisaran 95.700 dan potensi lanjutan menuju area 98.100. Namun, jika terjadi penurunan hingga menembus level 86.900, maka skenario bullish akan gugur dan membuka ruang koreksi lebih dalam. Oleh karena itu, perhatian utama tertuju pada reaksi harga di area support untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas diperdagangkan mendekati $4.750 per ons pada Kamis (23/04), bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Ketegangan di Timur Tengah serta penutupan Selat Hormuz terus memicu lonjakan harga energi, yang pada akhirnya meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat pasar keuangan cenderung berhati-hati, dengan investor memantau perkembangan situasi secara intens.

Iran dilaporkan tetap menguasai jalur strategis tersebut dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional, bahkan disebut telah menembaki kapal komersial dalam beberapa hari terakhir. Di sisi lain, Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai upaya menekan pemerintah Teheran, langkah yang menuai kecaman karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata. Meski demikian, pemerintah AS menyatakan bahwa kesepakatan damai saat ini masih berlaku sambil menunggu proposal baru dari Iran.

Sejak konflik memanas, harga emas justru mengalami tekanan yang cukup signifikan. Kenaikan biaya energi memperbesar risiko inflasi dan membuka peluang kebijakan suku bunga yang lebih tinggi oleh bank sentral. Situasi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai berkurang, tercermin dari penurunan sekitar 10% sejak awal konflik.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAUUSD) terlihat masih berada dalam tekanan tren turun setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 4.754. Penolakan pada zona tersebut memperkuat indikasi bearish, ditambah dengan terbentuknya lower high yang konsisten di bawah garis tren menurun. Saat ini, harga juga bergerak di bawah area “zona sell” yang bertepatan dengan level Fibonacci 61.8%, sehingga membuka peluang lanjutan penurunan dalam jangka pendek.

Jika tekanan jual berlanjut, target terdekat berada di kisaran 4.683 sebagai support awal, dengan potensi penurunan lebih dalam menuju area 4.664. Namun, skenario ini bisa berubah apabila harga kembali naik dan menembus resistance kunci di sekitar 4.754, yang akan menjadi sinyal invalidasi tren bearish. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di area krusial untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze