Indeks dolar AS bertahan di atas level 98 pada awal pekan (04/05) setelah mengalami tekanan tajam sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang nilai yen, terutama di tengah kondisi perdagangan yang cenderung sepi akibat libur nasional. Selain itu, muncul spekulasi adanya kemungkinan koordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang guna menjaga stabilitas mata uang.

Pada pekan lalu, dolar sempat merosot hingga sekitar 3% terhadap yen, memicu dugaan kuat adanya langkah intervensi dari pihak Tokyo, meski belum ada konfirmasi resmi. Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari memantau arah kebijakan dan respons lanjutan dari otoritas terkait. Pergerakan mata uang pun menjadi lebih sensitif terhadap sentimen global.

Di sisi lain, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama laporan ketenagakerjaan bulan April yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Faktor geopolitik juga turut memengaruhi sentimen, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz serta memberi sinyal kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe satu jam menunjukkan sinyal pembalikan arah melalui pola inverse head and shoulders, yang sering menjadi indikasi awal penguatan harga. Struktur ini terlihat jelas dari terbentuknya bahu kiri, kepala, dan bahu kanan, dengan garis neckline berada di area 97.95. Saat ini, harga bergerak menguji level tersebut, sehingga breakout valid berpotensi mendorong kenaikan lanjutan menuju target di sekitar 98.40.

Selama harga mampu bertahan di atas area support 97.75, momentum bullish masih terjaga dan peluang reli tetap terbuka. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah level tersebut, skenario kenaikan bisa gugur dan tekanan jual berisiko kembali mendominasi. Oleh karena itu, area neckline menjadi kunci penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran $101 per barel pada awal pekan (04/05), melanjutkan pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut. Penurunan ini dipicu pernyataan Donald Trump yang menyebut Washington akan membantu membebaskan kapal-kapal kargo yang terjebak di Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu optimisme pasar bahwa gangguan distribusi energi global bisa segera mereda.

Program yang dinamakan “Project Freedom” dirancang untuk membantu kapal sipil dari negara non-konflik keluar dari jalur pelayaran strategis tersebut agar aktivitas perdagangan kembali normal. Implementasi yang dimulai hari ini memberikan sinyal konkret bahwa Amerika Serikat berupaya menstabilkan arus logistik global. Di sisi lain, Iran juga dikabarkan tengah meninjau respons terbaru Washington terhadap proposal diplomatiknya, membuka peluang tercapainya solusi damai.

Sepanjang tahun ini, harga minyak melonjak tajam akibat konflik di Timur Tengah dan terganggunya akses Selat Hormuz yang menjadi jalur vital energi dunia. Namun, sentimen mulai berubah seiring harapan negosiasi dan intervensi logistik. Sementara itu, OPEC+ memutuskan menaikkan kuota produksi secara simbolis pada Juni, menunjukkan pendekatan stabil meski ada dinamika internal setelah keluarnya Uni Emirat Arab dari aliansi.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal WTI Crude Oil menunjukkan harga masih bergerak dalam tekanan setelah gagal bertahan di area resistance kunci. Terlihat adanya struktur penurunan dengan pola lower high, sementara zona “Golden Ratio” di sekitar 100.70 menjadi area krusial yang kini diuji ulang. Selama harga tertahan di bawah level tersebut, bias jangka pendek cenderung bearish, didukung oleh momentum koreksi yang belum sepenuhnya mereda.

Jika penolakan kembali terjadi di area resistance, potensi penurunan dapat berlanjut menuju target pertama di kisaran 96.50, bahkan membuka peluang lanjutan ke area 94.70 sebagai support berikutnya. Sebaliknya, skenario akan berubah apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas 103.30, yang menandakan invalidasi tekanan jual dan peluang pembalikan arah. Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh reaksi harga di zona kunci tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas tetap stabil di atas $4.600 per ounce pada awal pekan (04/05), didorong oleh perhatian investor terhadap rencana Presiden Donald Trump yang akan mengawal kapal melalui Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan membantu kapal sipil dari negara non-blok keluar dari jalur perairan yang rawan konflik dan kembali beroperasi normal. Di saat yang sama, sinyal positif dari perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran turut menjaga sentimen pasar tetap kondusif.

Optimisme meningkat setelah Iran mengonfirmasi tengah meninjau respons terbaru Washington terhadap proposal perdamaian yang diajukan. Meski konflik Timur Tengah telah memasuki pekan kesepuluh dan memicu lonjakan harga energi, harapan terhadap solusi diplomatik mulai meredakan kekhawatiran global. Namun demikian, tekanan inflasi akibat kenaikan biaya energi masih menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar.

Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bank sentral kemungkinan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali mengetatkan kebijakan moneter. Di tengah dinamika ini, emas masih tercatat turun sekitar 12% sejak konflik dimulai. Meski begitu, data dari World Gold Council menunjukkan adanya peningkatan cadangan emas oleh bank sentral pada kuartal pertama, yang menjadi sinyal kuat bahwa permintaan jangka panjang terhadap aset lindung nilai ini tetap solid.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam terlihat sedang mengalami fase koreksi setelah sebelumnya membentuk kenaikan kuat. Area sekitar 4.590 menjadi zona beli yang cukup krusial, didukung oleh retracement Fibonacci di kisaran 61,8% yang sering berfungsi sebagai titik pantul. Reaksi harga di area ini menunjukkan adanya potensi penahanan tekanan jual, meskipun momentum bearish jangka pendek masih terlihat dari terbentuknya candle merah terakhir.

Selama harga mampu bertahan di atas area support 4.560, peluang rebound menuju target 4.660 hingga 4.688 tetap terbuka. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan menembus batas invalidasi tersebut, maka struktur bullish berisiko melemah dan membuka ruang penurunan lebih dalam. Oleh karena itu, konfirmasi pergerakan harga di zona kunci menjadi faktor penting sebelum mengambil keputusan, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak berada di kisaran $72 per ounce pada Kamis (30/04), mendekati level terendah dalam tiga minggu terakhir. Kenaikan biaya energi memicu kekhawatiran inflasi yang semakin kuat, sehingga pasar mulai memperkirakan bank sentral global akan mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat.

Ketegangan geopolitik juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan pasar. Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan nuklir. Situasi ini memicu reaksi keras dari Teheran dan memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah. Gangguan di Selat Hormuz semakin menambah tekanan terhadap pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi energi dunia.

Di sisi lain, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya, sesuai ekspektasi pasar. Namun, adanya perbedaan pendapat di antara pejabatnya menunjukkan meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan ke depan. Para pelaku pasar kini mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat dan bahkan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan pada beberapa tahun mendatang, seiring tekanan inflasi dan risiko geopolitik yang terus berkembang.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe satu jam masih berada dalam tekanan setelah membentuk tren turun yang jelas, terlihat dari garis tren bearish yang terus menahan kenaikan harga. Saat ini, harga bergerak di sekitar area 71.6 setelah sempat memantul dari zona support kuat di kisaran 70.8. Struktur pasar menunjukkan adanya potensi pembalikan jangka pendek, ditandai dengan munculnya reaksi bullish dari area “zona buy” serta indikasi perubahan karakter (change of character) yang memberi sinyal pelemahan tekanan jual.

Jika momentum kenaikan berlanjut, target terdekat berada di area 73.5 hingga 74.2 yang menjadi resistance penting sekaligus zona likuiditas. Namun, skenario ini tetap bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas support kunci. Apabila terjadi penembusan ke bawah 70.8, maka peluang penurunan lanjutan semakin terbuka. Dengan kondisi ini, trader cenderung menunggu konfirmasi lanjutan sebelum mengambil posisi, sambil memperhatikan reaksi harga di area krusial sebagai penentu arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI melonjak tajam hingga melampaui $108 per barel pada Kamis (30/04), mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Lonjakan ini dipicu konflik Timur Tengah yang membuat Selat Hormuz praktis tertutup, sehingga menghambat arus utama distribusi energi global. Situasi tersebut langsung memperketat pasokan dan mendorong harga minyak naik di pasar internasional.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan blokade laut terhadap Iran sampai tercapai kesepakatan nuklir baru. Dalam pertemuan dengan pelaku industri energi, ia juga membahas opsi untuk memperpanjang kebijakan tersebut tanpa memberi tekanan besar pada konsumen domestik. Langkah ini memperlihatkan strategi Washington dalam menjaga keseimbangan antara tekanan geopolitik dan stabilitas ekonomi dalam negeri.

Di sisi lain, pemerintah Iran memperingatkan akan melakukan respons jika blokade terus berlanjut, sembari menuding AS berupaya menekan melalui sanksi ekonomi dan gangguan internal. Data terbaru dari AS menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah dan bahan bakar, sementara ekspor melonjak hingga rekor lebih dari 6 juta barel per hari. Kondisi ini menandakan pasokan global semakin ketat, yang berpotensi mempertahankan tren kenaikan harga dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI crude oil pada timeframe 30 menit menunjukkan tren bullish yang masih kuat setelah reli tajam. Struktur candlestick membentuk higher high dan higher low, menandakan dominasi buyer tetap terjaga. Area sekitar 105.9 menjadi resistance terdekat yang sempat diuji, dengan indikasi “weak high” sehingga peluang koreksi jangka pendek tetap terbuka sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga bertahan di atas area breakout, momentum naik masih valid.

Dari sisi level teknikal, zona retracement di kisaran 104.2 hingga 103.1 menjadi area support penting yang berpotensi menjadi titik pantul. Level 104.2 berfungsi sebagai golden ratio yang sering menjadi pijakan kuat dalam tren naik. Jika terjadi pullback sehat ke area tersebut, peluang lanjutan menuju target 106.7 hingga 107.7 tetap terbuka. Namun, penurunan di bawah 103.1 dapat membatalkan skenario bullish dan membuka ruang koreksi lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas (XAU/USD) mulai menunjukkan pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah bulanan di kisaran $4.500. Pada sesi Asia hari Kamis (30/04), logam mulia ini bergerak naik didorong oleh konsolidasi bullish Dolar AS (USD), yang sebelumnya menguat akibat sikap kebijakan moneter yang cenderung hawkish dari Federal Reserve. Penguatan mata uang AS menjadi faktor penting yang menopang pergerakan emas di tengah dinamika pasar global.

Keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% – 3,75% sebenarnya sudah diperkirakan pasar. Namun, perbedaan pandangan di internal kebijakan menjadi sorotan, termasuk pernyataan dari Jerome Powell yang menegaskan bahwa fokus perdebatan bukan pada kenaikan suku bunga, melainkan pada nada kebijakan. Dampaknya, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter di 2026 dan bahkan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut memperkuat Dolar AS, terutama setelah Donald Trump menolak proposal damai Iran dan mempertegas kebijakan tekanan terhadap program nuklir negara tersebut. Gangguan pasokan energi akibat konflik ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Meski demikian, emas berhasil bangkit dari tekanan sebelumnya dan kini diperdagangkan di sekitar $4.580. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi AS serta kebijakan dari Bank of England dan European Central Bank yang berpotensi memicu volatilitas lanjutan.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe 1 jam menunjukkan tanda pemulihan setelah tekanan bearish yang cukup kuat dalam beberapa sesi sebelumnya. Harga berhasil membentuk struktur higher low di area sekitar 4.520, yang kini berfungsi sebagai zona validasi support. Area 4.550 – 4.555 terlihat menjadi zona beli potensial (buy zone) karena sebelumnya menjadi titik reaksi harga. Selama level ini bertahan, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat menuju resistance di kisaran 4.590 hingga 4.630.

Dari sisi struktur pasar, munculnya pola change of character (ChoCH) mengindikasikan pergeseran momentum dari bearish ke bullish jangka pendek. Konfirmasi lanjutan akan terlihat jika harga mampu menembus dan bertahan di atas area 4.590. Namun, skenario bullish akan gugur apabila harga turun menembus 4.516, yang menjadi invalidasi support sekaligus membuka ruang penurunan lebih dalam. Dengan demikian, fokus utama trader saat ini adalah reaksi harga di zona buy serta konfirmasi breakout untuk menentukan arah selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 98,65 pada perdagangan Asia Rabu (29/04), saat pelaku pasar memilih menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan ini menunjukkan investor masih berhati-hati menjelang arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang berpotensi memicu volatilitas besar di pasar global.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di rentang 3,50% hingga 3,75%, level yang telah bertahan sejak Januari. Fokus utama pasar tertuju pada konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, yang diyakini menjadi salah satu pertemuan terakhirnya sebelum transisi kepemimpinan. Nada pernyataan Powell akan sangat menentukan arah dolar dalam jangka pendek.

Jika The Fed tetap tegas terhadap inflasi, Dolar AS berpeluang menguat terhadap mata uang utama lainnya. Namun tekanan bisa muncul bila data ekonomi Amerika Serikat, seperti pertumbuhan GDP kuartal pertama dan inflasi PCE yang dirilis Kamis, menunjukkan pelemahan. Kombinasi kebijakan suku bunga dan data ekonomi ini akan menjadi penentu utama nasib DXY selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 4 jam masih bergerak dalam struktur bullish setelah berhasil memantul dari area demand zone 97.52–97.66. Harga kini diperdagangkan di sekitar 98.36 dan mencoba bertahan di atas level Fibonacci 27.20%, menandakan tekanan beli masih cukup solid. Selama posisi tetap di atas 98.18 sebagai support terdekat, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka lebar.

Jika momentum beli berlanjut, target berikutnya berada di area 98.59 hingga supply zone 98.85 yang menjadi resistance utama. Namun bila gagal menembus 98.36 dan kembali melemah, DXY berpotensi turun menguji 98.18 sebelum menentukan arah baru. Secara teknikal, tren jangka pendek masih cenderung positif selama harga tidak jatuh ke bawah area demand utama.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak diperdagangkan di kisaran $73 per ounce pada Rabu (29/04) setelah sebelumnya merosot lebih dari 3%. Tekanan muncul seiring mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta penutupan Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global. Kondisi ini membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset logam mulia.

Penutupan jalur strategis Selat Hormuz berdampak besar pada pasokan energi dunia. Sekitar 20% aliran minyak global terganggu, sehingga memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan biaya di berbagai sektor. Badan Energi Internasional bahkan menyebut situasi ini sebagai salah satu guncangan pasokan terbesar yang pernah terjadi.

Di sisi lain, prospek suku bunga tinggi turut membebani harga perak. Pelaku pasar menilai bank sentral global berpotensi mempertahankan kebijakan ketat lebih lama demi menahan inflasi. Setelah Bank of Japan menahan suku bunga, investor kini menanti keputusan penting dari bank sentral Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada yang dijadwalkan rilis pekan ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa teknikal XAGUSD timeframe satu jam menunjukkan harga perak masih bergerak dalam fase pemulihan setelah sempat turun tajam. Saat ini pergerakan berada di area 73.59 yang menjadi titik penting untuk menentukan arah selanjutnya. Jika mampu bertahan di atas zona ini, peluang kenaikan menuju resistance terdekat di 74.08 hingga 75.26 masih terbuka lebar.

Namun, tekanan jual belum sepenuhnya hilang karena tren utama masih cenderung bearish. Jika harga gagal menembus area resistance dan kembali melemah, perak berpotensi turun ke support 72.01. Apabila level tersebut pecah, penurunan lanjutan bisa mengarah ke target berikutnya di 70.88. Pelaku pasar disarankan mencermati reaksi harga di area kunci untuk konfirmasi arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas USD 99 per barel pada Rabu (29/04) setelah melonjak lebih dari 3% di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasokan global, menyusul mandeknya perundingan damai antara AS dan Iran serta penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia. Situasi ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi gangguan berkepanjangan.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran meminta Amerika Serikat mencabut blokade laut di kawasan tersebut, di tengah negosiasi yang masih berlangsung. Namun, ketegangan yang belum mereda telah menghambat arus energi dari Timur Tengah. Sekitar 20% pengiriman minyak global terdampak, menciptakan tekanan besar pada rantai pasokan dan mendorong lonjakan harga di pasar komoditas.

Di sisi lain, Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui langkah tambahan, termasuk potensi sanksi terhadap kilang China yang terkait dengan Teheran serta negara-negara yang membayar biaya transit di Selat Hormuz. Konflik ini juga memicu perubahan besar di pasar energi, dengan Uni Emirat Arab memutuskan keluar dari OPEC demi mendapatkan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan tren naik yang mulai kehilangan momentum setelah gagal bertahan di area puncak sekitar 99.40. Munculnya pola rejection di level tersebut mengindikasikan tekanan jual jangka pendek, diperkuat dengan struktur koreksi menuju area Fibonacci 38.2% hingga 61.8%. Zona 94.80–96.30 kini menjadi area krusial yang berfungsi sebagai support sekaligus titik pantul potensial, selama harga masih bertahan di atas area ini, bias bullish tetap terjaga.

Skenario selanjutnya, jika harga mampu bertahan dan membentuk reaksi positif di area golden ratio, peluang rebound menuju 99.40 kembali terbuka, bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan ke kisaran 101.60. Sebaliknya, apabila tekanan jual berlanjut hingga menembus 93.00, maka struktur naik akan batal dan membuka ruang penurunan lebih dalam. Strategi yang dapat dipertimbangkan adalah menunggu konfirmasi pantulan di area support sebelum mengikuti arah tren berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di bawah level $4.600 per ons pada Rabu (29/04) setelah sebelumnya merosot hampir 2% ke titik terendah dalam satu bulan. Pelemahan ini dipicu oleh mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, serta penutupan Selat Hormuz yang memperburuk kekhawatiran inflasi global. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran meminta pencabutan blokade laut AS di wilayah tersebut, di tengah negosiasi yang masih berlangsung untuk meredakan konflik.

Penutupan jalur strategis ini berdampak besar terhadap pasokan energi dunia, karena sekitar 20% aliran minyak global melewati Selat Hormuz. Gangguan tersebut memicu lonjakan harga energi dan menciptakan tekanan inflasi yang signifikan. Bahkan International Energy Agency menyebut kondisi ini sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah terjadi, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan ekonomi global.

Di sisi lain, investor mulai mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral. Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi atau bahkan meningkat memberi tekanan pada emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Awal pekan ini, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya, sementara keputusan dari bank sentral utama lainnya seperti The Fed, ECB, dan Bank of England masih dinantikan, yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAUUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan tekanan bearish setelah gagal bertahan di area resistance kunci. Pergerakan turun yang tajam membentuk struktur lower high dan lower low, menandakan dominasi seller masih kuat. Area 4.628 – 4.670 menjadi zona krusial yang berfungsi sebagai supply sekaligus invalidasi tren turun. Selama harga tidak mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, potensi pelemahan lanjutan tetap terbuka dengan konfirmasi dari rejection di zona sell.

Dari sisi target, penurunan berpeluang menguji area support terdekat di sekitar 4.555 sebagai target pertama, dengan lanjutan menuju 4.515 jika tekanan jual meningkat. Skenario ini diperkuat oleh struktur retracement yang menunjukkan reaksi harga di kisaran Fibonacci 50% hingga 78.6%. Namun, apabila terjadi breakout kuat di atas 4.670, bias bearish akan gugur dan membuka peluang pembalikan arah. Oleh karena itu, fokus utama saat ini adalah reaksi harga di zona resistance untuk menentukan validitas kelanjutan tren.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze