Harga minyak mentah WTI kembali menguat mendekati USD96 per barel pada perdagangan Jumat (08/05) setelah sempat tertekan di awal pekan. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Konflik terbaru di kawasan Timur Tengah membuat pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak dari jalur vital dunia.

Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan pasukannya berhasil mencegat serangan Iran dan melakukan aksi defensif di sekitar Selat Hormuz. Di saat yang sama, kapal perusak rudal AS terus melintasi jalur tersebut untuk menjaga keamanan pelayaran internasional. Meski Washington menegaskan tidak ingin memperbesar konflik, situasi tetap memanas karena pemerintahan Donald Trump masih menunggu respons Iran terkait proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian perang yang telah berlangsung hampir 10 minggu.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional atau IEA memperingatkan bahwa perang telah mengganggu sekitar 14 juta barel per hari pasokan minyak global. Lembaga tersebut juga menilai pemulihan produksi pascakonflik kemungkinan berjalan lambat sehingga risiko kekurangan suplai masih membayangi pasar. Laporan terbaru menyebut Iran diperkirakan akan menyampaikan jawaban resminya melalui Pakistan dalam dua hari ke depan, membuat pergerakan harga minyak berpotensi tetap volatil dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL masih bergerak dalam fase pemulihan setelah berhasil memantul dari area support kuat di sekitar 87.50. Pada grafik 1 jam, minyak sempat membentuk kenaikan agresif sebelum mengalami koreksi sehat menuju area Fibonacci 38.2% hingga 61.8%. Zona 90.30 – 92.00 kini menjadi area penting yang berpotensi menahan tekanan jual sekaligus membuka peluang rebound lanjutan apabila buyer kembali mendominasi pasar.

Selama harga tetap bertahan di atas support 87.50, peluang kenaikan menuju resistance 94.85 hingga 96.85 masih terbuka lebar. Namun, jika tekanan bearish semakin kuat dan support utama ditembus, USOIL berisiko melanjutkan penurunan lebih dalam. Saat ini pelaku pasar masih fokus pada ketegangan geopolitik Timur Tengah yang terus memicu volatilitas tinggi pada harga minyak dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga silver atau XAG/USD kembali mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dalam perdagangan Asia Kamis (07/05). Logam mulia ini bergerak di kisaran US$77,90 per troy ounce setelah sentimen pasar membaik akibat potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Turunnya harga minyak ikut meredakan kekhawatiran inflasi global sehingga tekanan kebijakan suku bunga tinggi mulai berkurang.

Meski begitu, pasar belum sepenuhnya tenang. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menegaskan bahwa inflasi Amerika Serikat belum menunjukkan penurunan stabil menuju target 2%. Bahkan, tekanan harga disebut kembali meningkat sejak konflik memanas. Pernyataan ini membuat investor tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan bank sentral AS dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi geopolitik, laporan BBC menyebut Iran masih mempertimbangkan proposal damai dari AS, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dan pelonggaran blokade pelabuhan Iran. Namun situasi tetap panas setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan serangan militer lebih besar jika Iran menolak kesepakatan. Ketegangan ini membuat pergerakan silver berpotensi tetap volatil dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAG/USD pada timeframe satu jam masih menunjukkan dominasi bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support kuat sekitar 77.30. Struktur higher low yang terbentuk menandakan buyer masih menjaga momentum kenaikan, sementara area 77.67 menjadi titik penting untuk membuka peluang menuju resistance 78.27 hingga 78.70. Selama harga tidak jatuh di bawah zona invalidasi 76.70, tren naik jangka pendek masih dianggap valid.

Di sisi lain, munculnya weak high di dekat 78.26 memberi sinyal bahwa silver berpotensi mengalami pullback sebelum melanjutkan penguatan. Area golden ratio di sekitar 77.30 menjadi level krusial yang patut diperhatikan trader karena dapat menjadi titik pantulan harga. Jika tekanan beli kembali meningkat, breakout di atas resistance terdekat bisa memicu lonjakan lanjutan menuju area psikologis berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia atau XAU/USD melesat ke level tertinggi dalam sepekan di kisaran $4,700 pada perdagangan Asia Kamis (07/05). Kenaikan ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah muncul optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut membuat pasar mulai kembali memburu aset safe haven seperti emas.

Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah membahas proposal baru untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu lonjakan harga energi global. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan peluang berakhirnya perang kini semakin besar sebelum kunjungannya ke Beijing pekan depan. Kondisi ini membuka harapan bahwa tekanan harga dapat mereda, sehingga bank sentral AS berpotensi memangkas suku bunga lebih cepat.

Prospek penurunan suku bunga The Fed menjadi faktor tambahan yang memperkuat daya tarik emas karena biaya peluang memegang logam mulia menjadi lebih rendah. Meski begitu, pasar tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah yang masih bisa memicu volatilitas sewaktu-waktu. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis Jumat, karena hasilnya dapat menentukan arah dolar AS dan pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD menunjukkan momentum bullish setelah berhasil memantul kuat dari area support sekitar 72.60 dan menembus struktur penting (break of structure). Kenaikan ini membentuk higher high baru di kisaran 75.70, menandakan dominasi buyer mulai menguat. Saat ini harga berada di zona resistance yang cukup krusial, sehingga potensi retracement jangka pendek tetap terbuka. Area 74.90 – 74.10 menjadi zona tarik menarik yang layak diperhatikan sebagai peluang lanjutan tren naik.

Secara teknikal, skenario yang paling masuk akal adalah pullback sehat sebelum melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di sekitar 76.50 hingga 77.50. Namun, jika harga turun dan menembus area 73.30, struktur bullish bisa melemah dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Selama harga bertahan di atas support kunci, bias pasar tetap condong ke atas dengan potensi lanjutan tren yang masih valid.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas level $95 per barel pada Kamis (07/05) setelah sebelumnya sempat anjlok lebih dari 13% ke posisi $88,66. Pergerakan tajam ini dipicu harapan pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai di Timur Tengah yang dapat meredakan gangguan pasokan energi global. Investor mulai melihat adanya potensi stabilitas baru setelah Amerika Serikat dikabarkan mengirim memorandum kesepahaman kepada Iran melalui perantara Pakistan.

Dokumen tersebut disebut bertujuan mengakhiri konflik secara resmi sekaligus membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap. Jalur ini menjadi salah satu titik terpenting distribusi minyak dunia, sehingga setiap perkembangan diplomatik langsung memengaruhi harga crude oil. Meski begitu, Iran masih meninjau proposal tersebut dan pembicaraan terkait program nuklir dilaporkan baru akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan belum final dan memperingatkan kemungkinan serangan militer kembali dilakukan apabila Iran menolak proposal yang diajukan. Sementara itu, data terbaru menunjukkan ekspor minyak Amerika Serikat melonjak ke rekor tertinggi pekan lalu karena banyak negara mulai beralih ke pasokan AS akibat kekurangan suplai yang dipicu konflik. Kondisi ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan tinggi meskipun sentimen damai mulai muncul.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 1 jam masih bergerak dalam tekanan bearish meski mulai menunjukkan tanda pemulihan jangka pendek setelah pantulan kuat dari area support 86.90. Struktur market memperlihatkan pola rebound menuju zona Fibonacci 38,2% di sekitar 91.67 yang kini menjadi area penting untuk menentukan arah berikutnya. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan menuju target 96.72 hingga 99.39 masih terbuka lebar.

Namun, tren utama minyak mentah belum sepenuhnya berubah karena garis trendline turun masih membatasi pergerakan bullish. Jika tekanan jual kembali muncul dan harga turun di bawah support 88.55, skenario kenaikan berisiko gagal dan USOIL dapat kembali melemah menuju area low sebelumnya. Pelaku pasar kini fokus pada reaksi harga di area resistance terdekat sebagai penentu apakah momentum recovery mampu berlanjut atau justru kembali tertekan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak naik mendekati $75 per ounce pada hari Rabu (06/05), berhasil memulihkan pelemahan yang terjadi di awal pekan. Penguatan ini dipicu oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah yang menekan harga minyak, sehingga membantu mengurangi kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memberikan sentimen positif bagi logam mulia, termasuk perak, yang sebelumnya tertekan oleh lonjakan biaya energi.

Dari sisi geopolitik, situasi mulai menunjukkan stabilitas. Gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan dikonfirmasi masih berjalan, sementara operasi militer ofensif dilaporkan telah dihentikan. Fokus kebijakan kini beralih pada pengamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Selain itu, upaya sementara untuk membantu kapal yang terjebak juga dihentikan guna membuka peluang negosiasi dengan Iran, meskipun pembatasan terhadap kapal yang terkait dengan pelabuhan Iran masih diberlakukan.

Sebelumnya, harga perak mengalami tekanan jual yang cukup kuat sejak konflik memanas. Lonjakan harga energi mendorong kekhawatiran inflasi, yang kemudian memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan memperketat kebijakan moneter. Dengan mulai meredanya risiko tersebut, perak kini mendapatkan kembali daya tariknya sebagai aset lindung nilai di tengah perubahan sentimen pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD menunjukkan momentum bullish setelah berhasil memantul kuat dari area support sekitar 72.60 dan menembus struktur penting (break of structure). Kenaikan ini membentuk higher high baru di kisaran 75.70, menandakan dominasi buyer mulai menguat. Saat ini harga berada di zona resistance yang cukup krusial, sehingga potensi retracement jangka pendek tetap terbuka. Area 74.90 – 74.10 menjadi zona tarik menarik yang layak diperhatikan sebagai peluang lanjutan tren naik.

Secara teknikal, skenario yang paling masuk akal adalah pullback sehat sebelum melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di sekitar 76.50 hingga 77.50. Namun, jika harga turun dan menembus area 73.30, struktur bullish bisa melemah dan membuka peluang koreksi lebih dalam. Selama harga bertahan di atas support kunci, bias pasar tetap condong ke atas dengan potensi lanjutan tren yang masih valid.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas melonjak menembus level USD 4.600 per ons pada Rabu, melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah yang menekan harga minyak, sehingga membantu meredakan kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah perubahan sentimen pasar.

Dari sisi geopolitik, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung hampir satu bulan tetap terjaga. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengonfirmasi berakhirnya operasi militer ofensif, dengan fokus baru Washington pada pengamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga mengumumkan jeda sementara dalam upaya membantu kapal yang terjebak, guna membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran, meskipun blokade terhadap pelabuhan Iran masih berlangsung.

Sebelumnya, emas sempat mengalami tekanan jual cukup besar sejak awal konflik, seiring lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga tinggi. Namun, dengan meredanya tekanan tersebut, pasar mulai melihat peluang pemulihan harga emas. Perubahan arah kebijakan dan stabilitas geopolitik ke depan akan menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan logam mulia ini.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan pergeseran tren dari bearish ke bullish setelah terbentuknya struktur higher low dan break of structure (BOS). Kenaikan kuat dari area support sekitar 4.546 mengindikasikan adanya minat beli yang solid, diperkuat dengan reaksi harga di zona Fibonacci 61.8%. Selama harga bertahan di atas area ini, potensi lanjutan kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat di kisaran 4.651 hingga 4.680 sebagai resistance berikutnya.

Namun, skenario tidak sepenuhnya satu arah. Jika terjadi penolakan di area target dan harga gagal bertahan di atas 4.586, peluang koreksi kembali ke zona support cukup besar. Area 4.546 menjadi titik krusial yang berfungsi sebagai invalidasi tren naik. Dengan kondisi ini, strategi yang lebih rasional adalah menunggu konfirmasi pergerakan di area kunci sebelum mengambil posisi, menghindari entry emosional di tengah volatilitas tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran USD 100 per barel pada Rabu (06/05), mencatat pelemahan untuk dua sesi berturut-turut. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mengumumkan berakhirnya “Operation Epic Fury” karena target operasi dinilai telah tercapai. Sentimen pasar langsung merespons perkembangan tersebut dengan tekanan jual, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran jangka pendek terhadap gangguan pasokan energi global.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan menghentikan sementara upaya membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dari Selat Hormuz. Langkah ini bertujuan memberi ruang evaluasi terhadap peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran guna meredakan konflik. Meski demikian, kebijakan blokade terhadap kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran tetap diberlakukan, sehingga ketegangan di kawasan masih membayangi pergerakan harga minyak.

Pemerintah AS kini mengalihkan fokus pada upaya pembukaan kembali jalur strategis tersebut, di tengah tekanan internasional dan meningkatnya penolakan domestik terhadap konflik berkepanjangan. Situasi ini diperumit oleh kebuntuan negosiasi antara Washington dan Teheran, di mana Iran menegaskan bahwa dialog hanya dapat berlangsung jika blokade angkatan laut dicabut. Kondisi geopolitik yang belum stabil ini diperkirakan terus memengaruhi volatilitas pasar energi global dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan turun yang terlihat dari struktur lower high dan trendline menurun yang terus menahan kenaikan. Setelah sempat menyentuh area sekitar 102, harga kembali melemah dan kini menguji zona demand kuat di kisaran 96. Area ini menjadi kunci karena sebelumnya memicu reaksi beli yang cukup signifikan. Selama harga belum mampu menembus resistance di sekitar 100 – 102, potensi koreksi lanjutan masih terbuka dengan dominasi seller yang tetap kuat.

Skenario teknikal menunjukkan kemungkinan retracement jangka pendek menuju area supply sebelum melanjutkan penurunan ke level lebih rendah di sekitar 94. Jika tekanan jual meningkat dan support 96 ditembus secara valid, maka peluang menuju target berikutnya semakin besar. Sebaliknya, jika terjadi pantulan kuat dari zona saat ini, harga berpotensi menguji kembali resistance terdekat, meski tetap dalam bayang-bayang tren bearish yang belum berubah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran $105 per barel pada Selasa (05/05) setelah melonjak lebih dari 4% pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kembali mengguncang pasar energi global. Investor kini mencermati perkembangan situasi karena konflik tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga tetap tinggi.

Ketegangan memuncak setelah terjadi aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Pasukan AS dilaporkan berhasil mengamankan kapal komersial dari serangan drone dan kapal kecil, sementara Uni Emirat Arab mengonfirmasi keberhasilan mencegat rudal serta insiden kebakaran di terminal minyak Fujairah. Kondisi ini memperburuk kekhawatiran atas keamanan jalur logistik minyak internasional.

Situasi yang belum stabil menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata yang telah berlangsung beberapa minggu. Meskipun ada rencana untuk membuka kembali jalur pelayaran, pelaku industri tetap berhati-hati menghadapi risiko yang tinggi. Pasar pun bersikap waspada terhadap potensi lonjakan harga energi lebih lanjut, terutama jika kesepakatan antara AS dan Iran belum tercapai dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam menunjukkan tanda pelemahan setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan di area resistance sekitar 103.700. Terlihat adanya pola equal high (EQH) yang diikuti penolakan harga, mengindikasikan tekanan jual mulai mendominasi. Struktur pasar kini cenderung membentuk lower high, memperkuat sinyal potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek.

Selama harga tetap berada di bawah zona sell, peluang penurunan menuju target di kisaran 100.200 hingga 99.200 masih terbuka. Area tersebut menjadi support berikutnya yang berpotensi menjadi titik reaksi pasar. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance, skenario bearish akan melemah dan membuka peluang pembalikan arah. Konfirmasi pergerakan di area kunci menjadi faktor penting sebelum menentukan langkah trading selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di kisaran tinggi mendekati $4.500 per ons pada hari Selasa (05/05), setelah sebelumnya terkoreksi hampir 2%. Penurunan ini dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi sekaligus memperbesar kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut membuat pasar keuangan kembali bergejolak karena investor mempertimbangkan dampak lanjutan terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Situasi semakin memanas setelah laporan mengenai serangan yang melibatkan Iran di kawasan strategis jalur perdagangan minyak. Insiden di Selat Hormuz, termasuk gangguan terhadap kapal berbendera Amerika Serikat serta serangan drone di wilayah Uni Emirat Arab, memperburuk sentimen pasar. Upaya pemulihan jalur pelayaran memang telah direncanakan, namun pelaku industri masih berhati-hati karena risiko keamanan yang belum mereda.

Ketegangan ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang sebelumnya berlangsung selama empat minggu dapat berakhir. Lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi global mencerminkan ekspektasi bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi. Di tengah tekanan tersebut, harga emas tercatat turun hampir 15% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, menunjukkan dinamika kompleks antara aset lindung nilai dan kondisi ekonomi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe 1 jam menunjukkan tekanan turun yang mulai mereda setelah harga menyentuh area support kuat di sekitar 4.500. Terlihat adanya pola perubahan karakter (ChoCh) yang mengindikasikan potensi pembalikan arah jangka pendek. Harga kini bergerak dalam fase konsolidasi di dalam zona buy, dengan struktur higher low mulai terbentuk sebagai sinyal awal kekuatan buyer kembali masuk ke pasar.

Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang kenaikan menuju resistance terdekat di kisaran 4.559 hingga 4.575 tetap terbuka. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah level 4.500, skenario bullish akan gugur dan tekanan jual berpotensi berlanjut lebih dalam. Dengan kondisi saat ini, strategi terbaik adalah menunggu konfirmasi lanjutan dari breakout atau reaksi harga di area kunci sebelum mengambil keputusan trading.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS bertahan di atas level 98 pada awal pekan (04/05) setelah mengalami tekanan tajam sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi intervensi otoritas Jepang untuk menopang nilai yen, terutama di tengah kondisi perdagangan yang cenderung sepi akibat libur nasional. Selain itu, muncul spekulasi adanya kemungkinan koordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang guna menjaga stabilitas mata uang.

Pada pekan lalu, dolar sempat merosot hingga sekitar 3% terhadap yen, memicu dugaan kuat adanya langkah intervensi dari pihak Tokyo, meski belum ada konfirmasi resmi. Situasi ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil posisi, sembari memantau arah kebijakan dan respons lanjutan dari otoritas terkait. Pergerakan mata uang pun menjadi lebih sensitif terhadap sentimen global.

Di sisi lain, perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama laporan ketenagakerjaan bulan April yang diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Faktor geopolitik juga turut memengaruhi sentimen, setelah Presiden Donald Trump menyampaikan rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz serta memberi sinyal kemajuan dalam negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) pada timeframe satu jam menunjukkan sinyal pembalikan arah melalui pola inverse head and shoulders, yang sering menjadi indikasi awal penguatan harga. Struktur ini terlihat jelas dari terbentuknya bahu kiri, kepala, dan bahu kanan, dengan garis neckline berada di area 97.95. Saat ini, harga bergerak menguji level tersebut, sehingga breakout valid berpotensi mendorong kenaikan lanjutan menuju target di sekitar 98.40.

Selama harga mampu bertahan di atas area support 97.75, momentum bullish masih terjaga dan peluang reli tetap terbuka. Namun, jika terjadi penembusan ke bawah level tersebut, skenario kenaikan bisa gugur dan tekanan jual berisiko kembali mendominasi. Oleh karena itu, area neckline menjadi kunci penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze