Harga emas bergerak stabil di atas level $4.000 karena pelaku pasar memilih menahan posisi menjelang pengumuman hasil rapat FOMC dini hari nanti. Investor menunggu sinyal terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan Dolar AS sekaligus memengaruhi minat terhadap aset safe haven seperti emas.

Jika bank sentral AS memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, Dolar AS berpotensi menguat sehingga dapat menekan harga emas. Sebaliknya, petunjuk yang lebih dovish berpeluang melemahkan dolar dan membuka ruang kenaikan bagi logam mulia tersebut. Oleh karena itu, keputusan FOMC diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, meredanya kekhawatiran terhadap konflik AS-Iran mengurangi permintaan aset lindung nilai, sehingga membatasi kenaikan emas. Sementara itu, harga minyak justru kembali menguat karena meningkatnya permintaan, membuat perhatian investor terbagi antara perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik 1 jam masih bergerak di area support setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Selama harga mampu bertahan di atas 4.027, peluang pemulihan masih terbuka dengan target kenaikan menuju 4.065. Jika momentum beli terus menguat, harga berpotensi melanjutkan reli ke area resistensi 4.094, yang menjadi zona penting untuk menguji kekuatan tren.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun menembus 4.001, skenario kenaikan berisiko gagal sehingga pelemahan dapat berlanjut. Untuk saat ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan di area support sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas emas masih tinggi menjelang sentimen pasar berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah turun di bawah US$82 per barel pada perdagangan Selasa (27/07), memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh optimisme pasar setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan pembicaraan yang positif dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Harapan tercapainya kesepakatan dinilai dapat memulihkan kelancaran pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Sentimen semakin membaik setelah laporan menyebutkan bahwa Washington menghentikan sementara serangan terhadap Iran demi memberi ruang bagi proses diplomasi. Di saat yang sama, Teheran juga menghentikan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangga. Akhir pekan lalu, perwakilan Iran dan Oman turut menggelar pertemuan guna membahas pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, rute penting bagi distribusi minyak dunia.

Di luar faktor geopolitik, tekanan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya pasokan global. Ekspor minyak melalui terminal Caspian Pipeline Consortium di pesisir Laut Hitam Rusia kembali beroperasi setelah sebelumnya terganggu akibat serangan drone Ukraina. Kembalinya jalur ekspor ini meningkatkan ekspektasi pasokan yang lebih stabil, sehingga menambah tekanan pada pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan area resistance dan terus membentuk lower high serta lower low. Saat ini harga berada di sekitar US$80, dengan area US$81,08 menjadi zona koreksi terdekat sekaligus resistance penting. Selama harga belum mampu kembali menembus level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Apabila pelemahan berlanjut, minyak berpotensi menguji support kuat di area US$78,88 hingga US$78,16 yang menjadi target penurunan berikutnya. Sebaliknya, jika terjadi rebound dan harga mampu bertahan di atas US$81,08, peluang pemulihan menuju US$82,02 akan semakin terbuka. Untuk saat ini, strategi yang lebih aman adalah menunggu pantulan ke area resistance sebelum mengonfirmasi arah pergerakan selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas turun ke kisaran US$4.050 per troy ounce pada perdagangan Selasa (28/07) setelah melemah dari kenaikan sesi sebelumnya. Tekanan muncul karena pelaku pasar masih dibayangi kemungkinan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga dalam pertemuan pekan ini. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga lebih dari sepertiga, mencerminkan tingkat ketidakpastian yang jauh lebih tinggi dibandingkan menjelang rapat The Fed pada periode-periode sebelumnya.

Sentimen tersebut semakin menguat setelah Citadel Securities memprediksi The Fed akan menaikkan suku bunga guna mempertegas komitmen Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam menekan inflasi. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga serta memperkuat dolar AS.

Di sisi lain, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai kemajuan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah turut membebani harga emas. Optimisme ini mendorong harga minyak turun sehingga kekhawatiran terhadap inflasi ikut mereda. Meski demikian, Trump menegaskan Amerika Serikat siap kembali melancarkan serangan terhadap Iran apabila proses negosiasi gagal, sehingga risiko geopolitik masih berpotensi memicu pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) pada grafik 1 jam masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan dan membentuk struktur bearish. Harga saat ini bergerak di sekitar 4.042, mendekati area Target 1, yang menjadi support terdekat. Selama harga tetap berada di bawah area golden ratio 61,8% di kisaran 4.075 hingga resistance 4.095, peluang terjadinya pantulan hanya bersifat sementara sebelum tekanan jual kembali muncul.

Jika tekanan bearish berlanjut, emas berpotensi menguji Target 2 di area 4.028, bahkan membuka peluang menuju 4.010 apabila support tersebut ditembus. Sebaliknya, skenario penurunan dapat mulai melemah apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.075, sementara 4.095 menjadi area invalidasi yang dapat mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih bullish. Selama resistance tersebut belum ditembus, tren turun masih lebih dominan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,2 pada perdagangan Senin (27/07) setelah mengembalikan sebagian penguatan pekan lalu. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya harga minyak menyusul meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi turut menenangkan ekspektasi inflasi, sehingga mengurangi daya tarik dolar sebagai aset safe haven.

Ketegangan geopolitik mulai mereda setelah Amerika Serikat menghentikan operasi militernya terhadap Iran pada akhir pekan, sementara Teheran menyatakan telah mengakhiri aksi balasannya dan melanjutkan pembicaraan dengan Oman terkait Selat Hormuz. Perkembangan tersebut meningkatkan optimisme pasar bahwa pasokan minyak global tetap aman dan risiko lonjakan harga energi dapat diminimalkan.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada FOMC minggu ini. Meski demikian, sebagian investor masih membuka peluang adanya langkah yang lebih hawkish jika tekanan inflasi kembali meningkat. Selain keputusan The Fed, pasar juga menantikan data awal PDB AS kuartal II, inflasi PCE, serta laporan keuangan sejumlah perusahaan besar sebagai petunjuk terbaru mengenai kekuatan ekonomi Amerika Serikat.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak di atas garis tren naik (ascending trendline) yang telah menjadi penopang sejak pertengahan Juli. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di area 100,80 – 100,90, menandakan pasar masih menunggu katalis baru, terutama hasil rapat Federal Reserve. Selama bertahan di atas trendline, peluang penguatan menuju area 101,00 – 101,20 masih terbuka.

Namun, apabila tekanan jual meningkat hingga menembus garis tren tersebut, momentum bullish berpotensi melemah dan membuka ruang koreksi ke area 100,70 atau lebih rendah. Oleh karena itu, pergerakan DXY dalam beberapa sesi ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan support dinamis sebagai acuan arah tren jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah dunia anjlok hingga 7% ke kisaran US$83 per barel pada perdagangan Senin (27/07) sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Pelemahan ini dipicu keputusan Amerika Serikat yang kembali menghentikan serangan terhadap Iran untuk malam kedua berturut-turut, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Penghentian operasi militer tersebut dimulai sejak Jumat malam tanpa pengumuman resmi. Di sisi lain, Iran menyatakan telah menghentikan aksi balasan militernya dan mulai berdiskusi dengan Oman mengenai keamanan Selat Hormuz. Meski demikian, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku menyerang fasilitas milik Saudi Aramco di pelabuhan Jizan dan Yanbu di Laut Merah.

Sepanjang bulan ini, harga minyak sempat melonjak hampir 40% akibat meningkatnya gangguan distribusi dari Selat Hormuz hingga Laut Merah, jalur penting ekspor minyak Arab Saudi yang mengangkut jutaan barel setiap hari. Perkembangan terbaru memberi harapan terhadap stabilitas pasokan, namun pasar energi masih akan mencermati situasi geopolitik karena setiap eskalasi baru berpotensi kembali mengangkat harga minyak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil masih berada dalam tekanan setelah muncul penolakan kuat di area supply zone 89.20 – 89.30, yang sekaligus menjadi zona invalidasi bagi skenario bearish. Penurunan tajam membentuk perubahan struktur pasar (Break of Structure), menandakan penjual masih menguasai pergerakan. Selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbatas.

Dalam jangka pendek, harga berpotensi melakukan pullback ke kisaran 85.70 – 86.50 sebelum melanjutkan pelemahan menuju support 82.13. Jika tekanan jual semakin kuat dan level tersebut ditembus, target berikutnya berada di sekitar 80.20. Sebaliknya, penembusan dan penutupan harga di atas 89.26 dapat membatalkan skenario bearish serta membuka peluang perubahan tren ke arah bullish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan pada awal pekan setelah dibuka dengan gap naik dan kembali menembus level psikologis $4.100. Sentimen positif ini didorong oleh meningkatnya harapan tercapainya perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang menekan harga minyak mentah sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.

Turunnya tekanan inflasi membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve mulai berkurang. Kondisi tersebut turut melemahkan daya tarik Dolar AS sebagai aset safe haven setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam satu bulan. Pelemahan dolar memberikan ruang bagi emas untuk menguat karena logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor global.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya. Jika The Fed mengisyaratkan sikap yang lebih dovish, harga emas berpotensi memperpanjang reli. Sebaliknya, sinyal kebijakan yang lebih ketat dapat memicu aksi ambil untung dan meningkatkan volatilitas di pasar logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) sedang menguji area support penting di kisaran 4.095, yang bertepatan dengan level Golden Ratio Fibonacci 61,8%. Selama harga mampu bertahan di atas zona ini, peluang pembalikan arah masih terbuka. Tekanan jual memang masih terlihat dalam jangka pendek, tetapi munculnya reaksi beli di area support dapat menjadi sinyal awal kembalinya momentum bullish.

Apabila pembeli berhasil mempertahankan level tersebut, emas berpotensi naik menuju target pertama di 4.125, kemudian melanjutkan penguatan ke 4.136 sebagai target berikutnya. Namun, jika harga menembus dan ditutup di bawah 4.083, skenario kenaikan akan melemah sehingga risiko penurunan yang lebih dalam perlu diwaspadai. Oleh karena itu, area support saat ini menjadi kunci penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks dolar AS bergerak turun ke kisaran 101 pada perdagangan Kamis (23/07), memperpanjang pelemahan tipis dari sesi sebelumnya. Pelaku pasar menilai dampak lonjakan harga energi yang berpotensi mendorong inflasi, di sisi lain data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan sehingga memunculkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Mayoritas investor masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun, pasar tetap berhati-hati karena belum ada petunjuk yang jelas dari Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, mengenai langkah kebijakan selanjutnya. Kondisi ini membuat pergerakan dolar cenderung terbatas sambil menunggu sinyal yang lebih pasti.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membantu menahan pelemahan dolar melalui permintaan aset safe haven. Presiden Donald Trump kembali memperingatkan Iran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz, sementara Teheran mengancam akan membalas dengan menyerang infrastruktur energi di kawasan. Serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah juga memperbesar kekhawatiran akan gangguan perdagangan global, sehingga volatilitas pasar keuangan diperkirakan tetap tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus garis resistance sekaligus membentuk pola lower high di dalam ascending channel. Pergerakan harga yang tertahan di bawah garis tren turun menunjukkan momentum bullish mulai melemah. Selama DXY belum mampu kembali ke atas area resistance, peluang koreksi masih lebih dominan.

Target pelemahan berikutnya berada di area 100,57 yang menjadi support penting sekaligus area pantulan sebelumnya. Jika level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan membuka ruang penurunan yang lebih dalam. Sebaliknya, apabila DXY mampu menembus garis resistance dan kembali bergerak di atas channel, sentimen bearish dapat mereda dan membuka peluang pemulihan dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah naik ke level tertinggi dalam enam pekan di kisaran US$88 per barel pada perdagangan Kamis (23/07). Kenaikan ini menjadi penguatan selama lima sesi berturut-turut, didorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sentimen semakin menguat setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur Iran apabila Teheran mengganggu kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran mengancam akan membalas dengan menargetkan aset energi yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut, sehingga meningkatkan risiko terhadap stabilitas pasokan minyak global.

Ketegangan bertambah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Serangan langsung terhadap jalur pelayaran strategis ini memicu kekhawatiran bahwa distribusi minyak melalui Laut Merah dan Selat Hormuz dapat terganggu. Di saat yang sama, operasi militer Amerika Serikat terhadap target Iran terus berlanjut, sementara peluang tercapainya perundingan damai masih dinilai sangat kecil, membuat harga minyak berpotensi tetap bergerak tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL (WTI) masih bergerak dalam pola ascending channel, menandakan tren bullish tetap dominan selama harga bertahan di atas area support dinamis. Saat ini, harga mendekati area resistance di sekitar 87,70, sehingga berpotensi mengalami pullback sehat sebelum melanjutkan kenaikan. Zona 86,50 menjadi area koreksi yang menarik untuk dipantau karena bertepatan dengan level Fibonacci 38,2% dan garis tren naik.

Apabila tekanan beli kembali menguat dari area tersebut, peluang kenaikan menuju 88,60 sebagai target pertama dan 89,70 sebagai target berikutnya masih terbuka. Namun, jika harga turun menembus 85,23, struktur bullish berisiko melemah dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Selama support tetap terjaga, bias teknikal USOIL masih cenderung positif dengan potensi melanjutkan tren kenaikan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di atas level US$4.100 per troy ounce pada sesi perdagangan Asia, Kamis (23/07), meski masih berada di bawah puncak tertinggi dalam dua pekan terakhir. Pelemahan Dolar AS sebenarnya memberikan dukungan bagi logam mulia, namun penguatan tersebut belum cukup mendorong harga emas melanjutkan reli.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve berpotensi mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi atau bahkan kembali menaikkannya pada 2026 guna menekan tekanan harga.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil. Meski demikian, risiko geopolitik yang masih tinggi tetap menjaga minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai, sehingga pergerakan harga diperkirakan akan tetap sensitif terhadap perkembangan konflik Timur Tengah dan arah kebijakan The Fed.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 1 jam menunjukkan tekanan jual mulai meningkat setelah harga gagal mempertahankan kenaikan di dalam pola ascending channel. Munculnya rangkaian candle bearish mengindikasikan momentum bullish mulai melemah, sehingga peluang koreksi masih terbuka selama harga bertahan di bawah area resistance 4.141. Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi menguji area koreksi di sekitar 4.125 sebagai support awal.

Apabila level 4.125 ditembus secara meyakinkan, penurunan berpotensi berlanjut menuju target berikutnya di kisaran 4.086 hingga 4.068 yang menjadi area support penting. Sebaliknya, jika harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 4.141, skenario bearish akan kehilangan validitas dan membuka peluang bagi emas untuk melanjutkan tren naik. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga di area kunci sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah naik menembus $85 per barel pada perdagangan Rabu (22/07) dan mencapai level tertinggi dalam hampir enam pekan. Penguatan ini didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global setelah ketegangan geopolitik kembali memanas. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menutup peluang perundingan cepat dengan Iran serta ancaman serangan lanjutan membuat pelaku pasar kembali memburu aset energi.

Risiko distribusi minyak juga meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam jalur pelayaran di Laut Merah, salah satu rute ekspor penting bagi Arab Saudi. Selain itu, sebuah kapal tanker Kuwait yang mengangkut produk minyak dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz, mempertegas besarnya ancaman terhadap kelancaran arus perdagangan energi dunia.

Di luar kawasan Timur Tengah, perhatian pasar turut tertuju pada serangkaian serangan terhadap terminal Caspian Pipeline Consortium di pesisir Laut Hitam Rusia, jalur ekspor utama minyak Kazakhstan. Kombinasi gangguan pada beberapa rute strategis tersebut memperkuat kekhawatiran akan terbatasnya pasokan global, sehingga harga minyak berpotensi tetap bergerak tinggi selama risiko geopolitik masih membayangi pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak mentah WTI pada grafik 30 menit masih bergerak dalam tren naik setelah berhasil mempertahankan area Break of Structure (BOS) di sekitar 84,36. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka menuju 85,72 sebagai target pertama, dengan potensi lanjutan ke area 86,33 apabila tekanan beli terus meningkat. Struktur higher low yang terbentuk menunjukkan dominasi pembeli masih cukup kuat.

Meski tren masih positif, koreksi jangka pendek tetap berpotensi terjadi sebagai bagian dari pergerakan yang sehat. Area 84,16 – 84,36 menjadi zona penting untuk mengamati peluang buy jika muncul konfirmasi pantulan. Namun, apabila harga turun menembus 83,49, skenario bullish akan kehilangan validitas dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Karena itu, trader disarankan menunggu sinyal konfirmasi sebelum melakukan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze