Harga emas turun di bawah level US$4.500 per ounce pada perdagangan Rabu (20/05) setelah anjlok hampir 2% pada sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat pelaku pasar semakin khawatir terhadap lonjakan inflasi global. Kondisi tersebut mendorong investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset safe haven seperti emas.

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan serangan ke Iran dalam “dua atau tiga hari” apabila Teheran tidak menyetujui syarat perdamaian dari Washington. Pernyataan itu muncul setelah Trump sebelumnya mengaku membatalkan rencana serangan usai mendapat desakan dari negara-negara Teluk. Program nuklir Iran menjadi salah satu isu utama yang memperumit proses negosiasi kedua negara.

Konflik berkepanjangan juga menyebabkan jalur penting Selat Hormuz masih tertutup untuk aktivitas pengiriman minyak dunia. Situasi ini mendorong harga energi meningkat dan memperbesar tekanan inflasi di Amerika Serikat. Akibatnya, pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, bahkan memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih bergerak dalam tekanan bearish pada timeframe satu jam setelah gagal menembus area resistance kuat di level 4.508. Penolakan harga di zona tersebut memicu aksi jual lanjutan hingga menyentuh area support 4.441. Struktur candlestick menunjukkan momentum seller masih dominan, sementara pola lower high memperkuat potensi pelemahan jangka pendek apabila harga belum mampu kembali ke atas level Fibonacci 61,8% di sekitar 4.488.

Secara teknikal, area 4.441 menjadi titik krusial yang menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika support ini ditembus, peluang penurunan menuju target 4.422 semakin terbuka lebar. Namun, apabila buyer mampu mempertahankan area demand tersebut, harga emas berpotensi melakukan rebound terbatas menuju resistance 4.488 hingga 4.508. Pelaku pasar juga diperkirakan tetap berhati-hati di tengah sentimen global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar Amerika Serikat bergerak stabil di kisaran 99 pada perdagangan Selasa (19/05) setelah terkoreksi dari penguatan sebelumnya. Pelemahan dolar terjadi seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Meredanya tensi geopolitik membuat permintaan aset safe haven mulai berkurang dan menekan laju penguatan mata uang AS.

Sentimen pasar turut dipengaruhi pernyataan Presiden Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap Iran setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara Teluk tersebut disebut masih yakin jalur diplomasi dengan Teheran dapat menghasilkan kesepakatan yang diterima Washington. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia.

Sebelumnya, dolar sempat menguat tajam karena kenaikan inflasi AS dan melonjaknya harga energi yang dipicu konflik Timur Tengah. Situasi tersebut membuat pelaku pasar mulai mengurangi harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Kini investor menantikan risalah rapat FOMC serta data Flash PMI AS untuk melihat arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada timeframe 4 jam menunjukkan peluang koreksi sehat setelah menyentuh area resistance 99.123. Pergerakan harga mulai melemah di zona Fibonacci 23,6% sekitar 98.750, menandakan adanya aksi ambil untung jangka pendek. Meski demikian, struktur pasar masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas area Break of Structure (BOS) pada level 98.332. Jika tekanan jual berlanjut, zona demand 98.146–97.880 berpotensi menjadi area pantulan kuat bagi buyer.

Secara teknikal, momentum naik masih memiliki peluang berlanjut apabila DXY mampu mempertahankan support dan kembali menembus resistance terdekat. Skenario bullish berikutnya membuka potensi kenaikan menuju 99.000 hingga 99.123. Namun, trader tetap perlu mewaspadai penurunan lebih dalam jika harga gagal bertahan di area support utama. Kombinasi Fibonacci retracement, BOS, dan struktur higher low saat ini menjadi sinyal penting untuk menentukan arah pergerakan DXY selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI turun mendekati $102 per barel pada perdagangan Selasa (19/05) setelah pasar mulai merespons peluang meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen ini muncul usai Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa rencana serangan militer terhadap Iran dibatalkan sementara setelah adanya permintaan dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk melanjutkan jalur diplomasi.

Sebelumnya, harga minyak melonjak tajam selama lebih dari sepekan akibat mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz juga memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Selain itu, program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama yang membuat negosiasi berjalan alot dan penuh ketidakpastian.

Di sisi lain, pasar turut mencermati keputusan Amerika Serikat yang kembali memberikan izin penjualan minyak mentah Rusia yang sudah dimuat ke kapal tanker. Kebijakan ini dinilai dapat membantu menambah pasokan global dan menekan kenaikan harga minyak lebih lanjut. Meski begitu, volatilitas pasar energi diperkirakan tetap tinggi selama situasi geopolitik dan pembicaraan diplomatik belum menemukan titik terang.

OPINI ANALIS TRAZE

USOIL masih bergerak dalam tren bullish pada time frame 1 jam setelah bertahan di area golden ratio dan demand zone sekitar 100.70. Struktur harga menunjukkan buyer mulai kembali menguasai pasar setelah koreksi singkat gagal menembus support utama. Selama harga tetap bergerak di dalam pola ascending channel, peluang kenaikan minyak masih terbuka cukup besar.

Secara teknikal, area 104.73 menjadi target terdekat yang berpotensi diuji dalam waktu dekat, sementara target lanjutan berada di sekitar 106.50 jika momentum beli semakin kuat. Namun, trader tetap perlu mewaspadai area invalidasi support di 98.23 karena penembusan level tersebut dapat memicu tekanan jual lebih dalam dan mengubah arah tren jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas dunia bergerak stabil di kisaran $4.550 per ounce pada perdagangan Selasa (19/05) setelah berhasil mempertahankan penguatan dari sesi sebelumnya. Optimisme pasar meningkat seiring munculnya peluang Amerika Serikat dan Iran kembali membuka jalur negosiasi, sehingga ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi mulai mereda. Pernyataan Presiden Donald Trump yang menunda rencana serangan terhadap Iran turut memberi sentimen positif bagi pasar global.

Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah sempat menekan pergerakan emas. Kenaikan energi memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi dan memperbesar peluang bank sentral mempertahankan suku bunga ketat lebih lama. Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini, bahkan muncul spekulasi adanya kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Fokus investor kini tertuju pada risalah rapat FOMC dan data Flash PMI Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Jika data ekonomi tetap kuat dan inflasi bertahan tinggi, harga emas berpotensi bergerak lebih volatil dalam jangka pendek. Meski demikian, minat terhadap aset safe haven masih cukup solid di tengah ketidakpastian geopolitik global.

OPINI ANALIS TRAZE

XAUUSD masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah berhasil bertahan di area demand zone sekitar 4.523 – 4.542. Tekanan jual mulai melemah dan muncul indikasi rebound jangka pendek setelah harga gagal menembus area invalidasi support. Struktur candlestick pada time frame 1 jam juga menunjukkan potensi pembalikan arah selama emas mampu menjaga support utama tetap aman.

Secara teknikal, peluang kenaikan terbuka menuju target 4.606 hingga 4.626 apabila buyer kembali mendominasi pasar. Area 4.542 menjadi titik penting yang menentukan arah berikutnya karena breakout di atas level tersebut dapat memicu momentum bullish lebih kuat. Namun, jika support 4.523 ditembus, tekanan bearish berisiko membawa harga kembali melemah dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun di bawah USD 77 per ounce pada perdagangan Senin (18/05) setelah anjlok lebih dari 13% dalam dua sesi terakhir. Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah mulai mendorong tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.

Dari Amerika Serikat, data inflasi yang lebih panas dari perkiraan turut memperkuat dolar AS dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury. Situasi ini mengurangi daya tarik silver sebagai aset alternatif karena investor kini menilai peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini semakin kecil. Bahkan, pasar mulai membuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

Tekanan terhadap logam mulia juga datang dari revisi proyeksi UBS yang memangkas estimasi permintaan investasi silver global tahun ini menjadi 300 juta ounce dari sebelumnya lebih dari 400 juta ounce. Penurunan kebutuhan industri serta meningkatnya pasokan tambang disebut menjadi faktor utama. UBS juga memperkirakan defisit pasar silver global menyusut tajam menjadi sekitar 60 – 70 juta ounce, jauh lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang mencapai hampir 300 juta ounce.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam masih menunjukkan dominasi tekanan jual setelah harga gagal bertahan di area resistance 76.18 – 77.53. Struktur market memperlihatkan pola bearish lanjutan usai munculnya CHoCH dan breakdown area support sebelumnya. Selama harga bergerak di bawah zona invalidasi tersebut, peluang penurunan menuju area target 73.53 hingga 72.13 masih terbuka lebar.

Dari sisi teknikal, rebound yang terjadi terlihat masih terbatas dan berpotensi menjadi momentum sell on rally bagi pelaku pasar. Area supply di sekitar 76.28 menjadi titik penting untuk diperhatikan karena berfungsi sebagai batas penguatan jangka pendek. Jika tekanan jual kembali meningkat, silver berisiko melanjutkan pelemahan menuju strong low terdekat, sekaligus mempertegas tren turun yang masih mendominasi pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat dan menembus level US$106 per barel pada perdagangan Senin (18/05). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global setelah pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih mengalami kebuntuan. Situasi di Selat Hormuz yang belum sepenuhnya pulih juga memperbesar risiko distribusi minyak dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute ekspor energi paling penting di dunia.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran kehabisan waktu untuk mencapai kesepakatan baru dengan Washington. Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa negosiasi belum menunjukkan perkembangan berarti karena Amerika dianggap tidak memberikan konsesi nyata. Ketegangan semakin meningkat setelah sejumlah infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia dilaporkan menjadi sasaran serangan, termasuk fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab.

Tekanan terhadap pasar minyak juga bertambah setelah pemerintah AS membiarkan izin penjualan minyak mentah Rusia berakhir meski India meminta perpanjangan kebijakan tersebut. Selain itu, pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping pekan lalu belum menghasilkan langkah konkret untuk membuka kembali akses penuh Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak global dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada timeframe satu jam masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance penting di kisaran 100.683. Struktur market menunjukkan pola higher high dan break of structure (BOS) yang mengindikasikan dominasi buyer masih kuat. Selama harga bertahan di atas area buy zone 98.435, peluang kenaikan menuju target 104.005 tetap terbuka lebar. Momentum penguatan juga didukung munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) yang menandakan perubahan arah tren ke fase naik.

Secara teknikal, area 98.435 menjadi level invalidasi utama yang wajib dijaga agar skenario bullish tetap valid. Jika terjadi pullback sehat ke zona demand tersebut, pelaku pasar berpotensi memanfaatkan momentum buy lanjutan dengan target terdekat di area weak high sebelum melanjutkan penguatan lebih tinggi. Namun, apabila support ditembus, tekanan jual bisa kembali membawa harga menuju area demand berikutnya di bawah 96.000.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas turun di bawah level US$4.550 per ounce pada perdagangan Senin (18/05) setelah sebelumnya merosot hampir 4% sepanjang pekan lalu. Pelemahan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah yang mulai mendorong tekanan inflasi global. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menekan daya tarik logam mulia. Data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan membuat investor semakin yakin bahwa peluang penurunan suku bunga tahun ini semakin kecil. Bahkan, muncul spekulasi bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun guna mengendalikan inflasi yang terus meningkat.

Ketegangan geopolitik juga kembali memanas setelah Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Iran memiliki waktu terbatas untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Laporan media Iran menyebut proses negosiasi masih mengalami kebuntuan karena belum ada tawaran kompromi yang dianggap signifikan dari pihak AS. Selain itu, serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk Persia, termasuk fasilitas nuklir di United Arab Emirates, semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada grafik satu jam masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga gagal menembus area resistance di kisaran 4.542 hingga 4.566. Zona tersebut menjadi area sell kuat karena muncul penolakan harga berulang yang menandakan dominasi seller masih cukup besar. Selain itu, terbentuknya weak low mengindikasikan momentum pelemahan emas belum berakhir, terlebih harga masih bergerak di bawah area invalidasi resistance.

Secara teknikal, peluang penurunan masih terbuka menuju target support di level 4.485 hingga 4.463 apabila tekanan jual terus meningkat. Namun, jika harga mampu breakout dan bertahan di atas 4.566, skenario bearish berpotensi batal sehingga emas memiliki peluang rebound dalam jangka pendek. Saat ini pelaku pasar cenderung menunggu konfirmasi arah berikutnya di tengah tingginya volatilitas pasar global dan sentimen dolar AS yang masih kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak melonjak menembus US$87 per ounce pada perdagangan Rabu (13/05) dan mencetak level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Kenaikan ini membuat perak tampil lebih kuat dibanding logam mulia lainnya seiring meningkatnya optimisme terhadap permintaan industri global. Perak menjadi komoditas penting untuk elektronik, panel surya, hingga teknologi energi karena memiliki daya hantar listrik yang sangat tinggi.

Selain berfungsi sebagai aset lindung nilai seperti emas, perak juga mendapat dukungan dari sektor manufaktur yang mulai menunjukkan pemulihan. Kombinasi kebutuhan industri dan minat investasi membuat pergerakan harga logam ini semakin agresif di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar kembali memburu aset berbasis komoditas.

Meski tren masih positif, pasar tetap berhati-hati setelah data inflasi Amerika Serikat naik di atas perkiraan. Inflasi konsumen AS tercatat 3,8% pada April, lebih tinggi dari proyeksi 3,7%, sehingga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda pemangkasan suku bunga. Di sisi lain, harga minyak yang terus menguat akibat belum adanya kemajuan diplomasi konflik AS-Iran turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan menopang harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

XAGUSD bergerak stabil di area bullish setelah berhasil mempertahankan support kuat di kisaran 84.84. Pada timeframe 1 jam, harga perak masih menunjukkan pola kenaikan dengan peluang melanjutkan rally menuju resistance 87.79 sebagai target terdekat. Jika tekanan beli terus meningkat, area 89.10 berpotensi menjadi sasaran berikutnya sekaligus level tertinggi baru dalam jangka pendek.

Secara teknikal, momentum masih didominasi buyer selama harga bertahan di atas area golden ratio 84.84. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila XAGUSD turun menembus support tersebut karena dapat membuka ruang pelemahan menuju 83.01 sebagai area invalidasi. Sentimen inflasi global dan pergerakan dolar AS diperkirakan masih menjadi penggerak utama arah harga perak selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di bawah US$4.700 per ounce pada perdagangan Rabu (13/05) setelah data inflasi Amerika Serikat naik di atas perkiraan pasar. Inflasi konsumen AS tercatat 3,8% pada April, lebih tinggi dari estimasi 3,7%, sekaligus menjadi level tertinggi sejak Mei 2023. Kenaikan biaya energi akibat konflik Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga tersebut.

Data inflasi yang lebih kuat membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve. Investor kini memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, bahkan mulai muncul spekulasi kenaikan bunga pada tahun depan. Kondisi ini memperkuat dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menopang permintaan aset safe haven. Harga minyak terus menguat dalam tiga sesi terakhir karena negosiasi terkait konflik AS-Iran belum menunjukkan kemajuan berarti. Presiden Donald Trump juga mengumumkan langkah baru untuk menekan harga daging sapi dan bensin di tengah tekanan politik menjelang pemilu sela November, sementara pasar tetap mencermati dampaknya terhadap inflasi global dan pergerakan emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Tekanan bearish masih mendominasi pergerakan XAUUSD setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.712. Struktur candle pada timeframe 30 menit menunjukkan momentum jual kembali menguat usai muncul penolakan di zona supply, membuka peluang penurunan menuju support 4.671 hingga area target berikutnya di 4.655. Selama harga tetap bergerak di bawah 4.728, tren jangka pendek cenderung melemah.

Sentimen pasar juga dipengaruhi penguatan dolar AS pasca data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini membuat emas kehilangan tenaga rebound dan rawan melanjutkan koreksi apabila tekanan jual terus meningkat. Namun, jika harga mampu kembali menembus 4.712 dan bertahan di atas area tersebut, peluang pemulihan menuju resistance 4.728 kembali terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran US$102 per barel setelah menguat selama tiga sesi berturut-turut. Kenaikan ini dipicu konflik berkepanjangan di Timur Tengah yang terus mengganggu pasokan energi global, terutama akibat terbatasnya aktivitas di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dan gas dunia.

Upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sejauh ini belum menunjukkan hasil signifikan. Situasi semakin sensitif setelah Washington menolak respons terbaru Teheran terkait proposal perdamaian. Ketegangan di kawasan tersebut membuat distribusi minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar terganggu sehingga memicu kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan energi global.

Di sisi lain, inflasi Amerika Serikat pada April meningkat lebih tinggi dari perkiraan akibat lonjakan harga energi. Kondisi ini memperkuat tekanan terhadap perekonomian sekaligus mendukung kenaikan harga minyak. Pelaku pasar kini juga menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, meski isu perdagangan disebut masih menjadi fokus utama dibanding konflik Iran.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih bergerak dalam tren bullish meski sempat mengalami koreksi sehat setelah gagal menembus area resistance 99.32. Struktur harga pada grafik menunjukkan potensi pullback menuju zona golden ratio di kisaran 95.60 sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga bertahan di atas area support utama 93.30, peluang penguatan masih terbuka lebar didukung momentum pasar yang tetap solid.

Secara teknikal, area 95.60 menjadi titik penting yang berpotensi memicu rebound baru menuju target resistance 99.32 hingga 100.95. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support invalidasi, tren naik berisiko melemah dalam jangka pendek. Sentimen geopolitik Timur Tengah dan gangguan pasokan energi global masih menjadi katalis utama yang menopang pergerakan minyak dunia.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze