Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak melemah di kisaran US$79 per barel, melanjutkan penurunan hampir 7% pada perdagangan Senin (03/08). Tekanan jual muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda serangan baru terhadap Iran. Langkah tersebut meningkatkan harapan tercapainya kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah sekaligus menjaga kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Sentimen negatif juga datang dari keputusan OPEC+ yang terus meningkatkan produksi minyak. Bertambahnya pasokan di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan global membuat pasar menilai risiko kelebihan suplai semakin besar. Kondisi ini mendorong investor mengurangi ekspektasi kenaikan harga minyak dalam waktu dekat.

Ke depan, arah pergerakan WTI masih akan dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran serta kebijakan produksi OPEC+. Jika tensi geopolitik terus mereda dan pasokan tetap melimpah, harga minyak berpotensi berada di bawah tekanan. Sebaliknya, perubahan situasi di Timur Tengah atau gangguan distribusi energi dapat kembali memicu lonjakan volatilitas pasar.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, WTI Crude Oil masih berada dalam tren bearish setelah gagal bertahan di atas area resistance dan membentuk tekanan jual yang kuat. Harga kini bergerak di bawah area koreksi sekitar 79,65, menandakan dominasi penjual masih berlanjut. Selama minyak belum mampu kembali menembus level 81,09, peluang pemulihan diperkirakan masih terbatas.

Apabila tekanan jual terus berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 77,15 dan melanjutkan pelemahan menuju target berikutnya di 76,07. Sebaliknya, jika WTI berhasil menembus resistance dan bertahan di atas 81,09, momentum bullish berpeluang kembali terbentuk. Untuk saat ini, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah harga di area support maupun resistance sebelum membuka posisi baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali tertekan dan bergerak turun mendekati level US$4.000 per troy ons setelah Dolar AS bangkit dari pelemahannya. Penguatan mata uang AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli global sehingga minat terhadap aset safe haven ini mulai berkurang. Kondisi tersebut memicu aksi ambil untung yang semakin menekan pergerakan logam mulia.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi global. Risiko geopolitik yang membesar dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga energi, sehingga pasar mulai memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan tekanan inflasi.

Kombinasi penguatan Dolar AS, ekspektasi suku bunga tinggi, serta ketidakpastian geopolitik membuat pergerakan emas masih dibayangi volatilitas dalam jangka pendek. Selama sentimen tersebut belum berubah, peluang kenaikan emas diperkirakan tetap terbatas. Investor kini menantikan data ekonomi Amerika Serikat dan komentar terbaru pejabat The Fed sebagai petunjuk arah pergerakan harga emas berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAU/USD masih berada dalam fase bearish setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.079 – 4.100. Penolakan kuat di zona tersebut menunjukkan dominasi penjual masih tinggi, sementara harga kini bergerak di bawah area koreksi sekitar 4.063. Selama emas belum mampu kembali menembus resistance, tekanan turun diperkirakan tetap mendominasi dalam jangka pendek.

Jika momentum jual berlanjut, harga berpotensi menguji support pertama di 4.029, kemudian melanjutkan pelemahan menuju target utama di 4.009. Sebaliknya, skenario penurunan akan mulai melemah apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 4.079, yang dapat membuka peluang pemulihan menuju area 4.100. Untuk sementara, strategi yang lebih aman adalah menunggu konfirmasi pergerakan di sekitar level support dan resistance sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali bergerak melemah dan diperdagangkan di kisaran US$82,60 per barel pada sesi Asia, Jumat (31/07). Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya optimisme terhadap penyelesaian diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan tersebut muncul setelah adanya konfirmasi bahwa kedua negara tengah melanjutkan pembicaraan guna meredakan ketegangan, termasuk menjaga keamanan jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.

Sentimen pasar juga mendapat dorongan dari membaiknya aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz. Arus kapal tanker mulai meningkat setelah Angkatan Laut AS mengawal sejumlah kapal melintasi kawasan tersebut dengan aman. Di sisi lain, Arab Saudi menggagas pembentukan koalisi maritim bersama puluhan negara untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ancaman blokade dari kelompok Houthi yang berpotensi mengganggu perdagangan energi global.

Meski terkoreksi dalam beberapa hari terakhir, harga WTI masih berada di jalur mencatatkan kenaikan bulanan lebih dari 18% berkat kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Risiko tersebut semakin besar setelah serangan militer terbaru AS terhadap target Iran serta penutupan terminal ekspor minyak utama Kazakhstan di Laut Hitam akibat serangan drone di sekitar pelabuhan Novorossiysk. Kombinasi faktor geopolitik dan ancaman terhadap rantai pasok diperkirakan akan terus menjadi penentu utama arah pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik USOIL Spot timeframe 1 jam, harga masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance. Penolakan di sekitar 82.322 memperkuat peluang kelanjutan tren turun, sementara struktur harga menunjukkan dominasi penjual masih cukup kuat. Selama harga belum mampu menembus area 83.487 sebagai level invalidasi, skenario bearish tetap lebih diunggulkan dengan potensi pengujian kembali zona support terdekat.

Dari sisi teknikal, area 80.385 menjadi target awal penurunan dan apabila tekanan jual terus berlanjut, harga berpeluang bergerak menuju 79.708 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika WTI mampu menembus dan bertahan di atas 83.487, peluang pembalikan arah akan semakin terbuka sehingga pelaku pasar perlu mencermati konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan transaksi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas diperdagangkan di kisaran US$4.100 per troy ounce pada Jumat (31/07) setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh melemahnya dolar AS, menyusul dugaan intervensi pemerintah Jepang di pasar valuta asing untuk memperkuat nilai tukar yen. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Dukungan tambahan datang setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan meski tekanan inflasi kembali meningkat akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Meski demikian, potensi kenaikan harga emas masih dibatasi oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS berpeluang menaikkan suku bunga pada pertemuan September, dengan probabilitas yang kini diperkirakan mencapai sekitar 63%.

Di sisi geopolitik, militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah target Iran sebagai respons atas serangan terhadap aset AS di kawasan Timur Tengah. Situasi ini memperkecil peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat dan menjaga permintaan terhadap aset aman. Sepanjang bulan ini, emas diperkirakan membukukan kenaikan lebih dari 2%, sekaligus menjadi penguatan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik 4 jam menunjukkan harga sedang mengalami koreksi setelah gagal bertahan di area resistance sekitar 4.100. Meski demikian, struktur pasar masih mencerminkan kecenderungan bullish selama harga mampu bertahan di atas demand zone dan area retracement Fibonacci 61,8% – 78,6%. Zona 4.048 – 4.029 menjadi area penting yang berpotensi menarik kembali minat beli apabila tekanan jual berlanjut.

Apabila pantulan dari area tersebut berhasil terjadi, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju target pertama di kisaran 4.120, kemudian menguji 4.145 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika harga menembus demand zone dengan penutupan yang meyakinkan, peluang pelemahan menuju area support yang lebih rendah akan semakin terbuka. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan agar peluang transaksi lebih terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di bawah level 101 pada perdagangan Kamis (30/07) setelah mengalami pelemahan tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi usai Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuan, meskipun risiko inflasi meningkat akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Keputusan tersebut menunjukkan bank sentral masih memilih mencermati perkembangan ekonomi sebelum mengambil langkah berikutnya.

Meski suku bunga tidak berubah, tiga anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memberikan suara berbeda dengan mendukung kenaikan suku bunga. Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga bukan berarti kebijakan moneter menjadi longgar. Ia menekankan bahwa arah kebijakan selanjutnya akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa waktu mendatang.

Di sisi geopolitik, ketegangan kembali meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara baru ke Iran sebagai respons atas serangan terhadap pasukannya di kawasan. Upaya negosiasi juga belum menunjukkan kemajuan karena Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global, sementara pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga dari Bank of England dan Bank of Japan yang diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan mereka.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik H1 menunjukkan tekanan bearish masih mendominasi setelah harga menembus garis tren naik sekaligus mengonfirmasi Break of Structure (BOS). Penurunan tajam membawa harga mencapai area Target 2 sebelum terjadi pantulan teknikal. Selama DXY masih bergerak di bawah area 100.91 – 101.00, peluang pemulihan diperkirakan hanya bersifat koreksi sementara, sementara sentimen utama tetap cenderung melemah.

Apabila pantulan mampu membawa harga kembali ke area 100.91 – 101.07, pelaku pasar perlu mencermati potensi penolakan karena wilayah tersebut menjadi resistance terdekat. Jika tekanan jual kembali muncul, DXY berpotensi melanjutkan penurunan menuju 100.50, bahkan membuka peluang menguji zona demand di sekitar 100.25. Sebaliknya, penutupan harga di atas 101.07 dapat mengurangi tekanan bearish dan membuka ruang kenaikan menuju area supply berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah turun tipis ke bawah US$84 per barel pada perdagangan Kamis (30/07), namun masih mempertahankan sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya. Pasar tetap waspada setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan memberikan respons tegas atas serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Yordania. Di sisi lain, pembicaraan dengan Iran belum menunjukkan kemajuan karena Teheran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Situasi juga meluas ke Laut Merah, ketika kelompok Houthi yang didukung Iran mengancam memblokade Arab Saudi, sehingga mendorong Riyadh bergabung dengan Amerika Serikat dalam operasi militer terhadap kelompok yang berafiliasi dengan Teheran.

Dari sisi fundamental, harga minyak mendapat dukungan tambahan setelah persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat mencatat penurunan terbesar sejak pertengahan Juni. Cadangan minyak strategis negara itu juga terus menyusut selama 18 pekan berturut-turut, mencapai level terendah sejak 1983. Kombinasi pasokan yang semakin ketat dan risiko geopolitik diperkirakan akan membuat volatilitas harga minyak tetap tinggi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 83,15, yang kini berubah menjadi zona resistance. Struktur harga menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat, sehingga peluang koreksi lanjutan tetap terbuka selama harga belum mampu kembali menembus area tersebut. Jika tekanan jual berlanjut, target penurunan terdekat berada di kisaran 81,35, kemudian berpotensi menguji 80,92 sebagai support utama.

Di sisi lain, skenario bearish dapat batal apabila harga berhasil menembus dan bertahan di atas 84,15. Penembusan level ini berpotensi memicu perubahan momentum sekaligus membuka peluang penguatan menuju area resistance berikutnya. Untuk saat ini, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar level kunci agar keputusan transaksi memiliki peluang yang lebih terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas naik mendekati US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Kamis (30/07) setelah mendapat dorongan dari keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut memberikan sentimen positif bagi logam mulia karena kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pergerakan ini membuat minat investor terhadap aset safe haven kembali meningkat.

Meski demikian, arah kebijakan moneter Amerika Serikat masih menjadi perhatian pasar. Tiga anggota FOMC menginginkan kenaikan suku bunga, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa suku bunga dapat dinaikkan apabila inflasi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Di sisi lain, pasar memperkirakan Bank of England (BOE) dan Bank of Japan (BOJ) akan mempertahankan suku bunga sambil terus memantau perkembangan inflasi global.

Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran investor. Presiden Donald Trump berjanji memberikan respons tegas setelah serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Yordania. Sementara itu, negosiasi dengan Iran masih menemui jalan buntu karena Teheran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz. Kombinasi ketidakpastian kebijakan moneter dan risiko geopolitik berpotensi menjaga harga emas tetap kuat dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam fase pullback sehat setelah mencatat kenaikan tajam. Saat ini harga menguji area Fibonacci 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.070 – 4.042, yang berpotensi menjadi zona beli apabila mampu bertahan. Selama harga tetap berada di atas area tersebut, peluang melanjutkan tren naik masih terbuka dengan target awal di 4.117, kemudian mengarah ke 4.150 sebagai target berikutnya.

Sebaliknya, jika tekanan jual semakin kuat hingga menembus 4.042, momentum bullish berisiko melemah dan harga dapat bergerak turun menuju area 3.996 yang menjadi support penting sekaligus batas invalidasi skenario kenaikan. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi pantulan di area support sebelum mempertimbangkan posisi beli, sementara penembusan support utama dapat menjadi sinyal perubahan arah tren dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak bergerak menguat pada perdagangan Rabu (29/07) setelah mencatat pembalikan dalam dua sesi terakhir. Logam mulia ini kembali diperdagangkan di atas level $58,00, didorong oleh pelemahan tipis Dolar AS menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menjadi perhatian utama pelaku pasar pada dini hari nanti.

Mayoritas investor memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski begitu, bank sentral Amerika Serikat diperkirakan tetap menyoroti inflasi yang masih berada di atas target. Sikap tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat, sehingga dapat memberikan dukungan bagi Dolar AS dan membatasi kenaikan harga perak dalam jangka pendek.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah belum memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar. Investor masih berharap adanya jalur diplomasi yang mampu meredakan konflik. Namun, apabila situasi kembali memanas, permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS berpotensi meningkat, yang dapat memberikan tekanan baru pada harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAG/USD) pada grafik 1 jam masih mempertahankan peluang kenaikan setelah berhasil memantul dari area support dan membentuk struktur higher low. Saat ini harga sedang mengalami koreksi sehat di sekitar area Fibonacci 23,6% – 38,2%, yang berpotensi menjadi zona beli jika tekanan jual tetap terbatas. Selama harga mampu bertahan di atas area 57,38, momentum bullish masih dinilai cukup kuat.

Apabila pembeli kembali mendominasi, harga berpeluang menguji target pertama di 58,24, kemudian melanjutkan kenaikan menuju 58,62 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika support 57,38 ditembus, peluang pelemahan menuju 56,84 akan semakin terbuka sehingga skenario bullish menjadi tidak valid. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi arah sebelum mengambil posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di kisaran 101,3 pada perdagangan Rabu (29/07) setelah mengalami fluktuasi di awal pekan. Pelaku pasar kini memilih menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi karena sebagian investor tetap membuka peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Ekspektasi pasar juga menunjukkan peluang sekitar 80% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa biaya pinjaman di Amerika Serikat berpotensi tetap tinggi lebih lama. Harapan itu menjadi salah satu faktor yang menopang kekuatan dolar di tengah sikap hati-hati para investor.

Di sisi lain, perhatian pasar turut tertuju pada kembali naiknya harga minyak serta meningkatnya risiko inflasi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Militer Amerika Serikat mengklaim berhasil menggagalkan serangan mendadak Iran yang menargetkan pasukan AS di kawasan tersebut. Perkembangan ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas geopolitik dan berpotensi meningkatkan permintaan aset safe haven jika ketegangan terus berlanjut.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal menembus area supply di kisaran 101,23 – 101,32. Penolakan di area Fibonacci 50% menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat, sementara harga kini berada di sekitar level 23,6% (101,01) yang menjadi support terdekat. Selama DXY bertahan di bawah 101,12, peluang pemulihan diperkirakan masih terbatas.

Apabila tekanan jual berlanjut dan support 101,01 berhasil ditembus, DXY berpotensi melanjutkan penurunan menuju 100,91 hingga area demand di sekitar 100,80. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus 101,12, peluang rebound menuju 101,23 – 101,32 akan kembali terbuka. Pergerakan selanjutnya diperkirakan tetap sensitif terhadap hasil rapat Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berbalik menguat pada perdagangan sesi Asia, Rabu (29/07), setelah sebelumnya mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. WTI melonjak hampir 4% ke kisaran US$81,50 per barel, didorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen geopolitik tersebut kembali menjadi pendorong utama pergerakan harga energi global.

Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS di Timur Tengah. Di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali memperingatkan bahwa operasi militer terhadap Iran dapat dilanjutkan apabila proses negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Situasi semakin memanas setelah militer AS bersama Arab Saudi melakukan operasi gabungan di Irak, sementara ketidakpastian terkait keamanan Selat Hormuz terus menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dunia.

Dukungan tambahan datang dari ancaman blokade Laut Merah oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, sehingga meningkatkan risiko terganggunya jalur pengiriman energi internasional. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Selain itu, pelemahan Dolar AS turut meningkatkan daya tarik komoditas berbasis dolar, sehingga memperbesar peluang WTI melanjutkan penguatan, dengan perhatian investor kini tertuju pada hasil keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga USOIL berhasil memantul kuat setelah membentuk struktur Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan potensi perubahan arah jangka pendek menjadi lebih bullish. Saat ini harga bergerak di sekitar area 81,20 dan sedang menguji level retracement 23,6% Fibonacci sebagai zona penentu. Selama mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan menuju 82,17 tetap terbuka, dengan target lanjutan di 83,27 hingga 84,68 sebagai area resistance berikutnya.

Meski momentum beli mulai menguat, trader tetap perlu mewaspadai potensi koreksi sebelum tren naik berlanjut. Area 79,65 menjadi support penting yang berfungsi sebagai golden ratio, sedangkan 78,11 merupakan batas invalidasi skenario bullish. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 82,17, peluang melanjutkan reli menuju target yang lebih tinggi akan semakin besar. Sebaliknya, penembusan di bawah 78,11 dapat membuka ruang bagi tekanan jual yang lebih dalam.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze