Harga emas kembali menguat mendekati level $4.600 per ounce pada perdagangan Senin (25/05) setelah sempat tertekan pekan lalu. Kenaikan ini dipicu optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik serta menurunkan kekhawatiran inflasi global. Sentimen positif tersebut membuat minat beli emas kembali meningkat di tengah pasar yang mulai stabil.

Laporan terbaru menyebutkan kesepakatan AS-Iran berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan konflik, hingga membuka peluang negosiasi lanjutan terkait program nuklir Teheran. Meski demikian, Donald Trump menegaskan blokade di Selat Hormuz tetap diberlakukan sampai perjanjian resmi benar-benar tercapai. Sikap ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati karena risiko geopolitik masih membayangi pergerakan aset safe haven.

Di sisi lain, harga emas masih tercatat turun sekitar 13% sejak konflik Timur Tengah dimulai. Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat harga energi sebelumnya sempat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral. Investor kini juga mencermati arah suku bunga The Fed setelah Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, memberi sinyal bahwa bank sentral AS tidak lagi mempertahankan bias pelonggaran kebijakan moneternya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAUUSD pada timeframe 1 jam masih bergerak dalam struktur bullish setelah berhasil mempertahankan area demand kuat di kisaran 4.491 – 4.510. Harga saat ini terlihat melakukan pullback sehat menuju area golden ratio Fibonacci di sekitar 4.525 yang menjadi zona krusial untuk menentukan arah berikutnya. Selama support tersebut bertahan, peluang rebound menuju target resistance 4.604 hingga 4.635 masih terbuka lebar.

Momentum kenaikan juga didukung munculnya sinyal Change of Character (CHoCH) yang menandakan pergeseran arah pasar ke fase bullish jangka pendek. Namun, trader tetap perlu mewaspadai potensi tekanan jual apabila harga turun menembus area invalidasi support. Jika skenario itu terjadi, emas berisiko melanjutkan koreksi lebih dalam sebelum kembali menemukan kekuatan beli baru.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI naik mendekati USD98 per barel pada Jumat (22/05) setelah muncul laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran memerintahkan cadangan uranium yang diperkaya tetap berada di dalam negeri. Langkah tersebut dinilai memperumit negosiasi damai dengan Amerika Serikat karena penghentian program nuklir Teheran masih menjadi tuntutan utama Washington.

Di sisi lain, Iran dikabarkan tengah bekerja sama dengan Oman untuk menyusun sistem tarif permanen di Selat Hormuz yang dapat memperkuat kendali terhadap jalur pelayaran penting dunia itu. Presiden Donald Trump menolak rencana tersebut dan menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka serta bebas dari pungutan biaya bagi kapal internasional.

Meski harga minyak menguat pada perdagangan akhir pekan, kontrak WTI masih melemah lebih dari 3% secara mingguan karena pasar tetap berharap tercapainya kesepakatan antara pihak yang berkonflik. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menyebut adanya sinyal positif terkait peluang terciptanya kesepakatan baru dengan Iran, sementara mediator dari Pakistan dijadwalkan mengunjungi Teheran untuk membahas proposal terbaru dari Washington.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 30 menit terlihat masih bergerak dalam tekanan turun setelah gagal menembus area resistance di kisaran 97.37. Munculnya rejection di zona Fibonacci 61.8% hingga 100% memperkuat sinyal bearish, sementara struktur harga membentuk lower high yang menandakan seller masih menguasai pergerakan pasar. Selama harga bertahan di bawah area invalidasi tersebut, potensi penurunan masih terbuka.

Saat ini support terdekat berada di area 96.28 dan menjadi level penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpeluang turun menuju target 95.61 hingga 95.18. Namun, apabila minyak berhasil kembali naik dan menembus resistance 97.37, peluang rebound jangka pendek dapat terbentuk dengan potensi perubahan momentum pasar.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di atas level $4.500 per ounce pada perdagangan Jumat (22/05) dan diperkirakan menutup pekan dengan pergerakan terbatas. Pelaku pasar masih berhati-hati setelah muncul sinyal yang saling bertentangan terkait negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga global.

Iran menyebut proposal terbaru dari AS mulai mempersempit perbedaan kedua negara. Namun, laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran meminta cadangan uranium tetap berada di dalam negeri membuat proses negosiasi semakin rumit. Di sisi lain, Iran juga dikabarkan berdiskusi dengan Oman mengenai sistem tarif permanen di Selat Hormuz untuk memperkuat kendali jalur pengiriman minyak, meski Presiden Donald Trump menolak rencana tersebut.

Meski harga emas cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir, nilainya masih turun sekitar 14% sejak konflik memanas. Investor kini khawatir lonjakan harga energi dapat memicu tekanan inflasi baru yang mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAUUSD pada timeframe satu jam menunjukkan harga mulai bertahan di area support Fibonacci 61,8% di kisaran 4.515 setelah sempat mengalami tekanan jual. Munculnya pantulan dari area golden ratio mengindikasikan buyer masih menjaga momentum kenaikan, terlebih harga bergerak di dalam pola ascending support yang belum ditembus. Jika tekanan beli kembali meningkat, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 4.558 hingga target berikutnya di area 4.578.

Namun, peluang bullish masih perlu dikonfirmasi dengan kemampuan harga bertahan di atas level support utama tersebut. Apabila XAUUSD turun menembus area 4.515, tekanan bearish dapat semakin kuat dan membuka jalan menuju level invalidasi di sekitar 4.488. Selama support tetap terjaga, sentimen jangka pendek masih cenderung positif dengan potensi rebound lanjutan dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak dunia (XAG/USD) kembali menguat pada perdagangan Kamis (21/05) setelah berhasil bangkit dari level terendah hampir dua pekan di area 72.97. Pada sesi Asia, logam mulia ini bergerak naik menembus area 76.00 dan mencatat kenaikan untuk hari kedua berturut-turut. Meski begitu, pergerakan harga masih berada di bawah puncak mingguan yang tercipta pada awal pekan sehingga pasar tetap mencermati peluang breakout lanjutan.

Secara teknikal, XAG/USD saat ini menghadapi area resistance penting di sekitar 76.75 yang merupakan pertemuan antara SMA 100 jam dan level Fibonacci 23.6 persen. Jika harga mampu menembus zona tersebut secara konsisten, momentum bullish diperkirakan semakin kuat dan membuka peluang kenaikan menuju area Fibonacci 38.2 persen di 79.21 hingga target berikutnya di sekitar 81.14. Indikator RSI yang berada dekat level 57 serta MACD yang masih bergerak di area positif menunjukkan tekanan jual mulai mereda.

Di sisi lain, support utama masih berada di area 72.97 yang menjadi titik dasar siklus pergerakan terbaru. Level tersebut diperkirakan menjadi zona pertahanan penting bagi buyer apabila tekanan koreksi kembali muncul. Selama harga bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan perak dalam jangka pendek dinilai masih cukup terbuka.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak XAG/USD masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami koreksi dari area resistance kuat di sekitar 78.00. Pada grafik satu jam, harga terlihat bertahan di atas demand zone 73.90 – 73.07 yang menjadi area penting bagi buyer untuk menjaga momentum bullish tetap hidup. Struktur market juga menunjukkan potensi rebound selama support utama tidak ditembus secara agresif.

Secara teknikal, area 76.94 menjadi target kenaikan terdekat apabila harga berhasil kembali stabil di atas level Fibonacci 38.2 persen. Jika momentum beli semakin kuat, perak berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di sekitar 78.00. Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga turun menembus area invalidasi support 73.07, maka risiko pelemahan lebih dalam menuju strong low kembali terbuka.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS melemah ke area 99 pada perdagangan Kamis (21/05) setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam enam pekan. Pelemahan ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen tersebut mengurangi permintaan aset safe haven sekaligus menekan kekhawatiran inflasi global.

Presiden Donald Trump menyebut negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir, memunculkan harapan bahwa Selat Hormuz segera kembali dibuka untuk aktivitas pengiriman internasional. Prospek normalisasi jalur perdagangan energi membuat harga minyak dunia turun tajam sehingga tekanan inflasi diperkirakan ikut mereda. Kondisi ini juga mengurangi ekspektasi pasar terhadap langkah agresif bank sentral dalam menaikkan suku bunga.

Meski demikian, risalah pertemuan terbaru Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi tetap berada di atas target 2%. Saat ini pelaku pasar masih memperkirakan suku bunga akan ditahan hingga akhir tahun, namun probabilitas kenaikan pada Desember tetap berada di kisaran 50 persen. Situasi tersebut membuat pergerakan dolar AS diperkirakan tetap fluktuatif dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 99.203. Pada grafik satu jam, muncul pola Change of Character (CHoCH) yang menandakan perubahan arah tren dari bullish menuju pelemahan. Harga saat ini juga tertahan di area golden ratio 99.000, sehingga peluang koreksi lanjutan masih cukup dominan selama belum mampu breakout ke atas resistance tersebut.

Secara teknikal, area 98.520 menjadi target penurunan terdekat apabila tekanan jual kembali meningkat. Jika level itu ditembus, DXY berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di sekitar 98.345. Sementara itu, skenario penguatan baru akan terbuka apabila indeks dolar berhasil kembali menembus dan bertahan di atas zona supply sehingga momentum bullish dapat kembali terbentuk dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak dunia jenis WTI kembali stabil di kisaran USD99 per barel pada perdagangan Kamis (21/05) setelah sebelumnya anjlok lebih dari 5%. Pergerakan ini dipicu pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebut negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran telah memasuki tahap akhir. Kabar tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap kemungkinan pulihnya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.

Iran saat ini tengah meninjau rancangan terbaru dari proposal Washington yang mencakup 14 poin penting. Jika kesepakatan tercapai, blokade laut kedua negara di Selat Hormuz berpotensi dicabut sehingga jalur pengiriman minyak global kembali lancar. Optimisme pasar juga diperkuat data satelit yang menunjukkan tiga kapal tanker raksasa berhasil melintas di jalur strategis tersebut setelah gangguan distribusi sejak Maret lalu.

Meski begitu, analis menilai pasar minyak fisik global masih akan menghadapi tekanan pasokan dalam beberapa waktu ke depan. Pengiriman minyak dari Teluk Persia membutuhkan hampir dua bulan untuk mencapai negara tujuan sehingga dampak pemulihan distribusi tidak akan terasa instan. Selain itu, CEO Abu Dhabi National Oil Co. memperkirakan pemulihan penuh arus minyak Timur Tengah baru dapat terjadi paling cepat pada akhir 2027.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah gagal menembus area resistance kuat di sekitar 104.148. Pada grafik satu jam, pergerakan membentuk pola bearish dengan munculnya CHoCH serta penolakan di supply zone yang menandakan dominasi seller masih cukup besar. Selama harga bertahan di bawah area golden ratio 100.700 – 101.100, peluang pelemahan menuju support 96.239 tetap terbuka lebar.

Tekanan jual juga diperkuat struktur lower high yang menunjukkan momentum kenaikan mulai melemah. Jika support pertama berhasil ditembus, pergerakan berpotensi melanjutkan penurunan ke area 94.080 sebagai target berikutnya. Sementara itu, skenario bullish baru akan muncul apabila harga mampu breakout dan bertahan di atas resistance utama sehingga membuka peluang pembalikan arah dalam jangka pendek.

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak stabil di kisaran $4.540 pada awal perdagangan Asia, Kamis (21/05). Pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk ancaman terkait Selat Hormuz. Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data awal Purchasing Managers Index (PMI) Amerika Serikat periode Mei yang diperkirakan memengaruhi arah pergerakan pasar global.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran telah memasuki tahap akhir sehingga memunculkan optimisme akan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Meski begitu, Trump kembali menegaskan kemungkinan serangan lanjutan apabila Iran tidak memenuhi tuntutan Washington. Situasi geopolitik tersebut membuat investor tetap berhati-hati karena berpotensi memicu volatilitas pada aset safe haven seperti emas.

Di sisi lain, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) April menunjukkan sebagian besar pejabat Federal Reserve khawatir tekanan inflasi akan terus meningkat akibat konflik Iran. Bank sentral AS bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi bertahan di atas target 2%. Kondisi ini dapat menjadi faktor penting bagi pergerakan harga emas, terutama karena perubahan kebijakan suku bunga sering memengaruhi minat investor terhadap logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada timeframe satu jam terlihat mulai membangun momentum bullish setelah berhasil keluar dari pola descending channel. Pergerakan saat ini berada di area support Fibonacci 23,6% hingga 38,2% yang menjadi zona krusial bagi buyer untuk mempertahankan tren kenaikan. Jika tekanan beli kembali menguat, potensi kenaikan menuju resistance 4.602 bahkan 4.643 masih terbuka lebar dalam jangka pendek.

Namun, trader tetap perlu mewaspadai area invalidasi di sekitar 4.453 yang menjadi batas penting perubahan arah harga. Selama XAU/USD mampu bertahan di atas area buy, peluang rebound masih dominan meski volatilitas pasar global terus meningkat. Konfirmasi bullish tambahan akan semakin kuat apabila harga sukses menembus resistance minor dan membentuk higher high baru pada sesi perdagangan berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Rabu (20/05), mendekati level terlemah sepanjang sejarah. Tekanan terhadap mata uang Garuda masih kuat seiring indeks dolar AS bertahan di posisi tertinggi dalam enam pekan terakhir. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut meningkatkan kekhawatiran inflasi global, sehingga memunculkan pandangan bahwa suku bunga AS berpotensi tetap tinggi lebih lama.

Pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia yang diumumkan hari ini. Mayoritas analis memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,0 persen, kenaikan pertama sejak Oktober lalu. Selain dipicu arus modal asing keluar, tekanan terhadap rupiah diperparah risiko fiskal dan potensi lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, perhatian investor tertuju pada data transaksi berjalan kuartal pertama setelah sebelumnya Indonesia mencatat defisit akibat meningkatnya impor minyak. Pemerintah pun mulai mengambil langkah stabilisasi dengan menyuntikkan dana sekitar Rp2 triliun per hari ke pasar obligasi guna menjaga nilai tukar dan meredam aksi jual asing. Selain itu, pemerintah dikabarkan tengah menawarkan obligasi berdenominasi dolar AS dan euro untuk memperkuat pendanaan negara di tengah volatilitas pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USD/IDR pada grafik empat jam masih menunjukkan tren bullish kuat setelah berhasil menembus area resistance penting di kisaran 17.520. Break of structure yang terbentuk memperkuat dominasi buyer, ditambah harga kini bergerak stabil di atas garis tren naik. Momentum penguatan dolar AS terhadap rupiah juga terlihat dari candle yang bertahan dekat level tertinggi terbaru atau weak high di area 17.700, menandakan tekanan beli masih cukup solid dalam jangka pendek.

Secara teknikal, area demand zone di rentang 17.470 hingga 17.330 menjadi titik krusial apabila terjadi koreksi harga. Selama USD/IDR bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan menuju resistance psikologis berikutnya tetap terbuka. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus area support terdekat, potensi pelemahan sementara bisa membawa pergerakan kembali ke area konsolidasi sebelumnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak turun di bawah USD75 per ons pada perdagangan Rabu (20/05) setelah anjlok lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Tekanan pasar muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Washington dapat melanjutkan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan apabila negosiasi perdamaian gagal mencapai kesepakatan.

Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah turut memperburuk sentimen pasar komoditas. Penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan risiko kenaikan suku bunga global. Kondisi tersebut membuat investor mulai mengurangi eksposur pada aset logam mulia seperti perak karena pasar khawatir tekanan inflasi akan semakin sulit dikendalikan.

Selain dipengaruhi faktor geopolitik, harga silver juga kehilangan momentum positif yang sebelumnya didorong oleh optimisme sektor kecerdasan buatan dan meningkatnya kebutuhan logam industri untuk pembangunan pusat data. Pelemahan ini menunjukkan pasar mulai beralih ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor kini menanti perkembangan hubungan AS-Iran serta arah kebijakan bank sentral yang berpotensi menentukan pergerakan harga perak selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAGUSD pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance kuat di kisaran 74.200 – 74.900. Pergerakan harga yang tertahan di zona golden ratio Fibonacci 61,8% menunjukkan dominasi seller masih cukup besar. Selama harga bergerak di bawah area invalidasi resistance, peluang penurunan menuju support 72.564 masih terbuka, bahkan berpotensi melemah lebih dalam ke level 71.937 apabila tekanan jual terus meningkat.

Secara teknikal, struktur market memperlihatkan pola lower high yang mengindikasikan tren turun belum selesai. Area 73.500 menjadi titik penting yang menentukan arah pergerakan jangka pendek. Jika buyer gagal mempertahankan support tersebut, maka koreksi diperkirakan semakin agresif. Namun, apabila harga mampu kembali naik dan menembus resistance utama, silver berpeluang memicu rebound untuk menguji area supply berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di atas USD104 per barel pada perdagangan Rabu (20/05) setelah sempat tertekan pada sesi sebelumnya. Pasar energi global bergerak hati-hati menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang kembali mengancam melanjutkan serangan militer terhadap Iran apabila kesepakatan damai dengan Amerika Serikat tidak tercapai. Sentimen geopolitik ini langsung memengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan energi.

Ketegangan di Timur Tengah semakin menjadi perhatian karena konflik telah memasuki pekan ke-12 dan berdampak besar pada jalur distribusi minyak global. Penutupan Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute pelayaran energi paling strategis di dunia, membuat arus pengiriman minyak terganggu. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga komoditas energi sekaligus memicu kekhawatiran inflasi di berbagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah.

Di sisi lain, laporan terbaru menyebutkan bahwa NATO sedang mempertimbangkan pengawalan kapal dagang di kawasan Selat Hormuz apabila jalur tersebut tetap tertutup hingga awal Juli. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan tensi geopolitik sekaligus menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan global. Investor kini terus memantau perkembangan diplomasi internasional karena setiap perubahan situasi berpotensi memengaruhi harga minyak dan stabilitas ekonomi dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 30 menit masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil bertahan di area support kuat 101.950–102.000. Pantulan dari zona golden ratio Fibonacci 61,8% di sekitar 102.790 menunjukkan buyer mulai kembali mendominasi pasar. Selama harga tetap berada di atas area invalidasi support, peluang kenaikan menuju resistance 104.750 masih terbuka lebar, bahkan berpotensi melanjutkan penguatan ke target 105.510 apabila momentum beli meningkat.

Secara teknikal, struktur market saat ini memperlihatkan pola higher low yang mengindikasikan tren naik belum berakhir. Area 103.000 menjadi titik krusial untuk mengonfirmasi kelanjutan bullish dalam jangka pendek. Namun, jika tekanan jual kembali muncul dan harga turun menembus support utama, maka USOIL berisiko mengalami koreksi lebih dalam sebelum melanjutkan pergerakan berikutnya. Trader disarankan mencermati reaksi harga di area support dan resistance untuk menentukan arah transaksi selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze