Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot ke kisaran $88 per barel pada hari Jumat (29/05). Penurunan tajam ini dipicu oleh laporan mengenai kesepakatan tentatif antara Amerika Serikat dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, ada rencana pembukaan kembali pelayaran tanpa batas di Selat Hormuz, termasuk komitmen Teheran untuk membersihkan ranjau di jalur perairan vital tersebut dalam waktu satu bulan.

Kabar baik ini sukses memicu optimisme pasar hingga membuat tolok ukur minyak AS tersebut merosot lebih dari 12% sepanjang bulan ini. Kendati demikian, kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final. Presiden Donald Trump dilaporkan belum memberikan persetujuan resmi, sementara Wakil Presiden JD Vance turut memperingatkan bahwa kepastian dan waktu penandatanganan kontrak tersebut masih sangat abu-abu.

Di luar angin segar diplomasi ini, jalan menuju perdamaian abadi sebenarnya masih menghadapi rintangan besar. Pasar global tetap mengawasi isu-isu krusial yang belum terselesaikan, mulai dari ambisi nuklir Iran, hak kendali atas Selat Hormuz, hingga tuntutan penghapusan sanksi ekonomi. Dinamika geopolitik inilah yang membuat pergerakan harga energi ke depan masih sangat fluktuatif.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik harga minyak mentah (WTI Oil Spot) pada kerangka waktu 1 jam (1h) menunjukkan dominasi tren turun (bearish) yang sangat solid setelah mengalami pembalikan struktur pasar (Change of Character / CHoCH). Pergerakan lilin (candlestick) saat ini tertahan di bawah garis tren turun (downtrend line) utama serta area resistensi penting di kisaran $88.72. Selama harga gagal menembus ke atas level invalidasi tersebut, sentimen negatif diproyeksikan akan terus menekan komoditas energi ini untuk melanjutkan penurunan jangka pendeknya.

Memasuki awal Juni, potensi pelemahan harga terbuka lebar menuju zona target Fibonacci ekspansi berikutnya setelah menembus level Weak Low di $86.21. Jika tekanan jual terus konsisten, penurunan kemungkinan besar akan berlanjut secara bertahap menuju target support psikologis di $84.84 hingga area krusial $83.10. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati konfirmasi aksi harga (price action) di sekitar level masuk posisi $87.47 guna mengantisipasi kelanjutan momentum bearish ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bertahan di sekitar level USD 4.500 per ounce pada perdagangan Jumat (29/05) setelah sempat pulih di sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi usai muncul laporan mengenai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta arah suku bunga global. Sentimen tersebut membuat tekanan di pasar komoditas mulai mereda dan investor kembali mencermati perkembangan geopolitik terbaru.

Washington dan Teheran dikabarkan tengah membahas perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari sekaligus membuka negosiasi terkait program nuklir Iran. Selain itu, kedua negara juga mempertimbangkan akses pelayaran tanpa hambatan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia. Meski begitu, Presiden Donald Trump disebut belum menyetujui proposal tersebut, sementara Wakil Presiden JD Vance menilai pembicaraan masih berada pada tahap awal dan belum ada kepastian mengenai tercapainya kesepakatan final.

Sejak akhir Februari, harga emas mengalami tekanan jual cukup kuat setelah lonjakan harga minyak akibat konflik Iran memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Kondisi itu memperbesar ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat. Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga tetap sepanjang tahun ini, walau para pejabatnya terus mengingatkan risiko inflasi yang belum sepenuhnya mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik pemantauan terbaru pada timeframe 30 menit (M30), pergerakan harga emas (XAUUSD) menunjukkan potensi koreksi sehat pasca mengalami lonjakan bullish yang signifikan. Menggunakan perangkat Fibonacci Retracement, terlihat jelas adanya area koreksi ideal yang ditandai sebagai Zona Buy pada kisaran level $4.497 hingga $4.508 (berada di sekitar level psikologis $4.500 dan rasio Fibonacci 50% – 61.8%). Penurunan saat ini cenderung tertahan di garis support horizontal biru, mengindikasikan adanya akumulasi beli awal yang mencoba menjaga struktur tren naik tetap utuh sebelum melanjutkan reli menuju target berikutnya.

Strategi perdagangan kali ini mengandalkan pembalikan arah harga dari zona pantul tersebut dengan menetapkan dua target keuntungan utama. Target pertama berada pada titik netral di kisaran $4.520, sedangkan target kedua yang lebih optimis diproyeksikan mencapai level tertinggi baru di sekitar $4.529. Demi menjaga manajemen risiko yang disiplin, level Invalidasi Support ditempatkan secara ketat pada angka $4.488 (Fibonacci 100%). Jika harga menembus ke bawah batas proteksi ini, maka skenario pemulihan bullish dianggap gagal dan pasar berpotensi melanjutkan pelemahan ke area yang lebih rendah.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Indeks dolar AS kembali menguat dan menembus level 99,3 pada perdagangan Kamis (28/05), mendekati posisi tertinggi dalam tujuh pekan terakhir. Penguatan mata uang AS dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah muncul laporan serangan baru Amerika Serikat terhadap fasilitas militer Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap stabilitas global sekaligus meningkatkan permintaan aset berbasis dolar sebagai safe haven.

Hubungan Washington dan Teheran juga masih memanas karena perbedaan pandangan terkait Selat Hormuz serta program nuklir Iran. Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin waspada terhadap potensi lonjakan inflasi energi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter global. Ketidakpastian geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan dolar dalam beberapa sesi terakhir.

Di sisi lain, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral AS. Ia menyebut tekanan harga konsumen masih tinggi meskipun pasar tenaga kerja tetap solid. Investor kini menanti rilis indeks PCE, indikator inflasi favorit Federal Reserve, untuk mencari petunjuk baru terkait arah suku bunga. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun berada di kisaran 50%.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 4 jam menunjukkan sinyal bullish setelah berhasil membentuk struktur Change of Character (CHoCH) di area demand kuat sekitar 98.955. Munculnya candle bullish pinbar menjadi indikasi bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi pasar setelah fase konsolidasi cukup panjang. Selama harga mampu bertahan di atas zona support tersebut, peluang penguatan menuju area resistance 99.700 hingga 99.800 masih terbuka lebar.

Secara teknikal, pergerakan DXY saat ini juga didukung pola higher low yang mengisyaratkan momentum naik mulai terbentuk. Area invalidasi berada di level 98.651, sehingga penurunan di bawah zona itu berpotensi membatalkan skenario bullish jangka pendek. Jika buyer tetap menjaga momentum, indeks dolar berpeluang melanjutkan reli dan mencetak level tertinggi baru dalam beberapa pekan terakhir.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI kembali menguat menembus level $90 per barel pada perdagangan Kamis (28/05) setelah sempat tertekan di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah. Pelaku pasar semakin khawatir setelah muncul laporan serangan baru AS ke Iran yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga minyak dunia. Iran dikabarkan tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz sekaligus melanjutkan program nuklirnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan Washington tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan serta menolak pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Meski harga minyak hari ini bergerak naik, pasar masih membayangi potensi pelemahan mingguan kedua berturut-turut. Investor menilai peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan. Jika jalur perdagangan di Selat Hormuz kembali normal, tekanan terhadap pasokan global dapat mereda dan harga minyak berpotensi stabil kembali.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan USOIL pada timeframe 1 jam mulai menunjukkan sinyal penguatan setelah berhasil bertahan di area support 89.020. Pergerakan candle bullish yang muncul dari zona koreksi menandakan buyer kembali mendominasi pasar. Struktur harga juga membentuk pantulan sehat di atas area Fibonacci 23.6%, membuka peluang kenaikan lanjutan menuju target resistance 90.018 hingga 90.707 dalam jangka pendek.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai area invalidasi di kisaran 88.433. Jika harga turun menembus level tersebut, tekanan jual berpotensi kembali membawa minyak menuju support lebih rendah. Selama harga bertahan di atas area koreksi, tren bullish masih cukup kuat dan peluang rebound tetap terbuka seiring meningkatnya sentimen positif di pasar energi global.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas bergerak di dekat level $4.450 per ounce pada perdagangan Kamis (28/05) setelah melemah selama dua sesi berturut-turut. Tekanan terhadap logam mulia muncul di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang masih menyisakan banyak perbedaan penting. Pasar kini fokus pada risiko inflasi global dan kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Iran tetap bersikeras mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta melanjutkan program nuklirnya, sementara Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan menerima kesepakatan yang dianggap merugikan. Washington juga menolak pelonggaran sanksi ekonomi meski Teheran meminta bantuan finansial dan penghentian serangan. Situasi ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap potensi gejolak energi dunia.

Meski peluang tercapainya kesepakatan mulai terbuka, harga energi yang masih tinggi diperkirakan terus memicu tekanan inflasi global. Kondisi tersebut dapat membuat bank sentral menunda rencana pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Di tengah sentimen tersebut, harga emas tercatat sudah turun lebih dari 15% sejak konflik dimulai, menandakan investor mulai mengurangi minat terhadap aset safe haven.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan kenaikan di area resistance 4.464. Pergerakan pada grafik 30 menit menunjukkan munculnya sinyal perubahan karakter pasar atau CHoCH yang diikuti penurunan tajam hingga menembus support penting di kisaran 4.428. Kondisi ini menandakan seller kembali mendominasi dan membuka peluang pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.

Secara teknikal, area 4.428 kini menjadi resistance terdekat yang perlu diperhatikan apabila terjadi pullback. Selama harga tetap bergerak di bawah zona tersebut, potensi penurunan menuju level 4.366 hingga area target 4.322 masih cukup besar. Sentimen bearish juga diperkuat oleh struktur lower high dan breakdown support yang memperlihatkan momentum jual masih kuat di pasar emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak bergerak menguat di atas level US$77 per ounce pada perdagangan Selasa (26/05) setelah melonjak hampir 4% di sesi sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur penting Selat Hormuz. Sentimen tersebut mendorong minat investor kembali masuk ke aset logam mulia setelah tekanan besar dalam beberapa pekan terakhir.

Perundingan antara Washington dan Teheran dikabarkan berfokus pada perpanjangan gencatan senjata selama sekitar dua bulan. Dalam skenario itu, AS disebut akan melonggarkan blokade, sementara Iran membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz. Meski demikian, proses negosiasi masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait program nuklir Iran serta keinginan Teheran untuk tetap mengontrol lalu lintas maritim di kawasan strategis tersebut.

Di sisi lain, penurunan tajam harga minyak membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan potensi kenaikan suku bunga lanjutan. Walau perak berhasil rebound dalam jangka pendek, harga logam ini masih terkoreksi sekitar 17% sejak konflik memanas. Kondisi itu menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap risiko ekonomi dan arah kebijakan bank sentral ke depan.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak XAG/USD pada grafik 4 jam terlihat mengalami tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance 78.80. Munculnya pola bearish disertai break struktur jangka pendek menunjukkan seller kembali mendominasi pasar. Penurunan tajam juga membawa harga masuk ke area demand zone di kisaran 75.70 – 74.90 yang kini menjadi titik penting untuk menentukan arah berikutnya.

Secara teknikal, area demand tersebut berpotensi memicu rebound apabila mampu menahan tekanan jual. Jika buyer kembali aktif, harga berpeluang naik menuju resistance 78.80 hingga target lanjutan di sekitar 79.88. Namun, apabila support 74.90 ditembus, tekanan bearish dapat semakin dalam dan membuka ruang pelemahan menuju area low berikutnya. Pergerakan selanjutnya diperkirakan masih sensitif terhadap sentimen pasar dan kekuatan dolar AS.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI bertahan di kisaran 91 dolar AS per barel pada Selasa (26/05) setelah anjlok lebih dari 6% pada sesi sebelumnya. Penurunan tajam ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur penting Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Presiden Donald Trump menyebut proses negosiasi berjalan positif, meski tetap memperingatkan kemungkinan serangan baru apabila pembicaraan gagal mencapai hasil. Sementara itu, mediator dari Pakistan dikabarkan telah memberi sinyal kepada China bahwa kesepakatan kedua negara semakin dekat. Dalam pembahasan saat ini, Washington dan Teheran disebut tengah menyusun kerangka gencatan senjata sekitar dua bulan, di mana Amerika Serikat akan mencabut blokade dan Iran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

Walau sentimen pasar mulai membaik, sejumlah persoalan utama masih menjadi hambatan besar dalam perundingan tersebut. Program nuklir Iran serta tuntutan Teheran untuk tetap mengendalikan lalu lintas maritim di kawasan strategis itu masih menjadi perdebatan utama. Di sisi lain, ketegangan di sekitar Selat Hormuz belum sepenuhnya reda setelah muncul laporan mengenai serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap kapal Iran, sehingga investor tetap waspada terhadap potensi lonjakan volatilitas harga minyak dunia.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada timeframe 30 menit menunjukkan sinyal pemulihan setelah bergerak dalam pola falling channel yang sebelumnya menekan pergerakan harga. Saat ini minyak berhasil rebound dari area support kuat di sekitar 88.700 dan mulai mendekati resistance penting di kisaran 91.090. Struktur pergerakan yang mulai membentuk higher low memberi indikasi bahwa tekanan jual mulai mereda dan buyer perlahan kembali mendominasi pasar.

Jika harga mampu bertahan di atas area golden ratio Fibonacci 61,8%, peluang kenaikan menuju target 91.740 hingga 92.560 semakin terbuka. Sebaliknya, apabila minyak kembali turun menembus support 88.700, potensi pelemahan lanjutan dapat membawa harga menuju area lower channel berikutnya. Trader disarankan menunggu konfirmasi breakout untuk memastikan arah pergerakan selanjutnya di tengah volatilitas pasar energi yang masih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga emas kembali menguat dan diperdagangkan di atas 4.550 dolar AS per ounce pada Selasa (26/05) setelah mencatat kenaikan sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Penguatan ini dipicu oleh kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan yang berpotensi mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Optimisme pasar meningkat karena pembicaraan kedua negara dinilai menunjukkan perkembangan positif.

Negosiasi antara Washington dan Teheran disebut berfokus pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Dalam skema tersebut, Amerika Serikat dikabarkan akan melonggarkan blokade, sementara Iran membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Meski demikian, proses menuju kesepakatan penuh masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait program nuklir Iran dan keinginan Teheran mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di kawasan penting tersebut.

Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami penurunan tajam sehingga membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global. Kondisi ini juga mengurangi tekanan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral. Walaupun emas sempat rebound, nilainya masih melemah sekitar 13% sejak konflik dimulai karena investor sebelumnya khawatir krisis energi dapat memicu inflasi berkepanjangan dan kebijakan moneter yang lebih ketat.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas XAUUSD pada timeframe satu jam terlihat mengalami tekanan jual setelah gagal menembus area resistance di kisaran 4.581. Pergerakan bearish muncul usai terbentuk struktur Change of Character (CHoCH) yang menandakan momentum buyer mulai melemah. Saat ini harga bergerak mendekati area Fibonacci 50% di sekitar 4.536, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, market berpotensi turun menuju demand zone kuat di area 4.514 hingga 4.491.

Meski demikian, peluang rebound masih terbuka apabila emas mampu bertahan di atas support tersebut. Area demand zone menjadi titik krusial yang berpotensi memicu pantulan harga menuju target resistance 4.581 hingga 4.606. Sentimen bullish dapat kembali menguat apabila buyer berhasil mengambil alih momentum dan mendorong breakout ke atas resistance terdekat. Trader disarankan tetap memperhatikan konfirmasi candle serta manajemen risiko karena volatilitas emas masih cukup tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga perak menguat mendekati level $78 per ounce pada perdagangan Senin (25/05) setelah berhasil bangkit dari tekanan pekan lalu. Kenaikan ini didorong meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan risiko inflasi global serta mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Laporan terbaru menyebutkan kesepakatan tersebut berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan konflik, hingga membuka jalan bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran. Meski begitu, Donald Trump menegaskan blokade Selat Hormuz tetap dipertahankan sampai kesepakatan resmi benar-benar tercapai. Pernyataan ini membuat pelaku pasar masih berhati-hati menghadapi ketidakpastian geopolitik.

Walau sempat rebound, harga perak masih tercatat turun sekitar 17% sejak konflik Timur Tengah memanas. Kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat gangguan energi sebelumnya memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat dari bank sentral global. Investor juga terus mencermati arah suku bunga The Fed setelah Christopher Waller memberi sinyal bahwa bank sentral AS tidak lagi mempertahankan bias pelonggaran kebijakan moneternya.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, XAGUSD pada timeframe 1 jam masih mempertahankan struktur bullish setelah berhasil rebound dari area demand kuat di kisaran 74.930 – 75.775. Harga kini bergerak di atas area golden ratio Fibonacci sekitar 76.430 yang menjadi support penting untuk menjaga momentum kenaikan. Jika tekanan beli terus berlanjut, perak berpotensi melanjutkan rally menuju resistance 78.860 hingga target berikutnya di area 79.928.

Pergerakan bullish juga diperkuat munculnya beberapa sinyal Break of Structure (BOS) yang menunjukkan dominasi buyer masih cukup solid. Meski sempat terjadi koreksi jangka pendek, harga tetap memiliki peluang melanjutkan penguatan selama tidak menembus area invalidasi support. Namun, trader tetap perlu waspada terhadap volatilitas tinggi yang dapat memicu pullback sebelum tren naik kembali berlanjut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Harga minyak mentah WTI anjlok hampir 5% mendekati level $91 per barel pada perdagangan Senin (25/05), melanjutkan pelemahan tajam sejak pekan lalu. Penurunan ini dipicu meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan gangguan pasokan energi global. Sentimen tersebut membuat tekanan jual di pasar minyak semakin besar.

Laporan terbaru menyebutkan kesepakatan AS-Iran berpotensi membuka kembali Selat Hormuz, menghentikan konflik, serta membuka akses terhadap aset Iran yang sempat dibekukan. Namun, Donald Trump menegaskan bahwa Washington belum akan mencabut blokade Selat Hormuz sampai perjanjian resmi benar-benar disepakati. Pernyataan ini membuat pelaku pasar tetap waspada karena negosiasi masih menyimpan ketidakpastian tinggi.

Jika Selat Hormuz kembali beroperasi penuh, pasar energi global diperkirakan akan mendapat pasokan tambahan yang signifikan. Jalur laut strategis tersebut mengalirkan sekitar seperlima pengiriman minyak dan LNG dunia sehingga pembukaannya dapat menekan harga minyak lebih dalam. Sebelumnya, konflik Iran dan blokade ganda di Hormuz telah mengganggu produksi jutaan barel minyak per hari dari kawasan Timur Tengah dan memicu volatilitas besar di pasar komoditas energi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL pada timeframe 1 jam masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus area support penting dan membentuk struktur lower low baru. Harga saat ini bergerak di bawah area sell zone dengan dominasi tekanan jual yang masih terlihat agresif. Selama minyak bertahan di bawah resistance 94.260 hingga 98.400, peluang pelemahan menuju target 90.120 bahkan 87.860 masih terbuka lebar.

Pergerakan ini juga diperkuat munculnya pola breakout dari trendline support yang sebelumnya menjadi penopang kenaikan harga. Momentum bearish semakin valid setelah terbentuk beberapa sinyal Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan perubahan arah pasar. Namun, trader tetap perlu mewaspadai potensi rebound jangka pendek apabila harga kembali masuk ke area supply sebelum melanjutkan tekanan turun berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi.

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze