Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$77,50 per barel pada perdagangan sesi Asia Jumat (07/08) setelah mencatat kenaikan moderat sehari sebelumnya. Pergerakan yang relatif stabil menunjukkan pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

Sentimen utama datang dari meningkatnya kembali ketegangan di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman energi terpenting di dunia. Kekhawatiran muncul setelah Iran dilaporkan menyerang apa yang disebut sebagai “target musuh” menyusul ledakan di dekat Pulau Qeshm. Situasi ini kembali memunculkan keraguan terhadap upaya pembukaan penuh jalur pelayaran yang sebelumnya diharapkan dapat berjalan normal.

Jika eskalasi konflik terus berlanjut, risiko terganggunya distribusi minyak global dapat meningkat dan berpotensi mendorong harga energi lebih tinggi. Sebaliknya, apabila kondisi kembali mereda, tekanan terhadap harga minyak kemungkinan berkurang. Untuk saat ini, pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari kawasan Timur Tengah sebagai penentu arah pergerakan WTI selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih mempertahankan tren naik setelah berhasil membentuk struktur higher low dan bertahan di atas area Change of Character (CHoCH) sekitar 75,70. Selama harga tidak turun kembali ke bawah level tersebut, peluang penguatan masih mendominasi. Saat ini, pergerakan sedang berada dalam fase konsolidasi yang berpotensi menjadi pijakan sebelum melanjutkan kenaikan.

Apabila tekanan beli meningkat, WTI berpeluang menguji area resistance di 77,68 hingga 78,26 sebagai target berikutnya. Namun, jika harga menembus support 74,74, skenario bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi breakout agar memperoleh sinyal masuk dengan probabilitas yang lebih tinggi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak stabil di area US$4.250 pada perdagangan sesi Asia Jumat (07/08) setelah terkoreksi dari area US$4.300, yang merupakan level tertinggi sejak pertengahan Juni. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati sambil menunggu rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Non-Farm Payroll/NFP), yang berpotensi menentukan arah pergerakan pasar berikutnya.

Di sisi fundamental, ketegangan geopolitik masih membayangi setelah Amerika Serikat dan Iran belum menemukan titik temu terkait situasi di Selat Hormuz. Kondisi tersebut mendorong harga minyak tetap tinggi sehingga memicu kembali kekhawatiran terhadap inflasi global. Akibatnya, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat kembali menguat, diikuti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Meski tekanan dari penguatan Dolar AS membatasi kenaikan emas yang tidak memberikan imbal hasil, pelaku pasar belum berani melakukan aksi jual besar-besaran. Fokus kini tertuju pada data NFP AS yang akan dirilis pada malam ini dan berpotensi dapat mengubah ekspektasi suku bunga The Fed. Jika hasilnya lebih lemah dari perkiraan, emas berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, data yang solid dapat memperkuat dolar dan menekan harga logam mulia.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah berhasil mempertahankan area support di sekitar 4.223 – 4.245. Struktur grafik menunjukkan pola falling channel yang mulai kehilangan tekanan jual. Selama harga mampu bertahan di atas area koreksi tersebut, peluang terjadinya breakout ke atas tetap terbuka dan menjadi sinyal awal berlanjutnya tren bullish.

Jika momentum beli semakin kuat, target kenaikan berada di kisaran 4.292 hingga 4.317 sebagai area resistance berikutnya. Namun, trader perlu mewaspadai skenario batal naik apabila harga turun menembus 4.223, karena kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual yang lebih dalam. Fokus utama saat ini adalah menunggu konfirmasi breakout sebelum mengambil keputusan trading.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di kisaran 99,6 pada perdagangan Kamis (06/08), masih dekat level terendah dalam tujuh pekan. Pelemahan ini dipicu oleh kesepakatan Iran dan Oman untuk membuka kembali sebagian jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak turun. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran inflasi sekaligus mengurangi ekspektasi kebijakan moneter yang lebih agresif dari Federal Reserve.

Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir tahun, lebih rendah dibandingkan proyeksi dua kali kenaikan pada pekan lalu. Optimisme terhadap membaiknya pasokan energi dari Timur Tengah membuat tekanan terhadap harga energi berkurang, sehingga prospek inflasi di Amerika Serikat terlihat lebih terkendali.

Di sisi lain, data ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 44.000 lapangan kerja pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000 dan menjadi pertumbuhan terlemah sejak Januari. Meski demikian, Gubernur Federal Reserve, Lisa Cook, menegaskan bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak terus melandai, mengingat ruang untuk menunda kebijakan semakin terbatas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 1 jam masih bergerak dalam tren turun dan sedang menguji area retracement Fibonacci 23,6%. Selama harga belum mampu menembus zona Golden Ratio 61,8% di sekitar 99,57, tekanan jual masih mendominasi. Struktur harga juga menunjukkan peluang terbentuknya pantulan sementara sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

Secara teknikal, skenario utama masih mengarah ke penurunan menuju 99,17 sebagai target pertama, dengan potensi berlanjut ke 99,02 apabila tekanan jual semakin kuat. Namun, jika DXY berhasil menembus dan bertahan di atas area 99,57 – 99,75, peluang pembalikan arah menjadi lebih besar sehingga bias bearish perlu dievaluasi kembali.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah diperdagangkan di sekitar US$75 per barel pada Kamis (06/08) setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Tekanan datang dari kesepakatan antara Iran dan Oman mengenai jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang diharapkan dapat meningkatkan kelancaran distribusi energi dari Timur Tengah. Prospek pasokan yang lebih stabil membuat kekhawatiran terhadap gangguan suplai mulai mereda.

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bukan berarti Selat Hormuz dibuka sepenuhnya. Jalur pelayaran yang disepakati hanya bersifat sementara dengan masa operasional sekitar dua hingga empat bulan. Di saat yang sama, pejabat Amerika Serikat menyatakan optimisme bahwa pembicaraan dengan Iran semakin mendekati kesepakatan, sehingga pasar terus memantau perkembangan diplomatik yang dapat memengaruhi pergerakan harga minyak.

Di sisi lain, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Teluk Aden serta mengancam kapal lain yang melintasi Laut Merah. Kondisi ini membuat pelaku pasar tetap waspada karena setiap eskalasi baru di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Saat ini harga sedang menguji zona demand di kisaran 73,85 – 73,47, area yang berpotensi menjadi pijakan bagi munculnya kembali minat beli. Selama level support tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound menuju resistance 75,22, bahkan 75,62, masih terbuka.

Namun, jika tekanan jual semakin kuat hingga menembus 73,47, struktur teknikal akan berubah menjadi lebih bearish dan membuka ruang penurunan yang lebih dalam. Oleh karena itu, trader sebaiknya menunggu konfirmasi pantulan di area demand sebelum mengambil posisi beli, sambil tetap mencermati perkembangan sentimen fundamental dari Timur Tengah yang masih berpotensi memicu volatilitas harga minyak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas menguat mendekati US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Kamis (06/08), mencatat kenaikan selama empat sesi berturut-turut dengan penguatan hampir 6% sepanjang pekan ini. Sentimen positif didorong oleh kesepakatan Iran dan Oman untuk membuka kembali sebagian jalur pelayaran di Selat Hormuz, sehingga harga minyak turun dan kekhawatiran terhadap inflasi mulai mereda. Kondisi ini membuat investor kembali memburu aset safe haven seperti emas.

Dari sisi ekonomi, ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve juga semakin melemah setelah data ADP Employment Change menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta hanya 44 ribu pada Juli, jauh di bawah perkiraan pasar. Pelemahan pasar tenaga kerja tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga satu kali hingga akhir tahun, lebih sedikit dibanding proyeksi sebelumnya yang mencapai dua kali.

Meski demikian, prospek emas masih dibayangi sikap hati-hati dari pejabat The Fed. Gubernur Lisa Cook menegaskan bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan yang konsisten menuju target 2%. Pernyataan ini membuat investor kini menanti data ekonomi berikutnya untuk memastikan arah kebijakan The Fed, yang akan menjadi penentu pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) masih berada dalam tren bullish meski mengalami koreksi dari area resistance 4.304. Penurunan ini mengarah ke zona Golden Ratio 61,8% di kisaran 4.255, yang menjadi area support penting. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target kembali menguji 4.304, bahkan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 4.325.

Sebaliknya, jika tekanan jual mendorong harga menembus 4.225, struktur bullish akan melemah dan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Untuk saat ini, strategi yang lebih bijak adalah menunggu konfirmasi pantulan di area support sebelum mengambil posisi beli, terutama menjelang rilis data ekonomi AS yang diperkirakan dapat memicu volatilitas tinggi pada pergerakan emas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak naik menembus US$61 per ounce pada perdagangan Rabu (05/08), mencatat penguatan untuk hari ketiga berturut-turut. Sentimen positif muncul setelah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz, yang berpotensi memperlancar pasokan energi global. Kondisi ini menekan harga minyak sekaligus meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mendukung kenaikan logam mulia.

Pelaku pasar juga mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September. Probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi sekitar 57% dari sebelumnya 67%, seiring membaiknya prospek inflasi. Meski demikian, Presiden The Fed New York, John Williams, menegaskan bank sentral tetap siap menaikkan suku bunga apabila tekanan harga kembali meningkat.

Fokus investor kini beralih pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk laporan ADP Nonfarm Employment yang akan dirilis hari ini. Hasil yang lebih lemah dari perkiraan dapat semakin memperkuat peluang penundaan kenaikan suku bunga dan menjadi katalis positif bagi harga perak. Sebaliknya, data tenaga kerja yang solid berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan membatasi ruang kenaikan XAG/USD.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga Perak (XAG/USD) berhasil menembus garis tren turun yang membatasi pergerakan harga selama beberapa pekan terakhir. Breakout ini diperkuat dengan terbentuknya Change of Character (CHoCH), yang mengindikasikan adanya perubahan arah dari bearish ke bullish. Selama harga mampu bertahan di atas area 59,33, peluang kenaikan masih cukup besar dengan target menuju 64,00 hingga area supply di sekitar 66,00.

Meski tren jangka pendek masih positif, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi pullback setelah kenaikan tajam. Area 59,33 kini menjadi support penting yang layak diperhatikan. Selama harga tidak kembali menembus ke bawah zona tersebut, skenario buy on dip masih menjadi pilihan yang menarik, sementara penurunan di bawah support berpotensi membawa harga menguji kembali demand zone di kisaran 57,00 – 58,00 sebelum melanjutkan arah berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah AS melemah tajam setelah harapan tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menguat. Prospek meredanya ketegangan geopolitik memicu aksi jual karena pasar memperkirakan pasokan global berpotensi bertambah jika sanksi terhadap Iran dilonggarkan.

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan penurunan ini mungkin terlalu dalam. Struktur pasar yang masih backwardation, persediaan minyak di pusat penyimpanan Cushing yang tetap ketat, serta rendahnya posisi beli spekulatif mengindikasikan fundamental minyak belum benar-benar melemah.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya rebound apabila negosiasi AS-Iran kembali menemui hambatan atau pasokan tetap terbatas. Investor kini akan mencermati perkembangan diplomatik dan data stok minyak AS sebagai penentu arah harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak WTI masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan kenaikan di area 75,20 dan kembali bergerak di dalam pola descending channel. Penolakan di area resistance memperkuat dominasi penjual, sehingga peluang koreksi masih terbuka selama harga belum mampu menembus 74,57 – 75,24, yang menjadi zona resistensi penting sekaligus area golden ratio.

Dalam jangka pendek, pergerakan minyak berpotensi menguji support 73,50. Jika level ini ditembus, tekanan jual dapat berlanjut menuju target 73,03 hingga 72,42. Sebaliknya, apabila harga berhasil kembali menembus area resistance, momentum bearish berpotensi mereda dan membuka peluang pemulihan yang lebih kuat.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali menguat seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian geopolitik mendorong investor mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas, sehingga permintaan meningkat meski pasar masih menunggu arah kebijakan ekonomi global.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. Jika bank sentral Amerika Serikat memberi sinyal penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, daya tarik emas berpotensi semakin kuat karena biaya peluang memegang logam mulia menjadi lebih rendah.

Untuk jangka pendek, arah harga emas masih dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik dan data ekonomi AS. Selama ketidakpastian tetap tinggi, peluang kenaikan masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas yang dapat meningkat sewaktu-waktu apabila muncul kabar yang mengubah sentimen pasar secara cepat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAU/USD) menunjukkan momentum bullish setelah berhasil menembus area Break of Structure (BOS) di sekitar 4.100 dan melanjutkan kenaikan hingga mendekati resistance 4.135. Namun, area tersebut juga bertepatan dengan weak high, sehingga berpotensi memicu aksi ambil untung. Selama harga mampu bertahan di atas kisaran 4.092, tren naik masih memiliki peluang berlanjut menuju target 4.135 hingga 4.155.

Apabila terjadi koreksi, area 4.092 – 4.066 menjadi zona beli yang menarik karena berdekatan dengan golden ratio Fibonacci dan demand zone. Selama support ini tetap terjaga, peluang rebound masih terbuka. Sebaliknya, jika harga turun menembus 4.066, tekanan jual berisiko meningkat dan dapat mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah bergerak naik mendekati US$81 per barel pada perdagangan Selasa (04/08), meski masih mempertahankan sebagian besar pelemahan dari sesi sebelumnya. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat menentukan pembukaan penuh Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi rute utama distribusi minyak dunia. Harapan tercapainya kesepakatan membuat sentimen pasar tetap berhati-hati.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa proposal pembicaraan tersebut merupakan kesempatan terakhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dan optimistis Selat Hormuz segera kembali beroperasi normal. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, tetapi mengonfirmasi bahwa pembahasan bersama Oman untuk meningkatkan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut masih berlangsung. Ketidakpastian ini membuat pergerakan harga minyak tetap sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik.

Dari sisi pasokan, sentimen sedikit lebih menekan kenaikan harga setelah Turki dan Irak memperpanjang kerja sama pipa ekspor minyak selama satu tahun, sementara Kazakhstan kembali mengalirkan produksi melalui Caspian Pipeline Consortium usai gangguan singkat. Selain itu, OPEC+ juga menyetujui tambahan produksi secara bertahap sebagai bagian dari pemulihan pemangkasan output tahun 2023, sehingga potensi peningkatan pasokan global diperkirakan dapat membatasi penguatan harga minyak dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga USOIL pada timeframe 1 jam masih menunjukkan peluang melanjutkan kenaikan setelah berhasil membentuk struktur higher low dan bergerak di atas area support penting. Saat ini harga sedang memasuki zona koreksi di kisaran 78.93, yang berpotensi menjadi area beli apabila mampu bertahan. Selama level tersebut tidak ditembus, momentum bullish masih memiliki peluang menguji Target 1 di 80.52 dan berlanjut menuju Target 2 di 81.36, sejalan dengan tren naik jangka pendek.

Sebaliknya, jika tekanan jual mendorong harga turun hingga menembus 77.42, skenario kenaikan akan kehilangan validitas dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di area support sebelum mengambil keputusan. Konfirmasi dari candlestick bullish atau peningkatan volume beli dapat menjadi sinyal tambahan untuk memperkuat peluang kelanjutan tren naik.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan di kisaran US$4.050 per troy ounce pada perdagangan Selasa (04/08), bergerak dalam rentang sempit karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Fokus utama tertuju pada peluang kembali dibukanya Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia, yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar dan permintaan aset safe haven seperti emas.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa tawaran perundingan kepada Iran merupakan kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan dan optimistis Selat Hormuz dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat. Di sisi lain, Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, tetapi mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai kelancaran pelayaran di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan positif.

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian investor tetap tertuju pada langkah Federal Reserve. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September kini diperkirakan sekitar 65% setelah bank sentral mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli. Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menilai kebijakan saat ini masih tepat, sementara inflasi diperkirakan terus melandai pada paruh kedua tahun ini. Kombinasi faktor geopolitik dan ekspektasi suku bunga membuat pergerakan emas berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) pada grafik H1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil mempertahankan area support di sekitar 4.030 – 4.050. Selama harga mampu bertahan di atas zona koreksi tersebut, peluang kenaikan menuju target pertama 4.083 masih terbuka. Momentum beli akan semakin kuat jika harga berhasil menembus 4.100, yang sekaligus menjadi area resistance penting dalam jangka pendek.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan 4.030 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membuka ruang penurunan menuju area support berikutnya di sekitar 4.020. Dari sudut pandang price action, struktur harga masih berada dalam fase pemulihan sehingga trader sebaiknya menunggu konfirmasi breakout atau pantulan yang valid sebelum membuka posisi. Pendekatan ini dapat membantu meminimalkan risiko di tengah pergerakan emas yang masih dipengaruhi sentimen fundamental global dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze