Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di kisaran 101 pada Selasa (21/07) setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia, sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.

Ketegangan geopolitik terus meningkat setelah serangan AS ke Iran memasuki hari kesepuluh. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran akan dimintai pertanggungjawaban atas tewasnya tiga personel militer AS. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi melalui Laut Merah. Meski demikian, muncul harapan deeskalasi setelah Iran mengungkap adanya proposal mediasi dan laporan mengenai peluang gencatan senjata selama 10 hari.

Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September meningkat menjadi sekitar 55%, naik dari 51% sehari sebelumnya. Sementara itu, para pejabat The Fed telah memasuki masa blackout period menjelang rapat FOMC pekan depan, di mana bank sentral diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan. Kombinasi risiko geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi faktor utama yang menopang penguatan dolar AS.

Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik satu jam masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil membentuk higher high dan bertahan di atas area support penting. Harga saat ini berkonsolidasi di sekitar 100,62 setelah reli tajam, mengindikasikan aksi ambil untung yang masih sehat. Selama DXY mampu bertahan di atas level Fibonacci 61,8% di area 100,47, peluang kenaikan menuju target 100,71 hingga 100,81 tetap terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat hingga menembus area 100,47, pergerakan berpotensi melemah menuju demand zone di kisaran 100,33 sebagai area validasi tren. Selama support tersebut tidak ditembus, sentimen teknikal masih cenderung positif sehingga setiap koreksi dapat dimanfaatkan sebagai peluang buy on dip dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan konfirmasi pergerakan harga.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah bertahan di atas US$82 per barel pada perdagangan Selasa (21/07), mendekati level tertinggi dalam lima pekan. Kenaikan ini didorong oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memasuki hari kesepuluh, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.

Ketegangan semakin memanas setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan dimintai pertanggungjawaban atas tewasnya tiga personel militer AS. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran baru terhadap kelancaran distribusi minyak melalui Laut Merah yang menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Meski Iran menyatakan para mediator telah mengajukan proposal untuk meredakan konflik dan muncul laporan mengenai peluang gencatan senjata selama 10 hari, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih menurun tajam akibat serangan terhadap kapal pada akhir pekan. Kondisi tersebut membuat prospek pasokan minyak global semakin ketat dan menjaga harga minyak tetap berada di level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, USOIL masih bergerak dalam fase bearish correction setelah gagal menembus area resistance 82.50 – 83.00 yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 61,8% hingga 100%. Munculnya penolakan harga di zona tersebut mengindikasikan tekanan jual masih mendominasi, sehingga peluang penurunan menuju 81.36 sebagai target pertama tetap terbuka. Selama harga bertahan di bawah 83.00, momentum naik dinilai masih terbatas.

Apabila tekanan jual berlanjut, area 80.91 menjadi target berikutnya sekaligus support penting yang perlu diperhatikan. Namun, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 83.00, skenario bearish berpotensi batal dan membuka ruang kenaikan menuju 83.80. Oleh karena itu, pelaku pasar sebaiknya menunggu konfirmasi pergerakan harga di sekitar resistance sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bertahan stabil di atas level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan sesi Asia, Selasa (21/07). Meskipun masih berada di area tinggi, pergerakan logam mulia cenderung terbatas karena pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang perkembangan terbaru dari kebijakan moneter Amerika Serikat dan kondisi geopolitik global.

Kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Di saat yang sama, meningkatnya konflik di Timur Tengah mendorong permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset aman. Kombinasi kedua faktor tersebut memberikan tekanan bagi emas yang tidak menawarkan imbal hasil.

Meski risiko geopolitik masih menjadi penopang harga emas, ruang penguatan diperkirakan tetap terbatas selama Dolar AS mempertahankan dominasinya. Investor disarankan mencermati perkembangan inflasi, arah kebijakan The Fed, serta dinamika konflik global sebelum mengambil keputusan, karena faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik 1 jam masih bergerak di dalam pola ascending channel, menandakan tren bullish jangka pendek tetap terjaga. Setelah memantul dari area support dinamis, emas berhasil kembali menembus resistance minor di sekitar 4.034. Selama harga bertahan di atas 4.017 sebagai area golden ratio, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka dengan target terdekat di 4.058, kemudian 4.074.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga gagal mempertahankan support 4.017. Penurunan di bawah area tersebut dapat memicu pelemahan menuju 4.000 sebagai level invalidasi skenario bullish. Selama support utama tetap bertahan, bias teknikal masih cenderung positif dan strategi buy on dip menjadi pilihan yang lebih menarik dibandingkan mengejar harga di area puncak.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$56,80 per troy ons pada sesi Asia, Senin (20/07). Meski masih bergerak positif, prospek logam mulia ini menghadapi tantangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Lonjakan harga minyak yang dipicu konflik tersebut berpotensi memicu kembali inflasi, sehingga memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

Situasi di Timur Tengah terus memanas setelah AS melancarkan serangan malam kesembilan secara beruntun ke sejumlah target di Iran. Sebagai balasan, Iran menyatakan gencatan senjata praktis telah berakhir dan meningkatkan serangan menggunakan rudal balistik serta drone ke sejumlah wilayah, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Irak. Eskalasi konflik juga mulai mengganggu infrastruktur strategis, seperti jembatan, utilitas, pelabuhan, hingga fasilitas energi. Kuwait Petroleum Corp. turut mengonfirmasi bahwa salah satu fasilitas minyaknya menjadi sasaran serangan pada akhir pekan.

Di sisi lain, pelaku pasar kini semakin memperhatikan arah kebijakan The Fed. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap pada pertemuan berikutnya, probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat menjadi 61,4% berdasarkan CME FedWatch Tool. Pernyataan Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, yang menyoroti meluasnya tekanan inflasi semakin memperkuat sikap hawkish bank sentral. Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga perak karena aset tanpa imbal hasil cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAG/USD) pada grafik 1 jam menunjukkan tren pemulihan setelah berhasil membentuk Change of Character (CHoCH) yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Saat ini, harga masih bergerak di atas area support penting di kisaran 56,10, sehingga peluang kenaikan tetap terjaga selama level tersebut mampu dipertahankan. Struktur harga juga memperlihatkan potensi melanjutkan reli menuju target pertama di 57,35, dengan area tersebut menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus.

Apabila tekanan beli terus meningkat, perak berpeluang melanjutkan penguatan ke 57,85 – 58,03 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, jika harga turun dan menembus 55,38, skenario bullish berisiko gagal karena tekanan jual dapat kembali mendominasi dan membuka jalan menuju area 54,85 sebagai support utama. Oleh karena itu, pergerakan di sekitar level 56,10 akan menjadi penentu arah XAG/USD dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah dunia kembali menguat hingga menembus level US$84 per barel pada perdagangan Senin (20/07). Kenaikan ini melanjutkan tren positif pekan sebelumnya setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.

Situasi semakin memburuk setelah Iran menyatakan gencatan senjata dengan Amerika Serikat tidak lagi berlaku dan mengklaim telah mencegat empat kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, militer AS mengonfirmasi bertambahnya korban jiwa di tengah serangkaian serangan yang terus berlangsung. Konflik juga meluas dengan menyasar infrastruktur penting seperti jembatan, fasilitas utilitas, pelabuhan, hingga instalasi minyak di Kuwait yang dilaporkan terkena serangan.

Lonjakan ketegangan geopolitik tersebut mendorong harga minyak melonjak hampir 30% dibandingkan posisi terendah pada Juli. Berakhirnya kesepakatan damai sementara, berlanjutnya blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, serta meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz memperbesar risiko gangguan distribusi minyak global. Kondisi ini membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik karena berpotensi memengaruhi stabilitas harga energi dalam waktu dekat.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga WTI Oil masih bergerak dalam tren bullish setelah berhasil mempertahankan posisi di atas area support penting. Secara teknikal, momentum kenaikan tetap dominan selama harga bertahan di atas kisaran 81.900. Jika terjadi koreksi sehat ke area tersebut dan muncul kembali tekanan beli, peluang penguatan menuju 84.390 sebagai target terdekat masih terbuka lebar.

Apabila level 84.390 berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut hingga area 86.172 sebagai target berikutnya. Namun, trader tetap perlu mewaspadai skenario pembatalan tren apabila harga turun di bawah 79.260, karena kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual yang lebih besar dan mengubah arah pergerakan jangka pendek menjadi bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas kembali menembus level psikologis US$4.000 per ounce pada perdagangan Senin (20/07) setelah sempat bertahan di bawah angka tersebut sepanjang akhir pekan. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak mentah Brent yang melampaui US$90 per barel, sekaligus meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral Amerika Serikat.

Di saat yang sama, sejumlah pejabat Federal Reserve kembali memberikan sinyal dukungan terhadap kenaikan suku bunga pada Juli. Prospek suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi faktor penekan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. Namun, ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya harga energi tetap mendorong permintaan investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Meski berhasil kembali ke level US$4.000, performa emas sepanjang pekan lalu masih mencatatkan penurunan sekitar 2,5%. Sebelumnya, harga sempat jatuh di bawah level tersebut, yang pertama kali berhasil ditembus pada akhir Juni setelah menjadi pencapaian tertinggi sejak November 2025. Pergerakan selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Federal Reserve serta dinamika pasar energi global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan XAU/USD pada grafik satu jam menunjukkan momentum bullish mulai menguat setelah berhasil memantul dari area demand di sekitar 4.009. Struktur pasar juga mengindikasikan break of structure (BOS) yang memperbesar peluang kenaikan lanjutan. Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, minat beli diperkirakan tetap dominan dengan potensi melanjutkan penguatan menuju area resistensi 4.051 hingga 4.066.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai skenario pembatalan apabila harga turun menembus level 3.983 sebagai area invalidasi. Penembusan di bawah titik tersebut berpotensi memicu tekanan jual dan mengubah arah pergerakan jangka pendek menjadi bearish. Oleh karena itu, area 4.009 menjadi level kunci yang layak dipantau sebagai penentu arah pergerakan emas berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas berupaya bangkit pada perdagangan sesi Asia Jumat (17/07), namun masih bergerak di dekat level terendah dalam dua pekan. Tekanan jual tetap mendominasi sehingga logam mulia ini berpotensi mencatat penurunan mingguan terbesar dalam enam minggu terakhir. Pelemahan emas dipengaruhi meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis dolar AS di tengah memanasnya situasi global.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah eskalasi militer meluas ke kawasan Teluk. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak melonjak sekitar 12% sepanjang pekan, memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, sehingga menopang penguatan dolar AS dan membatasi ruang kenaikan harga emas.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan, termasuk penjualan ritel dan klaim tunjangan pengangguran, semakin mendukung penguatan greenback. Pelaku pasar kini menantikan rilis Sentimen Konsumen dan Ekspektasi Inflasi University of Michigan sebagai petunjuk arah pergerakan berikutnya. Sementara itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, aksi ambil untung menjelang akhir pekan, serta sinyal teknikal yang masih bearish diperkirakan tetap menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan harga emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga emas (XAU/USD) masih bergerak di atas zona support kuat 3.961 – 3.984 setelah membentuk pola harmonik yang mengindikasikan potensi pembalikan arah. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang terjadinya rebound tetap terbuka dengan target awal di kisaran 4.043. Momentum beli diperkirakan semakin menguat apabila terjadi penembusan yang valid di atas area koreksi.

Di sisi lain, level 4.059 menjadi target lanjutan sekaligus area resistance yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Namun, skenario bullish akan gugur apabila harga menembus support 3.961, karena kondisi tersebut dapat memicu tekanan jual baru dan membuka ruang pelemahan yang lebih dalam. Oleh karena itu, pergerakan harga di sekitar zona support menjadi penentu arah emas dalam jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah dunia naik mendekati US$80 per barel pada perdagangan Jumat (17/07) dan diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 12% sepanjang pekan. Penguatan ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar mengantisipasi potensi gangguan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan ke Iran, termasuk laporan mengenai sasaran di dekat terminal ekspor minyak utama negara tersebut. Presiden Donald Trump juga memperingatkan bahwa infrastruktur Iran berpotensi menjadi target berikutnya apabila upaya diplomatik tidak menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat. Perkembangan ini semakin memperbesar risiko ketidakstabilan di kawasan yang menjadi pusat produksi energi dunia.

Di sisi lain, Iran dikabarkan meminta kelompok Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb apabila fasilitas kelistrikannya diserang. Jalur tersebut merupakan rute penting bagi pengiriman minyak Arab Saudi melalui Laut Merah. Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Hormuz dilaporkan menurun tajam sejak eskalasi terbaru, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi minyak global dan mendorong harga tetap bertahan di level tinggi.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga minyak USOIL pada grafik 1 jam menunjukkan upaya melanjutkan tren naik setelah memantul dari area support dan bergerak di dalam pola symmetrical triangle. Saat ini harga berada di sekitar level 78.93 dan masih bertahan di atas area golden ratio 78.57, yang menjadi penopang utama. Selama level tersebut tidak ditembus, peluang penguatan tetap terbuka dengan target awal di 79.50, kemudian berlanjut ke 79.92 apabila terjadi breakout yang didukung peningkatan volume.

Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun di bawah 78.57, momentum bullish berisiko melemah dan membuka jalan menuju 77.99 sebagai area invalidasi. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati respons harga di sekitar garis resistance segitiga, karena penembusan yang valid berpotensi menjadi sinyal lanjutan kenaikan, sementara penolakan di area tersebut dapat memicu koreksi jangka pendek sebelum arah berikutnya terbentuk.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak (XAG/USD) kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$57 per troy ons pada sesi Asia, Kamis (16/07). Tekanan terhadap logam mulia ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong lonjakan harga minyak, sehingga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut memperbesar peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti perak.

Situasi geopolitik semakin memanas setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) melancarkan serangkaian serangan baru untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, militer AS dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker minyak di kawasan strategis itu. Sementara itu, Presiden Donald Trump belum memberikan kepastian terkait langkah militer berikutnya terhadap Iran, sehingga ketidakpastian global tetap membayangi sentimen pasar.

Di sisi lain, data inflasi Amerika Serikat yang lebih lemah sebenarnya sempat meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Inflasi konsumen dan produsen sama-sama menunjukkan perlambatan pada Juni, membuat peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 44%. Namun, pelaku pasar masih menilai dampak konflik terbaru di Timur Tengah berpotensi kembali mendorong inflasi, sehingga arah kebijakan The Fed tetap menjadi perhatian utama investor.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga perak (XAG/USD) masih bergerak dalam tren bearish setelah gagal mempertahankan momentum rebound. Secara teknikal, area 57.918 menjadi zona resistance sekaligus area koreksi yang perlu ditembus untuk membuka peluang pemulihan. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi dengan potensi pelemahan menuju 56.602 sebagai target terdekat.

Apabila tekanan bearish berlanjut, harga berpeluang menguji support berikutnya di 56.157 yang menjadi area target utama. Sebaliknya, jika XAG/USD mampu menembus 58.434, skenario penurunan akan batal dan membuka peluang perubahan tren ke arah yang lebih bullish. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan harga di sekitar resistance sebagai konfirmasi arah pergerakan selanjutnya.


DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks dolar AS bergerak di kisaran 100,5 pada perdagangan Kamis (16/07) setelah mengalami pelemahan tajam dalam dua sesi sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat, sehingga ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat semakin berkurang.

Data terbaru menunjukkan indeks harga produsen (PPI) AS secara tak terduga turun pada Juni, menjadi penurunan pertama dalam hampir setahun. Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh turunnya biaya energi, menyusul laporan inflasi konsumen yang juga lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September menyusut, dengan probabilitas pasar turun menjadi sekitar 44%.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sasaran di Iran. Konflik tersebut mendorong harga minyak naik tajam dan memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Meski demikian, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah memberikan sinyal kesiapan untuk kembali membuka jalur perundingan, sehingga pasar masih menanti perkembangan diplomatik selanjutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah gagal mempertahankan penguatan di area resistance. Secara teknikal, level 100.447 menjadi zona golden ratio Fibonacci 61,8% yang berpotensi memicu penolakan harga. Selama DXY bergerak di bawah area tersebut, peluang pelemahan masih terbuka dengan target penurunan pertama di 100.023, kemudian berlanjut menuju 99.830 apabila tekanan jual semakin kuat.

Di sisi lain, skenario bearish akan mulai melemah jika indeks mampu menembus 100.447 dan melanjutkan kenaikan hingga 100.709 sebagai level invalidasi resistance. Penembusan area ini berpotensi mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar resistance utama untuk menentukan arah pergerakan DXY selanjutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs www.traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze