Harga perak bergerak goyah di sekitar US$66,35 per troy ons pada pembukaan perdagangan Senin (21/09). Pergerakan logam putih ini masih dibayangi sentimen global, terutama perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda Sidang Umum PBB. Sinyal tersebut memunculkan harapan terhadap kemajuan diplomasi dan berpotensi meredakan sebagian kekhawatiran pasar terkait konflik di kawasan.
Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada komentar pejabat The Fed, Neel Kashkari, yang menilai inflasi masih terlalu tinggi dan meluas. Pernyataan tersebut dapat memperkuat kehati-hatian terhadap pelonggaran suku bunga, sehingga berpotensi membatasi penguatan perak yang sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga.
OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik teknikal XAG/USD timeframe 1 jam di atas, pergerakan perak menunjukkan potensi koreksi turun setelah tertahan di area resistansi puncak. Tren penurunan ini diperkuat oleh pola retracement Fibonacci, di mana peluang sell terbuka saat harga mengalami rebound terbatas menuju Area Koreksi di kisaran 66,4912 hingga 66,6540 ($38,2\% – 50,0\%$). Selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Resistance di level 67,3439 ($100,0\%$), skenario bearish ini tetap valid dan berpotensi menekan perak kembali ke bawah garis tren.
Jika tekanan jual berlanjut dari area koreksi tersebut, target penurunan pertama (Target 1) berada pada level 65,5888 (Fibonacci $-27,20\%$). Apabila momentum penurunan cukup kuat untuk menembus batas bawah tersebut, perak berpeluang melanjutkan pelemahannya menuju Target 2 di kisaran 65,1113 (Fibonacci $-61,80\%$). Para pelaku pasar dapat mengamati zona-zona krusial ini untuk mengambil keputusan transaksi dengan tetap disiplin menjaga manajemen risiko.
DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi











