Harga perak bergerak goyah di sekitar US$66,35 per troy ons pada pembukaan perdagangan Senin (21/09). Pergerakan logam putih ini masih dibayangi sentimen global, terutama perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam agenda Sidang Umum PBB. Sinyal tersebut memunculkan harapan terhadap kemajuan diplomasi dan berpotensi meredakan sebagian kekhawatiran pasar terkait konflik di kawasan.

Sementara itu, perhatian investor juga tertuju pada komentar pejabat The Fed, Neel Kashkari, yang menilai inflasi masih terlalu tinggi dan meluas. Pernyataan tersebut dapat memperkuat kehati-hatian terhadap pelonggaran suku bunga, sehingga berpotensi membatasi penguatan perak yang sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga.

OPINI ANALIS TRAZE

Berdasarkan grafik teknikal XAG/USD timeframe 1 jam di atas, pergerakan perak menunjukkan potensi koreksi turun setelah tertahan di area resistansi puncak. Tren penurunan ini diperkuat oleh pola retracement Fibonacci, di mana peluang sell terbuka saat harga mengalami rebound terbatas menuju Area Koreksi di kisaran 66,4912 hingga 66,6540 ($38,2\% – 50,0\%$). Selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Resistance di level 67,3439 ($100,0\%$), skenario bearish ini tetap valid dan berpotensi menekan perak kembali ke bawah garis tren.

Jika tekanan jual berlanjut dari area koreksi tersebut, target penurunan pertama (Target 1) berada pada level 65,5888 (Fibonacci $-27,20\%$). Apabila momentum penurunan cukup kuat untuk menembus batas bawah tersebut, perak berpeluang melanjutkan pelemahannya menuju Target 2 di kisaran 65,1113 (Fibonacci $-61,80\%$). Para pelaku pasar dapat mengamati zona-zona krusial ini untuk mengambil keputusan transaksi dengan tetap disiplin menjaga manajemen risiko.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah Crude Oil turun ke sekitar US$98 per barel pada Senin (21/09), memperpanjang pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut. Tekanan datang dari meningkatnya harapan bahwa upaya diplomasi dapat meredakan konflik di Timur Tengah sekaligus membantu memulihkan kembali aliran energi dari kawasan tersebut.

Sentimen pasar menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan ini. Trump juga berpeluang bertemu sejumlah pemimpin negara Teluk, sementara pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping turut menjadi perhatian investor. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani juga menyerukan kerja sama negara-negara Teluk untuk memulihkan stabilitas regional.

Di sisi lain, aktivitas pengiriman energi melalui Selat Hormuz menunjukkan peningkatan. Kepala US Central Command, Laksamana Brad Cooper, menyebut pengiriman minyak dan LNG melalui jalur strategis tersebut dalam dua pekan terakhir mencapai level tertinggi dalam enam bulan. Jika stabilitas kawasan terus membaik dan arus pasokan kembali normal, tekanan terhadap harga minyak berpotensi berlanjut karena risiko gangguan pasokan mulai mereda.

OPINI ANALIS TRAZE

Secara teknikal, Crude Oil (WTI) masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus beberapa level support dan bergerak di bawah area US$95,476. Saat ini, level US$93,204 menjadi support penting sekaligus Target 1. Jika terjadi rebound, area US$94,939 – US$95,476 dapat menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan, terutama apabila harga kembali mendapatkan tekanan jual di area tersebut.

Selama harga belum mampu menembus US$96,775, struktur bearish masih berpotensi berlanjut. Jika US$93,204 ditembus dengan kuat, penurunan berikutnya berpeluang mengarah ke US$91,968 sebagai Target 2. Sebaliknya, kenaikan melewati US$96,775 dapat menjadi indikasi bahwa skenario bearish tersebut mulai kehilangan validitas.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Pergerakan komoditas logam mulia tampak kesulitan melanjutkan tren pemulihan dua hari terakhir seiring munculnya aksi jual di awal pekan. Tekanan sentimen global ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, sehingga mendorong minat investor terhadap dolar Amerika Serikat sebagai aset aman (safe haven). Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut berhasil menahan koreksi lanjutan sejak akhir pekan lalu.

Sikap hawkish dari The Fed yang mengindikasikan kebijakan suku bunga ketat makin memperkuat posisi greenback di pasar keuangan. Kondisi tersebut berimbas langsung pada daya tarik investasi tanpa imbal hasil, yang membuat pergerakan nilainya tetap tertahan di bawah level psikologis $4.400 per troy ounce.

Bagi para pelaku pasar, dinamika ini menunjukkan rentannya posisi emas di tengah kuatnya dominasi mata uang AS dan ketidakpastian kebijakan moneter. Fokus investor kini tertuju pada rilis data ekonomi mendatang untuk membaca arah tren harga selanjutnya di pasar global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi koreksi teknikal setelah gagal menembus area Strong High. Investor dapat mencermati Area Koreksi di kisaran 4.374,866 sebagai zona ideal untuk membuka posisi jual (sell) saat harga memantul naik. Batas toleransi risiko ditetapkan pada Invalidasi Resistance di level 4.386,501, di mana pergerakan melampaui angka ini akan membatalkan skenario bearish.

Apabila tekanan jual berlanjut sesuai proyeksi, target penurunan terdekat berada pada zona support 4.343,605 hingga Area Target utama di level 4.334,098. Penurunan mendalam ini berpotensi terjadi jika dorongan bearish mampu menembus batas bawah kisi pergerakan harga saat ini. Mengingat volatilitas pasar komoditas yang tinggi, disiplin menjaga manajemen risiko serta menerapkan stop loss sangat dianjurkan.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak menguat untuk dua sesi berturut-turut dan bergerak di sekitar US$65,80 per troy ons pada perdagangan Asia, Jumat (18/09). Kenaikan ini mendapat dukungan dari turunnya harga minyak yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut turut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih rendah sehingga memberikan ruang bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Tekanan terhadap minyak muncul setelah Arab Saudi berupaya memulihkan aliran melalui jaringan pipa Timur-Barat, sementara pasar menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan para pemimpin negara Teluk. Di pasar obligasi, yield Treasury 10 tahun sempat menembus 5% sebelum kembali ke sekitar 4,93%, meski kemudian bergerak naik lagi di sesi Asia. Pergerakan yield dan energi menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya tarik perak dalam jangka pendek.

Investor kini juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve setelah sikap hawkish kembali menjadi sorotan. Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa inflasi masih terlalu tinggi membuat ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya meningkat. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas kenaikan pada pertemuan Oktober naik menjadi 53,1%, dari 44% sehari sebelumnya, sehingga arah dolar AS dan yield obligasi berpotensi menjadi katalis penting bagi pergerakan XAG/USD.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan grafik XAGUSD pada kerangka waktu 30 menit memperlihatkan potensi kelanjutan tren positif setelah pembentukan Break of Structure (BOS) ke arah atas. Saat ini, pergerakan instrumen tersebut sedang mengalami konsolidasi dan berpeluang menuju Golden Ratio Fibonacci 61.80% di kisaran 65.4811. Area penopang ini diproyeksikan menjadi pijakan penting bagi para pembeli untuk memicu kembali dorongan kenaikan.

Selama grafik harga tidak menembus batas Invalidasi Support di level 65.1694 (100.00%), skenario penguatan tetap terbuka lebar. Sasaran pembalikan arah terdekat berada pada kisaran 65.9855 sebagai Target 1 (0.00%). Apabila dominasi pembeli berlanjut, pergerakan komoditas perak ini berpotensi melesat melampaui puncak lokal menuju Target 2 pada level 66.2075 (-27.20%).

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce pada Jumat (18/09) setelah melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya. Penguatan tersebut mendapat dukungan dari penurunan harga minyak yang mulai meredakan kekhawatiran inflasi. Kondisi ini turut mendorong imbal hasil obligasi AS turun sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Harga minyak melemah untuk sesi ketiga berturut-turut seiring upaya Arab Saudi memulihkan aliran minyak melalui jaringan pipa East-West. Rencana pertemuan Presiden Donald Trump dengan para pemimpin negara Teluk pekan depan juga menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen terkait pasokan energi dan ketegangan geopolitik. Di sisi lain, yield Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 4,93% setelah sempat menembus 5% pada awal pekan.

Pelaku pasar kini kembali mencermati arah kebijakan The Fed setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. The Fed memberi sinyal bahwa pengetatan tambahan masih dapat diperlukan untuk meredam tekanan inflasi. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober berada di sekitar 53%, sehingga arah kebijakan moneter berikutnya masih menjadi faktor penting bagi pergerakan harga emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan grafik harga XAUUSD pada kerangka waktu 1 jam menunjukkan indikasi pembalikan arah naik setelah berhasil menembus struktur resistance sebelumnya. Saat ini, pergerakan instrumen ini berpotensi mengalami penurunan sementara menuju zona tumpuan utama yang berada di kisaran Area Koreksi Fibonacci 50.00% (4,308.599) hingga Golden Ratio 61.80% (4,291.349). Tingkatan tersebut menjadi area krusial bagi para pelaku pasar untuk memantau sinyal dorongan beli kembali.

Selama pergerakan grafik mampu bertahan di atas batas Invalidasi Support pada level 4,266.789 (78.60%), skenario penguatan diperkirakan akan tetap mendominasi. Sasaran kenaikan terdekat berada pada level 4,381.693 sebagai Target 1 (0.00%). Apabila momentum bullish berlanjut dengan kuat, pergerakan dapat menembus area resistansi atas dan melaju menuju target berikutnya di kisaran 4,421.457 (Target 2).

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah kembali melemah dibawah US$100 per barel pada Jumat (18/09), memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Tekanan datang setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di Timur Tengah mulai mereda, sementara harapan terhadap jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik kembali menguat.

Arab Saudi juga mempercepat upaya memulihkan kapasitas pipa East-West yang ditargetkan kembali beroperasi sekitar setengah kapasitasnya dalam beberapa hari dan pulih sepenuhnya dalam enam pekan. Sambil menunggu proses tersebut, sebagian ekspor minyak dialihkan melalui Selat Hormuz dengan bantuan kapal pengangkut ulang untuk mengurangi paparan terhadap potensi serangan Iran.

Di sisi lain, situasi geopolitik masih menjadi risiko bagi pasar minyak. China disebut mendorong Iran membantu meredam serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Presiden Donald Trump juga mengatakan masih mempertimbangkan serangan lanjutan terhadap Iran. Perkembangan diplomasi dan keamanan kawasan kini menjadi faktor penting yang dapat menentukan arah harga minyak berikutnya.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah WTI pada kerangka waktu 1 jam menunjukkan konfirmasi perubahan tren (Change of Character) setelah gagal mempertahankan puncaknya di area Strong High 102.097. Saat ini, pergerakan grafik cenderung bergerak turun dan diperkirakan akan mengalami pembalikan arah sementara ke area koreksi di sekitar level Fibonacci 38.20% (97.474) hingga 50.00% (98.357). Zona ini menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar untuk melihat apakah dorongan tekanan jual akan kembali mendominasi pasar.

Selama pergerakan harga tidak menembus Invalidasi Level di batas atas koreksi, skenario penurunan diperkirakan akan berlanjut tajam. Proyeksi target utama berada pada level Weak Low 94.617 sebagai Target 1, dengan potensi penurunan susulan mencapai Target 2 di kisaran 92.582 (Fibonacci -27.20%). Penembusan ke bawah zona tersebut akan memperkuat struktur bearish pada komoditas ini untuk jangka pendek.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak kembali berupaya menguat seiring penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi. Kondisi ini memberikan sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil, termasuk perak, karena inflasi yang lebih terkendali dapat mengurangi tekanan terhadap kebijakan moneter.

Di sisi lain, pasar energi masih menjadi perhatian setelah serangan drone merusak pipa Timur-Barat Arab Saudi. Meski pemulihan sebagian kapasitas diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari, gangguan tersebut tetap menjadi faktor penting bagi pergerakan harga minyak dan sentimen pasar global.

Namun, kenaikan perak masih menghadapi sejumlah hambatan dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut masih terbuka. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menekan permintaan terhadap logam mulia, sehingga pergerakan perak tetap sensitif terhadap arah kebijakan The Fed dan kondisi inflasi AS.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak (XAGUSD) pada grafik H1 berpotensi melanjutkan tren bullish setelah tertahan di sekitar garis tren bawah dan membentang pola konsolidasi. Peluang entri posisi buy terbuka ketika pergerakan melakukan koreksi menuju area Rejection pada kisaran 63,3637. Skenario transaksi ini menempatkan titik Invalidasi Support di level 62,8074 sebagai batas toleransi risiko jika aksi jual mendadak mendominasi pasar.

Dorongan pembeli diproyeksikan bakal memicu reli menuju Target 1 pada level 64,4247 sebagai area resistensi terdekat. Jika momentum penguatan tetap solid, grafik berpeluang menembus garis tren atas untuk mengejar Target 2 di kisaran 64,9285. Strategi ini memanfaatkan pembalikan arah teknikal guna mengoptimalkan rasio imbal hasil terhadap risiko secara terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah turun ke sekitar US$102 per barel pada Kamis (17/09), melanjutkan pelemahan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan muncul setelah Arab Saudi dilaporkan berencana memulihkan sekitar setengah kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari dan mengembalikannya ke operasi penuh dalam waktu enam minggu. Jalur strategis ini menjadi alternatif penting untuk menghindari Selat Hormuz setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone pekan lalu.

Sambil menunggu pemulihan pipa, Arab Saudi meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer Amerika Serikat. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan sekitar 18 juta barel minyak mentah dan produk petroleum telah melewati jalur tersebut pada awal pekan ini. Kelancaran arus distribusi tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Dari Amerika Serikat, persediaan minyak mentah resmi turun 640 ribu barel menjadi 423,4 juta barel. Namun, penurunan tersebut lebih kecil dibandingkan ekspektasi analis dan berbeda jauh dari perkiraan awal American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan kenaikan stok sebesar 7,1 juta barel. Perbedaan data ini membuat pasar minyak tetap mencermati keseimbangan antara permintaan, persediaan AS, serta risiko gangguan pasokan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah WTI (USOIL) pada grafik H1 menunjukkan transisi tren menuju bearish setelah mengalami penolakan di area puncak Weak High. Peluang entri posisi sell terbuka saat pergerakan mengalami pullback naik menuju Area Koreksi pada kisaran 99,031. Skenario transaksi ini menempatkan titik Invalidasi Resistance di level 100,354 sebagai batas toleransi risiko jika aksi beli kembali mendominasi.

Tekanan jual diproyeksikan bakal menekan grafik turun menuju Area Target utama yang membentang antara 95,468 hingga 94,715 (Strong Low). Penembusan zona tersebut akan mempertegas dominasi bears dalam jangka pendek. Strategi ini memanfaatkan retracement teknikal untuk mengamankan rasio imbal hasil terhadap risiko secara optimal.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas masih bertahan di bawah US$4.300 per troy ounce pada Kamis (17/09) setelah kehilangan penguatan intraday pada sesi sebelumnya. Tekanan datang setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% – 4%, sekaligus memberi sinyal bahwa kenaikan berikutnya masih terbuka sebelum akhir tahun. Kebijakan ini menjadi kenaikan suku bunga pertama The Fed dalam tiga tahun dan membuat daya tarik emas tanpa imbal hasil kembali tertekan.

Sentimen terhadap emas juga terbebani oleh kekhawatiran inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda, sementara data inflasi inti AS pada Agustus tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut membuat pasar tetap memperhatikan arah kebijakan moneter dan pergerakan dolar AS sebagai faktor penting bagi harga emas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bagi emas untuk bertahan. Kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah mulai mereda setelah Arab Saudi menargetkan pemulihan sekitar setengah kapasitas jalur pipa East-West dalam beberapa hari dan kembali beroperasi penuh dalam enam minggu. Arus minyak melalui Selat Hormuz juga masih berjalan, dengan sekitar 18 juta barel minyak mentah dan produk petroleum dilaporkan melewati jalur tersebut pada awal pekan ini. Kondisi ini membantu meredakan tekanan inflasi berbasis energi sekaligus menjadi faktor yang perlu diperhatikan trader emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAUUSD pada grafik M30 menunjukkan perubahan karakter pasar yang signifikan setelah penembusan Change of Character (CHoCH) ke bawah, mengindikasikan dominasi tekanan jual. Peluang entri posisi sell terbuka saat harga mengalami pullback menuju zona Area Koreksi di kisaran 4.333,799. Skenario ini memperhitungkan titik Invalidasi Resistance pada level 4.367,469 sebagai batas toleransi risiko jika pergerakan berbalik naik.

Arah penurunan diproyeksikan mengejar Target 1 di level 4.262,931 sebagai zona support terdekat. Jika tekanan bears tetap membentang, pergerakan akan berlanjut menuju Target 2 di level 4.235,765 (Weak Low). Strategi ini memanfaatkan momentum koreksi teknikal untuk memaksimalkan rasio imbal hasil terhadap risiko (risk-to-reward ratio) secara terukur.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Dolar AS menguat ke sekitar 99,7 pada Rabu (16/09) dan mendekati level tertinggi dalam sebulan. Penguatan ini terjadi ketika pasar menanti keputusan kebijakan Federal Reserve, yang secara luas diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam sekitar tiga tahun. Pasar memperkirakan peluang kenaikan 25 basis poin mencapai sekitar 92% sebagai langkah untuk meredam tekanan inflasi.

Perhatian investor tidak hanya tertuju pada keputusan kali ini, tetapi juga arah kebijakan berikutnya. Pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan tambahan pada Oktober atau Desember. Jika The Fed memberikan sinyal bahwa kenaikan lanjutan masih diperlukan, dolar berpotensi mendapat dukungan lebih kuat. Sebaliknya, sikap yang lebih lunak dapat memicu tekanan jual terhadap mata uang tersebut.

Penguatan dolar juga berjalan seiring dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS di tengah lonjakan biaya energi, risiko inflasi, dan kekhawatiran fiskal. Imbal hasil Treasury 10 tahun bahkan sempat menembus 5%, level tertinggi sejak 2007. Kondisi ini membuat keputusan The Fed menjadi semakin penting bagi arah dolar dan pasar keuangan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) pada grafik 4 jam menunjukkan sinyal reversal kuat melalui pembentukan pola Double Bottom di area support 98.307. Pembentukan dasar ganda ini terkonfirmasi setelah harga berhasil menembus neckline di kisaran 99.434. Koreksi jangka pendek menuju area Fibonacci Retracement 23.6% hingga 38.2% (99.168 – 99.003) menjadi zona retest yang sangat potensial untuk mengumpulkan momentum dorongan beli baru sebelum melanjutkan Tren Naik.

Jika harga mampu bertahan di atas zona koreksi tersebut, target penguatan selanjutnya berpotensi mengejar resistance terdekat di level 99.741 (-27.20%). Penembusan yang solid di area ini akan membuka jalan bagi Rally Dolar AS untuk terus melaju menuju target ekspansi Fibonacci berikutnya pada kisaran 100.131 hingga 100.561. Investor perlu mencermati respon pasar di sekitar garis neckline guna mengonfirmasi kelanjutan tren bullish ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze