Harga emas kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan turun di bawah US$4.400 pada paruh pertama sesi Eropa, Selasa (08/09). Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan logam mulia, seiring meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang lebih hawkish. Ketidakpastian geopolitik turut mendorong permintaan terhadap Greenback sebagai aset safe haven, sementara emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik.

Pergerakan harga emas berikutnya sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Indeks Harga Produsen (PPI) dijadwalkan terbit Kamis, disusul Indeks Harga Konsumen (CPI) pada Jumat. Kedua indikator tersebut akan menjadi perhatian pasar untuk mengukur arah kebijakan The Fed, terutama di tengah risiko inflasi akibat kenaikan harga energi. Penguatan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Agustus juga membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga yang lebih ketat.

Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS – Iran menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi. Ancaman terhadap infrastruktur energi dan potensi blokade di sekitar Selat Hormuz memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global. Kondisi tersebut berpotensi menjaga inflasi tetap tinggi sekaligus memperkuat dolar AS. Dengan tekanan fundamental yang masih kuat, pelaku pasar perlu berhati-hati sebelum mengambil posisi bullish pada XAU/USD dan sebaiknya menunggu sinyal pembelian yang lebih solid sebelum mengantisipasi pemulihan harga emas.

OPINI ANALIS TRAZE

Grafik emas (XAUUSD) pada timeframe M30 menunjukkan indikasi perubahan karakter tren (CHoCH) ke arah bearish setelah harga gagal mempertahankan area puncak 4.443. Penurunan tajam yang menembus struktur pendukung sebelumnya menandakan bahwa tekanan penjual mulai mendominasi pasar. Saat ini, pergerakan berpotensi melakukan koreksi teknis ke area Fibonacci Retracement 38,2% hingga 61,8% di kisaran 4.408 – 4.421 untuk menjemput penawaran terbaik sebelum melanjutkan penurunan.

Jika harga memantul ke zona koreksi tersebut dan tertahan di bawah garis invalidasi resistance 4.431, peluang sell dapat dimanfaatkan dengan target penurunan bertahap. Proyeksi penurunan pertama berada di Target 1 level 4.372 (-27,20%), sedangkan potensi ekstensi pergerakan bearish dapat mencapai Target 2 pada level 4.353 (-61,80%). Sebaliknya, skenario ini akan batal apabila harga mampu menembus dan memicu penutupan candlestick di atas level 4.431.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga perak menguat menembus US$66 per ons pada perdagangan Selasa (08/09), tetapi masih dibayangi tekanan dari prospek kenaikan suku bunga global. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi membatasi daya tarik logam mulia, sementara harga minyak yang tetap tinggi kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 60% bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan depan setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kinerja yang kuat. Rilis inflasi berikutnya akan menjadi perhatian utama untuk menentukan arah kebijakan The Fed. Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan juga diperkirakan mengambil langkah serupa bulan ini.

Di tengah tekanan tersebut, perak masih memiliki peluang mendapat dukungan dari permintaan investasi dan lindung nilai. Ketegangan AS-Iran yang kembali memanas turut mendorong harga minyak, meningkatkan ketidakpastian pasar global. Pembelian oleh bank sentral serta strategi perlindungan terhadap pelemahan nilai mata uang juga menjadi faktor yang berpotensi menopang harga perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga perak XAGUSD pada timeframe 30 menit menunjukkan struktur bullish yang kuat setelah berhasil menembus Break of Structure (BOS) ke arah atas. Berdasarkan analisis Fibonacci Retracement, zona buy yang potensial berada di rentang Area Koreksi antara level 66.58 (50.0%) hingga 66.30 (78.60%). Skenario penguatan ini akan tetap valid selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Support pada kisaran harga 66.09.

Apabila harga memantul dari area pullback tersebut, pergerakan diperkirakan akan melanjutkan reli menuju beberapa target resistensi berikutnya. Sasaran kenaikan utama berada pada 67.07 (Target 1), serta proyeksi ekstensi lanjutan mencapai 67.34 (Target 2). Penataan ini memberikan rasio risiko dan potensi keuntungan yang ideal bagi para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum uptrend.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak WTI melemah tipis ke sekitar US$90,40 per barel pada sesi Asia Selasa (08/09). Namun, tekanan tersebut berpotensi hanya sementara di tengah meningkatnya risiko geopolitik. Iran berjanji akan menargetkan infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons terhadap serangan lanjutan Amerika Serikat, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan kembali menguat.

Harga minyak sebelumnya melonjak hampir 10% dalam sepekan setelah eskalasi konflik meningkatkan risiko terhadap jalur energi strategis. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga semakin menjadi perhatian setelah serangan terhadap kapal dan fasilitas energi terjadi sepanjang akhir pekan. Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Jazan turut menambah kecemasan pasar, sementara rencana Iran dan Oman terkait pengelolaan pelayaran di Hormuz memicu kekhawatiran atas meningkatnya pengaruh Teheran di jalur perdagangan tersebut.

Di sisi lain, kondisi persediaan bahan bakar Amerika Serikat yang relatif ketat dapat memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak. Stok bensin dan bahan bakar distilat berada di bawah rata-rata tahun lalu maupun level musiman lima tahun. Meski sekitar 7 juta barel per hari minyak mentah dan produk olahan masih mengalir melalui Selat Hormuz, setiap gangguan baru berpotensi memperketat pasokan global dan menjaga WTI tetap berada dalam tekanan bullish.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga minyak mentah US OIL (WTI) pada grafik 30 menit mengindikasikan potensi koreksi turun setelah penembusan struktur (Break of Structure) ke arah bawah. Menggunakan penarikan Fibonacci Retracement, zona ideal untuk mencari peluang sell berada di sekitar level 50.0% hingga 61.8%, yakni di kisaran 90.66 hingga 90.80. Selama pergerakan tidak menembus batas Invalidasi Resistance pada level puncak 91.27, tren penurunan jangka pendek ini dinilai tetap valid.

Jika komoditas energi ini memantul dari area koreksi dan melanjutkan pelemahannya, penurunan diproyeksikan bakal mengejar level pendukung berikutnya. Sasaran penurunan pertama berada pada kisaran 89.71 (ekstensi -27.20%), sedangkan target kedua terletak pada area 89.29 (ekstensi -61.80%). Strategi ini menawarkan rasio risk-to-reward yang terukur bagi para pelaku pasar yang memanfaatkan momentum bearish saat ini.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Emas bergerak dengan bias negatif moderat di sesi Amerika, berada di sekitar US$4.414 atau turun 0,35% setelah sempat menyentuh US$4.381. Pelemahan Dolar AS (USD) membantu membatasi tekanan dan mendorong pemulihan dari titik terendah harian. Namun, aktivitas pasar cenderung sepi karena bursa Amerika Serikat tutup memperingati Hari Buruh.

Tekanan terhadap Greenback terlihat dari Indeks Dolar AS (DXY) yang melemah hampir 0,30% ke sekitar 98,87, sementara penguatan Yen Jepang turut membebani USD. Di sisi lain, prospek kenaikan suku bunga The Fed kembali menjadi hambatan bagi Emas setelah Nonfarm Payrolls Agustus melonjak 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 56 ribu. Risiko inflasi juga meningkat seiring harga WTI yang mendekati US$91 per barel akibat memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran.

Ke depan, pergerakan XAU/USD diperkirakan tetap sensitif terhadap arah kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik. CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan 15 – 16 September berada di sekitar 58%. Fokus pasar berikutnya tertuju pada rilis PPI AS pada Kamis dan CPI pada Jumat. Data inflasi yang lebih tinggi berpotensi menekan Emas, sedangkan angka yang lebih rendah dapat membuka ruang bagi pemulihan harga.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga emas (XAUUSD) pada grafik 1 jam menunjukkan indikasi pembalikan arah (bullish reversal) setelah terbentuknya pola Change of Character (CHoCH). Saat ini, komoditas ini berpotensi mengalami penurunan sejenak ke Area Koreksi Fibonacci di kisaran 4.411 – 4.394. Pembeli diperkirakan akan memanfaatkan zona ini sebagai titik masuk ideal untuk mendorong kenaikan berikutnya selama level invalidasi di 4.394 tidak tertembus ke bawah.

Jika momentum penguatan berhasil terjaga dari area pantulan tersebut, grafik mengindikasikan potensi reli menuju sasaran utama di Target 1 (4.457). Apabila tekanan beli terus berlanjut, laju kenaikan berpeluang mengejar Target 2 (4.477) yang berada di dalam area resistance atas. Para pelaku pasar perlu mencermati reaksi harga di sekitar level koreksi untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik ini secara presisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga Perak bergerak tipis setelah dibuka dengan gap bearish, namun masih bertahan di zona negatif sekitar US$66,10 per troy ons pada sesi Asia, Senin (07/09). Tekanan terhadap logam mulia ini meningkat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) tampil jauh lebih kuat dari perkiraan, sehingga mendorong pasar mengantisipasi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih ketat.

Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan Nonfarm Payrolls Agustus bertambah 162 ribu, jauh di atas proyeksi 56 ribu. Tingkat pengangguran tetap di 4,1%, sementara pertumbuhan upah tahunan mencapai 3,1%. Prospek pengetatan semakin kuat setelah pejabat The Fed Hammack menyampaikan pandangan hawkish, menilai inflasi masih terlalu tinggi dan kebijakan moneter belum cukup restriktif. Kondisi tersebut memperkuat Dolar AS sekaligus membatasi ruang penguatan XAG/USD.

Sentimen negatif terhadap Perak turut diperbesar oleh lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan AS-Iran. Eskalasi di sekitar Selat Hormuz memunculkan kekhawatiran baru terhadap pasokan energi global dan potensi kenaikan inflasi. Jika tekanan harga energi terus berlanjut, investor berpeluang semakin memperhitungkan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, yang dapat menjadi beban tambahan bagi Perak.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAG/USD masih menunjukkan tekanan bearish pada grafik 15 menit. Pergerakan berada di bawah area koreksi 66,08 – 66,10, sementara zona supply di 66,10 – 66,45 menjadi penghalang utama bagi pemulihan. Selama harga gagal menembus area tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan struktur pasar yang cenderung melemah.

Jika tekanan jual berlanjut, target pertama berada di 65,15, kemudian berpotensi mengarah ke 64,72 sebagai target berikutnya. Skenario bearish ini akan kehilangan validitas apabila XAG/USD mampu menembus 66,45 – 66,48, sehingga trader perlu mencermati respons harga ketika memasuki zona supply sebelum menentukan posisi.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah menguat menuju US$92 per barel pada Senin (07/09), melanjutkan kenaikan pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Saling serang di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi, terutama jalur perdagangan strategis di sekitar Selat Hormuz.

AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran sebagai respons atas serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS. Iran kemudian membalas dengan menargetkan kapal tanker dan sejumlah kapal yang terkait dengan AS, serta berencana memberlakukan zona maritim “terbatas” di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang.

Risiko gangguan distribusi semakin besar setelah AS menegaskan akan mempertahankan kehadiran militernya di Timur Tengah dan melanjutkan blokade untuk membatasi ekspor minyak Iran. Konflik yang kembali memanas setelah sekitar sebulan relatif tenang telah mendorong harga minyak naik sekitar 10%, seiring pasar meningkatkan premi risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap pasokan global.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil pada grafik 1 jam menunjukkan momentum bullish setelah berhasil memantul dari area demand di sekitar 87,982 – 88,686. Saat ini harga bergerak mendekati 90,929, menandakan tekanan beli masih cukup kuat. Selama harga mampu bertahan di atas area koreksi tersebut, peluang melanjutkan kenaikan tetap terbuka.

Jika momentum positif berlanjut, WTI berpotensi menguji 90,356 hingga 90,916 sebagai area target berikutnya. Sebaliknya, pelemahan yang menembus 88,686 dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju 87,982 sebagai level invalidasi bullish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di sekitar US$4.400 per troy ounce pada Senin (07/09) setelah turun sekitar 1% pada sesi sebelumnya. Tekanan datang dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data tenaga kerja AS menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan.

Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus bertambah 162 ribu, jauh di atas ekspektasi 56 ribu, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Pertumbuhan upah tahunan melambat menjadi 3,1%, tetapi penurunannya lebih kecil dari perkiraan ekonom. Kondisi ini mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September naik menjadi sekitar 60%, dari sebelumnya 50%.

Selain kebijakan moneter, kenaikan harga minyak turut membebani emas karena konflik antara AS dan Iran meningkatkan risiko tekanan inflasi baru. Jika ekspektasi suku bunga tinggi dan harga energi terus bertahan, logam mulia berpotensi menghadapi tekanan dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Analisa Teknikal XAU/USD. harga emas pada grafik time frame 30 menit masih bergerak dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan area 4.419.932 yang menjadi resistance Fibonacci 61,8%. Selama harga tertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan support terdekat di 4.400.998, sebelum menguji 4.389.301.

Jika tekanan jual berlanjut, XAU/USD berpotensi melanjutkan koreksi menuju 4.375.819 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, penguatan di atas 4.419.932 dapat membuka ruang menuju 4.438.865 sekaligus menjadi area invalidasi skenario bearish.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di bawah level 99 pada Jumat (04/09) setelah merosot tajam pada sesi sebelumnya. Tekanan muncul seiring pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September, menyusul pernyataan dovish Gubernur The Fed Christopher Waller.

Waller menegaskan bahwa dirinya mendukung suku bunga tetap stabil apabila tekanan harga terus mereda. Keputusan kebijakan berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi Agustus yang dijadwalkan terbit pekan depan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan bunga sekitar 50%, turun dari 63% sehari sebelumnya.

Perhatian berikutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS (Non Farm Payrolls) malam ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter. Di sisi lain, penguatan yen turut membebani greenback karena investor mencermati potensi intervensi Jepang serta peluang pengetatan kebijakan Bank of Japan. Secara mingguan, DXY berpeluang mencatat penurunan sekitar 0,7%.

OPINI ANALIS TRAZE

Indeks Dolar AS (DXY) masih berada dalam tekanan setelah membentuk tren menurun, meski kini terlihat rebound dari area 98,548. Pergerakan naik berpotensi menguji 98,733 – 98,848, dengan 98,940 sebagai area koreksi utama. Selama harga belum menembus kuat resistance tersebut, momentum bullish dinilai masih terbatas.

Jika gagal melewati 98,940, DXY berpeluang kembali melemah menuju 98,548 sebagai Target 1. Penurunan lanjutan dapat membuka ruang menuju 98,334 sebagai Target 2. Skenario bearish ini akan batal apabila harga menembus 99,333, yang menjadi level invalidasi resistance.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga minyak mentah melonjak menuju US$92 per barel pada perdagangan Jumat (04/09) dan berpotensi mencatat kenaikan sekitar 10% dalam sepekan. Penguatan harga minyak WTI dipicu kembali memanasnya konflik di Timur Tengah serta meningkatnya kekhawatiran terhadap kelancaran pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan militer AS dan kapal yang melintas di kawasan tersebut. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz pun menurun, memperkuat kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Tekanan pasokan juga datang dari kerusakan sejumlah kilang di Timur Tengah dan Rusia, sementara kapasitas produksi di wilayah lain dinilai belum cukup untuk menutup kekurangan. Kondisi ini berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi hingga tahun depan, terlebih harga diesel AS telah mencapai level tertinggi sejak pertengahan 2022 dan stok bahan bakar Eropa masih berada jauh di bawah rata-rata musiman.

OPINI ANALIS TRAZE

Harga WTI Oil pada timeframe 1 jam masih menunjukkan struktur bullish setelah berhasil menembus area Break of Structure di sekitar US$87,43. Saat ini harga bergerak konsolidatif di kisaran US$89–90, sehingga zona tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah tekanan beli kembali muncul. Selama harga bertahan di atas support US$87,43, bias teknikal masih cenderung positif.

Jika momentum bullish berlanjut, US$89,95 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang menuju US$90,96 sebagai target berikutnya. Sebaliknya, pelemahan di bawah US$87,43 dapat mengurangi kekuatan tren dan membuka risiko koreksi menuju US$86,26 sebagai area invalidasi. Dengan demikian, pergerakan WTI berikutnya akan sangat ditentukan oleh reaksi harga di sekitar support dan resistance utama tersebut.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Harga emas bergerak di sekitar $4.500 per ons pada Jumat (04/09) setelah mencatat kenaikan dalam dua sesi berturut-turut. Penguatan ini dipicu komentar dovish Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September kembali mereda. Waller menyatakan dirinya cenderung mempertahankan suku bunga jika tekanan inflasi terus menurun.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 50%, turun dari 63% sehari sebelumnya. Fokus investor selanjutnya tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS yang dirilis Jumat malam ini serta data inflasi pekan depan untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter. Pelemahan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah pernyataan Waller turut memberikan dorongan bagi harga emas.

Di sisi lain, harga minyak berada di jalur menuju kenaikan mingguan yang kuat di tengah konflik Timur Tengah dan meningkatnya ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz. Kondisi tersebut menjaga risiko inflasi tetap menjadi perhatian. Jika data ekonomi AS menunjukkan pelemahan dan tekanan harga terus mereda, prospek pelonggaran kebijakan dapat kembali menopang emas dalam jangka pendek.

OPINI ANALIS TRAZE

Pergerakan harga XAU/USD masih menunjukkan struktur bullish pada grafik 3 menit setelah sebelumnya membentuk Break of Structure (BOS) dari area demand. Harga kini bergerak di sekitar 4.535 dan berada di atas level Fibonacci 38,2% – 50%, menandakan momentum pembeli masih terjaga. Area koreksi utama berada di 4.439, sementara 4.420 menjadi batas invalidasi apabila tekanan jual semakin kuat.

Selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka menuju 4.510 sebagai target pertama, kemudian 4.535 sebagai sasaran lanjutan. Namun, kegagalan mempertahankan 4.439 dapat membuka ruang penurunan untuk menguji kembali demand zone sebelum potensi rebound berikutnya.

DISCLAIMER
PT Traze Andalan Futures teregulasi oleh BAPPEBTI.
Materi ini untuk referensi saja dan bukan untuk rekomendasi melakukan transaksi. Seluruh transaksi yang
diambil sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab nasabah. Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi
(PBK) memiliki peluang keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi

Peringatan Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua investor. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing, Anda harus mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan toleransi risiko Anda. Ada kemungkinan Anda akan kehilangan sebagian atau seluruh modal awal Anda, sehingga Anda tidak boleh menginvestasikan uang yang tidak siap untuk Anda rugikan. Pastikan Anda sepenuhnya memahami semua risiko yang terlibat dalam trading forex dan, jika diperlukan, carilah saran dari penasihat keuangan independen. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Semua keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi, dan tidak ada jaminan dari pihak mana pun bahwa Anda akan memperoleh keuntungan dari trading forex.

Disclaimer: Trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif mungkin tidak sesuai untuk semua investor. Anda dapat mengalami kerugian yang signifikan dalam waktu singkat. Jumlah uang yang Anda rugikan bisa lebih besar dari dana awal (Initial Margin) yang Anda setorkan ke Pialang Berjangka. Anda bisa kehilangan seluruh Margin Anda serta Margin tambahan yang ditempatkan di Pialang Berjangka untuk mempertahankan posisi Kontrak Derivatif Anda dalam Sistem Trading Alternatif. Hal ini karena Trading Berjangka sangat dipengaruhi oleh leverage, di mana investasi yang relatif kecil dapat digunakan untuk membuka posisi dengan nilai aset yang jauh lebih tinggi. Jika Anda tidak siap menghadapi risiko tersebut, sebaiknya Anda tidak melakukan trading Kontrak Derivatif dalam Sistem Trading Alternatif.

PT Traze Andalan Futures adalah Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) dengan Nomor Izin Usaha: 661/BAPPEBTI/SI/IV/2005 dan nomor izin SPA: 1294/BAPPEBTI/SP/7/2007, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Nomor Persetujuan Prinsip: S-161/PM.02/2025, Bank Indonesia (BI) dengan Nomor Terdaftar: 27/289/DPPK/Srt/B

PT Traze Andalan Futures merupakan Anggota Bursa Jakarta Futures Exchange (JFX) Nomor: SPAB-084/BBJ/09/04, anggota Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Nomor: 09/AK-KBI/PN-PA/VII/2022, Anggota Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nomor 049/SK/ICDX/DIR/III/2025, anggota Indonesia Clearing House (ICH) Nomor 051/SK/ICH/DIR/III/2025, serta anggota Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (ASPEBTINDO) Nomor 0055/ASPEBTINDO/ANG-B/7/2015.

Seluruh layanan dan produk yang dapat diakses melalui situs traze.co.id disediakan oleh PT Traze Andalan Futures dengan alamat terdaftar perusahaan berlokasi di Sinarmas Land Plaza Sudirman (dh. Sinarmas MSIG Tower), Lantai 35, Jl. Jenderal Sudirman KAV 21, Kuningan, Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12920 – Indonesia.

Harap diperhatikan bahwa PT Traze Andalan Futures tidak menyediakan layanan bagi penduduk di yurisdiksi tertentu, termasuk tetapi tidak terbatas pada Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Mesir, Iran, Korea Utara (Democratic People’s Republic of Korea), dan Uni Eropa.

Nomor Sertifikat ISO/IEC 27001: 2026-4-0316

Official Website: www.traze.co.id | © 2026 Traze